Kamus Istilah Militer Aba-aba : 1.

Serangkaian kata-kata pengkomandoan terhadap sekelompok orang dalam susunan yang teratur untuk dilaksanakan secara tertib, tepat dan serentak atau berturut-turut. 2. Perintah yang diberikan oleh seorang Komandan kepada pasukan untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut-turut. Abituren : Lulusan sekolah/pendidikan militer. Administrasi Umum TNI (Minu TNI) : Semua pekerjaan, kegiatan tata cara tulis menulis di lingkungan TNI yang dilakukan secara teratur dan terarah dalam rangka pelaksanaan tugas pokok TNI untuk mencapai tujuan. Ajendam : Badan Ajudan Jenderal yang berkedudukan di tingkat Kotama yang secara taktis dan administratif berkedudukan langsung di bawah Pangkotama, bertugas menyeleng-garakan fungsi Ajudan Jenderal di lingkungan Kotama. Akademi Militer (Akmil) : Pendidikan pembentukan dasar Perwira sukarela Angkatan Darat Tingkat Akademi. Alat Kesehatan (Alkes) : Instrumen, apparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk memcegah mendiagnosis, menyembuhkan, meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada menusia dan untuk membentuk struktur dan memperbaiki sistem tubuh. Alat Kesehatan Gigi (Alkesgi) : Alat yang digunakan khusus untuk pelayanan Kesehatan Gigi dapat berupa Unit maupun Instrument (Satuan). Alat Kesehatan Lapangan (Alkeslap) : Alat yang digunakan khusus untuk pelayanan Laboratorium dapat berupa Unit maupun Instrument (Satuan). Alat Kesehatan Preventif (Alkesprev) : Alat yang digunakan khusus untuk tindakan preventif (Pencegahan) dapat berupa Unit, Perangkat. Alat Komunikasi Elektronika (Alkomlek): Sejumlah alat peralatan yang digunakan sebagai sarana komunikasi dan mengandung unsur elektronika. Alat Peralatan Kesehatan (Alpalkes) : Materiil kesehatan yang digunakan untuk keperluan para petugas Medis , Non Medis dalam pelayanan Kesehatan (Yankes). Alsus Jihandak ( Alat Khusus Penjinak Bahan Peledak ): Merupakan bagian yang sangat penting di dalam melaksanakan tugas penjinakan bahan peledak. Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) : 1. Artileri Pertahanan Udara sebagai salah satu cabang kesenjataan dari Angkatan Darat, merupakan unsur bantuan tempur (Banpur) yang menyelenggarakan fungsi teknis militer dengan tugas pokok dalam bidang pertahanan udara yang meliputi segala usaha, tindakan dan kegiatan untuk persiapan dan penyelenggaraan penangkisan terhadap serangan udara musuh dengan mempergunakan segala macam senjata anti pesawat udara (Meriam dan peluru kendali) serta alat perlengkapannya dan pengendali tembak. 2. Suatu cabang dari artileri yang mempunyai peranan dan tugas utama untuk meniadakan atau mengurangi hasil guna dari serangan udara musuh dengan cara menghancurkan atau melumpuhkan segala sasaran di udara (areal targets) dalam rangka tugas pertahanan udara. 3. Senjata-senjata dan peralatan-peralatan untuk memerangi sasaran-sasaran di udara secara aktif dari tanah (ground to air). Artileri Medan : Sebagai salah satu cabang kesenjataan dari Angkatan Darat yang mempunyai peranan dan tugas utama untuk membantu pasukan tempur dengan cara menghancurkan atau melumpuhkan sasaran di darat (Surface targets). Artileri Medan (Armed) merupakan senjata bantuan tembakan yang utama/pokok untuk segala macam operasi di darat. Atasan yang Berhak Menghukum (Ankum) : Atasan yang oleh atau atas dasar undang-undang diberi kewenangan untuk menjatuhkan hukuman disiplin kepada setiap prajurit TNI yang berada di bawah wewenang komandonya (Ankum di lungkungan Angkatan Darat adalah setiap perwira pemegang komando satuan

administrasi pangkal yang mempunyai kelengkapan perangkat administrasi baik di pusat maupun di daerah, serendah-rendahnya satuan setingkat kompi yang berdiri sendiri). Bantuan Administrasi Kesehatan (Baminkes) : Perwujudan dari pembinaan dan penggunaan satuan-satuan Kesehatan berupa penyelenggaraan fungsi teknis militer kesehatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Banminkes berupa dukungan kesehatan dan pelayanan kesehatan. Bantuan Militer : Aktivitas dari kekuatan TNI yang bersifat membantu, melindungi, melengkapi atau memperpanjang daya kekuatan lain, berdasarkan perintah baik didalam pertempuran maupun non pertempuran . Bantuan Polisi Militer : Penyelenggaraan fungsi Kepolisian Militer guna mewujudkan tegaknya hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan, dan bagi kepentingan ABRI yang dapat berbentuk pelayanan, dukungan, maupun perkuatan. Batalyon Infanteri (Yonif) : Adalah satuan dasar tempur yang terdiri dari suatu markas, kompi markas, beberapa kompi senapan dan kompi bantuan yang dapat merupakan bagian taktis dari Brigade Infanteri dan dapat juga berdiri sendiri dengan tugas taktis dan administrasi. Batalyon Infanteri Raider : Adalah Batalyon Infanteri yang diberi kemampuan khusus Raid penghancuran, Raid pembebasan tawanan dan kemampuan Mobud. Batalyon PPRC (Yon PPRC) :Batalyon yang digunakan sebagai satuan unsur pasukan pemukul reaksi cepat. Bimbingan dan Pengasuhan (Bimsuh) : Usaha yang secara resmi dilakukan oleh Lemdik untuk meningkatkan dan memudahkan para peserta didik dalam mengembangkan aspek kepribadian, intelek dan jasmani selama pendidikan berjalan. Bintara : Golongan kepangkatan dalam TNI mulai dari Sersan Dua sampai dengan Pembantu Letnan . Bintara Makanan (Ba Kan) : Seorang Bintara melaksanakan pembekalan makanan yang berada disetiap tingkat Satwat/Satwah . Bobby Traps : 1) B enda yang dibuat untuk melukai atau membunuh orang yang mencoba mengganggu yang dipasang dan tidak terlihat musuh. 2) Semacam ranjau darat ukuran kecil ditujukan khusus bagi personil musuh yang masuk perangkap pada tempat-tempat yang tidak diduga-duga. Calon Prajurit : Warga negara yang sedang mengikuti proses kegiatan penerimaan atau pengerahan. Catatan Personel (Catpers) : Suatu bentuk catatan untuk mengetahui kejadian atau hal-hal yang menyangkut personel TNI dan non TNI yang ditinjau dari segi intelijen dalam rangka memudahkan bagi staf intelijen untuk meninjau/menyajikan data dari personel yang bersangkutan. Corps : 1. Segolongan perwira kecabangan yang mempunyai syarat-syarat lapangan pendidikan dan rencana jalan hidup (bidang, karier) yang sama. 2. Sesuatu ikatan atau golongan yang mempunyai persamaan tugas atau senasib sepenanggungan dalam pelaksanaan tugas seperti corps veteran dsb. 3. Di TNI AD adalah Corps Infanteri (INF), Kavaleri (KAV), Artileri (ART), Zeni (CZI), Ajudan Jenderal (CAJ), Kesehatan Militer (CKM), Angkutan Militer (CAM) dan Intendan (CIN) diganti dengan (CBA) sedangkan Corps Kehakiman sudah diganti dengan Corps Hukum (CHK), Keuangan (CKU), Peralatan (CPL), Polisi Militer (CPM), Topografi (CTP). Di TNI AL adalah Corps : Pelaut (P), Teknik (T), Elektro (E), Khusus (KH), Administrasi (A), Marinir(MAR), Dinas Khusus (DK), Kesehatan (K). Di TNI AU adalah Corps : Penerbangan (PNB), Navigator (NAV), Teknik (TEK), Elektro (LEK), Perbekalan (KAL), Khusus (SUS), Pasukan (PSK), Kesehatan (KES), Administrasi (ADM). 4. Tingkat satuan militer di atas divisi (Tentara Amerika Serikat dsb). Corp Ajudan Jenderal (CAJ) : Satu golongan perwira kecabangan Angkatan Darat yang memiliki kemampuan tugas pokoknya dalam bidang fungsi Ajen. Dapur Lapangan : Dapur darurat (tidak tetap) untuk melayani latihan pasukan di lapangan. Dapur Mobil : Dapur di atas kendaraan yang mengikuti pasukan gerakan atau operasi.

Defile : 1. Gerak maju pasukan melalui inspektur upacara dalam parade. 2. Perlindungan disisi, pengamanan atau lindungan terhadap peninjauan darat lawan dan terhadap tembak datar dengan mempergunakan rintangan gunung, geger atau sisi. 3. Rintangan alam seperti gunung yang menanjang. Definitif : Pasti, tidak akan dirubah lagi permanen, tentu, resmi . Desersi : 1. Pergi; melarikan diri; minggat; kelana yudha. 2. Merupakan tindak pidana khas prajurit/militer yaitu meninggalkan induk pasukan/kesatuan/daerah kapal tanpa ijin yang sah dari komandannya. Desersi Murni : 1. Pergi dengan maksud menarik diri untuk selama-lamanya dari kewajiban dinas. 2. Pergi dengan maksud menghindari bahaya perang. 3. Pergi dengan maksud menyeberang ke musuh. 4. Pergi dengan maksud memasuki dinas militer pada suatu negara atau kekuasaan lain yang tidak dibenarkan. Desersi Tidak Murni : Suatu bentuk desersi sebagai peningkatan dari kejahatan ketidakhadiran tanpa ijin, yaitu suatu ketidakhadiran tanpa ijin di masa damai lebih lama dari tiga puluh hari, dalam waktu perang lebih lama dari empat hari. Dewan Kehormatan Militer : Suatu dewan yang memberi pertimbangan kepada Pang TNI tentang perkaraperkara yang diserahkan oleh Menhan/Pang TNI kepada dewan untuk diteliti mengenai tabiat seorang perwira yang dapat menjadi alasan bagi perwira itu untuk diberhentikan dari dinas TNI. Dewan Pembina Doktrin : Suatu forum di lingkungan TNI AD, diketuai oleh Dankodiklat TNI AD yang dibentuk oleh Kasad, terdiri dari pejabat di lingkungan Staf Umum Angkatan Darat, Kodiklat TNI AD dan Pus/Cab/Fung terkait yang bertugas mengevaluasi dan memberikan saran penyempurnaan doktrin di lingkungan TNI AD dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan dan fungsi TNI AD yang lebih baik. Dewan doktrin terdiri atas anggota tetap dan anggota tidak tetap. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (Wanhankamnas ) : Dewan Pertahanan Keamanan Nasional yang menyelenggarakan penelaahan ketahanan nasional dari segala bidang kehidupan bangsa serta merumuskan rencana politik Hankamneg dan strategi Hankam dengan melaksanakan pengelolaan berbagai informasi dengan produk intelijen, perkiraan kecenderungan perimbangan lingkungan strategis, penilaian berbagai perubahan keadaan lingkungan serta analisa dan pemecahan masalah dalam penyelenggaraan Hankamneg. Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak ) : Suatu badan tingkat Mabes Angkatan yang membahas dan memberikan saran/usul kepada Kasad/Kasal/ Kasau mengenai jabatan dan kenaikan pangkat. Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Tingkat Tingi (Wanjakti) : Suatu badan tingkat Mabes TNI yang membahas dan memberikan saran/usul kepada Pang TNI mengenai jabatan dan kenaikan pangkat militer pada Perwira Tinggi. Dinas Keprajuritan : Pengabdian seseorang warga negara sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Dinas Keprajuritan Penggal Waktu : Dinas keprajuritan yang dijalani dengan membagi waktu dengan profesi lain. Dinas Keprajuritan Purna Waktu : Dinas keprajuritan yang dijalani terus menerus tanpa membagi dengan profesi lain. Direktorat Ajudan Jenderal : Badan Ajudan Jenderal di tingkat Mabesad yang secara taktis dan administratif berkedudukan langsung di bawah Kasad, bertugas menyelenggarakan pembinaan kecabangan dan fungsi Ajudan Jenderal di Lingkungan AD. Divisi : 1. Satuan di bawah korps di atas Brigade, yang bersifat administratif dan taktis, dimana terdapat kombinasi (gabungan) dari unsur-unsur tempur, bantuan tempur dan bantuan administrasi. Dapat berdiri sendiri atau bagian dari komando yang lebih besar yaitu dalam korps (army corps).

Setelah membuka payung kemudian mengemudikan payungnya untuk menuju suatu titik pendaratan yang telah ditentukan. dilatih dan diperuntukkan melakukan pertempuran jarak dekat. kekuatan intelijen. Guru Militer (Gumil) : Seorang militer yang berdasarkan pengangkatan. bertugas mendidik dan mengajar anggota-anggota TNI pada lembaga pendidikan TNI kearah perkembangan pribadi yang seimbang untuk mencapai tujuan pendidikan TNI berlandaskan filsafat. menegakkan dan membina disiplin atau tata kehidupan prajurit TNI. 2. Setelah membuka payung kemudian mengendalikan payungnya untuk menuju suatu titik pendaratan yang telah ditentukan. Ikatan Dinas Pendek (IDP) : Perjanjian intelijen yang menyelidiki keadaan medan. Gelar Kekuatan : 1. Hukum Disiplin Prajurit TNI : Serangkaian peraturan dan norma untuk mengatur. cuaca dan iklim dari satu daerah atau tempat yang penting. termasuk juga penentuan pengaruh dari faktor-faktor tersebut terhadap operasi militer. 3. Geladi : Bentuk latihan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan melakukan kegiatan yang telah dipelajari atau dilatih sebelumnya. Droping Zone (DZ) : Suatu daerah tertentu yang dipersiapkan dimana pasukan lintas udara dan atau alat perlengkapan diterjunkan dengan menggunakan payung udara. Garnizun : Suatu tempat (daerah) dimana ada pemusatan tentara atau bagian-bagiannya di bawah seorang Perwira. kekuatan bantuan tempur. kekuatan bantuan administrasi. Drill : Bentuk latihan untuk membiasakan melakukan sesuatu jenis kegiatan menurut urutan yang telah ditetapkan secara baku. Sejumlah kekuatan TNI AD yang terdiri dari kekuatan tempur. Insan Prajurit : Seluruh anggota TNI dari pangkat terendah (Tamtama) sampai dengan pangkat tertinggi. kekuatan teritorial dan kekuatan cadangan yang digelar pada daerah operasi tertentu dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman nyata lawan. Pancasila dan UUD 1945.2. usaha dan kegiatan di dalam hal pengawasan dan pemeriksaan. Sejenis organisasi terdiri dari dua atau lebih kapal-kapal yang bila untuk keperluan-keperluan taktis dapat dibagi dalam subdivisi-subdivisi. Ikatan Dinas Militer Sukarela : Ikatan dinas yang menyebabkan seseorang menjadi militer sukarela atau kembali menjadi militer sukarela. Infanteri (INF) : 1. Insubordinasi : Ketidak patuhan kepada atasan atau peraturan perintah. Inspektorat Daerah Militer (IRDAM) : Kesatuan dari Skodam yang menyelenggarakan fungsi-fungsi utama AD dalam pembinaan pertumbuhan dilingkungan Kodam dengan melaksanakan segala pekerjaan. Pasukan jalan kaki dengan perlengkapan persenjataan ringan untuk melakukan pertempuran jarak dekat. High Altitude Low Opening (HALO) : Suatu terjun bebas dengan membuka payung pada ketinggian relatif rendah tanpa menggunakan masker oksigen. baik administrasi maupun operasional. Gerak Sendiri (GS) : Suatu senjata yang dipasang secara tetap di atas kendaraan yang digunakan sebagai tenaga gerak disamping sebagai landasan penembakan. Kesenjataan tempur utama darat yang dilengkapi dengan persenjataan ringan. Eskort Kehormatan : Macam atau bentuk pengawalan yang dilkukan sebagai perlengkapan protokoler dalam perjalanan resmi dan dilaksanakan oleh POM TNI. Formasi yang terdiri dari beberapa kelompok kerja. Epolet : Tanda pengenal resmi yang dipasang pada lidah baju di pundak. . dari markas komando atasan yang dibagi-bagi. 2. atau penolakan perintah. ( Empaule = pundak). penerjun menggunakan masker oksigen. yang batas-batasnya ditentukan Panglima TNI. High Altitude High Opening (HAHO) : Suatu terjun bebas dengan membuka payung setelah keluar dari pesawat terbang pada suatu ketinggian yang relatif tinggi. Sejumlah kekuatan yang digelar pada daerah operasi tertentu dalam rangka pengamanan kekuatan. agar setiap tugas dan kewajibannya dapat berjalan dengan sempurna. perbuatan yang bertentangan dengan pengabdian.

yang berunsurkan sub sistem pertahanan sipil. Kartika Eka Paksi : Lambang dan semboyan pada panji Angkatan Darat. yang berarti burung perkasa tanpa tanding menjunjung cita-cita luhur. nama ini dipilih untuk disesuaikan dengan lambang TNI AD Kartika Eka Paksi. ciri-ciri atau keadaan khusus dari setiap prajurit TNI AD yang mencerminkan adanya semangat dan daya gerak sebagai prajurit rakyat. Sebagai kesenjataan dari Angkatan Darat sebutan Kavaleri adalah suatu kecabangan dari Angkatan Darat yang menyelenggarakan fungsi tehnis militer Kavaleri dan bertugas pokok langsung menghadapi pertempuran. pekerjaan. Kavaleri : 1. arti luas pekerjaan yang bersifat sosial yang biasa dikerjakan oleh kaum isteri prajurit TNI AD tidak lagi dibebankan kapada para suami melainkan dijalankan sendiri oleh kaum isteri prajurit dengan semangat yang tidak kalah dari semangat dan kemampuan kaum lelaki.memelihara dan meningkatkan secara berlanjut situasi dan kondisi masyarakat yang mutlak diperlukan untuk menjamin dan . tiap isteri tentara menjadi pembina rumah tangga. dan pemeliharaan jasmani perorangan maupun satuan dalam mewujudkan kesamaptaan jasmani guna mempertinggi daya tempur. ialah keluhuran nusa dan bangsa dan keprajuritan sejati. sub sistem milisi. Jasmani Militer TNI AD : Salah satu fungsi khusus TNI AD yang berperan menyelenggarakan segala usaha. Karangan Militer : Karangan/tulisan yang memuat dan membahas suatu persoalan yang bertujuan mengembangkan suatu pendapat untuk mempengaruhi keadaan dan memecahkan persoalan. 2. prajurit pejuang. dalam penanganan masalah yang bersifat fisik materiil dan mental spiritual yang dilaksanakan atas perintah kedinasan atau inisiatif sendiri dalam rangka bhakti TNI untuk kepentingan masyarakat umum. sub sistem perlindungan masyarakat dan sub sistem logistik teritorial dimana TNI menjadi pembinanya. Sebagai fungsi tehnis militer umum TNI-AD yang menyelenggarakan pertempuran darat dengan daya gerak.Instalasi Tuna Tertib Militer (Staltuntibmil) : Suatu isntalasi yang merupakan satuan pelaksanaan pelaksana polisi militer berfungsi sebagai tempat penahanan.dan aman. Kartu Petunjuk Isteri : Kartu yang menunjukan isteri syah dari sesorang anggota TNI yang dibuat/dikeluarkan oleh satuan yang berwenang mengurus hak-hak isteri seorang TNI. daya kejut dan atau lindung lapis baja serta Kuda Kavaleri. Chandra Kirana (cahaya bulan) adalah cahaya tidak langsung dari matahari. daya tembak. yang tidak membakar. adil dan makmur. ia kembali menjadi isteri sejati. Karya Bhakti : Kegiatan perorangan atau satuan TNI. Interniran : Orang yang ditahan dan diasingkan secara syah menurut hukum karena kebebasannya dalam masyarakat dapat menimbulkan bahaya bagi ketertiban umum dan keselamatan negara. Kirana = Cahaya . Jump Master : Personel yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang kelinudan dalam rangka menyiapkan dan melaksanakan penerjunan pasukan. arti sempit : bila suami pergi bertugas. 3. bila suami kembali dari tugas. Kavaleri berasal dar kata “Cabalus� dari bahasa latin yang berarti “Kuda�. Suatu badan ekstra struktural dalam struktur organisasi TNI AD. peningkatan. Paksi = Burung. dan kegiatan fungsi jasmani militer berkenaan dengan pembentukan. dalam keadaan tertentu dapat menampung tahanan perang. Chandra = Bulan. alat peralatan serta perbekalan. baik materiil maupun spiritual yang dilaksanakan bersama oleh pemerintah dan masyarakat melalui penyelenggaraan fungsi kegiatan dan/atau operasi yang ditujukan untuk menciptakan. Eka = Satu . Kartika = Bintang . Jati Diri Prajurit TNI AD : Adalah gambaran tentang identitas. prajurit profesional dari Tentara Nasional Indonesia. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) : Keperluan hakiki masyarakat yang menghayati cita-cita atau tujuan seluruh kegiatan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat tertib. Maksudnya Angkatan Darat yang kuat sentosa menjunjung cita-cita luhur. Kartika = bintang. sub sistem pertahanan rakyat. Integritas TNI-Rakyat : Kesatuan upaya antara TNI dengan Rakyat dalam rangka suatu sistem pertahanan dan keamanan rakyat. pengurusan dan pembinaan para tahanan/tuna tertib militer. Kartika Chandra Kirana : Nama persatuan isteri tentara (Persit). melainkan menyinari dengan sejuk dan merupakan sumber inspirasi. mengingat organisasi ini tidak dapat dipisahkan dari TNI AD. interniran perang. Chandra Kirana adalah pahlawan putri dari cerita panji semirang. tahanan operasi militer dan tahanan keadaan bahaya.

tertutup rapat dan berlapis baja tipis. baik secara lahir maupun batin dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional untuk mencapai tujuan nasional. 2. kercabangan Peralatan TNI AD merupakan pengelompokkan Perwira yang memiliki spesialisasi di bidang Peralatan TNI AD. penasihat dari komandan atau panglima. baik berlapis baja atau tidak untuk tugas-tugas tertentu. Pejabat pimpinan atau perwira senior yang bukan komandan. yang mengatur mengkoordinasikan. Kecabangan Peralatan TNI AD : 1. Kepribadian Sapta Marga : Kesatuan tabiat rohaniah yang mencerminkan tingkah laku dan perbuatan yang berdasarkan sapta marga. 2. Dimana ranpur tersebut memiliki suatu sistem senjata yang ampuh yang terdiri dari automotif dan komunikasi. mengawasi mengkoordinasikan kegiatan staf. Kendaraan Beroda Rantai : Kendaraan dengan roda rantai. Salah satu komponen Hankamneg lain (UU 20/1982). Kesamaptaan Jasmani : Kesiapan dan kesanggupan seseorang untuk melaksanakan tugas atau kegiatan fisik secara baik dan efisien. perwira senior dari suatu staf. pembantu utama. dengan kemampuan manuver serta daya gerak hampir sama dengan tank ringan. inspektur atau direktur. Organisasi rakyat terlatih yang mempunyai kemampuan teknis kepolisian tertentu dalam rangka membantu tugas Polri yang pada dasarnya merupakan bagian dari system keamanan swakarsa. guna menghadapi kemungkinan tugas yang berkesinambungan dalam segala lingkungan operasi. Kendaraan Angkut Personel Roda Berantai : Kendaraan berlapis baja beroda rantai yang dipersiapkan untuk keperluan pengangkutan dan tugas tempur personel penyerbu mekanis. Adapun jenis Ranpur tersebut adalah : 1. Dari segi pengorganisasian adalah merupakan salah satu badan pelaksana pusat TNI AD yang melaksanakan fungsi teknis militer TNI AD dengan menyelenggarakan segala usaha. . mengawasi dan memimpin segala kegiatan dan pekerjaan staf. Pejabat pimpinan yang bukan komandan. Kesatuan Administrasi Pangkalan (Satminkal) : Kesatuan kecil yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan administrasi dalam arti terbatas. pada tempat yang dikehendaki dan dalam keadaan yang diinginkan kepada Kesatuan-kesatuan pemakai dan unsur-unsur lain yang ditentukan. 2. 2. Dari segi badan karier. Tank : Kendaraan tempur yang bergerak dengan menggunakan roda rantai dan dilengkapi dengan persenjataan serta memiliki kemampuan lintas medan yang baik dan relatif tidak dibatasi oleh adanya jaringjaring jalan. Kendaraan Tempur (Ranpur) : Kendaraan lapis baja yang digunakan dalam pertempuran baik secara langsung ataupun bantuan langsung dari suatu operasi. pimpinan suatu staf. Keamanan Rakyat (Kamra) : 1. Panser : Kendaraan tempur yang menggunakan roda ban dan dilengkapi dengan persenjataan. inspektur atau direktur yang bertugas dibidang staf sebagai pembantu utama dan penasehat komandan/panglima serta bertanggung jawab memimpin. pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan dengan pembinaan materiil alat peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas TNI AD. Kepala Staf : 1. Kesatrian (Asrama) : Suatu tempat yang dihuni oleh suatu pasukan atau lebih dibawah seorang komandan. Kendaraan Berlapis Baja : Kendaraan gerak sendiri (Self Propeled) beroda rantai penuh. Dipergunakan sebagai tempat tinggal dengan batas-batas yang ditentukan oleh komandan tersebut.memelihara kelangsungan kewibawaan pemerintah dan ketertiban masyarakat dalam rangka ketahanan nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila. Kemanunggalan TNI Rakyat : Suatu keadaan atau sikap perilaku yang menyatu dari atau bersatu padunya TNI rakyat. tepat pada waktunya. Kesatuan Bantuan Administrasi (Satbanmin) : Kesatuan-Kesatuan (Badan Pelaksana) yang menyelenggarakan bantuan administrasi kepada Kesatuan-kesatuan TNI AD dengan menjamin tersalurnya barang-barang dan tersedianya tenaga manusia dalam jumlah yang cukup.

Duaja. dengan tugas pokok menyelenggarakan pembinaan kesiapan operasional komandonya. Komando Rayon Militer (Koramil) : Suatu organisasi teritorial yang termasuk dalam struktur organisasi TNI-AD dengan wilayah satu kecamatan atau lebih. diamankan dan dipertahankan karena menyangkut kehormatan satuan itu sendiri. . pemberian petunjuk dan bimbingan 2.Kesegaran Jasmani : Kemampuan salah satu komponen kesamaptaan jasmani dasar yang harus dimiliki oleh setiap prajurit untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dengan baik tanpa mengalami cidera dan kelelahan yang berarti. Tunggul. Kompor Lapangan Perorangan : Alat masak perorangan untuk mendukung operasi/latihan. pembinaan teritorial dan menyelenggarakan pembinaan kekaryaan TNI. Penentuan kebijaksanaan teknis. alat dan kondisi juang yang tangguh serta kekuasaan militer dalam keadaan darurat didaerahnya. Komando Operasi Karya (Bhakti) Daerah Militer : Suatu badan staf/pelaksana yang berkedudukan ditingkat Kodam sebagai badan pelaksana teknis operasi karya TNI AD dilingkungan Kodam yang bersangkutan. Korps Musik TNI (Korsik) : Suatu satuan TNI yang secara organisatoris administratif menghimpun semua satuan orkes musik militer. Kompleks Militer : Perkampungan militer termasuk markas dan kantor-kantornya. Komando Distrik Militer (Kodim) : Komando pelaksana Korem di bidang fungsi teritorial yang berbentuk kewilayahan bersifat taktis dan berkedudukan langsung di bawah Danrem dengan tugas pokok menyelenggarakan pembinaan kesiapan operasional komandonya. Komando Daerah Militer (Kodam) : Suatu organisasi TNI AD yang merupakan suatu komando utama pembinaan TNI AD dan komando pelaksanaan operasional yang bersifat kewilayahan. Adalah seorang pejabat militer dalam suatu komando/satuan yang mendapat kekuasaan pimpinan terhadap komando/satuan itu. 2. menurut tingkatnya : Panji. Lambang Satuan : Tanda pengenal satuan sesuai dengan cirri-ciri kepribadian yang membedakan dari satuan lain. Lapangan Kekuasaan Tehnik (LKT) : Salah satu bidang kekuasaan dalam kecabangan TNI AD yang meliputi : 1. Seorang pemegang wewenang dan tanggung jawab komando atas pelaksanaan tugas komandonya. Penentuan. pembinaan teritorial dan perlawanan rakyat dalam rangka menciptakan ruang. Komandan : 1. pelayanan bantuan administrasi terhadap satuan/badan komando yang berada di daerahnya serta menyelenggarakan fungsi kegarnisunan TNI didaerahnya. Secara teknis mempersiapkan dan mengendalikan semua kegiatan operasi karya TNI AD di lingkungan Kodam. Wilayahnya merupakan daerah pokok pertahanan keamanan yang dapat bertindak sebagai kebulatan dalam menghadapi setiap masalah pertahanan negara. serta proyek-proyek lain yang dibebankan Kasad kepadanya. dimana kesempatan masak sangat terbatas dan tidak mungkin memasak secara kelompok atau dengan alat masak yang lain. Komando Teritorial : 1. merupakan kebanggaan seluruh anggota satuan yang bersangkutan. 2. 3. Penentuan tata cara teknis. 2. Pataka. harus dijunjung tinggi. Organisasi teritorial sebagai organisasi militer berdasarkan kewilayahan yang disusun untuk mampu memenuhi pelaksanaan segenap fungsi/kegiatan pokok teritorial. Komando yang mendapat tugas pokok pembinaan kewilayahan (Teritorial) melalui penyelenggaraan administrasi dalam suatu daerah/wilayah tertentu. Mempersiapkan dan melaksanakan operasi karya yang meliputi proyek-proyek pada tingkat desa dan regional. Komando Resort Militer (Korem) : Komando Resort Militer (Korem) adalah komando pelaksana Kodam yang bersifat kewilayahan dan dapat merupakan sub kompartemen strategis. dengan tugas pokok : 1.

Mandala Operasi : Sebagian dari mandala perang yang perlu bagi operasi militer yang bersifat ofensif. daerah. Latihan : 1. Medan : B agian dari muka bumi dengan segala benda yang tidak bergerak diatasnya. Markas : Tempat kedudukan pimpinan/ komando beserta staf dengan badan-badan pelayanannya yang merupakan susunan organisasi untuk penyelenggaraan pimpinan/ komando terhadap satuan-satuan bawahannya. MKS ini menjadi dasar perhitungan untuk masa pensiun. Masa Kerja Sesungguhnya (MKS) : Masa kerja yang dihitung mulai bersangkutan diangkat sebagai anggota TNI/Pegawai Negeri Sipil sampai dengan berhenti atatu diberhentikan dari dinas. Meriam : Senjata berat tanpa pelayannya. pelaksana putusan atau penetapan pengadilan dalam lingkungan peradilan militer atau peradilan umum dalam perkara pidana dan sebagai penyidik sesuai dengan ketentuan undang-undang. pelaksana putusanatau penetapa pengadilan dan sebagai penyidik dalam lingkungan peradilan militer pertempuran. Oditurat Jenderal TNI (Otjen TNI) : Suatu badan di lingkungan TNI yang melakukan kekuasaan pemerintahan negara di bidang penuntutan dan penyidikan tertinggi. Batas-batasnya ditentukan oleh Pangti TNI. di bawah pengendali dari komandan satuan darat. Oditurat Militer Luar Biasa : Suatu lembaga penuntut umum militer dalam lingkungan peradilan militer yang bersifat sementara yang diadakan pada suasana/situasi yang dianggap luar biasa. Oditurat Militer : Suatu badan di lingkungan TNI yang melakukan kekuasaan pemerintahan negara di bidang penuntutan dan penyidikan dalam lingkungan pengadilan militer tingkat pertama. Mandala : Lingkungan. Tugas defensif diserahkan kepada komando pertahanan wilayah. Oditur Jenderal TNI (Orjen) : Penuntut umum tertinggi di lingkungan TNI. medan perang (theater) wilayah negara dan sekitarnya yang langsung terlibat dalam peperangan. 2. Pelaksanaan sejenis pendidikan yang ditekankan kepada keteraturan dan pengulangan (Drill). Oditur Militer : Penuntut umum. Nomor Registrasi Pokok (NRP) : Daftar pencatatan nomor induk secara berurutan yang diberikan oleh suatu instansi kepada anggotanya . Menyelenggarakan pengawasan teknis terhadap segala sesuatu yang menyangkut dengan fungsi-fungsi kecabangan. Masa Kerja Golongan (MKG) : Masa kerja yang digunakan untuk menentukan besarnya gaji pokok seseorang anggota TNI/Pegawai Negeri Sipil dalam masa dinas aktifnya. untuk dilibatkan dalam suatu pertempuran. dan peradilan militer tingkat banding bagi terdakwanya berpangkat Kapten ke bawah.4. 3. Oditur Militer Tinggi (Ormilti) : Penuntut umum. pimpinan dan penanggungjawab tertingi Oditurat yag mengendalikanpelaksanaan tugas dan wewenang Oditurat. Mobil Udara (Mobud) : Proses pemindahan Pasukan-pasukan Tempur darat beserta perlengkapannya di angkut melalui udara (dengan pesawat helikopter TNI AD) pindah ke sekitar daerah tempur. Oditur : Pejabat (militer) yang diberi wewenang untuk bertindak sebagai penuntut umum. Pada MKG ini terdapat masa yang dihitung separuh dan ada pula yang tidak dihitung sama sekali. pelaksana putusa atau penetapan pengadilan dan sebagai penyidik dalam lingkungan peradilan militer tingkat pertama yang terdakwanya berpangkat Mayor ke atas. Kegiatan yang diulang secara sistematis dalam praktek untuk memperoleh kemahiran dan keterampilan maksimal. Suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk dan memelihara kondisi jasmani seseorang serta meningkatkan prestasi. baik benda alam maupun benda budaya yang dipergunakan dalam operasi-operasi Militer. . Oditur Militer Pertempuran : Penuntut umum. sesuai dengan kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan operasi. pelaksana putusan atau penetapan pengadilan dan sebagai penyidik dalam lingkungan peradilan militer tingkat pertama yang terdakwanya berpangkat Kapten ke bawah.

dasar. Pangkat Militer Tituler : Pangkat yang diberikan kepada orang-orang bukan militer sukarela atau bukan militer wajib yang memangku jabatan militer. AL . AU sebagai lambang kehormatan dan kebanggaan pribadi. . Sejumlah orang yang tersusun dalam barisan atau organisasi. Panji : Lambang kesatuan dan persatuan dari TNI TNI AD. Parade : Gelar pasukan beserta kelengkapannya dalam suatu upacara. Karena fakta ini mempunyai arti-arti sejarah perjuangan dan kemiliteran. sarana dan tenaga TNI pada bidang non Hankam untuk kepentingan masyarakat dan negara. Pedang ini berstatus sebagai pusaka dan dipakai dalam upacara-upacara resmi serta parade-parade. sehingga merupakan saran-saran tindak yang diajukan kepada Komandan sedemikian rupa. tujuan. maka dengan keputusan Men/Pangab No : Kep/1/1996 tanggal 17 Januari 1996. AU dan Polri dengan pengesyahan dari Presiden/Pangti TNI. Palagan Ambarawa : Tempat pertempuran bersejarah untuk merebut kembali kota Ambarawa pada tanggal 15-12-1945 dari tangan sekutu Belanda/Inggris/Gurkha dengan hasil yang memuaskan. maupun memperingan tugas berikutnya. AL . khususnya infanteri. Patroli : Suatu kegiatan yang sistematis yang berurutan dari suatu kesatuan yang relatif kecil (Maxkompi) dengan personel yang terlatih dan terpilih dengan tujuan mengumpulkan data tentang musuh atau mencari dan menghancurkan musuh dalam rangka keamanan daerah pertahanan.Oditurat Militer Tertinggi : Suatu lembaga penuntut umum militer dalam lingkungan peradilan militer yang bersifat sementara yang diadakan pada Mahmilti (Mahkamah Militer Tinggi). Pedang Kehormatan TNI : Pedang yang diberikan kepada para perwira TNI AD. Pekerjaan Staf Lengkap : Penganalisaan suatu persoalan oleh perwira. hari Palagan Ambarawa tanggal 15 Desember ditentukan sebagai Hari Infanteri. Operasi Bhakti TNI : Pendayagunaan dari daya. Nomor : Skep/293/V/2001 tanggal 1 Mei 2001) Pelatih : Seorang anggota militer yang berdasarkan pengangkatan bertugas mendidik dan mengajarkan anggota TNI AD ke arah perkembangan pribadi yang seimbang untuk mencapai tujuan berlandaskan pada aturan pendidikan di TNI . Pasukan : 1. oleh perwira staf dengan mempertimbangkan semua cara bertindak yang mungkin. perlengkapan dan kepangkatan serta disiplin kemiliteran. operasi Sandi Yudha dan operasi penanggulangan teror. dana. Sebutan pasukan berlaku bagi kaum militer dan non militer. Para Komando : Kemampuan dasar yang dimiliki oleh prajurit Kopassus guna melaksanakan operasi komando. 2. Satuan yang tidak tetap jumlah orangnya. tetapi tidak merupakan bagian dari salah satu divisi yang membentuk korps itu. dengan tugas untuk tujuan khusus dalam waktu yang terbatas. Pasukan Khusus (Special Troops) : Pasukan yang ditugaskan atau digabungkan kepada korps. Pasukan Khusus TNI AD : Salah satu satuan TNI AD yang melaksanakan fungsi tehnis militer khusus sebagai pelaksana operasi khusus meliputi : operasi komando. dimana terdapat pimpinan. Pelajar : Calon prajurit terpilih yang sedang menjalani pendidikan pertama Bintara/Tamtama atau prajurit pada golongan Bintara/Tamtama yang sedang menjalani pendidikan sesuai jenis pendidikan yang ada dilingkungan TNI AD. (Bujukin tentang Pendidikan TNI/Skep Pang TNI. peraturan. Pejabat Fungsional : Perwira yang di tunjuk oleh komandan satuan lintas udara yang tidak tercantum dalam TOP guna melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diperlukan dalam operasi lintas udara. Pakaian Seragam Angkatan Bersenjata RI : Pakaian resmi yang digunakan oleh anggota-anggota TNI beserta tanda-tanda pengenal dan alat-alat tambahnya yang diperlukan. Pejabat Sementara (PS) : Seseorang yang ditunjuk untuk memangku jabatan tertentu akibat kekosongan dan yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan untuk jabatan tersebut. sehingga komandan tinggal membuat keputusan.

meningkatkan dan memantapkan mental anggota TNI AD berdasarkan agama. Saptamarga. pengerahan/penggerakan dan pengendalian segenap potensi Kavaleri yang ditujukan kepada kesiapan serta kemampuan personel dan satuan Kavaleri Pembinaan Kekuatan : Upaya mengubah atau membangun ketangguhan dan kemampuan operasional secara bertahap dan berlanjut menjadi baik. pengendalian dan pengawasan terhadap daur hidup materiil Peralatan TNI-AD. pedoman dan tolak ukur dalam semua bidang kegiatan di jajaran TNI AD. dukungan dan operasional. tindakan. pengerahan. Pembina Sistem Informasi : Sub unit organisasi TNI AD yang bertugas menyelenggarakan pembinaan sistem informasi. Pembinaan Doktrin : Segala usaha. Pembinaan Materiil : Merupakan segala usaha. pengorganisasian. pekerjaan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan. memelihara. serta mengendalikan segala sumber daya latihan dengan baik. pengikutan terhadap panas yang dikeluarkan oleh sasaran maupun secara elektronis. tertib. pengorganisasian. mengerahkan. Menganut tatanan strategis. Pembinaan Mental : 1. Pembina Latihan : Seseorang yang mempunyai tanggung jawab untuk merencanakan. dan seksama menurut program pelaksanaan guna mencapai tujuan dan sasaran latihan. . Segala usaha tindakan dan kegiatan untuk membentuk. menggunakan. Segala usaha. menyusun. Peluru Nuklir : Peluru dengan tabung ledak nuklir dan isian pendorongnya. penggunaan. kegiatan terpadu dan terarah yang berhubungan dengan penentuan kebijaksanaan. penggiatan/pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan yang mencakup pembinaan material TNI dan pembinaan fungsi-fungsi logistik TNI secara sentralisasi dan desentralisasi untuk dapat mewujudkan kemampuan dukungan logistik yang dapat diandalkan secara berhasil guna dan berdaya guna. perencanaan. 2. teratur. kegiatan dan pekerjaan tentang perencanaan. dan meningkatkan sikap dan perilaku hidup anggota TNI dan keluarganya untuk terlaksananya aturan-aturan beserta sangsi-sangsi bagi yang melanggarnya. memeliharan serta memantapkan mental anggota TNI berdasarkan doktrin yang berlaku dalam materi Bintal. mental ideologi dan mental kejuangan sehingga mampu serta mantap dalam melaksanakan tugasnya. Pembinaan Disiplin : Segala usaha dan kegiatan untuk menumbuhkan. Pembinaan Jasmani : Suatu usaha untuk meningkatkan kesamaptaan jasmani melalui kegiatan-kegiatan olah raga dan senam dengan program-program yang telah ditentukan. rapih. mengembangkan. pengorganisasian. membangun.Peluru Kendali : Peluru yang dapat dikendalikan setelah dilepas dari peluncurnya menuju sasaran yang dikendalikan baik dengan cara pembidikan. Sumpah Prajurit dan Doktrin “Kartika Eka Paksi� melalui pembinaan mental rohani. Pembinaan Kavaleri : Segala upaya sehingga setiap saat dapat digunakan untuk menghadapi dan menanggulangi hakekat ancaman kegiatan dan pekerjaan yang berhubungan dengan perencanaan. Pancasila. baik sebagai TNI maupun sebagai anggota masyarakat. penyusunan. Pembinaan Kemampuan : Upaya mengubah atau membangun kecakapan dan atau kesanggupan kegiatan secara bertahap dan berlanjut menjadi lebih baik. pengembangan serta pengendalian doktrin guna mencapai kuantitas dan kualitas yang tepat dan memadai untuk digunakan sebagai rujukan. baik prajurit bersangkutan maupun bagi organisasi. dan pendidikan yang tepat. Pembina Fungsi : Badan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembinaan fungsi dalam TNI AD. Pembinaan Hukum : Segala usaha dan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dari setiap prajurit dalam rangka mendukung tujuan organisasi yang memberikan kepentingan hukum yang berimbang bagi prajurit. Pembinaan Logistik TNI : Segala usaha. Pembinaan Karier : Bagian dari pembinaan prajurit berupa kegiatan-kegiatan untuk mewujudkan tercapainya pemenuhan norma-norma jabatan dan kepangkatan. memelihara. pekerjaan dan kegiatan untuk menumbuhkan.

Pendidikan Prajurit TNI : Usaha sadar dan berencana dalam menyiapkan prajurit TNI untuk keperluan penyelenggaraan tugas TNI. Pendidikan Lanjutan : Salah satu fungsi pembinaan personil. Pembinaan Mental Ideologi : Segala usaha. peraturan-peraturan serta perintah-perintah untuk menjamin tata tertib dan disiplin serta ketentraman dalam lingkungan TNI. tindakan dan karya yang diberi bentuk. Penerangan Umum (Public Relation) : Kegiatan pemberian informasi atau keterangan kepada masyarakat umum tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh suatu komando. Saptamarga dan Sumpah Prajurit guna membangkitkan semangat perjuangan/ pengabdian kepada bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. (Bujukin tentang Pendidikan TNI/Skep Pang TNI. Pengadilan Militer Utama : Pengadilan yang memeriksa dan memutus tingkat banding bagiterdakwa yang serendah-rendahnya berpangkat Mayor. Pengadilan Militer Tinggi : Pengadilan tingkat pertama yang memeriksa dan memutus perkara pidana militer yang terdakwanya serendah-rendahnya berpangkat Mayor dan merupakan Pengadilan tingkat banding bagi yang terdakwanya setingi-tingginya berpangkat Kapten. Pendidikan Dasar Keprajuritan : Pendidikan pertama bagi prajurit TNI yang diterima dari masyarakat. membentuk dan mengembangkan tenaga/calon personel militer TNI. Pembinaan Tenaga Manusia TNI AD : Pembinaan tenaga prajurit TNI AD dan PNS TNI AD serta tenaga manusia lainnya yang digunakan untuk mendukung tugas pokok TNI AD. Pemeliharaan Ketertiban (Hartib) : Kegiatan dalam fungsi kepolisian militer meliputi segala usaha. Pembinaan Tradisi : Segala usaha. Penerangan Pasukan : Penerangan militer yang dilakukan ke dalam tubuh TNI yang menyangkut informasi yang perlu diketahui oleh para anggota satuan TNI. Pendidikan Jasmani : Pendidkan yang ditujukan kepada pengembangan kemampuan fisik manusia berupa sikap.Pembinaan Mental Fungsi Komando : Fungsi organik militer yang berkaitan dengan pembinaan mental anggota TNI AD yang penyelenggaraannya menjadi kewajiban dan tanggung jawab komandan/pimpinan Satuan. dan pembinaan teritorial udara (sebagai pembinaan dirgantara nasional). tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan dalam rangka menyiapkan prajurit yang sanggup dan mampu secara optimal mengemban setiap tugas yang dihadapinya. Pembinaan Prajurit : Segala usaha. terarah dan berlanjut untuk membentuk dan mengembangkan kualitas calon prajurit dan prajurit yang berjiwa Pancasila dan Sapta Marga. memiliki kepribadian sebagai pejuang prajurit dan prajurit pejuang Pendidikan Dalam Satuan : Macam pendidikan formal maupun pendidikan non formal yang penyelenggaraan pendidikannya dilaksanakan di satuan yang bukan Lembaga Pendidikan. kegiatan guna terlaksananya ketentuan-ketentuan hukum. pekerjaan dan kegiatan pembinaan ideologi berdasarkan Pancasila dalam kehidupan anggota TNI AD sebagai insan Pancasila yang berjiwa Saptamarga dan memegang teguh Sumpah Prajurit serta PNS yang memegang teguh Panca Prasetya Korpri. pekerjaan dan kegiatan secara terencana. pembinaan teritorial lautan (sebagai pembinaan Hankamnas di laut). dimulai dari saat diterima menjadi calon prajurit sampai selesai dinas keprajuritannya. pekerjaan dan kegiatan untuk memelihara dan melestarikan tradisi TNI AD yang tidak bertentangan dengan Agama dan Pancasila. merupakan wadah atau proses dari beebrapa upaya/kegiatan yang dilaksanakan. . Pengadilan Militer Pertempuran : Pengadilan yang memeriksa dan memutus perkara tindak pidana yang terjadi di medan pertempuran dimana putusannya merupakan putusan yang berkekuatan hukum tetap. Pembinaan Teritorial : Dalam arti luas yang meliputi pembinaan teritorial (khusus daratan). Pendidikan : Segala usaha. Nomor : Skep/293/V/2001 tanggal 1 Mei 2001). isi dan arah untuk menuju kebulatan kepribadian sesuai dengan cita-cita kemanusiaan. Pengadilan Militer : Pengadilan tingkat pertama yang memeriksa dan memutus perkara pidana militer yang terdakwanya setinggi-tingginya berpangkat Kapten.

menentukan. Sikap manakah yang dikehendaki oleh ketertiban hukum tentara. sehingga dapat dinyatakan bahwa pelanggaran sudah tidak pantas lagi untuk tetap memiliki pangkatnya. atau diberikan kepada ayah/ibu kandung apabila prajurit/purnawirawan yang bersangkutan meninggal dunia tidak meninggalkan istri/anak dan seorang anakpun. Perang Politik : Salah satu teknik penggalangan. Suatu adu kekuatan dan keahlian dengan pancaran gelombang elektromagnetik oleh pihak-pihak yang bermusuhan untuk mencapai keunggulan dimedan laga suasana (Ether) dengan cara elektronis dan atau fisik.B. secara aktif atau pasif guna mengurangi dan atau meniadakan efektivitas serta kekuatan/kemampuan elektronika pihak lain. Peradilan Militer : Peradilan khusus yang bertugas memeriksa dan memutuskan perkara tindak pidana yang dilakukan oleh anggota-anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (pasal 385 KUHP). Penulisan Sejarah : Kegiatan penulisan sejarah militer TNI AD terutama ditujukan untuk pembinaan generasi penerus dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang sesuai dengan aspirasi bangsa Indonesia . mengenal. Pensiun Warakawuri/Duda. Terdiri dari tindakan-tindakan tertutup atau terang-terangan sebelum serangan militer dilancarkan. mengurangi. mengurangi dan atau mencegah penggunaan spektrum elektromagnetik musuh terhadap cara bertindak sendiri serta pengaruh medan terhadap kemungkinan C. Peralatan TNI AD : Merupakan salah satu Badan Pelaksana Pusat TNI AD yang melaksanakan fungsi teknis militer TNI AD dengan menyelenggarakan segala usaha. Perang Multidimensi : Perang modern yang meliputi penyelenggaraan bentuk perang yang melibatkan kekuatan darat. musuh. Penggunaan Kavaleri : Pengerahan kekuatan Kavaleri guna menghadapi dan menanggulangi hakekat ancaman baik dalam pola operasi militer untuk perang maupun dalam pola operasi militer selain perang. Perang Nuklir : Perang yang menggunakan senjata nuklir. baik yang sudah mempunyai status militer maupun yang belum dan yang baru lulus dari salah satu pendidikan kemiliteran. mencegah lawan menggunakan spektrum gelombang elektromagnetik dan menjamin efektivitas penggunaan spektrum gelombang elektromagnetik sendiri atau lawan. merupakan suatu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan untuk mempengaruhi. Kekuatan yang digunakan adalah hasil dari pembinaan Kavaleri yang dilaksanakan secara terus menerus. . Kewajiban-kewajiban manakah yang diharuskan bagi tiap-tiap anggota tentara. 2. baik dengan hormat maupun tidak dengan hormat dari dinas keprajuritan oleh pejabat yang berwenang terhadap seorang prajurit untuk memberikan status/kedudukannya ditinjau dari segi hukum dan administrasi. Penurunan Pangkat : Salah satu hukum yang dapat dijatuhkan bagi pelanggaran disiplin yang dilakukan berulang-ulang. Peraturan Disiplin Tentara (PDT) : Peraturan yang memuat ketentuan-ketentuan yang penting bagi anggota antara lain : 1. 3. Pengangkatan : Suatu tindakan resmi dalam administrasi personil yang mengakibatkan penetapan suatu pangkat militer/jabatan tertentu. laut. menyadap. udara. 2.Tunjangan Anak Yatim/Piatu dan Tunjangan Anak Yatim-Piatu : Jaminan sosial pemerintah yang diberikan kepada istri/suami dan anak yatim/piatu atau anak yatim-piatu setelah prajurit/purnawirawan meninggal dunia. Suatu kegiatan militer yang menggunakan energi elektromagnetik untuk menentukan.Pengakhiran Dinas Keprajuritan : Suatu kegiatan pemberhentian. ruang angkasa dan elektromagnetik serta bekerja secara terpadu dengan badanbadan pemerintah lainnya khususnya pada level strategis. Perang Elektronika (Pernika) : 1. Suatu kegiatan militer yang melibatkan penggunaan gelombang elektromagnetik dengan tujuan mencari. memanfaatkan. pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan dengan pembinaan materiil alat peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas TNI AD. menguasai dan atau menghancurkan pemerintahan lawan serta digunakan dalam arti yang luas.

b. Dan lain sebagainya. Prinhar dikeluarkan oleh Panglima Tertinggi. Wakil dari unsur Angkatan lain/ Polri. 4. menentukan perkara untuk diselesaikan secara hukum disiplin prajurit dan menutup perkara demi kepentingan hukum atau kepentingan umum. Perwira Staf khusus dari suatu komando yang dapat merupakan : a. Perpanjangan Dinas Aktif (PDA) : Untuk mendapatkan manfaat bagi kepentingan dinas dari Perwira yang telah menyelesaikan ikatan dinas pertama. keterampilan ketahanan serta keuletan yang tinggi dan tangguh. Kewajiban-kewajiban manakah yang diharuskan bagi tiap-tiap atasan dalam memberi perintah. prasarana dan kegiatan komunikasi dengan segala kegiatannya. menerima laporan tentang pelaksanaan penyidikan. Perwira yang senantiasa berusaha menum-buhkan dan mengembangkan kemampuannya. Perwira : Prajurit TNI AD yang berpangkat Letnan Dua sampai Jenderal. seperti Hari Angkatan Perang. Perwira Siaga.3. Pertahanan Keamanan Negara : Hankamneg Republik Indonesia sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara. Perwira Samapta : 1. pernika dan foto film militer. Perpustakaan TNI AD : Media koleksi bahan-bahan pustaka sebagai bahan sumber informasi berbagai jenis ilmu pengetahuan. Seorang komandan serendah-rendahnya pangkat Pamen yang oleh Pang TNI diberi wewenang untuk menyerahkan para justisi militer kepada badan-badan peradilan yang berwenang. Perwira Penghubung (Pabung/Liasion Officer) : 1. sesuai dengan ketentuanketentuan undang-undang. menyerahkan perkara kepada pengadilan yang berwenang untuk memeriksa dan mengadili. penerangan pasukan dan hubungan masyarakat. Wakil dari Angkatan Bersen-jata Negara lain. Hari Pahlawan. 2. 2. Dan/Wakil dari Komandan/ Satuan bantuan. Prinhar dikeluarkan pada hari-hari yang penting. PDT juga memberi contoh-contoh mengenai pelanggaran-pelanggaran disiplin tentara dalam bentuk-bentuk larangan dan keharusan. menerima atau meminta pendapat hukum dari oditur tentang penyelesaian suatu perkara. pada waktu timbulnya pemberontakan dan lain sebagainya. . Perintah Harian : Suatu tulisan yang berisi pesan-pesan pribadi dari seorang Panglima/Komandan pada waktu memperingati suatu kejadian yang penting. Perwira Penerangan (Information Officer) : Perwira staf yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan pelaksanaan penerangan dalam keseluruh suatu pimpinan. Perhubungan Angkatan Darat (Hubad) : Salah satu kecabangan Angkatan Darat yang menyelenggarakan fungsi perhubungan Angkatan Darat dalam bidang komunikasi. Menhankam/Pang TNI dan Para Kas Angkatan/ Kapolri. yang mencakup upaya dalam bidang pertahanan yang ditujukan terhadap segala bentuk ancaman dari luar negeri dan upaya dalam bidang keamanan yang ditujukan terhadap ancaman dalam negeri. agar diperoleh kesamaptaan/kesiapan. Perhubungan (Hub) : Penyelenggaraan sarana. yang diberikan oleh atasan yang berwenang kepada anggota bawahan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Perwira Penyerah Perkara (Papera) : 1. 5. c. Seseorang yang menurut ketentuan perundang-undangan berwenang untuk memerintahkan penyidik untuk melakukan penyelidikan. Kewajiban-kewajiban manakah yang diharuskan bagi tiap-tiap bawahan dalam menerima perintah dinas. Perintah Dinas : Suatu perintah yang berkaitan dengan kepentingan dinas militer. Perwira Cadangan (Reserve Officer) : Anggota TNI berpangkat Perwira baik pria maupun wanita yang ditugaskan pada waktu tertentu misalnya dalam keadaan darurat militer atau bagi seorang Bintara Tinggi dari komponen cadangan. 2. Perwakilan Komandan satuan Armed pada satuan dimana hubungan tersebut harus dipelihara. dimana termasuk penerangan umum. terutama ilmu pengetahuan kemiliteran. memperpanjang penahanan. sebelum pemakluman perang atau setelah penandatanganan perjanjian perang.

Polisi Militer Daerah : Satuan Polisi Militer. Pengamanan. Perwira Staf Khusus : Pembantu utama Panglima/Komandan/Kepala mempunyai fungsi memberikan saran teknis. Prajurit Sukarela Dinas Pendek dan Prajurit Cadangan Sukarela maupun karena diwajibkan berdasarkan undang-undang. Penyidikan. Pola Karier Ba/Ta : Suatu rancangan yang menunjukkan garis kemajuan yang wajar dan pada kejuruankejuruan TNI AD sesuai dengan tingkat kepangkatannya. kepangkatan dan pendidikan. Polisi Militer pada Satuan Operasional TNI : Satuan Polisi Militer Organik atau B/P yang menyelenggarakan fungsi-fungsi Kepolisian Militer secara terbatas untuk kepentingan Satuan operasional TNI. Dalam melaksanakan tugasnya dapat bekerja sama dengan PN Pos & Giro. Pos militer ini ditempatkan pada setiap satuan/dinas/ jawatan Angkatan/Polri. yang menyelenggarakan fungsi-fungsi Kepolisian Militer di wilayah hukum yang telah ditentukan dengan tugas-tugasnya. Prajurit : Warga negara yang mengabdikan diri dalam dinas keprajuritan atas kesediaan sendiri. terdiri dari badan-badan pelayanan teknis. Dengan demikian segala ketentuan-ketentuan khusus yang berlaku dalam penyelenggaraan pos umum harus ditaati pula oleh pos militer. Perwira jaga (di laut) = TNI AL. Pola Dasar Karier Perwira : Suatu rancangan yang memberikan gambaran umum mengenai pengembangan karier Perwira TNI AD. Satuan yang bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepolisian di dalam TNI meliputi : a. Perwira Staf Teritorial : Pembantu Panglima/Komandan dalam segala hal yang menyangkut fungsi-fungsi teritorial. d. Prajurit Cadangan Wajib : Prajurit wajib yang menjalani dinas keprajuritan secara penggal waktu selama 5 ( lima ) tahun karena diwajibkan berdasarkan undang-undang. c. Perwira Staf Logistik : Pembantu Panglima/Komandan/Kepala dalam segala hal yang menyangkut dengan fungsi-fungsi logistik. 2. Penyelidikan. Polisi Militer : 1. Perwira Staf Perencanaan : Pembantu Panglima/Komandan/Kepala dalam segala hal yang menyangkut dengan fungsi-fungsi perencanaan dan anggaran. Perwira Staf Pribadi : Perwira yang bertugas melaksanakan dan mengendalikan hal-hal khusus yang pengawasannya ini langsung oleh Panglima. Postur TNI AD : Wujud penampilan TNI AD yang merupakan keterpaduan keseluruhan dan aspek-aspek kemampuan. Pola Karier : Rencana yang menggambarkan bagaimana seorang prajurit akan menempuh karier selama pengabdiannya yang berhubungan dengan jabatan. Perwira Staf Komlek : Pembantu Panglima/Komandan/Kepala dalam segala hal yang menyangkut dengan fungsi-fungsi komunikasi dan elektronika. yang terdiri atas Prajurit Wajib dan Prajurit Cadangan Wajib. . yang terdiri atas Prajurit Karier. kekuatan dan gelar untuk dihadapkan kepada hakikat ancaman dalam pelaksanaan tugas pokok. Pos Militer : Badan yang menjamin kelancaran dinas pos dalam lingkungan Hankam/TNI. administrasi dan Pa penghubung/ Komandan Satuan Bantem. yang terdiri dari berbagai staf sesuai bidangnya. Perwira Staf : Perwira yang bertugas membantu Panglima/Komandan/Kepala dalam menjalankan fungsi komandonya. b. Salah satu kecabangan dalam TNI AD yang menyelenggarakan fungsi Kepolisian Militer dilingkungan dan bagi kepentingan TNI. Terdiri dari ajudan dan perwira staf pribadi yang tugasnya ditentukan oleh Panglima dan bertanggung jawab kepada Panglima. administrasi dan taktis sesuai bidang masing-masing serta mengadakan supervisi dan koordinasi sesuai bidangnya.3. Prajurit Cadangan Sukarela : Prajurit yang menjalani dinas keprajuritan secara penggal waktu berdasarkan ikatan dinas untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 ( lima ) tahun yang dapat diperpanjang. Pemeliharaan tata tertib.

dididik. melainkan untuk menimbulkan kerusakan dan kerugian. b. Pengamanan. sepanjang menyang-kut peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam lingkungan instalasi militer seperti markas. adalah salah satu Dokumen Perencanaan Strategis (Renstra) jangka sedang TNI AD yang berisi program pembangunan kekuatan selama 5 (lima) tahun. perlindungan rakyat. mendapatkan informasi. disiplin dan tata tertib di Satuannya serta mendapatkan kemampuan dan keterampilan melalui pendidikan ataupun penataran. baik yang berada diluar maupun didalam lingkungan Kodiklat TNI AD.Prajurit Karier (PK) : Prajurit Sukarela yang menjalani dinas keprajuritan secara purna waktu berdasarkan ikatan dinas untuk jangka waktu sekurang-kurangnya lima tahun yang dapat diperpanjang. dan sebagai kader dalam arti yang seluas-luasnya. menculik orang-orang/ barang-barang atau markas musuh agar terbagi-bagi kekuatannya. Prajurit Siswa : Calon prajurit terpilih yang sedang menjalani pendidikan pertama untuk menjadi prajurit. tidak untuk menduduki. Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) : Prajurit Sukarela yang menjalani dinas keprajuritan secara purna waktu berdasarkan ikatan dinas untuk jangka waktu sekurang-kurangnya lima (5) tahun dan selama-lamanya sepuluh (10) tahun yang tidak dapat diperpanjang. sehingga mampu melaksanakan Operasi Penanggulangan Teror. Rakyat Terlatih : Komponen dasar kekuatan pertahanan keamanan negara yang mampu melaksanakan fungsi ketertiban umum. baik diselenggarakan oleh Badan/Komando/Satuan yang bersangkutan maupun lembaga pendidikan Polisi Militer. Puspenerbad : Pusat Penerbangan Angkatan Darat merupakan Badan pelaksana Pusat ditingkat Mabesad yang berkedudukan langsung di bawah Kasad. sebagai penjabaran dari Probangkuat TNI dan merupakan bahan acuan dalam penyusunan program jangka pendek/ program tahunan. Penyidikan. Pemeliharaan tata tertib. yaitu meliputi : a. diperlengkapi dan dibina secara khusus. gudang pabrik dan lain-lain dan terhadap anggota dari satuan yang dilayani. Raid : Serangan dari laut. perintah dan sejenisnya yang berlaku waktu yang cukup panjang bagi suatu organisasi. komando dan sebagainya bagi pelaksanaan tugas rutin baik taktis maupun administrasi. . Prajurit Penanggulangan Teror : Adalah prajurit Kopassus TNI AD yang dipilih. karena itu provoost hanya melaksanakan sebagian dari fungsi-fungsi kepolisian militer. Pusdik : Badan-badan pelaksana pendidikan di lingkungan TNI AD yang bertugas menyelenggarakan pendidikan dan atau kursus tentang suatu kecabangan/kesenjataan/Fungsi. dilatih. Jabatan militer yang bertugas secara pelayanan kesatuan (“unit service�). asrama/kesatrian. udara atau darat yang dilakukan secara sekonyong-konyong oleh pasukan kecil. Pusdik Penerbad : Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat merupakan unsur pelaksana dibidang pendidikan yang secara organik dan administratif dibawah Kodiklat TNI AD. c. Psikologi TNI AD : Disiplin ilmu psikologi yang diterapkan di lingkungan TNI AD. Provoost : 1. Bagian organik dari Badan/Komando satuan yang bersangkutan dan personelnya terdiri dari personil organik yang dipilih secara selektif dan melaksanakan tugas penegakan hukum. Prajurit Siswa TNI AD : Warga negara terpilih yang sedang menjalani pendidikan pertama untuk menjadi prajurit TNI AD. Prajurit Wajib (PW) : Prajurit Wajib yang menjalani dinas keprajuritan secara purna waktu selama dua tahun karena diwajibkan berdasarkan undang-undang. lembaga. Prosedur Tetap (Protap) : Kumpulan instruksi. 2. satuan. keamanan rakyat dan perlawanan rakyat dalam rangka penyelenggaraan keamanan negara. Probangkuat TNI AD : Merupakan singkatan dari Program Pembangunan Kekuatan TNI AD. Prajurit Sukarela : Warga negara yang mengabdikan diri dalam dinas keprajuritan atas kesediaan sendiri. Prajurit Wajib Darurat : Mantan prajurit TNI AD yang dalam keadaan bahaya diwajibkan aktif kembali dalam dinas keprajuritan untuk selama-lamanya 2 (dua) tahun.

2. Satuan Kerja (Satker) : 1. tempat. rawatan prajurit dan rawatan keluarga prajurit. Satuan Bawahan : Bagian dari komando yang berada satu tingkat lebih rendah dan yang secara langsung melaksanakan tugas pokok komando tersebut. Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (Satgom) : Satya Lencana Gerakan Operasi Militer disingkat menjadi Satgom diberikan kepada anggota TNI atas jasa-jasa yang telah bertugas dalam masa gerakan operasi Militer. Dapat juga diberikan secara Anumerta kepada warga negara bukan angkatan perang yang melakukan suatu perintah dari Angkatan Perang. Satuan Bantuan tempur dan satuan Bantuan Administrasi. Ranjau Improvisasi : Ranjau yang dibuat dilapangan atau dimedan. tituler. Ransum : Jatah pangan berupa bekal umum yang harus selalu distribusi kepada prajurit setiap saat dimanapun ia berada. Satuan terendah dibawah Kotama yang merupakan Satuan terendah pengguna dana yang diberi tugas. Satuan Kesehatan Lembaga Pendidikan (Satkeslemdik) : Satuan Kesehatan yang berada dalam lembagalembaga pendidikan di jajaran TNI AD. Organisasi Pengguna Anggaran (OPA) terendah satu tingkat dibawah kotama baik satker UPT maupun non UPT. 1. Satuan Kesehatan Wilayah (Satkesyah) : Satuan Kesehatan yang secara organik berada pada Komando Utama Kewilayahan yaitu Kesdam beserta seluruh jajarannya. daya pikir kesemaptaan jasmani serta moril yang sangat diperlukan dalam melaksanakan tugasnya. 2. . Sasaran (Target ) : Apa yang direncanakan untuk dapat mencapai tujuan/obyek tertentu. Satya Lencana Bhakti : Diberikan kepada anggota angkatan perang yang mendapat luka-luka sebagai akibat langsung dari kegiatan musuh dan di luar kesalahannya sehingga memerlukan perawatan kedokteran. Satuan Kesehatan Lapangan (Satkeslap) : Satuan kesehatan yang terdiri dari satuan kesehatan yang secara TOP berada di dalam Satuan Tempur. diberikan kepada semua anggota militer. Ransum “A� : Ransum yang mengandung 3600 kalori. Sangkur : Salah satu alat tempur bebentuk pisau yang dipasang di ujung laras senapan sebagai senjata perkelahian perorangan jarak dekat. Satuan Penanggulangan Teror : Satuan Kopassus TNI AD yang disusun. terhadap macam kegiatan/operasi intelijen ditujukan. kewajiban dan wewenang melaksanakan anggaran di lingkungan TNI AD. MPP dalam dinas aktif (DDA) dan Warakawuri sesuai peraturan yang berlaku. Satuan Kewilayahan : Satuan yang tugas pokoknya diselenggarakan secara terikat dengan daerah tertentu tetap. baik jasmani maupun rohani yang meliputi penghasilan prajurit. benda atau kegiatan. Satuan Kesehatan Bantuan (Satkesban) : Satuan Kesehatan yang dibentuk apabila dibutuhkan dan dibubarkan setelah penugasan selesai.Ranjau : B ahan peledak yang ditempatkan dalam bungkus/kelongsong dari logam atau non logam dan terdapat penyala. Ranjau Biologi : Ranjau yang dilengkapi dengan suatu tabung agensia biologi. untuk mendukung dan menjaga kesehatan. Santiaji : Metode pembinaan mental yang bertujuan untuk memiliki ketenangan batin melalui pembinaan suatu ilmu dan pengetahuan. diperlengkapi dan diberikan kemampuan-kemampuan khusus untuk dapat melaksanakan operasi penanggulangan teror dengan berhasil dan berdaya guna. Satuan Kesehatan Khusus (Satkessus) : Satuan Kesehatan yang berada dalam Satuan-satuan Khusus/Pasukan Khusus TNI AD. Segala bentuk dan sifat yang akan menjadi tujuan dari tugas yang harus dicapai. Orang/badan. Rawat Kedinasan : Segala pemberian dalam bentuk materiil dan non materiil oleh negara guna memenuhi kebutuhan insani. Ranmor (Kendaraan Bermotor) : Jenis kendaraan roda 2.

kemusnahan pada tanam-tanaman. perbekalan dan material. perlengkapan. Suatu sistem persenjataan yang efeknya diperoleh energi nuklir yang dibebaskan diwaktu terjadi reaksi pembelahan inti/ penggabungan inti-inti atom secara berantai. Strategis : Pelaksanaan dari politik (policy-kebijakan) untuk mencapai suatu tujuan. keahlian atau keterampilannya untuk mengajar/melatih/ membimbing peserta didik di lingkungan TNI AD. Simulasi : Menirukan suatu keadaan. Teror : Segala tindakan kejahatan dengan cara kekerasan secara sistematis yang tidak mengindahkan normanorma kemanusiaan. Tahanan Militer (Tahmil) : Personel TNI yang ditahan karena diduga terlibat dalam tindak pidana. untuk tujuan yang membahayakan atau merugikan negara sasaran. kemusnahan pada hewan dan tumbuh-tumbuhan serta kerusakan pada materiil. alat-alat spray dan alat-alat pelontar untuk melaksanakan operasi kimia. deskriptif dan interpretatif tentang semua kegiatan TNI-AD baik semasa perang maupun semasa damai. hewan dan tanaman serta perbekalan. Dibuat dari logam perunggu berwarna . atau kegiatan untuk kepentingan latihan oleh karena keadaan. Tawanan Perang : Orang-orang yang ditawan dalam perang sesuai dengan pengertian pada pasal 4 bagian 1 Konvensi Jenewa tanggal 12 Agustus 1949. Senjata Biologi Anti Personel : Agensia biologi yang dapat menimbulkan penyakit atau kematian pada manusia Senjata Biologi Anti Hewan : Agensia biologi yang dapat menimbulkan penyakit atau kematian pada hewan. agensia biologi dan racun kimia yang masing-masing dapat menimbulkan efek-efek bahaya Nubika terhadap sasaran yang dikenai. Satya Lencana Teladan. 2) Suatu senjata yang menggunakan mahluk hidup untuk menimbulkan wabah. Senjata Kimia : 1) Senjata yang efeknya berasal dari racun kimia. Senjata yang efeknya diperoleh dari energi nuklir yang dibebaskan pada saat terjadinya Fisi atau Fusi intiinti atom. atau kegiatan sesungguhnya tidak dapat/mungkin diadakan. bergaris tengah 25mm bentuk dan bertulisan menurut ketentuan-ketentuan untuk tiap-tiap Satya Lencana. serta kerusakan pada perbekalan dengan maksud melemahkan potensi perang musuh. Spionase : Kegiatan yang dilakukan secara rahasia dengan maksud untuk memperoleh informasi penting secara tidak sah. akurat. 2) Suatu sistem persenjataan yang efeknya di sebabkan oleh bahan-bahan kimia yang dapat menimbulkan ketidak mampuan atau kematian terhadap manusia. Tenaga Pendidik TNI AD : Personel yang karena tingkat pengetahuan. Senjata Biologi Anti Tanaman dan Materiil: Agensia biologi dan makhluk hidup lainnya yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman. bermotifkan kejahatan murni atau kriminal dan politik. perlengkapan. 1. Senjata Nubika : Suatu sistem persenjataan yang menggunakan bahan nuklir. kematian pada manusia.Satya Lencana : Tanda penghargaan yang diberikan kepada anggota TNI (atau yang dapat diberikan kepada bekas anggota TNI dan warga negara Repulik Indonesia bukan anggota TNI ) atas jasanya dan kesetian menurut syarat-syarat tertentu. Pita dari satya lencana tersebut di atas berukuran 25mm panjang 35mm warna dasar dan strip-stripnya menurut ketentuan untuk tiap-tiap satya lencana. Tamtama : Prajurit TNI AD yang berpangkat Prajurit Dua sampai dengan Kopral Kepala. kematian pada manusia dan hewan. munisi. Satya Lencana Peristiwa. Satya Lencana Kesetiaan. Dalam hubungan perang. 2. dengan tujuan mempengaruhi . Senjata Nuklir. Macam-macam Satya Lencana : Satya Lencana Bhakti.. strategi adalah bagian dari ilmu perang yang mempelajari dan bagian dari seni perang yang mengolah caracara persiapan dan penggunaan sarana-sarana (means) dan tenaga (forces) yang tersedia dan dapat dikembangkan untuk mencapai tujuan dari perang dalam waktu dan ruang yang ditentukan. Sejarah TNI-AD : Catatan yang obyektif. Senjata Biologi : 1) Suatu sistem persenjataan yang efeknya disebabkan oleh makhluk hidup untuk menimbulkan wabah.

2. Terorisme : Cara berpikir dan bertindak yang menggunakan teror sebagai teknik untuk mencapai tujuan. Validasi : Proses penyempurnaan organisasi yang pada dasarnya merupakan upaya untuk lebih memaksimalkan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. 2. Sebagai Corps di lingkungan TNI AD. Yudhawastu Pramuka : Semboyan/seloka kesenjataan infanteri : 1. reproduksi dan pembekalan Produk Topografi untuk keperluan TNI dan Nasional. jadi yudha pramuka berarti pelaksana/alat perang yang terdepan atau alat perang yang pokok. Topografi (Top) : 1. Sebagai fungsi teknis militer dalam TNI AD. Tradisi TNI AD : Tradisi-tradisi yang hidup dalam lingkungan TNI AD serta merupakan hasil proses sejarah TNI AD yang telah menjadi ciri-ciri bagi identitas/jatidiri TNI AD. KECABANGAN TNI ANGKATAN DARAT INFANTERI KAVELERI ARTILERI MEDAN ARTILERI PERTAHANAN UDARA ZENI POLISI MILITER KESEHATAN TOPOGRAFI HUKUM PERALATAN AJUDAN JENDERAL KEUANGAN PERHUBUNGAN PERBEKALAN DAN ANGKUTAN PENERBANGAN DAFTAR SINGKATAN UMUM 1 ALKI Alur Laut Kepulauan Indonesia 2 BTK Bantuan Tembakan Kapal 3 CBM Confidence Building Measures 4 GPL Garis Perhubungan Laut 5 IMO International Maritime Organization 6 IHO International Hydrographic Organization 7 LST Landing Ship Tank . adalah salah satu fungsi teknis militer yang menyelenggarakan segala usaha. kemauan. Pramuka : secara harfiah berarti paling depan atau secara wujud berarti “termuka�. Was Dal (Pengawasan Pengendalian) : Kegiatan yang dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan. 3.emosi. Yudhawara : berarti pelaksanaan atau alat perang. Sebagai ilmu adalah gambaran dari bagian medan dan benda-benda yang tidak bergerak diatasnya baik benda alam maupun benda-benda budaya. Yudhagama : Ilmu dan seni perang. Werving : Pelaksanaan pengarahan dan penerimaan personel TNI baik melalui sukarela maupun wajib TNI yang menggunakan anggaran pembangunan. sikap serta tingkah laku pihak lain dengan tujuan agar pihak lain tersebut memenuhi tuntutannya. perasaan. pandangan. disebut Corps Topografi (CTP) adalah sebutan bagi Prajurit TNI AD yang mengabdikan dirinya di Kecabangan Topografi. pekerjaan dan kegiatan dengan pembuatan.

8 MOOTW Military Operations Other Than War 9 NGO Non Governmental Organization 10 RoE Rule of Engagement 11 RMP Recognized Maritime Picture 12 SAR Search And Rescue 13 SLOC Sea Lane Of Communication 14 SLOT Sea Lane of Oil Trade 15 SSAT Sistem Senjata Armada Terpadu 16 UNCLOS United Nation Convention on the Law Of Sea 17 PSOs Peace Support Operations 18 ZEE Zona Ekonomi Ekslusif 19 PUM Publikasi Umum 20 BUJUKDAS Buku Petunjuk Dasar 21 BUJUKIN Buku Petunjuk Induk 22 BUJUKBIN Buku Petunjuk Pembinaan 23 BUJUKOPS Buku Petunjuk Operasi 24 BUJUKLAP Buku Petunjuk Lapangan 25 BUJUKLAK Buku Petunjuk Pelaksanaan 26 BUJUKPUR Buku Petunjuk Tempur 27 BUJUKTIS Buku Petunjuk Taktis 28 BUJUKNIK Buku Petunjuk Teknik 29 BUJUKMIN Buku Petunjuk Administrasi 30 BALAKPUS BADAN PELAKSANA PUSAT 31 KOOPS KOMANDO OPERASI 32 KOTAMA KOMANDO UTAMA 33 LATGAB LATIHAN GABUNGAN 34 LAT POSKO LATIHAN POS KOMANDO 35 LIMED LINTAS MEDAN 36 LINUD LINTAS UDARA 37 MAKO MARKAS KOMANDO 38 OPS GAB OPERASI GABUNGAN 39 OPS MIL OPERASI MILITER 40 OPS BAKSOS TNI OPERASI BAKTI SOSIAL TENTARA NASIONAL INDONESIA 41 POSKO POS KOMANDO 42 POSKO AJU POS KOMANDO AJU 43 POSKOTIS POS KOMANDO TAKTIS 44 POKKO KELOMPOK KOMANDO 45 PRIN OPS PERINTAH OPERASI 46 PROTAP PROSEDUR TETAP 47 RAH OPS DAERAH OPERASI 48 RAH LAN DAERAH PANGKALAN 49 RANDIS KENDARAAN DINAS 50 RANMOR KENDARAAN BERMOTOR 51 RANPUR KENDARAAN TEMPUR 52 RANTIS KENDARAAN TAKTIS 53 RAKOR RAPAT KOORDINASI 54 RAKORNIS RAPAT KOORDINASI TEKNIS 55 RAPIM RAPAT PIMPINAN 56 REN OPS RENCANA OPERASI .

TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia. . kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). maka pada tanggal 9 April 1946. pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Suryadi Suryadarma. sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI.57 RENSTRA RENCANA STRATEGIS 58 SATBANMIN SATUAN BANTUAN ADMINISTRASI 59 SATBANPUR SATUAN BANTUAN TEMPUR 60 SATGAS SATUAN TUGAS 61 SATKER SATUAN KERJA 62 SATMINKAL SATUAN ADMINISTRASI PANGKALAN 63 SATPUR SATUAN TEMPUR 64 SERPAS PERGESERAN PASUKAN 65 SERUM SERANGAN UMUM 66 JUKLAK PETUNJUK PELAKSANAAN 67 JUKLAP PETUNJUK LAPANGAN 68 JUKNIS PETUNJUK TEKNIS 69 DEN JAKA DETASEMEN JALA MANGKARYA (UNIT MARINIR TNI-AL) 70 SATGULTOR SATUAN PENANGGULANGAN TEROR (UNIT KOPASSUS TNI-AD) 71 TIM BRAVO TIM BRAVO(UNIT KOPASKHAS TN-AU) 72 B T P BATALYON TIM PERTEMPURAN 73 D P DAERAH PERSIAPAN 74 D Z DROPPING ZONE 75 G A GARIS AWAL 76 G S GARIS SERANG 78 RAI BATERAI 79 CUK PUCUK 80 SAS SASARAN 81 T B TITIK BERKUMPUL 82 T P TITIK PENCAR 83 TUSPUR PEMUTUSAN PERTEMPURAN 84 ALIH KODAL PENGALIHAN KOMANDO DAN PENGENDALIAN 85 B P BAWAN PERINTAH 86 S M R SENAPAN MESIN RINGAN 87 S M S SENAPAN MESIN SEDANG 88 S M B SENAPAN MESIN BERAT 89 KIPAM KOMANDO INTAI PARA AMPHIBI 90 KOPASKA KOMANDO PASUKAN KATAK 91 K A L KAPAL ANGKATAN LAUT 92 K R I KAPAL REPUBLIK INDONESIA 93 P H H PASUKAN ANTI HURU HARA 94 P P R C PASUKAN PEMUKUL REAKSI CEPAT HARI BHAKTI & HARI JADI TNI ANGKATAN UDARA Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945. guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. yang akrab di panggil Pak Karbol. Nampak para teknisi sedang berada di sekitar sebuah pesawat Cureng yang bertanda bulat Merah Putih. . Pak Adi akan terbang bersama Cureng Merah Putih.Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peristiwa Kedua. Upaya itu membawa hasil. Hari itu. Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan belanda di tiga tempat. Mereka menginginkan sebuah pesawat Merah Putih terbang hari itu. pendukung serta pembela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut. dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. adalah satu-satunya penerbang Indonesia yang berada di Pangkalan Maguwo. Komodor Udara Dr. di Pangkalan Maguwo. untuk membangkitkan Sumpah Pemuda. Salatiga. Pak Adi membawa terbang Pesawat Cureng Merah Putih tersebut berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah. Abdulrahman Saleh ditunjuk sebagai Pemimpin Umum RRI. Pak Karbol yang juga di pakai untuk sebutan Taruna/Kadet Akademi Angkatan Udara (AAU). karena keahliannya dibidang komunikasi radio dan sebagai angkasawan radio ikut pula tergabung dalam pembentukan RRI pada tanggal 11 September 1945. BAPAK KARBOL Komodor Udara Abdulrahman Saleh. yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Delegasi menyampaikan himbauan kepada Presiden agar menggunakan sarana komunikasi radio sebagai alat komunikasi palih ampuh untuk mencapai rakyat dengan cepat dan luas jangkauannya. Bahkan Komodor Udara Prof. Sapta Marga 1. tetapi juga perintis/pendiri Radio Republik Indonesia (RRI). 2. Itulah awal mula sebuah pesawat Indonesia bertanda Merah Putih terbang di angkasa Indonesia yang merdeka. jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masingmasing Adisutjipto. sejak Juli 2000. di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. dan Ambarawa. buka saja seorang Perwira Tinggi. dan Pahlawan/Perintis TNI Angkatan Udara. masingmasing di kota Semarang. sehari menjelang peringatan 17 tahun Sumpah Pemuda. Kami Patriot Indonesia. pada pagi hari. PESAWAT MERAH PUTIH PERTAMA Hari itu 27 Oktober 1945. Dr. melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya. tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono. Peringatan Hari Bhakti TNI AU. Kami Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila. Pendidik. yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Adi. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto. Peristiwa Pertama. bukanlah pesawat militer. mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah penerbangan yang direncanakan. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurahman Saleh beserta istri-istri mereka. Komodor Udara Agustinus Adisutjipto. Abdulrahman Saleh menjadi pimpinan delegasi angkasawan radio menghadap Presiden Sukarno. menjadi Karbol AAU. Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk. Yogyakarta terlihat ada kesibukan. selatan Yogyakarta itu.

3. mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas. Taqwa. patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan Prajurit. 11 Asas Kepemimpinan 1. Bersikap sopan santun terhadap rakyat. 4. 3. 6. memegang teguh disiplin. 7. Kami Kesatria Indonesia. Sumpah Prajurit Demi Allah saya bersumpah / berjanji : 1. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. setia dan menepati janji serta Sumpah Prajurit. Delapan Wajib TNI Demi Allah saya bersumpah / berjanji : 1. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. kebenaran dan keadilan. 5. Tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat. serta membela kejujuran. serta senantiasa siap sedia berbakti kepada Negara dan Bangsa. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. 5. 4.3. 2. adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia. 7. Menjaga kehormatan diri di muka umum. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. Menjunjung tinggi kehormatan wanita. Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan. 6. yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 8. Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Tidak sekali-kali merugikan rakyat. Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan. Bahwa saya akan memegang segala rahasia Tentara sekeras-kerasnya. 4. Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya. Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Republik Indonesia. 5. ialah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya . Bersikap ramah tamah terhadap rakyat. 2.

seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. 7. Legawa. 11. 5. Ambeg Parama Arta. yaitu mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah. yaitu dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan. 2. Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Bahwa saya akan memimpin anak buah dengan memberi suri teladan. Prasaja. yaitu tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Tut Wuri Handayani. yaitu kemauan. 3. yaitu kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan. 3. Waspada Purba Wisesa. maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesyahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah. Gemi Nastiti. yaitu kemauan. Belaka. 6. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat. serta menuntun pada jalan yang lurus dan benar. membangun karsa. Ing Madya Mangun Karsa. 4. . dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Dalam perkembangan selanjutnya usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan. Sejarah TNI Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata.2. Ing Ngarsa Sung Tulada. 8. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). 10. Bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknyaterhadap Bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. yaitu memberi suri tauladan di hadapan anak buah. yaitu sikap loyal yang timbal balik dari atas terhadap bawahan dan bawahan terhadap atasan dan ke samping. yaitu selalu waspada mengawasi. Bahwa saya akan rela berkorban jiwa raga untuk membela nusa dan bangsa. dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international. kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya Sumpah Perwira Demi Allah saya bersumpah/berjanji : 1. Satya. kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya. 9. yaitu ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah 4. Bahwa saya akan menegakkan harkat dan martabat perwira serta menjunjung tinggi Sumpah Prajurit dan Sapta Marga.

maka bangsa Indonesia melaksanakan Perang Rakyat Semesta dimana segenap kekuatan TNI dan masyarakat serta sumber daya nasional dikerahkan untuk menghadapi agresi tersebut. Sementara itu. Di sisi lain. di Makassar Pemberontakan Andi Azis. . dan di Maluku pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Menyatunya kekuatan Angkatan Bersenjata di bawah satu komando. dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. dan tentara nasional. Dari dalam negeri. dan TNI-Masyarakat:. Tantangan dari luar negeri yaitu TNI dua kali menghadapi Agresi Militer Belanda yang memiliki organisasi dan persenjataan yang lebih modern. Dengan demikian. serta tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok politik tertentu. Sadar akan keterbatasan TNI dalam menghadapi agresi Belanda. Upaya menyatukan organisasi angkatan perang dan Kepolisian Negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (ABRI) pada tahun 1962 merupakan bagian yang penting dari sejarah TNI pada dekade tahun enampuluhan. Sulawesi Selatan dan Aceh. Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. diharapkan dapat mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya. serta memanfaatkan pengaruh Presiden/Panglima Tertinggi ABRI untuk kepentingan politiknya. Biro Perjuangan.Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949). Sebagai kekuatan yang baru lahir. Semua pemberontakan itu dapat ditumpas oleh TNI bersama kekuatan komponen bangsa lainnya. Pada tahun 1958 Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) melakukan pemberontakan di sebagian besar Sumatera dan Sulawesi Utara yang membahayakan integritas nasional. tentara revolusi. pada waktu yang bersamaan harus pula menghadapi berbagai tantangan. Namun hal tersebut menghadapi berbagai tantangan. Periode yang juga disebut Periode Demokrasi Liberal ini diwarnai pula oleh berbagai pemberontakan dalam negeri. campur tangan itu mendorong TNI untuk terjun dalam kegiatan politik dengan mendirikan partai politik yaitu Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) yang ikut sebagai kontestan dalam Pemilihan Umum tahun 1955. disamping TNI menata dirinya. terutama dari Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai bagian dari komunisme internasional yang senantiasa gigih berupaya menanamkan pengaruhnya ke dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia termasuk ke dalam tubuh ABRI melalui penyusupan dan pembinaan khusus. Campur tangan politisi yang terlalu jauh dalam masalah intern TNI mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI). TNI berhasil mewujudkan dirinya sebagai tentara rakyat. Sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB). baik dari dalam maupun dari luar negeri. mempengaruhi kehidupan TNI. Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950-1959. Sejalan dengan itu. TNI menghadapi rongrongan-rongrongan baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer. Rongrongan politik bersumber dari golongan komunis yang ingin menempatkan TNI dibawah pengaruh mereka melalui “Pepolit. integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat. Pada tahun 1950 sebagian bekas anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung (pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil/APRA). DI TII Jawa Barat melebarkan pengaruhnya ke Kalimantan Selatan. pada akhir tahun 1949 dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Sedangkan tantangan dari dalam negeri yang berdimensi militer yaitu TNI menghadapi pergolakan bersenjata di beberapa daerah dan pemberontakan PKI di Madiun serta Darul Islam (DI) di Jawa Barat yang dapat mengancam integritas nasional.

penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud di atas. antara lain: . membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang. mengamankan wilayah perbatasan. ABRI menumpas pemberontak PKI dan sisa-sisanya. Bahkan. Tugas pokok itu dibagi 2(dua) yaitu: operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang. mengatasi pemberontakan bersenjata. mengatasi aksi terorisme. Sebagai kekuatan sospol ABRI mendorong terciptanya tatanan politik baru untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen. serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. ABRI tetap melakukan pembenahan diri dengan cara memantapkan integrasi internal. membantu tugas pemerintahan di daerah. berfungsi sebagai: penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya.Upaya PKI makin gencar dan memuncak melalui kudeta terhadap pemerintah yang syah oleh G30S/PKI. Fungsi dan Tugas TNI (dulu ABRI) juga mengalami perubahan sesuai dengan Undang-Undang Nomor: 34 tahun 2004. TNI sebagai alat pertahanan negara. dan pemberian bantuan kemanusiaan. perompakan dan penyelundupan. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. Sementara dalam bidang reformasi internal. Disisi lain. Sementara itu. ABRI melaksanakan tugasnya sebagai kekuatan hankam dan sebagai kekuatan sospol. dan pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. mengakibatkan bangsa Indonesia saat itu dalam situasi yang sangat kritis. pengungsian. dan keselamatan bangsa. Langkah pertama adalah mengintegrasikan doktrin yang akhirnya melahirkan doktrin ABRI Catur Dharma Eka Karma (Cadek). Operasi militer selain perang meliputi operasi mengatasi gerakan separatis bersenjata. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. sejak tahun 1998 sebenarnya secara internal TNI telah melakukan berbagai perubahan yang cukup signifikan. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue) serta membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan. membantu menanggulangi akibat bencana alam. TNI sampai saat ini masih terus melaksanakan reformasi internalnya sesuai dengan tuntutan reformasi nasional. ABRI juga melakukan integrasi eksternal dalam bentuk kemanunggalan ABRI dengan rakyat yang diaplikasikan melalui program ABRI Masuk Desa (AMD). mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis. Dalam situasi yang serba chaos itu. TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai alat kekuatan hankam. TNI tetap pada komitmennya menjaga agar reformasi internal dapat mencapai sasaran yang diinginkan dalam mewujudkan Indonesia baru yang lebih baik dimasa yang akan datang dalam bingkai tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. Doktrin ini berimplikasi kepada reorganisasi ABRI serta pendidikan dan latihan gabungan antara Angkatan dan Polri. Peran. Dalam kondisi tersebut TNI berhasil mengatasi situasi kritis menggagalkan kudeta serta menumpas kekuatan pendukungnya bersama-sama dengan kekuatan-kekuatan masyarakat bahkan seluruh rakyat Indonesia. keutuhan wilayah.

ia pun terilhami untuk membentuk satu pasukan yang bergerak cepat dan berkemampuan tinggi. ketiga. keempat. komitmen dan konsistensi netralitas TNI dalam Pemilu. sebagai aktualisasi atas paradigma baru peran ABRI Abad XXI. Karena ingin mendapatkan pembinaan lebih baik. Maka. RPKAD diganti menjadi Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus TNI AD). terjadi pemisahan unsurvtempur dan pendidikan. keduapuluhsatu. penataan hubungan TNI dengan KBT (Keluarga Besar TNI). penegasan calon KDH dari TNI sudah harus pensiun sejak tahap penyaringan. pencabutan materi Sospol ABRI dari kurikulum pendidikan TNI. Kesko Teritorium III dialihkan kedalam TNI AD dan namanya diubah menjadi Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD). keenambelas. wilayah tanggung jawab Teritorium III. kesembilanbelas. TNI berkomitmen untuk terus melanjutkan reformasi internal TNI seiring dengan tuntutan reformasi dan keputusan politik negara. Untuk mengisi organisasi dan kemampuan. Melalui instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No 55/Istr/PDS/52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal “Korps Baret Merah�. dan pasukan lain dari Sekolah Kader (SK). likuidasi Organisasi Wakil Panglima TNI. Tanggal itu kemudian diperingati sebagai hari lahir Komando Pasukan Khusus (Kopassus). likuidasi Staf Syawan ABRI. penghapusan Sospoldam. pemisahan Polri dari ABRI yang telah menjadi keputusan Pimpinan ABRI mulai 1-4-1999 sebagai Transformasi Awal.21/ VI/ 2005. perubahan Staf Sospol menjadi Staf Komsos. maka dilaksanaka pedidika komando angkatan pertama dengan 400 siswa berasal dari Batalyon 304 Pasopati. kesebelas. likuidasi Staf Komunikasi Sosial (Skomsos) TNI sesuai SKEP Panglima TNI No. Saat Komandan dijabat oleh Brigjen Sintong Panjaitan (1985-1987) tanggal 21 Mei 1985 Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus TNI Adatau Kopassus. satua . Unsur tempur langsung dibawah kendali KSAD dengan markas di Cijantung. kedelapan. Tanggal 28 Oktober 1959. keduabelas. penghapusan Wansospolpus dan Wansospolda/Wansospolda Tk-I. Staf Kamtibmas ABRI dan Babinkar ABRI. Siswa komando angkatan pertama yang berhasil lulus kemudia bergabung dalam Kompi A yang langsung dioperasikan di Jawa Barat. Seiring dengan itu. kelima. Ia merasakan dalam menumpas gerakan pemberontakan ternyata selain semangat tinggi dan perlengkapan lebih baik. berlakunya doktrinTNI “Tri Dharma Eka Karma (Tridek) menggantikan “Catur Dharma Eka Karma (Cadek) sesuai Keputusan Panglima TNI nomor Kep/2/I/2007 tanggal 12 Januari 2007. Babinkardam. kedelapanbelas. ketigabelas. KKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat(RPKAD). merumuskan paradigma baru peran ABRI Abad XXI. Terutama Komando Operasi Teritorium-VI Letkol Slamet Riyadi. Batalyon 3 Mei. Bandung. penghapusan Bakorstanas dan Bakorstanasda. (Kep: 03/)/II/1999). ketujuhbelas. ketujuh. tanggal 27 Desember 1986. kesepuluh. penghapusan Kekaryaan ABRI melalui keputusan pensiun atau alih status. Sementara unsure pendidikan (SPKAD) berada dibawah Kodiklat dan tetap di Batujajar. dan tanggal 17 Pebruari 1971 berubah nama lagi menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). merumuskan paradigma baru peran TNI yang lebih menjangkau ke masa depan. keduapuluh. Semasa Kolonel Sarwo Edhi Wibowo menjadi komandan (1964-1967). likuidasi Organisasi Kaster TNI. keduapuluh empat. kesembilan. penerapan akuntabilitas public terhadap Yayasan-yayasan milik TNI/Badan Usaha Militer. keempatbelas. TNI tidak lagi terlibat dalam Politik Praktis/day to day Politics. kedua.Pertama. penghapusan Posko Kewaspadaan. Sospolrem dan Sospoldim. perubahan Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol) menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster). Sebagai alat pertahanan negara. sesuai kondisi dan situasi saat itu. tampaknya tidak bisa dilepaskan dari sejarah pasukan elit TNI Angkatan Darat. pemutusan hubungan organisatoris dengan Partai Golkar dan mengambil jarak yang sama dengan semua parpol yang ada. keduapuluhdua. Pada tanggal 25 Juli 1955. keduapuluhtiga. keenam. tanggal 12 Pebruari 1966. pada tahun 1953. revisi Doktrin TNI disesuaikan dengan Reformasi dan Peran ABRI Abad XXI.TNI/Polri di DPR RI dan DPRD I dan II dalam rangka penghapusan fungsi sosial politik. kelimabelas. penyusutan jumlah anggota F. Jakarta. juga diperlukan kemampuan taktik da pengalaman tempur yang baik dengan sejumlah penembak tepat yang mampu bergerak secara perorangan sebagai inti pasukan RMS. Sejarah Kopassus Pengalaman menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada 1950.

3 Tahun 1948 tentang susunan Kementrian Pertahanan dan Keamanan maupun Perintah Siasat No. dibentuk Komando-Komando Daerah Militer (Kodam). oleh satuan atas. diantaranya PKI Muso Madiun (1948).1 Panglima Besar Angkatan Perang. Setelah pengakuan kedaulatan. APRA Westerling di Bandung (1950). Sejarah Kostrad Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) secara resmi terbentuk pada tanggal 6 Maret 1961. Gagasan pembentukan Caduad sesungguhnya sejalan dengan UU No. ketika itu sebagian besar Kodam juga sudah membentuk Resimen Tim Pertempuran (RTP). pertimbangan lain untuk membentuk Caduad adalah terkait dengan pembangunan kekuatan militer Angkatan Darat. Terutama setelah pasukan tempur berkualifikasi Raider. tidak ada satuan yang terpusat. yakni Korps Tentara Ke I/Cadangan Umum Angkatan Darat (Korra-I/Caduad) melalui Surat Keputusan Men/Pangad No. yang setiap saat dapat digerakkan kemanapun. tanggal 6 Maret 1961. Tanggal pembentukan ini didasarkan pada tanggal disahkannya cikal bakal Kostrad. PRRI/Permesta di Sumatera Barat serta Su lawesi Utara dan Tengah (1956/1957). sehingga dalam hal pusat komando-nya sudah berbeda dengan kesatuan teritorial. hingga menjadi tiga grup.satuan ini merupakan kesatuan tempur khusus pertama yang berada langsung dibawah komando Kasad. Dislokasi satuan juga dilakukan sesuai dengan teritorialnya. karena saat itu timbul kesa-lah pahaman yang menganggap bahwa Tentara Mobil adalah “tentara kelas satu� sedangkan Tentara Teritorial merupakan “tentara kelas dua� atau “tentara kelas tiga�. yang melakukan berbagai pemberontakan. baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. untuk menghadapi tugas-tugas nasional. Karena sesuai rencana pembentukannya. Mk/Kpts. Disisi lain. pemben-tukan RPKAD belum memenuhi kebutuhan akan pasukan mobil dengan kualifikasi seperti yang kemudian dimiliki Korra-I/Caduad. RPKAD hanya berkekuatan 1 Resimen dan karena kekhususannya. Tetapi sifat dari kesatuan-kesatuan itu pada dasarnya masih merupakan . di seluruh wilayah NKRI. DI/TII SM. ketika Mayjen TNI Prabowo Subiyanto menjadi komandan. dan Grup-3/Pusdikpassus. siap tempur dan memiliki kemampuan lintas udara serta sanggup melakukan operasi secara sendiri-sendiri maupun dalam komando gabungan. DI/TII Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan (1951). susunan pasukan terdiri atas Tentara Mobil dan Tentara Teritorial. Dengan struktur organisasi seperti itu. serta Detasemen Anti-Teror (Den-81). setingkat Batalyon. berdasarkan pengalaman memperebutkan kota Ambon. gangguan dari dalam negeri. satu grup Pusdikpassus. Berdasar ketentuan itu. Ke. TNI AD membentuk Korps Baret Merah yang kemudian dikenal dengan sebutan RPKAD. Sedangkan gangguan dari luar negeri. yang saat itu menjabat Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat). Namun. yang setiap saat dapat dikerahkan ke seluruh penjuru tanah air untuk menghadapi segala macam tantangan. berasal dari kekuatan-kekuat-an/ gerombolan bersenjata maupun tidak bersenjata. Tiap-tiap Kodam membawahi Komando-Komando Resor Militer (Korem). Namun demikian. Perubahan terakhir melalui Surat Panglima TNI Nomor: B/563-08/05/06/SRU tanggal 23 Maret 2001 maka Kopassus kembali menjadi tiga grup. RMS di Maluku (1950). yang ada di Jawa Tengah terus dikembangkan di seluruh Kodam. Bahwa saat itu. ia mengembalikan Kopassus menjadi lima grup yang terdiri dari dua grup Parako.54/3/1961. Dengan demikian. khususnya ditiap-tiap daerah tingkat I (Propinsi). cobaan dan gangguan. RPKAD tidak dapat digerakkan dalam satu kesatuan besar tingkat Brigade maupun Divisi. satu Pusdikpassus dan satu satuan penanggulangan teroris. Selain itu. kesatuan-kesatuan tersebut masih bersifat kesatuan territorial. Pertimbangannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan adanya suatu kekuatan cadangan strategis yang bersifat mobil.operasional dan pendidikan berikut lambing kesatuan disatukan kembali dan dilikuidasi. Grup-2/Parako. Kartosuwiryo di Jawa Barat (1948) dan di Jawa Tengah (1949). Namun penyusunan Tentara Mobil tidak bisa segera dilaksanakan. berasal dari Belanda dan sekutu-sekutunya yang ingin kembali bercokol dan menjajah Indonesia. Tepatnya. Ide pembentukan Korra-I/Caduad berasal dari Jenderal TNI Abdul Haris Nasution. Kesatuan-Kesatuan Brigade dan Batalyon-Batalyon. Yaitu: Grup-1/Parako. Andi Aziz di Makassar dan Ibnu Hajar di Kalimantan (1950). satu grup Sandi Yudha dan satu grup Anti Terror.

dengan susunan organisasi dan dislokasi satuan terdiri dari : Markas Kostrad (Makostrad) berkedudukan di Jakarta. Sebagai pejabat Panglima pertama adalah Brigjen TNI Soeharto dengan Kepala Staf. maka Soeharto yang sudah berpangkat Mayor Jende-ral (Mayjen). yang masing-masing terdiri dari Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud).Tugas pokok pasukan ini adalah melaksanakan tindakan awal terhadap ancaman nyata. SEIRING dengan perjalan-an waktu. Dengan demikian. 3 Brigif Linud. baik dari dalam maupun luar negeri di suatu wilayah darat tertentu. Dengan kekuatan dan kualifikasi pasukan seperti itu. sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan pembinaan. mulai dari tugas operasi tempur. Kavaleri (KAV). Kemudian. sekaligus merangkap sebagai Panglima ADLA/Komando Mandala. Korra-I/Caduad awalnya berintikan 1 Divisi Infanteri yang dikomandani oleh seorang Panglima. Divif 1 berkedudukan di Cilodong Bogor Jawa Barat dan Divif 2 berkedudukan di Singosari Malang Jawa Timur. Jadi. Satgasrat dilengkapi dengan 1 Brigade Linud sebagai inti yang diperkuat unsur-unsur bantuan administrasi. Kolonel Inf Achmad Wiranata Kusumah. 2 Resimen Artileri Medan (2 Men Armed) dan 33 Batalyon (33 Yon) jajarannya. Tercatat. Sebagaimana tujuan awal pembentukannya. Dari seluruh Yon tersebut. Sedangkan Komando Tempur Lintas Udara (Kopur Linud) menjadi Divisi Infanteri-1 (Divif-1) dan Komando Tempur II (Kopur II) menjadi Divisi Infanteri-2 (Divif-2) beserta unsur Banpur dan Banminnya. Pokok-pokok Organisasi dan Tugas Kostrad yang baru disahkan. Pengisian satuan-satuan dan personil dalam Korra-I/Caduad dilakukan secara bertahap karena harus diambilkan dari satuan Kodam-Kodam dan Direktorat-Direktorat. Yon tersebut terdiri dari Batalyon Infanteri (Yonif). Zeni Tempur (Zipur). beragam tugas telah dijalaninya. selain menjabat sebagai Panglima Korra-I/Caduad. Dari dua Divif tersebut. OPERASI TRIKORA/PEMIRBAR . pembangunan dan penggunaan kekuatan. Akhirnya. PPRC TNI harus memiliki kemampuan reaksi cepat dan mampu diproyeksikan ke sasaran wilayah darat tertentu dalam wakut relatif singkat. kesatuan ini memang diciptakan untuk selalu siap tempur dan siap bergerak kemanapun serta dalam kondisi apapun. sehingga untuk menghadapi tugas-tugas nasional. yaitu suatu Komando Tugas Gabungan TNI yang dibentuk khusus dan berkedudukan langsung dibawah Panglima TNI. operasi perdamaian hingga operasi pe. perlu dikembangkan/diperbesar kemampuannya. dalam rangka reorganisasi TNI AD. Kodam VII dan VIII. kekuatan Kostrad tergelar atas 3 Brigif. yang telah turut mewarnai perjalanan sejarah bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia. Berikut sepak terjang Pasukan “Darma Putra� Kostrad. dalam rangka pola operasi perang maupun selain perang. di tahun 1963 organisasi Korps Tentara-I/Caduad (Korra-I/Caduad) dihapus dan selanjutnya diganti menjadi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Brigade Infanteri (Brigif) serta unsur pendukung Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur) dan Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin). bilamana dibutuhkan.kesatuan teritorial. operasi pengamanan. yaitu Kodam VI. para prajurit Kostrad pasti akan memenuhi panggilannya dan siap menjalankan perintahnya. operasi bakti. Adapun penyusunan Divisi Korra-1/Caduad dan Brigade Infanteri 3 Para dilakukan bersamaan dengan pembentukan Korra-I/Caduad.nyelamatan. Melalui Surat Keputusan Kasad tertanggal 6 Maret 1985. Artileri Perta -hanan Udara (Arhanud) serta didukung satuan-satuan setingkat Yon lainnya. agar dalam melaksanakan tugas mudah digerakkan. maka pada tahun 1984 Kostrad disusun dalam 2 Divisi Infanteri (2 Divif). Dalam pelaksanaan tugasnya. 9 diantaranya berkualifikasi Yonif Linud. se-suai tuntutan tugasnya. Komandan PPRC adalah Pangdivif Kostrad. Pengisian satuan-satuan Para diambilkan dari Kodam-Kodam di Jawa. setiap saat Ibu Pertiwi memanggil. Selanjutnya. Kostrad di-nyatakan sebagai Komando Utama Operasional (Kotama Ops) dan sebagai Komando Utama Pembinaan (Kotama Bin). agar Ibu Pertiwi menjadi senang dan bangga. wajar jika Kostrad lantas menjadi salah satu bagian utama Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI. Adapun para Danbrigif Linud Kostrad bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas Darat (Satgasrat) PPRC. terkait dengan perintah untuk melaksanakan tugas Pembebasan Irian Barat (tahun 1962) yang menempatkan Korra-I/Caduad sebagai kekuatan inti dari Komando Angkatan Darat Mandala (ADLA).

Danyon I Men/Cakrabirawa. Menghadapi penyerah-an Irian Barat secara damai. Di Irian Barat (sekarang Papua) memburu dan menumpas kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang memberontak sejak dikeluarkannya hasil Pepera tahun 1963. termasuk meredam aksi mereka/OPM yang menyandera Tim Ekspedisi Lorentz tahun 1996. OPERASI PENUMPASAN G. Melihat situasi yang terjadi. yakni meredam pemberontakan dan separatisme yang timbul dan meng-ancam kedaulatan serta keutuhan negara. Untung.nyerah untuk mentaati ketentuan yang dibuat PBB. termasuk Jenderal TNI AH. yang berisi : Perhebat ketahanan Revolusi Indonesia. Singapura. mendapat dukungan pemerintah Inggris namun ditolak keras oleh Indonesia. rencana tersebut disambut dengan pergerakan senjata (8 Desember 1962) yang dilancarkan Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU). seluruh rakyyat Indonesia dikejutkan oleh berita RRI Jakarta yang disampaikan oleh Letkol Inf. pada tanggal 26 Pebruari 1962 Mayjen Soeharto sebagai Pangkorra I/Caduad merangkap Deyah IT (Deputi Wilayah Indonesia Timur) ditetapkan sebagai Panglima Mandala (Pangla) merangkap Panglima Angkatan Darat Mandala (Pangadla). Sabah. Setelah menerima laporan-laporan tentang kejadian di sekitar G.S/PKI Pada tanggal 1 Oktober 1965 pkl.S adalah kontra revolusi yang bertujuan meng-adakan kup terhadap pemerintah yang sah. Pang-kostrad sebagai perwira senior yang bertanggung jawab memegang pimpinan sementara AD segera mengambil langkah-langkah dengan tujuan pengamanan Kepala Negara yang saat itu belum dike-tahui keberadaannya. Kostrad harus berhadapan dengan pemberontakan yang dilakukan Fretilin dari tahun 1975 hingga akhirnya TimTim lepas dari NKRI. Menyelenggarakan infiltrasi dan melaksanakan eksploitasi. 06. Serawak dan Brunei untuk membubarkan negara boneka Malaysia. PENUMPASAN GPK/SEPARATISME Sebagai kesatuan yang disiapkan bukan hanya untuk perang.Terkait dengan Tri Komando Rakyat (Trikora).S adalah kontra revolusi dan Letkol Inf Untung dinyatakan telah berkhianat kepada negara.30. Bahkan di Kalimantan Utara. Tugas Adla yang juga merupakan tugas Korra I/Caduad dalam operasi Pemirbar adalah : Mengembangkan pasukan dan pangkalan dalam suatu Kawasan Darat. maka G. maka dibentuklah Komando Mandala Pembebasan Irian Barat (Kola Pemirbar). Di Timor Timur. Nasution untuk tetap memegang pimpin-an AD. yang banyak mendapat dukungan moril dari para pejabat lembaga pemerintahan dan para Perwira Tinggi Staf Umum Angkatan Darat (Pati SUAD). di antaranya menyerahkan kekuasaan pada UNTEA dan melakukan penentuan pandapat rakyat berdasarkan hak penentuan nasib sendiri (Right of self determination). maka unsur AD ditentukan sebagai Angkatan Darat Mandala (Adla). Dengan dibentuknya Kola sebagai Komando Utama dan satu Kawasan Perang di Pemirbar. Lalu.S.00. Mempertahankan Daerah Kawasan Darat. Penyelesaian secara musyawarah gagal. maka satuan-satuan jajaran Kostrad telah menunjukkan peran pengabdiannya menghadapi Gerombolan Pengacau Keamanan (GPK) atau kelompok separatis di negeri ini. Berdasarkan fakta-fakta yang nyata dan obyektif itulah. tentang adanya Ge-rakan 30 September dengan Revolusinya. termasuk keberadaan pasukan Kostrad Yon 530/Para dan Yon 454/Para di sekitar Monas tanpa ada perintah dari Makostrad. Pada tanggal 1 Mei 1963 Belanda menyerahkan seluruh wilayah Iran Barat kepada Pemerintah RI dan sejak saat itulah Irian Barat (sekarang Papua) secara resmi menjadi bagian dari NKRI. maka Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto memutuskan bahwa G. akhirnya Belanda harus me. maka dugaan dan analisa tersebut benar adanya.30. OPERASI DWIKORA Gagasan pembentukan Federasi Inggris di semenanjung Malaya dan Kalimantan bernama Malaysia oleh Tengku Abdul Rahman.30. hingga lahirlah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada tanggal 3 Mei 1964. melakukan gerakan pembersih-an tehadap para pemberopntak negara tersebut. Selanjutnya Pak Harto. oleh Kasad. Bantu perjuangan revolusi rakyat Malaya. Terlebih lagi ketika kemudian terjadi penculikan beberapa Perwira Tinggi dan Perwira Pertama AD.30. Dengan semangat tempur yang tinggi. Selanjutnya di tahun 1965 dibentuk Komando Mandala Siaga (Kolaga) yang merupakan Komando Pelaksana Opera-si Dwikora yang akan melangsungkan raid dan perongrongan terhadap kekuat-an musuh. namun juga mampu melaksanakan operasi selain perang. .

Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru. bersama-sama dengan matra TNI lainnya dan segenap komponen bangsa. Kostrad juga berpartisipasi dalam Tugas Perdamaian PBB. melakukan Operasi Bhakti yang disebut TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). empat kompi Mobrig dikirim untuk menumpasnya. sudah banyak tugas yang dilakukan. Brimob juga juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian. penumpasan GAM di Aceh dan OPM di Papua. Dalam kapasitasnya ini.M. Mobrig bersama pasukan TNI juga dikerahkan pada April 1950 ketika Andi Azis beserta pengikutnya dinyatakan sebagai pemberontak di Sulawesi Selatan. pasca penandatanganan kesepakatan damai (MoU) Helsinki tahun 2005 lalu. Mobrig dijadikan satuan militer. Mobrig juga dikerahkan dalam menghadapi gerakan separatis DI/TII di Jawa Barat yang dipimpin oleh S. Sejarah Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Pasukan Polisi Istimewa. pemerintah pusat menggelar Operasi Tegas. Brimob turut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Sejak berdirinya. dan mempertahankan ibukota. Mobrig terlibat dalam mwenghadapi berbagai gejolak di dalam negeri. kompi-kompi tempur Mobrig kembali ditugasi menumpasnya. Kostrad sebagai bagian dari TNI. Kamboja. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang. Operasi Seroja Timor-Timur (1975-1999). Mulai dari Trikora (1962-1963). Pada tahun 1948. Selain itu. di bawah pimpinan Moehammad Jasin dan Inspektur Polisi II Imam Bachri bersama pasukan TNI berhasil menumpas pelaku Peristiwa Madiun di Madiun dan Blitar Selatan dalam Operasi Trisula. Terusan Suez. [sunting] Menghadapi gerakan separatis Pada 1 Agustus 1947. Batalyon Mobrig bersama pasukan-pasukan TNI berhasil mengatasi gerakan koreksi PRRI di Sumatera Utara. Di kemudian hari korps ini menjadi rebutan antara pihak polisi dan militer. Ketika Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) diumumkan pada 15 Februari 1958 dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai tokohnya. Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia di tahun 1945. Untuk penugasan luar negeri. Operasi Saptamarga dan Operasi 17 Agustus dengan mengerahkan Mobrig dan melalui pasukanpasukan tempurnya yang lain. Bosnia Herzegovina dan yang terakhir adalah ke Lebanon. pasukan Kostrad yang tergabung dalam Kontingen Garuda ditejunkan Vietnam. Riau dan Bengkulu.Sedangkan di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dwikora (1964-1966). melindungi kepala negara. Kemudian ketika Dr. para prajurit Kostrad terpaksa harus melakukan kontak senjata dengan saudara-saudaranya yang menjadi anggota Gerakan Aceh Merdeka. Untuk menghadapinya. Soumokil memproklamirkan berdirinya RMS pada 23 April 1950. Pada awal tahun 1950 pasukan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin Kapten Raymond Westerling menyerbu kota Bandung. Mobrig juga dikerahkan di Kalimantan Selatan untuk memadamkan pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. . Kartosuwiryo dan di Sulawesi Selatan dan Aceh yang dipimpin oleh Kahar Muzakar dan Daud Beureueh. karena ditariknya seluruh satuan non organik dari sana. [sunting] Beralih menjadi Mobrig Pada 14 November 1946 Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade (Mobrig) sebagai ganti Pasukan Polisi Istimewa. TMMD DAN MISI PERDAMAIAN PBB Sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Penumpasan G-30-S/PKI (1965). Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Korps Baret Biru. melalui Kontingen Garuda sejak tahun 1973 (Konga IV ke Saigon Vietnam Selatan) hingga sekarang. Irak-Iran. Pembentukan Mobrig ini dimaksudkan Sjahrir sebagai perangkat politik untuk menghadapi tekanan politik dari tentara dan sebagai pelindung terhadap kudeta yang melibatkan satuan-satuan militer. Sumatera Timur. Sumatera Barat. Pada tahun 1953. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Moehammad Jasin. Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri. Pasukan Polisi Istimewa ini memelopori pecahnya pertempuran 10 November melawan Tentara Sekutu. hingga akhirnya Kostrad tidak lagi terlibat dalam operasi di NAD.

Namun kemudian. SAR dan jihandak (penjinakan bahan peledak). Tugas utama Gegana ada tiga: mengatasi teror. dengan adanya pengembangan validasi Brimob bahwa kesatuan ini harus memiliki resimen. Insiden ini melibatkan unit infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia dengan korps Brimob Polda Sumut yang sama-sama bermarkas di Binjai. ditempatkan di bawah kewenangan Kepolisian Daerah masing-masing provinsi. Satu peristiwa bentrok TNI-AD dan Polri dalam hal ini Brimob adalah peristiwa Binjai pada tanggal 30 September 2002. Semenjak huru-hara yang terjadi pada bulan Mei 1998.Dan terus menerus melakukan pembaharuan dalam bidang materi pelaksanaan Pasukan Huru-Hara(PHH). yakni membantu tugas kepolisian kewilayahan dan menangani kejahatan dengan tingkat intensitas tinggi yang menggunakan senjata api dan bahan peledak dalam operasi yang membutuhkan aksi yang cepat. dan satu detasemen beranggotakan 280-an orang. Brimob memiliki kekuatan sekitar 12. Satu operasi biasanya dilakukan oleh satu unit. Pasukan ini mulai ada sejak tahun 1976. kemampuan khusus yang lebih tinggi hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Satu subden 40 orang. Pada 14 November 1961 bersamaan dengan diterimanya Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama. Detasemen Gegana lalu ditingkatkan menjadi satu resimen tersendiri. Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri). Gegana Artikel utama: Gegana Personel Gegana Brimob bersenapan serbu Steyr dalam latih tempur CQB.000 personel. harus ada enam orang yang memiliki kemampuan khusus. Brimob pernah terlibat dalam beberapa peristiwa penting seperti Konfrontasi dengan Malaysia tahun 1963 dan aneksasi Timor Timur tahun 1975. Secara umum. dan telah dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara khusus. satuan Mobrig berubah menjadi Korps Brigade Mobil (Korps Brimob). [sunting] Peristiwa Binjai Semenjak Polri dipisahkan dari Tentara Nasional Indonesia.Dalam Operasi Mena pada 11 Maret 1958 beberapa kompi tempur Mobrig melakukan serangan ke kubu-kubu pertahanan Permesta di Sulawesi Tengah dan Maluku. Karena itu. Gegana tidak memiliki Batalyon atau pun Kompi. Namun. Satu unit biasanya terdiri dari 10 orang. Masing-masing: dua orang memiliki kemampuan . Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) kini telah menerima latihan anti huru-hara khusus. Brigade ini fungsi utamanya adalah sebagai korps elite untuk menanggulangi situasi darurat. Setelah itu subden dan yang paling kecil adalah unit. Di tahun 1981 Brimob membentuk sub unit baru yang disebut unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak). peristiwa bentrok antara Polri dan TNI (terutama TNI-AD) kerap terjadi. Kesatuan yang lebih kecil dari resimen adalah detasemen. Semenjak tahun 1992 Brimob pada dasarnya adalah organisasi militer para yang dilatih dan diorganisasikan dalam kesatuan-kesatuan militer. Dan juga sekarang sudah melakukan pelatiahan SAR(Search And Rescue) Brimob dalam peristiwa [sunting] Peristiwa G-30-S Pada hari-hari setelah peristiwa G-30-S. karena pada September 1965 Brimob adalah unsur yang sangat dekat dengan Amerika. Karena sikap ini. dari sepuluh personel dalam satu unit tersebut. Brimob sampai sekarang ini kira-kira berkekuatan 30. Mereka telah dilatih khusus untuk menangani demonstrasi massa. Baru pada tahun 1995. sebagian pengamat menganggap Brimob sebagai unsur yang setia kepada Presiden Soekarno. Mereka diterjunkan dalam operasi pertahanan dan keamanan domestik. hampir semua anggota Gegana mampu melaksanakan ketiga tugas utama tersebut. meski ketika itu baru berupa detasemen.000 personil. Dalam insiden dini hari tersebut pertama hanya dipicu oleh keributan kecil antara oknum prajurit unit Linud 100/PS dengan oknum kesatuan Polres Langkat. Beberapa elemen dari Brimob juga telah dilatih untuk melakukan operasi lintas udara. Brimob tetap netral. insiden pecah menjadi bentrok senjata antara Polres Langkat ditambah Brimob melawan Linud 100/PS. Hal ini membingungkan banyak pihak. yakni Resimen II Brimob yang sekarang berubah nama Sat I Gegana(2003).

Misalnya untuk teror: operatornya harus memiliki keahlian menembak jitu. ahli dalam penggebrekan dan penangkapan. Ada prosedur-prosedur tertentu yang berbeda untuk menangani setiap jenis bom. juga P3K. yang mengancam jiwa orang yang diteror. sudah dijelaskan. harus memiliki kemampuan negosiasi. Namun semuanya tidak untuk mematikan. Yang lainnya mendukung. Selain di Gegana. Kecuali dalam keadaan terpaksa. Padahal seharusnya. Demikian pula. setiap unit memiliki satu kendaraan taktis. Sementara untuk SAR. operator jihandak harus memiliki keahlian khusus di bidangnya. kendaraan EOD masing-masing satu unit ada di Polda Jawa Barat.khusus yang lebih tinggi di bidang jihandak. Jadi se-Indonesia baru ada enam unit. termasuk waktu yang dibutuhkan. Sebab setiap operasi Gegana pertama-tama adalah berusaha untuk menangkap tersangka dan menyeretnya ke pengadilan. dan Jawa Timur. Jawa Tengah. . Gegana baru punya tiga kendaraan taktis EOD (explosive ordinance disposal) yang sudah lengkap dengan alat peralatan. barulah terpaksa ada penembakan. repling. jumping. menembak. Komando tertinggi setiap operasi Gegana langsung berada di bawah Kapolri yang dilaksanakan oleh Asop Kapolri. Kepada anggota Gegana jenis-jenis bom tersebut dan cara-cara menjinakkannya. Kedua orang itu disebut operator satu dan operator dua. termasuk risiko-risikonya. Setiap anggota Gegana secara umum memang sudah diperkenalkan terhadap bom. dituntut memiliki kemampuan dasar seperti menyelam. dua orang di bidang SAR dan dua lagi ahli teror.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful