You are on page 1of 4

CARA MEMBUAT KOMPOS

Oleh : Sukadi, S.ST Kepala Instalasai Kebun STPP Jurluhtan

A. Pendahuan Salah satu jenis pupuk organic adalah kompos. Karena kehadirannya pupuk organic sangat diharapkan, berarti kehadiran kompos pun demikian. Sebenarnya, kompos bukanlah hal baru. Nenek moyang kita sudah lama mengenalnya. Sejak berabad-abad silam, para leluhur sudah melakukan hal yang kurang lebih sama dengan praktik pengomposan moderen. Kompos adalah bahan-bahan organic (sampah organic) yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antara mikroorganisme (bakteri pembusuk) yang bekerja di dalamnya. Bahan-bahan organic tersebut seperti dedaunan, rumput, jerami, sisa-sisa ranting, kotoran hewan (padat/cair) dan lain-lain. B. Manfaat Beberapa manfaat kompos dalam memperbaiki sifat tanah adalah: 1. Memperkaya bahan makanan untuk tanaman 2. Memperbaiki struktur tanah berlempung 3. Mempertinggi kemampuan menyimpan air 4. Memperbaiki drinase dan porositas tanah 5. Menjaga suhu tanah agar stabil 6. Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara 7. Memperbesar daya ikat tanah berpasir C. Alat Alat-alat yang diperlukan antara lain :

1. Tempat pembuatan kompos, sebaiknya ada naungan. 2. Sekop 3. Cangkul garpu 4. Gembor/embrat 5. Drum air 6. Ember 7. Lembaran plastik penutup/terpal 8. Alat timbang D. Bahan Bahan-bahan yang diperlukan antara lain : 1. Bahan organic 2. Pupuk kandang 3. Bekatul 4. Kapur 5. Abu 6. EM-4 7. Gula 8. Air E. Kegunaan Bahan 1. Sampah organic merupakan bahan utama untuk membuat kompos. 2. Pupuk kandang merupakan bahan untuk membantu mempercepat proses pengomposan. 3. Bekatul merupakan bahan untuk menambah nutrisi kompos dan sebagai makanan bakteri. 4. Kapur merupakan bahan untuk menaikkan pH kompos, supaya pH kompos netral sehingga unsure hara mudah diserap akar tanaman. 5. Abu merupakan bahan untuk memperkaya nutrisi kompos. 6. EM-4 merupakan decomposer yang didalamnya banyak bakteri sehingga dapat mempercepat proses pengomposan. 7. Gula merupakan bahan makanan bakteri sehingga dapat melangsungkan hidup dan berkembang biak dengan cepat. 1000 kg 200 kg 20 kg 20 kg 20 kg 1 liter 1 kg secukupnya

8. Air bahan untuk menjaga kelembaban sehingga bakteri dapat berkembang dengan cepat karena kondisi kondisi optimal. F. Langkah Kerja 1. Lakukan pemotongan sampah organic sepanjang 5 sampai 10 cm dengan tujuan untuk mempercepat pengomposan dan memper mudah pembalikan. 2. Lakukan pembasahan potongan sampah organic hingga kadar air 50 sampai 60 % dengan ciri-ciri dikepal tidak keluar air, di buka bahan ambyar. 3. Lakukan pencampuran pupuk kandang, bekatul, kapur, dan abu hingga homogen kemudian basahi dengan air hingga kadar air 50 sampai 60 % dengan ciri-ciri dikepal tidak keluar air, di buka bahan ambyar. 4. Lakukan pencampuran air 40 liter, EM-4 1 liter dan gula 1 kg dalam drum kemudian aduk hingga homogen. 5. Lakukan penumpukan bahan organic lapisan I dengan ukuran lebar 150 cm, panjang 200 cm dan tinggi 20 cm kemudian lakukan penaburan campuran pupuk kandang, bekatul, kapur dan abu hingga merata dengan ketebalan 5 cm. kemudian lakukan penyiraman dengan air EM-4 menggunakan gembor hingga merata. 6. Lakukan penumpukan bahan organic lapisan II diatasnya setebal 20 cm lagi kemudian lakukan penaburan campuran pupuk kandang, bekatul, kapur dan abu hingga merata dengan ketebalan 5 cm. kemudian lakukan penyiraman dengan air EM-4 menggunakan gembor hingga merata. 7. Begitu selanjutnya sampai bahan organic habis hingga mencapai 5 lapis. 8. Lakukan pembalikan setiap 1 minggu sekali hingga 3 minggu. 9. Setelah 3 minggu kompos telah jadi kemudian dilakukan pengayakan dan pengemasan. Pengemasan dilakukan bias dengan bagor bias dengan plastic tergantung permintaan atau segmen pasar. 10. Kompos siap dipasarkan

Petunjuk Gambar