Konstitusi Indonesia

Indonesia adalah negara dengan berbagai budaya atau sring kita sebut dalamistilah pelajar yang it entah it sudah menjadi budaya dari nenek moyang atau mungkin tidak ada istilah baru dalam dunia pendidikan kita it, selain mengnut ajaran nenek moyang, ok never mind yang penting Indonesia bisa maju, ok selanjutnya kostitusi yang ada di negara kita ini kurang lebih kayak gini : KONSTITUSI Konstitusi (Latin constitutio) dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara - biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis - Dalam kasus bentukan negara, konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara. Pengertian Konstitusi Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio,constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat suatu negara.. Pengertian Konstitusi Menurut Beberapa Ahli 1. K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang mmbentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara. 2. Herman heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada uud. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tettapi juga sosiologis dan politis 3. Koernimanto soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarati bewrsama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama. 4. Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu: a. Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu; 1) Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada didalam negara. 2) Konstitusi sebagai bentuk negara 3) Konstitusi sebagai faktor integrasi 4) Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi didalam negara b. Konstitusi dalam artoi relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu: : 1) konstitusi sebagai tuntyutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa

Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku. tetrapi tidak sempurna. Konstitusi tidak tertulis / konvensi(nondokumentary constitution) adalah berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul. 2. Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal). rumusan filosofis negara. konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak 2. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa. dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa itu. hubuyngan antar lembaga negara. Tidak bertentangan dengan UUD 1945. Melindungi Ham maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya. tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. sistem ekonomi. 2. Adapun syarat – syarat konvensi adalah: 1. hubungan rakyat dengan pemerintah. bangunan negara dan tata negara. 3. Diakui dan dipergunakan berulang – ulang dalam praktik penyelenggaraan negara.  bedasarkan sifat dari konstitusi yaitu: a) Flexible /atau luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah .norma dalam penyelenggaraan negara. penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik Macam-Macam Konstitusi Macam – macam konstitusi Menurut CF. demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa didalam persekutuan hukum negara. 3. Strong konstitusi terdiri dari:Konstitusi tertulis (dokumentary constiutution / writen constitution) adalah aturan – aturan pokok dasar negara . 3. Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh Nilai Konstitusi Nilai konstitusi yaitu: 1..dan 2) konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitrusi dapat berupa terttulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya) Tujuan Konstitusi tujuan konstitusi yaitu: 1. sistem sosial. b) Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita – cita sosial bangsa. Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja..  secara teoritis konstitusi dibedakan menjadi: a) konstitusi politik adalah berisi tentang norma.. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara. Dalam memobilisasi kekuasaan.

b. Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar negara d. Menurut Miriam budiarjo. c. 3. Sebagai hukum dasar Sebagai hukum yang tertinggi. Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu: 1.. yang bersifat adil agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat. Syarat Terjadinya Konstitusi Syarat terjadinya konstitusi yaitu: a. . Jadi pada intinya konstitusi aadalah hukum tertinggi yang hsrus dipatuhi oleh setiap elemen masyarakat dalam suatu negara. Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan b. Menentukan suatu hukum Kedudukan Konstitusi Kedudukan konstitusi (UUD) Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan / ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan . b) Rigid atau kaku apabila konstitusi atau undang undang dasar sulit untuk diubah. Perubahan Konstitusi Perubahan konstitusi atau UUD yaitu: Secara revolusi. konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi. konstitusi menyangkut cara suatu pemeritahan diselenggarakan. Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi yaitu: keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat dalam konstitusi suatu negara Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu: Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak ter tulis sedangkan UUD adalah hukum dasar tertulis. UUD/konstitusi berubah secara berangsur – angsur yang dapat menimbulkan suatu UUD.  unsur substansi sebuah konstitusi yaitu: a. Jaminan terhadap Ham dan warga negara. 2. pemerintahan baru terbentuk sebagai hasil revolusi ini yang kadang – kadang membuat sesuatu UUD yang kemudian mendapat persetujuan rakyat. cita – cita dan tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. Secara evolusi. secara otomatis UUD yang sama tidak berlaku lagi. Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental(dasar).sesuai dengan perkembangan. Uud memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itui makin baik. Melinmdungi asas demokrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful