You are on page 1of 8

e. ADAPTASI SPIRITUAL.

Orang menggunakan sumber spiritual untuk mengadaptasi stress dalam banyak cara, tetapi stress dapat juga bermanifestasi dalam dimensi spiritual. Stress yang berat dapat mengakibatkan kemarahan pada Tuhan, atau individu mungkin memandang stressor sebagai hukuman. Stresor seperti penyakit akut atau kematian dari orang yang disayangi dapat mengganggu makna hidup seseorang dan dapat menyebabkan depresi. Ketika perawatan pada klien yang mengalami gangguan spiritual, perawat tidak boleh menilai kesesuaian perasaan atau praktik keagamaan klien tetapi harus memeriksa bagaimana keyakinan dan nilai telah berubah

Kebutuhan Spritual
March 17, 2012 at 7:41 am (Kumpulan Teori Pendidikan, Umum) Tags: Aspek Spritual, Sprituality Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf atau pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan (Carson, 1989). Maka dapat disimpulkan kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf. Adapun adaptasi spiritual adalah proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan agama yang dianutnya (Asmadi, 2008: 258). Kebutuhan spiritual Individu sebagai makhluk spiritual mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sempurna dibanding makhluk ciptaan lainnya. Memiliki rohani/jiwa yang sempurna (akal, pikiran, perasaan dan kemauan). Individu diciptakan sebagai khalifah (penguasa dan pengatur kehidupan) dimuka bumi. Terdiri atas unsur bio-psiko-sosial yang utuh (Ali H.Z, 2002: 43).

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan spiritual antara lain :

Perkembangan. Usia perkembangan dapat menentukan proses pemenuhan kebutuhan spiritual, karena setiap tahap perkembangan memeliki cara meyakini kepercayaan terhadap Tuhan. Keluarga. Keluarga memiliki peran yang cukup strategis dalam memenuhi kebutuhan spiritual, karena keluarga memiliki ikatan emosional yang kuat dan selalu berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Ras/suku. Ras/suku memiliki keyakinan/kepercayaan yang berbeda, sehingga proses pemenuhan kebutuhan spiritual pun berbeda sesuai dengan keyakinan yang dimiliki.

Kegiatan keagamaan. antara lain: 1. 4. dengan memberikan mekanisme pertahanan dari dengan harapan dapat melindungi atau bertahan diri dari serangan atau hal-hal yang tidak menyenangkan. Akan tetapi apabila reaksi lokal tidak dapat diatasi dapat menyebabkan gangguan secara sistemik tubuh akan melakukan proses penyesuaian seperti panas seluruh tubuh. . berkeringat dan lain-lain. nyeri. maka itu disebut dengan LAS (Local Adaptation Syndroma) seperti ketika daerah tubuh atau kulit terkena infeksi. ADAPTASI Adaptasi adalah suatu perubahan yang menyertai individu dalam berespons terhadap perubahan yang ada di lingkungan dan dapat mempengaruhi keutuhan tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis yang akan menghasilkan perilaku adaptif. Adaptasi spiritual. 2. Adaptasi fisiologis merupakan proses penyesuaian tubuh secara alamiah atau secara fisiologis untuk mempertahankan keseimbangan dan berbagai faktor yang menimbulkan atau mempengaruhi keadaan menjadi tidak seimbang contohnya masuknya kuman penyakit.Adanya kegiatan keagamaan dapat selalu mengingatkan keberadaan dirinya dengan Tuhan dan selalu mendekatkan diri kepada Penciptanya (Asmadi. Apabila mengalami stres. 2008: 254-257). Adaptasi sosial budaya merupakan cara untuk mengadakan perubahan dengan melakukan proses penyesuaian perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. maka secara fisiologis tubuh berusaha untuk mempertahankan baik dari pintu masuknya kuman atau sudah masuk dalam tubuh. bengkak. seperti rajin melakukan ibadah.  Agama yang dianut. maka seseorang akan giat melakukan ibadah. • Macam-macam adaptasi. panas dan lainlain yang sifatnya lokal atau pada daerah sekitar yang terkena. Dalam adaptasi secara psikologis terdapat dua cara untuk mempertahankan diri dari berbagai stresor yaitu dengan cara melakukan koping atau penanganan diantaranya berorientasi pada tugas (task oriented) yang di kenal dengan problem solving strategi dan ego oriented atau mekanisme pertahanan diri. Keyakina pada agama tertentu yang dimiliki oleh seseorang dapat menentukan arti pentingnya kebutuhan spiritual. C. keadaan ini disebut sebagai GAS (General Adaption Syndroma). Proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan agama yang dianutnya. maka di daerah kulit tersebut akan terjadi kemerahan. berkumpul dalam masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan. 3. Adaptasi secara fisiologis dapat dibagi menjadi dua yaitu: apabila kejadiannya atau proses adaptasi bersifat lokal. Adaptasi psikologis merupakan proses penyesuaian secara psikologis akibat stresor yang ada.

Agama merupakan petunjuk perilaku karena didalam agama terdapat ajaran baik dan larangan yang dapat berdampak pada kehidupan dan kesehatan seseorang. 4. Berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan. orang sakit dapat memperoleh kekuatan dengan menyerahkan diri atau memohon pertolongan dari Tuhannya (Hamid A. makan. 2000: 2-3). seperti berdoa sebelum tidur. merupakan tahap perkembangan kepercayaan berdasarkan pengalaman. spiritualitas meliputi aspek sebagai berikut : 1. Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri. Sebagai contoh. Sebagai contoh.Tinjauan Umum tentang Aspek Spiritualitas Spiritualitas adalah keyakinan dalam hubungannya dengan yang Maha Kuasa. anak belum mempunyai pemahaman salah atau benar. Pada masa ini. Pada masa prasekolah. 2. Kepercayaan atau keyakinan yang ada pada masa ini mungkin hanya mengikuti ritual atau meniru oranng lain. antara lain adanya pengalaman dari interaksi dengan orang lain dengan keyakinan atau kepercayaan yang dianut. orang yang percaya kepada Allah sebagai Pencipta atau sebagai Maha Kuasa. 3. Menemukan arti dan tujan hidup. dalam hal ini keluarga. kegiatan keagamaan yang dilakukan belum bermakna pada dirinya. arti doa. . Menurut Burkhardt (1993).Y. Perilaku yang didapat. dan lain-lain. Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan Yang Maha Tinggi. Perkembangan spiritual seseorang menurut Westerhoff’s dibagi kedalam empat tingkatan berdasarkan kategori umur. perkembangan spiritual mulai mencontoh aktivitas keagamaan orang sekelilingnya.. yaitu : 1. serta mencari jawaban tentang kegiatan keagamaan. Usia anak-anak.

Bila pemenuhan kebutuhan spiritual tidak terpenuhi. Pada masa ini. A. 4. Maka dapat disimpulkan kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan . merupakan masa pencarian kepercayaan diri. akan timbul kekecewaan. yang berarti sudah mulai membutuhkan pertolongan melalui keyakinan atau kepercayaan. perkembangan ini diawali dengan semakin kuatnya kepercayaan diri yang dipertahankan walaupun menghadapi perbedaan keyakinan yang lain dan lebih mengerti akan kepercayaan dirinya (Asmadi. Tinjauan Umum Tentang Kebutuhan Spiritual Klien 1. pemikiran sudah bersifat rasional.2. 2008: 12). mencintai. Usia awal dewasa. diawali dengan proses pernyataan akan keyakinan atau kepercayaan yang dikaitkan secara kognitif sebagai bentuk yang tepat untuk mempercayainya. Pada masa ini. Pengalaman dan rasa takjub membuat mereka semakin merasa memiliki dan berarti akan keyakinannya. 3. Usia pertengahan dewasa. Segala pertanyaan tentang kepercayaan harus dapat dijawab. Pengertian Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama. serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf atau pengampunan. merupakan tingkatan kepercayaan dari diri sendiri. menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan (Carson. Perkembangan spiritual pada masa ini sudah mulai pada keinginan akan pencapaian kebutuhan spiritual seperti keinginan melalui meminta atau berdoa kepada penciptanya. timbul perasaan akan penghargaan terhadap kepercayaan. Secara rasional. 1989). merupakan tahap perkumpulan kepercayaan yang ditandai dengan adanya partisipasi aktif pada aktivitas keagamaan. Usia remaja akhir.

b. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan spiritual antara lain : a. d. d. b. Adapun adaptasi spiritual adalah proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan agama yang dianutnya (Asmadi. Perkembangan Usia perkembangan dapat menentukan proses pemenuhan kebutuhan spiritual. 2002: 43). pikiran. Keluarga Keluarga memiliki peran yang cukup strategis dalam memenuhi kebutuhan spiritual.Z. Diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sempurna dibanding makhluk ciptaan lainnya. Kebutuhan spiritual Individu sebagai makhluk spiritual mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. 2. sehingga proses pemenuhan kebutuhan spiritual pun berbeda sesuai dengan keyakinan yang dimiliki.hidup. 2008: 258). Terdiri atas unsur bio-psiko-sosial yang utuh (Ali H. kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf. Individu diciptakan sebagai khalifah (penguasa dan pengatur kehidupan) dimuka bumi. Agama yang dianut . c. Ras/suku Ras/suku memiliki keyakinan/kepercayaan yang berbeda. perasaan dan kemauan). karena setiap tahap perkembangan memeliki cara meyakini kepercayaan terhadap Tuhan. karena keluarga memiliki ikatan emosional yang kuat dan selalu berinteraksi dalam kehidupan seharihari. Memiliki rohani/jiwa yang sempurna (akal. c.

2008: 254-257). Pasien ketakutan dan cemas Adanya ketakutan atau kecemasan dapat menimbulkan perasaan kacau. Respon cemas sedang biasanya meliputi . 2008: 26). tekanan darah naik. tidak ada yang menyertainya selain Tuhan. nadi meningkat. tidak dapat duduk dengan tenang dan tremor halus pada tangan. Respon cemas ringan seperti sesekali bernafas pendek. Kecemasan normal yang berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa kehidupan sehari-hari. b. Pasien kesepian Pasien dalam keadaan sepi dan tidak ada yang menemani akan membutuhkan bantuan spiritual karena mereka merasakan tidak ada kekuatan selain kekuatan Tuhan. Kegiatan keagamaan Adanya kegiatan keagamaan dapat selalu mengingatkan keberadaan dirinya dengan Tuhan dan selalu mendekatkan diri kepada Penciptanya (Asmadi. 2) Cemas sedang Ditandai dengan persepsi terhadap masalah menurun sehingga individu kehilanganpegangan tetapi dapat mengikuti pengarahan dari orang lain. e. Adapun tanda-tanda yang dapat diperhatikan pada klien yang mengalami kecemasan : 1) Cemas ringan. bibir bergetar. Beberapa orang yang membutuhkan bantuan spiritual antara lain : a. yang dapat membuat pasien membutuhkan ketenangan pada dirinya dan ketenangan yang paling besar adalah bersama Tuhan (Asmadi.Keyakina pada agama tertentu yang dimiliki oleh seseorang dapat menentukan arti pentingnya kebutuhan spiritual.

2008: 256). nadi dan tekanan darah naik. tidak mampu menyelesaikan masalah. pucat. tidak dapat berfikir logis (Tarwoto & Wartonah. lahan persepsi telah terganggu sehingga individu tidak dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun telah diberikan pengarahan. lahan persepsi sangat sempit. tidak mampu menerima rangsangan. susah tidur dan perasaan tidak enak. d. 3) Cemas berat Pada tingkat ini lahan persepsi menjadi sangat sempit dimana individu tidak dapat memecahkan masalah atau mempelajari masalah. 4) Panik Pada tingkat ini. Pasien yang harus mengubah gaya hidup Perubahan gaya hidup dapat membuat seseorang lebih membutuhkan keberadaan Tuhan (kebutuhan spiritual). Pada saat itulah keberadaan pencipta dalam hal ini adalah Tuhan sangat penting sehingga pasien selalu membutuhkan bantuan spiritual.sering bernafas pendek. harapan dan arti kehidupan. yang merupakan suatu keadaan ketika individu atau kelompok mengalami atau beresiko mengalami gangguan dalam kepercayaan atau sistem nilai yang memberikannya kekuatan. Masalah yang sering terjadi pada pemenuhan kebutuhan spiritual adalah distress spiritual. Respon panik seperti nafas pedek. berkeringat. nadi dan tekanan darah meningkat. Pola gaya hidup dapat membuat kekacauan keyakinan bila ke arah yang lebih buruk. . c. mulut kering. maka pasien akan lebih membutuhkan dukungan spiritual (Asmadi. 2003: 98-99). sakit kepala. rasa tercekik. Pasien menghadapi pembedahan Menghadapi pembedahan adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan karena akan timbul perasaan antara hidup dan mati. yang ditandai dengan pasien meminta pertolongan spiritual. gelisah. Respon kecemasan yang timbul misalnya nafas pendek.

adanya keraguan yang berlebihan dalam mengartikan hidup. mengungkapkan perhatian yang lebih pada kematian dan sesudah hidup. menarik diri. menolak kegiatan ritual dan terdapat tanda-tanda seperti menangis. kesulitan tidur dan tekanan darah meningkat (Hidayat. adanya keputusan.mengungkapkan adanya keraguan dalam sistem kepercayaan. 2006: 27). . kemudian ditunjang dengan tanda-tanda fisik seperti nafsu makan terganggu. cemas dan marah.