KATA PENGANTAR

Assalaamualaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya mampu menyelesaikan tugas referat kepaniteraan Ilmu Anestesi yang berjudul ANALGESIA SPINAL dengan tepat waktu. Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas kepaniteraan bagian Ilmu Anestesi. Dalam pembuatan referat ini saya mengucapkan terima kasih kepada : 1. dr.Hj Hayati Usman, Sp.An, selaku Kepala bagian anestesi RSUD dr. SLAMET Garut dan pembimbing kepaniteraan bagian anestesi. 2. Orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan spiritual dan materil. Saya menyadari bahwa dalam tugas ini masih banyak kekurangan, sehingga kritikan yang membangun sangat dibutuhkan untuk perbaikan kedepannya dan untuk lebih memahami ilmu kedokteran, khususnya ilmu anestesi. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

Garut, 5 mei 2012 Penyusun

1

..3 2...............8 Definisi .... Obat-obatan anestesi analgesia …………................ 3 3 4 5 4 4 8 8 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........ ...............................5 2......... 18 2 ........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................. Persiapan Analgesia Spinal ................ Anatomi .............. 1..................................................7 2.......................................1 2............................................ DAFTAR ISI ....................... Indikasi ........2 Latar Belakang .................... 2............ Teknik Analgesia Spinal ................................... 1 2 BAB I PENDAHULUAN .......2 2............4 2....................................................................................................................1 1...................................... Kontra Indikasi ..... Komplikasi ..... Tujuan Penulisan .............................6 2............. 17 DAFTAR PUSTAKA ..............................

analgesia regional intravena. contoh manfaat analgesia regional pada persalinan dengan menggunakan dosis rendah diantaranya : Aman bagi ibu dan bayinya Mudah pelaksanaannya Konsisten. epidural dan kaudal. misalnya blok spinal. misalnya blok pleksus brakialis.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Banyaknya manfaat analgesia regional. (2) blok perifer (blok saraf). khususnya analgesia spinal yang sudah lebih sering digunakan dibandingkan analgesia regional blok sentral yang lain. Anestesi umum terdiri dari induksi intravena dan induksi inhalasi. Sedangkan analgesia regional terdiri dari : (1) blok sentral (blok neuroaksial). sehingga tindakan analgesia spinal cukup sering digunakan pada tindakan pembedahan yang sesuai dengan indikasi. aksiler. mudah diprediksi dan mula kerja cepat. 3 . Analgesia regional paling sering dikerjakan. Teknik tersebut juga memenuhi syarat anestesi pada tindakan sectio cesaria yang ideal (Campbell. analgesia regional dan analgesia lokal. 1997). cukup efektif dan mudah dikerjakan. Mampu memberikan analgesi pada kala I dan II persalinan Memberikan analgesi yang adekuat pada seluruh kala persalinan Tidak menimbulkan blok motorik sehingga memungkinkan ibu bergerak aktif dan mampu meposisikan tubuhnya snediri dalam persalinan Tidak menghilangkan kemampuan ibu untuk mengejan Memungkinkan ibu merasakan adanya kontraksi rahim pada kala II sehingga siap mengejan. Memungkinkan pemberian tambahan obat analgesi bahkan anastesi untuk pembedahan tanpa adanya prosedur invasif tambahan.1 Latar Belakang Anastesi dibagi menjadi tiga. dan lainlain. yaitu anestesi umum. terutama blok spinal yang dengan bertambahnya waktu pengerjaan paling sering digunakan karena tekniknya sederhana.

sehingga seorang dokter yang berperan sebagai medicus praktikus dapat melakukan tindakan analgesia spinal untuk mendukung suatu proses pembedahan.1. teknik dan komplikasi dari analgesia spinal. kontraindikasi. Selain itu untuk mencegah dan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi. persiapan.2 Tujuan Penulisan Penulisan ini dibuat untuk mengetahui indikasi.1 Definisi Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam ruang subaraknoid. Anestesi spinal/subaraknoid disebut juga sebagai analgesi/blok 4 . BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

tekanan intraabdomen. terdiri dari : 5 . Oorgan ini mengurus persarafan tubuh. terdapat 33 tulang punggung pada manusia. 5 tulang lumbal. posisi tubuh. Bagian terjarang terjadi ketidaknormalan adalah bagian punggung Medula Spinalis Bagian susunan saraf pusat terletak di dalam kanalis vertebralis bersamaganglion radiks posterior yang terdapat pada setiap foramen intervertebralisterletak berpasangan kiri dan kanan. dan 4 tulang membentuk tulang ekor (coccyx). Dimulai dari bagian bawah medulla oblongatasetinggi korpus vertebra servikalis I. memanjang sampai ke korpus vertebralumbalis I dan II sama halnya dengan otak berada dalam sakus arakhnoid yang berisi cairanotak.anggota badan serta bagian kepala. Tulang punggung atau vertebra adalah tulang tak beraturan yang membentuk punggung yang mudah digerakkan.Dalam medulla spinalis keluar 31 pasang saraf.2 Anatomi Tulang Belakang Untuk mempelajari kelainan Tulang Belakang / Tulang Punggung seperti scoliosis terlebih dahulu kita harus mengenal anatominya. Hal-hal yang mempengaruhi anestesi spinal adalah jenis obat.spinal intradural atau blok intratekal. berat jenis obat. 5 di antaranya bergabung membentuk bagian sacral. efek vasokonstriksi. Banyaknya tulang belakang dapat saja terjadi ketidaknormalan. Tiga bagian di atasnya terdiri dari 24 tulang yang dibagi menjadi 7 tulang cervical (leher). dosis yang digunakan. sakus arakhoid berakhir di dalam kanalis vertebralis dalam tulang sacrum. 12 tulang thorax (thoraks atau dada) dan. lengkung tulang belakang 2.

Padadaerah lumbal pelebaran ini semakin kecil di sebut konus medularis. dan bagian posterior yang terdiri dari arcus vertebrae. serta didukung oleh penonjolan atau procesus yakni procesus articularis. Arcus vertebrae dibentuk oleh dua “kaki” atau pediculus dan dua lamina. dan procesus spinosus. Akar saraf yang berasal dari lumbal bersatu menembus foramen intervertebralis Struktur umum Sebuah tulang punggung terdiri atas dua bagian yakni bagian anterior yang terdiri daribadan tulang atau corpus vertebrae. Ketika tulang punggung disusun.• • • • • Servikal : 8 pasang Torakal : 12 pasang Lumbal : 5 pasang Sacral : 5 pasang Koksigial : 1 pasang Medulla spinalis mengandung zat putih dan zat kelabu yang mengecil pada bagian atas menuju ke bagian bawah sampai servikal dan torakal. Di antara dua tulang punggung dapat ditemui celah yang disebut foramen intervertebrale. Procesus tersebut membentuk lubang yang disebut foramen vertebrale. Tulang punggung cervical Secara umum memiliki bentuk tulang yang kecil dengan spina atau procesus spinosus (bagian seperti sayap pada belakang 6 . foramen ini akan membentuk saluran sebagai tempat sumsum tulang belakang atau medulla spinalis. Pada bagian initerdapat pelebaran dari vertebra servikal IV sampai vertebra torakal II. procesus transversus. Konus ini berakhir pada vertebra lumbal I dan II.

dan beberapa gerakan rotasi dengan derajat yang kecil.tulang) yang pendek. Bagian ini diberi nomor T1 hingga T12. namun beberapa memiliki sebutan khusus seperti C1 atau atlas. Tulang-tulang bergabung dan tidak memiliki celah atau diskus intervertebralis satu sama lainnya. C2 atau aksis. Beberapa hewan memiliki tulang coccyx atau tulang ekor yang banyak. seberapapun panjang lehernya. Diberi nomor sesuai dengan urutannya dari C1-C7 (C dari cervical). maka dari itu disebut tulang punggung kaudal (kaudal berarti ekor). Beberapa gerakan memutar dapat terjadi.3 Indikasi 7 . Bagian ini memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi tubuh. Tulang punggung thorax Procesus spinosusnya akan berhubungan dengan tulang rusuk. Bagian ini dikenal juga sebagai ‘tulang punggung dorsal’ dalam konteks manusia. Tulang punggung coccygeal Terdapat 3 hingga 5 tulang (Co1-Co5) yang saling bergabung dan tanpa celah. kecuali tulang ke-2 dan 7 yang procesus spinosusnya pendek. Tulang punggung lumbal Bagian ini (L1-L5) merupakan bagian paling tegap konstruksinya dan menanggung beban terberat dari yang lainnya. 2. Tulang punggung sacral Terdapat 5 tulang di bagian ini (S1-S5). Setiap mamalia memiliki 7 tulang punggung leher.

hipovolemia berat (syok). Masa protrombin (PT) dan masa tromboplastin parsial (PTT) dilakukan bila diduga terdapat gangguan pembekuan darah. novalgin. Kontraindikasi relatif meliputi neuropati. koagulopati. Perhatikan juga adanya skoliosis atau kifosis. Berat jenis obat anestetik lokal 8 . Obat anestetik lokal yang digunakan adalah prokain. bedah obstetri. bakteremia. 2. premedikasi tidak berguna bila diberikan pada waktu yang tidak tepat. Anestesi ini juga digunakan pada keadaan khusus seperti bedah endoskopi urologi. parasetamol). bedah rektum. Anestesi spinal pada bayi dan anak kecil dilakukan setelah bayi ditidurkan dengan anestesi 2. Dapat dipertimbangkan pemberian obat premedikasi agar tindakan anestesi dan operasi lebih lancar. tetrakain. dan perineum.Anestesi spinal dapat diberikan pada tindakan yang melibatkan tungkai bawah. Pemeriksaan fisis dilakukan meliputi daerah kulit tempat penyuntikan untuk menyingkirkan adanya kontraindikasi seperti infeksi. nyeri punggung. prior spine surgery. Tindakan anestesi spinal harus diberikan dengan persiapan perlengkapan operasi yang lengkap untuk monitor pasien. Namun. panggul. dan bedah anak. lidokain. pemberian anestesi umum. Pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan adalah penilaian hematokrit.4 Kontraindikasi Kontraindikasi mutlak meliputi infeksi kulit pada tempat dilakukan pungsi lumbal. atau bupivakain.5 Persiapan pra anestesi Pasien sebelumnya diberi informasi tentang tindakan ini (informed concent) meliputi pentingnya tindakan ini dan komplikasi yang mungkin terjadi. Jarum spinal dan obat anestetik spinal disiapkan. dan pasien yang tidak stabil. heparin subkutan dosis rendah. dan a resistant surgeon. Jarum spinal memiliki permukaan yang rata dengan stilet di dalam lumennya dan ukuran 16-G sampai dengan 30-G. penggunaan obat-obatan praoperasi golongan AINS (antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin. perbaikan fraktur tulang panggul. Kunjungan praoperasi dapat menenangkan pasien. dan peningkatan tekanan intrakranial. dan tindakan resusitasi.

yaitu jenis yang ujungnya runcing seperti ujung bambu runcing (jenis Quinke-Babcock atau Greene) dan jenis yang ujungnya seperti ujung pensil (Whitacre).mempengaruhi aliran obat dan perluasan daerah yang teranestesi. alkohol. Jika lebih kecil (hipobarik). 2.6 Obat lokal anestesi regional 1. dan duk.003-1. povidon iodine. Ujung pensil banyak digunakan karena jarang menyebabkan nyeri kepala pascapenyuntikan spinal.Ester compound •Cocaine •Procaine/novocaine •Tetracaine/pontocaine 2.Amide Compound •Lidocaine / Xylocaine •Prilocaine •Bupivacaine •Etidocaine •Ropivacaine Levo bupivacaine 9 . akan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Bila sama (isobarik). Perlengkapan lain berupa kain kasa steril. Jarum Spinal Dikenal 2 macam jarum spinal. Pada anestesi spinal jika berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal (hiperbarik). Pada suhu 37°C cairan serebrospinal memiliki beratjenis 1. obat akan berpindah dari area penyuntikan ke atas. obat akan berada di tingkat yang sama di tempat penyuntikan.008.

Terkadang bupivakain dikombinasikan dengan epinephrine untuk memperlama durasi dengan fentamil untuk analgesia epidural atau glukosa Kontraindikasi Bupivacain untuk anestesi regional intravena karena resiko dari kesalahan toniquet dan absorpsi sistemik obat. epidural. karena strukturnya mirip PABA (para amino benzoic acid).Amide Lebih stabil dalam bentuk larutan Dimetabolisme dalam hati Masa kerja lebih panjang. Tidak bersifat allergen Obat yang lebih sering digunakan untuk penggunaan anestesi regional jenis amide compound Bupivacain Struktur mirip dengan lidokain kecuali yang mengandung amin dan butyl piperydin. Karena efek ini bupivakain lebih popular digunakan untuk memperpanjang analgesia selama persalinan dan pasca pembedahan. Bupivakain sering diberikan melalui injeksi epidural sebelum melakukan arthroplasty panggul total. 20 jam setelah operasi. dan anestesi intratekal. Merupakan anestetik local yang mempunyai masa kerja yang panjan dengan efek blockade terhadap sensorik lebih besar daripada motorik. Bupivakain dapat mengakibatkan beberapa kematianketika pasien diberikan anestesi epidural dengan mendadak.Perbedaan Ester dan AmideEster Relatif tidak stabil dalam bentuk larutan Dimetabolisme dalam plasma oleh enzym pseudocholinesterase. block saraf. Terkadang bupivakain dikombinasikan dengan epinephrine untuk memperlama durasi dengan fentamil untuk analgesia epidural atau glukosa Indikasi Bupivakain digunakan untuk anestesi local termasuk infiltrasi. Juga sering di injeksikan ke luka pembedahan untuk mengurangi nyeri hingga 20 jam setelah operasi. Mekanisme Kerja Bupivakain berikatan dengan bagian intracellular dari kanal sodium dan menutup sodium influkkedalam sel saraf Lidocaine (XYLOCAINE) 10 . Masa kerja pendek.Dapat bersifat alergen.Relatif tidak toksik.Bupivakain dapat mengganggu konsentrasi plasma darah yang diakibatkan karena efeknya yangmempengaruhi CNS dan kardiovaskular. Efek samping dibandingkan dengan obat nestesi local lainnya bupivakain dapatmengakibatkan kardiotoksik akan tetapi efek samping ini aan menjadi jarang bila diberikan dengan benar kebanyakan efek samping berhubungan dengan cara pemberian atau efek farmakologis dari anestesi. Tetapireaksi alergi jarang terjadi.

pusing. Lidokain adalah pilihan alternatif untuk individual yang sensitif terhadap anestesi lokal tipe ester.5%) digunakan sebagai anestesi sebelum venipuncture. lebih tahan lama dan merupakan anastesi lebih luas daripada prokain dengan konsentrasi yang sama. Walaupun senyawa ini efektif jika digunakan tanpa vasokonstriktor. Disamping sediaan untuk injeksi. dysgeusia. dan infiltrasi dari anestesi ke dalam genitalia. Toksisitas Efek samping dari lidokain diperlihatkan dengan adanya peningkatan dosis diantaranya mengantuk. Penggunaan Klinik 11 . koma. Lidokain digunakan pada perawatan ventricular cardiac arrhytmias dan tahanan jantung dengan fibrilasi ventrikular. senyawa ini merupakan suatu senyawa aminoetilamida dan merupakan anggota prototipikal golongan anestetik lokal amida. Lidocaine didealkylasi pada hati oleh CYPs menjadi monoethylglycine xylidide dan glycine xylidide. Farmakodinamik Lidokain di absorbsi secara cepat setelah pemberian parenteral serta dari saluran gastrointestinal dan pernafasan. Pada manusia. Keduanya. Metabolit dari monoethylglycine xylidide dan glycine xylidide dapat berperan pada beberapa efek samping tersebut. skin graft harvesting. Jika dosis meningkat. Tidak seperti prokain. monoethylglycine xylidide dan glycine xylidide menahan aktivitas anastesi lokal. dengan adanya epinephrine menurunkan laju absorbsinya. tersedia sistem pengantaran obat bebas jarum (needle-free drug-delivery system) untuk larutan dari lidocaine dan epinephrine (IONTOCAINE). Merupakan anestetika lokal yang berguna untuk infiltrasi dan memblokir syaraf (nerve block). serta depresi dan henti pernafasan. 6-dimethylaniline. Lidocaine bagian transdermal (LIDODERM) digunakan untuk nyeri yang berhubungan dengan postherpetic neuralgia. yang dapat dimetabolisme lebih lanjut menjadi monoethylglycine dan xylidide. sekarang merupakan anestesik lokal yang paling banyak digunakan dalam bidang kedokteran dan kedokteran gigi. Aksi Farmakologi Lidokain cepat menghasilkan. Depresi kardiovaskular yang signifikan secara klinik biasanya terjadi pada level serum lidocaine yang menghasilkan efek SSP yang nyata.yang diperkenalkan pada tahun 1948. tetapi tidak digunakan pada perawatan atrial arrhytmia. tinnitus. sehingga toksisitasnya menurun dan lama kerjanya diperpanjang. khususnya dengan iskemia akut. akan terjadi serangan jantung. lebih intens. Kombinasi dari lidocaine (2. Sistem ini secara umum digunakan untuk prosedur dermal dan menghasilkan anestesi sampai kedalaman 10 mm. dan kejang (berkedut).59%) and prilocaine (2. sekitar 75% dari xylidide diekskresikan lewat urin sebagai metabolit lebih lanjut 4hydroxy-2.

Pada kulit Eritema dan pigmentasi pada bibir atas terjadi pada anak-anak setelah infiltrasi dental lokal dari lidokain. na metohexital. Sebagai anestesi lokal Umumnya lidokain tidak diberikan pada pasien yang hipovolaemia. Pada kasus lain pasien mengalami gejala ataxia serebral setelah penggunaan lidokain topikal untuk endoskopi. Kehamilan Efek samping serius dari anestesi epidural jarang terjadi tetapi lidokain mungkin memberikan efek transientpada sistem auditory neonatal. 3.Lidokain memiliki indeks terapi yang luas dari penggunaan klinik sebagai anestesi lokal . Lidocain sering digunakan sebagai agen antiarrhytmia. Gangguan ginjal Farmakokinetik lidokain dan metabolitnya monoetilglisinlidid tidak berefek pada pasien dengan gangguan ginjal tetapi akumilasinya terjadi selama infus 12 jam atau lebih. Injeksi IM lidokain mungkin meningkatkan konsentrasi kreatinin fosfokinase yang dapat mengganggu diagnosa dari Infark myocard akut. Inkompabilitas Lidokain dilaporkan inkompatibel dengan larutan amfoterisin B. T1/2 lidokain mungkin diperpanjang pada kondisi kurangnya aliran darah hati seperti gagal jantung atau gagal sirkulasi. na fenitoin dan na cefazolin. bradikardi atau depresi pernapasan. dan seharusnya menjadi perhatian pada jika digunakan pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Kerusakan serebrovaskular Lidokain 5 mg/kg infus IV sekitar 30 menit menyebabkan berkurangnya aliran darah otak sebanyak 12% dan akan kembali normal dalam 60 menit. terjadi penurunan reaktivitas serebrovaskular. 12 . Eritema juga terjadi setelah pemberian topikal pada beberapa formula lidokain seperti transdermal patch. ini digunakan pada sebahagian besar aplikasi ketika diperlukan anestesi lokal dari durasi tingkat menengah. Lidokain dimetabolisme dihati dan harus diperhatikan pemberian pada pasien yang mengalami kerusakan hati. Aliran darah otak pada pasien dengan diabetes lebih rendah dari pada orang yang sehat tetapi kurang berefek dengan infus lidokain. Pada SSP Adanya reaksi psikotik dilaporkan terjadi pada 6 pasien dengan pemberian lidokain IV untuk pengobatan penyakit jantung. Ibu menyusui Tidak ditemukan efek samping pada bayi yang ibunya menggunakan lidokain. Metabolit lidokain mungkin berakumulasi dengan pasien yang mengalami kerusakan ginjal. Efek samping 1. na Sulfadiazin. 2.

dan antagonis tiazid. Efek aditif kardiak dapat terjadi ketika lidokain diberikan dengan fenitoin IV.karena mengurangi klirens lidokain dari plasma. INTERAKSI Klirens lidokain dapat berkurang oleh propranolol dan simetidin. Interaksi sama terjadi pada nadolol dan metoprolol meskipun pada beberapa studi metoprolol tidak mempengaruhi farmakokinetik lidokain. Antiaritmia Toksisitas lidokain muncul pada penggunaan sediaan oral mengandung lidokain pada pasien yang mendapatkan mexiletin. Penelitian pada beberapa pasien menunjukkan penurunan bioavailabilitas sistemik. Antiepilepsi Studi pada subjek sehat dan pasien epilepsi menunjukkan bahwa penggunaan lama dari obat fenitoin atau barbiturat dapat meningkatkan pemberian dosis lidokain karena induksi enzim mikrosomal. Antagonis H2 Simetidine mengurangi metabolisme hepatik lidokain.Merokok Efek merokok terhadap lidokain belum jelas. Lidokain 13 . seperti pada sediaan yang mengandung kortikosteroid. Juga dapat mengurangi klirens lidokain karena penurunan aliran darah hepatik. dan iritasi lokal lainnya. Bagaimanapun penggunaan jangka panjang fenitoin dan penginduksi enzim lainnya dapat meningkatkan pemberian dosis lidokain. Beta blockers Peningkatan signifikan konsentrasi lidokain dalam plasma terjadi dengan propranolol. untuk menghilangkan rasa sakit. PENGGUNAAN Lidokain digunakan pada pemberian injeksi. Peningkatan signifikan dari konsentrasi lidokain dalam plasma telah dilaporkan. Efek depresi jantung lidokain bersifat aditif dengan beberapa beta bloker dan antiaritmia. Hipokalemia terjadi pada penggunaan lidokain dengan asetazolamid. Anestesi Lokal Bupivacin dapat mengurangi jumlah lidokain yang berikatan pada α1-acid glycoprotein. rasa gatal. diuretik loop. Efek depresi kardiak lidokain sangat berbahaya dengan adanya fenitoin IV. Fenitoin juga dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari α1-acid glycoprotein dan hal tersebut mengurangi konsentrasi obat bebas lidokain dalam plasma.

biasanya dengan adrenalin. 5 sampai 300 mg ( 1 dalam 60 mL dari 0. Penggunaan dosis dari lidokain hidroklorida pada anestetik lokal bergantung pada tempat injeksi dan prosedur penggunaan. Dosis sampai 75 mg (1. • Lidokain salep digunakan untuk anestesi pada kulit dan membran mukosa dengan dosis yang direkomendasikan sebesar 20 g dalam 5% salep (setara 1 g lidokain basa) dalam 24 jam. Larutan Lidocaine HCl mengandung adrenalin 1 dalam 200.5 sampai 30 mL dari 1% larutan). Untuk anestesi epidural lanjutan.5% tersedia untuk anestesi spinal . • Dosis untuk memblok saraf perifer tergantung oleh rute penggunaan. Dan 75 sampai 100 mg (1. orang tua dan pasien yang lemah. seharusnya diberikan sebelum memulai blok epidural untuk mendeteksi dosis intravaskular yang kurang hatihati atau dosis subaraknoid. Dosis 50 mg(5 mL) untuk blok servical dan 50 sampai 100mg (5 sampai 10 mL) untuk blok lumbal.000 digunakan untuk infiltrasi anestetik dan memblok nervus termasuk blok epidural. Sedangkan larutan lidokain HCL dengan adrenalin 1 dalam 80. • Untuk anestesi regional IV larutan 0.5% tanpa adrenalin dapat digunakan dalam dosis 50 sampai 300 mg (10 sampai 60 mL) . Berikut ini dosis yang direkomendasikan untuk penatalaksanaan anestesi lokal secara individu di USA : Untuk anestesi infiltrasi perkutan. tanpa adrenalin yang direkomendasikan oleh UK adalah 200 mg dan USA 300 mg.5%. • 14 .5 mL) dalam larutan 5% digunakan dalam operasi caesar. • Larutan hiperbarik 1. Lidokain juga merupakan obat antiaritmik golongan Ib yang digunakan pada pengobatan aritmia ventrikular. adrenalin tidak bisa digunakan.5% atau 5% lidokain HCL dalam glukosa 7. Dosis percobaan. Lidokain juga tersedia dalam infus intravena untuk pengobatan epilepsi yang sulit dikendalikan. • Untuk anestesi epidural 2 sampai 3 mL larutan dibutuhkan.dosis maksimum sebaiknya tidak diulangi terus-menerus lebih dari 90 menit. atau 0. Di UK diberikan dosis 2% gel. dosis maksimum 4 mg/kg direkomendasikan untuk dewasa. Dosis penggunaan lidokain secara spesifik untuk individual tidak selalu tersedia pada UK. • Gels digunaan untuk anestesi pada saluran kemih dan dosisnya bermacam-macam tiap negara. • Untuk memblok saraf simpatis larutan 1% direkomendasikan.5 sampai 2 mL) untuk prosedur operasi lainnya. dosis maksimum lidokain yang disarankan adalah 500 mg. kecuali pada dokter gigi.000 banyak digunakan. Untuk memblok plexus brankial 225 sampai 300 mg (15 sampai 20 mL) dalam larutan 1. Ketika diberikan dengan adrenalin. • Lidokain juga dapat digunakan dalam berbagai jenia formulasi anestesi permukaan. Dosis seharusnya dikurangi pada anak-anak.sodium juga digunakan pada injeksi intramuskular dari beberapa antibakterial untuk mengurangi rasa sakit pada saat injeksi. meskipun produk dari US sering menyediakan informasi tentang penggunaannya. Konsentrasi tinggi dari adrenalin jarang dibutuhkan.5% larutan. terutama setelah infark miokard. kecuali pada anestesi pada spinal.

Untuk mulut dan tenggorokan digunakan larutan 2%. dosis biasanya sekitar 1 sampai 1. 4.lidokain HCl diberikan sebagai injeksi IM 300mgdiulangi bila perlu setelah 60 sampai 90menit. bersandar ke depan dengan tangan menyilang di depan. Posisi penusukan jarum spinal ditentukan kembali. Posisi duduk merupakan posisi termudah untuk tindakan punksi lumbal. dan krim untuk mengobati hemoroid dan kondisi perianal lainnya. dan saluran kemih atas. Pada posisi dekubitus lateral pasien tidur berbaring dengan salah satu sisi tubuh berada di meja operasi. salep. • Penggunaan pada Aritmia Untuk pengobatan aritmia ventrikular lidokain diberikan secara IV sebagai lidokain HCl.Larutan topikal digunakan untuk anestesi permukaan dari membran mukosa mulut. tidak lebih dari 3 jam sekali. Panggul dan lutut difleksikan maksimal. dapat ditingkatkan 300 mg (15mL). Pada situasi gawat. Lakukan tindakan asepsis dan antisepsis kulit daerah punggung pasien. • Lidokain digunakan secara rektal sebagai supositoria. 2. Jarum lumbal akan menembus 15 . Lidokain juga digunakan untuk aritmia ventrikular lainnya pada pasien dengan kondisi yang kurang stabil. Infus IV lanjutan biasa direkomendasikan setelah dosis awal sekitar 1 sampai 4 mg/menit. 3. Dosis yang direkomendasikan di USA untuk larutan oral topikal adalah 2. tenggorokan. 2.5 mg/kg dapat diberikan dan diulangi sampai 3 mg/kg. Untuk dewasa.7 Teknik 1. Dada dan leher didekatkan ke arah lutut. • Tetes mata mengandung lidokain HCL 4% dengan fluoresin. Lidokain dalam konsentrasi 10% digunakan sebagai spray untuk mencegah sakit pada membran mukosa.4 g. Posisi pasien duduk atau dekubitus lateral. Jarang dibutuhkan infus lanjutan lebih lama dari 24 jam. Pasien duduk di tepi meja operasi dengan kaki pada kursi. Untuk sakit faringeal obat kumur dibutuhkan. yaitu di daerah antara vertebra lumbalis (interlumbal). Lakukan penyuntikan jarum spinal di tempat penusukan pada bidang medial dengan sudut 10-30° terhadap bidang horizontal ke arah kranial. spray.

6. nyeri punggung. ligamentum flavum. 5. 2. hipotensi dan gatal gatal Komplikasi yang jarang terjadi • Total spinal • Retensi urine • Cardiac arrest • Aspetic meningitis • Bacterial meningitis 16 . Suntikkan obat anestetik lokal yang telah dipersiapkan ke dalam ruang subaraknoid. lapisan duramater dan lapisan subaraknoid. Transient Radicular Syndrome/Transient Neurological Syndrome Nyeri saat penyuntikan. Cabut stilet lalu cairan serebrospinal akan menetes keluar. ligamentum interspinosum.8 Komplikasi Komplikasi umum • • • Sakit kepala post-spinal insidensi ini berhubungan dengan pengunaan jarum spinalukuran besar ( 22 G ).ligamentum supraspinosum. Kadang-kadang untuk memperlama kerja obat ditambahkan vasokonstriktor seperti adrenalin. cutting needle.

Petunjuk Praktis anestesiologi. 2002. Obat-obat penting. Jakarta. 2001. Muhiman. Ed. Kelompok Gramedia. R. Stamford:A LANGE medical book. Ganiswarna. 834. . S. Sunatrio. Said A. 2nd ed. A. Latief. 308. Edisi IV. Thaib. Mikhail MS. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta 4. M. Suryadi dan M. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal.311 17 . 3. Morgan GE. Farmakologi dan Terapi. Bagian anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI: Jakarta. Kartini A. 1996.332 5. Tan HT dan Rahardja K. 2. 5. S. anestesiologi.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta. 2005. Clinical anesthesiology. 1989. R. Ruswan Dachlan. Dahlan. hal.

18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful