Merujuk pada Kamus Bahasa Sunda (Satjadibrata, 2008:48), terdapat beberapa morfem yang dapat digunakan sebagai penanda

futur yang bermakna ‘akan’, yaitu arek/rek, bade, hayang, hoyong, dan endek/dek/deuk.  Akan tetapi, penelitian ini hanya akan meneliti satu buah penanda futur, yaitu arek (termasuk bentuk variannya rek), karena berdasarkan observasi awal arek merupakan penanda futur yang paling sering digunakan dalam naskah kuno Sunda dari abad ke-18, yaitu wawacan Jayalalana

Fungsi arek penting untuk diteliti karena secara teoritis, penelitian ini bermanfaat bagi leksikografi bahasa Sunda, yaitu hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan berupa makna-makna arek pada abad ke-18.

Marzuki, Surlina, H.R. Suryana, dan Siti Maria (1992: 190-191) juga menyatakan bahwa wawacan merupakan suatu hikayat yang ditulis dalam bentuk dangding yang merupakan kumpulan pupuh.  Pupuh (Marzuki, Surlina, H.R. Suryana dan Siti Maria, 1992: 190-191) adalah bentuk puisi tertentu yang mempunyai ketentuan dalam hal jumlah baris pada setiap bait, jumlah suku kata pada setiap baris, dan bunyi akhir pada setiap baris.

Teks wawacan JL yang digunakan dalam penelitian ini ditransliterasi dari naskah kuno Sunda wawacan JL yang berasal dari abad ke-18. Teks ini diterbitkan oleh Depdikbud yang sekarang dikenal sebagai Kemendiknas.  Wawacan JL adalah buku teks berjenis cerita tentang petualangan seorang putra raja bernama Jayalalana yang ditulis dalam puisi berbentuk pupuh.

(1) Menandai semua arek yang terdapat dalam bait wawacan JL. Kemudian,  (2) Semua arek tersebut akan didaftarkan dalam sebuah daftar.  (3) Fungsi semua arek yang terkumpul akan diidentifikasi.  (4) Semua fungsi tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan fungsi yang sama.

Secara struktural, pembagian verba dalam bahasa Sunda sama dengan teori pembagian verba secara struktural yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1994: 52-53) .  Pembagian warna kecap (kelas kata) dalam bahasa Sunda menurut Sudaryat dkk (2007).

Verba Verba transitif intransitif verba yang verba yang tidak memiliki memiliki objek objek

Verba aktif verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku

Verba pasif verba yang subjeknya berperan sebagai penderita, sasaran, atau hasil

Kecap lulugu (kata leksikal) 1. kecap barang (nomina) 2. kecap pagawean (verba) 3. kecap sipat (adjektiva) 4. kecap bilangan (numeralia)

Kecap pancen (kata gramatikal) 1. kecap panambah (adverbia) 2. kecap panyambung (konjungsi) 3. kecap pangantet (preposisi) 4. kecap panyeluk (interjeksi).

     

1. Mengandung makna bawaan (inheren) ‘tindakan’, ‘proses’ dan ‘keadaan’. 2. Kecap pagawean, terutama yang memiliki makna inheren ‘tindakan’ dapat dijadikan kata perintah. 3. Dapat didahului kecap pamungkir (negasi) (hen)teu. 4. Dapat didahului kata bari. 5. Bisa diikuti oleh frase kalawan + kecap sipat (adjektiva). 6. Umumnya menempati fungsi penceritaan atau inti cerita dalam kalimat.

Selanjutnya, masih menurut Sudaryat dkk (2007: 142), kecap panambah (adverbia) adalah kecap pancen (kata gramatikal) yang memberikan keterangan tambahan kepada kecap pagawean. Selain itu, kecap panambah dapat diletakkan sebelum atau setelah kecap pagawean.

Verba

‘Ingin’

Ditemukan 16 buah arek (13,01%) yang berfungsi sebagai verba ‘ingin’. Arek ditemukan dalam dua jenis struktur kalimat, yaitu (S) + V + O yang berbentuk monoklausal dan (S) + V + V + O yang berbentuk biklausal.

Fungsi: menunjukkan bahwa seseorang menginginkan sesuatu. Ciri- ciri: Subjeknya berupa makhluk hidup. Arek berkategori sebagai verba penuh dengan posisi sintaktis terletak langsung setelah subjek. Arek jmerupakan verba transitif karena diikuti oleh objek langsung. Semua objek yang ditemukan berupa nomina yang merujuk pada benda abstrak.

  

 

   

1) Duanana ge lalaki, kacaturkeun nya bapana, Dua-duanya juga lelaki dikisahkan P bapaknya buta Renis arek naon, seug anakna dicalukan raksasa Renis ingin apa lalu anaknya dipanggil [...] (JL: 1996/59/308/1-4)


  

‘Dua- duanya juga lelaki, dikisahkan ayahnya, Raksasa Renis ingin sesuatu, lalu anaknya dipanggil...’

Fungsi: menunjukkan bahwa seseorang menginginkan untuk melakukan suatu tindakan.

Ciri- ciri: Subjeknya berupa makhluk hidup. Arek berkategori sebagai verba intransitif dan diikuti oleh verba transitif atau intransitif berjenis tindakan.  Berbeda dengan kalimat berstruktur (S) + V + O sebelumnya, dalam kalimat berstruktur (S) + V + V, subjek dapat diletakkan setelah arek dan verba intransitif (dengan urutan VVS) atau diletakkan sebelum arek dan verba intransitif (dengan urutan SVV).  Contoh arek yang memiliki subjek yang ditemukan dalam urutan VVS dapat dilihat pada contoh (3) dan contoh arek yang memiliki subjek yang ditemukan dalam urutan SVV dapat dilihat pada contoh (4).
   

[...] rek badami kakang teh perkawis eta. ingin berunding kakang P urusan tersebut
  

(JL:1996/92/616/9)

‘...ingin berunding kakang (mengenai) urusan tersebut.’

kakang rek badami perkawis eta kakang ingin berunding urusan tersebut
 

‘kakang ingin berunding (mengenai) urusan tersebut.’

Arek berfungsi sebagai verba ‘mau’ apabila digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang bersedia untuk melakukan suatu tindakan.  Dalam teks wawacan JL abad ke-18, ditemukan arek yang berfungsi sebagai verba ‘mau’ sebanyak 2 buah (1,63%).  Kalimat pertama berstruktur (S) + V + V yang berbentuk biklausal, dan kalimat kedua berstruktur (S) + V + V + V yang berbentuk triklausal.

Subjeknya berupa manusia.  Arek berkategori sebagai verba penuh intransitif dengan posisi sintaktis terletak langsung setelah subjek  Arek diikuti oleh verba intransitif berjenis tindakan.

Walon Raden sukur maneh arek milu, hayu atuh urang indit, Jawab Raden syukur kamu mau ikut ayo P kita pergi

Denewa Denewi nangtung, ka raden Lalana ngiring[...] Denewa Denewi berdiri kepada raden Lalana ikut (JL: 1996/63/351/1-4)

‘Jawab Raden syukur kamu mau ikut, ayo kita pergi, Denewa Denewi berdiri, kepada Raden Lalana ikut...’

Subjeknya adalah manusia.  Arek berkategori sebagai verba penuh intransitif dengan posisi sintaktis terletak antara verba pertama dan verba ketiga yang sama-sama merupakan verba intransitif.

[...] upami engkang perlaya, abdi sumeja rek ngiring [...] kalau engkang meninggal saya bersedia mau ikut


  

(JL:1996/110/772/4-5) ‘...kalau engkang meninggal, saya bersedia mau ikut...’

  

Arek memiliki fungsi sebagai adverbia ‘akan’ apabila digunakan sebagai penanda futur. Ciri-ciri: Pertama, konteks kalimatnya adalah tentang pembicara atau pelaku yang memprediksikan bahwa suatu peristiwa atau tindakan akan terjadi di masa yang akan datang. Kedua, fokus pembaca adalah saat terjadinya peristiwa tersebut. Ketiga, konteks kalimat biasanya menyebutkan atau menjelaskan tentang persiapan yang dilakukan supaya peristiwa atau tindakan yang diprediksikan oleh si pembicara dapat terjadi.

Dalam teks wawacan JL abad ke-18, ditemukan 49 buah arek (39,84%) yang berfungsi sebagai verba bantu ‘akan’.  Struktur kalimatnya adalah (S) + Adverbia + V + O.

[...] datang mangsa, bade, babar Agan Putri, ma paraji geus  tiba waktu akan melahirkan Agan Putri ma paraji sudah
     

monyong, (anjeunna) rek mura panglay.  monyong dia akan menyemburkan panglay (JL: 1996/28/21/8-11)

‘...tiba waktunya, akan, melahirkan tuan putri, dukun beranak sudah monyong, (dia) akan menyemburkan panglay.’

Sisa arek yang ditemukan dalam teks memiliki makna yang ambigu, yaitu (1) sebagai verba ‘ingin’ atau verba ‘mau’ (2) sebagai verba ‘mau’ atau adverbia ‘akan’.  7 buah arek memiliki fungsi sebagai verba ‘ingin’ atau verba ‘mau’, dan 49 buah arek memiliki fungsi sebagai verba ‘mau’ atau adverbia ‘akan’.  Hal tersebut dapat terjadi karena konteks kalimat yang memungkinkan pembaca untuk melakukan beberapa penafsiran makna.

    

Arek memiliki tiga buah fungsi. 1) verba aktif yang bermakna ‘ingin’ ditemukan dalam dua jenis struktur kalimat. A. (S) + V (transitif) + O . B. (S) + V (intransitif)+ V + O. 2) verba aktif intransitif yang bermakna ‘mau’ ditemukan dalam dua buah jenis struktur kalimat, yaitu (S) + V + V dan (S) + V + V + V. 3) adverbia yang bermakna ‘akan’ ditemukan dalam struktur kalimat (S) + Adv + V + O.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful