PENGARUH KONSENTRASI GARAM DALAM MENGHILANGKAN NODA DARAH HEWAN PADA KAIN KATUN

Karya tulis ini diajukan sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2011/2012

Oleh: ADHE MARLIN SANYOTO ALAM AFIF MAKARIM NIS. 091010002 NIS. 091010007

MAN INSAN CENDEKIA SERPONG BANTEN 2012

LEMBAR PENGESAHAN KOMISI PEMBIMBING – PENGUJI

PENGARUH GARAM DALAM MENGHILANGKAN NODA DARAH HEWAN PADA KAIN KATUN

Oleh: Adhe Marlin Sanyoto Alam Afif Makarim NIS 091010002 NIS 091010007

Karya ini telah diujikan pada tanggal 20 Januari 2012

Penguji 1

Penguji 2

Rita Suzana, M.P.Mat NIP. 197106172005012003

Drs. Japar, M.P.Kim NIP. 1967042220001210003

i

LEMBAR PERSEMBAHAN

Untuk ayahanda dan ibunda yang selalu mencurahkan segala kasih sayang untuk kami

Untuk guru, pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu memberkatiku dengan ilmunya

Untuk teman seangkatanku, Gycentium Credas Disorator yang selalu mendukung dan memberikan motivasi untuk kami

Untuk semua orang yang pernah hadir dalam hidup kami sehingga kami bisa menjadi seperti saat ini

Pembaca yang terhormat

Terima kasih terdalam dari kami untuk kalian semua

ii

ABSTRAKSI ADHE MARLIN SANYOTO, ALAM AFIF MAKARIM. Pengaruh Garam dalam Menghilangkan Noda Darah Pada Kain Katun, Karya Tulis. MAN Insan Cendekia. 2012 Karya ilmiah ini meneliti pengaruh garam dalam menghilangkan noda darah pada kain katun. Tujuannya adalah mencari solusi untuk menghilangkan noda darah pada kain katun. Dalam pelaksanaannya, penulis menggunakan metode eksperimen. Kain yang terkena noda darah diberikan perlakuan yang berbeda. Terdapat tiga perlakuan yang berbeda. Pertama, kain katun direndam dalam air dengan jumlah garam terlarut yang berbeda. Kedua, kain katun direndam dalam air dengan jumlah garam terlarut yang berbeda dan ditambah deterjen. Ketiga, kain katun direndam dalam air biasa sebagai kontrol. Hasil yang didapatkan adalah terjadi pelunturan noda darah pada kain katun Kata Kunci : Garam, Noda darah

iii

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. i LEMBAR PERSEMBAHAN ............................................................................... ii ABSTRAKSI ........................................................................................................ iii DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv KATA PENGANTAR ............................................................................................ v BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG ......................................................................... 1 B. TUJUAN PENELITIAN ..................................................................... 2 C. IDENTIFIKASI MASALAH .............................................................. 2 D. RUMUSAN MASALAH .................................................................... 2 E. BATASAN MASALAH ...................................................................... 2 F. HIPOTESIS ......................................................................................... 2 G. MANFAAT PENELITIAN ................................................................. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 3 BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN .......................................................................... 6 B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN ............................................ 6 C. BAHAN .............................................................................................. 6 D. CARA KERJA .................................................................................... 6 E. POPULASI DAN SAMPEL ............................................................... 7 F. VARIABEL ......................................................................................... 7 G. PENGAMBILAN DATA .................................................................... 7 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 8 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN ................................................................................... 13 B. SARAN ............................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 14 LAMPIRAN .......................................................................................................... 15 RIWAYAT PENULIS ............................................................................................ 16

iv

KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah memberi kita nikmat iman dan islam, serta telah memberi kita akal dan pikiran yang melebihi semua makhluk-Nya. Shalawat serta Salam tak lupa dihaturkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah mengantar kita dari zaman kegelapan menuju zaman keilmuan ini. Karya tulis ini, yang berjudul “Pengaruh Garam Dalam Menghilangkan Noda Darah Hewan Pada Kain Katun”, kami buat sebagai syarat mengikuti ujian akhir nasional 2011/2012. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menyelesaikan karya tulis ini, tak lepas dari sejumlah orang yang patut untuk kami beri ucapan terima kasih. Untuk pembimbing kami, terima kasih atas bimbingan Bapak dan Ibu selama pembuatan karya tulis ini, yang telah banyak membantu memberikan saran terbaik dalam membuat karya tulis ini. Untuk teman-teman seperjuangan kami selama 3 tahun, terima kasih atas segala dorongan motivasi dan dukungan kalian sehingga karya tulis ini tercapai tepat pada waktunya. Untuk semua pihak yang membantu karya tulis ini baik secara langsung maupun tak langsung, terima kasih atas bantuan kalian yang tak ternilai dalam mewujudkan karya tulis ini. Kemudian, kami meminta maaf apabila dalam karya tulis ini ada kata-kata yang tidak berkenan, karena sesungguhnya semua itu adalah kesalahan yang tidak disengaja. Segala saran dan kritik dalam proses perwujudan karya tulis ini, kami jadikan sebagai bagian dari pembelajaran kami agar kami dapat menjadi sesuatu yang lebih baik lagi kelak. Akhir kata, segala kebaikan dan kemanfaatan datangnya dari Allah swt. dan segala kesalahan datangnya adalah dari diri kami. Terima kasih dan wassalam

Penulis

v

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pakaian merupakan sesuatu yang wajib dipakai kita setiap harinya. Bila terdapat kotoran atau noda yang susah hilang pada baju, akan membuat kita malu karenanya. Contohnya, seperti darah. Mungkin, pakaian yang terkena noda darah itu tidak akan dipakai lagi oleh kita. Atau mungkin pakaian itu akan di buang, sehingga menyebabkan pemborosan. Darah biasanya akan keluar jika terluka atau teriris oleh benda tajam pada bagian tertentu pada tubuh. Darah yang keluar terkadang akan mengenai baju. Apalagi darah tersebut mengenai pakaian yang disayangi. Sehingga hal itu membuat kecewa. Hal itu harus dicari solusinya agar darah yang menempel pada pakaian dapat dihilangkan sehingga baju tersebut dapat digunakan kembali. Deterjen biasanya digunakan untuk menghilangkan noda-noda pada pakaian. Noda darah pada pakaian susah sekali untuk di hilangkan jika hanya menyuci dengan menggunakan deterjen. Terkadang, noda darah menyisakan bekas berupa warna merah kehitam-hitaman. Oleh karena itu, kami ingin mengetahui bagaimana pengaruh garam dalam menghilangkan noda pada kain katun sebagai salah satu sampel dari berbagai jenis kain pada pakaian.

1

1.2. Tujuan Penelitian
   Mencari solusi untuk menghilangkan noda darah pada kain katun Mengetahui pengaruh garam terhadap kain katun yang terkena noda darah. Mengetahui keefektifan garam sebagai penghilang noda darah pada kain katun.

1.3. Identifikasi Masalah
   Apakah garam berpengaruh terhadap kain katun yang terkena noda darah? Apakah jumlah garam berpengaruh terhadap kain katun yang terkena noda darah? Apakah lama perendaman berpengaruh terhadap rendaman pakaian yang terkena noda darah?

1.4. Rumusan Masalah
 Apakah garam berpengaruh terhadap kain katun yang terkena noda darah?

1.5. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi hanya meneliti pengaruh jumlah garam dan lama perendaman pakaian, dan darah hewan yang digunakan pada penelitian ini adalah darah kambing yang disembelih saat Hari Raya Kurban di MAN Insan Cendekia Serpong.

1.6. Hipotesis H0: Garam tidak berpengaruh terhadap kain katun yang terkena noda darah. H1: Garam berpengaruh terhadap kain katun yang terkena noda darah.

1.7. Manfaat Penelitian Sebagai alternatif untuk menghilangkan noda darah pada pakaian.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Garam Dapur Garam dapur adalah sejenis mineral yang lazim dimakan manusia. Bentuknya kristal putih, seringkali dihasilkan dari air laut. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl). Garam sangat diperlukan tubuh, namun bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi. Selain itu garam juga digunakan untuk mengawetkan makanan dan sebagai bumbu. Untuk mencegah penyakit gondok, garam dapur juga sering ditambahi iodium.1 2.1.1. Komposisi Garam Dapur (standar SNI)2 Zat NaCl Air (H2O) Iodium (dihitung sbg KIO3) Fe2O3 Ca & Mg (dihitung sebagai Ca) SO4 Bagian yang tidak larut 2.2. Darah Darah adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan (%) min 94,9 (%) max 5 (mg/Kg) (mg/Kg) (%) max 1,0 (%) max 2,0 (%) max 0,5 30- 80 max 100 Kandungan

mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin3 juga diedarkan melalui darah.
1 http://id.wikipedia.org/wiki/Garam_dapur 2 http://kuliah.wikidot.com/garam 3 Sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormone yang tersirkulasi di tubuh

3

2.2.1. Komposisi Darah Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit4 atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. Korpuskula darah5 terdiri dari:
 Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).  Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)  Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Serum darah atau plasma terdiri atas: 1. Air: 91,0% 2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen) 3. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi, dll) Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung:
 albumin  bahan pembeku darah  immunoglobin (antibodi)  hormon  berbagai jenis protein  berbagai jenis garam6

4Tingkat kekentalan darah dalam tubuh 5 Suatu sel berukuran kecil yang mengambang bebas. Sel lemak tidak termasuk dalam korpuskula 6 http://id.wikipedia.org/wiki/Darah

4

2.3. Noda Darah Noda darah merupakan kotoran atau noda yang disebabkan karena darah yang menempel pada suatu benda, baik dalam waktu sebentar atau lama.

2.4. Merendam Definisi merendam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menaruh di air (barang cair) beberapa lamanya.

2.5. Kain Definisi kain dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:
1. barang yang ditenun dari benang kapas 2. barang tenunan untuk pakaian atau untuk maksud lain

2.5.1. Kain Katun dan Kain Katun Karded Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Kain katun memiliki beberapa keunggulan di antaranya:      Tidak kisut atau kusut apabila di cuci Tidak luntur untuk bahan berwarna Mudah di sablon Menyerap keringat Tidak berbulu

Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapat seratserat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katun karded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.7

2.6. Detergen Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, detergen merupakan bahan pembersih pakaian (seperti sabun yang tidak dibuat dari lemak atau soda dan berupa tepung atau cairan);
7 http://orderdistro.blogspot.com/2009/05/jenis-kain.html

5

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah eksperimen. Dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap perubahan yang terjadi.

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2011 hingga bulan Januari 2012. Penelitian dilakukan di MAN Insan Cendekia Serpong.

3.3. Bahan 1. Darah kambing 2. Deterjen 3. Garam dapur 4. Kain Cardet polos (5 × 5 cm)

3.4. Cara Kerja        Darah diteteskan sebanyak 2 tetes ke beberapa kain polos Kain yang terkena darah dikeringkan Garam ditakar dengan takaran yang berbeda, lalu ditaruh ke dalam gelas plastik Kain yang terkena noda darah direndam dalam air dingin Garam dapur ditaburkan ke dalam rendaman pakaian dengan jumlah yang berbeda Rendaman dibiarkan selama periode waktu satu jam Perubahan pada kain diamati tiap 10 menit (pelunturan warna noda darah)

6

3.5. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah semua jenis kain katun. Sementara sampelnya adalah kain katun jenis cardet.

3.6. Variabel    Variabel bebas: Jumlah garam Variabel terikat: Jumlah darah, jumlah deterjen, lama perendaman, hilangnya noda darah Variabel kontrol: Kain yang tidak terkena noda darah

3.7. Pengambilan Data Penelitian dilakukan dengan melakukan perlakuan yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengamatan dengan mencatat perubahan dalam tabel berikut. Jumlah Garam (gram) Waktu (menit) 10 (periode ke-I) 10 (periode ke-II) 10 (periode ke-III) 5 10 (periode ke-IV) 10 (periode ke-V) 10 (periode ke-VI) 10 (periode ke-I) 10 (periode ke-II) 10 (periode ke-III) 10 (periode ke-IV) 10 (periode ke-V) 10 (periode ke-VI) 10 (periode ke-I) 10 (periode ke-II) 10 (periode ke-III) 10 (periode ke-IV) 10 (periode ke-V) 10 (periode ke-VI) Tanpa deterjen U1 U2 Dengan deterjen (5 gram) U1 U2

10

15

7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian Dari penelitian yang dilakukan dengan perlakuan I (air + garam) yang dilakukan dengan jumlah garam yang berbeda dan perlakuan II (air + garam + deterjen) dengan jumlah garam yang berbeda dan deterjen yang tetap diperoleh hasil berikut.

Tabel 4.1. Perubahan warna noda darah berdasarkan waktu Jumlah Garam (gram) Waktu (menit) 10 (periode ke-I) 10 (periode ke-II) 5 10 (periode ke-III) 10 (periode ke-IV) 10 (periode ke-V) 10 (periode ke-VI) 10 (periode ke-I) 10 (periode ke-II) 10 (periode ke-III) 10 (periode ke-IV) 10 (periode ke-V) 10 (periode ke-VI) 10 (periode ke-I) 10 (periode ke-II) 10 (periode ke-III) 10 (periode ke-IV) 10 (periode ke-V) 10 (periode ke-VI) Tanpa deterjen U1 (%) 1 2 3 4 5 6 3 5 7 9 10 11 5 7 9 10 15 20 U2 (%) 1 2 3 4 5 6 3 5 7 9 10 11 5 7 9 10 11 15 Dengan deterjen (5 gram) U1 (%) 0.1 0.5 1 2 3 5 2 4 6 8 10 11 3 4 6 8 10 11 U2 (%) 0.1 0.5 1 2 3 5 2 4 6 8 10 11 3 4 6 8 10 11

10

15

8

Grafik 4.1. Perubahan warna noda darah berdasarkan waktu dengan 5 gram garam

Grafik 4.2. Perubahan warna noda darah berdasarkan waktu dengan 5 gram garam + deterjen

Grafik 4.3. Perubahan warna noda darah berdasarkan waktu dengan 10 gram garam

Grafik 4.4. Perubahan warna noda darah berdasarkan waktu dengan 10 gram garam + deterjen

Grafik 4.5. Perubahan warna noda darah berdasarkan waktu dengan 15 gram garam

Grafik 4.4. Perubahan warna noda darah berdasarkan waktu dengan 15 gram garam + deterjen

9

4.2. Pembahasan 4.2.1. Rendaman dengan 5 gram garam Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa, pada penggunaan garam 5 gram darah hanya berkurang 1% pada 10 menit pertama. Pada 10 menit kedua berkurang menjadi 2%. Pada 10 menit ketiga pengurangan bertambah menjadi 3%. Pada 10 menit keempat pengurangan bertambah menjadi 4%. pada 10 menit kelima perubahan berubah menjadi 5%. Dan pada 10 menit kelima perubahan bertambah menjadi 6%. Hal itu pun terjadi pada pengulangan kedua.

4.2.2.

Rendaman dengan 5 gram garam + 5 gram deterjen Apabila ditambahkan deterjen sebanyak 5 gram pada penggunaan

garam 5 gram, terjadi penurunan persentasi pengurangan noda darah pada kain. darah hanya berkurang 0,1% pada 10 menit pertama. pada 10 menit kedua berkurang menjadi 0,5%. Pada 10 menit ketiga pengurangan bertambah menjadi 1%. Pada 10 menit keempat pengurangan bertambah menjadi 2%. pada 10 menit kelima perubahan berubah menjadi 3%. Dan pada 10 menit kelima perubahan bertambah menjadi 5%. Hal itu pun terjadi pada pengulangan kedua.

4.2.3.

Rendaman dengan 10 gram garam Pada penggunaan garam sebanyak 10 gram pada 10 menit pertama

darah berkurang 3%. Pada 10 menit kedua berkurang menjadi 5%. Pada 10 menit ketiga pengurangan bertambah menjadi 7%. Pada 10 menit keempat pengurangan bertambah menjadi 9%. pada 10 menit kelima perubahan berubah menjadi 10%. Dan pada 10 menit kelima perubahan bertambah menjadi 11%. Hal itu pun terjadi pada pengulangan kedua.

4.2.4.

Rendaman dengan 10 gram garam + 5 gram deterjen Apabila ditambahkan deterjen sebanyak 5 gram pada penggunaan

garam 10 gram, terjadi penurunan persentasi pengurangan noda darah pada

10

kain. darah hanya berkurang 2% pada 10 menit pertama. pada 10 menit kedua berkurang menjadi 4%. Pada 10 menit ketiga pengurangan bertambah menjadi 6%. Pada 10 menit keempat pengurangan bertambah menjadi 8%. pada 10 menit kelima perubahan berubah menjadi 10%. Dan pada 10 menit kelima perubahan bertambah menjadi 11%. Hal itu pun terjadi pada pengulangan kedua.

4.2.5.

Rendaman dengan 15 gram garam Pada penggunaan garam sebanyak 15 gram pada 10 menit pertama

darah berkurang 5%. Pada 10 menit kedua berkurang menjadi 7%. Pada 10 menit ketiga pengurangan bertambah menjadi 9%. Pada 10 menit keempat pengurangan bertambah menjadi 10%. pada 10 menit kelima perubahan berubah menjadi 15%. Dan pada 10 menit kelima perubahan bertambah menjadi 20%. Sedangkan pada penggulangan kedua dengan menggunakan garam 15 gram pada 10 menit pertama darah berkurang 5%. Pada 10 menit kedua berkurang menjadi 7%. Pada 10 menit ketiga pengurangan bertambah menjadi 9%. Pada 10 menit keempat pengurangan bertambah menjadi 10%. pada 10 menit kelima perubahan berubah menjadi 11%. Dan pada 10 menit kelima perubahan bertambah menjadi 15%.

4.2.6.

Rendaman dengan 15 gram garam + 5 gram deterjen Apabila ditambahkan deterjen sebanyak 5 gram pada penggunaan

garam 15 gram, terjadi penurunan persentasi pengurangan noda darah pada kain. darah hanya berkurang 3% pada 10 menit pertama. pada 10 menit kedua berkurang menjadi 4%. Pada 10 menit ketiga pengurangan bertambah menjadi 6%. Pada 10 menit keempat pengurangan bertambah menjadi 8%. pada 10 menit kelima perubahan berubah menjadi 10%. Dan pada 10 menit kelima perubahan bertambah menjadi 11%. Hal itu pun terjadi pada pengulangan kedua.

11

Pelunturan noda darah pada kain disebabkan krenasi pada sel darah merah. Garam dapur tidak bereaksi secara langsung pada noda darah. Namun, karena lingkungan yang menjadi hipertonis8, noda darah menjadi luntur. Pada larutan hipertonis, sel tumbuhan akan kehilangan tekanan turgor dan mengalami plasmolisis (lepasnya membran sel dari dinding sel), sedangkan sel hewan atau sel darah merah dalam larutan hipertonis menyebabkan sel hewan/sel darah merah mengalami krenasi sehingga sel menjadi keriput karena kehilangan air (Auriliaaurita, 2008).9

8 9

mempunyai tekanan osmosis yang lebih tinggi daripada larutan lainnya http://loophee.wordpress.com/2011/02/28/laporan-praktikum-fisika

12

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Dari penelitian ini, kami menyimpulkan bahwa garam berpengaruh terhadap kain katun yang terkena noda darah. Namun, perubahan noda darah pada kain katun tidak signifikan. Hal ini mungkin disebabkan karena noda darah pada kain dibiarkan terlalu lama.

5.2 Saran Karena keterbatasan waktu dan ilmu pengetahuan penulis miliki, maka penulis menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari alternatif lain untuk menghilangkan noda darah pada pakaian. Selain itu, untuk hasil maksimal, jika kain terkena noda darah maka segera dicuci dengan menggunakan rendaman air garam agar noda darah dapat hilang dengan sempurna. Selanjutnya, perhatikan juga lama perendaman karena untuk menghindari kerusakan kain yang terjadi akibat perendaman yang terlalu lama.

13

DAFTAR PUSTAKA

http://www.kerjainsendiri.com/2009/07/cara-menghilangkan-beragam-jenisnoda.html diunduh pada tanggal 20 Maret 2011, pukul 09.30 http://www.bloghikaru.co.cc/menghilangkan-noda-darah-yang-membandel/ diunduh pada tanggal 20 Maret 2011, pukul 09.30 http://id.wikipedia.org/wiki/Garam_dapur diunduh pada tanggal 15 April 2011, pukul 13.30 http://id.wikipedia.org/wiki/Darah diunduh pada tanggal 15 April 2011, pukul 13.30 Handoko, Haryo Bagus. 2009. Sukses Wirausaha Laundry di Rumah. Jakarta:Gramedia http://biologigonz.blogspot.com/2010/02/krenasi-plasmolisis.html diunduh pada tanggal 13 Januari 2012, pukul 15.00 http://kuliah.wikidot.com/garam diunduh pada tanggal 13 Januari 2012, pukul 15.00 http://selvyfransisca.wordpress.com/2011/07/23/hello-world diunduh pada tanggal 13 Januari 2012, pukul 15.00 http://loophee.wordpress.com/ diunduh pada tanggal 13 Januari 2012, pukul 20.00

14

LAMPIRAN

Kain katun bersih

Kain katun setelah terkena noda darah

Gelas yang telah diisi garam

Kain katun yang direndam

Hasil rendaman dari salah satu perlakuan

Hasil dari semua rendaman

15

RIWAYAT PENULIS Adhe Marlin Sanyoto, merupakan putra dari pasangan bapak Edy Sanyoto dan ibu Tintin Giarti yang dilahirkan di Kota Malang pada tanggal 27 Juni 1995. Siswa yang akrab dipanggil Adhe dalam kesehariannya merupakan putra pertama dari dua bersaudara kembar. Jalan pendidikan yang ditempuh oleh siswa yang suka mengotak-atik komputer dan bermain sepakbola ini dimulai di TK Plus Al-Kautsar Malang pada tahun 2000. Setahun kemudian, ia melanjutkan studinya di MI Jenderal Sudirman Malang (sekarang berubah menjadi SDI Insan Amanah Malang) selama enam tahun hingga tahun 2007. Lalu, ia melanjutkan pendidikannya di kelas akselerasi MTs Negeri 1 Malang, yang ditempuh selama dua tahun. Dan akhirnya, ia menuntaskan pendidikan tingkat atasnya di MAN Insan Cendekia Serpong. Saat ini, ia tengah belajar di kelas XII IPA 1. Cita-cita dan impian terbesarnya adalah dapat melanjutkan pendidikan tingkat tingginya di Fakultas Kedokteran, dan menjadi dokter chiropraktor yang handal dan mampu menyembuhkan para warga Indonesia

Alam Afif Makarim adalah putra kedua dari pasangan bapak Ari Muladi dan ibu Machyudiniar Perimadiaratih. Terlahir ke dunia pada tanggal 1 Oktober 1994 di Jakarta. Siswa yang mempunyai hobi bermain bola basket ini memulai pendidikannya pada usia lima tahun di TK Bakti Atomita. Setelah satu tahun asyik belajar dan bermain dalam dunia kanak-kanak, ia melanjutkan pendidikan formalnya selama enam tahun di SDN Batan Indah Di usia 12 tahun, kemudian ia melanjutkan pendidikan formalnya di MTS Sahid. Setelah tiga tahun, kemudian ia melanjutkan pendidikan tingkat atasnya di MAN Insan Cendekia Serpong. Saat ini ia tengah duduk di bangku kelas XII IPA 1. Harapan besarnya adalah dapat membantu dalam membangun Negara Indonesia menuju kesempurnaan.

16

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful