PANDUAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (Entrepreneur Student Program

)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (Entrepreneur Student Program)
A. LATAR BELAKANG Hasil Survei Sosial ekonomi Nasional (Susenas) menyebutkan bahw jumlah penduduk misikin dari tahun ke tahun terus saja bertambah, setidak-tidaknya stagnan dalam prosentase. Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2006 menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2006 sebanyak 39,05 juta atau 17,75 % dari total 222 juta penduduk . Penduduk miskin bertambah 4 juta orang dibanding yang tercatat pada Februari 2005. Angka pengangguran berada pada kisaran 10,8% sampai dengan 11% dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka. Bahkan mereka yang lulus perguruan tinggi semakin sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak banyak terjadi ekspansi kegiatan usaha. Dalam keadaan seperti ini maka masalah pengangguran termasuk yang berpendidikan tinggi akan berdampak negatif terhadap stabilitas sosial dan masyarakat. Kondisi tersebut di atas didukung pula oleh kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah lebih sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Hal ini bisa jadi disebabkan karena sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi saat ini lebih berfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukannya lulusan yang siap menciptakan pekerjaan. Di samping itu, aktivitas kewirausahaan (Entrepreneurial Activity) yang relatif masih rendah. Entrepreneurial Activity diterjemahkan sebagai individu aktif bekerja. Semakin tinggi indek Entrepreneurial Activity maka semakin tinggi level Entrepreneurship suatu negara (Boulton dan Tumer, 2005). Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja daripada pencari kerja, maka diperlukan suatu usaha nyata. Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung terciptanya lulusan perguruan tinggi yang lebih siap bekerja dan menciptakan pekerjaan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Cooperative

Education (Co-op) telah banyak menghasilkan alumni yang terbukti lebih kompetitif di dunia kerja, dan hasil-hasil karya mahasiswa melalui PKM potensial untuk ditindaklanjuti secara komersial menjadi sebuah embrio bisnis berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (Ipteks). Kebjakan dan program penguatan kelembagaan yang mendorong peningkatan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha-wirausaha baru dengan basis IPTEKS sangat diperlukan. Dengan latar belakang di atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan sebuah Program Mahasiswa Wirausaha (Student Entrepreneur Program) yang merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya (PKM, Co-op, KWU, MKU, KKU) untuk menjembatani para mahasiswa memasuki dunia bisnis riil melalui fasilitasi start-up bussines. Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai berwirausaha dengan basis IPTEKS yang sedang dipelajarinya. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan pinjaman pemodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM.

B. TATA CARA USUL KEGIATAN 1. PERSYARATAN ADMINISTRATIF
a. Peserta Program kewirausahaan ini adalah individu atau kelompok mahasiswa UNNES yang sedang aktif mengikuti program pendidikan S1 yang telah menyelesaikan 4 semester (minimal telah menempuh 80 sks) untuk ketua kelompok yang telah menyelesaikan kuliah 3 semester (minimal telah menempuh 60 sks) untuk anggota kelompok , yang dibuktikan dengan KHS dan salinan KTM. b. Setiap kelompok terdiri dari 2-3 orang dari program studi yang berbeda atau sama, bergantung kepada bidang kewirausahaan yang akan dilaksanakan. c. Peserta memiliki pengalaman wirausaha (dimasukkan dalam Daftar Riwayat Hidup) .

unnes. j. halaman pengesahan). Bagian kelengkapan administratif usulan lengkap (halaman judul.00 WIB. Print-out pendaftaran online dan usulan ringkasan usaha bisnis dikirim ke Sekretariat Bidang Kemahasiswaan Unnes Kampus Sekaran Gedung H lantai II ruang 222 (Sdr. Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tatabahasa dan ejaan yang disempurnakan. Usulan yang dinyatakan didanai akan diumumkan melalui http://simawa. Amidi) selambat-lambatya tanggal 27 Mei 2010 pukul 15. g. Usulan lengkap (bagi usulan yang disetujui) diketik dengan jenis Times New Roman font 12.id/. e. f.id pada menu member mahasiswa PKM/PMW online. Pengusul menyusun usulan ringkasan usaha bisnis sebanyak 2 eksemplar (sesuai panduan) dan menyertakan Daftar Riwayat Hidup setiap anggota kelompok pengusul. Di samping juga memberi kesempatan sebanyak mungkin mahasiswa yang terlibat. ATURAN PENULISAN USULAN a. Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul yang disetujui untuk didanai. ii.ac. Usulan ringkasan usaha bisnis yang disetujui harus dilengkapi dengan Usulan Lengkap sesuai dengan format dalam panduan. dan jelas. Usulan ringkasan usaha bisnis yang disetujui akan diumumkan lebih lanjut di http://simawa. sederhana. 2. e.d. .unnes.ac. c. dan seterusnya). Melakukan pendaftaran online melaului http://simawa. maksimal 3 halaman.id/. i. diberi nomor halaman menggunakan angka Romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i. nama / daftar anggota kelompok. tidak termasuk lampiran d. h. terdiri dari maksimal 10 halaman.unnes.ac. b. Usulan ringkasan usaha bisnis dan usulan lengkap ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai kriteria yang tercantum dalam Panduan ini. Usulan ringkasan usaha bisnis diketik dengan jenis Times New Roman font 12. Hal ini didasarkan pada kewajaran pelaksanaan kegiatan kewirausahaan dan kegiatan belajar mahasiswa.

Adapun struktur usulan ringkasana usaha bisnis sebagai berikut. fakultas dan jurusan. Gambar. Pelaksana Pelaksana kegiatan kelompok mahasiswa 2-3 orang. i. Penyebutan sumber pustaka dalam naskah serta penulisan daftar pustaka (jika ada) hendaknya mengikuti aturan penulisan yang berlaku di UNNES. baik dalam bentuk grafik maupun foto. diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. baik barang atau jasa. Tempat menunjukkan lokasi dimana kegiatan kewirausahaan tersebut akan dilakukan. Judul gambar di tulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka Arab. b. Waktu dibuat dalam bentuk bulanan (4-6 bulan). hendaklah disebutkan tempat utama yang menjadi pusat kewirausahaan. setiap kelompok mahasiswa harus mengajukan 2 eksemplar usulan ringkasan usaha bisnis maksimal 3 halaman (tidak termasuk lampiran). a. bahkan lebih baik apabila dalam satuan waktu yang lebih kecil (minggu). Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Apabila membuka cabang di beberapa tempat. 3. Harus dijelaskan kedudukan masing-masing anggota kelompok (Ketua dan Anggota) dengan dilengkapi Nomor Induk Mahasiswa. h. c. Bagian utama (naskah usulan lengkap) diberi nomor halaman menggunakan angka Arab yang dimulai dengan halaman 1 (satu) dan diketik di sebelah kanan atas. g. Judul Rencana Bisnis Judul hendaklah dibuat singkat dan spesifik.f. SISTEMATIKA PENULISAN USULAN RINGKASAN USAHA BISNIS Sebagai awal pengusulan. tetapi cukup jelas menggambarkan kegiatan kewirausahaan yang prospektif. Waktu dan Tempat Kegiatan Waktu harus menggambarkan Siklus dari awal sampai dihasilkannya suatu produk tertentu. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka Arab. .

Harus dibuktikan dengan adanya surat pernyataan / kesediaan menjadi mitra bermaterai Rp. e.000. Rencana UKM Mitra Usulan awal juga harus dapat menggandeng UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang dapat diajak sebagai mitra. SISTEMATIKA DAN FORMAT USULAN a. usulan juga harus dapat mengukur kemungkinan adanya resiko yang muncul dalam kewirausahaan yang akan dilaksanakan.-. Produk yang Dihasilkan Harus ditegaskan produk barang / jasa apa yang akan dihasilkan pada akhir periode.000.d. 20. 6. Produk harus jelas dan dapat diukur secara ekonomis. g. BEP. uraikan juga dengan jelas bahwa produk dari usaha bisnis yang diusulkan benar-benar dibutuhkan calon konsumen dan secara terus menerus. Setiap pengusul dapat mengusulkan besaran pinjaman modal maksimal Rp. Sampul muka Warna sampul : Hijau muda dengan ukuran kertas Ukuran A4 . 4. dan dapat mengukur perbandingan antara biaya dan keuntungan yang dapat diraih. i. h. Rencana Pemasaran Pemasaran harus jelas. Modal yang Dibutuhkan Modal yang dibutuhkan harus realistis untuk membiayai usaha. Keunggulan bisa meliputi kualitas produk atau waktu yang lebih singkat dibanding produk lain yang sejenis f.000. Keunggulan atau Novelty Produk yang akan dihasilkan harus digambarkan keunggulannya (novelty) apabila dibandingkan dengan produk serupa. lokasi dan jumlah keterserapan di pasaran.. Jelaskan pangsa pasar dari produk usaha yang diusulkan. Di samping itu.per kelompok. B/C Ratio dan Resiko Bisnis Usulan awal harus dapat mengukur Break event point.

Halaman pengesahan Contoh: HALAMAN PENGESAHAN 1. Jenis Kegiatan Kewirausahaan : (centang pada kolom) Sistem / Jasa Pelayanan Produksi Barang Produksi Jasa Perdagangan Leasing/ Persewaan .Contoh : Usulan Program Mahasiswa Wirausaha Universitas Negeri Semarang Logo Unnes Judul Kegiatan Oleh : Nama dan Nim (Ketua ) Nama dan Nim (Anggota ) Nama dan Nim (Anggota ) Jurusan / Unit Kegitan Mahasiswa*) Fakultas Universitas Tahun *) dari Ketua b.

... ........ orang : Rp... (. Telpon/ hp 4................ Ketua Pelaksana Kegiatan ........... Anggota 5......... Mengetahui / menyetujui Dekan ......... tgl ... Judul Kegiatan 3.. Ketua Pelakasana Nama NIM Jurusan/ Fakultas Alamat / No...............) : : Semarang......... Mhs : : : : : : : .... Jangka Waktu Pelaksanaan Menyetujui Ketua Jurusan / Pembina Unit Keg............2........................ .. Usulan Modal 6........... Nama dan Alamat mitra usaha / magang 7.............

Novelty (keunggulan) 4. Bagian Isi A. Sistem Pemasaran dan Distribusi D. Analisis Situasi 3. Daya Tahan Produk B. Harga Jual c. Keunikan Produk b. Proyeksi rugi/laba 3. Keuangan 1. Persaingan b. Bahan dan Alat Produksi 2. Produk b. Resiko a. Model Bisnis 6.c. Visi b. Misi 2. Promosi d. Lingkungan Tempat Produksi 5. Biaya untuk memulai Bisnis 2. Kapasitas Produksi C. Sasaran Pemasaran 2. Gambaran Produk a. Deskripsi Perusahaan 1. Pemasaran 1.Arus Kas (cash flow) . Visi dan Misi a. Proses Produksi 3. Strategi Pemasaran a. Produksi 1.

3. akan dilakukan pemantauan baik berkala (periodik) maupun insidental. 7. dan 7. 5. 4. . Semarang. 6. Dosen Pendamping dan Dikti Jakarta.. …………………………… D. 6. 8. Pemantauan ini bisa dilakukan oleh pengelola Program Mahasiswa Wirausaha Unnes. Penilai. 5. 3.C. Kriteria Rencana Bisnis Waktu dan tempat kegiatan Tim pelaksana Produk yang dihasilkan Keunggulan (Novelty) Kebutuhan Modal Rencana Pemasaran Rencana UKM Mitra Analisis Keuangan Bobot 10 5 5 20 10 5 20 10 15 100 Skor Nilai : : : : : : : : Total Skor Skor yang diberikan: 1. 2. EVALUASI USULAN Form Penilaian Program Mahasiswa Wirausaha Unnes Judul Kegiatan Ketua Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 Anggota 4 Usulan Pinjaman Modal Dosen Pendamping Kriteri Penilaian No 1 2. 9. ……………. PEMANTAUAN Bagi kegiatan PMW yang disetujui dan didanai.

kertas Ukuran A4 Laporan Program Mahasiswa Wirausaha Universitas Negeri Semarang Logo Unnes Judul Kegiatan Oleh : Nama dan Nim (Ketua ) Nama dan Nim (Anggota ) Nama dan Nim (Anggota ) (Sebutkan Sumber dana yang membiayai/ Kontrak perjanjian) Jurusan / Unit Kegitan Mahasiswa Fakultas Universitas Tahun . Sampul muka Warna sampul : Hijau muda .E. LAPORAN HASIL KEGIATAN 1.

...................... Semarang..... orang 5.. Dosen pendamping : 7.. tgl ........................ Dekan ........ Nama dan Alamat mitra usaha / magang : 9.2.... ......... Anggota : ....... Judul Kegiatan : 3...........) 6........ Jenis Kegiatan Kewirausahaan : (centang pada kolom) Sistem / Jasa Pelayanan Produksi Barang Produksi Jasa Perdagangan Leasing/ Persewaan 2.......... Jangka Waktu Pelaksanaan : Menyetujui Dosen Pendamping .. (........... Ketua Pelakasana : Nama : NIM : Jurusan/ Fakultas : Alamat / No.......... Usulan Modal : Rp... Telpon/ hp : 4..... Halaman Pengesahan HALAMAN PENGESAHAN 1............................... Unit Kerja : 8....... Ketua Pelaksana Kegiatan ......... Mengetahui / menyetujui Ketua Jurusan / Pembina UKM ..

Neraca sederhana. Luaran (output) Kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan Bab IV. Sistematika Laporan LEMBAR PENGESAHAN EXECUTIVE SUMMARY / RINGKASAN PELAKSANAAN PRAKATA DAFTAR ISI. Indikator Keberhasilan Kegiatan Bab III. Bab I. Saran Penyempurnaan Kegiatan ke depan Bab V. Tujuan.3. Pendahuluan Pemikiran yang mendasari kegiatan Analisis Situasi secara umum Bab II. Pengembalian Dana. Laporan Rugi/Laba. Penutup (Kesimpulan dan Tindak lanjut ke depan) KEPUSTAKAAN (jika ada) LAMPIRAN : Foto Kegiatan Pelaksanaan Bukti Pengembalian dana . Evaluasi dan Pembahasan Pelaksanaan Kegioatan Kendala / Faktor pendukung dll Lapor Keuangan : (Arus Kas / Cash Flow).

Deskripsi Perusahaan Get_go Cassava merupakan usaha makanan yang bahan dasarnya terbuat dari singkong (Manihot utilisma). Makanan ini untuk meningkatkan pemanfaatan pengolahan singkong menjadi produk yang bernilai jual dan menjadi variasi pada hasil olahan singkong. yaitu: 1) Memperkenalkan produk Get_go Cassava ang berupa getuk goreng kepada konsumen yaitu mempromosikan keunggulan produk dan manfaatnya bagi tubuh. 2. Analisis Situasi Singkong (Manihot utillisima) merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak terdapat di Indonesia dan tanaman ini mudah untuk dibudidayakan hampir . Visi Memanfaatkan dan meningkatkan hasil olahan singkong menjadi produk makanan yang lebih menarik dan bervariasi sehingga meningkatkan nilai jual hasil olahan singkong dan dapat diterima oleh masyarakat luas sebagai salah satu makanan alternatif pengganti cemilan selain itu singkong mengandung karbohidrat tinggi. Produk olahan singkong ini berupa getuk goreng yang bahan dasarnya dipadukan dengan kelapa dan daun pandan. 1.Contoh Busines Plan / Usulan A. Misi Untuk mewujudkan visi tersebut. Mewujudkan usaha produksi singkong sebagai usaha sampingan mahasiswa UNNES. Melakukan analisis pasar dengan menentukan sasaran pemasaran produk Get_go Cassava. Memperluas akses pemasaran produk Get_go Cassava. Visi dan Misi a. rasa. kebersihan produk dan nilai giji yang terkandung. maka ditetapkan misi-misi yang harus dilaksanakan. 2) 3) 4) Meningkatkan kualitas produk Get_go Cassava dari bahan yang digunakan. b.

Singkong juga kaya akan karbohidrat dan mudah diolah menjadi produk makanan. dimana bahan dasarnya mudah untuk diperoleh. Untuk itu kami mencoba untuk membuat Get_go Cassava yang berbahan dasar singkong. harganya terjangkau oleh masyarakat dengan kandungan gizi dan rasa yang tidak kalah dari produk singkong yang lain. Keunikan Produk Produk yang kami tawarkan adalah produk dari segi bahan dasarnya yaitu Get_go Cassava dibuat dengan memanfaatkan singkong. Produksi Get_go Cassava ini dilakukan didaerah Sekaran sekitar kampus UNNES yang terdapat banyak sekali singkong. dimana telah kita ketahui bahwa makanan ini dapat dengan mudah diperoleh.diseluruh daerah di Indonesia. Selain itu pembuatan Get_go Cassava ini akan membuka peluang bisnis atau usaha sampingan mahasiswa UNNES di sela-sela kesibukan kuliah untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan menambah penghasilan mahasiswa. 3. Gambaran Produk a. Adapun klasifikasi dari Singkong tersebut adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisio Class Ordo Genus : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Euphorbiales : Manihot Familia : Euphorbiaciae Species : Manihot utilissima Dari segi pemasaran sudah ada banyak produk singkong yang dijual di pasar maupun toko-toko makanan. Singkong yang menjadi bahan dasar Get_go Cassava mudah didapatkan di banyak tempat tanpa memperhatikan musim. Bahan dasar makanan Get_go cassava ini adalah singkong selain itu menggunakan kelapa yang setengah tua dan dipadukan dengan aroma daun pandan. . Hal ini juga merupakan salah satu alasan memilih singkong sebagai bahan dasar pembuatan produk Get_go Cassava.

Lingkungan Tempat Produksi Tempat produksi Get_go Cassava berada di Jalan Cempaka No 29 Sekaran Semarang. memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan produk singkong yang lain. Beberapa resiko yang mungkin akan kami hadapi diantaranya adalah: a. Resiko Selain memiliki peluang usaha kami juga memiliki resiko yang harus dihadapi dan dicari solusinya. Lokasi ini juga strategis dalam usaha pemasaran produk. Persaingan Sekarang ini banyak makanan yang diproduksi dari singkong dan beranekaragam serta rasa. suara maupun limbah karena tidak menggunakan peralatan mesin yang menimbulkan kebisingan sehingga keberadaan tempat produksi ini dapat diterima baik oleh penduduk.b. toko-toko makanan. 4. Model jual langsung dilakukan dengan cara menjual produk langsung ke tangan konsumen dan untuk model komunitas dilakukan dengan memanfaatkan tempat pemasaran yang sudah ada seperti warung. 5. Lokasi ini dekat dengan jalan raya sehingga mudah untuk diakses dengan kendaraan umum. 6. Get_go Cassava merupakan getuk goreng inovasi baru. usaha yang kami lakukan ini untuk menarik minat konsumen dengan melakukan promosi produk secara berkesinambungan serta membuat produk dengan tampilan menarik dengan berbagai rasa sesuai dengan selera konsumen yang diminati pada saat ini. Membagikan tester dengan . Model Bisnis Model bisnis yang dijalankan perusahaan ada 2 yaitu model jual langsung dan model komunitas. Keberadaan tempat produksi ini tidak menyebabkan polusi baik dalam bentuk debu. Novelty (Inovasi / Keunggulan Produk) Produk singkong sudah dikenal masyarakat luas.

wajan. daun pandan.00 Rp. b. Daya Tahan Produk Produk olahan singkong bersifat tahan lama karena diolah sebagai getuk yang menggunakan proses penggorengan. Bahan pendukung antara lain air. 500. kertas warna. tepung beras.000.00 Rp.00 Rp. 5.000.000.00 Rp.000. 3.00 Harga Rp.00 Rp.000.000.100. Kebutuhan Peralatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Barang Sewa Kompor Sewa Panci Kukus Sewa Baskom Stainless Steel Knife Sewa Talenan Plastik Kertas Minyak Plastik Pembungkus Kertas Warna Sewa Loyang Parutan Sewa Wajan Sewa Alat Penggorengan Jumlah Jumlah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 lembar 2 pack 2 lembar 1 buah 1 buah 1 buah 1 set Harga Satuan Rp. 1.00 Rp. Peralatan yang digunakan antara lain kompor.00 Rp. baskom. talenan. 2.00 Rp.00 Rp.000. 1.500.000. 1. kertas minyak. loyang.00 Rp. B.00 Rp. dan parutan. 2. plastik pembungkus. 3.00 Rp. 1.000. 2.00 Rp. 1. 1. gula jawa. 400. Tabel. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah memproduksi dan didistribusikan setiap harinya. 1. 2.00 . 1.00 Rp.500. pisau. garam.000. 2.00 Rp.000. 3. 5.00 Rp.00 Rp. Produk yang kami hasilkan dapat bertahan kurang lebih 2 minggu tanpa bahan pengawet.00 Rp. Bahan baku tersebut tersedia cukup melimpah dan mudah untuk didapatkan.00 Rp.000. Bahan dan Alat Produksi Usaha pembuatan Get_go Cassava membutuhkan bahan baku berupa singkong. 700. 2.00 Rp. Produksi 1. kelapa. panci. Rp.00 Rp.00 Rp.000.000.00 200.000.000.000. 23.selebaran yang menjelaskan tentang keunggulan produk serta manfaatnya bagi kesehatan.000. 2.

00 Rp.000. 30.Tabel. i. Mengupas singkong.00 Rp. b.00 Rp. Menyiapkan rebusan gula jawa yang diberi beberapa helai daun pandan dan garam secukupnya. f.000. 6. Jumlah 3 kg ¾ kg 1 bungkus 1 buah 1 bungkus 1 kg 1 ikat 1 liter Harga Rp.500. Membungkus dan mengemas getuk goreng dengan kertas minyak. g.000. 1. Menggoreng adonan sampai berwarna kecoklatan.00 Rp.000. j. kemudian mengaduknya sampai mengental. kemudian memasukkan parutan kelapa di atas singkong dan ditaburi garam secukupnya.000. 3. Kebutuhan Bahan Baku dan Pendukung Tiap Produksi No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Barang Singkong Gula Jawa Garam Kelapa Tepung Beras Minyak Goreng Daun Pandan Minyak Tanah Jumlah 2. h. kemudian dipadatkan dan ditaburi dengan tepung beras sampai rata pada kedua sisinya. kemudian dicuci lalu dipotong-potong. Proses Produksi Proses pembuatan Get_go Cassava cukup mudah. Memasukkan adonan ke dalam loyang. Setelah singkong dan parutan kelapa matang. adapun cara pembuatannya yaitu: a.00 Rp. kemudian mengangkatnya dan tiriskan.00 . Produk Get_go Cassava siap dipasarkan.500. Mengukus singkong dan memasukkan beberapa helai daun pandan sampai setengah matang. d. 500. 500.00 Rp. 7. 6. c. e. 6. Memotong adonan menjadi kotak-kotak. Mencampur adonan singkong yang sudah ditumbuk dengan rebusan gula jawa sampai merata.00 Rp. kemudian mengangkat singkong dan menumbuknya sampai halus.00 Rp.

3. 2. Dengan rasa dan tampilan menarik Get_go Cassava ini dapat menarik minat para konsumen dan juga kaya akan karbohidrat serta sebagai makanan penunda lapar. Sistem Pemasaran dan Distribusi Pemasaran produksi dimulai dari warung makan di sekitar kampus dan di sekitar koskosan. selain itu pedagang warung makan di sekitar kampus dan kos-kosan. . C. selain itu dengan dititipkan di kos-kosan mahasiswa. relasi dan para pemilik warung dan mahasiswa yang tinggal di kos-kosan tersebut. d. Harga Jual Harga jual produk disesuaikan dengan harga pasar yaitu sebesar Rp. praktis. Sasaran Pemasaran Konsumen sebagai pengguna produk yang menjadi target pemasaran adalah mahasiswa kampus UNNES. Kapasitas Produksi Kapasitas produksi yang direncanakan adalah sebanyak 130 bungkus setiap 1 kali produksi.00 perbungkus. Pemasaran 1. dan siap dimakan. 500. c. Strategi Pemasaran a. b. dan masyarakat sekitar kampus. Produk Produk Get_go Cassava sangat cocok untuk makanan pendamping kopi atau teh disamping itu makanan ini tidak menggunakan bahan pengawet dan aman dikonsumsi untuk menarik minat produk makanan Get_go Cassava dikemas dan disajikan menarik. Promosi Promosi Get_go Cassava dilakukan dengan mendatangi konsumen secara langsung yaitu dengan menawarkan produk tersebut ke warung makan dan kos-kosan.

00 Talenan 1 buah Rp.000. 500. Berikut ini adalah rincian kebutuhan awal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha pada awal produksi Get_go Cassava.00 Rp.00 Rp.000. 1. 1. 3.500.00 Rp. 2.00 Rp.00 Rp. Keuangan 1.00 Rp. 5. 69. Rp.000.000.000.000. Investasi yang diperlukan Biaya Produk INVESTASI AWAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Barang Sewa Kompor Sewa Panci Kukus Sewa Baskom Stainless Knife Sewa Plastik Kertas Minyak Kertas Warna Sewa Loyang Parutan Sewa Wajan Sewa Penggorengan Total kebutuhan peralatan Total investasi awal yang dibutuhkan Rp. Biaya untuk memulai Bisnis Kebutuhan modal untuk memulai usaha adalah sebesar Rp.000.100. 2. 3.00.00 3 lembar 2 lembar 1 buah 1 buah 1 buah Alat 1 set Rp.00 Rp. 1. 1.000. 400. 2. 5.000.00 Rp.00 Rp.00 200.00 Plastik Pembungkus 2 pack Rp.000. 2. 1.000.000.000.000.000.000.000.00 Harga .00 Rp. 1.D.000. 23. 700.00 Rp. 2. 2.000.00 Rp. Kebutuhan Modal Awal pada Bulan Pertama Usaha Get_go Cassava a.00 Jumlah 1 buah 1 buah 2 buah Steel 1 buah Harga Satuan Rp. 2. Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan pengeluaran awal produksi.00 Rp. 1.500.00 Rp.00 Rp. 1.500. 23.00 Rp.00 Rp.00 Rp.00 Rp. 3.00 Rp.

000.000.000.00 Total Harga Rp.000. 500.000.000.00 Rp.00 Rp.00 Rp. 1.000. 65.000.000. 500. 7.00 Total Kebutuhan Biaya untuk Pembelian Bahan per Kebutuhan modal awal untuk memulai usaha sebesar Rp. . 6.000. 6.000.000.00 Rp.500. 500.00 Total Rp.000. 30.00 Rp.500.000.00 Rp. 6.500. 69. 2. 10.00 Rp. 6.000.00 Rp. 1. 3.00 Rp. 54.000.00 2.00 Rp.00 Rp. 65.MODAL KERJA No 1 2 3 4 5 6 7 8 Produksi Total Biaya Bahan Pokok dan Pendukung Biaya Transportasi Biaya Listrik Total Modal Awal yang dibutuhkan Rp. 500. 69.00 Nama Barang Singkong Gula Jawa Garam Kelapa Tepung Beras Minyak Goreng Daun Pandan Minyak Tanah Jumlah 3 kg ¾ kg 1 bungkus 1 buah 1 bungkus 1 kg 1 ikat 1 liter Harga Satuan Rp.00 Rp. 7.00 Rp.500.00 Rp. 3.00 Rp. Proyeksi rugi/laba Proyeksi rugi/laba dalam satu kali produksi usaha Get_go Cassava Pendapatan 1 Total Penjualan Total Pendapatan Biaya Produksi 1 Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya Bahan Baku dan Bahan Total Rp. 5.00 Rp.00 Rp.00 Rp. 6.00 Rp. 30.000.00 Rp.

000.00 Rp.000. 15.00 Rp.00 Rp.00 Rp. 45.00 Rp.00 3.500. 15.000.00 Rp.Pendukung 2 Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya Transportasi Biaya Listrik Total Biaya Tetap Total Biaya Produksi Laba 30. 10. 5.000.00 Rp.000.500. 10. 65. 30.500. 30.00 Rp.500. 65.000.00 Rp.00 Rp.00 Total .000. Proyeksi Break Even Poini(BEP) Uraian PENJUALAN 1 130 bungkus Total Penjualan BIAYA VARIABEL 1 Biaya Bahan Baku dan Bahan Pendukung Total Biaya Variabel BIAYA TETAP 1 Biaya Transportasi Biaya Listrik Rp. Rp. 19.500.

428 Rp.00 4. 28.500. Proyeksi Profit/Benefit Of Coast Ratio (BC RATIO) Penjualan 1 Pendapatan Penjualan Total Pendapatan Biaya Produksi 1 Biaya Variabel Biaya Bahan Baku dan Bahan Pendukung Total Biaya Variabel 2 Biaya Tetap Biaya Transportasi Biaya Listrik Total Biaya Tetap Total Biaya Produksi B/C RATIO = Pendapatan Penjualan/Biaya Produksi Rp.000. 10. 15.00 Rp. 1. yaitu 1. 45.00 Rp. 65.00 Rp.000.000.00 Total Biaya Tetap BEP = FC/1 – (VC/Pendapatan) Rp.000.000.259.00 Rp.00 Rp.00 Rp.5.500.428. . 15.000. 30. 30. 5.00 Rp.000.00 Total Rp.00 Total Usaha Get_go Cassava layak dijalankan karena B/C RATIO >1.500. 65.

Sifat produk pertanian pada umumnya yaitu: 1. Peningkatan produksi menyebabkan biaya meningkat sampai kepada berlakunya hukum pertambahan hasil yang makin berkurang. mengambil banyak tempat (voluminous) dan kaku (bulky). Pengembangan budidaya Ikan Kerapu diperlukan sumber-sumber. Produksi tidak dapat diperbesar serentak dalam waktu pendek. Ikan Kerapu merupakan salah satu produk pertanian memiliki harga jual relatif mahal (Rp45. (1) Produk perikanan berupa Ikan Kerapu yang dapat dibudidayakan di daerah sekitar tempat tinggal merupakan kekayaan alam sebagai potensi pendapatan daerah. 2. 1992). (2) Modal berupa barang atau uang untuk mendukung pemanfaatan potensi Ikan Kerapu yang . Dengan demikian Ikan Kerapu yang dibudidayakan untuk lebih dikembangkan guna pemenuhan kebutuhan dalam perekonomian dan bertujuan mencari laba.000. sebab bergantung kepada musim dan lekat dengan keadaan alam sehingga hasil produknya terpencar. Selain sifat khas yang dimiliki oleh hasil produk tersebut di atas produk pertanian sangat sensitif (elastis). sehingga produk yang masuk ke pasar karena kelebihan keperluan rumah-tangganya. 3. Sifat fisik produk pertanian yaitu musiman. Ikan Kerapu sebagai komoditas produk perikanan akan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat jika dikembangkan dalam usaha bisnis. cepat busuk.Contoh Analisis Keuangan ANALISIS KEUANGAN BUDI DAYA IKAN KERAPU Produk pertanian memiliki sifat yang khas dan hal ini berpengaruh terhadap pengembangan usahanya .00 per ekor). perencanaan dan pengendalian bisnis. 4. Untuk mengembangkan usaha melalui budidaya diperlukan tindakan dan perlakuan berupa penanaman dan perawatan. Bisnis merupakan suatu proses mengkombinasikan bibit. Produksi umumnya skala kecil hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsistence). sarana produksi dan keterampilan usaha dengan berbagai sumber agar dapat menyediakan barang dan jasa yang diorganisir dalam bidang perniagaan dan industri untuk mempertahankan dan memperbaiki standar hidup (Irawan dan Basu Swasta.

ketelitian.250 Kg 2. oleh karena itu usaha tersebut dituntut kesabaran. Sebagai usaha yang akan dikembangkan. Break Event Point. 4. Pilihan budidaya ikan kerapu yang akan dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis atau mempunyai prospek (peluang) cukup besar dalam pemasaran dan ditunjang potensi wilayah yang komparatif dipergunakan untuk berusaha.000.000. seperti: 1.000.600 ekor 80 Kg 200 Kg 1.1.500.000.1. (3) Tenaga kerja sebagai sumberdaya manusia yang memiliki keahlian dan ketrampilan memanfaatkan sumberdaya alam/potensi yang dapat dikembangkan.000.000. 5.000.akan dikembangkan.500.5.000.000.6.5. harus diketahui lebih dahulu apakan usaha budidaya ikan kerapu tsb memiliki keuntungan atau layak untuk dijadikan usaha bisnis.500.600.000.400.500.9. Payback Period (PP).200.500.000.000. kedisiplinan maupun ketertiban dalam mengelola baik perawatan maupun pemeliharaan.5.000.600. Berwirausaha budidaya ikan kerapu merupakan usaha yang terkait dengan makhluk hidup.2.300.500 m2 1 kegiatan 40 batang 60 batang 9 bulan 1.000.000. Pemilihan budidaya Ikan Kerapu yang dikembangkan sebagai usaha bisnis diikuti dengan penentuan besarnya skala usaha agar dapat menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan budidaya. Laba/Rugi (Rentabilitas) 2.000.000. (4) Manajemen merupakan kemampuan pengelolaan usaha yang efisien dan efektif sehingga memungkinkan usaha semakin berkembang.14. Net Present Value (NPV).3.375.- .400.11. 3. Adapun rincian kebutuhan modal usaha budidaya ikan kerapu adalah sebagai berikut: URAIAN Sewa Tambak 1 Th Perbaikan konstruksi tambak Pengadaan Bambu Pancang Pengadaan Jembatan Bambu Pengadaan BBM Benih Ikan Kerapu Saponin Pupuk Anorganik Pakan Ikan (Pelet) BANYAK HRG SATUAN (Rp) JUMLAH (Rp) L: 2. Untuk membuktikan bahwa usaha itu ekonomis dan layak untuk dikembangkan dapat dianalisis dengan berbagai cara..2.000. Net Benefit/Cost (Net B/C).

500... maka usaha budidaya Ikan Kerapu yang dikembangkan diprediksikan menghasilkan perolehan laba usaha sebesar Rp..000..600.....000 57.375..793981 % = Rp..... = Rp..000..45.000.. Laba/Rugi Asumsinya kegiatan usaha berjalan dengan normal......600 ekor benih Ikan Kerapu (Lumpur) pembesaran selama 9 bulan akan diperoleh ikan berbobot 7 ons seharga Rp...375.-...000... Nilai penjualan Ikan Kerapu **): 1.. Profitabilitas: Sisa Hasil Usaha Pendapatan Bruto 22....000 --------------------.600 ekor = 1..000.Analisis Kelayakan Usaha budidaya Ikan Kerapu sebagai usaha kelompok yang baru.x 100 % = 38..225..22.600. = Rp..45...250.000.225.a)... Analisa Pulang Pokok (Break Even Point = BEP).000.Dengan demikian tiap satuan tambak selama 9 bulan berusaha diperoleh laba ...........225. Data keuangan awal yang wajar tentang biaya yang dipergunakan untuk sarana produksi dapat dipergunakan sebagai bahan analisis keyakan usaha melalui pendekatan Laba/Rugi.500...x 100 % = -----------------.....845486 % Profitabilitas Usaha selama 1 th = 12/9 x 38....... jika prediksi keberhasilan usaha adalah 80% maka diperoleh Ikan Kerapu yang dapat dijual 80% x 1.. maka belum memiliki data keuangan yang dijadikan unit analisis..22.000. dengan demikian nelayan dapat mengambil keputusan apakah budidaya tersebut secara ekonomi layak dikembangkan..000.000....375..per ekor...000. 35.- *) Total Biaya Usaha satu Tambak: Satu tambak yang dipergunakan untuk budidaya dengan menaburkan 1. 57. Rasio Profitibility Index (PI) maupun Net Benefit per Cost (Net B/C).. 1.375.280 x Rp...57. Kombinasi dari analisis tersebut sudah dapat mencerminkan gambaran usaha yang akan dikerjakan.000..000.. Adapun total biaya *) dikeluarkan Rp...280 ekor...Biaya Usaha *) .Upah Tenaga Kerja Biaya panen 9 bulan 1 kegiatan 250.845486 % = 51...600.- 2.– Laba Usaha Rp..22...000..35. 35...selama 9 bulan masa pembesaran sedangkan hasil penjualan **) sebesar Rp...

untuk suami istri dengan dua anak di Kabupaten Rembang maka selama 9 Biaya tetap yang harus dikeluarkan dalam budidaya Ikan Kerapu Rp.Pengadaan Jembatan Bambu Total Biaya Tetap (FC) Biaya Variable (VC) per satuan ekor Ikan Kerapu yang dibesarkan .- Rp14.600.225..500.600.520227 %.Pakan Ikan (Pelet) 1.000.000.b). 2.250 Kg @ Rp.mengabaikan berapa ekor yang dibudidayakan: .13.000.600 ekor @ Rp.000. Rp.000.500. Rentabilitas: Sisa Hasil Usaha Modal Usaha 22..Rp. 500.250..Upah Tenaga Kerja 9 bulan @ Rp.225. 3.Biaya Panen setelah ikan siap dipasarkan per tambak Total Biaya satuan Usaha (VC) Rp.000 --------------------.000.000.000.375..600.000.Rp. 2.375.500. 2.Pengadaan BBM 9 bulan @ Rp.000.500.. 9.Rp.000.500.500.Pengadaan Bambu Pancang .Sewa Tambak 1 Th .Pupuk Anorganik 200 Kg @ Rp.793981 %) demikian juga tingkat Rentabilitas merupakan rasio dari SHU per Modal Usaha diperoleh hasil 63.520227 % Studi kelayakan usaha budidaya Ikan Kerapu tiap tambak berdasar analisis LabaRugi dengan pendekatan Profitabilitas yaitu rasio SHU per Pendapatan Bruto cukup tinggi (51.000. Rp. Break Even Point (BEP) Asumsi sebagai Biaya Tetap (FC) bulan dibutuhkan: 9 x Rp.1.000.000.x 100 % = -------------.000.kebutuhan minimal satu keluarga tiap bulan Rp. 31.000.1. 1.Benih Ikan Kerapu 1.250. Rp.Rp.Rp.x 100 % = 63. 500.000 35.000.500.Saponin 80 Kg @ Rp5.Rp.100.Rp.- .Rp.400. 18.. 11.000.Perbaikan konstruksi tambak .6. 2.000.. 400.000.000.

Analisa Pulang Pokok (Break Even Point = BEP). artinya dalam setahun harus membesarkan 12/9 * 883 ekor = 1.22.225.225.000 = 1. 35.FC P – V 18..per ekor Harga jual (P) per ekor Ikan Kerapu Rp.100.57.225.33 ekor atau 1.000.000.. Berdasar analisa BEP setiap kali panen minimal budidaya ikan yang diusahakan sejumlah 883 ekor untuk tiap tambak.635202 Menurut kajian Profitibility Index atau Net Benefit per Cost (Net B/C) usaha budi-daya Ikan Kerapu layak dikerjakan karena PI atau Net B/C lebih dari 1 yaitu sebesar 1.24.178 ekor per tahun.000 – 24.Total Pendapatan setiap kali panen budidaya ikan Rp.394.92683 ekor.600. Rasio Profitibility Index (PI) maupun Net Benefit per Cost (Net B/C)./ 1.selama 9 bulan masa pembesaran.24. usaha budidaya Ikan Kerapu diperoleh laba sebesar Rp.375. 31.000.500 BEP Ikan Kerapu = = = 882. 1.000.000.jika budidaya Ikan Kerapu dipergunakan sebagai satu-satunya sumber pendapatan dan tempat berusaha dengan membudidayakan ikan ke kolam sekurang-kurangnya 883 ekor setiap 9 bulan.600.500. yang dapat untuk menghidupi seorang istri dan 2 anaknya. .000. Profitibily Index (PI) atau Net Benefit per Cost (Net B/C) Rasio PI dianalisis dengan membandingkan Total pendapatan dan Total Biaya Total Biaya setiap kali panen budidaya ikan Rp..Dengan demikian biaya satuan usaha (V) per unit Rp.53 dibulatkan menjadi Rp.000 45.000 / 35.177. Artinya nelayan dapat memenuhi kebutuhan setiap harinya dengan berusaha budidaya pembesaran Ikan Kerapu dengan menanam ikan kerapu sebanyak 883 ekor per 9 bulan.635202.500.45.. Berdasar analisis melalui pendekatan Laba/Rugi.280 yaitu sebesar = Rp. Hasil analisa Break Even Point (BEP) usaha tersebut secara ekonomis dapat dipergunakan untuk menghidupi keluarga dengan satu istri dan dua anak secara minimal memerlukan biaya hidup Rp1.PI atau Net B/C = 57.

Usaha tersebut semakin ekonomis jika persyaratan BEP dapat terlampaui yaitu dengan usaha yang makin efisien.Hasil dari perhitungan Profitibily Index (PI) atau Net B/C di atas satu (1. . dengan demikian hasil analisis menguntungkan sehingga budidaya Ikan Kerapu direkomendasikan untuk dilaksanakan.635202).

500 3.Manfaat Ekonomi I Biaya Investasi 1.000 1.000 14.500 11.000 14.500 12.500 3.500 3.500 17. Alat-Alat Masak (2 th) 3.000 1.500 17.222 3.500 11.500 17. jika mampu menjual 20 ekor Bebek Goreng Presto per hari.222 3.500 12.500 11.67 41.000 14.000)+Bumbu dan BBM sehari Rp40.500/14.500 12.500 1.000 14.222 3.000 14.000 14.000 1.500 1.000/ekor Harga jual Bebek Goreng Presto se ekor: Rp.000 500 8.500.222 Biaya Tetap: Biaya Tenaga Kerja (pemilik usaha) Biaya Usaha (MK + B Tetap): III IV V Penjualan kotor Laba Laba bersih (Laba – Peny.500 1.222 3.000 38.500 12.000 = Rp.500 11.500 1.500 1.pembungkus = Rp.33 277.664 Catatan: Sebulan usaha selama 25 hari (1 th = 300 hr).000 1.000 14.222 3.460.500 1. Alat Presto (3 th) 2.500 17.000.000.500 3.1.500 1.000 1.500 12.1.500 12.222 3.500 3.500 1.000 1.500.500 1. Modal Kerja (satuan usaha) Total Investasi Modal Kerja: 1.500 1.000 500 2.000 Pengelolaan Usaha Bebek Goreng Presto 11.500 3.000 1.500 3.500 11.500 17.500 3.500 11.500 17..500 1.500 11. Modal kerja = Rp.000 14.500 3.500 14.500 11.500 12.500 3.500 17.500 17.500 17.000 17.000 14.500 12.000 (20 x Rp23. Harga Bebek hidup @ Rp.35.000 1.500 1.222 3.20.500 1. Biaya Bahan Baku dan penolong 2.000 1.000 1.500 11.000. Invest) BEP Profitability Index / Net B/C Payback Period = 16 ekor sehari = (17.222 3. Omzet sehari 20 ekor Bebek Goreng Presto.67 83.000.500 11.78 No Uraian Biaya ..222 3. Gerobag Dagang (2 th) 5.Biaya Tetap tenaga kerja/pemilik usaha Rp.25 = 2 bulan 8 hari.000 12.000.500 12.500 3. .500 3.222 3.222 3. 42.000 14.500 11.500 17.000 14.000 1.500 12.11 41.Contoh: Cash flow CASH FLOW PROJECTION WIRAUSAHA BEBEK GORENG PRESTO Periode Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (dalamribuan rupiah) 11 Total/Ket 12 PH per bulan 111.500 3.500 17.asumsinya kebutuhan biaya hidup pemilik dan keluarga tiap bulan. Sewa Tempat Usaha ( 1 th) 4. Bumbu dan BBM Total Modal Kerja (Biaya variabel): II 4.000 1. Biaya bahan penolong Rp2.000) 1.500 12.

Jadual Program Mahasiswa Wirausaha Tahun 2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kegiatan Penyusunan Panduan Sosialisasi Proposal Awal Masuk Identifikasi UKM dan Seleksi Mhs Pengumuman Persiapan Pembekalan Pembekalan (DIKLAT) Business Plan Proposal Lengkap Persiapan Magang Pelaksanaan Magang Pelaksanaan atau Implementasi Laporan Kemajuan Monev (Kunjungan Lapangan) Internal DIKTI 15 Laporan Akhir 2 1 2 3 4 1 2 3 3 4 1 2 4 3 4 1 2 5 3 4 1 2 6 3 4 1 2 7 3 4 1 2 8 3 4 1 2 9 3 4 1 2 10 3 4 1 2 11 3 4 1 2 12 3 4 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful