SMARTPHONE: BENARKAH MEMBUAT MANUSIA LEBIH PINTAR?

OLEH: LARASATI HAPSARI SMA NEGERI 3 SEMARANG

perangkat multimedia yang mutakhir. email. telepon. Angka ini diperkirakan masih akan mengalami kenaikan sekitar 20% setiap tahunnya. yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi beberapa aspek kehidupan baik psikologis maupun hubungan antar masyarakat hingga memunculkan pertanyaan “Benarkah smartphone membuat manusia lebih pintar?” SMARTPHONE DAN GAYA HIDUP MODERN Berdasarkan data yang dikutip dari AFP yang dipublikasi oleh The Australians. Di Indonesia sendiri. dll. Perbedaan ruang dan waktu tidak lagi menghambat seseorang untuk memperoleh informasi. Jelas sekali bahwa smartphone telah menjadi bagian dari gaya hidup kalangan ekonomi menengah keatas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. kebutuhan mayarakat akan komunikasi dan akses informasi semakin berkembang. Kini kita dapat tetap saling terhubung tidak peduli belahan dunia manapun kita berada. yang terutama sangat dibutuhkan oleh orang-orang dengan tingkat kesibukan dan ketergantungan terhadap informasi yang tinggi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan. Smartphone menjadi digemari oleh masyarakat karena efektivitas.PENDAHULUAN Seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. jumlah pengguna smartphone Blackberry di Indonesia sudah mencapai angka 5 juta. Handphone telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. dan kemudahan akses yang ditawarkannya. Mulai dari anak-anak. Pada dasarnya smartphone merupakan hasil gabungan dari fungsi telepon genggam dengan PDA(Personal Digital Assistant). Dalam perkembangannya. hingga tahun 2011. Menurut Indonesia’s International Data Corporation (IDC) pasar smartphone di Indonesia diperkirakan akan terus bertumbuh hingga 68% hingga akhir tahun ini . Apple dan Samsung. RIM. Kecanggihan smartphone dibandingkan ponsel biasa terletak pada operation system yang tangguh. sebagai contohnya handphone. manusia menggunakan berbagai jenis sarana komunikasi seperti surat. Tren smartphone ini pun memunculkan beberapa dampak positif dan negatif di kalangan penggunanya. hingga orang tua. kecepatan proses yang tinggi. kecepatan. 2011). remaja. Indonesia jelas merupakan pasar yang luar biasa menjanjikan bagi perusahaan distributor Blackberry. internet. pasar smartphone dikuasai oleh beberapa produsen smartphone terkemuka seperti Blackberry. Selain Blackberry. Berbagai perusahaan produsen handphone mulai berlomba-lomba menciptakan inovasi demi inovasi untuk mengembangkan dan menyempurnakan teknologi handphone. koneksi internet terbaik dan layar sentuh. Beragam merk dan tipe handphone dengan beragam fitur kini beredar di pasaran. hampir semuanya memiliki handphone. masih ada smartphone jenis Android yang pelan-pelan mulai memperoleh pasar di Indonesia. alat komunikasi seperti telepon mengalami berbagai perubahan bentuk dan fungsi. Ponsel pintar atau yang dikenal dengan smartphone adalah teknologi baru yang menyerupai Personal Digital Assistant (PDA) yang memiliki berbagai fungsi dan kemudahan dalam mengakses internet (Phillippi and Wyatt. Salah satu produk inovasi handphone yang marak kita kenal pada saat ini adalah smartphone yang kini sedang menjadi tren bagi masyarakat. Saat ini handphone bukan lagi menjadi barang mewah bagi masyarakat modern.

dan kesusilaan. Selain itu. Dengan ini. Jika menilik dari artikel yang pernah ditebitkan di Malang Post. Lebih mungkin bagi seseorang yang menggunakan smartphone untuk mengakses internet secara berkelanjutan daripada pengguna komputer. di antara pengguna Blackberry. Diperlukan juga kontrol dari masyarakat untuk mencegah penyimpangan sosial yang diakibatkan oleh penggunaan smartphone. dll. Sebagai contoh. Hal ini mengindikasikan bahwa kebanyakan pengguna remaja sebenarnya tidak terlalu memerlukan smartphone secara fungsional. Mereka tidak mengetahui fungsi dari smartphone sendiri. hingga ratusan ribu untuk paket per bulan. anak-anak maupun remaja belum memiliki kematangan emosional dan pengetahuan moral yang cukup. atau karena diberi oleh orang tua. menimbulkan gosip.9 juta rupiah lebih laku dikalangan remaja. Bagi para pengguna yang tidak cukup mampu untuk . Kebanyakan dari mereka menggunakan smartphone hanya karena ikut-ikutan teman. yaitu berkisar antara lima ribu rupiah untuk paket per hari. untuk menjalankan akses internet. Sementara fitur yang ditawarkannya tidak terlalu mutakhir. Hal ini ironis dengan pengguna dari kalangan anak muda yang bahkan hanya menggunakan smartphone karena kemudahan akses jejaring sosialnya serta aplikasi Instant Messenger. Lebih parah lagi. Samsung. sehingga mereka mudah terpengaruh oleh lingkungan luar. namun menanyakaan pin BB. Kebanyakan pengguna smartphone tidak menggunakan fitur dan aplikasi smartphone secara optimal. serta fitur open office yang sangat mendukung orang-orang yang sehari-hari bekerja dengan data. smartphone memerlukan koneksi berlangganan pada provider-provider tertentu dengan biaya yang tentu saja tidak murah. namun perubahan tersebut hendaknya masih dalam kategori wajar dan tidak menyebabkan pergeseran nilai-nilai yang berlaku. yaitu serangkaian kode yang menjadi identitas dari Blackberry yang kita gunakan. hanya sebatas pada Instant Messeging Blackberry Messenger (BBM). Gaya hidup memang boleh berubah. maupun terpengaruh tren dan perkembangan zaman. bahkan anak usia SD. FUNGSI ATAU HANYA SEKEDAR GENGSI? Smartphone pada awalnya didesain bagi kalangan eksekutif-eksekutif yang memerlukan akses data dan kemudahan-kemudahan pekerjaannya. Blackberry tipe Curve 8520 atau yang lebih dikenal dengan Gemini dengan harga kurang lebih 1. Sebagaimana kita tahu. agama. Hal ini sedikit banyak juga menimbulkan kecenderungan negatif seperti membuka situs porno. kita tidak lagi menanyakan nomor handphone pada orang yang baru kita kenal. menyebarkan hoax atau kabar burung.sehubungan dengan maraknya smartphone-smartphone dengan harga yang lebih murah dan terjangkau seperti produk-produk dari HTC. pengguna smartphone diperkirakan akan terus bertambah. Golongan para eksekutif mengaku menggunakan smartphone untuk akses push email yang memungkinkan mereka untuk mengakses email tanpa perlu membuka dengan komputer. smartphone juga meningkatkan jumlah akses internet masyarakat sehari-hari. Penggunaan smartphone secara langsung maupun tidak langsung turut mengubah gaya hidup penggunanya. dll. cyber bullying. pemakai smartphone di Indonesia malah sebagian didominasi oleh anak-anak muda dan ABG. Sebaliknya. Hendaknya perubahan gaya hidup jangan sampai bertentangan dengan moral.

Sebagaimana kita tahu. Sebagai contoh. Hal ini menumbuhkan kecenderungan bagi para penggunanya. hal ini juga menimbulkan kecenderungan-kecenderungan baru yang berdampak negatif. kita akan dinilai “ndeso” atau ketinggalan zaman jika belum menggunakan smartphone. “SMARTPHONE DISEASE” Penggunaan smartphone menghasilkan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan manusia. sekolah. Sementara produk smartphone keluaran Apple bisa mencapai harga sekitar 7 jutaan per unitnya. kantor. pengguna smartphone akan dinilai “mampu” atau “kaya” dalam masyarakat dan juga akan meningkatkan prestise penggunanya. “Smartphone disease” juga berkaitan dengan peningkatan kecenderungan individualistis.” Sebagai ilustrasi. namun berdampak buruk bagi kesehatan mental. lingkungan kerja. jangan hanya karena ingin dianggap eksis lalu memaksakan membeli smartphone yang kita tidak perlu. Ketergantungan tersebut memunculkan perasaan tidak tenang atau gelisah jika pengguna smartphone tidak mengecek smartphone mereka dalam jangka waktu tertentu yang selanjutnya akan kita sebut sebagai “smartphone disease”.mengaktifkan layanan servis tersebut maka smartphone tinggallah ponsel biasa tanpa keistimewaan apapun. Hal ini akan menjadi masalah apabila penderita tidak bisa membedakan waktu. namun juga ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan anak yang berprofesi sebagai pelajar. sebagai contoh ketika berada di tempat ibadah. penggunaan smartphone juga dinilai meningkatkan eksistensi penggunanya. jika dalam sebuah keluarga semuanya memiliki smartphone. Di zaman sekarang. Blackberry dan perangkat serupa memicu kenaikan penggunaan internet yang cukup signifikan. bahkan tidak tahu fungsinya. Selain itu. namun di satu sisi. smartphone memiliki keistimewaan untuk terhubung setiap saat. Apabila mencapai tahap ekstrim. dalam hal ini yang berkaitan dengan penggunaan smartphone. Kisaran harga smartphone memang lebih tinggi dari jenis-jenis handphone lainnya. Hendaknya hal inilah yang perlu disikapi secara matang. Efektivitas. kecepatan dan kontinuitas akses smartphone memang memiliki dampak positif bagi penggunanya. para penderita ketergantungan tersebut menjadi tidak bisa dipisahkan dengan ponsel mereka. maupun ketika bersama keluarga. Dengan harga yang tinggi. dan seluruh anggota keluarga menderita . Padahal untuk tipetipe handphone biasa. tempat dan kondisi yang tepat untuk menggunakan atau sekedar mengecek smartphone mereka. Hingga ada anekdot yang mengatakan. maupun berinteraksi dengan orang lain demi mengecek smartphone mereka serta tidak menghiraukan orang-orang yang berada di dekat mereka. Dampaknya. baik secara sadar maupun tidak sadar untuk mempertahankan fungsi tersebut. maupun masyarakat sekitar. meskipun hal itu merupakan anggapan yang salah. Sebagian masyarakat Indonesia masih bersifat konsumtif. bekerja. kisaran harga normal berkisar antara 300 ribu hingga kurang lebih 4 juta rupiah. Para penderita “smartphone disease” akan rela mengorbankan waktu untuk belajar. pasangan. Gengsi merupakan satu faktor utama lain yang mendorong orang untuk ikutikutan menggunakan smartphone. “Smartphone mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. hal ini tentu saja berdampak pada hubungan dengan keluarga. Studi Rutgers University pada 2006 menyimpulkan. tidak hanya ayah yang bekerja. atau bahkan tidak sesuai dengan kantong kita. merk Blackberry yang diproduksi oleh RIM memiliki harga jual sekitar 2-7 juta di Indonesia.

manusia dalam menggunakannya. . Perlu diingat bahwa bukan teknologi yang mengendalikan manusia. Hal ini bergantung pada pengendalian diri masing-masing pribadi untuk menggunakan smartphone pada tempat yang tepat. Diperlukan juga pendekatan dari sisi kekeluargaan oleh para orangtua. pasti dengan otomatis akan timbul keinginan untuk mengecek smartphone tersebut. sebagai pengguna memiliki kesadaran diri untuk menggunakan gadget ini untuk hal-hal yang positif. tetapi manusia yang mengendalikan teknologi. dan intensitas yang tepat. supaya hubungan serta interaksi dalam keluarga tetap terjalin secara optimal. Bagaimana tidak. Pada akhirnya. Atau bisa juga dilakukan dengan memberi seminar atau pengarahan kepada para pegawai untuk menggunakan smartphonenya secara bijak untuk meningkatkan produktivitas kerja. kecuali benar-benar perlu. itu tergantung pada kita. waktu yang tepat. Diperlukan penyadaran secara khusus. segala dampak buruk smartphone bisa diatasi jika kita. saya menyarankan pada perusahaan maupun instansi pemerintah untuk mengeluarkan aturan baru yang berkaitan dengan penggunaan smartphone pada jam kerja. sehingga Bangsa Indonesia bukan hanya dikenal sebagai bangsa yang konsumtif tetapi juga inovatif. “Smartphone disease” ini juga akan berdampak pada produktivitas kerja serta konsentrasi belajar. kita harus dapat bersikap bijak dalam menghadapi kemajuan teknologi. bahwa fungsi utama dari smartphone adalah memberikan kemudahan bagi manusia dalam akses informasi dan komunikasi. Pada dasarnya. Penggunaan teknologi seperti smartphone sebaiknya diimbangi dengan penciptaan inovasi-inovasi yang selain bermanfaat bagi kehidupan juga mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia. supaya dapat memanfaatkannya sebagaimana seharusnya serta mempertimbangkan jika hendak memberi smartphone pada putra-putrinya. terutama dalam bahasan smartphone tersebut. Alangkah baiknya jika penggunaan smartphone bukan hanya untuk kepentingan konsumtif. Media massa sebaiknya turut berpartisipasi untuk mengarahkan para pengguna smartphone dengan tayangan iklan yang berkualitas dan jujur serta mendidik. LEBIH “PINTAR” DENGAN SMARTPHONE Setelah menganalisis dampak-dampak smartphone di atas. Dalam mencegah penurunan produktivitas kerja. Padahal apa yang masuk belum tentu sesuatu yang penting. dapat kita bayangkan bagaimana suasana ketika keluarga ini berkumpul dan masing-masing sibuk dengan smartphonenya. Jika dipertimbangkan lebih jauh. Jangan sampai kita menjadi budak perkembangan teknologi dan sebaiknya kita tetap bersikap rasional dalam bersikap. Para orang tua hendaknya senantiasa membimbing putra-putrinya yang diberikan smartphone. melainkan hanya sekedar balasan komentar jejaring sosial atau informasi-informasi yang kurang penting. tapi lebih dikembangkan pada kepentingan produktif. para orangtua hendaknya juga membiasakan memberi contoh dengan tidak memakai smartphone ketika berada di rumah. bukan hanya sekedar penaik pamor atau sarana eksistensi diri. Lebih jauh. kita dapat menyimpulkan apakah smartphone membuat manusia lebih pintar atau tidak.“smarphone disease”. setiap kali smartphone mulai berkelap-kelip atau berbunyi.

Minggu. Sadewa 3 no. 14 Agustus 2011.REFERENSI http://id.hg@hotmail. Dampak Penggunaan Blackberry di kalangan Pelajar. “Biasanya Cas Cis Cus Berubah “Autis” SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Tempat & Tanggal Lahir Nama Sekolah NIS Domisili (Alamat Surat) Nomer telepon Alamat Email : Larasati Hapsari : Semarang. 2011. 10 April 2011 Larasati Hapsari . Seputar Indonesia.com Yanti.wikipedia. 2011.org/wiki/Telepon_pintar http://www.com Dengan ini menyatakan bahwa artikel yang diikutkan dalam kompetisi artikel online 2012 belum pernah diikutkan dalam kompetisi lain yang sejenis dan merupakan karya sendiri dan bukan plagiat kecuali sumber-sumber yang menjadi referensi yang terdapat dalam daftar pustaka. Pemanfaatan Smartphone Dalam Pendidikan Keperawatan. Semarang : +62 85 741 577 908 : lydia. Anggie. Ni Luh Putu Eva. 5 Februari 1996 : SMA N 3 SEMARANG : : Jl. Apabila terbukti saya telah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan pernyataan ini. Semarang.tasikisme. maka naskah yang diikutkan dalam kompetisi ini akan gugur.14. Pangestu. Demikianlah pernyataan ini telah saya buat dengan sebenarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful