P. 1
Lanin (2012) Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia

Lanin (2012) Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia

5.0

|Views: 1,934|Likes:
Published by Ivan Lanin

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ivan Lanin on Sep 08, 2012
Copyright:Attribution

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2014

pdf

text

original

Sections

HALAMAN JUDUL

UNIVERSITAS INDONESIA

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS ILMIAH WIKIPEDIA BAHASA INDONESIA

KARYA AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Teknologi Informasi

IVAN RAZELA LANIN 0906593750

FAKULTAS ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI INFORMASI JAKARTA JULI 2012

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Karya Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.

Nama NPM

: Ivan Razela Lanin : 0906593750

Tanda tangan : ____________________ Tanggal : 13 Juli 2012

ii

PENGESAHAN

Karya akhir ini diajukan oleh: Nama NPM Program Studi : Ivan Razela Lanin : 0906593750 : Magister Teknologi Informasi

Judul Karya Akhir : Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Magister Teknologi Informasi pada Program Studi Magister Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia. Diperiksa dan disetujui, Jakarta, ____________________

Riri Satria, S.Kom., M.M. Pembimbing

iii

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmatnya kepada saya dalam pengerjaan karya akhir ini. Saya menyadari bahwa tanpa dukungan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan karya akhir ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Riri Satria selaku dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan penyusunan karya akhir ini; 2. Henry Christianto selaku asisten pembimbing utama yang telah menjadi mitra diskusi yang luar biasa; 3. Haris Munandar dan Rakmad Robbi selaku asisten pembimbing yang telah memberi berbagai masukan berharga; 4. Para Wikipediawan dan akademisi yang telah meluangkan waktu untuk wawancara dan memberikan sudut pandang yang memperkaya penelitian; 5. Keluarga saya yang telah memberikan dukungan moral dan pengertian atas kesibukan saya selama pelaksanaan penelitian; 6. Kerabat dan sahabat yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam berbagai bentuk. Semoga Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala kebaikan dari semua pihak yang telah membantu dan semoga karya akhir ini dapat membawa manfaat bagi pengembangan ilmu.

Jakarta, 13 Juli 2012 Ivan Razela Lanin

iv

HALAMANAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas academica Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NPM Program Studi Fakultas Jenis Karya : Ivan Razela Lanin : 0906593750 : Magister Teknologi Informasi : Ilmu Komputer : Karya Akhir

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive RoyaltyFree Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul: Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini, Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengalihmediakan atau mengalihformatkan, mengelola dalam bentuk bentuk pangkalan data (database), merawat, dan memublikasikan karya akhir saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan saya sebagai penulis atau pencipta dan sebagai pemilik hak cipta. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Jakarta

Pada tanggal : 13 Juli 2012 Yang menyatakan

Ivan Razela Lanin

v

ABSTRAK

Nama Judul

: Ivan Razela Lanin : Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Indonesia

Program Studi : Teknologi Informasi

Wikipedia sebagai ensiklopedia yang ditulis secara kolaboratif telah berkembang menjadi repositori pengetahuan yang besar dalam ratusan bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Survei pendahuluan menunjukkan bahwa walaupun 90% responden pernah menggunakan Wikipedia bahasa Indonesia (WPID) sebagai sumber informasi untuk tugas akademis, hanya 44% responden yang menganggap kualitas artikel WPID cukup memadai. Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi Wikipedia bahasa Indonesia untuk meningkatkan kualitas artikelnya agar memenuhi standar rujukan ilmiah. Penelitian dilakukan dengan metodologi penelitian kualitatif eksploratif dengan studi kasus WPID. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap dua kelompok pemangku kepentingan, yaitu akademisi dan wikipediawan aktif, serta kajian dokumen terhadap kebijakan dan pedoman WPID. Analisis data dilakukan melalui analisis SWOT dengan memanfaatkan kerangka 7S untuk analisis internal dan PESTEL untuk analisis eksternal. Hasil analisis digunakan untuk memformulasikan strategi pilihan dan rencana kerja penerapan strategi yang akan diusulkan kepada komunitas WPID. Kajian ini menemukan 11 kekuatan, 17 kelemahan, 10 peluang, dan 4 ancaman yang dimiliki oleh WPID. Analisis terhadap beragam faktor tersebut menghasilkan 20 usulan strategi peningkatan kualitas ilmiah yang dibagi ke dalam delapan tahap. Semua strategi tersebut dituangkan dalam suatu rencana kerja tiga tahun. Kata kunci: Wikipedia, manajemen perubahan, pemikiran sistem

vi

Universitas Indonesia

ABSTRACT

Name Title

: Ivan Razela Lanin : Strategy for Scientific Quality Improvement of Indonesian Wikipedia

Study Program : Magister of Information Technology

The collaboratively-written encylopedia Wikipedia has emerged as the largest knowledge repository in hundreds of languages, including Indonesian. The preliminary survey shows that eventhough 90% of the respondent used Indonesian Wikipedia (WPID) as information resource for their academic assignments, only 44% of the respondent considered the information quality of WPID articles are sufficient. This research is aimed to study the strategy of Indonesian Wikipedia to improve the quality of its articles to comply with the scientific literature standards. The research was conducted using the explorative and qualitative research methodology using WPID as the case study. The data was collected using semistructured interviews to two groups of stakeholders, i.e. academicians and active wikipedians, and document review on WPID’s policies and guidelines. The data analysis was conducted using the SWOT analysis with the McKinsey 7S framework for internal analysis and PESTEL for external analysis. The result was used to formulized the chosen strategy and roadmap to implement the strategy which will be proposed to the WPID community. This study found 11 strengths, 17 weaknesses, 10 opportunities, and 4 threats for WPID. Analysis on those factors resulted in 20 proposed strategies to improve the scientific quality, which are grouped into eight stages. All those strategies were outlined in a three years roadmap. Keywords: Wikipedia, change management, system thinking

vii

Universitas Indonesia

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS .................................................... ii PENGESAHAN ..................................................................................................... iii UCAPAN TERIMA KASIH .................................................................................. iv HALAMANAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...................................................v ABSTRAK ............................................................................................................. vi ABSTRACT .......................................................................................................... vii DAFTAR ISI ........................................................................................................ viii DAFTAR TABEL ....................................................................................................x DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xi DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xii 1 PENDAHULUAN ..............................................................................................1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 3.1 3.2 3.3 Latar Belakang ...........................................................................................1 Perumusan Masalah ...................................................................................3 Pertanyaan Penelitian .................................................................................8 Tujuan Penelitian .......................................................................................9 Manfaat Penelitian .....................................................................................9 Ruang Lingkup Penelitian........................................................................10 Penelaahan Sejawat ..................................................................................11 Kualitas Informasi ....................................................................................13 Kebijakan Komunitas...............................................................................15 Manajemen Strategis ................................................................................17 Manajemen Perubahan .............................................................................19 Pemikiran Sistem .....................................................................................21 Kerangka Teoretis ....................................................................................22 Desain Penelitian .....................................................................................25 Metode Pengumpulan Data ......................................................................27 Metode Analisis Data ...............................................................................28

2 TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................11

3 METODOLOGI PENELITIAN ....................................................................25

viii

Universitas Indonesia

4 DESKRIPSI ORGANISASI ...........................................................................30 4.1 4.2 4.3 4.4 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 6.1 6.2 Wikipediawan Indonesia ..........................................................................30 Wikimedia Foundation.............................................................................30 Wikimedia Indonesia ...............................................................................31 Mekanisme Wikipedia .............................................................................32 Lingkungan Internal .................................................................................36 Lingkungan Eksternal ..............................................................................42 Analisis SWOT ........................................................................................44 Formulasi Strategi ....................................................................................48 Rencana Kerja ..........................................................................................59 Kesimpulan ..............................................................................................60 Saran ........................................................................................................61

5 HASIL DAN ANALISIS .................................................................................36

6 KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................................60

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................63

ix

Universitas Indonesia

DAFTAR TABEL

Tabel 5.1 Lingkungan Internal ...............................................................................36 Tabel 5.2 Lingkungan Eksternal ............................................................................42 Tabel 5.3 Matriks SWOT .......................................................................................46 Tabel 5.4 Formulasi Strategi ..................................................................................48 Tabel 5.5 Rencana Kerja Implementasi Strategi ....................................................59 Tabel A.1 Hasil Survei Penggunaan Wikipedia Indonesia ................................. A-2 Tabel B.1 Daftar Wikipediawan dengan Suntingan Terbanyak...........................B-2 Tabel C.1 Daftar Kebijakan Wikipedia Indonesia ...............................................C-1

x

Universitas Indonesia

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Perkembangan Jumlah Pengunjung Unik Wikipedia ...........................1 Gambar 1.2 Hasil Survei Penggunaan Wikipedia Indonesia ...................................3 Gambar 1.3 Diagram Ishikawa Analisis Akar Masalah ...........................................4 Gambar 2.1 Proses Penelaahan Sejawat (Peer Review) ........................................12 Gambar 2.2 Elemen Utama dalam Pemikiran Sistem ............................................22 Gambar 2.3 Kerangka Teoretis ..............................................................................23 Gambar 3.1 Desain Penelitian ................................................................................25 Gambar 4.1 Perubahan Terbaru .............................................................................33 Gambar 4.2 Perbedaan Revisi ................................................................................33 Gambar 4.3 Jenis Kualitas Artikel .........................................................................34 Gambar 4.4 Formulir Penilaian Artikel .................................................................35

xi

Universitas Indonesia

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A INSTRUMEN & HASIL SURVEI PENDAHULUAN ............ A-1 LAMPIRAN B HASIL WAWANCARA ............................................................B-1 LAMPIRAN C KAJIAN DOKUMEN ................................................................C-1

xii

Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini diawali dengan penjabaran latar belakang yang mendasari penelitian. Masalah dan pertanyaan penelitian selanjutnya dirumuskan berdasarkan latar belakang tersebut. Tujuan, manfaat, dan ruang lingkup penelitian kemudian ditentukan untuk memberi arah dan batasan. 1.1 Latar Belakang

Wikipedia sebagai suatu ensiklopedia bebas dan terbuka dianggap memiliki keandalan yang lebih rendah dibandingkan ensiklopedia lain, seperti misalnya Encylopedia Britannica (Giles, 2005). Sifatnya yang memberikan keleluasaan bagi semua orang untuk mengedit suatu artikel secara kolaboratif menyulitkan untuk memastikan keandalan isinya. Meskipun banyak yang menganggap Wikipedia merupakan sumber informasi yang berharga, banyak pihak, terutama cendekiawan dan pustakawan, mempertanyakan ketepatan, kekomprehensifan, dan kualitas tulisan artikel Wikipedia, serta otoritas penulisnya (Rector, 2008).

Gambar 1.1 Perkembangan Jumlah Pengunjung Unik Wikipedia Sumber: stats.wikimedia.org

Gambar 1.1 menunjukkan perkembangan jumlah pengunjung unik Wikipedia dan Google dari Februari 2009 hingga Februari 2012 yang diambil dari situs
1 Universitas Indonesia

2

stats.wikimedia.org. Menurut situs ini, berdasarkan statistik yang dikeluarkan comscore.com, Wikipedia adalah situs nomor 5 terbanyak dikunjungi di internet dan memiliki 22 juta artikel dalam 285 bahasa dengan jumlah artikel terbesar dimiliki oleh Wikipedia bahasa Inggris (WPEN). Jumlah artikel WPEN (3,9 juta artikel) kurang lebih 60 kali lipat jumlah artikel Encyclopedia Britannica (65 ribu). Jumlah yang luar biasa ini disebabkan juga oleh banyaknya jumlah kontributor di WPEN, yaitu 1,3 juta kontributor aktif. Di sisi lain, cara kerja Wikipedia memungkinkan pendokumentasian pengetahuan secara kolaboratif yang pada gilirannya dapat mempercepat proses

penyebarluasan pengetahuan (Lih, 2004). Pikiran dari banyak orang yang disatukan bersama berpotensi menghasilkan sesuatu yang lebih baik daripada hasil yang dicapai oleh sedikit orang seperti yang selama ini dilakukan oleh kalangan akademis (Arazy et al., 2006). Agar dapat dimanfaatkan secara luas dengan kualitas yang dapat diandalkan, informasi yang disediakan Wikipedia perlu melalui aktivitas pemastian kualitas informasi (information quality, IQ), atau disingkat KI, secara konsisten dan sistematis. Untuk dapat melakukan hal tersebut, perlu dibuat suatu model yang jelas dan sistematis untuk menilai kualitas informasi tersebut. Model pemastian kualitas informasi yang berterima saat ini–melalui pemeriksaan saksama informasi oleh pakar dan kelompok sejawat–sulit diterapkan untuk Wikipedia karena faktor biaya dan skala. Model ini perlu disesuaikan agar terluaskan (scalable) dan murah (Stvilia et al., 2005). Wikipedia bahasa Indonesia, atau sering disingkat WPID, adalah versi bahasa Indonesia dari Wikipedia, ensiklopedia daring (dalam jaringan, online) yang bebas dan terbuka. Isi Wikipedia ditulis secara kolaboratif oleh para sukarelawan–yang disebut Wikipediawan–dan dapat dengan bebas diakses oleh siapa pun melalui situs http://id.wikipedia.org. Wikipedia Indonesia diluncurkan pada 30 Mei 2003 dan telah memiliki lebih dari 150 ribu artikel per Februari 2011. Survei pendahuluan terhadap 183 orang responden menunjukkan bahwa 90% responden pernah menggunakan WPID untuk mencari informasi terkait dengan tugas akademisnya dan 79% ingin dapat menggunakan WPID sebagai rujukan.
Universitas Indonesia

3

Hasil ini menunjukkan cukup tingginya harapan masyarakat, khususnya peserta pendidikan, untuk dapat menggunakan Wikipedia. Pada kenyataannya, hanya sekitar 44% responden yang berpendapat bahwa kualitas WPID memadai sebagai bahan untuk mengerjakan tugas akademis. Penerimaan institusi pendidikan terhadap penggunaan WPID sebagai sumber rujukan tampak terbelah dengan 50% institusi mengizinkan dan 50% melarang.

Gambar 1.2 Hasil Survei Penggunaan Wikipedia Indonesia

Gambar 1.2 memberikan diagram pai hasil survei penggunaan Wikipedia Indonesia seperti yang telah dibahas di atas. Hasil tersebut menunjukkan timbulnya masalah yang muncul di permukaan karena adanya kesenjangan antara harapan untuk menggunakan Wikipedia sebagai sumber rujukan ilmiah (dua diagram di sebelah kiri) dengan kenyataan kecukupan kualitas dan izin institusi pendidikan untuk penggunaannya (dua diagram di sebelah kanan). Hasil lengkap survei dapat dilihat pada Lampiran A. 1.2 Perumusan Masalah

Wikipedia memiliki potensi untuk menjadi sumber informasi yang berharga bagi masyarakat, terutama karena sifatnya yang dapat disunting oleh siapa pun, mudah digunakan, dan isinya tersedia secara bebas (Ortega, 2007). Agar dapat dijadikan sumber informasi yang andal, Wikipedia memerlukan suatu strategi untuk meningkatkan dan memastikan kualitas informasi yang disediakannya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dan disepakati para pencari informasi.

Universitas Indonesia

4

Kalangan akademis dikenal menerapkan kriteria kualitas informasi yang paling ketat, antara lain melalui mekanisme tinjauan sejawat. Informasi yang kualitasnya dapat diterima oleh kalangan akademis sebagai rujukan ilmiah, niscaya dapat pula diterima oleh berbagai kalangan lain (Black, 2007). Untuk mencari sumber masalah dari adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan kualitas informasi yang terjadi di Wikipedia, dilakukan suatu analisis dengan menggunakan diagram Ishikawa (diagram tulang ikan atau fish bone diagram). Diagram Ishikawa adalah suatu metode grafis untuk menganalisis penyebab masalah yang sedang dikaji dengan menggambarkan semua domain penyebab masalah sebagai cabang dari garis utama. Diagram ini dibuat berdasarkan analisis penulis yang divalidasi melalui diskusi dengan beberapa wikipediawan aktif.

Gambar 1.3 Diagram Ishikawa Analisis Akar Masalah

Gambar 1.3 di atas merupakan diagram Ishikawa yang membagi akar masalah menjadi 6M, yaitu manpower ‘manusia’, methods ‘metode’, machine ‘peralatan’, materials ‘materi’, mother nature ‘lingkungan’, dan measurement ‘ukuran’ (Harry et al., 2011).

Universitas Indonesia

5

Berikut ini dijabarkan penyebab-penyebab masalah tersebut. 1) Manusia a) Kontributor aktif sedikit. Meskipun jumlah pengguna terdaftar WPID mencapai lebih dari 350.000 orang, hanya sekitar 40–50 orang yang tergolong sebagai pengguna aktif 1. Jumlah pengguna aktif ini sangat kurang bila dibandingkan dengan luasnya topik entri WPID. Upaya-upaya peningkatan kualitas tidak dapat dilakukan dengan efektif karena terbatasnya sumber daya manusia pelaksananya. b) Keterampilan kurang. Persepsi kualitas dapat ditumbuhkan melalui bahasa yang digunakan, baik pada tataran kata, kalimat, paragraf, maupun wacana. Selain itu, kualitas suatu artikel juga dapat ditunjukkan melalui penyajian atau tata letak artikel. Keterampilan para kontributor WPID dalam dua segi tersebut beragam dengan rata-rata cenderung rendah, yang dapat dilihat pada kualitas artikel yang dihasilkan. c) Kredibilitas kurang. Penulis Wikipedia adalah sukarelawan yang menulis berdasarkan minat dan rata-rata bukan merupakan pakar dalam bidang yang ditulisnya. Ini membuat mengurangi kredibilitas penulis, sedangkan salah satu kriteria tulisan yang berkualitas adalah bahwa tulisan itu ditulis oleh orang yang memiliki kredibilitas dalam bidang yang ditulisnya. 2) Peralatan a) Markah wiki sulit. WPID tidak menggunakan penyunting WYISWYG (what you see is what you get) seperti yang dipakai banyak sistem manajemen konten lain. Artikel WPID dibuat dengan menggunakan markah wiki (markup) yang berbeda dengan markah yang biasa digunakan untuk memformat, misalnya, dokumen HTML. Hal ini sering menyulitkan pengguna, terutama pengguna baru, untuk membuat artikel yang kaya format dan tampak berkualitas.

1

http://stats.wikimedia.org/EN/TablesWikipediaID.htm Universitas Indonesia

6

b) Peralatan bantuan sedikit. Wikipedia bahasa lain, seperti Wikipedia bahasa Inggris dan Wikimedia Commons, telah menggunakan banyak sekali peralatan untuk membantu, antara lain, penyuntingan, pemberian kutipan, dan pelacakan vandalisme 2. Peralatan-peralatan tersebut membantu dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kualitas artikel. Peralatan bantuan seperti ini masih sedikit digunakan di WPID. 3) Metode a) Kolaborasi belum bersistem. Model penulisan kolaboratif memerlukan koordinasi dan komunikasi antara sesama penulis untuk membuat tulisan yang padu. Sistem koordinasi dan komunikasi ini belum terbentuk dengan cukup baik di Wikipedia (Kittur & Kraut, 2008). b) Vandalisme kerap terjadi. Prinsip dapat disunting oleh siapa pun membuat WPID rentan terhadap vandalisme, baik yang terang-terangan maupun yang tersamar. Vandalisme terang-terangan adalah perusakan artikel dengan tulisan atau format yang tampak jelas kacau atau tidak sesuai dengan isi lain artikel. Vandalisme tersamar adalah perusakan artikel dengan memberikan informasi palsu yang tidak dapat dilacak dengan mudah, misalnya tanggal lahir palsu seorang tokoh. c) Penelaahan sejawat kurang. Penelaahan (review) artikel oleh sejawat lain pada bidang yang sama dapat meningkatkan kualitas suatu artikel. Sejawat ini dapat memberikan perbaikan terhadap suatu artikel dalam berbagai segi. Sedikitnya jumlah kontributor aktif WPID membuat proses ini kurang dapat dilakukan dengan baik. 4) Materi a) Rujukan kurang. Sifat Wikipedia yang dapat disunting siapa saja membuat siapa pun dapat menambahkan informasi. Prinsip ilmiah mengharuskan pernyataan informasi, terutama yang jarang diketahui publik, diberi sumber rujukan. Hal ini kerap tidak dilakukan para kontributor.

2

http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Tools Universitas Indonesia

7

b) Topik belum merata. Sebagai ensiklopedia umum, WPID mencakup banyak sekali topik yang ditulis oleh para kontributor. Sedikitnya jumlah kontributor aktif menyebabkan banyak bidang yang belum memiliki cukup artikel berkualitas, terutama mungkin karena tidak ada kontributor yang menaruh minat dalam bidang tersebut. c) Multimedia belum banyak. Multimedia seperti gambar, video, dan suara merupakan sarana pengayaan konten artikel. Media semacam ini membantu untuk menerangkan subjek serta meningkatkan informasi yang terkandung dalam suatu artikel. Multimedia belum banyak disediakan dalam artikel-artikel WPID. 5) Ukuran a) Standar kualitas belum ditetapkan. Kualitas suatu tulisan dipengaruhi banyak faktor dan dibahas dalam “Tinjauan pustaka”. Meskipun sudah memiliki beberapa pedoman yang terkait dengan kualitas, WPID belum memiliki standar kualitas yang menyeluruh. b) Standar kelayakan belum matang. Kelayakan untuk dimasukkannya suatu subjek sebagai topik di WPID sudah ada, tetapi belum menyeluruh dan belum bersistem. Ketidaklengkapan standar ini membuat para kontributor kadang kebingungan saat menentukan apakah suatu artikel cukup layak menjadi artikel ensiklopedia. Sebagai akibatnya, banyak artikel-artikel yang sebenarnya kurang layak, tetapi tetap dimasukkan ke dalam WPID. c) Pengukuran otomatis belum ada. Ada beberapa parameter kualitas yang sebenarnya telah disediakan MediaWiki, perangkat lunak yang

menjalankan WPID, seperti jumlah halaman rintisan, halaman buntu, halaman yatim, dll. Pengukuran tiap-tiap jenis parameter kualitas ini diperlukan untuk menyadarkan para pengguna tentang hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas artikel. Saat ini belum ada metode pengukuran otomatis terhadap parameter-parameter ini.

Universitas Indonesia

8

6) Lingkungan a) Budaya menulis kurang. Indonesia berada dalam peralihan dari budaya lisan kepada budaya tulis. Keterampilan menulis kebanyakan orang Indonesia masih kurang dan hal ini memengaruhi kualitas tulisan yang dihasilkan. b) Kesadaran hak cipta kurang. Masyarakat Indonesia secara umum belum terlalu menghargai hak cipta. Hal ini membuat banyak artikel WPID yang dibuat dengan menyalinrekatkan (copy paste) bulat-bulat konten dari suatu sumber. Artikel yang dihasilkan tidak dapat diterima secara akademis karena merupakan plagiarisme. c) Mekanisme kurang dikenal. WPID sebenarnya memiliki berbagai mekanisme untuk memantau dan mengendalikan semua perubahan yang terjadi, seperti perubahan terbaru, perbedaan revisi, halaman pembicaraan, dll. Mekanisme-mekanisme tersebut membuat WPID dapat lebih dikendalikan, meskipun dapat disunting oleh siapa pun. Sayangnya, ketersediaan mekanisme ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Analisis akar masalah tersebut menunjukkan bahwa Wikipedia memiliki beberapa kelemahan dalam memenuhi kualitas artikel-artikelnya. 1.3 Pertanyaan Penelitian

Perumusan masalah menunjukkan bahwa kualitas artikel Wikipedia perlu ditingkatkan. Standar kualitas yang perlu disasar adalah kualitas tulisan ilmiah karena standar inilah yang memiliki kriteria yang tinggi. Pencapaian sasaran ini perlu dilakukan secara sistematis dengan menerapkan suatu strategi yang berkelanjutan. Atas dasar itu, penulis menetapkan pertanyaan penelitian berikut: Bagaimana strategi Wikipedia bahasa Indonesia untuk meningkatkan kualitas artikelnya agar memenuhi standar rujukan ilmiah? Berangkat dari pertanyaan penelitian tersebut, pada bab ini selanjutnya akan dijabarkan tujuan, manfaat, dan ruang lingkup penelitian ini.
Universitas Indonesia

9

1.4

Tujuan Penelitian

Dari penetapan pertanyaan di atas, tujuan penelitian ini dapat dirumuskan menjadi dua butir spesifik sebagai berikut: 1. Membuat strategi peningkatan kualitas ilmiah artikel WPID. Upaya peningkatan kualitas membutuhkan suatu strategi yang sistematis untuk tujuan yang jelas dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Tolok ukur kualitas ilmiah yang disasar oleh penelitian ini merupakan suatu tujuan yang jelas. Selain itu, metodologi pengumpulan data penelitian melalui wawancara merupakan penggambaran kondisi nyata di lapangan yang dapat mendasari pembuatan strategi yang tepat. 2. Membuat rencana kerja implementasi strategi peningkatan kualitas ilmiah WPID. Agar dapat membuahkan hasil sesuai keinginan, strategi perlu dituangkan dalam suatu rencana kerja implementasi bertahap. Rencana kerja ini memberikan kerangka waktu dan urutan pelaksanaan yang dapat menjadi sarana untuk memantau upaya penerapan strategi. 1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat memberi manfaat baik dari segi teoretis bagi akademisi maupun dari segi praktis bagi wikipediawan dan masyarakat umum. Berikut uraian manfaat penelitian ini bagi berbagai pemangku kepentingan: 1. Bagi akademisi: Meletakkan dasar penelitian lebih lanjut untuk fenomena penulisan kolaboratif seperti Wikipedia. Fenomena penulisan kolaboratif merupakan suatu tren yang semakin mengemuka, terutama berkat semakin mudah dan murahnya akses internet. Fenomena ini sangat menarik untuk dikaji dari berbagai disiplin ilmu seperti teknologi informasi, kualitas informasi, perilaku organisasi, dan manajemen perubahan. Pengkajian ini pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan daya guna suatu fenomena bagi masyarakat. 2. Bagi wikipediawan: Memberikan strategi yang sistematis untuk

peningkatan kualitas WPID. Wikipediawan adalah sukarelawan yang

Universitas Indonesia

10

datang dan pergi sesuai dengan waktu yang dapat diluangkannya. Koordinasi antaranggota jarang dilakukan secara sistematis. Suatu payung strategi yang menyeluruh dan sistematis sangat membantu dalam memberi arahan koordinasi bagi upaya bersama demi peningkatan kualitas produk komunitas: artikel ensiklopedia. 3. Bagi masyarakat: Meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas artikel WPID. Informasi yang ditemukan di internet, termasuk informasi dari Wikipedia, acap kali sulit dipastikan kualitasnya. Upaya peningkatan kualitas yang akan dilakukan oleh para wikipediawan berdasarkan strategi yang diusulkan oleh penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemastian kualitas informasi yang didapat oleh masyarakat melalui Wikipedia. 1.6 Ruang Lingkup Penelitian

Keterbatasan sumber daya membuat penelitian ini perlu dibatasi dengan beberapa hal. Ruang lingkup penelitian ditentukan sebagai berikut: 1. Wikipedia bahasa Indonesia, bukan bahasa lain. Subjek penelitian dibatasi hanya untuk WPID karena setiap versi bahasa Wikipedia memiliki komunitas wikipediawan yang unik dari berbagai segi. 2. Unsur teknologi dan sistem, bukan pada unsur manusia. Meskipun suatu strategi pasti melibatkan manusia yang mengimplementasikannya, penelitian ini menekankan kepada teknologi dan sistem karena unsur manusia memerlukan kajian yang lebih komprehensif dan mendalam yang berada di luar lingkup waktu penelitian. 3. Strategi, bukan kebijakan atau tingkat yang lebih bawah. Sebagai suatu kajian awal, penelitian ini dibatasi pada tingkat yang lebih tinggi dan memberi ruang untuk pengembangan di tingkat yang lebih mendetail pada kebijakan ataupun prosedur.

Universitas Indonesia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi pembahasan tentang teori, penelitian terdahulu, dan metodologi yang relevan dengan penelitian ini. Pembahasan dibagi menjadi enam subbab yang mencakup penelaahan sejawat, kualitas informasi, kebijakan komunitas, manajemen strategis, manajemen perubahan, dan pemikiran sistem. Pada akhir bab ini, semua teori tersebut dirangkum dengan suatu kerangka teoretis yang dijadikan dasar keseluruhan penelitian. 2.1 Penelaahan Sejawat

Sejak akhir Perang Dunia II, telah berkembang pendapat di kalangan akademisi bahwa suatu ide atau konsep ilmiah baru dianggap berkualitas jika telah diterbitkan pada suatu jurnal dengan penelaahan sejawat (peer-reviewed journal). Hal ini terutama didorong oleh meledaknya jumlah penelitian ilmiah serta kebutuhan untuk menilai kualitas penelitian tersebut (Black, 2007). Proses penilaian sejawat, seperti digambarkan pada Gambar 2.1, dimulai dengan pengiriman artikel oleh penulis (dari kalangan akademis) ke editor jurnal akademis. Editor akan memutuskan kelayakan artikel tersebut berdasarkan suatu set kriteria umum dan selanjutnya meneruskan artikel tersebut untuk ditinjau oleh penelaah (reviewer) yang dianggap pakar dalam bidang yang dibahas artikel tersebut. Komentar dan opini–yang disebut “penelaahan sejawat”–dari para pakar ini akan digunakan sebagai dasar bagi editor untuk menentukan apakah suatu artikel layak dipublikasikan. Meskipun tidak ada kriteria standar yang berlaku secara universal, secara umum suatu artikel dinilai kelayakannya untuk diterbitkan berdasarkan validitas, originalitas, metodologi, temuan, pembahasan, perspektif teori, serta pentingnya temuan yang dihasilkan.

11

Universitas Indonesia

12

Gambar 2.1 Proses Penelaahan Sejawat (Peer Review) Sumber: Black (2007)

Gambar 2.1 memberikan alur proses penelaahan sejawat sejak proses editorial hingga penerbitan. Pada gambar tersebut, proses penelahaan dilakukan dengan penelaahan tertutup dua arah (double blind review), yaitu proses penelaahan yang tidak mengungkapkan nama penulis kepada penelaah serta nama penelaah kepada penulis. Selain jenis penelaahan tersebut, ada dua jenis lain yang lazim digunakan dalam proses ini, yaitu penelahaan tertutup satu arah (single blind review) dan penelaahan terbuka (open review) Berbagai penelitian dengan beragam kesimpulan telah dilakukan untuk menilai efektivitas proses penelaahan sejawat ini yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun ini. Meskipun secara umum proses ini dinilai berhasil meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, masih ada beberapa permasalahan seperti bias penilaian, identitas penulis, prestise jurnal, dan ketersediaan jurnal (Black, 2007). Walaupun kemajuan internet seharusnya memungkinkan komunikasi yang semakin lancar di antara penulis, editor, dan penilai, rentang waktu sejak pengiriman suatu artikel ilmiah hingga diterbitkan pada jurnal sesuai dengan
Universitas Indonesia

13

proses di atas justru semakin lama. Lambatnya proses ini antara lain disebabkan oleh (1) semakin panjangnya naskah, (2) semakin banyaknya penulis yang terlibat pada suatu naskah, dan (3) semakin menumpuknya kiriman naskah hanya pada suatu jurnal tertentu. Namun, peningkatan waktu proses ini ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan berarti pada kualitas artikel. Semakin pesatnya produksi pengetahuan membuat proses penilai sejawat tradisional sulit diterapkan secara efektif. Diperlukan suatu model lain yang dapat diandalkan secara akademis untuk menyebarluasan pengetahuan tersebut (Black, 2007). 2.2 Kualitas Informasi

Kualitas data dan informasi umumnya dianggap sebagai sebagai suatu konsep multidimensi dengan berbagai karakteristik yang tergantung dari sudut pandang filosofis pengarang. Sejak tahun 1996, terdapat paling tidak 12 kerangka kerja (framework) kualitas informasi (IQ, information quality) yang diterima secara umum. Meskipun berbeda dalam pendekatan dan aplikasinya, berbagai kerangka kerja ini ternyata memiliki beberapa kesamaan dalam klasifikasi dimensi kualitas informasi seperti akurasi, konsistensi, kemutakhiran (timeliness), kelengkapan, keteraksesan (accessibility), objektivitas, dan relevansi (Knight & Burn, 2005). Untuk dapat menentukan dan mengukur konsep kualitas informasi, selain identifikasi elemen IQ, perlu juga dinilai konteks pembuatan dan tujuan penggunaannya karena kualitas data dapat bervariasi tergantung dengan konteks penggunaan data tersebut. Dalam konteks informasi di internet seperti Wikipedia, penentuan kualitas informasi akan sangat bergantung pada apakah dimensi IQ ditentukan untuk produsen informasi, sistem penyimpanan dan pemeliharaan, atau pencari dan pengguna informasi (Knight & Burn, 2005). Lee et al. (2002) mengusulkan empat kategori IQ, yaitu: 1. intrinsik, kualitas yang dapat diberikan pada informasi tanpa kaitan dengan konteks, misalnya akurasi, kepercayaan, reputasi, dan objektivitas; 2. kontekstual, kualitas yang terkait dengan kenyataan bahwa informasi harus bermanfaat bagi pengguna sesuai dengan pertanyaan yang diajukan atau
Universitas Indonesia

14

tujuan yang ingin dicapai, misalnya kemutahiran, kemudahan dimengerti, dan kelengkapan; 3. representasi, kualitas yang dapat diberikan pada struktur pengaturan pengetahuan yang diterapkan, misalnya konsistensi serta kemudahan dipahami dan dimanipulasi; 4. aksesibilitas, kualitas alat yang digunakan, misalnya kebergunaan dan keamanan. Zhu & Gauch (2000) mengusulkan enam metrik untuk mengukur kualitas suatu laman web: (1) kemutakhiran (currency): seberapa baru suatu laman diubah; (2) ketersediaan (availability): jumlah tautan rusak dalam suatu laman; (3) kebergunaan (information-to-noise ratio): proporsi informasi yang berguna dalam suatu laman; (4) otoritas (authority): reputasi organisasi produsen laman; (5) kepopuleran (popularity): jumlah laman web lain yang merujuk ke laman tersebut; serta (6) kepaduan (cohesiveness): tingkat kefokusan pada suatu topik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebergunaan memiliki pengaruh yang paling besar, sedangkan otoritas memiliki pengaruh yang paling kecil terhadap kualitas informasi laman web. Stvilia & Gasser (2008) menunjukkan bahwa perubahan kualitas informasi dapat disebabkan oleh perubahan lima faktor: (1) budaya, (2) komunitas, (3) aktivitas, (4) agen, serta (5) pengetahuan, teknologi, dan alat. Kelima faktor ini merupakan hal-hal yang dapat diperhitungkan dalam upaya peningkatan kualitas informasi. Lih (2004) mengajukan dua metrik kualitas informasi untuk konteks Wikipedia bahasa Inggris: (1) jumlah total suntingan (rigor) dan (2) jumlah total penyunting unik (diversity). Sebagai tolok ukur dalam pengukuran kualitas artikel, ia menggunakan nilai median 61 dan 36,5 untuk masing-masing metrik tersebut. Ia juga menemukan bahwa, berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah penyunting Wikipedia, komunitas Wikipedia juga mengandalkan reputasi dalam aktivitas pemastian IQ: suntingan pengguna anonim dipantau dengan lebih teliti dibandingkan suntingan oleh pengguna terdaftar yang telah memiliki riwayat suntingan yang cukup baik. Kajian ini menyimpulkan bahwa kemutakhiran dan

Universitas Indonesia

15

kelengkapan merupakan dimensi yang diperhatikan oleh para penyunting dalam menilai kualitas informasi Wikipedia. Stvilia et al. (2005) mengusulkan tujuh metrik pengukuran untuk IQ artikel Wikipedia bahasa Inggris, yaitu (1) otoritas/reputasi, (2) kelengkapan, (3) kompleksitas, (4) keinformatifan, (5) konsistensi, (6) kemutakhiran, dan (7) volatilitas. Metrik-metrik tersebut diukur berdasarkan informasi yang dapat diperoleh langsung dari Wikipedia, antara lain: 1. Jumlah suntingan (anonim, terdaftar, admin, dan total) 2. Jumlah penyunting unik 3. Panjang artikel (dalam jumlah karakter) 4. Kemutakhiran (umur artikel dan waktu suntingan terakhir) 5. Jumlah tautan (masuk, internal, eksternal) 6. Jumlah gambar 7. Pengembalian (jumlah dan waktu median) Hammwöhner (2007) melakukan pengujian terhadap tiga edisi lain Wikipedia (Jerman, Prancis, dan Italia) dan menemukan bahwa model yang digunakan Stvilia ternyata valid untuk ketiga Wikipedia selain Inggris tersebut. Lebih lanjut, ia menyoroti dua elemen lain yang menurutnya dapat membantu menentukan kualitas informasi Wikipedia: tautan antarwiki dan kategori. 2.3 Kebijakan Komunitas

Dalam pengertian umum, istilah kebijakan dan pedoman merujuk pada norma, regulasi, dan harapan, baik eksplisit maupun implisit, yang mengatur perilaku individu serta interaksi antarindividu (March et al., 2000). Menurut Butler et al. (2008), ada tujuh perspektif peran kebijakan dan pedoman dalam suatu kumpulan individu, yaitu: 1. Upaya rasional untuk organisasi dan koordinasi. Kebijakan dan pedoman berperan sebagai cara untuk mengatasi masalah komunikasi dan koordinasi dengan meningkatkan keandalan dan kekonsistenan tindakan.

Universitas Indonesia

16

Peran ini terutama penting organisasi yang memiliki pertukaran (turnover) orang yang tinggi, otonomi yang besar, serta biaya koordinasi yang tinggi. 2. Entitas yang berkembang sendiri. Kebijakan dan pedoman merupakan hasil dari proses yang berkembang dan kompetitif antarkepentingan, dan tidak dirancang sejak awal. Ini menyebabkan (1) satu aturan menghasilkan lebih banyak aturan lain, (2) modifikasi aturan dapat ditolak pada wilayah masalah yang sudah jenuh, dan (3) aturan yang berkembang pada suatu bagian dapat menarik perhatian dari bagian lain. 3. Pembentuk identitas. Kebijakan dan pedoman berperan menjawab pertanyaan tentang identitas suatu komunitas serta bagaimana seharusnya suatu proses berlangsung pada komunitas tersebut. 4. Sinyal kepada pihak eksternal. Kebijakan dan pedoman memberikan sinyal kepada pihak eksternal bahwa masalah yang menjadi perhatian mereka telah diperhatikan atau ditangani. 5. Sinyal kepada pihak internal. Kebijakan dan pedoman memberikan sinyal kepada komunitas tentang apa yang dianggap penting. 6. Penyelesaian negosiasi. Kebijakan dan pedoman merupakan kesepakatan penyelesaian terhadap berbagai kepentingan untuk mencegah konflik yang berkepanjangan. 7. Mekanisme kontrol. Kebijakan dan pedoman berperan sebagai upaya untuk memastikan bahwa tiap individu dalam tim bertindak sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan. Dari berbagai perspektif tersebut, tampak bahwa kebijakan dan pedoman memiliki berbagai tujuan untuk mendukung koordinasi dan organisasi. Pembuatan dan pemeliharaan kebijakan adalah aspek penting yang harus dilakukan untuk mempertahankan berjalannya komunitas. (Butler et al., 2008)

Universitas Indonesia

17

2.4

Manajemen Strategis strategis adalah rangkaian proses analisis, formulasi, dan

Manajemen

implementasi strategi suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai sasarannya (Henry, 2008). Berbagai metode dapat digunakan dalam manajemen strategis, seperti analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat), analisis 7S McKinsey (McKinsey 7S Framework), dan analisis PESTEL (political, economic, social, technological, environmental, legal). Analisis SWOT adalah metode manajemen strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (Pearce & Robinson, 2008).  Strength (kekuatan) merupakan sumber daya atau kapabilitas yang dikendalikan oleh atau tersedia bagi suatu organisasi yang membuat organisasi relatif lebih unggul dibandingkan pesaingnya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang dilayaninya.  Weakness (kelemahan) merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam satu atau lebih sumber daya atau kapabilitas suatu perusahaan relatif terhadap pesaingnya, yang menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif.  Opportunity (peluang) merupakan situasi atau tren yang menguntungkan dalam lingkungan suatu organisasi. Munculnya segmen pasar baru dan membaiknya hubungan antara pembeli dan pemasok adalah contoh faktor yang dapat menjadi peluang bagi organisasi.  Threat (ancaman) merupakan situasi atau tren yang tidak menguntungkan dalam lingkungan suatu organisasi. Munculnya pesaing baru adalah contoh faktor yang dapat menjadi ancaman bagi organisasi. Analisis 7S adalah model manajemen strategis yang dipelopori oleh Waterman, Peters, & Phillips (1980) dan digunakan untuk menilai dan memantau kondisi internal suatu organisasi. Nama model ini terdiri dari 7 kata yang dimulai dari huruf S yang meliputi structure, strategy, systems, skills, style, staff and shared values.
Universitas Indonesia

18

Structure (struktur): Struktur organisasi, termasuk peran, tanggung jawab, dan akuntabilitas.

Strategy (strategi): Penyelarasan antara sumber daya dan kapabilitas untuk memenangi pasar.

Systems (sistem): Infrastruktur yang digunakan secara harian untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Skills (keterampilan): Kemampuan untuk melakukan pekerjaan organisasi yang tecermin dalam kinerja.

Style (gaya): Perilaku kepemimpinan dan budaya interaksi dalam organisasi.

 

Staff (SDM): Kualitas SDM serta perencanaan pengembangan SDM. Shared values (nilai bersama): Set perilaku dan karakteristik yang dipercayai oleh organisasi.

Analisis PESTEL adalah metode manajemen strategis untuk menganalisis faktor eksternal (Henry, 2008).  Political (politik): Faktor ini mencakup campur tangan pemerintah dalam ekonomi, misalnya kebijakan perpajakan, hukum perburuhan dan lingkungan, pembatasan perdagangan, tarif, serta stabilitas politik. Faktor politik juga termasuk barang dan jasa yang ingin atau tidak ingin disediakan pemerintah serta pengaruh pemerintah dalam kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.  Economic (ekonomi): Faktor ini antara lain mencakup pertumbuhan ekonomi, nilai suku bunga, nilai tukar mata uang, dan laju inflasi yang memiliki dampak besar terhadap operasi dan pengambilan keputusan organisasi.  Social (sosial): Faktor ini mencakup aspek budaya, seperti kesadaran kesehatan, pertumbuhan populasi, distribusi umur, perilaku karier, serta penekanan kepada keselamatan. Tren faktor sosial memengaruhi permintaan produk dan bagaimana organisasi beroperasi.
Universitas Indonesia

19

Technological (teknologi): Faktor ini mencakup aspek teknologi seperti aktivitas litbang, automasi, insentif teknologi, serta tingkat perubahan teknologi. Faktor-faktor ini menentukan hambatan untuk masuk, tingkat produksi efisien minimum, serta keputusan alih daya. Perubahan teknologi pun dapat memengaruhi biaya, kualitas, dan inovasi.

Environmental (lingkungan): Faktor ini termasuk cuaca, iklim, dan perubahan iklim, yang terutama dapat memengaruhi beberapa industri seperti pariwisata, pertanian, dan asuransi. Pertumbuhan kesadaran tentang pengaruh perubahan iklim juga memengaruhi operasi dan produk organisasi.

Legal (hukum): Faktor ini termasuk antara lain peraturan diskriminasi, konsumen, antimonopoli, kepegawaian, kesehatan, dan keselamatan. Faktor-faktor ini dapat berpengaruh terhadap operasi perusahaan, biaya, dan permintaan produk.

2.5

Manajemen Perubahan

Upaya pencapaian kualitas informasi WPID perlu dilakukan secara sistematis dengan manajemen perubahan dan perencanaan strategis untuk melaksanakan perubahan tersebut. Para ahli manajemen perubahan – Lewin (1947), Beckhard & Harris (1977), Beer (1980), Kanter (1983), Tichy & Devanna (1986), Nadler & Tushman (1989), serta Kotter (1996) – telah mengusulkan beberapa model penahapan proses perubahan. Semua model ini memiliki pola dan tindakan yang serupa serta dapat dipetakan satu dengan yang lainnya. Di antara berbagai model ini, model Kotter dianggap paling baik karena diturunkan melalui analisis terhadap berbagai prakarsa perubahan dalam kurun waktu 15 tahun (Biech, 2007). Kotter (1996) menjabarkan proses delapan tahap (eight-stage process) yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan perubahan. Berikut penjabaran delapan tahap perubahan tersebut:

Universitas Indonesia

20

1. Meningkatkan urgensi. Perubahan dapat dilakukan dengan lebih mudah bila para anggota organisasi menginginkan perubahan tersebut. Untuk dapat menumbuhkan keinginan tersebut, potensi ancaman dan peluang di masa depan perlu diidentifikasikan. Gambaran masa depan tersebut akan menjadi bukti bahwa perubahan memang diperlukan. 2. Membentuk koalisasi penggerak. Setelah urgensi untuk berubah muncul, perlu dibentuk suatu tim untuk memimpin dan berkomitmen terhadap perubahan tersebut. Tim tersebut harus terdiri dari orang-orang yang memiliki pengaruh besar di dalam organisasi yang dapat mendorong para anggota lain untuk melaksanakan perubahan. 3. Menetapkan visi dan strategi. Suatu visi yang jelas perlu ditetapkan untuk menjadi benang merah dari berbagai gagasan dan solusi perubahan yang mungkin timbul. Visi tersebut selanjutnya perlu dijabarkan dalam bentuk strategi pelaksanaan yang dipahami dan disepakati oleh koalisi penggerak. 4. Mengomunikasikan visi. Visi yang telah ditetapkan perlu selalu dikomunikasikan agar mendapat dukungan dari seluruh anggota

organisasi. Komunikasi ini pun perlu dilakukan dengan memberi contoh melalui koalisi penggerak. 5. Memberdayakan tindakan. Setelah komunikasi dilakukan dan contoh diberikan, tindakan-tindakan perubahan perlu didukung dengan

menerapkan sistem atau struktur yang dapat membantu perubahan. Sistem atau struktur ini dapat berupa penambahan yang belum ada, penyesuaian dari yang ada, maupun penghapusan sistem atau struktur yang tidak sesuai. 6. Mewujudkan keberhasilan jangka pendek. Setelah sistem dan struktur pendukung dibentuk, perubahan perlu didorong lebih lanjut melalui pencapaian keberhasilan. Kesuksesan yang dapat dicapai dalam jangka pendek perlu dirancang untuk menunjukkan hasil nyata dan meredam reaksi negatif yang mungkin muncul. 7. Mengonsolidasikan pencapaian dan melanjutkan perubahan. Keberhasilan jangka pendek hanyalah merupakan awal untuk mencapai perubahan

Universitas Indonesia

21

jangka panjang. Setiap keberhasilan perlu dievaluasi dan digunakan sebagai dasar untuk menciptakan berbagai perubahan baru demi perbaikan berkelanjutan. 8. Menanamkan pendekatan baru ke dalam budaya organisasi. Perubahan yang lestari harus menjadi bagian dari budaya organisasi. Perubahan ini harus tecermin dalam semua aspek kegiatan organisasi dan menjadi sumber kebanggaan bagi semua anggota organisasi. Kasali (2005) menjabarkan sepuluh karakteristik perubahan yang perlu dikenali. Kesepuluh karakteristik perubahan itu adalah (1) misterius karena tak mudah dipegang, (2) memerlukan change maker ‘pelaku perubahan’, (3) tidak semua orang bisa diajak untuk melihatnya, (4) terjadi setiap saat, (5) memiliki sisi keras dan sisi lembut, (6) membutuhkan waktu, (7) membutuhkan upaya khusus untuk menyentuh nilai dasar organisasi, (8) diwarnai oleh berbagai mitos, (9) menimbulkan harapan dan kemungkinan kekecewaan, serta (10) menakutkan dan menimbulkan kepanikan. Berbagai karakteristik perlu diperhatikan dalam membuat strategi untuk melaksanakan perubahan. 2.6 Pemikiran Sistem

Haines (2000) menawarkan suatu pendekatan pemikiran sistem (The System Thinking Approach) untuk perencanaan strategis yang dikembangkan dari teori sistem umum (General System Theory) dari Von Bertalanffy (1968). Pemikiran sistem merupakan suatu pendekatan pemecahan masalah secara holistik dengan memandang masalah sebagai bagian dari suatu sistem. Gambar 2.3

mengilustrasikan pemikiran sistem untuk manajemen strategis Haines.

Universitas Indonesia

22

Gambar 2.2 Elemen Utama dalam Pemikiran Sistem Sumber: Haines, 2000

Diagram 2.2 di atas menggambarkan keterkaitan antarelemen dalam pemikiran sistem. Pemikiran sistem untuk perencanaan strategis terdiri dari lima fase. 1. Fase A–Keluaran (Output): Apa yang ingin dicapai di masa depan? (tujuan, hasil, sasaran, dll) 2. Fase B–Umpan Balik (Feedback): Apa ukuran pencapaian keluaran tersebut? (metrik kualitas, dll) 3. Fase C–Masukan (Input): Di mana posisi saat ini? (masalah saat ini, dll) 4. Fase D–Perubahan (Throughput): Bagaimana cara mencapai kondisi yang diinginkan di masa depan? 5. Fase E-Lingkungan (Environment): Apa saja kondisi lingkungan yang akan berubah dalam perjalanan? Menurut Haines, pemikiran sistem merupakan kebalikan dari fragmentasi pemikiran analitis yang biasanya berangkat dari kondisi saat ini, dipecahkan sendiri-sendiri, dan tidak memiliki visi atau tujuan jangka panjang. 2.7 Kerangka Teoretis

Dari berbagai topik yang telah dibahas, dirancang kerangka teoretis penelitian seperti diagram pemikiran sistem berikut.

Universitas Indonesia

23

Gambar 2.3 Kerangka Teoretis

Gambar 2.3 memberikan gambaran kerangka teoretis yang dirancang berdasarkan tinjauan pustaka untuk pertanyaan penelitian yang dikaji dengan menggunakan pendekatan pemikiran sistem. Dekagon di sisi kanan melambangkan kondisi masa depan, sedangkan bulatan di sisi kiri melambangkan kondisi saat ini. Tanda panah di bagian tengah melambangkan perubahan dari kondisi saat ini menuju kondisi masa depan. Tiga kotak di bagian atas melambangkan unsur lingkungan yang memengaruhi, sedangkan tiga kotak di bagian bawah melambangkan umpan balik yang digunakan untuk mengukur pelaksanaan perubahan tersebut. Kondisi masa depan yang diinginkan diperoleh dari hasil wawancara, baik dengan kalangan akademisi maupun dengan para wikipediawan. Sasaran ini kemudian dibandingkan dengan kondisi saat ini yang diperoleh dari wawancara dan kajian dokumen. Pencapaian sasaran tersebut dilakukan melalui perubahan yang terkelola secara sistematis dengan manajemen strategis dan manajemen perubahan yang dijabarkan pada penelitian ini. Unsur lingkungan yang dianggap relevan dalam pencapaian sasaran kualitas ilmiah WPID adalah kriteria rujukan ilmiah, penelaahan sejawat, dan kualitas informasi. Kriteria rujukan ilmiah cenderung masih bersifat implisit (tacit) dan diperoleh melalui penilaian pakar yang saat ini paling umum dilakukan melalui mekanisme penelaahan sejawat. Penerapan penilaian kualitas informasi
Universitas Indonesia

24

diharapkan dapat menjadi mekanisme yang lebih eksplisit dan terbuka dalam penilaian kualitas. Sebagai umpan balik, digunakan kebijakan komunitas, metrik kualitas, dan mekanisme Wikipedia. Wikipedia memanfaatkan berbagai kebijakan yang merupakan kristalisasi dari konsensus yang disepakati oleh komunitas guna mendukung kolaborasi. Kebijakan-kebijakan tersebut perlu mencerminkan upaya pencapaian sasaran kualitas. Metrik kualitas digunakan untuk mengukur secara objektif berbagai parameter kualitas WPID serta melihat tren perkembangannya. Mekanisme Wikipedia, seperti fitur pemantauan perubahan, digunakan sebagai alat bantu untuk mencapai sasaran kualitas. Kondisi masa depan, umpan balik, kondisi saat ini, perubahan, dan unsur lingkungan membentuk suatu lingkaran atau siklus pemikiran sistem yang digunakan dalam penelitian ini. Kerangka ini niscaya dapat meningkatkan kualitas ilmiah Wikipedia bahasa Indonesia secara bertahap dan sistematis.

Universitas Indonesia

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas desain dan metode yang digunakan dalam penelitian. Penelitian didesain menjadi beberapa langkah yang saling terkait dan digambarkan dalam suatu diagram alir. Desain tersebut kemudian dijabarkan dalam metode pengumpulan dan analisis data. 3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan langkah penelitian yang dirancang sesuai dengan diagram berikut.

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Gambar 3.1 menggambarkan alur desain penelitian. Berikut penjabaran tahapan penelitian yang dilakukan: 1. Pengumpulan data awal dilakukan untuk mencari pembuktian adanya masalah. Proses diawali dengan dugaan tentang adanya ketimpangan antara harapan penggunaan WPID untuk keperluan ilmiah dengan kenyataan kualitas dan penerimaan kalangan akademisi. Data awal dikumpulkan melalui survei terhadap pembaca WPID dan wawancara terhadap satu atau dua orang perwakilan akademisi. Hasil tahapan ini
25 Universitas Indonesia

26

adalah data harapan dan kenyataan yang dijabarkan pada subbab “Latar Belakang” dalam bab “Pendahuluan”. 2. Pendefinisian pertanyaan penelitian dilakukan berdasarkan data awal dari tahapan sebelumnya. Data ini dan pemahaman tentang kondisi nyata digunakan untuk melakukan pemetaan akar masalah dengan diagram Ishikawa. Keluaran proses ini adalah pertanyaan, tujuan, manfaat, dan ruang lingkup peneletian yang dijabarkan dalam bab “Pendahuluan”. 3. Pelaksanaan tinjauan pustaka dilakukan untuk mencari teori, penelitian, serta metodologi yang relevan dengan pertanyaan penelitian yang telah didefinisikan pada tahapan sebelumnya. Semua pustaka ini dirangkum dalam suatu kerangka teoretis yang mendasari keseluruhan penelitian. Hasil tahapan ini dijabarkan pada bab “Tinjauan Pustaka”. 4. Pengumpulan data dilakukan untuk mendapat data utama yang diperlukan bagi penelitian. Masukan tahap ini adalah pertanyaan penelitian dan pustaka yang relevan yang telah dihasilkan dari dua tahap sebelumnya. Tahap ini dilakukan dengan wawancara dan pengumpulan data sekunder yang dijelaskan pada subbab “Metode Pengumpulan Data”. Hasil terperinci tahap ini dijabarkan pada Lampiran B dan Lampiran C. 5. Analisis SWOT dilakukan untuk mengkaji faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi. Kajian ini didasarkan pada data dari tahapan sebelumnya dengan menggunakan metode yang dijelaskan pada subbab “Metode Analisis Data” pada bab ini. Keluaran dari tahap ini adalah faktor lingkungan dan strategi untuk menanggulangi kombinasi berbagai faktor tersebut. Tahapan ini dijabarkan pada subbab “Identifikasi Lingkungan” dan “Analisis SWOT” pada bab “Hasil dan Analisis”. 6. Formulasi strategi dilakukan berdasarkan hasil analisis SWOT dan menghasilkan daftar strategi yang dapat dilakukan. Proses pada tahapan ini dilakukan dengan penyimpulan dan pengelompokan strategi-strategi penanggulangan kombinasi faktor lingkungan. Hasil formulasi strategi dijabarkan pada subbab “Formulasi Strategi” pada bab “Hasil dan Analisis”.
Universitas Indonesia

27

7. Pembuatan rencana kerja dilakukan untuk menyusun strategi dalam kerangka tahun. Masukan tahapan ini adalah daftar strategi yang telah diformulasikan pada tahap sebelumnya, sedangkan keluaran tahapan ini adalah rencana kerja pelaksanaan strategi dalam urutan tahun. Proses dilakukan dengan menggunakan metode yang dijabarkan pada subbab “Metode Analisis Data” pada bab ini. Tahapan ini dijabarkan dalam subbab “Rencana Kerja” pada bab “Hasil dan Analisis”. 8. Pembuatan kesimpulan dan saran dilakukan berdasarkan hasil dan analisis dari tahapan sebelumnya. Kesimpulan dihasilkan dengan mengambil pokok-pokok hasil penelitian yang dikaitkan dengan pertanyaan penelitian. Saran dihasilkan dari pembelajaran yang diperoleh dari keseluruhan proses penelitian serta ditujukan kepada dua pemangku kepentingan utama, yaitu wikipediawan dan akademisi. Hasil proses ini dijabarkan dalam bab “Kesimpulan dan Saran”. Seluruh rangkaian tahapan penelitian ini membentuk suatu alur pemikiran yang runut dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditentukan. 3.2 Metode Pengumpulan Data

Data penelitian kualitatif ini diperoleh melalui metode wawancara dan kajian dokumen seperti diuraikan berikut ini. 3.2.1 Wawancara

Wawancara dengan bentuk pertanyaan semi-terstruktur dilakukan melalui surat elektronik (surel), telepon, atau tatap muka terhadap dua kelompok terwawancara, yaitu akademisi dan wikipediawan. Pertanyaan awal wawancara, daftar terwawancara, dan hasil wawancara dicantumkan pada Lampiran B. Format wawancara semi-terstruktur dipilih karena format ini memungkinkan eksplorasi masalah dengan lebih mendalam. Pertanyaan awal disiapkan sebagai pengantar diskusi dan penjalin hubungan dengan terwawancara. Dari pertanyaan awal ini, diskusi kemudian dilanjutkan hingga meliputi berbagai topik terkait sesuai perkembangan.
Universitas Indonesia

28

Wawancara dengan akademisi hampir semuanya dilakukan melalui tatap muka, sedangkan wawancara dengan wikipediawan hampir semuanya dilakukan melalui surel. Wawancara yang dilakukan melalui tatap muka dan telepon selalu dikonfirmasikan kepada terwawancara melalui surel. Tiap pemangku kepentingan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Akademisi dipilih berdasarkan kompetensinya dengan metodologi ilmiah, sedangkan wikipediawan dipilih berdasarkan statistik keaktifannya hingga Maret 2012 3. 3.2.2 Kajian Dokumen

Kajian dokumen dilakukan terhadap dokumen kebijakan dan pedoman WPID yang dapat diakses secara bebas melalui internet. Hasil kajian dokumen dicantumkan pada Lampiran C. Proses pengkajian diawali dengan pembuatan daftar dokumen berdasarkan halaman daftar dokumen yang tersedia di WPID. Kajian dilanjukan dengan penelaahan isi dokumen dan pengelompokan dokumen ke dalam kategori sesuai kaitannya dengan pertanyaan penelitian. Dokumen kebijakan juga dibandingkan dengan dokumen serupa dalam Wikipedia bahasa Inggris (WPEN). Pembandingan ini dilakukan sebagai penilaian awal terhadap kelengkapan dan kedalaman kebijakan WPID dengan asumsi bahwa kebijakan WPEN lebih lengkap. 3.3 Metode Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode hermeneutika, kerangka 7S McKinsey, analisis PESTEL, analisis SWOT, dan delapan tahap perubahan seperti dijabarkan dalam subbab “Manajemen Strategis” dan “Manajemen Perubahan” pada bab “Tinjauan Pustaka”. Hasil analisis dicantumkan pada bab “Hasil dan Analisis”. Metode hermeneutika digunakan untuk merangkum fakta berdasarkan data tekstual dari wawancara dan kajian dokumen. Fakta yang terkumpul dianalisis
3

http://stats.wikimedia.org/EN/TablesWikipediaID.htm#wikipedians Universitas Indonesia

29

dengan kerangka 7S McKinsey (McKinsey 7S Framework) untuk menghasilkan faktor lingkungan internal dan dengan analisis PESTEL untuk menghasilkan faktor lingkungan eksternal. Faktor internal dalam bentuk kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal dalam bentuk peluang dan ancaman digabungkan dan dianalisis dalam matriks SWOT. Matriks ini menghasilkan empat strategi kombinasi, yaitu kekuatan-peluang (KP), kekuatan-ancaman (KA), kelemahan-peluang (LP), serta kelemahan-ancaman (LA). Strategi kombinasi dalam matriks SWOT ini selanjutnya diformulasikan menjadi daftar strategi. Daftar strategi ini kemudian diuraikan dalam rencana kerja implementasi strategi yang disusun berdasarkan proses delapan tahap Kotter.

Universitas Indonesia

BAB 4 DESKRIPSI ORGANISASI

Wikipedia bahasa Indonesia, atau sering disingkat WPID, adalah versi bahasa Indonesia dari Wikipedia, ensiklopedia daring (dalam jaringan, online) yang bebas dan terbuka. Isi Wikipedia ditulis secara kolaboratif oleh para sukarelawan–yang disebut Wikipediawan–dan dapat dengan bebas diakses oleh siapa pun melalui situs http://id.wikipedia.org. Wikipedia Indonesia diluncurkan pada 30 Mei 2003 dan telah memiliki lebih dari 150 ribu artikel per Februari 2011. Wikipedia adalah proyek dari Wikimedia Foundation (WMF), suatu organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat. Selain WPID, ensiklopedia daring Wikipedia memiliki banyak versi bahasa lain: 279 bahasa dengan lebih dari 17 juta artikel. Dalam pelaksanaan misinya, WMF membangun jaringan internasional mitra lokal (local chapters) di berbagai negara. Mitra lokal ini masing-masing merupakan organisasi independen di tingkat negara yang memiliki kesamaan misi dengan WMF. Mitra lokal pertama WMF adalah Wikimedia Deutschland (Jerman). Per Februari 2011 ada 30 organisasi mitra lokal WMF, termasuk Wikimedia Indonesia yang berdiri pada tanggal 7 Oktober 2008. 4.1 Wikipediawan Indonesia

Wikipediawan Indonesia adalah sukarelawan penulis dan penyunting Wikipedia Indonesia. Mereka merupakan pengguna internet pengakses situs Wikipedia Indonesia dengan beragam latar belakang dan berdomisili di berbagai negara. Tidak ada suatu struktur formal organisasi dari para Wikipediawan Indonesia, meskipun ada beberapa peran khusus yang diberikan kepada beberapa Wikipediawan berdasarkan konsensus–seperti Pengurus, Birokrat, dan Pengawas (Ayun, 2010). 4.2 Wikimedia Foundation organisasi nirlaba yang bermarkas di

Wikimedia Foundation (WMF) adalah

San Francisco, California, Amerika Serikat. WMF dikelola sesuai dengan hukum

30

Universitas Indonesia

31

negara bagian Florida, AS, tempat pendirian pertamanya pada 20 Juni 2003. Misi organisasi ini adalah untuk mengumpulkan dan mengembangkan konten pengetahuan serta menyebarkannya secara efektif dan global. Organisasi WMF terdiri dari Board of Trustees (Dewan Pengawas), Advisory Board (Dewan Penasihat), dan Executive Board (Dewan Eksekutif). Dewan Pengawas adalah otoritas tertinggi dalam WMF yang bertugas mengelola yayasan dan mengawasi penggunaan dan penerimaan sumbangan. Dewan Pengawas merupakan sukarelawan dengan masa tugas tertentu dan saat ini berjumlah 10 orang. Dewan Penasihat bertugas memberi nasihat kepada (1) Dewan Pengawas dalam proses pengambilan keputusan strategis dan (2) Dewan Eksekutif dalam pelaksanaan kerja harian, baik secara individu maupun kelompok. Dewan Penasihat merupakan jaringan internasional pakar dalam berbagai bidang yang dipilih secara kebutuhan dan telah setuju untuk memberikan bantuan kepada WMF secara reguler, termasuk bidang hukum, pengembangan organisasi, teknologi, kebijakan, dan penjangkauan. Dewan Eksekutif adalah pegawai berbayar yang melakukan tugas-tugas operasional spesifik tertentu di bawah komando Direktur Eksekutif yang saat ini dijabat oleh Sue Gardner. 4.3 Wikimedia Indonesia

Perkumpulan Wikimedia Indonesia (WMID) adalah mitra lokal Wikimedia Foundation yang merupakan organisasi perkumpulan nirlaba berbasis anggota yang berdiri pada 5 September 2008 dan berpusat di Jakarta, Indonesia. WMID disahkan sebagai mitra lokal Indonesia oleh WMF pada 7 Oktober 2008 dan secara resmi diluncurkan pada tanggal 20 Maret 2009. Misinya adalah untuk mengadakan dan menyebarluasan materi pengetahuan bersumber terbuka dalam bahasa Indonesia dan bahasa lain yang dipertuturkan di Indonesia serta memberdayakan kontribusi masyarakat untuk upaya pengadaan dan

penyebarluasan tersebut. Organisasi WMID terdiri dari Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus. Dewan Pengawas merupakan wakil yang dipilih dari para anggota WMID melalui Rapat Umum Anggota yang bertugas untuk mengawasi kinerja Dewan Pengurus dalam

Universitas Indonesia

32

operasi harian dan manajemen penggunaan dana. Dewan Pengawas WMID saat ini beranggotakan tiga orang. Dewan Pengurus bertugas untuk melaksanakan pengelolaan dana dan manajemen profesional dalam operasional harian WMID. Dewan Pengurus dipimpin oleh seorang Direktur Eksekutif, saat ini dijabat oleh Siska Doviana, yang memiliki hak penuh untuk menyusun anggota timnya. 4.4 Mekanisme Wikipedia

Untuk menjaga kualitas artikel dan melakukan kegiatan kolaboratif penulisan, Wikipedia menyediakan beberapa mekanisme teknis yang akan dijelaskan di bawah ini. 4.4.1 Proyekwiki dan Portalwiki

ProyekWiki adalah suatu upaya kolaborasi untuk pengelolaan suatu kelompok informasi tertentu untuk membantu koordinasi dan organisasi penulisan artikel untuk kelompok informasi tersebut 4. ProyekWiki Teknologi informasi, misalnya, merupakan suatu upaya untuk mengembangkan artikel-artikel mengenai teknologi informasi 5. Portalwiki adalah "Halaman Utama" untuk topik atau bidang spesifik tertentu. Portalwiki dapat dihubungkan dengan satu atau lebih ProyekWiki, tetapi portalwiki lebih ditujukan kepada pembaca dan berfungsi sebagai titik masuk yang berguna untuk isi Wikipedia pada suatu topik tertentu 6. 4.4.2 Pemantauan Perubahan

Setiap perubahan di WPID dapat dipantau melalui halaman perubahan terbaru 7. Halaman ini memberikan informasi halaman apa saja yang baru diubah, siapa yang mengubahnya, serta kapan perubahan tersebut dilakukan. Melalui halaman

4 5 6 7

http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:ProyekWiki http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:ProyekWiki_Teknologi_Informasi http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Portal http://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Perubahan_terbaru Universitas Indonesia

33

ini, pengunjung pun dapat melihat perubahan yang dilakukan untuk suatu halaman tertentu dalam bentuk perbandingan revisi.

Gambar 4.1 Perubahan Terbaru

Gambar 4.1 menampilkan tangkapan layar halaman perubahan terbaru. Pada tangkapan layar ini terlihat semua perubahan yang terjadi di WPID serta tautan untuk melihat perbandingan revisi.

Gambar 4.2 Perbedaan Revisi

Gambar 4.2 menampilkan contoh tampilan perbedaan revisi. Bagian sebelah kiri adalah revisi asal sedangkan bagian sebelah kanan adalah revisi terakhir. Bagian

Universitas Indonesia

34

yang berubah mudah diamati karena ditandai dengan huruf tebal dan warna latar yang berbeda. 4.4.3 Validasi Artikel

Validasi artikel adalah sistem yang memberi tanda kualitas kepada setiap artikel 8. Fitur ini diberikan oleh ekstensi FlaggedRevs
9

dan menandai suatu artikel

berdasarkan hasil pemeriksaan para Editor. Fitur ini memungkinkan suatu artikel untuk hanya menampilkan versi stabil yang telah diverifikasi oleh para Editor.

Gambar 4.3 Jenis Kualitas Artikel

Gambar 4.3 menggambarkan jenis kualitas artikel yang dapat ditandai oleh ekstensi FlaggedRevs. 4.4.4 Penilaian Artikel

Penilaian artikel (AFT, article feedback tool) adalah suatu prakarsa dari Wikimedia Foundation yang melibatkan pembaca dalam menilai kualitas suatu artikel 10.

8 9

http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Validasi_artikel http://www.mediawiki.org/wiki/Extension:FlaggedRevs http://www.mediawiki.org/wiki/Article_feedback Universitas Indonesia

10

35

Gambar 4.4 Formulir Penilaian Artikel

Gambar 4.4 menggambarkan formulir penilaian artikel yang diterapkan pada Wikipedia bahasa Inggris.

Universitas Indonesia

BAB 5 HASIL DAN ANALISIS

Bab ini menjabarkan hasil dan analisis penelitan yang dibagi dalam lima subbab, yaitu identifikasi lingkungan internal dan eksternal, analisis SWOT, formulasi strategi, serta rencana kerja. Subbab identifikasi lingkungan internal menggali faktor-faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, sedangkan subbab identifikasi lingkungan eksternal menggali faktor-faktor eksternal berupa peluang dan ancaman. Faktor-faktor tersebut selanjutnya dipetakan dalam subbab analisis SWOT untuk kemudian dirumuskan dalam subbab formulasi strategi. Strategi yang terpilih disusun dalam menjadi suatu rangkaian urutan dalam subbab rencana kerja. 5.1 Lingkungan Internal

Identifikasi lingkungan internal dilakukan dengan metode hermeneutika terhadap data wawancara dan kajian dokumen. Fakta yang terkumpul dikelompokkan ke dalam kerangka 7S McKinsey (struktur, strategi, sistem, keterampilan, gaya, SDM, dan nilai) untuk pemeriksaan kelengkapan identifikasi. Identifikasi ini menghasilkan faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh WPID seperti dijabarkan di bawah ini.
Tabel 5.1 Lingkungan Internal No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7S McKinsey Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Fakta Format ensiklopedia Dapat diedit oleh siapa pun Perubahan terbaru Versi terdahulu dan pengembalian Pelindungan Penghapusan Revisi tunda Halaman pembicaraan Tautan antarhalaman Markah wiki 36 Pesaing/Standar/Pendapat Pakar Tidak ada pesaing Rentan vandalisme Memudahkan pemantauan Memudahkan pemantauan Melindungi dari vandalisme Kadang semena-mena; Kriteria belum jelas Menjaga versi stabil Belum dimanfaatkan secara optimal Memudahkan pencarian informasi terkait Sulit dipelajari Kekuatan/ Kelemahan Kekuatan Kelemahan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kelemahan Kekuatan Kelemahan Kekuatan Kelemahan

Universitas Indonesia

37 Tabel 5.1 Lingkungan Internal No. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 7S McKinsey Sistem Struktur SDM SDM SDM SDM Keterampilan Strategi Strategi Strategi Strategi Strategi Nilai Gaya Gaya Strategi Strategi Strategi Bot Pengurus Pengguna aktif Bidang minat Pembinaan pengguna Perekrutan pengguna Keterampilan bahasa Artikel pilihan dan artikel bagus Daftar artikel penting Artikel rintisan Rujukan Proyekwiki dan portalwiki Pengambilan keputusan secara konsensus Peringatan Penghargaan Kebijakan dan pedoman Kelayakan artikel Kualitas artikel Fakta Pesaing/Standar/Pendapat Pakar Memudahkan pemeliharaan Masih sedikit; menghambat pemeliharaan Masih sedikit; menghambat pengembangan Tidak merata Kurang Kurang Kurang Menampilkan artikel unggulan Membantu prioritas penulisan Terlalu banyak; menurunkan persepsi kualitas Kurang diperhatikan Meningkatkan koordinasi Menciptakan iklim egaliter Menakutkan bagi pengguna baru Kurang diperhatikan Kurang disosialisasikan Belum matang Belum matang Kekuatan/ Kelemahan Kekuatan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kekuatan Kekuatan Kelemahan Kelemahan Kekuatan Kekuatan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan

Tabel 5.1 menyajikan daftar fakta lingkungan internal WPID. Kolom “7S McKinsey” memberikan pengelompokan faktor menurut kerangka 7S McKinsey. Kolom “Pesaing/Standar/Pendapat Pakar” memberi ringkasan dampak suatu fakta terhadap kualitas. Kolom “Kekuatan/Kelemahan” mencantumkan kategori suatu fakta berdasarkan keterangan fakta tersebut. Tiap-tiap butir di dalam tabel tersebut akan dijabarkan di bawah ini. 5.1.1 Kekuatan

Kekuatan (strength) merupakan sumber daya atau kapabilitas yang dikendalikan oleh atau tersedia bagi suatu organisasi yang membuat organisasi relatif lebih unggul dibandingkan pesaingnya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang

Universitas Indonesia

38

dilayaninya. Analisis terhadap data yang dikumpulkan menghasilkan 11 kekuatan yang dimiliki WPID, yaitu: K1. Format ensiklopedia: Artikel ditulis dengan gaya ensiklopedia yang ringkas dan padat sehingga mudah untuk dicerna sebagai pengantar suatu topik. K2. Artikel pilihan dan bagus: Mekanisme ini mendorong kolaborasi untuk melengkapi artikel tertentu dan menonjolkan artikel terpilih sebagai unjuk kasus (showcase). K3. Daftar artikel penting: Daftar ini memberikan prioritas pembuatan artikel untuk memudahkan wikipediawan dalam mencari ide tulisan untuk digarap. Fitur ini mendorong pembuatan artikel yang memang diperlukan oleh pencari informasi pada umumnya. K4. Proyekwiki dan portalwiki: Mekanisme pengumpulan anggota dengan minat yang sama untuk menggarap suatu topik, misalnya fisika atau politik, mendorong standardisasi dan prioritasi dalam pembuatan artikelartikel topik tersebut. K5. Pengambilan keputusan secara konsensus: Model ini meningkatkan rasa kepemilikan dan kebersamaan. Keputusan yang diambil pun menjadi lebih valid karena diambil berdasarkan kesepakatan bersama. K6. Versi terdahulu dan pengembalian: Fitur ini memudahkan pengembalian suatu versi artikel kepada versi sebelumnya yang dianggap lebih benar. K7. Pelindungan mencegah vandalisme: Fitur ini memudahkan pengurus untuk membatasi hak akses terhadap artikel tertentu guna mencegah perusakan isi artikel, terutama pada artikel yang rentan dirusak. K8. Revisi tunda meningkatkan pengendalian: Fitur ini membuat kestabilan artikel lebih mudah dijaga dan membuat pembaca mendapatkan informasi yang telah lebih dapat dipastikan keandalannya karena telah melalui proses penerimaan.

Universitas Indonesia

39

K9.

Tautan antarhalaman memudahkan pembelajaran: Penelusuran topik atau konsep terkait dimudahkan dengan sistem ini. Pembaca dapat dengan mudah berpindah ke halaman yang berisi penjelasan konsep terkait.

K10. Bot memudahkan pekerjaan: Pekerjaan yang memakan waktu bila dikerjakan secara manual, seperti penggantian kategori dan koreksi ejaan, seringkali dapat dipermudah dengan bot yang berjalan secara otomatis. K11. Perubahan terbaru memudahkan pemantauan: Penyajian semua log perubahan pada suatu halaman memudahkan pemantauan kemungkinan terjadinya aksi vandalisme artikel. 5.1.2 Kelemahan

Kelemahan (weakness) merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam satu atau lebih sumber daya atau kapabilitas suatu perusahaan relatif terhadap pesaingnya, yang menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif. Analisis terhadap data yang dikumpulkan menghasilkan 17 kelemahan yang dimiliki WPID, yaitu: L1. Artikel rintisan terlalu banyak: Keberadaan artikel-artikel semacam ini seperti pedang bermata dua. Di satu sisi perintisan artikel merupakan cara untuk meningkatkan jumlah artikel, tapi di sisi lain artikel rintisan yang terlalu banyak dan kurang berkualitas akan menurunkan citra kualitas secara keseluruhan. L2. Rujukan artikel kurang: Pencantuman rujukan merupakan salah satu mekanisme standar dalam penulisan ilmiah. Rujukan berfungsi untuk memberikan penghargaan terhadap sumber, memberikan kepastian tambahan terhadap kebenaran informasi, serta menyediakan petunjuk bagi orang yang ingin mendapatkan keterangan yang lebih lengkap. Ketidaklengkapan rujukan akan menurunkan citra kualitas secara keseluruhan. L3. Pengurus kurang: Pengurus adalah wikipediawan yang memiliki kemampuan tambahan yang bermanfaat untuk menjaga kualitas seperti

Universitas Indonesia

40

menghapus halaman dan mencekal pelaku perusakan. Kurangnya pengurus membuat pemeliharaan kualitas kadang tertunda. L4. Halaman pembicaraan kurang dimanfaatkan: Halaman pembicaraan ditujukan untuk mendiskusikan isi artikel agar lebih baik. Pembicaraan ini juga berguna sebagai rujukan di masa depan. Saat ini diskusi spesifik lebih banyak dilakukan di warung kopi atau halaman pembicaraan pengguna sehingga tidak terdokumentasi dengan baik. L5. Sifat dapat diedit siapa pun rentan vandalisme: Prinsip dasar “siapa pun dapat menyunting” sebenarnya diharapkan agar semua orang dapat membantu memperbaiki kesalahan atau menambahkan informasi yang berguna. Namun, hal ini kadang disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki niat baik. L6. Kebijakan tidak tersosialisasi dengan baik: Keluar masuknya kontributor aktif membuat penyampaian konsensus yang sudah pernah disepakati kadang tidak berjalan dengan mulus. Akibatnya, banyak pengguna baru yang tidak memahami pedoman dan berkonflik dengan pengguna lama. L7. Kriteria kelayakan artikel belum mantap: Sebagai suatu ensiklopedia umum, Wikipedia memiliki batasan tentang topik yang pantas untuk dicantumkan, misalnya berdasarkan pengaruh atau tingkat kedetailan suatu topik. Topik yang kurang layak dapat menurunkan citra kualitas, sedangkan topik yang terlalu detail dapat menggeser citra ensiklopedia umum menjadi spesifik. L8. Kriteria kualitas minimum belum ditetapkan: Pencari informasi

mengharapkan artikel yang tersedia dapat memenuhi kebutuhannya akan informasi. Kebutuhan ini antara lain dapat dipenuhi dengan kelengkapan, keluasan, dan kedalaman pembahasan. Artikel WPID yang memenuhi kebutuhan ini masih sangat terbatas jumlahnya. L9. Penghapusan kadang semena-mena. Penghapusan artikel diperlukan untuk menegakkan kelayakan artikel dan kualitas ensiklopedia. Keterbatasan waktu kadang membuat alasan penghapusan tidak dikomunikasikan

Universitas Indonesia

41

dengan baik kepada penulis. Hal ini dapat menurunkan semangat kontributor, terutama kontributor baru. L10. Peringatan menakutkan pengguna baru. Pemeliharaan Wikipedia

dilakukan dengan memanfaatkan templat-templat peringatan seperti untuk merapikan dan menambahkan rujukan. Pengguna baru kurang memahami hal ini dan dapat patah semangat untuk berkontribusi. L11. Penghargaan terhadap pengguna kurang: Wikipediawan berkontribusi secara sukarela dengan berbagai motivasi. Motivasi ini perlu dijaga antara lain dengan memberi penghargaan, bukan hukuman. Tiadanya motivasi dapat menyurutkan minta kontributor untuk menyumbang. L12. Pengguna aktif kurang: Meskipun jumlah anggota terdaftar meningkat, jumlah pengguna aktif relatif stagnan. Pengguna aktif diperlukan untuk meningkatkan kualitas artikel melalui kegiatan bersama. L13. Bidang minat kurang merata: Sebagai ensiklopedia umum, topik artikel WPID sangat beragam. Penulisan artikel biasanya didasarkan pada minat kontributor. Minat penulisan kadang kurang sesuai dengan minat pembaca. Pembaca yang mencari informasi dalam bidang tertentu yang justru kurang peminat penulisnya akan menganggap WPID tidak lengkap. L14. Pembinaan pengguna kurang: Kontributor potensial dapat kehilangan semangat karena tiadanya masukan atau penghargaan dari kontributor lama. L15. Perekrutan pengguna baru kurang baik: Kurangnya upaya menjaring kontributor dari berbagai bidang dan tingkat pendidikan dapat menurunkan distribusi artikel Wikipedia sebagai ensiklopedia umum. L16. Keterampilan bahasa kurang: Kualitas artikel secara sepintas dinilai orang berdasarkan bahasa yang digunakan. Kurangnya keterampilan menulis dan menerjemahkan dapat menghasilkan artikel yang buruk kualitasnya di mata pembaca. L17. Markah wiki sulit dipelajari: Markah wiki digunakan untuk memformat artikel menjadi lebih bagus dan indah dilihat. Kekurangpahaman
Universitas Indonesia

42

kontributor mengenai markah wiki membuat artikel tampak datar dan kurang menarik. 5.2 Lingkungan Eksternal

Identifikasi lingkungan eksternal dilakukan dengan metode hermeneutika terhadap data wawancara dan kajian dokumen. Fakta yang terkumpul dikelompokkan ke dalam kategorisasi PESTEL (politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum) untuk pemeriksaan kelengkapan identifikasi. Identifikasi ini

menghasilkan faktor peluang dan ancaman yang dimiliki oleh WPID.
Tabel 5.2 Lingkungan Eksternal No. 1 2 3 4 5 6 7 PESTEL Politik Politik Politik Ekonomi Ekonomi Sosial Sosial Fakta Pengakuan keberadaan komunitas Wikedia Indonesia sudah aktif Pemilu 2014 Buku teks dan artikel jurnal mahal Kebutuhan informasi meningkat Budaya membaca dan menulis Indonesia rendah Kesadaran akademisi tentang manfaat WPID meningkat Kepercayaan dan penerimaan akademisi rendah Internet semakin mudah diakses MediaWiki terus dikembangkan Alat bantu tambahan terus dikembangkan Adaptasi Lisensi Creative Commons Kesadaran hak cipta masyarakat rendah Dampak Peluang kerja sama dan sosialisasi Peluang kerja sama Ancaman pencitraan Peluang menggantikan Peluang mengisi kebutuhan Ancaman jumlah pembaca dan kontributor Peluang untuk mengajak akademisi ikut berkontribusi Ancaman tidak digunakan Peluang/ Ancaman Peluang Peluang Ancaman Peluang Peluang Ancaman Peluang

8

Sosial

Ancaman

9 10 11 12 13

Teknologi Teknologi Teknologi Hukum Hukum

Peluang pembaca dan kontributor Peluang fitur tambahan Peluang kemudahan Peluang kepastian hukum Ancaman pelanggaran hak cipta materi

Peluang Peluang Peluang Peluang Ancaman

Tabel 5.2 menyajikan daftar fakta lingkungan eksternal WPID. Kolom “PESTEL” memberi kategorisasi fakta dalam analisis PESTEL. Kolom “Dampak” memberi ringkasan dampak suatu fakta terhadap kualitas. Kolom “Peluang/Ancaman”

Universitas Indonesia

43

mencantumkan kategori suatu fakta berdasarkan dampak fakta tersebut. Tiap-tiap butir di dalam tabel tersebut akan dijabarkan di bawah ini. 5.2.1 Peluang

Peluang (opportunity) merupakan situasi atau tren yang menguntungkan dalam lingkungan suatu organisasi. Munculnya segmen pasar baru dan membaiknya hubungan antara pembeli dan pemasok adalah contoh faktor yang dapat menjadi peluang bagi organisasi. Analisis terhadap data yang dikumpulkan menghasilkan 9 peluang yang dimiliki WPID, yaitu: P1. Pengakuan keberadaan komunitas: Komunitas WPID telah diakui keberadaannya oleh banyak pihak, termasuk instansi pemerintah. Hal ini membuat WPID kerap diundang pada berbagai acara yang menjadi peluang untuk perekrutan kontributor baru dan pengenalan mekanisme Wikipedia. P2. Wikimedia Indonesia telah aktif: Badan hukum WMID merupakan peluang untuk dapat bekerja sama dengan institusi lain. P3. Buku teks dan artikel jurnal mahal: Peluang untuk WPID yang dapat memberikan ringkasan informasi dengan gratis dan memberi pedoman rujukan mana yang mungkin layak untuk dibeli. P4. Kebutuhan informasi meningkat: Peluang karena dapat mengisi informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan ringkas. P5. Kesadaran akademisi tentang manfaat WPID meningkat: Peluang karena membuka jalan untuk kerja sama untuk meningkatkan manfaat sesuai dengan kebutuhan akademis. P6. Internet semakin mudah diakses: Peluang karena pembaca Wikipedia dapat meningkat, bahkan melalui ponsel. P7. MediaWiki terus dikembangkan: Peluang karena fitur yang disediakan semakin banyak dan kemudahan penggunaan semakin meningkat. P8. Alat bantu tambahan terus dikembangkan: Peluang karena pemanfaatan alat bantu ini dapat memudahkan pemeliharaan artikel.
Universitas Indonesia

44

P9.

Adaptasi Lisensi Creative Commons: Peluang karena kepastian hukum lisensi Wikipedia dan paparan publik meningkat.

5.2.2

Ancaman

Ancaman (threat) merupakan situasi atau tren yang tidak menguntungkan dalam lingkungan suatu organisasi. Munculnya pesaing baru adalah contoh faktor yang dapat menjadi ancaman bagi organisasi. Analisis terhadap data yang dikumpulkan menghasilkan 4 ancaman yang dimiliki WPID, yaitu: A1. Pemilu 2014: Ancaman karena partai-partai politik akan memanfaatkan WPID sebagai sarana kampanye. A2. Budaya membaca dan menulis Indonesia rendah: Ancaman karena minat baca yang rendah mengurangi jumlah pembaca dan minat tulis yang rendah menurunkan jumlah kontributor. A3. Kepercayaan dan penerimaan akademisi rendah: Ancaman karena pemanfaatan artikel WPID dapat berkurang dengan kurangnya

kepercayaan terhadap kualitas artikel. A4. Kesadaran hak cipta masyarakat rendah: Ancaman karena nilai lebih lisensi CC BY-SA tidak disadari dan konten Wikipedia dapat tercemar dengan materi yang tidak cocok dengan lisensi yang diterapkan. 5.3 Analisis SWOT

Setelah identifikasi faktor kekuatan (K), kelemahan (L), peluang (P), dan ancaman (A), analisis dilanjutkan dengan penyusunan matriks SWOT. Matriks yang terbentuk terdiri dari empat bagian, yaitu kombinasi KP (kekuatan-peluang), KA (kekuatan-ancaman), LP (kelemahan-peluang), serta LA (kelemahan-ancaman). Setiap bagian matriks diisi dengan strategi yang sesuai dengan kombinasi faktor internal dan eksternal. Contohnya, kombinasi antara kekuatan format ensiklopedia (K1) dapat digunakan untuk meraih peluang pengakuan komunitas oleh beberapa lembaga pemerintah (P1) melalui strategi untuk menyosialisasikan manfaat format ini melalui lembaga tersebut. Hasil ini selanjutnya didiskusikan dengan beberapa

Universitas Indonesia

45

orang wikipediawan untuk mendapat masukan mengenai keterterapan strategistrategi tersebut. Strategi KP (kekuatan dan peluang) atau SO (strengh and opportunity) adalah strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk memaksimalkan peluang. Dari 11 kekuatan dan 9 peluang, diperoleh 8 strategi KP. Strategi KA (kekuatan dan ancaman) atau ST (strength and threat) adalah strategi yang menggunakan kekuatan untuk meminimalkan ancaman. Dari 11 kekuatan dan 4 ancaman diperoleh 5 strategi KA. Strategi LP (kelemahan dan peluang) atau WO (weakness and opportunity) adalah strategi yang meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang. Dari 17 kelemahan dan 9 peluang, diperoleh 11 strategi LP. Strategi LA (kelemahan dan ancaman) atau WT (weakness and threat) adalah strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. Dari 17 kelemahan dan 4 ancaman diperoleh 10 strategi KP.

Universitas Indonesia

46 Tabel 5.3 Matriks SWOT PELUANG Pengakuan keberadaan komunitas Wikipedia Wikimedia Indonesia Rujukan ilmiah mahal Kebutuhan informasi meningkat Kesadaran manfaat meningkat Internet mudah diakses MediaWiki dikembangkan Alat bantu tambahan dikembangkan Adaptasi Lisensi Creative Commons Menyosialisasikan manfaat melalui Kemenkominfo dan Kemendiknas (K1, K2, K9, P1, P4, P5) Mengenalkan mekanisme pengendalian yang ada (K6, K7, K8, K11, P5) Melakukan pelatihan menulis dengan berfokus pada artikel penting (K3, P2) Membuat buku Wikipedia dengan lisensi CC (K2, P3, P4, P9) Menggiatkan Proyekwiki ilmiah untuk menetapkan standar rujukan (K4, K5, P3) Mendorong penggunaan bot dan alat bantu tambahan lain (K10, P7, P8) Membuat peralatan yang memudahkan pemantauan perubahan terbaru (K6, K11, P6, P7, P8) Menyebarkan konten melalui jejaring sosial (K1, K2, P6) ANCAMAN Pemilu 20014 Budaya membaca dan menulis Indonesia rendah Kepercayaan dan penerimaan akademisi rendah Kesadaran hak cipta masyarakat rendah

P1. P2. P3. P4. P5. P6. P7. P8. P9. K1. K2. K3. K4. Format ensiklopedia Artikel pilihan dan bagus Daftar artikel penting Proyekwiki dan portalwiki K5. Pengambilan keputusan secara konsensus K6. Versi terdahulu dan pengembalian K7. Pelindungan mencegah vandalisme K8. Revisi tunda meningkatkan pengendalian K9. Tautan antarhalaman K10. Bot memudahkan pekerjaan K11. Perubahan terbaru memudahkan pemantauan KP1.

A1. A2. A3. A4.

KP2.

KP3.

KEKUATAN

KP4.

KP5.

KA1. Mengetatkan kebijakan kelayakan artikel (K5, A1) KA2. Melengkapi artikel dengan media lain (K1, K2, K3, K4, K9, A2) KA3. Mengenalkan mekanisme pengendalian (K6, K7, K8, K11, A3) KA4. Menerapkan kebijakan pengambilan informasi (K5, A4) KA5. Menggunakan bot dan alat bantu lain untuk memantau penambahan atau perubahan (K10, K11, A1)

KP6.

KP7.

KP8.

Universitas Indonesia

47 Tabel 5.3 Matriks SWOT PELUANG Pengakuan keberadaan komunitas Wikipedia P2. Wikimedia Indonesia P3. Rujukan ilmiah mahal P4. Kebutuhan informasi meningkat P5. Kesadaran manfaat meningkat P6. Internet mudah diakses P7. MediaWiki dikembangkan P8. Alat bantu tambahan dikembangkan P9. Adaptasi Lisensi Creative Commons LP1. Menambah rujukan untuk memberi saran bacaan lanjutan (L2, P3, P4, P5) LP2. Menambah jumlah pengurus (L3, L5, P3, P4, P5) LP3. Menyosialisasikan fungsi halaman pembicaraan (L4, P1) LP4. Memanfaatkan peralatan yang sesuai yang ada di Wikipedia lain (L1, L2, L5, L11, L17, P6, P7) LP5. Mengadopsi kebijakan dan templat yang sesuai dari Wikipedia lain (L1, L5, L7, L8, L9, L10, L11, P4) LP6. Menyosialisasikan kebijakan Wikipedia melalui kegiatan luring (L6, P1, P2) LP7. Melakukan kegiatan pelatihan luring (L12, L13, L14, L15, L16, L17, P1, P2) LP8. Menyortir dan mengembangkan artikel rintisan (L1, P8) LP9. Menyertakan Wikipedia dalam kegiatan CCID (L15, P9) LP10. Melibatkan akademisi dalam peningkatan kualitas (L8, P2, P5) LP11. Mengembangkan alat penghitung kualitas (L8, P8) P1. ANCAMAN Pemilu 20014 Budaya membaca dan menulis Indonesia rendah Kepercayaan dan penerimaan akademisi rendah Kesadaran hak cipta masyarakat rendah

A1. A2. A3. A4.

L1. L2. L3. L4. L5. L6. L7. KELEMAHAN L8. L9. L10. L11. L12. L13. L14. L15. L16. L17.

Artikel rintisan terlalu banyak Rujukan artikel kurang Pengurus kurang Halaman pembicaraan kurang dimanfaatkan Sifat dapat diedit siapa pun rentan Kebijakan tidak tersosialisasi Kriteria kelayakan belum mantap Kriteria kualitas belum ditetapkan Penghapusan kadang semena-mena Peringatan menakutkan pengguna baru Penghargaan pengguna kurang Pengguna aktif kurang Bidang minat kurang merata Pembinaan pengguna baru kurang Perekrutan pengguna baru kurang Keterampilan bahasa kurang Markah wiki sulit dipelajari

LA1. Mengetatkan kebijakan kelayakan artikel (L1, L2, L7, A1) LA2. Mendorong pemberian media lain dalam artikel (L1, A2) LA3. Menyosialisasikan mekanisme pengendalian (L4, L5, L6, A3) LA4. Membuat pedoman pengambilan sumber yang lebih jelas (L9, L10, A2, A4) LA5. Menambah jumlah pengurus (L3, A1) LA6. Mengetatkan kebijakan kualitas (L1, L2, L8, A3) LA7. Meningkatkan koordinasi antarpengurus (L9, L10, L11, L12, L14, L17, A1, A2) LA8. Merancang program pembinaan pengguna (L11, L12, L13, L14, L15, L16, L17, A2, A3) LA9. Menyelenggarakan kompetisi menulis (L12, A2) LA10. Mengadakan pertemuan rutin dengan akademisi dari berbagai bidang (L6, L8, L13, L15, A3)

Tabel 5.3 menggambarkan matriks SWOT dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) berada pada bagian baris, sedangkan peluang (opportunity) dan ancaman (threat) berada pada bagian kolom.

Universitas Indonesia

48

5.4

Formulasi Strategi

Formulasi strategi dilakukan berdasarkan strategi kombinasi pada matriks SWOT. Strategi kombinasi yang mirip digabungkan agar upaya pelaksanaannya dapat dikoordinasikan. Bersamaan dengan penggabungan tersebut, tiap-tiap strategi dikelompokkan sesuai dengan delapan tahap perubahan Kotter. Berikut hasil formulasi strategi tersebut.
Tabel 5.4 Formulasi Strategi Kode S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 Strategi Merumuskan dan mengenalkan ukuran kualitas artikel Meningkatkan jumlah dan koordinasi pengurus Memperketat kriteria kualitas Memperketat kriteria kelayakan Memperketat persyaratan rujukan Mengadopsi kebijakan yang sesuai dari bahasa lain Mengenalkan mekanisme pengendalian kepada publik Menyelenggarakan lomba menulis Menggalakkan pelatihan menulis untuk publik Melibatkan akademisi dalam peningkatan kualitas Merancang dan menjalankan program pembinaan daring Menggiatkan Proyekwiki dan Portalwiki Memberdayakan peralatan bantuan Menyebarkan konten melalui jejaring sosial Menyebarkan konten berlisensi CC melalui media luring Mengembangkan artikel rintisan Melengkapi artikel dengan multimedia Mengadakan pertemuan berkala dengan akademisi Menyempurnakan kebijakan dengan kriteria kualitas yang baru Menumbuhkan kesadaran hak cipta Sumber LP11 LP2, LA5, LA7 LP8, LA6 KA1, LA1 LP1, LA1 LP5 KP1, KP2, KA3, LP3, LP6, LP9, LA3 LA9 KP3, LP7 LP10 KA8 KP5 KP6, KP7, KA5, LP4 KP8 KP4, LP9 LP8 KA2, LA2 LA10 LP5, LP10, LA10 KA4 Tahap 1 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 6 6 7 7 8 8 8

Tabel 5.4 mencantumkan daftar strategi yang telah diformulasikan berdasarkan analisis sebelumnya. Kolom “Kode” berisi kode strategi yang berurutan dan diberi awalan huruf “S”. Kolom “Strategi” berisi nama strategi usulan. Kolom “Sumber” berisi sumber strategi tersebut dengan empat jenis awalan, yaitu KP (kekuatan-

Universitas Indonesia

49

peluang),

KA

(kekuatan-ancaman),

LP

(kelemahan-peluang),

serta

LA

(kelemahan-ancaman). Kolom “Tahap” berisi nomor tahap menurut delapan tahap perubahan Kotter (1996). 5.4.1 Merumuskan dan Mengenalkan Ukuran Kualitas Artikel

Ukuran dasar kualitas artikel dapat diperoleh dari berbagai statistik dan halaman istimewa
11

yang sudah disediakan oleh perangkat lunak MediaWiki seperti

halaman yatim, halaman buntu, dll. Kriteria ini belum banyak disadari oleh para wikipediawan sehingga perumusan dan pengenalan kriteria ini dapat

meningkatkan kesadaran tentang kualitas WPID secara keseluruhan. Ukuran kualitas antara lain dapat dilihat dari: 1. Halaman tanpa jaringan. Artikel-artikel WPID saling terkait melalui tautan sehingga membentuk jaringan artikel. Adanya halaman buntu (halaman yang tidak memiliki tautan ke halaman lain) dan halaman yatim (halaman yang tidak ditautkan dari halaman manapun) menandakan tidak terjalinnya jaringan artikel. Halaman buntu dan halaman yatim tidak boleh ada. 2. Halaman tanpa kategori. Kategori merupakan sarana pengelompokan halaman dan dapat digunakan untuk mencari topik terkait. Semua halaman –termasuk berkas, templat, dan kategori–harus dikelompokkan paling tidak dalam satu kategori. 3. Berkas, templat, atau kategori yang tidak digunakan. Ketiga jenis artefak ini perlu digunakan dalam salah satu halaman. Artefak yang tidak dipakai adalah kemubaziran dan dapat membingungkan pembaca. Semua artefak seharusnya dipakai paling tidak pada satu halaman. 4. Halaman yang diinginkan. Halaman–termasuk berkas, templat, dan kategori–yang ditautkan dari halaman lain akan berwarna merah (pranala merah) bila belum dibuat. Pada kasus berkas dan templat, ketiadaan halaman ini dapat merusak tata letak suatu halaman. Halaman yang diinginkan harus dibuat atau dihilangkan dari halaman lain.
11

http://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Halaman_istimewa Universitas Indonesia

50

Ukuran-ukuran kualitas ini perlu dirumuskan dan dikembangkan, misalnya dengan jumlah artikel rintisan, panjang minimum artikel, kelengkapan artikel, dll. 5.4.2 Meningkatkan Jumlah dan Koordinasi Pengurus

Hasil wawancara menunjukkan bahwa secara umum jumlah pengurus dirasa kurang. Sifat sukarela membuat setiap pengurus hanya dapat meluangkan waktu sekadarnya untuk menjaga kualitas. Jumlah pengurus yang lebih banyak akan dapat meningkatkan pengawasan kualitas. Selain jumlah, pedoman-pedoman pengurus perlu dirumuskan dan dieksplisitkan agar ada kesamaan tindakan antarpengurus. Pedoman ini antara lain meliputi halhal berikut: 1. Kriteria, tenggat, dan prosedur penghapusan halaman 2. Kriteria, lama, dan prosedur pencekalan pengguna 3. Kriteria validasi artikel Pengurus merupakan agen perubahan yang terpenting serta dapat menularkan semangat perubahan dan membantu memberi bimbingan kepada para pengguna lain. 5.4.3 Memperketat Kriteria Kualitas

Kriteria kualitas minimum artikel WPID saat ini ditetapkan melalui kriteria artikel rintisan. Kriteria ini menyebutkan bahwa satu tulisan boleh hanya terdiri dari satu kalimat yang menjelaskan topik. Kriteria ini perlu ditingkatkan agar tulisan WPID lebih berkualitas dan bermanfaat bagi pembaca. Penetapan kriteria mungkin perlu dilakukan per domain artikel dan dengan bantuan pakar dalam domain tersebut. Pengetatan kriteria kualitas perlu juga dilakukan terhadap artikel pilihan. Selain butir-butir yang telah dijabarkan pada subbab 5.4.1, beberapa kriteria lain yang dapat digunakan untuk kriteria kualitas adalah sebagai berikut: 1. Jumlah kalimat 2. Multimedia (gambar, audio, video)

Universitas Indonesia

51

3. Keterbacaan 4. Tata letak 5. Gaya tulisan Kriteria-kriteria ini perlu dituangkan dalam pedoman gaya yang dipahami dan dapat dijadikan rujukan oleh semua kontributor WPID. 5.4.4 Memperketat Kriteria Kelayakan

Keterbukaan Wikipedia dan tingginya keterpaparan Wikipedia terhadap mesin pencari membuat WPID menjadi sasaran berbagai pihak untuk memublikasikan kepentingan mereka. Kriteria kelayakan artikel perlu diperjelas dan diperketat untuk memudahkan pengambilan keputusan apakah suatu artikel layak dimasukkan atau tidak. Kebijakan kelayakan artikel yang ada saat ini perlu ditinjau ulang dengan
12

saksama dan disepakati dengan konsensus

. Pembuatan kebijakan kelayakan ini

dapat dilakukan dengan mencontoh kebijakan dari WPEN dan menyesuaikannya dengan konteks Indonesia. Kriteria kelayakan pun perlu terus menerus diperluas dan dibuat lebih spesifik untuk suatu topik tertentu berdasarkan kebutuhan, misalnya spesifik untuk klub olahraga, grup musik, dll. 5.4.5 Memperketat Persyaratan Rujukan

Rujukan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan keandalan artikel. Budaya pencantuman rujukan di WPID perlu ditingkatkan. Bantuan untuk pencantuman rujukan pun perlu dibentuk agar memudahkan para kontributor. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk strategi ini adalah: 1. Mengeksplisitkan jenis dan sumber rujukan yang dapat diterima 2. Membuat statistik jumlah artikel tanpa rujukan 3. Membuat halaman-halaman pedoman pencarian rujukan

12

http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Kelayakan_artikel Universitas Indonesia

52

Strategi ini membutuhkan waktu yang lama dan bertahap karena melibatkan penumbuhan budaya baru bagi wikipediawan. 5.4.6 Mengadopsi Kebijakan yang Sesuai dari Bahasa Lain

Lain ladang memang lain belalang, tapi sifat berbagai bahasa Wikipedia secara umum serupa. Wikipedia bahasa lain sudah lebih berkembang, seperti Wikipedia bahasa Inggris, telah memiliki kumpulan kebijakan yang lebih banyak dan komprehensif dibandingkan WPID. Jenis kebijakan dan pedoman yang dapat diadopsi dari Wikipedia bahasa lain di antaranya adalah: 1. Kebijakan penghapusan dan pencekalan 2. Kebijakan kelayakan 3. Pedoman gaya Adopsi ini perlu dilakukan dengan penyesuaian konteks kondisi dan budaya WPID serta melalui mekanisme konsensus yang ada. 5.4.7 Mengenalkan Mekanisme Pengendalian kepada Publik

Hasil wawancara dengan akademisi menunjukkan bahwa mekanisme Wikipedia tidak diketahui secara luas. Meskipun prinsip dasar Wikipedia mengizinkan siapa pun untuk menyunting artikel, Wikipedia memiliki mekanisme untuk

mengendalikan kontribusi yang masuk. Beberapa fasilitas pengendalian yang dimiliki WPID adalah sebagai berikut: 1. Halaman perubahan terbaru 2. Halaman versi terdahulu 3. Halaman pembicaraan 4. Pelarangan pembuatan artikel baru pengguna anonim 5. Pengembalian suntingan 6. Pelindungan halaman

Universitas Indonesia

53

7. Pencekalan pengguna Berbagai mekanisme ini telah dimanfaatkan secara gotong royong oleh para anggota aktif wikipedia untuk memelihara kualitas wikipedia. Pengetahuan tentang adanya mekanisme ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap keandalan artikel wikipedia. Meskipun bebas disunting, Wikipedia bukan tanpa kendali. Upaya pengenalan ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Kemenkominfo, Kemendiknas, institusi pendidikan, Creative Commons Indonesia, dan Wikimedia Indonesia. 5.4.8 Menyelenggarakan Lomba Menulis

Kompetisi penulisan Wikipedia yang dilakukan WMID terbukti dapat meningkatkan kontribusi pengguna dan kualitas artikel. Kegiatan ini perlu lebih sering dilakukan dan dilakukan langsung oleh komunitas. Penyelenggaraan lomba menulis dapat membantu beberapa hal berikut: 1. Memantapkan kriteria kualitas tulisan 2. Meningkatkan jumlah artikel dalam suatu topik tertentu 3. Mempercepat proses pembelajaran teknik penyuntingan Lomba menulis dari komunitas WPID perlu dilaksanakan dengan kerja sama dengan pihak-pihak eksternal seperti lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, komunitas hobi, dll. 5.4.9 Menggalakkan Pelatihan Menulis untuk Publik

Kegiatan pelatihan menulis untuk publik bersifat multifungsi, yaitu: 1. Mengenalkan mekanisme Wikipedia kepada publik yang lebih luas 2. Menjaring kontributor baru untuk WPID dari berbagai kalangan dan minat 3. Memberi penghargaan kepada wikipediawan senior dengan kesempatan berperan sebagai pelatih

Universitas Indonesia

54

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan kerja sama dengan pihak eksternal dan diharapkan akan meningkatkan kemampuan kontributor Wikipedia untuk membuat artikel berkualitas. 5.4.10 Melibatkan Akademisi dalam Peningkatan Kualitas

Akademisi adalah pihak yang paling tahu kualitas yang diharapkan dari suatu tulisan pada domain tertentu. Pelibatan akademisi dapat dilakukan dengan mengundang dewan redaksi dari kalangan ini atau dengan meminta penelaahan terhadap artikel. Proses ini dapat dilakukan melalui kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Keterlibatan akademisi antara lain dapat membantu: 1. Menyesuaikan terminologi spesifik dalam suatu bidang 2. Menilai kelengkapan dan kedalaman artikel 3. Memberi berbagai perspektif untuk memenuhi prinsip sudut pandang netral Selain akademisi, praktisi atau pakar lain dalam bidang tertentu juga perlu dilibatkan, misalnya wartawan olahraga, praktisi perbankan, dll. 5.4.11 Merancang dan Menjalankan Program Pembinaan Daring

Saat ini WPID tidak memiliki program pembinaan pengguna secara terstruktur. Kurva pembelajaran pengguna baru biasanya relatif terjal. Program pembinaan akan dapat melandaikan kurva ini dengan bantuan para wikipediawan yang sudah lebih berpengalaman. Program pembinaan daring dapat dibagi menjadi pembinaan terhadap pengguna baru, pengguna reguler, dan calon pengurus. Pembinaan ini dapat dilakukan melalui halaman-halaman bantuan dan pedoman WPID maupun melalui pelatihan langsung dengan bimbingan sukarelawan wikipediwan senior. Materi-materi yang dapat dijalankan di antaranya: 1. Prinsip, kebijakan, dan pedoman

Universitas Indonesia

55

2. Bahasa dan gaya tulisan 3. Markah wiki dan peralatan bantuan 4. Interaksi dan kolaborasi 5. Pemeliharaan kualitas Selain meningkatkan keterampilan, mekanisme ini pun akan dapat membantu meningkatkan hubungan antarpengguna. 5.4.12 Menggiatkan Proyekwiki dan Portalwiki

Proyekwiki dan portalwiki merupakan sarana untuk mengoordinasikan para kontributor dengan minat yang sama. Kolaborasi ini antara lain diperlukan untuk menentukan kualitas artikel dan berbagi informasi dalam suatu topik tertentu. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam strategi ini antara lain adalah: 1. Mencarikan pakar untuk berkontribusi dalam proyekwiki atau portalwiki 2. Meningkatkan keterpaparan kolaborasi ini dengan mencantumkannya di halaman utama WPID 3. Membuat bot untuk membantu berbagai aktivitas proyek, termasuk mengumpulkan data statistik kegiatan Kedua sarana kolaborasi ini telah berkembang di WPEN. Perlu dilakukan studi banding terhadap pelaksanaan kolaborasi tersebut di sana. 5.4.13 Memberdayakan Peralatan Bantuan

Berbagai jenis bot, ekstensi, skrip, dan program tambahan telah dikembangkan dan digunakan pada Wikipedia bahasa lain untuk membantu pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan kualitas. Peralatan-peralatan bantuan ini banyak yang belum digunakan di Wikipedia Indonesia. Pemanfaatannya akan mempermudah pelaksanaan pekerjaan. Beberapa domain yang dapat dibantu oleh peralatan bantuan adalah: 1. Penyuntingan teks

Universitas Indonesia

56

2. Pengutipan sumber 3. Pemantauan perubahan 4. Penghitungan statistik Peralatan bantuan dapat juga ditempatkan pada toolserver yang disediakan oleh Wikimedia Jerman secara gratis. 5.4.14 Menyebarkan Konten Melalui Jejaring Sosial

Kepopuleran jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter perlu dimanfaatkan untuk menyebarkan konten pilihan dari WPID. Jenis konten yang dapat disebarkan antara lain artikel pilihan, artikel bagus, artikel bertopik Indonesia, artikel yang sedang tren, tahukah Anda, serta hari ini dalam sejarah. Saat ini upaya penyebaran konten melalui jejaring sosial telah dilakukan oleh para wikipediawan secara sporadis. Upaya ini perlu lebih dikoordinasikan, misalnya melalui proyekwiki. 5.4.15 Menyebarkan Konten Berlisensi CC Melalui Media Luring

Selain untuk kegiatan pengenalan mekanisme Wikipedia, kerja sama dengan pihak eksternal dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan konten Wikipedia melalui media luring seperti buku dan CD/DVD. Penyebaran ini dapat membantu meningkatkan penyebaran konten terbuka Wikipedia, sekaligus memfokuskan upaya perbaikan kualitas artikel-artikel yang dipilih untuk disebarkan. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan dalam strategi ini adalah: 1. Kerja sama dengan komunitas distro Linux Indonesia, misalnya BlankOn, untuk menyertakan konten WPID dalam distribusi mereka 2. Pemanfaatan ekstensi Buku dari PediaPress untuk membuat versi cetak berdasarkan topik tertentu Lisensi bebas yang diterapkan dapat meningkatkan penyebaran konten ini yang pada gilirannya akan membuat lebih banyak orang merasakan manfaat Wikipedia.

Universitas Indonesia

57

5.4.16

Mengembangkan Artikel Rintisan

Artikel rintisan yang ada di WPID saat ini mencapai 35.000 lebih. Seiring dengan peningkatan kriteria kualitas minimum, artikel rintisan perlu dikembangkan agar pembaca mendapat nilai tambah saat membacanya. Pengembangan artikel rintisan dapat dilakukan melalui mekanisme proyekwiki. Materi pengembangan dapat diperoleh melalui strategi pengayaan rujukan (subbab 5.4.5). 5.4.17 Melengkapi Artikel dengan Multimedia

Minat pembaca dapat ditingkatkan dengan memberikan berbagai jenis media seperti gambar, audio, dan video. Konten tambahan semacam ini meningkatkan citra kualitas artikel. Wikimedia memusatkan repositori multimedianya di Wikimedia Commons. WPID perlu sedikit demi sedikit mengarahkan para penggunanya untuk menunggah multimedia ke Wikimedia Commons agar memudahkan pengendalian dan memperluas penggunaan materi tersebut ke berbagai proyek lain. 5.4.18 Mengadakan Pertemuan Berkala dengan Akademisi

Guna membudayakan sekaligus menyosialisasikan kepedulian WPID terhadap kualitas ilmiah artikelnya, WPID perlu mengadakan pertemuan berkala dengan akademisi. Pertemuan-pertemuan tersebut diharapkan dapat menampung masukan dari kalangan akademisi untuk membantu upaya perbaikan terus-menerus dari WPID sekaligus menanamkan arti penting kualitas kepada para wikipediawan. Pertemuan-pertemuan ini dapat dilakukan antara lain dengan: 1. Lembaga pendidikan, seperti perguruan tinggi 2. Lembaga penelitian, seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 3. Asosiasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 4. Organisasi mahasiswa, seperti senat mahasiswa

Universitas Indonesia

58

Pertemuan dapat dilakukan dengan berbagai format, seperti rapat, diskusi, seminar, atau pelatihan. 5.4.19 Menyempurnakan Kebijakan dengan Kriteria Kualitas yang Baru

Tolok ukur kualitas yang diperoleh melalui masukan dari kalangan akademisi perlu dibudayakan dengan mencantumkannya dalam kebijakan dan pedoman yang berlaku. Pencantuman ini memastikan bahwa kriteria-kriteria baru kualitas ilmiah artikel akan dilestarikan dan dipahami oleh para wikipediawan. Proses penyempurnaan ini merupakan suatu proses berkelanjutan. Sesuai dengan model kolaboratif Wikipedia, gagasan-gagasan baru tentang kualitas yang muncul dari komunitas perlu ditanggapi dan dan dikembangkan. 5.4.20 Menumbuhkan Kesadaran Hak Cipta

Sebagai ensiklopedia konten terbuka, isi Wikipedia perlu dijaga agar tak melanggar hak cipta. Kontributor perlu memperhatikan masalah hak cipta sewaktu menambahkan materi ke dalam Wikipedia. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam strategi ini adalah: 1. Menyempurnakan halaman kebijakan dan pedoman tentang hak cipta 2. Memasukkan materi hak cipta dalam pembinaan pengguna dan publik 3. Menyediakan bantuan dan pedoman untuk permintaan izin Perhatian terhadap hak cipta dapat mengangkat reputasi WPID pada kalangan ilmiah khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Universitas Indonesia

59

5.5

Rencana Kerja

Dari daftar strategi yang telah diformulasikan, rencana kerja tahunan disusun berdasarkan proses delapan tahap Kotter. Tahun pertama difokuskan untuk mencairkan kondisi dengan pelaksanaan strategi yang termasuk dalam tahap 1 s.d. 4 Kotter, yaitu meningkatkan urgensi, membentuk koalisi penggerak, menetapkan visi dan strategi, serta mengomunikasikan visi. Selanjutnya, tahun kedua diarahkan untuk melaksanakan strategi perubahan melalui strategi tahap 5 dan 6 Kotter, yaitu memberdayakan tindakan dan mewujudkan keberhasilan jangka pendek. Akhirnya, pada tahun ketiga dilakukan strategi dua tahap terakhir Kotter, yaitu mengonsolidasikan pencapaian dan melanjutkan perubahan serta

menanamkan pendekatan baru ke dalam budaya organisasi.
Tabel 5.5 Rencana Kerja Implementasi Strategi Kode S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 Strategi Merumuskan dan mengenalkan ukuran kualitas artikel Meningkatkan jumlah dan koordinasi pengurus Memperketat kriteria kualitas Memperketat kriteria kelayakan Memperketat persyaratan rujukan Mengadopsi kebijakan yang sesuai dari bahasa lain Mengenalkan mekanisme pengendalian kepada publik Menyelenggarakan lomba menulis Menggalakkan pelatihan menulis untuk publik Melibatkan akademisi dalam peningkatan kualitas Merancang dan menjalankan program pembinaan daring Menggiatkan Proyekwiki dan Portalwiki Memberdayakan peralatan bantuan Menyebarkan konten melalui jejaring sosial Menyebarkan konten berlisensi CC melalui media luring Mengembangkan artikel rintisan Melengkapi artikel dengan multimedia Mengadakan pertemuan berkala dengan akademisi Menyempurnakan kebijakan dengan kriteria kualitas yang baru Menumbuhkan kesadaran hak cipta Thn 2012 * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Thn 2013 Thn 2014

Tabel 5.5 memuat rencana kerja penerapan strategi selama jangka waktu tiga tahun (antara tahun 2012 hingga 2014).
Universitas Indonesia

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dan analisis pada bab sebelumnya, bab ini menjabarkan kesimpulan dan saran yang diperoleh dari penelitian. Subbab kesimpulan menjawab pertanyaan dan tujuan penelitian berdasarkan hasil yang diperoleh dengan penerapan kerangka teoretis dan metodologi penelitian. Subbab saran dibagi menjadi dua, yaitu saran praktis untuk subjek penelitian serta saran teoretis untuk para peneliti lain. 6.1 Kesimpulan

Seperti telah diuraikan pada Bab 1, pertanyaan penelitian ini adalah “Bagaimana strategi Wikipedia bahasa Indonesia untuk meningkatkan kualitas artikelnya agar memenuhi standar rujukan ilmiah?” dengan tujuan spesifik untuk membuat strategi peningkatan kualitas ilmiah dan rencana kerja penerapan strategi tersebut. Hasil dan analisis pada Bab 5 berhasil menjawab pertanyaan dan tujuan penelitian dengan menerapkan kerangka teoretis, pengetahuan tentang organisasi, serta metodologi penelitian yang masing-masing telah dijabarkan pada Bab 2, Bab 3, dan Bab 4. Berikut uraian kesimpulan penelitian: 1. Peningkatan kualitas ilmiah WPID dapat dicapai melalui dua puluh strategi. Strategi yang diusulkan antara lain berkaitan dengan kebijakan kualitas, koordinasi anggota, pelatihan dan lomba, pelibatan akademisi, serta pelengkapan dan penyebaran konten. Berbagai strategi ini saling berkaitan dan menunjang pencapaian tujuan akhir peningkatan kualitas ilmiah WPID. 2. Pelaksanaan strategi dapat dilakukan melalui suatu rencana kerja tiga tahun. Tahun pertama ditujukan untuk meningkatkan urgensi, membentuk koalisi penggerak, serta menetapkan dan mengomunikasikan visi. Selanjutnya, tahun kedua ditujukan untuk memberdayakan tindakan dan

60

Universitas Indonesia

61

mewujukan keberhasilan jangka pendek. Terakhir, tahun ketiga ditujukan untuk melanjutkan perubahan dan menanamkan pendekatan baru. 3. Analisis SWOT menghasilkan 11 kekuatan, 17 kelemahan, 10 peluang, dan 4 ancaman yang dimiliki oleh WPID. Kekuatan WPID antara lain berasal dari artikel tentang Indonesia, artikel pilihan, dan mekanisme internal yang telah dimiliki untuk mengendalikan kualitas. Kelemahan WPID antara lain berasal dari kurangnya pembinaan terhadap kontributor, kurangnya rujukan artikel, serta kurang matangnya kebijakan. Peluang bagi WPID antara lain berasal dari kebutuhan informasi dan kemajuan teknologi. Ancaman bagi WPID antara lain berasal dari menjelangnya Pemilu 2014 dan rendahnya budaya baca tulis. Kajian sistematis secara ilmiah ternyata dapat menjawab masalah praktis yang dihadapi oleh organisasi, dalam hal ini Wikipedia bahasa Indonesia. Beberapa hal lain yang dipelajari selama penelitian ini selanjutnya akan dijabarkan dalam subbab “Saran”. 6.2 Saran

Sebagai pelengkap dari formulasi strategi dan rencana kerja yang telah diuraikan, berikut saran praktis penulis untuk komunitas WPID: 1. Peningkatan kualitas ilmiah merupakan suatu proses perubahan yang memakan waktu lama dan perlu dilakukan secara bertahap. Proses ini perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dengan suatu kerangka strategi jangka panjang. 2. Proses perubahan melibatkan perubahan budaya dari para wikipediawan. Perubahan tersebut bisa menimbulkan terjadi friksi antarwikipediawan. Perlu upaya sosialisasi dan koordinasi internal untuk mengatasi hal ini. 3. Jumlah pembaca, keterampilan kontributor, kebijakan dan alat bantu, serta kualitas artikel merupakan faktor-faktor yang saling terkait dalam peningkatan kualitas. Upaya peningkatan berbagai faktor perlu dilakukan secara seimbang agar dampak yang dihasilkan dapat lebih lestari.

Universitas Indonesia

62

4. WPID sebenarnya telah memiliki mekanisme pengendalian secara inheren di dalam peranti lunak MediaWiki yang digunakan. Ketidaktahuan tentang mekanisme ini merupakan salah satu sebab utama timbulnya penilaian negatif pihak eksternal terhadap WPID. Komunitas perlu secara aktif mengenalkan adanya berbagai mekanisme ini kepada masyarakat umum pembaca WPID. Dari sisi akademis, berikut saran-saran penulis: 1. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan pengkajian alat bantu untuk mengukur kualitas artikel WPID secara waktu nyata sebagai masukan dan ukuran keberhasilan. 2. Penelitian dengan melibatkan ahli dalam berbagai bidang untuk menilai kualitas ilmiah artikel juga perlu dilakukan untuk mendapat gambaran tentang sebaran kualitas artikel pada berbagai bidang. 3. Pada tingkat yang lebih tinggi, perlu juga dikaji bagaimana mekanisme pelibatan langsung para pakar, misalnya dengan mengadopsi model penelaahan sejawat, yang cocok untuk sifat Wikipedia. Setiap versi bahasa Wikipedia memiliki kesamaan dan perbedaan karakteristik. Meskipun sudah cukup banyak penelitian telah dilakukan pada Wikipedia bahasa lain seperti Wikipedia bahasa Inggris, penelitian pada Wikipedia bahasa Indonesia masih sangat sedikit. Padahal, fenomena Wikipedia merupakan hal yang menarik untuk dikaji dalam konteks Indonesia karena sifat kolaboratif (gotong royong) cukup sesuai dengan budaya Indonesia.

Universitas Indonesia

DAFTAR PUSTAKA

Arazy, O., Morgan, W., & Patterson, R. (2006). Wisdom of the Crowds: Decentralized Knowledge Construction in Wikipedia. 16th Annual Workshop on Information Technologies & Systems (WITS). Ayun, M. Q. (2010). Literasi Media dalam Budaya Partisipasi Bentuk Collaborative Problem Solving (Studi Kasus pada Wikipediawan Muda). Universitas Indonesia. Biech, E. (2007). Thriving Through Change: A Leader’s Practical Guide to Change Mastery. American Society for Training and Development. Black, E. W. (2007). Wikipedia and academic peer review: Wikipedia as a recognised medium for scholarly publication? Online Information Review, 32(1), 73–88. Butler, B., Joyce, E., & Pike, J. (2008). Don’t look now, but we’ve created a bureaucracy: the nature and roles of policies and rules in wikipedia. Proceeding of the 26th Annual SIGCHI Conference on Human Factors in Computing Systems (pp. 1101–1110). Giles, J. (2005). Internet encyclopaedias go head to head. Nature, 438(7070), 900–901. Hammwöhner, R. (2007). Interlingual aspects of wikipedia’s quality. Proceedings of the 12th International Conference on Information Quality (Vol. 1, pp. 39–49). Harry, M. J., Mann, P. S., Hodgins, O. C. D., Hulbert, R. L., & Lacke, C. J. (2011). Practitioner’s Guide to Statistics and Lean Six Sigma for Process Improvements. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons. Henry, A. (2008). Understanding Strategic Management. Oxford University Press. Kasali, R. (2005). Change! Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kittur, A., & Kraut, R. E. (2008). Harnessing the wisdom of crowds in wikipedia: quality through coordination. Proceedings of the ACM 2008 conference on Computer supported cooperative work - CSCW ’08 (pp. 37–46). doi:10.1145/1460563.1460572 Knight, S., & Burn, J. (2005). Developing a Framework for Assessing Information Quality on the World Wide Web Introduction. Science Journal, 8. Kotter, J. P. (1996). Leading Change. Harvard Business Review Press. Lee, Y. W., Strong, D. M., Kahn, B. K., & Wang, R. Y. (2002). AIMQ: a methodology for information quality assessment. Information & Management, 40, 133–146. doi:10.1016/S0378-7206(02)00043-5

63

Universitas Indonesia

64

Lih, A. (2004). Wikipedia as Participatory Journalism: Reliable Sources? Metrics for evaluating collaborative media as a news resource. Proceedings of the 5th International Symposium on Online Journalism. March, J. G., Schulz, M., & Zhou, X. (2000). The Dynamics of Rules: Change in Written Organizational Codes. Stanford University Press. Ortega, F., & Gonzalez-Barahona, J. M. (2007). Quantitative Analysis of the Wikipedia Community of Users. Proceedings of the 2007 International Symposium on Wikis (pp. 75–86). Pearce, J. A., & Robinson, R. B. (2008). Manajemen Strategis: Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian (Buku 1, Edisi 10). (Y. Bachtiar, Trans.). Jakarta: Penerbit Salemba. Rector, L. H. (2008). Comparison of Wikipedia and other encyclopedias for accuracy, breadth, and depth in historical articles. Reference Services Review, 36(1), 7–22. doi:10.1108/00907320810851998 Stvilia, B., & Gasser, L. (2008). An activity theoretic model for information quality change. First Monday, 13(4). Stvilia, B., Twidale, M. B., Smith, L. C., & Gasser, L. (2005). Assessing information quality of a community-based encyclopedia. Proceedings of the International Conference on Information Quality (pp. 442–454). Waterman, R., Peters, T. J., & Phillips, J. R. (1980). Structure is not organization. Business Horizons, 23(3), 14–26. Zhu, X., & Gauch, S. (2000). Incorporating quality metrics in centralized/distributed information retrieval on the World Wide Web. Proceedings of the 23rd annual international ACM SIGIR conference on Research and development in information retrieval (pp. 288–295).

Universitas Indonesia

LAMPIRAN A INSTRUMEN & HASIL SURVEI PENDAHULUAN

Survei dilakukan secara daring (online) dengan responden terbuka yang ditujukan kepada siswa atau mahasiswa. Hasil lengkap survei dapat dilihat di alamat https://docs.google.com/spreadsheet/ccc?key=0AmRJ4tG4sxtvdFpfajVxVGRyV XVKa0tOSzVHSjdQYVE Pertanyaan Survei Pertanyaan survei adalah sebagai berikut: 1. Apa jenjang pendidikan yang sedang Anda tempuh saat ini? Pilihan: SD, SMP, SMA, Diploma, Sarjana, Master, Doktor 2. Apakah Anda pernah menggunakan Wikipedia Indonesia untuk mencari informasi yang terkait dengan tugas akademis Anda? Ya/Tidak. 3. Apakah kualitas artikel Wikipedia Indonesia secara umum memadai sebagai bahan tugas akademis Anda? Ya/Tidak. 4. Apakah Anda pernah mencantumkan Wikipedia Indonesia sebagai bahan rujukan dalam tugas akademis Anda? Ya/Tidak. 5. Apakah institusi pendidikan Anda secara umum mengizinkan untuk menggunakan Wikipedia Indonesia sebagai rujukan dalam tugas akademis Anda? Ya/Tidak. 6. Apakah Anda ingin dapat menggunakan Wikipedia Indonesia sebagai sumber rujukan untuk tugas akademis Anda? Ya/Tidak. Hasil Survei Survei dilakukan secara daring dengan menggunakan fasilitas formulir Google dan diisi oleh 183 responden.

A-1

Universitas Indonesia

A-2 Tabel A.1 Hasil Survei Penggunaan Wikipedia Indonesia Apa jenjang pendidikan yang sedang atau terakhir Anda tempuh? SD SMP SMA Diploma S-1 S-2 S-3 1 7 28 22 105 19 1 1% 4% 15% 12% 57% 10% 1%

Apakah Anda pernah menggunakan Wikipedia Indonesia untuk mencari informasi yang terkait dengan tugas akademis Anda? Ya Tidak 165 18 90% 10%

Apakah kualitas artikel Wikipedia Indonesia secara umum memadai sebagai bahan tugas akademis Anda? Ya Tidak 80 103 44% 56%

Universitas Indonesia

A-3 Apakah Anda pernah mencantumkan Wikipedia Indonesia sebagai bahan rujukan dalam tugas akademis Anda? Ya Tidak 105 78 57% 43%

Apakah institusi pendidikan Anda secara umum mengizinkan untuk menggunakan Wikipedia Indonesia sebagai rujukan dalam tugas akademis Anda? Ya Tidak 92 91 50% 50%

Apakah Anda ingin dapat menggunakan Wikipedia Indonesia sebagai sumber rujukan untuk tugas akademis Anda? Ya Tidak 145 38 79% 21%

Universitas Indonesia

LAMPIRAN B HASIL WAWANCARA

Pertanyaan Wawancara Pertanyaan awal untuk kalangan akademisi adalah sebagai berikut: 1. Apa saja tulisan yang dapat diterima sebagai sumber rujukan ilmiah? 2. Apa saja kriteria kualitas rujukan ilmiah dan bagaimana urutan prioritasnya? (mis. kredibilitas penulis, kredibilitas penerbit, metode penyajian, data) 3. Apakah ensiklopedia (mis. Britannica) dapat digunakan sebagai sumber rujukan ilmiah? 4. Pernahkah Bapak/Ibu melihat artikel Wikipedia Indonesia yang terkait dengan bidang kepakaran Bapak/Ibu? Jika pernah, bagaimana kualitas artikel tersebut? 5. Apa saja yang yang dapat dilakukan Wikipedia Indonesia untuk meningkatkan kualitasnya sebagai rujukan ilmiah? Pertanyaan awal untuk kalangan wikipediawan adalah sebagai berikut: 1. Secara umum, bagaimanakah kualitas artikel Wikipedia Indonesia? 2. Dapatkah kualitas artikel Wikipedia Indonesia ditingkatkan? Bagaimana caranya? 3. Apakah kebijakan dan pedoman yang ada saat ini sudah cukup untuk membantu menjaga kualitas artikel Wikipedia Indonesia? Apa yang sudah ada dan apa yang belum ada? 4. Apakah mekanisme teknis yang ada saat ini dapat membantu menjaga kualitas artikel Wikipedia Indonesia? Apa yang sudah ada dan apa yang belum ada?

B-1

Universitas Indonesia

B-2

Daftar Terwawancara Wikipediawan yang diwawancarai dipilih dari daftar wikipediawan yang memiliki suntingan terbanyak 13. Dari 65 wikipediawan yang memiliki suntingan terbanyak, hanya 44 orang (68%) yang dapat dihubungi karena sisanya (21 orang) sudah tidak aktif atau tidak mengaktifkan fitur pengiriman surel di Wikipedia. Dari 44 orang yang dihubungi, 31 orang (70%) berhasil diwawancarai.
Tabel B.1 Daftar Wikipediawan dengan Suntingan Terbanyak # 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Borgx Albertus_Aditya Bennylin Aldo_samulo Wagino_20100516 Tjmoel Mimihitam Evremonde Hayabusa_future Meursault2004 Kembangraps Andri.h -iNuWilly2000 IvanLanin Stephensuleeman Ezagren F1fans Alamnirvana Relly_Komaruzaman Alagos Farras Jagawana Midori Maqi Reindra Teddy_s Naval_Scene NS MQ RE AL FR SS EZ F1 AH IU HF MR AA BL AS WG TJ MH Pengguna Inisial Suntingan Pengalaman Keterangan (tahun) 72200 6.6 Tidak aktif 56720 56110 48172 47789 43447 39074 31288 27999 26736 22719 21350 20978 19373 17712 17121 15172 13950 13733 12608 12446 12099 11856 11146 11035 9885 9820 9131 5.1 Surel 7.3 Surel 4.7 Surel 1.8 Surel 2.7 Surel 4.9 Surel 4.9 Tidak aktif 7.6 Surel 8.2 Telepon 6.8 Tidak membalas 5.9 Telepon 5.7 Surel 5.1 Tidak bisa dihubungi 6.1 Penulis 6.5 Surel, tatap muka 3.3 Surel 4.1 Surel 6.2 Tidak membalas 3.5 Tidak membalas 2.4 Surel 5.6 Surel 5.9 Tidak membalas 7.1 Tidak membalas 4.8 Surel 5.5 Surel 4.3 Tidak aktif 5.7 Telepon

13

http://stats.wikimedia.org/EN/TablesWikipediaID.htm#wikipedians

Universitas Indonesia

B-3 Tabel B.1 Daftar Wikipediawan dengan Suntingan Terbanyak # 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 Pengguna NoiX180 M._Adiputra *drew D'ohBot AFP Rintojiang Soofamily Ilvon RaymondSutanto BlackKnight Wic2020 Tatasport Aday Kenrick95 Akuindo Adesio2010 Ciko 02Wahyudi JohnThorne Gombang ESCa Dragunova Kia_80 Gunkarta Serenity Anashir Marfiadi Ennio_morricone Masgatotkaca 27christian11 Humboldt Imanuel_NS_Uen Epaphroditus_Ph._M. Oguri Sentausa Sherlockindo Athrion ST IN CH MF EM GK SR JT GO KA RS BK RJ Inisial Suntingan Pengalaman Keterangan (tahun) 8774 4.4 Tidak aktif 8380 7686 7445 7260 6959 6856 6654 6479 6435 6401 6337 6110 5951 5897 5713 5695 5537 5530 5331 5294 5147 5054 4998 4968 4961 4731 4495 3826 3808 3773 3726 3581 3578 3576 3531 3513 5.1 Tidak membalas 7.4 Tidak aktif 2.8 Tidak aktif 7.0 Tidak aktif 7.3 Surel 2.4 Tidak bisa dihubungi 2.8 Tidak aktif 1.9 Surel 5.8 Surel 6.5 Tidak membalas 1.9 Tidak aktif 5.8 Tidak aktif 2.9 Surel 1.4 Tidak membalas 1.5 Tidak aktif 6.5 Tidak aktif 2.0 Tidak membalas 0.6 Surel 5.4 Surel 3.6 Tidak bisa dihubungi 5.5 Tidak aktif 5.7 Tidak membalas 2.9 Surel 5.9 Surel, telepon 0.9 Tidak membalas 4.6 Surel 3.2 Surel 5.0 Tidak membalas 2.2 Surel 2.6 Tidak membalas 0.8 Surel 6.3 Tidak aktif 4.1 Tidak bisa dihubungi 6.8 Surel 5.5 Tidak aktif 4.2 Tidak aktif

Universitas Indonesia

B-4

Hasil Wawancara Akademisi Prof. Dr. Multamia Lauder Direktur Pendidikan, Universitas Indonesia (Telepon, 18 April 2012) Rangkuman wawancara:  Sumber rujukan ilmiah: jurnal dan buku teks dengan penulis yang memiliki kredibilitas.   Kredibilitas penulis menjadi faktor utama penilaian kelayakan rujukan. Ensiklopedia bisa saja menjadi rujukan asalkan penulis entri tersebut memiliki cukup kredibilitas.  Wikipedia Indonesia dapat menyertakan lebih banyak rujukan untuk membantu para peneliti. Prof. Dr. Benny Hoed Departemen Linguistik, Universitas Indonesia (Tatap muka, 12 Mei 2012) Rangkuman wawancara:  Wikipedia kadang saya pakai sebagai pengantar suatu topik tertentu karena ringkas dan berisi tautan yang bermanfaat untuk pendalaman materi. Topik yang baik untuk diambil rujukannya dari Wikipedia adalah topik yang sudah sejak lama dikenal dan cukup mantap.  Rujukan dari Wikipedia (dan sumber internet lain) perlu diberi tanggal pengambilan informasi karena isinya dapat berubah.  Teori dalam ilmu sosial berkembang sesuai dengan dinamika dunia. Tidak ada sumber yang 100% valid. Bahkan teori lama (grand naratives) pun dapat digugat (Lyotard, 1979).  Pencari informasi di zaman modern harus lebih kritis terhadap semua informasi yang diperoleh.

Universitas Indonesia

B-5

Kalangan akademisi perlu menyadari sifat Wikipedia yang interaktif dan merupakan kerja kelompok. Dibandingkan blog, tulisan Wikipedia lebih dapat dipercaya.

Wikipedia perlu melakukan sosialisasi dan lebih transparan mengenai metodologi penulisannya karena banyak akademisi yang tidak mengetahui hal ini.

Detail artikel di Wikipedia Indonesia sangat kurang. Mungkin bisa ditambah dengan bekerja sama dengan akademisi untuk suatu topik tertentu. Perlu juga diperhatikan kebutuhan akademisi untuk meningkatkan kum melalui kontribusinya terhadap Wikipedia.

Aturan hak cipta Wikipedia perlu diperjelas, tapi ini berlaku umum untuk semua ciptaan yang ada di internet.

Prof. Dr. R.P. Koesoemadinata Departmen Geologi, Institut Teknologi Bandung (Telepon, 13 Mei 2012) Rangkuman wawancara:  Rujukan yang dapat menjadi rujukan ilmiah adalah rujukan yang melalui mekanisme peer review.  Sumber internet boleh dikutip dengan memberikan tanggal akses, tapi pembaca akan menilai sumber ini kurang memiliki kredibilitas. Sumber internet cenderung tidak permanen dan dapat berubah atau tidak dapat diakses di lain waktu.  Internet memungkinkan penyebaran teori baru di luar mainstream. Jalan tradisional peer review bisa menghambat teori baru yang mungkin bagus, meskipun banyak juga yang salah, seperti misalnya kelompok flat earth.  Ensiklopedia tidak cocok untuk pengetahuan mendalam, melainkan hanya sebagai pengantar.

Universitas Indonesia

B-6

Wikipedia Indonesia perlu mengembangkan isinya agar menjawab pertanyaan pembaca. Misalnya artikel Serangga Tomcat: mengapa dinamai demikian tidak dijawab oleh Wikipedia.

Artikel bertopik geologi di Wikipedia Indonesia ada yang kurang tepat, meskipun tidak salah total.

Dra. Sri Moerdijati, MS. Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga (Telepon, 13 Mei 2012) Rangkuman wawancara:  Yang bisa dipakai sebagai sumber rujukan ilmiah adalah: o Buku teks dari penulis yang memiliki kredibilitas. o Jurnal ilmiah yang memiliki kredibilitas dan akreditasi dari Dikti (Indonesia). o Buku lain dari penulis yang memiliki kredibilitas dalam bidang ilmu tersebut.  Kriteria kelayakan sumber rujukan adalah kredibilitas penulis, kredibilitas penerbit, serta banyaknya tulisan lain yang mengutip sumber tersebut.  Ensiklopedia dapat digunakan sebagai pembuka wawasan. Sumber rujukan yang dipakai adalah rujukan yang dipakai untuk entri ensiklopedia karena rujukan ini lebih detail sedangkan ensiklopedia sangat singkat.  Saya belum pernah melihat Wikipedia Indonesia dan melarang penggunaan Wikipedia sebagai sumber rujukan utama. Ir. Dana Indra Sensuse, MLIS, PhD. Magister Teknologi Informasi, Universitas Indonesia (Tatap muka, 15 Mei 2012) Rangkuman wawancara:  Salah satu esensi rujukan adalah memberikan kredit terhadap penulis. Ini merupakan kode etik ilmiah untuk mencegah plagiarisme.

Universitas Indonesia

B-7

Ensiklopedia bisa digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami suatu topik, tapi tidak untuk mendalami suatu topik.

Jenis rujukan utama bergantung kepada tingkat pendidikan. S-1 lebih banyak merujuk kepada buku teks, sedangkan S-2 lebih banyak kepada jurnal ilmiah.

Kriteria rujukan: penulis, penerbit, institusi, dan tahun penerbitan. Indeks kutipan (cited index) juga banyak digunakan sebagai tolok ukur, tapi ini bergantung kepada kemudahan akses. Jurnal yang mudah diakses (bebas, tanpa harus membayar) biasanya lebih banyak dikutip.

Wikipedia bahasa Inggris lebih lengkap daripada Wikipedia bahasa Indonesia.

Di Indonesia, akreditasi jurnal dikeluarkan oleh DIKTI (pendidikan) dan LIPI (penelitian).

Prof. Andrianto Handojo Kepala Dewan Riset Nasional Republik Indonesia (Tatap muka, 22 Mei 2012) Rangkuman wawancara:  Beberapa faktor yang menentukan kredibilitas rujukan: (1) siapa dewan editor jurnal, (2) apa dan berapa referensi yang digunakan, (3) siapa penelaah (reviewer) tulisan, dan (4) konten tulisan (pengaruh dan kebaruannya).  Dalam penilaian kum, ada urutan untuk penilaian, yaitu (1) jurnal internasional, (2) jurnal nasional (termasuk penilaian terakreditasi atau tidak), (3) seminar atau simposium (termasuk penilaian apakah masuk prosiding atau poster), serta (4) ilmiah populer.  Ilmu pada dasarnya konservatif, yaitu semua masukan baru diterima dengan hati-hati.  Salah satu masalah pada Wikipedia adalah pelacakan kontributor dan sukar menilai kontribusi seorang kontributor.

Universitas Indonesia

B-8

Rujukan dari internet sering tidak dapat diterima karena kekhawatiran bahwa halaman rujukan tersebut dapat hilang atau dihapus.

Wikipedia dapat digunakan untuk memberikan gambaran umum tentang suatu topik.

Wikipedia Indonesia masih mengandung kekeliruan pada terminologi spesifik, misalnya panjang vs jarak pada optik.

Tata letak artikel dapat menimbulkan persepsi kredibilitas.

Hasil Wawancara Wikipediawan Pengguna:Albertus_Aditya 1. Secara umum, kualitas artikel Wikipedia bahasa Indonesia masih belum terlalu bagus. Sejumlah artikel yang ditulis dengan baik oleh para kontributornya dan terus dikembangkan memang memiliki kualitas artikel yang bagus dan sejumlah di antaranya di atas rata-rata. Namun, sejumlah artikel masih belum berkembang, dan hanya merupakan rintisan sederhana. 2. Bisa saja. Tentunya berasal dari kontribusi dari para kontributor Wikipedia. Selain dari pengguna terdaftar yang memang memiliki kompetensi dan/atau minat pada topiknya, dapat saja diadakan kerja sama dengan sejumlah

instansi/komunitas agar dapat turut berkontribusi di Wikipedia. Selain itu, pemeriksaan juga perlu dilakukan agar tidak ada aksi 'iseng' yang bersifat destruktif terhadap kualitas, agar informasi yang ada tetap benar dan valid. 3. Secara umum, kebijakan yang ada sebenarnya sudah cukup jelas, hanya saja memang kebijakan bisa perlu bertambah seiring waktu dan mekanisme serta dinamika yang berkembang. Untuk pedoman, terutama bagi pengguna baru, sebenarnya sudah cukup bagus menurut saya pribadi. Tetapi, memang terkadang sejumlah pengguna baru melakukan uji coba di halaman artikel dan terkadang hal tersebut 'lolos' dari pengawasan bersama. Mungkin, untuk pengguna baru perlu diberikan arahan yang lebih menarik agar mau membaca pedoman. Tetapi, secara umum pedoman di Wikipedia Indonesia sudah cukup jelas dan dapat dimengerti.

Universitas Indonesia

B-9

4.

Mekanisme teknis seperti FlaggedRevs (Revisi tertunda), Rollback

(Pengembalian revisi) sebenarnya sudah baik dan banyak bermanfaat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas artikel. Yang menjadi masalah dan "concern" bersama adalah bagaimana memanfaatkan fitur-fitur yang ada dengan sebaik mungkin, yang mana memerlukan --tetap-- kontribusi dari para Pengguna Wikipedia. Salah satu fitur yang sudah ada di Wikipedia bahasa Inggris yang saya rasa baik untuk diimplementasikan di Wikipedia Indonesia adalah fitur penilaian halaman. Fitur penilaian halaman sangat baik dan berguna terutama bagi para Pengguna untuk memberi penilaian mengenai suatu artikel, terutama terkait dengan kualitas, kelengkapan, dan pemastian keakuratan artikel tersebut. Pengguna:Bennylin 1. Saat ini, saya banyak mendengar bahwa orang-orang (terutama yang bisa dwibahasa Indonesia-Inggris) lebih memilih Wikipedia bahasa Inggris, terutama karena mereka punya jumlah artikel dan jumlah editor yang lebih banyak. Tapi menurut saya hal itu tidak otomatis berarti kualitas Wikipedia bahasa Indonesia buruk. Untuk ukuran 188.000 artikel, WPID dapat dikatakan sudah memiliki semua artikel vital yang perlu dimiliki ensiklopedia. Nah, kualitas adalah ukuran yang sangat relatif. Bagaimana kita mengukur kualitas? 2. Hanya ada satu jawaban untuk pertanyaan itu. Harus! Itu adalah langkah logis berikutnya setelah semua artikel vital ditulis. Walaupun WPID telah memiliki artikel-artikel vital, beberapa di antaranya masih berupa rintisan, semisal ... [dicari dulu]. Nah, saya berpikir kita dapat mengajak para editor memperbaiki artikel ini, sehingga kita dapat mengatakan, "Ini, kami memiliki seluruh artikel vital, dengan kualitas yang dapat diterima dan dapat digunakan". Masalahnya saat ini adalah 1) kita tidak memiliki editor yang cukup untuk seluruh cabang pengetahuan, misalnya, hampir tidak ada editor yang cukup mumpuni dalam bidang [musik, atau contoh yang lain], 2) belum ada pihak independen yang dapat mengukur kualitas suatu artikel (yang dalam WBInggris dinamakan peer review). Yang saat ini sedang dilakukan adalah apa yang dinamakan Artikel Pilihan, yaitu

Universitas Indonesia

B-10

mengembangkan suatu artikel hingga layak ditampilkan di halaman utama. Saat ini kita memiliki X artikel pilihan, dengan mayoritas topik adalah [...]. 3. Kebijakan dan pedoman selama ini saya pandang bukan dirancang untuk membuat artikel-artikel di WPID memiliki kualitas tinggi. Kebijakan dan pedoman tersebut hanya menetapkan kualitas minimum suatu artikel, apa yang layak dihitung sebagai artikel ensiklopedia. Patokannya adalah, selama Wikipedia mengizinkan artikel rintisan yang panjangnya dua atau tiga kalimat, akan ada banyak penyunting berlomba-lomba membuat banyak artikel dengan standar minimum, dengan tidak ada niat sama sekali untuk meningkatkan kualitas artikelartikel tersebut, demi apa yang disebut banyak-banyakan merintis artikel. Walaupun praktik seperti itu sama sekali tidak direstui atau disarankan, namun itulah yang terjadi. Ada [puluhan ribu, perlu angka pasti] artikel-artikel rintisan desa dan kecamatan dan kelurahan di Indonesia, bahkan wilayah setingkat kecamatan di Perancis. Kalau mau bicara ensiklopedia yang benar-benar berkualitas, kita harus berani meningkatkan standar kualitas minimum, kalau perlu dengan mengorbankan artikel-artikel desa dan kelurahan seperti itu. (Catatan: tidak berarti saya anti artikel desa, tapi selama yang merintis tidak berniat mengembangkannya, buang. Kalau ada editor yang berniat membuatnya dengan baik, silakan.) 4. Saat ini kita masih terjebak dengan kuantitas vs. kualitas, dan kuantitas biasa lebih menjadi target (misalkan, mengalahkan Wikipedia Vietnam dalam hal jumlah artikel). Karena tidak ada barometer internal tentang cara mengukur suatu kualitas artikel Wikipedia, maka yang paling mudah adalah menghitung pencapaian secara kuantitas (tweet paling populer tentang Wikipedia di Twitter adalah tentang peringkat WPID dibanding Wikipedia yang lain, meskipun saya rasa sedikit dari antara tuips yang paham tentang pemeringkatan Wikipedia. "WPID peringkat #26! Maju terus Indonesia!" Catatan: sekarang peringkat #21). Beberapa hal yang saya usahakan antara lain pada awal tahun ini mengadakan "Maraton Wikipedia", yaitu "lomba" menulis artikel dengan kualitas minimal 1000 kata [dan beberapa ukuran lain], yang hasilnya cukup bagus. Saya berharap suatu saat ada pembicaraan di WPID untuk standar kualitas ini. Cara lain adalah dengan mengundang para akademisi untuk mengukur kualitas artikel-artikel yang

Universitas Indonesia

B-11

menurut komunitas WPID memiliki kualitas yang cukup baik, supaya ada umpan balik yang kredibel tentang kualitas artikel-artikel ini, sehingga dapat memicu lebih lanjut para penulis Wikipedia. Pengguna:Aldo_samulo 1. Menurut saya pada saat ini kualitas artikel Wikipedia cukup baik dan memang masih ada beberapa artikel khususnya artikel rintisan yang masih perlu perbaikan. 2. Kualitas artikel Wikipedia Indonesia dapat saja ditingkatkan dengan berbagai cara seperti memberikan pelatihan-pelatihan, penyuluhan mengenai Wikipedia dan menurut saya yang tidak kalah pentingnya adalah penghargaan kepada para wikipediwan. 3. Memang pedoman yang ada saat ini sudah cukup membantu akan tetapi ada beberapa hal yang masih perlu ditambahkan seperti pada saat ini yaitu apakah pengguna baru dapat langsung menulis artikel baru karena mereka banyak yang menulis artikel sampah dan tidak sesuai dengan standar Wikipedia. 4. Mekanisme yang ada di Wikipedia pada saat ini menurut saya berjalan dengan sangat lambat dan terkadang tidak membantu untuk menjaga dan meningkatkan kualitas artikel Wikipedia dan terkadang para pengurus kalah cepat dibandingkan para vandal. Pengguna:Wagino_20100516 1. Secara umum kualitas artikel di Wikipedia bahasa Indonesia sudah cukup baik dari segi narasi, namun saat kita berbicara keakuratan data, maka sebenarnya secara pribadi saya hanya bisa mempercayai 67% (2/3) dari seluruh data yang disajikan, kecuali untuk artikel kategori pilihan dan bagus, belum lagi sistem penyajiannya yang sangat tidak konsisten untuk sebuah ensiklopedia. Mengenai konsistensi penyajian dapat dibahas secara terpisah. 2. Menurut saya bisa meskipun tidak mudah. Caranya dengan memberikan referensi minimal satu rujukan pada setiap paragraf untuk narasi dan setiap penyajian data yang berkaitan dengan penanggalan serta angka, meskipun di Wikipedia bahasa Inggris sekali pun pemberian rujukan yang berlebihan kurang

Universitas Indonesia

B-12

diperkenankan, namun karena Wikipedia dapat disunting oleh siapa saja, maka setiap dilakukan penambahan atau pun perubahan data seharusnya disertai rujukan dari sumber terpercaya. Mengenai sumber terpercaya dapat dibahas secara terpisah. 3. Sebenarnya sudah cukup membantu jika diterapkan dengan baik. Yang sudah ada misalnya adalah ketentuan untuk menyertakan rujukan dari sumber terpercaya, sedangkan yang belum ada misalnya ketentuan rujukan dari media cetak yang sedapat mungkin telah memiliki versi online. Mengenai rujukan dari media cetak yang telah memiliki versi online dapat dibahas secara terpisah. 4. Sama sekali tidak. Yang sudah ada dan cukup membantu adalah fitur Flagged Revisions dan Rollbacker, sedangkan fitur yang belum ada adalah sistem perlindungan bertingkat terhadap artikel yang dapat disunting oleh pengguna anon dan pendatang baru. Setahu saya di Wikipedia bahasa Inggris sekali pun mekanisme ini belum ada/ diterapkan. Mengenai sistem perlindungan bertingkat dapat dibahas secara terpisah. Pengguna:Tjmoel 1. Kualitas artikel Wikipedia Bahasa Indonesia [menurut] saya adalah "rata-rata" [bahasa keren.nya :"passable"] 2. Tentu dapat. Dengan mengajak komunitas untuk berperan aktif dalam "Proyek Wikipedia". Mungkin tidak mudah, tetapi dengan demikian dapat menyatukan tujuan untuk perbaikan "Jenis" artikel tertentu. 3. Yang sudah ada ? #hmmm.. banyak, contoh : Panduan kelayakan berbagai jenis subyek artikel. Yang belum ada ? #hmmm.. Sepertinya perlu diperbanyak ragam "Proyek Wikipedia" .. supaya sebagian besar artikel terpantau berdasarkan "Subyek" dan mereka yang tertarik pada satu "Subyek" dapat ikut serta menjagadan/atau- mengembangkan artikel-artikel tersebut. 4. Seperti.nya [menurut saya] kualitas sebuah artikel [baik di Wikipedia maupun lainnya] tidak dapat semata-mata dipantau secara teknis [mohon koreksi bila salah, karena teknis yang saya maksud disini adalah secara "sistem"] tetapi perlu adanya peran serta dari komunitas, baik dalam pemeliharaan artikel [penulisan,

Universitas Indonesia

B-13

gaya bahasa dll] dan tentunya pengembangan artikel [karena artikel tersebut akan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan informasi] Pengguna:Mimihitam 1. Secara umum menurut saya kualitas wikipedia Indonesia masih bisa lebih baik lagi karena kualitas mayoritas artikel-artikel dasarnya masih berupa rintisan atau hanya satu paragraf saja, yang tentu saja kurang bermutu untuk dibaca oleh khalayak ramai. 2. Tentu saja bisa. Cara tercepat adalah dengan menerjemahkan dari wikipedia bahasa Inggris, sementara cara lamanya adalah menulis sendiri. 3. Kebijakan dan pedoman yang ada saat ini menurut saya cenderung indifferent terhadap kualitas WPID karena lebih terkait dengan hal-hal teknis seperti melawan vandalisme. 4. Mekanisme teknis menurut saya juga indifferent terhadap kualitas. Pengguna:Hayabusa_future 1. Secara umum sudah lumayan. Dari segi jumlah sudah bagus. Cuma sayangnya masih ada artikel-artikel bertopik Indonesia yang seharusnya bisa menjadi kelebihan Wiki ID seringkali masih belum komprehensif. Sebagai contoh, artikel tentang SBY hampir tidak membahas tentang karir kepresidenannya, padahal ini merupakan topik yang cukup aktif diberitakan sehingga mudah diupdate. Kemudian, saya kira tak sedikit artikel yang sudah lama ada tapi dari dulu masih begitu-begitu saja karena mungkin memang topiknya kurang menarik, misalnya artikel-artikel tahun, atau mungkin karena dianggap sudah bukan artikel merah lagi, jadi interes dari orang mengembangkan artikelnya jadi kurang. 2. Hmm, mungkin kalau ingin lebih menonjolkan artikel bertopik Indonesia, kolom "Tahukah Anda" di Halaman Utama bisa digantikan semacam "artikel pilihan" khusus untuk topik ini. Tidak harus artikel yang sudah berkualitas sempurna, tapi yang sudah cukup OK atau malah masih banyak pranala merahnya dan perlu bantuan dari Wikipediawan. Sebenarnya dari dulu kolom "Tahukan Anda" memang sudah sedikit aneh, karena isinya berbentuk pertanyaan, padahal

Universitas Indonesia

B-14

belum tentu ada jawaban/penjelasan lengkap dari pertanyaan tersebut di artikelnya... 3. Agak sulit menjawab pertanyaan ini karena memang saya sangat jarang mengunjungi WIki ID, jadi saya juga kurang tahu kebijakan apa yang ada atau belum ada. 4. Saya lihat ada verifikasi yang perlu dikonfirmasikan tim pengawas setiap suntingan, dan kelihatannya proses verifikasinya cukup cepat - ini bagus ya saya rasa. Cuma memang perasaannya jadi beda ya, tidak 'instan'. Pengguna:Meursault2004 1. Kualitas isi menengah. Sebenarnya perlu dilihat tujuan dari Wikipedia, yaitu, mengutip Jimmy Wales, “awal pencarian, bukan akhir pencarian”. Artikel Wikipedia perlu memuat fakta dasar, latar belakang, serta bacaan lanjutan. 2. Kualitas Wikipedia dapat ditingkatkan dengan memberi rujukan. Tidak perlu terlalu panjang karena fungsinya yang sekadar menjadi awal. Batas maksimum 32 KB sebenarnya bagus karena lebih dari itu orang perlu waktu membaca yang lama. WPID perlu menyesuaikan isinya dengan sifatnya yang merupakan ensiklopedia umum. Saat ini hampir semua artikel WPID merupakan terjemahan, padahal artikel asli cukup bagus. Asli di sini harus dibedakan dengan yang dimaksud pada prinsip “Bukan riset asli”. Sulitnya mencari daftar rujukan berbahasa Indonesia mungkin dapat menjadi peluang. Google Books dapat menjadi bahan bacaan untuk rujukan. 3. Kebijakan yang paling diperlukan mungkin adalah masalah perilaku atau etiket interaksi antarpengguna. 4. Mekanisme teknis tidak relevan untuk masalah kualitas. Pengguna:Andri.h 1. Kualitas artikel WPID masih di bawah bahasa Inggris, tapi sudah lebih baik dibandingkan setahun atau dua tahun yang lalu. Adanya berbagai kompetisi tampaknya mendorong kemajuan ini. Konsistensi kualitas antarartikel WPID juga

Universitas Indonesia

B-15

bermasalah. Hanya sekitar 30% artikel yang berkualitas, sementara Wikipedia seperti Jerman & Belanda mencapai 80%. 2. Peningkatan kualitas bisa melalui dua hal: minat dan pengetahuan pada bidang tersebut. Portal atau ProyekWiki perlu digalakkan sebagai sarana kolaborasi untuk mengembangkan kerja yang saat ini cenderung sporadis. Jumlah pengguna bisa ditingkatkan melalui sosialisasi penggunaan. Faktor eksternal yang bisa berpengaruh mungkin budaya membaca yang rendah. 3. Kebijakan dan pedoman bisa menjadi pedang bermata dua: ia bisa membantu mempercepat transfer pengetahuan, tapi bisa juga membatasi/mematahkan semangat pengguna baru. Masalah lain adalah apakah kebijakan itu dibaca atau tidak. Yang jelas kebijakan membantu tugas pengurus dan bisa dijadikan rujukan. 4. Mekanisme FlaggedRevs cenderung menambah pekerjaan karena sedikitnya pengguna aktif. Kualitas data memang ditunjang oleh dua hal, yaitu kebijakan dan alat. Kita perlu standar kualitas yang lebih terperinci. Pengguna:-iNu1. Secara umum, kualitas artikel Wikipedia bahasa Indonesia sudah pada tingkatan cukup bagus. Hanya saja, dalam sebagian besar kasus, saya masih lebih percaya terhadap Wikipedia bahasa Inggris. Selain karena memang sebagian (besar?) artikel di Wikipedia bahasa Indonesia merupakan salin-tempel dari Wikipedia bahasa Inggris, Wikipedia bahasa Indonesia juga lebih rentan terhadap aksi vandalisme yang tidak terdeteksi sehingga meningkatkan keraguan saya terhadap keandalan akurasi artikel. Artikel salin-tempel juga terkadang diterjemahkan secara kurang baik sehingga lebih sulit dimengerti dibandingkan membaca artikel aslinya di Wikipedia bahasa Inggris. 2. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas artikel adalah dengan memperketat pengawasan terhadap vandalisme. Saat ini masih cukup banyak aksi vandalisme yang dilakukan, terutama oleh pengguna anonim, yang luput dari pengawasan pengurus sehingga tidak di-revert. Selain itu, banyaknya jumlah artikel yang hanya merupakan salin-tempel dari Wikipedia bahasa lain dan/atau hanya untuk menghilangkan pranala merah juga membuat Wikipedia bahasa Indonesia hanya

Universitas Indonesia

B-16

meningkat dalam hal kuantitas, tetapi tidak dalam hal kualitas. Artikel salintempel tersebut sebagian besar tidak pernah dikembangkan lagi, walaupun kadang hanya terdiri dari 1-2 kalimat saja. 3. Saya termasuk pendukung adanya pembatasan hak membuat artikel baru untuk pengguna anonim. Menurut saya hal tersebut efektif dalam mencegah timbulnya artikel-artikel ngawur. Sebenarnya saya juga mendukung adanya pembatasan hak menyunting untuk pengguna anonim, dalam arti mereka dilarang menyunting halaman yang telah ada. Akan tetapi, saya juga sadar bahwa hal tersebut (mungkin) melanggar prinsip dasar Wikipedia, sehingga kecil sekali kemungkinan untuk dapat diterapkan. 4. Bagi saya, FlaggedRevs merupakan suatu terobosan yang berhasil. Selain itu, diberikannya hak untuk mengembalikan versi suatu halaman ke penyunting sebelumnya dengan satu tombol "kembalikan" cukup membantu saya dalam menghapus suntingan vandal dengan cepat. Sampai saat ini, saya belum terpikir mekanisme teknis lainnya. Pengguna:Stephensuleeman 1. Sebagai wikipediawan yang juga terlibat dalam kegiatan akademis, saya berpendapat bahwa kualitas Wikipedia Indonesia untuk artikel-artikel ilmiah masih kurang baik. Beberapa yang lebih lengkap adalah yang merupakan terjemahan-terjemahan dari bahasa asing (Inggris khususnya). 2. Saya pernah sedikit terlibat sebagai juri dengan kegiatan "Pijar Teologi" dan merasa kegiatan itu sangat membantu untuk meningkatkan jumlah artikel-artikel yang bermutu. Namun sayangnya, beberapa peserta seperti hanya mengejar target jumlah editing per hari, sehingga ada artikel-artikel yang tidak dikembangkan lebih jauh. Barangkali peraturan pertandingan perlu diubah, sehingga peserta lebih didorong untuk lebih melengkapi artikel daripada sekadar memulai rintisan. Memang, konsekuensinya barangkali penambahan jumlah artikel tidak terlalu signifikan, tetapi jumlah artikel bermutu akan bertambah dengan sendirinya. Saya pikir untuk pertanyaan 3 dan 4 sudah kita bicarakan kemarin. Mudahmudahan sudah cukup.

Universitas Indonesia

B-17

Butir-butir wawancara:  Banyak artikel yang tidak seimbang atau tidak cukup lengkap. Ketidaklengkapan ini mungkin disebabkan ketiadaan informasi sebagai sumber tulisan.  Sistem rujukan bagaikan buah simalakama. Suatu informasi sulit dipastikan kebenarannya tanpa rujukan, sedangkan sistem pemberian rujukan yang ada saat ini menyulitkan pengguna. Mungkin perlu dibuat kerja sama dengan pakar untuk memastikan kevalidan suatu artikel. Pengurus atau pemeriksa juga mungkin perlu diangkat bukan semata karena keaktifan, melainkan juga kepakaran dalam suatu bidang tertentu.  Sistem catatan perut (inline citation) perlu dipertimbangkan untuk mengatasi kesulitan catatan kaki.  Hal lain yang belum jelas adalah sampai sejauh mana Wikipedia sebagai ensiklopedia umum perlu mencantumkan suatu informasi yang sangat spesifik. Contohnya, apakah setiap pasal dalam Alkitab perlu dibahas dan dibuat artikel sendiri?  Masalah teknis yang dihadapi antara lain adalah pengembalian yang pelik dan bertumpuk. Di sini peran penyunting senior diperlukan.  Perlu diperbanyak penyunting yang berada pada zone waktu yang berbeda (misalnya di AS) agar suntingan-suntingan pada malam hari dapat juga diawasi. Pengguna:Ezagren 1. Kualitas artikel Wikipedia Indonesia (WPID) bisa dibilang banyak di bawah standar kualitas. Yang benar-benar berkualitas pun hanya sepersekian persen (AP, AB, dan artikel-artikel lumayan bagus). 2. Kualitas artikel WPID dapat ditingkatkan. Menurut saya, untuk saat ini dengan membina dan mengajak para pengguna yang (paling) aktif di WPID (biasanya yang suka meningkatkan kuantitas) untuk meningkatkan kualitas.

Universitas Indonesia

B-18

3. Tampaknya belum cukup untuk menjaga kualitas artikel WPID. Kalau menurut saya, sih, perlu ditambah kebijakan, yakni moratorium pembuatan artikel desa (dengan kriteria tertentu) karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan WPID untuk ke depannya, apalagi isi artikel desa yang dibuat hanya satu baris dan bahkan beberapa waktu lalu isinya dikarang-karang. 4. Sebenarnya saya sendiri tak terlalu paham apa yang dinamakan mekanisme teknis itu, mungkin yang saya tahu hanya ketika praktiknya, tetapi untuk namanya, mungkin tidak. Pengguna:F1fans 1. Kalau menurut saya kualitas artikel di Wikipedia Bahasa Indonesia (WPID) sudah cukup baik, dalam artian walaupun mayoritas masih ada yang berjenis stub (pendek) namun setidaknya sudah bisa memberi gambaran bagi pembaca untuk mencari lagi informasi yang dibutuhkannya misal dari sumber-sumber lain di web. Tentu saja jika artikel yang ditulis sudah lengkap saya rasa sudah sangat membantu menjawab apa yang kita cari, terlebih jika tercantum referensi atau catatan kaki yang memadai. Sebab saya juga pernah mengalami di kampus, dosen melarang mahasiswanya menyalin mentah2 teks dari wikipedia tanpa ada referensi yang lebih rinci atau jelas 2. Soal peningkatan kualitas artikel, ini merupakan tugas semua pengguna yang harus aktif. Melengkapi artikel2 yg masih stub, atau menambahkan catatan kaki agar terpercaya, bisa juga dengan proyek2 kerjasama antar pengguna seperti proyekwiki yang saya lihat masih macet di WPID ini. 3. Untuk kebijakan dan pedoman saya rasa sudah cukup baik, tapi dalam beberapa hal kadang masih ada yang abu-abu. Misal beberapa waktu lalu saya pernah berdebat dengan seorang pengguna yang kekeuh artikel yang ia buat sudah layak untuk jadi AP padahal secara keseluruhan artikelnya belum layak karena masih banyak pranala merah dan ada beberapa kalimat yang perlu penegasan referensi. Yang mungkin ingin saya usulkan adalah soal kebijakan pranala merah untuk jadi AP karena ini sering jadi bahan perdebatan antar anggota. Kemudian jika melihat Wikipedia Bahasa Inggris, artikel-artikel pendek (yang hanya memiliki panjang

Universitas Indonesia

B-19

satu kalimat dan kurang dari 1000 bita) selalu diberikan peringatan jika tidak dikembangkan akan dihapus. Sekarang ini setelah salah satu pengguna senior di WPID mengundurkan diri, saya melihat kadang kala ada ketidak sinkronan antara kebijakan dan kenyataan dalam pelaksanaannya. Misal artikel sudah diberi tag hapus sampai tanggal sekian tapi masih belum dihapus saat tanggalnya melewati jatuh tempo. 4. Untuk mekanisme teknis menurut saya sudah berjalan sebagaimana mestinya. Baik para admin maupun para pengguna terverifikasi saling bahu membahu membantu menyelesaikan masalah, atau menangani masalah-masalah kecil seperti pengembalian dari serangan anon. Selain itu bila ada artikel yang sekiranya abuabu atau rancu, saya sudah mengalami para pengurus atau pengguna yang lain sering bertanya maksudnya apa dan saya coba jawab disertai buktinya. Pengguna:Alagos 1. masih kurang baik. 2. Dapat. Dengan cara meningkatkan jumlah pengguna aktif. 3. Ya, sudah cukup membantu. 4. Ya,dapat menjaga. Yang sudah ada: perlindungan halaman, pembalikan suntingan, pemblokiran. Yang belum ada: pengurangan hak menyunting bagi pengguna anonim, penambahan pengurus dan birokrat, fitur pemberi saran, masukan, timbal balik yang lebih mudah bagi pembaca. Pengguna:Farras 1. Saya rasa sebagian besar di antaranya kurang berkualitas. Ini dapat dilihat dari artikel-artikel vital yang kontennya tidak memadai dan tidak terperinci (pendek), bahkan sampai ada yang mengalami vandalisme. 2. Pasti bisa. Salah satu caranya adalah dengan menerjemahkan dari Wikipedia bahasa lain. Cara tersebut sangat saya sarankan karena Wikipedia bahasa asing rajin melengkapi artikel-artikelnya dengan informasi yang diperoleh dari sumber tepercaya.

Universitas Indonesia

B-20

3. Saya pikir belum cukup. Kebijakan tentang canvassing saja baru muncul beberapa waktu yang lalu. Saya mempertimbangkan tentang perlunya mengimpor (baca: menerjemahkan) kebijakan yang belum ada di Wikipedia Indonesia dari Wikipedia bahasa asing. 4. Sepertinya mekanisme yang ada saat ini mampu menjagai kualitas artikel Wikipedia. Sejauh ini saya belum melihat kekurangan pada hal tersebut. Pengguna:Maqi 1. Artikel Wikipedia Bahasa Indonesia (WPID) secara umum sudah baik, karena artikel pada WPID sudah memiliki artikel-artikel utama yang membantu orang lain untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepada para pembaca. Ditambah hingga saat ini artikel WPID sudah cukup mengikuti perkembangan dan peristiwa yang baru saja terjadi. 2. Artikel WPID tentu saja dapat terus ditingkatkan. Cara yang dapat ditempuh, saya kira sudah coba dilakukan pengurus dengan melakukan sosialisasi wikipedia ke tingkat Universitas dan berbagai perlombaan untuk menulis di wikipedia. Selain itu WPID juga telah melakukan pelatihan untuk bagaimana menulis wikipedia dengan baik. Cara lain yang dapat ditempuh mungkin untuk waktu dekat ini adalah meminta kepada penulis WPID untuk menyertakan minimal 1 sumber dalam tulisannya yang kemudian dapat ditambah jumlah sumbernya ketika penulis WPID semakin terbiasa menyediakan sumber tulisan artikel untuk memperkuat fakta dalam artikel. 3. Menurut pendapat, Saya kebijakan dan pedoman WPID saat ini sudah cukup untuk membantu kualitas artikel WPID, karena sudah memberikan gambaran dan kerangka yang jelas untuk menulis suatu artikel menjadi layak menjadi suatu artikel dan layak untuk dibaca. Menurut pendapat, Saya kebijakan dan pedoman dalam WPID telah merangkum kebijakan dan pedoman yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas artikel WPID tetap terjaga dan dapat terus ditingkatkan kualitas artikel yang dimiliki oleh WPID. 4. Menurut pendapat, Saya mekanisme teknis yang ada saat ini telah menjaga kualitas artikel WPID, karena artikel-artikel yang ditulis secara bersama-sama

Universitas Indonesia

B-21

diperiksa oleh wikipediawan, selain itu artikel yang telah ditulis juga terus dilakukan peninjauan secara bersama oleh editor yang ada. Menurut pendapat Saya, pedoman mekanisme teknis yang menjadi acuan WPID dapat menjaga kualitas dan meningkatkan kualitas artikel WPID, karena mekanisme teknis ini memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk menulis sebuah artikel, ketika artikel tersebut terdapat kekurangan pengguna lain dapat memberikan bantuan penambahan fakta tulisan, sehingga menjadi artikel yang layak menjadi sebuah artikel wikipedia. Pengguna:Reindra 1. Terlalu banyak yang masih harus diperbaiki. Tetapi banyak perubahan positif di sana-sini. Dan ini tidak mudah. Saya pengguna USB modem dengan laju maksimum 19 kBps; untuk panjang dan kompleksitas artikel yang setara, waktu yang diperlukan untuk memuat penuh WbI seringkali lebih berat daripada Wikipedia Perancis atau Wikipedia Spanyol. Mungkin perlu diperbaiki konten programming-nya. Saya sendiri tidak paham. 2. Dapat. Misalnya dengan membentuk beberapa gugus tugas dengan fokus-fokus tertentu. 3. Saya tidak memiliki statistik perilaku kontributor. Jadi membantu atau tidaknya, saya tidak dapat mengukurnya. 4. Mekanisme teknis perlu dipertahankan. Masih ada pelaku vandalisme cerdas yang sering luput. Bagaimanapun saya berpendapat WbI memerlukan lebih banyak pengurus. Kita pernah memiliki pengurus seperti Borgx yang tak jemujemunya memandu kontributor baru, tetapi keberadaan beliau di WbI kini hanya menjadi sejarah. Pengguna:Naval_Scene 1. Kualitas Wikipedia sedang. Banyak artikel yang digarap setengah jadi. 2. Peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah wikipediawan jangka panjang. Wikipediawan semacam ini cenderung menambah informasi sedikit demi sedikit saat ditemukan, meskipun sedang tidak aktif.

Universitas Indonesia

B-22

Memang agak sulit untuk mendapatkan wikipediawan seperti ini karena pengguna baru perlu melewati hambatan masuk yang semakin besar. Perlu juga diperbanyak pengguna yang memantau troll. 3. Kebijakan yang ada sekarang sudah cukup sebagai kebijakan inti. Templat peringatan terlalu banyak dan terlalu mudah diberikan sehingga membuat orang takut. Ucapan selamat datang terlalu berbau “mesin” dan tidak personal. 4. Mekanisme teknis revisi tunda membuat pusing pengguna baru dan dapat mematahkan semangat. Namun, hal ini bagus untuk publik karena mereka mendapat tampilan artikel yang stabil. Pengguna:Rintojiang 1. Secara umum, hemat saya kualitas artikel di Wikipedia ID masih rendah kalau ditilik dari rasio kualitas dan kuantitas. Sebagian dari kontributor aktif hanya memusatkan prioritas sumbangan artikel dalam hal jumlah yang ditandai dengan banyak ditemukan artikel2 pendek yang hanya berupa copy paste dari artikel serupa dengan sedikit perubahan. 2. Tentu saja dapat. a. Secara online: - dapat dilakukan dengan menggalang pengguna aktif untuk berkontribusi berdasarkan tema2 artikel yang diganti secara berkala, supaya perbaikan kualitas artikel dapat dilakukan secara terkonsentrasi dan terorganisir. - pembuatan artikel baru pendek harus dicegah sedapat mungkin. - penghapusan berkala artikel yang perlu dirapikan atau dikembangkan namun belum dirapikan atau dikembangkan walaupun tidak ada batas waktu penghapusan. - menambah editor-editor aktif berpatroli. b. Secara offline: - penyelenggaraan lomba-lomba menulis di Wikipedia.

Universitas Indonesia

B-23

3. Pedoman dan petunjuk selengkap apapun saya kira tidak dapat dibilang cukup untuk mengatur dan menjaga kualitas Wikipedia ID, beberapa faktor yang menentukan adalah aktif tidaknya para pengurus dan editor untuk berpatroli sehari2. Tiap orang mempunyai mata pencaharian dan tidak mungkin menghabiskan waktu berjam2 di depan komputer mengurusi Wikipedia, solusinya adalah menambah jumlah pengurus seiring jumlah artikel dan pengguna bertambah. Pengguna:RaymondSutanto 1. Secara umum, saya mengakui kalau kualitas kebanyakan artikel di Wikipedia Indonesia masih sangat buruk. Mengapa? Karena terlalu banyak artikel-artikel yang kurang penting, misalnya artikel tentang kelurahan/desa di Indonesia, menurut saya itu tidak penting sekali. Sedangkan, artikel yang buat saya penting,artikel-artikel bertopik sains dan ilmu pengetahuan lainnya, jumlahnya sangat kurang dan masih banyak yang merah. Jumlah artikel sains di WPID pun saya rasa kalah jauh dibanding Wikipedia Vietnam meski pengguna aktif disana mungkin lebih sedikit. 2. Kualitas artikel Wikipedia Indonesia tentu saja dapat ditingkatkan. Dengan bertambahnya jumlah pengguna baru yang aktif (beruntung kalau didapat pengguna yang ahli dalam seseatu bidang), saya berharap kualitas Wikipedia Indonesia bisa meningkat. 3. Saya rasa kebijakan dan pedomannya mungkin cukup, tapi untuk menjaga kualitas artikel Wikipedia mungkin sulit karena bagaimanapun juga, wikipedia dapat disunting siapa saja. Pengguna seperti saya pun mungkin masih melakukan kesalahan dalam menerjemahkan. Yang belum ada ya mungkin seorang ahli dalam bidangnya yang bisa mengecek isi artikel itu benar apa tidak. 4. Fitur seperti revisi tunda dan pengembalian suntingan mungkin tidak meningkatkan kualitas, tapi lebih ke mempertahankan kualitas (menjaga dari vandalisme). Apakah fitur seperti bot termasuk teknis? Menurut saya, bot bisa meningkatkan kualitas, diantaranya memperbaiki kesalahan tata bahasa. Saya berharap kalau bot ini di masa depan bisa mendeteksi kesalahan ejaan juga.

Universitas Indonesia

B-24

Pengguna:BlackKnight 1. Dibandingkan dengan ensiklopedia berbahasa Indonesia lainnya, kita jauh di atas rata-rata. Wikipedia memiliki koleksi artikel yang lengkap dan pembahasan yang lebih mendalam. Namun bila dibandingkan dengan Wikipedia bahasa lain, kita masih jauh tertinggal, baik kuantitas maupun kualitas. Masih rendahnya kualitas WPID ditandai dengan kurang mendalamnya pembahasan obyek dalam artikel, banyaknya artikel yang sulit dimengerti karena penulisan yang kurang baik, dan banyaknya pranala yang tidak terisi (pranala merah); selain itu, kualitasnya pun diragukan terutama karena banyaknya artikel yang tidak memiliki rujukan. 2. Cara paling efektif baik dalam jangka pendek maupun panjang adalah dengan terus menerus mendorong pertambahan jumlah pengguna baru dan

mempertahankan kontributor lama, dengan demikian seluruh masalah mulai dari kurangnya pembahasan, penulisan yang kurang baik, banyaknya pranala merah, dan kurangnya rujukan dapat teratasi karena akan ada lebih banyak orang yang berusaha menutupi kekurangan itu. 3. Meskipun sebagian besar ditulis dalam versi yang lebih sederhana dibanding versi bahasa Inggris, pedoman kita sudah cukup lengkap, namun demikian sepertinya tidak banyak orang yang mengikuti pedoman ini, bahkan para Pengurus. Entah karena tidak membaca, atau memang enggan mengikutinya. Misalnya tentang pedoman untuk bersikap ramah terhadap pengguna baru, masih banyak pengurus yang dengan sekenanya menempelkan templat di halaman pembicaraan pengguna baru atau malah menghapus tanpa pemberitahuan. Hal ini sering membuat pengguna baru (dan juga pengguna lama) merasa kurang dihargai, yang diindikasikan dengan banyaknya pesan bernada tidak senang atau bahkan marah di Warung Kopi. Keengganan untuk mengikuti pedoman tersebut menyebabkan jumlah kontributor aktif stagnan, atau malah turun, karena menciptakan situasi dan lingkungan yang tidak menyenangkan di Wikipedia, dan akhirnya menurunkan peningkatan kualitas Wikipedia.

Universitas Indonesia

B-25

Begitu pula dengan kebijakan, kebijakan yang ada telah melingkupi seluruh aspek penting Wikipedia namun banyak yang tidak diikuti. Untuk itu penulisan kebijakan dan pedoman perlu diperbaiki (misalnya diperingkas atau malah diperlengkap) agar sesuai dengan kondisi Wikipediawan Indonesia. 4. Sudah, secara teknis Wikipedia Bahasa Indonesia sudah baik. Pengguna:Kenrick95 1. Dalam angka (DEPTH), Wikipedia bahasa Indonesia mempunyai kualitas yang bagus; tetapi kenyataannya tidak demikian, artikel-artikel Wikipedia bahasa Indonesia masih banyak yang informasinya salah, penggunaan bahasanya salah, ataupun tidak memiliki rujukan ke sumber tepercaya. Meskipun terdapat fitur seperti hak "Editor" (Penyunting), mereka pun terkesan "asal terima" dalam menerima suntingan yang tertunda. 2. Menurut saya, kualitas Wikipedia bahasa Indonesia dapat ditingkatkan, tetapi mengharuskan penggunanya sangat aktif setiap hari, misalnya pada masa kepengurusan "Borgx", dia memantau banyak sekali artikel, sehingga menurut saya saat itu adalah saat ketika kualitas Wikipedia bahasa Indonesia paling tinggi walaupun dalam angka DEPTH tidak begitu tinggi. 3. Menurut saya, kebijakan dan pedoman yang ada itu tidak lengkap dan memusingkan pengguna sehingga membuat pengguna-pengguna baru bingung. Artikel baru yang dibuat pengguna baru sering diusulkan untuk dihapus (dengan cepat) karena "tidak memenuhi kriteria kelayakan" walaupun tidak memenuhi kebijakan penghapusan cepat. Atau kasus yang lain: artikel yang baru dibuat dihapus (dengan cepat) karena alasan "tidak ensiklopedis" walaupun melanggar kebijakan penggunaan cepat. Kebijakan dan pedoman tentang penghapusan artikel, kriteria artikel pilihan, kriteria gambar pilihan, kelayakan artikel, dan tentang sumber tepercaya menurut saya harus segera dibuat ataupun dilengkapi karena ke depannya Wikipedia bahasa Indonesia akan sangat bergantung pada kebijakan dan pedoman tersebut. 4. Setiap mekanisme teknis yang ada hanya dapat berjalan jika ada yang mendukungnya (atau yang memulainya selalu melanjutkannya); contohnya yaitu

Universitas Indonesia

B-26

tentang pemilihan gambar pilihan tahun 2011 menggunakan sistem yang disepakati pada tahun 2010. Saya sebagai penggagas sistem itu selalu menjaga agar sistem tersebut dapat berlangsung. Dan akhirnya pada pemilihan gambar pilihan tahun 2012 sistem tersebut diganti karena tidak efektif memilih gambar pilihan. Pada akhirnya, Wikipedia bahasa Indonesia memerlukan seorang sosok seperti "Borgx" yang mengurusi Wikipedia bahasa Indonesia secara sangat aktif untuk menjaga kualitas artikel-artikel yang ada. Pengguna:JohnThorne 1. Cukup memadai untuk memberi jawaban singkat mengenai berbagai topik, meskipun banyak yang harus diperbaiki. 2. Ya. Menurut pendapat saya, ada dua titik pendekatan yang dapat dilakukan: - Untuk pengguna lama: peningkatan dapat dilakukan dengan spesialisasi kelompok, yaitu jika beberapa pengguna dapat bekerja sama mengerjakan artikelartikel dalam satu bidang topik dengan sungguh-sungguh, misalnya dengan mengoptimalkan kerja ProyekWiki. - Untuk pengguna baru: perlu dilakukan pendekatan pengenalan sekaligus mengadakan pembimbingan singkat, bagaimana membuat artikel baru yang memadai (meskipun tidak sempurna, karena tidak ada yang sempurna) dan bukan sekedar rintisan. 3. Kebijakan dan pedoman saya rasa cukup. Yang lebih perlu adalah penyampaian dan penerapannya kepada seluruh pengguna. Dari pengalaman saya pribadi, saya telah mencoba belajar sendiri mengenai pedoman dan cara wikify dsb. tanpa bimbingan dari pengurus. Saya merasakan hal ini tidak mudah, apalagi ada satu pengurus yang malah mencoba mematahkan semangat dengan menghapus artikel tanpa pemberitahuan, atau menandai artikel yang baru dibuat dengan {{hapus}} tanpa bimbingan apapun. Hal ini membuat saya berpikir alangkah baiknya jika ada pengurus yang mau meluangkan waktu sejenak, misalnya dengan mengirim surel kepada pengguna, untuk membangkitkan semangat, sekaligus menunjukkan kerangka artikel yang benar dan menerangkan apa standar minimal suatu artikel

Universitas Indonesia

B-27

yang memadai. Hal ini bukan saja akan meningkatkan mutu artikel, tetapi juga meringankan tugas pengurus, karena tidak harus mengerjakan ulang semua artikel yang ditandai dengan rintisan. 4. Ya, saya percaya mekanisme teknis ini telah teruji selama bertahun-tahun, baik di WPID maupun di bahasa lain. Yang diperlukan adalah pemberian pengertian kepada para pengguna mengenai tujuan dan kegunaannya, sehingga para pengguna dapat memahami dan menggunakan dengan mahir dan berkualitas seperti pengurus-pengurus. Jadi pada dasarnya adalah "penularan" komitmen untuk membuat artikel yang memadai dan semangat untuk memperbaiki kepada semua pengguna. Pengguna:Gombang 1. Masih kurang memuaskan. 2. Tentunya selalu dapat ditingkatkan. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menambah lebih banyak lagi kontributor aktif yang "berkualitas". Selain itu kebiasaan kolaborasi dalam menyunting artikel juga perlu diperluas. 3. Kebijakan yang ada dalam menjaga kualitas artikel rasanya sudah cukup baik. Akhir-akhir ini tuntutan agar artikel dilengkapi dengan rujukan semakin diperhatikan. Namun ada beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan, terutama proses kolaborasi dan peer-review pada suatu artikel. 4. Sudah baik. Menurut saya masalah Wikipedia bahasa Indonesia terutama bukan teknis, tapi sosial (di pembinaan komunitasnya). Pengguna:Gunkarta 1. Cukup bagus dan lebih kaya, misalnya jika dibandingkan bahasa lain, misalnya bahasa Melayu, Tagalog, Thai, Viet, Tamil, Jawa atau Sunda. Tetapi kualitasnya masih di bawah bahasa internasional dominan seperti Inggris, Perancis dan Spanyol. Untuk bahasa Melayu bahkan saya menemukan modus operandi penambahan jumlah artikel bahasa Melayu secara instan: mengkopi artikel

Universitas Indonesia

B-28

Wikipedia bahasa Indonesia ke dalam artikel mereka lalu merubahnya menjadi tata bahasa dan kosakata mereka: karena > kerana, coba > cuba, peradaban > tamadun, dll. Jadi artikel wikipedia Indonesia banyak "dicangkok" dalam wikipedia Melayu. Dalam skala 1-10 wikipedia Indonesia saya beri nilai 7. 2. Tentu, bercermin pada wikipedia bahasa Inggris dimana saya turut berpartisipasi dalam artikel-artikel mengenai Indonesia, caranya mungkin a. Perbanyak pengguna aktif. Keunggulan wikipedia Inggris adalah

penggunanya/editor yang berjumlah sangat banyak, maklum bahasa Internasional. Kebijaksanaan, pengetahuan isi kepala banyak orang tentu lebih baik dari sedikit orang. Wikipedia Indonesia mungkin perlu menjaring pengguna-pengguna baru terutama di kalangan intelektual, mahasiswa, atau bahkan pelajar SMA. Tapi harus dibimbing agar dapat memperkaya artikel dengan baik. Memang tidak mudah mengajak seseorang untuk berkontribusi, bekerja tanpa dibayar pula. Tapi sadarkan nilai altruis dari gerakan wikipedi ini; bahwa ini adalah gerakan pencerdasan bangsa Indonesia melalui penyediaan pengetahuan yang bebas diakses dan diperkaya siapa saja. Dari sekian banyak perkenalan mungkin nanti dengan sendirinya akan tersaring siapa saja pengguna yang aktif dan mana yang tidak aktif. Pengguna aktif ini biasanya setia, rajin dan gigih memperbaiki dan memperkaya artikel, mereka adalah kontributor berharga dan mengkin apresiasi dan penghargaan dari pengguna lain menjadikan komunitas ini lebih menyenangkan. Akan tetapi "darah baru" selalu diperlukan dan disambut gembira. b. Perbaiki kesahihan data. Kelemahan wikipedia Indonesia adalah kadang masih terbaca sebagai blog. Banyak pengguna yang kadang tergoda untuk menuliskan pendapat atau riset pribadinya tanpa pertanggungjawaban kutipan ilmiah dari sumber/literatur terpercaya (kadang terlalu malas mencarinya). Di wikipedia Inggris disiplin kesahihan datanya jauh lebih baik, misalnya mengenai perlunya kutipan dari buku, media, atau web. Ada pernyataan yang sedikit aneh saja, maka pengguna lain segera menantang pernyataan itu dengan tag "citation needed" dan jika tidak disediakan dalam jangka waktu tertentu maka frasa atau kalimat itu bisa

Universitas Indonesia

B-29

dihilangkan. Tradisi kiritis ini bagus untuk kualitas artikel dan berkembang baik di wikipedia Inggris. c. Perbaiki kelengkapan artikel. Selain teks dan data, unsur lain seperti foto, infografik, ilustrasi, peta, denah, bagan, atau diagram, sangat membantu kelengkapan, keindahan, dan kesempurnaan suatu artikel. Sebenarnya ini tak lepas dari Wikimedia Commons dan para kontributor yang aktif di dalamnya. Satu hal yang perlu didorong adalah mengundang pengguna wikipedia Indonesia agar sudi turut aktif menjadi kontributor wikimedia commons, membuka akun wikimedia commons mereka, dan rela mengkontribusikan karya mereka, foto atau grafik karya mereka sendiri (bukan comotan dari internet). Untuk peta atau bagan vektor misalnya, dapat dibuat dalam berbagai bahasa jika dibuat dalam format svg. Dengan demikian artikel wikipedia Indonesia akan lebih baik kualitasnya. 3. Sudah cukup baik. Pengguna senior, pengurus, atau birokrat wikipedia Indonesia sebaiknya meluangkan waktu membentuk pedoman, membimbing pengguna-pengguna baru, sekaligus memotivasi mereka untuk berkontribusi secara baik dan membangun. Pedoman yang perlu ditekankan adalah bagaimana membuat catatan kaki atau kutipan, misalnya dengan memberitahukan mengenai "citation template" untuk buku, media, atau web. Kalau kutipan dan referensinya tersusun rapi dan lengkap, artikel akan lebih baik kualitasnya. 4. Mekanisme teknis yang ada sudah cukup baik mampu menjaga kualitas artikel, bahkan dalam beberapa hal (misalnya upaya memerangi vandalisme) wikipedia Indonesia jauh lebih baik daripada wikipedia Inggris. Fitur artikel terperiksa sangat bagus karena mencegah beredarnya artikel ngawur.Pengguna editor senior dapat menyetujui melalui memeriksa suntingan yang mungkin adalah vandalisme atau data hoax (penipuan) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tapi terus terang saya kurang tertarik pada unsur birokrasi dalam wikipedia, jadi kurang mengerti dalam hal ini. Saya cenderung membiarkan pengguna lain yang mengurusinya, saya lebih tertarik memperbaiki dan memperkaya artikel.

Universitas Indonesia

B-30

Pengguna:Serenity 1. Pengharapan saya sangat tinggi untuk sebuah bacaan, jadi apa yang umum untuk saya, mungkin tidak umum untuk orang lain karena standar yang saya terapkan tinggi. Untuk saya artikel Wikipedia bahasa Indonesia hanya terhitung "ada", seringkali bacaan panjang ditulis dengan buruk, walaupun banyak juga yang ditulis dengan sangat baik. Tetapi yang ditulis dengan sangat baik itu seringkali kasus khusus, bukan umum. Sementara artikel pendek-pendek yang cukup banyak tidak cukup informatif untuk menambah pengetahuan - jadi secara umum wikipedia bahasa Indonesia masih seperti papan penunjuk jalan - ada disana, terbaca, tetapi ya cuman itu. 2. Tidak ada yang tidak bisa. Caranya, dengan menipu orang atau memaksanya menjadi sukarelawan untuk periode periode tertentu. 3. Saya tidak pernah baca pedoman, saya pikir banyak penyumbang lain juga tidak baca pedoman, tapi ini perkiraan saja. Kecuali terpaksa dan ditunjuk orang untuk membaca pedoman tersebut atau harus membuat presentasi karena jadi pembicara - saya nebak nebak saja karena peraturan itu biasanya logis. Jadi saya tidak bisa tahu apa yang sudah ada dan yang perlu ada. 4. Mekanisme teknisnya yang sekarang ada justru menghambat kuantitas saat ini (flag rev, penguncian artikel, penghapusan artikel), penerapannya dilakukan oleh pengguna pengguna yang tidak dapat membedakan mana yang berkualitas baik mana yang hanya ditulis panjang. Mereka bisa membedakan mana sampah dan mana tidak, tetapi pengguna yang ada sekarang pada umumnya tidak mampu mengembangkan dan memperbaiki - sehingga bukannya malah jadi baik malah jadi senjata makan tuan. Itu untuk yang teknis. Saya tidak cukup pengetahuan teknis untuk menganjurkan sesuatu yang teknis, namun secara non teknis yang belum ada adalah orang orang dengan kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki artikel. Kita ada banyak "pemulai", tetapi belum ada yang mampu merancang "perbaikan" dari apa yang sudah dimulai buruk (misalnya). Pemeliharaan yang baik yang belum ada.

Universitas Indonesia

B-31

Pengguna:Marfiadi 1. Kualitas artikel Wikiid sudah cukup baik. Tapi dibandingkan dengan Wiki.en memang masih terlalu jauh. 2. Tentu saja masih dapat ditingkatkan lagi. Diperlukan lebih banyak lagi wikipediawan yang berkontribusi. Sulit kalau hanya mengandalkan pertumbuhan wikipediawan secara alami. Program-program seperti pijar teologi dsb bisa membangkitkan jumalh wikipediawan secara signifikan. Tapi saya berpendapat kerjasama dengan universitas-universitas dan bahkan sekolah-sekolah menengah dapat lebih meningkatkan kualitas artikel. Mengapa selama ini tidak terpikirkan untuk membentuk kegiatan ekskul wikipedia di universitas-universitas dan sekolah-sekolah. Setidaknya digabungkan dengan ekskul yg sudah eksis seperti KIR dan klub-klub diskusi. 3. Terus terang saya pribadi tidak terlalu suka dengan perkembangan kebijakan di Wiki.id. Mungkin maksudnya agar lebih "prudent" dan selektif. Kebijakan seperti penguncian artikel yang dianggap sudah stabil menurut saya lebih mengekang pengembangan artikel. Termasuk juga kebijakan pelarangan anon membuat artikel. Untuk wikimedia yang artikelnya masih minim seperti wiki.id sebaiknya malah didorong agar lebih banyak artikel yang dibuat dan dikembangkan oleh siapa saja. Saya malah mendukung agar aturan-aturan yang mengekang itu dihapus saja. Peranan admin saja yang lebih ditingkatkan. Mesti ada peningkatan jumlah admin secara signifikan. 4. Jawaban untuk yang ini sudah diwakili oleh jawaban no. 3. Pengguna:Ennio_morricone 1. Menurut saya, kualitas artikel WPID terlalu umum dan kurang mendetil seperti Wikipedia bahasa yang lain. Masalah utama dalam kualitas ini menurut saya: - Kurang konten / penulis berpengetahuan lokal Indonesia sehingga kebanyakan hanya terjemahan dari Wikipedia bahasa lain, i.e. Inggris yang kebetulan lingua franka global saat ini, sehingga artikel2 tentang Indonesia justru malah sangat

Universitas Indonesia

B-32

kurang dan mandeg. Terjemahannya pun banyak yang tidak menggunakan istilah baku dalam KBBI atau glosarium dan masih mentah bahasa inggris / asing lain. - Kurangnya kesadaran untuk menulis referensi yang dapat memperkuat artikel. Mungkin karena keterbatasan sumber elektronik/cetak dan kurang tahunya tata cara formal untuk mengutip sumber. - Artikel banyak mencantumkan hal2 tidak penting (e.g. status2 yang mencantumkan agama terutama dalam kotak info tokoh, artis, politikus; kategori e.g. Tokoh Islam, tokoh Kristen, Mualaf, dsb) dan sering dipolitisir dengan adanya istilah2 hiperbolisme (terutama saya lihat dalam terkait sejarah Indonesia) - Masih maraknya pengguna tidak terdaftar yang menyunting artikel dengan asal2an dan tidak menggunakan sumber terpercaya, juga sering melakukan praktik vandalisme. 2. Saya pikir cara terbaik adalah dengan jalan mendidik kontributor2 artikel dan memberikan kursus2/tutorial untuk pengguna2 baru lewat jalur lain (e.g. skype kursus menyunting, penyebaran selebaran-e,buku-e/cetak tentang menyunting WPID di masyarakat luas). Pendidikan tersebut boleh diformat berjenjang/level, dan mencakup hal2 seperti: hal dasar, i.e. aturan & etiket menyunting, tata cara memasukkan informasi di WPID, pranala tautan, sumber KBBI, sumber glosarium dsb; tingkat lanjutan: menulis templat, jenis2 & tugas2 pengguna, birokrasi anggota / pengguna dsb. SI, sekedar info, dari teman saya orang Viet Nam, jumlah dan kualitas artikel Wikipedia bahasa Vietnam (Tieng Viet) berkembang sangat pesat dari kurang dari 1/2 menjadi lebih dari 2x lipat jumlah artikel WPID hanya dalam waktu <2 tahun, mungkin ini bisa dijadiken bahan pelajaran untuk memajukan WPID. Saya

dengar tentara2 dan anak2 muda di sana diajarkan untuk menulis di Wikipedia, dengan kata lain melibatkan pemerintah dan lembaga2 edukasi. Ini mungkin bisa dibuat contoh. 3. Menurut saya dalam kebijakan dan pedoman sudah cukup dalam membatasi kerusakan dan menyeragamkan format artikel, namun belum cukup untuk membuat Wikipedia semakin berkembang pesat, sudah ada jenis2 pengguna dan tugas2nya namun belum cukup banyak dan teratur untuk jenis2 artikel tertentu.

Universitas Indonesia

B-33

Mungkin kurang adanya otonomi pengurus masing2 untuk bagian Biografi, Geografi, Ilmu, Sejarah, Olahraga, Teknologi, Komunitas, dan Seni untuk

mengembangkan portal mereka? (tolong betulkan kalau saya salah) 4. Maaf bisa tolong diperjelas mekanisme teknis contohnya apa..? Kalau sekedar format saya rasa sangat kurang karena mekanisme format sepertinya kurang tegas, e.g. banyak templat kotak2 info yang sama / duplikasi dan mestinya tidak perlu ada. Pengguna:27christian11 1. Menurut saya, kualitas artikel Wikipedia Bahasa Indonesia masih dibawah standar untuk dibaca, masih banyak artikel-artikel yang informasinya tidak lengkap, bahkan beberapa artikel informasinya hanya satu dua kalimat. Ada artikel yang juga tidak bisa dipercaya/tidak benar karena disunting dan diganti oleh perusak/vandal. Ada juga artikel yang kualitasnya buruk meskipun penuh informasi (contoh: penyunting mau berbagi pengetahuannya ke Wikipedia, tetapi tidak tahu bagaimana menyunting artikel dengan benar). Dan juga ada artikel yang disunting hanya oleh dari satu sisi. 2. Kualitas Artikel Bahasa Indonesia bisa ditingkatkan, satu peningkatan yang sudah terjadi adalah peningkatan keamanan yang dibuat pada tahun 2010, dengan peningkatan ini, perusak/vandal tidak bisa menyunting artikel dengan sebabasnya. Satu cara meningkatkan kualitas Wikipedia Bahasa Indonesia meningkatkan pengguna ketika membuat artikel baru, sebaiknya memberikan banyak informasi tentang artikel itu, meskipun cuma satu artikel, jangan membuat artikel tetapi satupun tidak mempunyai informasi yang cukup baik. Cara lain untuk adalah untuk pengguna baru yang mau menyunting di Wikipedia Bahasa Indonesia, sebaiknya diberikan informasi tentang cara yang tepat untuk menyunting, supaya mereka nantinya bisa bisa membuat artikel yang baik and memperbaiki artikel yang buruk. 3. Untuk kebijakan/pedoman, menurut saya ada beberapa pedoman yang bahasanya masih kurang pas untuk didengar, maksud saya ada kata-kata yang

Universitas Indonesia

B-34

diterjemahkan langsung dari bahasa lain tanpa diperiksa. Tetapi yang utama adalah: yang penting ada daripada tidak ada. 4. Untuk fitur teknis, semuanya berfungsi, kecuali templat, satu masalah yang saya sendiri hadapi sewaktu membuat artikel baru yaitu: tidak ada templat yang sesuai dengan artikel itu, sehingga saya harus membuat templat itu sendiri, yang biasanya bisa menghabiskan waktu. Dan inilah salah satu hal yang membuat kualitas artikel-artikel Wikipedia Bahasa Indonesia dibawah standar. Pengguna:Imanuel_NS_Uen 1. Mengenai kualitas artikel WPID, menurut saya kualitas artikel WPID ada beberapa yang di percaya dan ada beberapa yang sulit di percaya untuk kepercayaannya. karena masih dapat ditemukan artikel yang sipertanyakan referensinya, saya sering melihat banyak artikel yang di tambah alias pengembangan hanya sedikit tetapi tidak disertai referensinya. suntingansuntingan kecil yang membuat bingung sih. saya sebagai salah satu mahasiswa, dosen saya ada yang memberikan tugas ke WPID tetapi ada juga dosen yang tidak mau menggunakan referensi dari WPID karena tingkat kepercayaannya masih di pertanyakan. over all kualitas WPID masih oke la hehehehe.... berbeda dengan en punya sih :p 2. Kualitas artikel WPID tentu bisa di tingkatkan, hanya saja sedikit sulit, karena di Indonesia banyak orang kurang suka menulis, apa lagi di WPID banyak pengguna baru ingin menulis sudah di beri taq {{hapus}} hal ini membuat orang takut untuk menulis, seakan-akan tulisannya tidak dihargai. Untuk meningkatkan kualitas artikel WPID, saya paling suka kalau WPID membuat kelas menulis dengan bekerja sama ke universitas, sekolah. Dengan itu WPID bisa mendidik anak-anak indonesia untuk menulis. Lalu dengan mengadakan lomba-lomba. Tapi menurut saya wikipedia bisa berkembang karena banyak universitas dan sekolah memberikan tugas siswa menulis di sana. soalnya WPID ensiklopedis sering digunakan oleh pelajar dibanding orang kerja, 3. Pedoman yang sudah ada cukup membantu menjaga kualitas artikel WPID, tetapi apa yang di pedoman berbeda dengan pelaksanaan, jadi membuat bingung

Universitas Indonesia

B-35

pengguna baru, awal saya kontribusi saya bingung, untung di dampingi oleh pengguna senior. Terkadang suatu pedoman atau kebijakan setiap pengurus itu berbeda, seakan saya melihat banyak orang berstatus pengurus atau lainnya, memiliki status tersebut hanya untuk mementingkan artikelnya dan tidak untuk kepentingan bersama. yang belum ada tetapi sudah ada dalam tertulis adalah pelaksanaan dalam menghargai satu dengan yang lain. 4. Sama seperti dengan yang di atas, mungkin pedoman sudah ada tetapi berbeda dengan pelaksanaannya. Pengguna:Sentausa 1. Menurut saya, kualitas artikel Wikipedia Indonesia secara umum masih rendah, karena misalnya banyak sekali artikel rintisan yang berisi satu-dua kalimat saja. 2. Dapat ditingkatkan dengan menambah kontributor yang "ahli" pada bidangnya, atau setidaknya memiliki referensi yang sesuai. 3. Saya rasa kebijakan dan pedomannya sudah cukup, yang kurang jumlah pengurusnya. 4. Idem dengan jawaban nomor 3.

Universitas Indonesia

LAMPIRAN C KAJIAN DOKUMEN

Kebijakan dan pedoman Wikipedia Indonesia diinvetarisasi dari tiga sumber: (1) Halaman daftar kebijakan dan pedoman 14; (2) Templat kebijakan dan pedoman 15; (3) Templat pedoman gaya 16. Tabel berikut menyajikan daftar 79 dokumen yang berhasil diinventarisasi.
Tabel C.1 Daftar Kebijakan Wikipedia Indonesia No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Judul Kebijakan dan pedoman Pancapilar Aturan yang disederhanakan Daftar kebijakan dan pedoman Prinsip dasar proyek Hak cipta Wikipedia bukanlah Kebijakan penyuntingan Konsensus Penyelesaian perselisihan Jangan terbebani aturan Bangun jaringan halaman Masuk log sebelum melakukan penyuntingan drastis Prosedur penetapan kebijakan dan pedoman Kebijakan mengenai kepengurusan Kebijakan privasi Pengurus/Sistem pemilihan pengurus Kebijakan pelindungan; Halaman yang dilindungi Kebijakan penghapusan Sudut pandang netral Pemastian Bukan riset asli Vanitas Kelayakan artikel Biografi tokoh yang masih hidup Pedoman penamaan Disambiguasi Jangan menyertakan salinan naskah asli Sumber tepercaya Status Kebijakan Tanpa status Pedoman Tanpa status Tanpa status Kebijakan Kebijakan Kebijakan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Kebijakan Kebijakan Tanpa status Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Jenis Ikhtisar Ikhtisar Ikhtisar Ikhtisar Ikhtisar Umum Umum Umum Umum Umum Umum Umum Umum Umum Umum Umum Umum Konten Konten Konten Konten Konten Konten Konten Konten Konten Konten Konten Konten

14 15 16

http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Daftar_kebijakan_dan_pedoman http://id.wikipedia.org/wiki/Templat:Kebijakan_dan_pedoman_Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Templat:Pedoman_gaya

C-1

Universitas Indonesia

C-2 Tabel C.1 Daftar Kebijakan Wikipedia Indonesia No 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Judul Tulisan ngawur Konflik kepentingan Kebijakan penggunaan gambar Kelayakan artikel/Olahragawan Kelayakan artikel/Organisasi dan perusahaan Kelayakan artikel/Sekolah Penggunaan media non-bebas Pengguna siluman Kebijakan pemblokiran Jangan menyerang pribadi Pelecehan Perang suntingan Asumsikan niat baik Etikawiki Jangan mengacau untuk pembuktian Jangan menggigit pengguna baru Kepemilikan artikel Kesopanan Vandalisme Tiga kali pengembalian Nama pengguna Catatan atas Panjang artikel Halaman pembicaraan Halaman pengguna Jangan ragu menyunting artikel Subhalaman Tanda tangani pembicaraan Anda pada halaman diskusi Pedoman gaya Pedoman penulisan tanggal dan angka Pedoman tata letak Daftar Pranala luar Pedoman ejaan dan penulisan kata Pedoman penulisan huruf kapital Pedoman penulisan tanda baca Pedoman penulisan singkatan dan akronim Pedoman penamaan/Organisme Pedoman penamaan/Karya Pedoman penamaan/Tokoh Pedoman penamaan/Ilmu dan teknologi Pedoman penamaan/Organisasi Pedoman penamaan/Lokasi geografis Pedoman penamaan/Kapitalisasi Pedoman penyerapan istilah Pedoman alih aksara Arab ke Latin Pedoman alih aksara Hangul ke Latin Status Pedoman Tanpa status Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Pedoman Kebijakan Pedoman Usulan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Tanpa status Kebijakan Kebijakan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Usulan Usulan Usulan Usulan Usulan Usulan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Jenis Konten Konten Konten Konten Konten Konten Konten Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Perilaku Penyuntingan Penyuntingan Penyuntingan Penyuntingan Penyuntingan Penyuntingan Penyuntingan Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya

Universitas Indonesia

C-3 Tabel C.1 Daftar Kebijakan Wikipedia Indonesia No 77 78 79 Judul Pedoman alih aksara Sirilik ke Latin Pedoman penamaan/Kategori Templat Status Pedoman Pedoman Pedoman Jenis Gaya Klasifikasi Klasifikasi

Tabel C.1 mencantumkan daftar kebijakan WPID dengan status dan jenisnya. Berdasarkan status, ditemukan 4 jenis status, yaitu kebijakan (23 dokumen, 29%), pedoman (43 dokumen, 54%), usulan (7 dokumen, 9%), dan tanpa status (6 dokumen, 8%). Berdasarkan jenis atau bidang, ditemukan 7 jenis dokumen, yaitu ikhtisar, umum, konten, perilaku, penyuntingan, gaya, dan klasifikasi.

Universitas Indonesia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->