You are on page 1of 49

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN

Mataajar Pengembangan Kepribadian Terintegrasi A

( UIGE600001 )

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA Semester Gasal, Tahun Ajaran 2012-2013

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya penulisan Buku Rancangan Pengajaran (BRP) MKPT A FEUI tahun ajaran 2012/2013. BRP merupakan buku pegangan bagi pengajar dan mahasiswa sekaligus sumber acuan untuk menjalankan kegiatan perkuliahan MPKT A di FEUI. Dengan demikian, perkuliahan diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik, lancar dan tertib sesuai dengan tujuan mataajar ini. Dalam buku ini mungkin saja ditemukan banyak kekurangan, oleh karena itu, kritik dan saran sangat dinantikan. Akhir kata tim penyusun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan memfasilitasi penulisan BRP MPKT A ini. Terima kasih atas kerjasama yang telah terbangun selama ini.

Depok, Agustus 2012 Tim MPKT-A FEUI

-oOo-

DAFTAR ISI

halaman

Kata Pengantar Daftar Isi BAB I : Informasi Umum MPKT-A BAB II : Latar Belakang, Tujuan, dan Sasaran Pembelajaran BAB III : Pokok Bahasan dan Subpokok Bahasan BAB IV : Rancangan Pertemuan Kelas Buku I – III • • • • BINGO KOLB Management Team and Group Role Modul 1 dan 2 Bahasa Indonesia • Instruksi Kegiatan Simulasi, Pemicu. • Borang Hasil Diskusi, dan Penilaian • Bacaan untuk fasilitator.

iii iv 1 2 5 7-43

Lampiran -lampiran

-oOo-

BAB I INFORMASI UMUM MPKT-A

1. Nama Mata Ajaran
2. Lembaga Pendidikan

: Mataajar Pengembangan Kepribadian Terintegrasi A : Universitas Indonesia : Mataajar Wajib Universitas : Mahasiswa Universitas Indonesia pada semester pertama

3. Status
4. Diberikan kepada

5. Kode Mata Ajaran
6. Jumlah Kredit

: UIGE600001 : 6 sks : 6 jam per minggu (2 X 3 jam SKS) : Seluruh mahasiswa UI semester pertama jenjang Sarjana (S1), Reguler, Paralel, dan Internasional : Tidak ada : MPKT-A adalah Mataajar Wajib Universitas yang wajib diikuti oleh para mahasiswa S1 UI pada semester pertama.

7. Jumlah jam/waktu per minggu 8. Peserta
9. Prasyarat

10. Kedudukan Matakuliah

11. Evaluasi

: 10% rerata nilai makalah kelompok + 20% rerata nilai makalah, LTM dan tugas-tugas individu + 15% nilai UTS + 15% nilai UAS +

20% rerata

nilai keaktifan, partisipasi kelas dan

presentasi mahasiswa + 20% nilai Proyek Akhir.

12. Pengajar

: Anggota tim MPK dan staf pengajar program studi yang telah mengikuti pelatihan pengajar MPKT-A.

-oOo-

BAB II LATAR BELAKANG, TUJUAN, DAN SASARAN PEMBELAJARAN

A.

Latar Belakang  Permasalahan utama dari manusia sebenarnya adalah bagaimana membentuk

kepribadian yang baik. Kepribadian atau kerap disebut akhlak yang baik, berguna tidak hanya untuk hidup di dunia tetapi juga untuk dapat kembali kepada-Nya dengan ridha dan diridhai. Semua Nabi utusan Tuhan yang pernah ada, tugas sentralnya adalah memperbaiki kepribadian atau akhlak.  Banyak masalah kemanusiaan seperti kemelaratan, penindasan, peperangan, bencana

alam dan sebagainya muncul akibat karakter/akhlak yang tidak terpuji dari orang-orang yang menimbulkan pemerintahan yang korup, pemimpin yang tidak amanah, rakyat yang tidak disiplin, pengusaha yang tidak menjaga kelestarian alam, dan sebagainya.  Begitu pentingnya masalah karakter ini, sehingga di Universitas Indonesia ada 2 (dua)

mataajar pengembangan kepribadian terpadu (MPKT), A dan B, dengan total bobot 12 SKS. Tidak hanya MPKT, pengembangan kepribadian dilengkapi pula dengan MPK Agama, MPK Seni-Olahraga, dan MPK Bahasa Inggris. Bahkan sebenarnya pengembangan kepribadian mahasiswa dilanjutkan pula di semua mataajar di tingkat rumpun ilmu, fakultas, dan program studi.  Diharapkan lulusan UI akan memiliki kepribadian yang terpuji demi mengemban

amanah penderitaan rakyat (AMPERA). Lulusan Universitas INDONESIA tidak hanya sekedar mencari penghasilan, jabatan, atau karir bagi diri sendiri, tetapi juga ikut serta dalam meningkatkan kesejahteraan umum yang berkeadilan dan berkedaulatan, menjaga kelestarian alam serta lingkungan sehingga generasi yang berikutnya tidak mengalami kesusahan dalam melanjutkan kehidupan di atas bumi yang satu ini. B. Tujuan Umum Mengembangkan partisipasi mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalahmasalah kemasyarakatan, bangsa, negara, dan lingkungan yang dilandasi iman dan taqwa, budi pekerti, serta etika akademik dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

7

_________________________________________________________________ FEUI

C.

Latar Belakang  Yang menjadi dasar dari tujuan MPKT adalah bahwa manusia haruslah belajar

sepanjang hayat (life-long learners) atau “belajar mulai dari tali buaian hingga tali liang lahat”. Peserta didik di tahun pertama di UI disiapkan dalam MPKT sebagai pemelajar yang handal, efektif, ber-empati, dan ber-etika.  Dengan demikian tujuan-tujuan MPKT-A yang ingin dicapai adalah:

1. Peserta didik memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran,

dan keadilan (veritas, probitas, iusticia) yang dianut oleh UI, yang selaras dengan nilai Pancasila dengan 5 (lima) silanya;
2. Peserta didik memiliki etos kerja sebagai intelektual yang berpikir kritis (critical

thinking), berpikir kreatif (creative thinking), dan berpikir secara integratif (integrated thinking); 3. Peserta didik berkeinginan untuk belajar memahami persoalan utama bangsa dan penderitaan rakyat banyak, sehingga secara otomatis memberikan respon positif (berempati, keberpihakan, dan berkemauan untuk membantu) terhadap permasalahan rakyat banyak dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara; 4. Peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara verbal yang memadai baik lisan maupun tulisan; 5. Peserta didik memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi informasi untuk kebutuhan belajar dan kebutuhan lainnya.  Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, diperlukan berbagai pembelajaran yang

dijabarkan dalam berbagai aktifitas baik di dalam ruang kelas, maupun di luar kelas (berupa tugas-tugas). D. Sasaran Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan MPK Terintegrasi, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan dan menganalisis secara kritis pemicu/topik dengan menggunakan kerangka teori pada pokok bahasan logika, filsafat ilmu dan Pancasila, berlatar belakang akhlak dan budi pekerti, serta masyarakat dan kebudayaan di Indonesia; 2. Menjelaskan nilai-nilai akademik dan nilai-nilai yang dianut bangsanya dari berbagai kemajemukan manusia dan budayanya di Indonesia;

_________________________________________________________________ FEUI

8

3. 4.

Membahas permasalahan dengan menerapkan langkah-langkah belajar secara aktif, Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam diskusi, presentasi,

dan menggunakan teknologi informasi; maupun dalam bentuk tulisan akademik. Sasaran Pembelajaran MPK Terintegrasi dijabarkan pada setiap awal pemicu/topik dari setiap pokok bahasan. E. Peta Konsep (Mind Map) Tujuan Pembelajaran MPKT-A
Critical Thinking Kebenaran (Veritas) Kejujuran (Probitas) Keadilan (Iusticia) 2) Etos Intelektual Internalisasi Nilai-nilai Kerja Creative Thinking Integrated Thinking Lisan Tulisan

4) Kemampuan Komunikasi Verbal

TUJUAN MPKT-A

5) Information Technology Literacy

3)

Belajar Memahami dan Mengatasi Persoalan Bangsa & Penderitaan Rakyat Pembangunan, kemiskinan & keadilan sosial Keberagaman dsbnya suku, agama, daya bahasa, dan

Browsing internet, jurnal online, dll. Sistem akademik UI (SIAK-NG) Scele Dan lain-lain

Degradasi sumber lingkungan Dan lain sebagainya

alam

9

_________________________________________________________________ FEUI

-oOo-

BAB III POKOK BAHASAN (PB) DAN SUBPOKOK BAHASAN (SPB) Urutan Penyampaian Pokok Bahasan: I. Pokok Bahasan I: “Filsafat Ilmu, Logika, Etika, dan Pengembangan Karakter” (8 kali pertemuan) a. Sub pokok bahasan 1: Kekuatan dan Keutamaan Karakter b. Sub pokok bahasan 2: Filsafat Umum dan Logika (Experiental Learning) c. Sub pokok bahasan 3: Filsafat Umum dan Logika (experiental learning) d. Sub Pokok Bahasan 4: Logika dan Silogisme e. Sub pokok bahasan 5: Dilema Moral dalam Kemiskinan (lapangan) f. Sub pokok bahasan 6: Dilema Moral dalam Kemiskinan (kelas) g. Sub pokok bahasan 7: Etika dan Dilema Moral h. Sub pokok bahasan 8: Pemutaran Film dan Diskusinya Pokok Bahasan II: “Individu, Kelompok, Masyarakat dan Kebudayaan” (4 kali pertemuan) a. Sub pokok bahasan 1: Pengantar Collaborative Learning dan pembahasan oleh 6 kelompok Focus Group1: (1) Otak, (2) Perbedaan Individu, (3) Kelompok, (4) Komunikasi, (5) Masyarakat dan perilaku Ekonomi, (6) Masyarakat dan kebudayaan b. Sub pokok bahasan 2: Diskusi 6 kelompok Focus Group c. Sub pokok bahasan 3: Diskusi dalam 6 kelompok Home Group d. Sub Pokok Bahasan 4: Diskusi dalam 6 kelompok Home Group dan Presentasi Kuliah Umum A: “Pentingnya Jatidiri” oleh Dosen/Narasumber Tamu (2 kali pertemuan: kuliah tamu dan diskusinya ) Pokok Bahasan III: Bangsa, Negara, dan Pancasila” (4 kali pertemuan) a. Sub pokok bahasan 1: Pengantar metode Problem Based Learning dan pembagian kelompok PBL (6 kelompok) b. Sub pokok bahasan 2: Diskusi kasus “penimbunan BBM” : isu-isu pembelajaran c. Sub pokok bahasan 3: Lanjutan diskusi: definisi masalah dan presentasi d. Sub pokok bahasan 4: Lanjutan diskusi dan presentasi: solusi masalah Kuliah Umum B: “Masyarakat, Bangsa, Negara, dan Cinta Tanah Air” Oleh Dosen/Narasumber Tamu (2 kali pertemuan) Proyek Akhir: “Mana Jatidirimu?” (4 kali pertemuan) a. Pembentukan kelompok proyek akhir dan penjabaran tugas b. Diskusi 1: rencana proyek akhir dan rancangan konseptual c. Diskusi 2: mematangkan rancangan rencana proyek akhit d. Diskusi 3: eksekusi rencana

II.

III. IV.

V. VI.

_________________________________________________________________ FEUI

10

e. Pertemuan 4: presentasi proyek akhir di kelas

11

_________________________________________________________________ FEUI

BAB IV RANCANGAN PERTEMUAN KELAS BUKU I - III

12

BUKU I:
FILSAFAT ILMU, LOGIKA, ETIKA DAN PENGEMBANGAN KARAKTER

Catatan – pesan untuk fasilitator:

1. Selalu cek hari dan tanggal pertemuan. 2. Setiap fasilitator diharapkan hadir di kelas tepat waktu. Kalau behalangan hadir
karena berbagai alasan kuat, mohon lapor ke Koordinator Fakultas (Anti) atau ke TIM MPKT A = Pinky, Guntur, Pius dan Jossy. Kelas tidak boleh dikosongkan tanpa keperluan yang jelas. Bila terpaksa, mohon mencari pengganti fasil atau ganti hari. Syarat: mengganti waktu dan hari hanya diperbolehkan bila tidak ada keberatan dari seluruh mahasiswa kelas. Urusan ruangan, lapor ke Biro pendidikan dan harus di kelas yang telah diperuntukan untuk mPKT A – ada speaker. Kelas akan dilengkapi dengan speaker, komputer juga disiapkan untuk memutar film, lagu, dll. Bahan bacaan Buku 1 – 3 untuk fasilitator telah diemail ke milis dosen MPKT A. Akan diupayakan dimasukkan ke komputer kelas, akses untuk mahasiswa. Mahasiswa juga bisa copy ke USB nya. Dalam masa perkuliahan nanti, kita, tim fasil FEUI akan mengadakan pertemuan konsolidasi setiap hari Senin pagi atau siang, tergantung waktu yang kita sepakati. Mohon kerjasamanya. Komunikasi setiap saat bisa dilakukan melalui milis Dosen MPKT. Koordinator tidak harus sms atau telepon. Fasilitator agar memeriksa LTM, makalah atau tugas –tugas yang diberikan di kelas, diberi nilai (nilai boleh diumumkan atau disimpan fasil). Makalah/LTM yang telah diperiksa dikembalikan sebagai feedback bagi mahasiswa.

3.

4.
5. 6.

7.

13

PERTEMUAN 1, SELASA 4 SEPTEMBER 2012 1. Pengantar: • Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dipimpin salah satu mahasiswa. Hal ini harus dilaksanakan di semua kelas, di setiap awal kelas. Untuk hari-hari berikutnya, sebaiknya tetap menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tetapi boleh juga diselingi dengan lagu nasional seperti Syukur, Bangun Pemudi Pemuda, Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dll. Nyanyian harus disertai pemahaman liriknya. Lirik ditayangkan, agar semua mahasiswa bisa membaca. Beberapa pilihan lagu diupayakan di rekam ke komputer kelas, atau di CD yang akan diberikan kepada fasilitator. • Persiapan kontemplasi: Mengenal jati diri kita: Tayangan Video Biological Lesson For Enlightment (Video Otak Kalbu):.  Mahasiswa yg mulai memahami jati dirinya: bahwa ia yg sebenarnya bukanlah tubuh jasmani (body), atau pun jiwa perasaan (mind), tetapi unsur Ruh (spirit) yg tidak memiliki bentuk. Kesalahan mengidentifikasi diri sebagai tubuh/perasaan (body/mind) selama ini harus kita putus. Video Biological Lesson For Enlightment memberikan hints: organ vital seperti jantung, otak, paru-paru, serta selsel tubuh dsbnya bekerja beroperasi dengan sendirinya tanpa disuruh, artinya semua unsur jasmani dan perasaan bukanlah "kita" tetapi "sesuatu" yg kita amati bekerja dan beroperasi. Lalu "kita" yg sebenarnya apa ......????  Mahasiswa mulai berproses "mencari" jati dirinya, dan cara satusatunya adalah dengan kontemplasi. Makanya metode kontemplasi sederhana perlu diperkenalkan. Suatu saat nanti ia akan mendapatkan metode kontemplasi yang sebenarnya. Dalam keheningan dan ritme kerja organ yg normal/rileks saat kontemplasilah kita bisa pelan-pelan membangunkan kesadaran (consciousness). Membangunkan kesadaran ini penting karena pada dasarnya kita semua saat ini tertidur, tidak sadar akan realitas yg sebenarnya. Apa yg terlihat, terdengar, teraba, tercium, dan terasa memperdaya kita akan Kebenaran yang sesungguhnya. Seperti kata Socrates dan cendikia lainnya "Know thyself" (kenali diri) dan "whoever knows him/herself knows God" (man arafa nafsaha, faqad ala Rabbaha). Insya Allah pada akhirnya mahasiswa akan mengenali dirinya yang sebenarnya dan saat itu ia mengenali Tuhan (KEBENARAN / The Truth). Saya kira inilah tujuan lmu pengetahuan.  Mahasiswa yg dapat berpikir secara kreatif, kritis, dan terintegrasi (creative, critical, dan integrated thinking). Ini yg mungkin belum dirasakan dalam MPKT A. Adalah tugas kita di FEUI. • Kontemplasi: setiap mahasiswa diminta duduk tegak, tidak bersandar. Sebaiknya tangan diletakkan di pangkuan, dua jempol ditemukan, telapak tangan ditumpuk atau diserahkan pada kenyamanan mahasiswa untuk siap 14

berdoa dengan caranya masing-masing. Pikiran difokuskan kepada Tuhan YME. Berdoa, konsentrasi untuk dapat siap, tenang dan ikhlas menjalankan kuliah hari itu. Fasilitator menjelaskan arti dan tujuan jangan sampai disalah artikan, salah paham dengan meditasi atau ritual-ritual keagamaan Hal ini tidak mengarah pada agama atau kepercayaan apapun, selain untuk tenang dan siap belajar. Gunakan lagu yang tenang pilihan fasilitator. Mahasiswa dan fasilitator sama-sama duduk tenang dan konsentrasi, menenangkan diri, fokus pada satu hal (mengikuti nafas masuk- keluar secara teratur, atau doa, atau fokus hanya pada Tuhan dengan caranya masing-masing). Daftar pilihan lagu di akhir BRP ini, akan direkam di komputer kelas, atau setiap fasil siapkan 1 USB untuk rekam. Refleksi diri: Mahasiswa atau fasilitator menyediakan buku tulis biasa, tipis saja yang akan digunakan untuk refleksi selama 28 kali pertemuan. Setiap mahasiswa menulis di buku renungan individu,: tuliskan apa saja yang terpikir, dirasakan pada saat itu setelah kontemplasi. Berikan waktu 5 menit, dalam suasana tenang, hening, mahasiswa menulis apa saja tanpa terputus, walau sedang kosong, diminta untuk tetap dan terus menulis apa saja misalnya: saya bingung, ah kok lupa, lho kok bingung, kosong, blank, dll. Kegiatan menulis ini akan dilakukan terus setiap hari, di awal (kalau ada waktu bisa juga di akhir pertemuan hari itu) paling lama 5 menit.Tulisan ini akan direkap di akhir semester. Apa yang terlihat, terjadi kita perhatikan saja di akhir pertemuan ke 28. Apakah ada perubahan dari tulisan, apakah masih ada kebingungan, atau mahasiswa sudah mulai percaya diri, tenang, bisa menulis dengan teratur apa yang dirasakan? Tujuan: melatih untuk menulis, menuangkan pikiran dalam tulisan yang akan selalau dilakukan selama kuliah di FEUI. Fungsi: merefleksikan apa yang ada dalam hati dan pikiran. Bila ada waktu, fasilitator bisa memberi kasus kecil untuk menambah dan mengasah wawasan serta kepekaan: Kasus kecil bisa potongan berita dari surat kabar, internet, atau yang sudah ada dalam Folder Pius. Masingmasing fasilitator bisa menentukan/ memilih sendiri. Bisa ditulis untuk dibahas hari berikut, atau langsung di bahas di kelas, tergantung waktu yang tersedia dan keadaan kelas.

2. Perkenalan kelas – fasilitator • Perkenalan antar teman sesama mahasiswa bisa dilakukan dengan Games BINGO (terlampir) atau dengan perkenalan berpasangan, atau dengan cara lain.. • Perkenalan juga melibatkan fasilitator, yang perlu memperkenalkan diri pada semua mahasiswa.

3. Tata tertib, kesepakatan kelas.

15

• •

Untuk menjaga tata tertib, aturan main harus disepakati bersama, sebaiknya tidak ada pemaksaan, mengajarkan mahasiswa bertanggung jawab pada pilihan dan kesepakatan bersama. Rincian tata tertib diserahkan pada fasilitator pengampu kelas dengan tetap mengacu pada Tata Tertib/ Norma Perilaku FEUI: kehadiran minimal harus 80%, keterlambatan di kelas maksimum 15 menit. Meskipun begitu, fasilitator boleh melakukan modifikasi, diskresi, tetapi harus disepakati kelas. Misalnya: kehadiran merupakan komponen penilaian akhir. Atau dosen tidak akan ketat dalam absensi, tetapi setiap kehadiran di kelas = partisipasi kelas akan dinilai tinggi (misalnya: .....%), dlsb. Perlu diingat, bahwa kita, pengajar fasilitator adalah contoh, panutan bagi mahasiswa, sehingga bila kita minta mahasiswa tidak terlambat datang ke kelas dan memebri toleransi 15 menit – setelah itu dianggap absen, maka kita harus datang tepat waktu, tidak terlambat. Apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan- dilakukan di kelas: membuka laptop untuk keperluan di luar materi kuliah, membuka BB, HP, buku , koran, majalah, mengerjakan mata kuliah lain seperti membuat PR/tugas mata kuliah lain, makan minum, dlsb, diserahkan pada fasilitator.

4. Segala sesuatu mengenai MPKT A: • • • Pengertian dan Tujuan MPKT: Lampiran 2., Fokus MPKT A: Pengenalan diri dan mencari kebenaran. Review singkat metode pemelajaran: EL, CL, PBL telah diberikan pada waktu OBM. Tunjuk satu sampai tiga mahasiswa atau voluntir untuk menjelaskan EL, CL dan PBL di depan kelas. Fasilitator memperbaiki bila ada kesalahan – Bahan CL, PBL, EL ( lampiran 3 - di komputer kelas) Memutar Video Testimoni Mahasiswa Lama (disediakan Tim MPKTA di komputer kelas), untuk menunjukkan sikap sebagai mahasiswa FEUI: kesan mahasiswa angkatan 2011 mengenai MPKT A.. Penjelasan singkat mengenai tugas-tugas: diskusi, presentasi kelompok, presentasi seluruh individu mahasiswa, dan semua tugas yang diatur UI. Tugas tambahan seperti quiz kecil, membahas kasus kecil, dll bila diinginkan oleh fasilitator, diatur sendiri – setiap kelas dipersilakan mengadakan tugas-tugas tambahan bila dirasakan perlu untuk menambah nilai, tes pemahaman, dan kepekaan. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dalam pelaksanaan MPKT A kali ini, FEUI meniadakan kegiatan pemelajaran Bahasa Indonesia yang memerlukan penjelasan seperti yang diharuskan oleh UI (lihat matriks BRP UI), karena kita dari FEUI tidak berkompeten mengajar Bahasa Indonesia. Kita mungkin bisa, bila sekedar menunjukkan bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar secara ilmiah baik dalam lisan maupun tulisan. Berikan penekanan bahwa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mencerminkan kekuatan sebagai bangsa Indonesia. Dalam tulisan, bisa ditunjukkan suatu LTM – akan ada sesi khusus untuk menjelaskan LTM. Jelaskan sistimatikanya 16

• •

dengan menunjukkan apa yang disajikan dalam buku Bahasa Indonesia. Mahasiswa diminta membaca sendiri Buku Modul Bahasa Indonesia (soft copy). • Evaluasi- penilaian MPKT A (dari tahun lalu, untuk semester gasal 2012 akan ditentukan kemudian, mendekati UTS. Bila diperlukan fasilitator dapat menjelaskan bobot tahun yang lalu, agar mahasiswa mempunyai bayangan mengenai penilaian. Yang penting, perlu ditekankan, diingatkan bahwa kehadiran di kelas, partisipasi mempunyai bobot nilai yang tinggi, agar mahasiswa rajin datang ke kelas, berpartisipasi aktif - karena mahasiswa sangat mementingkan nilai ): Nilai masing-masing mahasiswa diperoleh dari (masih bisa didiskusikan): 10% rerata nilai makalah kelompok + 20% rerata nilai makalah, LTM dan tugas-tugas individu + 15% nilai UTS + 15% nilai UAS + 20% rerata mahasiswa + 20% nilai Proyek Akhir. 5. Pembentukan kelompok: • Diperlukan 6 kelompok dalam satu kelas, sehingga jumlah anggota kelompok tergantung jumlah peserta didik (mahasiswa) di kelas. Idealnya dalam proses pemelajaran, 1 kelas maksimum 30 orang. Untuk semester yad ini, kelas ada yang terdiri 36 dan 30 mahasiswa tergantung kapasitas kelas, serta jumlah mahasiswa dibandingkan dengan jumlah fasilitator yang ada. • Kelompok dibentuk dengan berbagai metode pilihan fasilitator (Lampiran Pembentukan Kelompok): (a) Management Team and Group Role: mengidentifikasikan karakter dan potensi individu. Kelompok dibentuk dengan kombinasi karakter dan kemampuan, agar kerja kelompok bisa optimal = tidak ada individu yang sempurna, tetapi teamwork bisa diupayakan menjadi sempurna. Lampiran 4 (b) Metode KOLB- lampiran 4 Metode hitungan urutan 1 – 6 (untuk 6 kelompok). Dll Kelompok berlaku, digunakan sampai akhir semester. nilai keaktifan.partisipasi kelas dan presentasi

(c) (d) •

17

6. Penutup: • Ingatkan Tugas Kekuatan dan Keutamaan Karakter pertemuan ke 2, yaitu :  Dikerjakan di rumah: • Membaca (dari soft copy) secara individu materi pertemuan 2 – Kekuatan dan Keutamaan Karakter – Buku Ajar 1 (th 2011), Bab IV halaman:115 sampai dengan halaman 123. • Nonton Film Men of Honour (sekitar 1.5 jam). Fasil minta mahasiswa mengambil (copy) film dan bahan bacaan di komputer kelas. • Menjawab pertanyaan berikut, tulis dalam Laporan Tugas Mandiri (LTM1), terkait dengan 2 tugas di atas. (i) Mahasiswa mendeksripsikan nilai-nilai yang dianut oleh Pemeran Utama, pemeran Master Chief Sunday, Mr Peppy dan Letnan Hanks. Mahasiswa mengelaborasi hal-hal yang membuat karakter pemeran utama berkembang dan perubahan Master Chief Sunday. Jelaskan Kekuatan dan Keutamaan Karakter Pemeran Utama terkait dengan poin-poin dalam tugas membaca, yaitu: Kepribadian dan Karakter, Kekuatan dan Keutamaan Karakter, Kriteria Karakter yang kuat, Kelompok Keutamaan yang menjadi kekuatan karakter, Karakter dan Spiritualitas, Keutamaan Karakter dan Kebahagiaan.

(ii)

(iii)

• Tutup kegiatan hari ini dengan (i) bila ada waktu refleksi akhir pertemuan dan/atau (ii) menyanyikan lagu nasional atau daerah pilihan kelas.

_____________

18

PERTEMUAN 2: JUM’AT 7 SEPTEMBER 2012 Pokok Bahasan: Filsafat Ilmu, Logika, Etika dan Pengembangan Karakter. Lingkup Sub Pokok Bahasan: Kekuatan dan Keutamaan • Kaidah berpikir tepat dan logis • Paragdima ilmu pengetahuan • Kaidah atau norma etika • Etika profesi sebagai ilmu • Pentingnya etika dalam kehidupan sehari-hari Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyi lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri (menulis). 2. Mahasiswa diminta mengumpulkan LTM 1 (Laporan Tugas Mandiri) Kekuatan dan Keutamaan Karakter yang telah disampaikan pada akhir pertemuan 1. 3. Mahasiswa diminta membahas, diskusi dalam kelompoknya jawaban Tugas Kekuatan dan Keutamaan Karakter. 4. Wakil kelompok, kalau bisa setiap kelompok mendapat giliran atau, kalau waktu tidak cukup, dipilih acak mungkin 3 kelompok saja, presentasi jawaban tersebut (butir 2) . 5. Memutarkan Cuplikan film “ Men of Honour” yang telah disiapkan dalam CD Fasilitator (sekitar 4 menit). 6. Diskusi Materi Kekuatan dan Keutamaan Karakter: bahasan materi dari bacaan, jawaban mahasiswa dan film.. 7. Mendengarkan, kelompok lain secara bergantian diminta memberi komentar, tanggapan. Selesai untuk Materi Kekuatan dan Keutamaan karakter Dilanjutkan mengenai Laras Ilmiah 8. Bahasa Indonesia: Laras Ilmiah – Buku Bahasa Indonesia Modul 1 (buku 2011), Latihan 2. Mahasiswa secara individu membaca di kelas, hardcopy disiapkan fasilitator (Lampiran 5): • tidak akan khusus dibahas, tetapi fasilitator dapat memberikan penjelasan ringkas sesuai dengan kemampuannya, dan waktu yang tersedia. Bila ada yang bertanya, bila fasilitator bisa menjelaskan silakan dijelaskan, atau ditunda. Fasilitator diharapkan memahami Laras Ilmiah agar dapat memberi arahan. Fasilitator memberikan penekanan agar seluruh kegiatan perkuliahan LTM harus mengikuti kaidah bahasa Indonesia

9. Penutup 19

Mengingatkan tugas untuk pertemuan ke tiga, 11 September 2012:  Membaca Buku Ajar 1 halaman 5 tentang filsafat.  Nonton Film Gandhi (Film sudah disiapkan).  LTM 2: menjawab pertanyaan berikut, materi Berpikir Filsafati
(i) Dalam kongres masyarakat India, Gandhi berpidato. Jelaskan latar belakang filsafat ucapan Gandi bahwa “ kita tidak mewakili bangsa India hanya karena kita berjuang untuk kemerdekaan, selagi kita tidak mampu berjuang sebagai satu bangsa”. (menit ke 57-59)

Jelaskan pernyataan Gandi dalam pertemuan berikut( menit 27-30):  Melawan kekerasannya bukan memprovokasi.  Melalui rasa sakit kita, mereka akan tersadar akan ketidak adilan yang dilakukan.  “we will attack no one, kill no one, but we will not give our fingerprints, not one of us, they will imprison us. They will fine us. They will seize our possessions. But they cannot take away our self-respect if we do not give it to them.

 They may torture my body, break my bones, even kill me. Then they will have my dead body not my obedience.
(iii) Jelaskan latar belakang filsafat ucapan Gandhi “ Saya adalah Hindu, Islam, Kristen dan Yahudi” (menit ke: 2.38.00-2.39.00)

 Pertemuan ditutup dengan menyanyikan lagu nasional atau daerah pilihan kelas, dengan meresapi arti liriknya (jika cukup waktu). -----------------------

20

PERTEMUAN 3: SELASA 11 SEPTEMBER 2012 Pokok Bahasan: Filsafat ilmu, Logika dan Pengembangan Karakter Lingkup Subpokok Bahasan: Filsafat Umum dan Logika. Ciri Pikiran Filsafati- bahan Buku Ajar 1 (lama) bab I dan II (2.1 dan 2.7).
Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyi lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri-menulis. 2. Mengumpulkan LTM 2 Berpikir Filsafati (Gandhi). 3. Presentasi individu (1): Film Gandhi, 1 orang dari setiap kelompok.. 4. Diskusi mengenai jawaban atau interpretasi mahasiswa atas film Gandi dengan materi berpikir filsafati tersebut. 5. Fasilitator memutar cuplikan Film Gandhi dan memberikan penjelasan, kaitkan dengan hasil diskusi mahasiswa tadi. 6. Melanjutkan dengan melakukan kegiatan simulasi Menggambar Pemandangan: kekuatan karakter, merenung, kontemplasi, kepekaan  Berpikir filsafati yang artinya merenung, bukan menghayal atau melamun. Mahasiswa diminta menggambar pemandangan – bebas menentukan berdasarkan apa yang dipandang, apa yang terpikir - metode EL – pengalaman individu yang paling melekat dalam pikiran biasanya yang akan muncul, pengamatan, kepekaan akan muncul dalam gambarnya. 7. Dalam kelompok mahasiswa mendiskusikan hasil menggambar pemandangan, apakah gambar mereka sama atau berbeda dan mengapa menggambar seperti yang digambar, apa latar belakangnya? 8. Tugas : • Selama mahasiswa menggambar, keliling mengamati apa yang digambar • Dalam diskusi mengarahkan, menjelaskan dengan cara berpikir filsafati ( Buku Ajar 1 halaman 5). • Tanya jawab. Mahasiswa tidak boleh berpegang pada jawaban sebagai suatu kebenaran  Hasil diskusi = jawaban tidak boleh dipegang sebagai kebenaran, harus mencoba terus mencari dan tidak tertutup pada kritikan, mahasiswa harus mau menerima pendapat orang lain dan bersikap rendah hati. • Mahasiswa harus memahami apa yang dimaksud dengan pemandangan = sesuatu yang dipandang, tidak harus pemandangan alam (gunung, laut, dsb), kursi, orang, sudut ruangan juga pemandangan. Mahasiswa diarahkan untuk memperbaiki persepsi mengenai arti pemandangan.

21

• Pemahaman mengenai keindahan, bila yang digambar adalah pemandangan alam yang dianggap indah, ingatkan, indah itu relatif. Gambar pegunungan – yang umumnya digambar mahasiswa – kenapa menggambar gunung? Pesan: Penutup 9. Mengingatkan tugas untuk dikerjakan di rumah
• Membaca Buku I halaman 19 - 21: term, definisi, divisi – logika dan makna kata.

 Bahasa Indonesia: mahasiswa diminta membaca dan mempelajari sendiri di rumah dari softcopy, mengenai: Penyajian Lisan - prasyarat penyajian lisan dengan mempelajari Latihan 5: membaca teks pendek dan menyajikan – praktek teori Penyajian Lisan. Untuk selanjutnya, cara presentasi harus mengikuti aturan itu. (Belum ada modul Bhs Indonesia dari UI)  Membaca Bahasa Indonesia Modul 6 Latihan 6 : Plagiarisme – dan kemudian siap untuk presentasi pada pertemuan 4 - menyajikan lisan pemahaman mengenai Plagiarisme, untuk siap-siap presentasi individu (1): plagiarisme.
• Menonton Film 3 Idiot dan menjawab pertanyaan berikut dalam LTM 3 (penalaran induktif) : (i) Berdasarkan penalaran deduktif jelaskan perbedaan penalaran pemeran (Ranchoddas Shamaldas Chanchad) dengan Profesor Viru, ayah Farhan, Ibu Raju. (ii)Berikan contoh konkret penalaran induktif yang dilakukan Pemeran Utama (Ranchoddas Shamaldas Chanchad) terhadap kedua temannnya “Farhan Qureshi”, sehingga menyimpulkan bahwa Farhan harus meninggalkan kuliahnya dan fokus untuk menjadi photographer. (iii) Berikan contoh penalaran induktif mengapa pemeran utama (Ranchoddas Shamaldas Chanchad) menuduh gurunya (Profesor Viru Shastrebuddhe) sebagai pembunuh mahasiswa yang bunuh diri.

10. Penutup, menyanyikan lagu nasional atau daerah pilihan kelas, dengan meresapi arti liriknya (jika cukup waktu).

-------------------

22

PERTEMUAN 4, JUM’AT 14 SEPTEMBER 2012
Lingkup Subpokok Bahasan Filsafat Umum dan Logika, Buku Ajar 1 Bab 1 dan 2 ( 2.2; 2.3 dan 2.4) Daftar dan kategori kata : membuat definisi harus jelas, agar tidak tumpang tindih. Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyi lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri -menulis. 2. Kumpulkan LTM 3 Penalaran Induktif dengan materi film 3 Idiot, 3. Diskusi jawaban tugas di kelompok, untuk presenatsi - tunjuk 2 atau 3 mahasiswa untuk presentasi. 4. Memutar cuplikan film 3 Idiot. 5. Diskusi Penalaran Induktif dengan materi film 3 Idiot hasil interpretasi (LTM 3). 6. Kegiatan baru: Daftar Kata (lampiran 8). Bagikan lembar daftar kata. Mahasiswa secara individu mengkategorikan kata-kata yang ada dalam katagori/klasifikasi tertentu menurut mereka sendiri – bebas, misalnya kategori: benda, kota, tanaman, alat, dll. 7. Diskusikan dalam kelompok: mengapa menentukan kategori seperti itu, apa kriterianya. 8. Selama mahasiswa diskusi, mengamati dan menjelaskan - Buku I halaman 19 - 21: term, definisi, divisi – logika dan makna kata. BORANG B-1 9. Menyampaikan hasil klasifikasi kata wakil dari tiap kelompok. 10. Mahasiswa Presentasi individu Plagiarisme, 1 orang dari setiap kelompok: mahasiswa 1 – 6 = 6 orang. 11. Penutup Mengingatkan Tugas untuk sesi berikutnya. • •
• Membaca soft copy Buku I:

Bab II.5: Argumen Deduktif , Induktif Silogisme; Manfaat Filsafat, Sesat Pikir halaman 12, 13 dan 67-74 Sesat Pikir. Kaitkan dengan 6 kekuatan karakter (perkenalan) dan Etika halaman 101 – 106. Premis-premis argumen yang menuju kesimpulan. Bila premis-premis argumen benar, maka kita harus menerima bahwa kesimpulannya benar dan sebaliknya. 23

• •

• •

Manfaat Filsafat (halaman 12-13) Sesat Pikir (halaman 67 – 74) kekeliruan dalam penalaran berupa penarikan kesimpulan dengan langkah-langkah yang tidak sah karena dilanggarnya kaídah-kaidah logika. Sesuatu terasa betul, tetapi setelah diuji terbukti tidak betul. Etika: Kebebasan dan tanggung jawab (halaman 101 - 104.). Karakter kelompok keutamaan dan kekuatan karakter (Tabel 41, halaman 119 - 120).

• Menonton Film Every Child is Special tentang Sesat Pikir, generalisasi menyebabkan salah dalam mengambil keputusan. • LTM 4: menjawab pertanyaan tentang Sesat Fikir, kumpulkan pada pertemuan 5: Berikan 3 contoh silogisme yang menunjukkan sesat pikir tokohtokoh dalam film Every Child is Special terhadap pemeran utama Ishan Aswanti.

Mahasiswa menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah.

-------------------

PERTEMUAN 5, SELASA 18 SEPTEMBER 2012
Pokok Bahasan: Filsafat Ilmu, Logika dan Pengembangan Karakter. Lingkup Subpokok Bahasan: Logika, silogisme, Buku Ajar I, Tugas: Membahas Kasus Pak Jeje (lampiran 9): 2. 3. 1. Pembukaan: menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri - menulis. Kumpulkan LTM 4 Penalaran Induktif: Every Child is Special Meminta 2 atau 3 mahasiswa tampil ke depan menyampaikan isi tugasnya.
• Memutar cuplikan film Every Child is Special yang berisi pesan: bahwa mengeneralisasikan masalah, akan menyebabkan salah dalam mengambil keputusan.

• • •

4. Surat Pak Jeje . Bagikan studi kasus Surat Dari Pak Jeje. baca dan diskusikan: Bab II.5: Argumen Deduktif , Induktif Silogisme; Manfaat Filsafat, Sesat Pikir halaman 12, 13 dan 67 Sesat Pikir. Kaitkan dengan 6 kekuatan karakter (perkenalan) dan Etika halaman 101 – 106. Premis-premis argumen yang menuju kesimpulan. Bila premis-premis argumen benar, maka kita harus menerima bahwa kesimpulannya benar dan sebaliknya. Manfaat Filsafat (halaman 12-13) 24

• • •

Sesat Pikir (halaman 67 – 74) kekeliruan dalam penalaran berupa penarikan kesimpulan dengan langkah-langkah yang tidak sah karena dilanggarnya kaídah-kaidah logika. Sesuatu terasa betul, tetapi setelah diuji terbukti tidak betul. Etika: Kebebasan dan tanggung jawab (halaman 101 - 104.). Karakter kelompok keutamaan dan kekuatan karakter (Tabel 41, halaman 119 - 120). 5. Mahasiswa menyampaikan pendapatnya tentang kasus Pak Jeje. Diskusi kelompok, salah satu wakil kelompok menyampaikan di depan kelas, dll cara yang dianggap baik oleh fasilitator kelas. 6. Memberi tanggapan seperlunya mengenai pesan yang disampaikan oleh kasus pak Jeje ini, beri penekanan pada logika, nilai-nilainya untuk memperbaiki sikap, cara berpikir mahasiswa. 7. Penutup • Pekerjaan di rumah: membaca dari soft copy, Modul Bahasa Indonesia mengenai: membaca dan menarik kesimpulan – tesis sebuah teks- untuk dikerjakan pada pertemuan 7, Selasa 25 September 2012. • Fasilitator mengingatkan persiapan menuju kerja sosial (Kersos) – kegiatan mahasiswa FEUI. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah.

---------PERTEMUAN 6, JUM’AT 21 SEPTEMBER 2012
Dilaksanakan di desa kerja sosial mahasiswa, di lingkungan Gunung Salak Bogor: • • • Kampung Cijulang, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan mahasiswa seperti tahun lalu di Cijeruk Gadok: membantu masyarakat memperbaiki jalan, sumber air bersih, MCK, dll kerja sosial. Kelas di teras rumah atau di bawah pohon diatur oleh panitia Kersos. Setiap malam, mahasiswa diminta mengamati keluarga tempat mereka tinggal, mencoba menangkap apa yang terjadi (apa saja yang menarik perhatian mereka) dengan tingkat kepekaan mereka (metode MAR). Kita lihat hasilnya, digabung dengan temuan dalam kersos, ditulis dalam makalah – untuk bahan presentasi individu putaran ke 3. Mahasiswa yang menyatakan tidak dapat ikut Kersos harus melapor ke Manajer Mahalum, perlu surat keterangan sakit. Fasil mencatat dalam daftar kehadiran  dianggap absen. Bagi mahasiswa yang tidak ikut kersos kali ini, harus tetap mengikutinya bulan Desember. Jangan lupa bawa absensi.

Kegiatan Kelas Desa 1. Pembukaan: menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri -menulis. 2. Bagikan kasus untuk diskusi induksi yang disertai pernyataan faktual – kasus Kemiskinan Kersos. 3. Diskusi kelompok dan pembahasan hasil diskusi. Setiap wakil kelompok menjelaskan bahasannya, dipandu fasilitator untuk diskusi kelas. 25

4. Pokok bahasan Kemiskinan: • Kasus Kemiskinan Kersos: “Pengemis dkk: Sebuah Potret Kemiskinan atau Kemalasan” (Lampiran 10). Dilema Moral (kemiskinan desa ke kota). Kemiskinan di desa menyebabkan orang pindah ke kota, sehingga kota juga mengalami kemiskinan. Dilema: apakah kita akan membantu orang yang miskin - malas, bagaimana yang miskin-karena haknya terampas (hak atas lahan sebagai salah satu faktor produksi, dll)? 5. Penutup • Fasilitator mengingatkan PR Mahasiswa, yaitu menuliskan tentang dilema moral kemiskinan dengan apa yang menjadi perhatian mahasiswa selama kersos. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah. • Refleksi

-------------------------PERTEMUAN 7, Selasa 25 September 2012
Pokok Bahasan: Filsafat Ilmu, Logika dan Pengembangan Karakter. Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyikan lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri menulis. 2. Fasilitator mengumpulkan tugas mahasiswa: Kasus Kersos Kemiskinan – Dilema Moral“ Pengemis dkk: Sebuah Potret Kemiskinan atau Kemalasan” (Lampiran 10). Hasil kerja mahasiwa harus dikoreksi dan kembalikan dengan catatan penilaian. 3. Melakukan review atas kunjungan kerja sosial yang dilakukan, diskusi. 4. Setiap kelompok menyampaikan hasil yang mereka dapatkan selama mengikuti kunjungan sosial. 5. Menyampaikan maksud dan tujuan melakukan kunjungan sosial. 6. Diskusi dan refleksi atas aktifitas kunjungan sosial yang telah dilaksanakan. 7. Mahasiswa diminta untuk berdiskusi untuk merekomendasikan masukan untuk penyelenggaraan kunjungan sosial di masa yang akan datang. 8. Penutup • Mengingatkan tugas mahasiswa (pekerjaan rumah) untuk pertemuan berikutnya:  Membaca materi buku 1 tentang etika  Menonton video: Sex, Lies and Cigarettes, tentang etika moral, merokok. Banyaknya iklan rokok di pelosok tanah air, kegiatan olah raga yang sukses di Indonesia, konser-konser musik yang menarik minat anak muda, dll berkat sponsor di antaranya perusahaan rokok Jarum. Sementara, kita terganggu dengan pengaruh dan dampak rokok pada kesehatan. Etiskah memasang iklan seheboh itu? Di mana moral kita, perusahaan rokok dan 26

mereka yang punya wewenang mengatur? Apakah kalah dengan kekuatan pengusaha, uang? Walaupun diakui sumbangan “rokok” pada pendapatan negara cukup besar (siapkan data). Bagaimana sikap mahasiswa yang diharapkan nantinya berjuang di lini depan bangsa?  PR LTM 5: Dilema Moral : menjawab pertanyaan berikut ditulis dalam LTM 5 untuk dikumpulkan dan dibahas pada pertemuan 8. Inti cerita dan pesan: bolehkah kita (pengusaha yang kaya karena rokok) hidup nyaman dalam kesengsaraan orang lain? Perokok, pengusaha rokok, yang tidak perduli pada lingkungannya dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mereka yang tidak merokok (resiko bagi perokok pasif lebih besar). Bagaimana petani tembakau yang hidup dari kebun tembakaunya, pekerja di pabrik rokok yang “hidup” dari rokok? Ada prokontra mengenai hal ini. Spirit dan toleransi dalam hidup bersama, bermasyarakat diangkat dalam diskusi. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah.

-----------------------------------

PERTEMUAN 8, JUM’AT 28 SEPTEMBER 2012
Pokok Bahasan: Logika, Etika dan Pengembangan Karakter Lingkup Subpokok Bahasan: ETIKA dan DILEMA MORAL Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyikan lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri menulis. 2. Mengumpulkan LTM 5 Dilema Moral dari video Sex, Life and Cigarette. Bahas, diskusi sebentar dalam kelompok, kemudian pilih, tentukan acak 2 atau 3 mahasiswa menyampaikan pemahaman mengenai Dilema Moral. LTM agar dikoreksi, dinilai dan dikembalikan kepada mahasiswa sebagai feedback. 3. Memutar versi pendek film Sex, Life and Cigarettes. mendiskusikan pesannya, kaitkan dengan materi dilema moral. 4. Memutar video tentang rokok – tentang anak-anak kecil usia balita di Indonesia yang kecanduan rokok, dll  betapa rokok telah meracuni anak bangsa (dibalik kerusakan yang diakibatkan rokok, di Indonesia rokok memberikan kontribusi bagi jutaan orang dan kegiatan sosial, olahraga). -> ini pengganti kasus/game OPEC. 5. Diskusi kelompok mengenai kasus “rokok” (bisa dikaitkan dengan film SLC), kemudian wakil dari 2 kelompok mempresentasikan hasilnya, diskusi dengan fasilitator – bahas di kelas. Kasus rokok ini - dilema moral, kaitkan dengan nilainilai ETIKA dan MORAL dalam kehidupan bersama. 27

6. Penutup • Fasilitator mengingatkan bahwa Buku Ajar 1 telah selesai dibahas. • Fasilitator melakukan review untuk sesi 1-8 yang telah dilalui. • Fasilitator mengingatkan mahasiswa mengenai acara menonton film di Auditorium pada pertemuan 9, Selasa 2 Oktober 2012. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah, resapi makna dalam lirik.

----------------------

PERTEMUAN 9, SELASA 2 OKTOBER 2012.
SESI NONTON FILM Sosial – Budaya – Lingkungan Alam : Pilihan: 1. Pomatodon – nama pohon tempat lebah menempatkan madu, sebagai sumber hidup masyarakat lokal: tentang kehidupan di Kalimantan, penduduk asli yang tergusur karena kebijakan pembangunan yang tidak memihak rakyat kecil, penduduk asli – tidak memahami kearifan lokal, dimana budaya dan adat istiadat terefleksikan dengan cara hidup, cara bermasyarakat, yang tidak dapat disamaratakan di seluruh Indonesia. Hutan rusak digarap pengusaha, sampai-sampai lebah tidak dapat meletakkan madunya di pohon, sumber pendapatan masyarakat hilang. Masyarakat transmigran yang datang ke Kalimantan mencari kehidupan yang lebih layak dibandingkan dnegan daerah asalnya di Jawa Tengah, menjadi sengsara, tidak sejahtera karena kebijakan pembangunan pemerintah yang lebih pro pengusaha, tidak memahami logika sosial budaya masyarakat setempat. 2. Toro-toro: erita dari Sulawesi, kasus kebijakan pemrintah yang menyeragamkan (bukan hanya baju kantor, baju sekolah) lembagalembaga dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, sehingga lembaga adat – yang sebetulnya dapat menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat dengan baik, menyelesaikan masalah yang timbul, menjadi tidak lagi berperan dalam pembangunan masyarakat selain sebagai lembaga yang mengurus nikah cerai saja. Sekali lagi, serupa dengan Pomatodon, kebijakan pemerintah mengabaikan adat setempat untuk kehidupan bersama. Kegiatan Kelas - di Auditorium

28

 Karena ada 688 orang mahasiswa, sesi nonton bersama ini harus dibagi menjadi 2 tahap. Kelas harus di bagi 2: sesi pagi: 08:00 – 9:30 dan sesi menjelang siang: 10:00 – 11.30.  Nonton Film di Auditorium; Film Pomatodon dan Film Toro-toroFasilitator datang 30 menit sebelum film dimulai. Mahasiswa tidak boleh terlambat, tata terttib sama dengan di kelas.  Fasilitator menyebarkan absensi untuk mahasiswa kelasnya masing-masing.  Menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama, dipimpin satu mahasiswa (siapa saja, diatur oleh moderator).  Seluruh mahasiswa mencatat pesan, makna isi film, menyimpulkan ringkas makalah 1 halaman untuk tugas dirumah, pesan khusus dan umum yang disampaikan dalam dua film tersebut dan presentasi. Kaitkan dengan: pembangunan, kebijakan pemerintah, hak dan kewajiban rakyat, kearifan lokal, kelestarian lingkungan, keberagaman etnik dengan budayanya masing-masing. Tulis untuk dikumpulkan dalam pertemuan 10, dan dibahas. Penutup: • Menyanyikan lagu nasional atau daerah. • Tugas di rumah: Baca Buku Ajar 2, persiapan pertemuan berikutnya – pertemuan 10.

--------------------------

29

BUKU AJAR 2 INDIVIDU, KELOMPOK. MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Buku ajar 2 dipergunakan untuk sesi 10- 13 dengan Menggunakan Metode Colaborative Learning (CL)
Lingkup Pokok Bahasan – BUKU AJAR 2: INDIVIDU, KELOMPOK DAN MASYARAKAT. Lingkup Subpokok Bahasan: • Membahas topik Individu, Kelompok dan Masyarakat. • Individu manusia berbeda dengan hewan karena OTAK. Otak manusia lebih canggih, sehingga bisa berpikir abstrak  struktur otak, fungsi dan bentuk otak, membuat individu sebagai manusia yang unik. • Manusia mempunyai kecenderungan untuk berkelompok. Fasilitator mulai membahas topik Kelompok, dilanjutkan dengan membahas materi Manusia sebagai Individu dan Masyarakat dengan budayanya masing-masing. • Dengan penjelasan singkat, mahasiswa membentuk 6 FG berdasarkan 6 Sub Pokok Bahasan: a) Otak 30

b) c) d) e) f)

Individu Kelompok Komunikasi Perilaku Ekonomi Masyarakat dan Budaya

PERTEMUAN 10, JUM’AT, 5 OKTOBER 2012
Pertemuan 1 Buku Ajar 2. Cek Buku Ajar 2 versi 2012. Pak Jossy salah satu pemateri, kelihatannya ada perubahan. Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri - menulis. 2. Kumpulkan makalah/tulisan mengenai pesan/isi film Pomatodon dan Toro-toro dan dibahas dalam kelompok, wakil mahasiswa menyampaikan di depan kelas. 3. Penjelasan isi mata ajar di buku 2, sasaran dan metode pembelajaran serta evaluasi. Metode Colaborative Learning (CL) dalam Focus Group (FG) dan Home Group (HG). 4. Menayangkan video CL - menjelaskan metode CL - lalu mendiskusikannya. 5. Memberi penjelasan singkat mengenai materi Buku Ajar 2 yang menggunakan metode CL: • Manusia (individu, kelompok dan masyarakat). • Sebagai individu jelaskan perbedaan utama manusia dari hewan terutama pada otak dan fungsinya. • Dalam bagian individu: membuat setiap manusia bersifat unik. • Kecenderungan manusia untuk hidup dalam berkelompok. Di sini komunikasi memegang peranan penting untuk menggalang hubungan antar manusia. • Kelompok-kelompok akan membentuk masyarakat, dimana perilaku ekonomi menjadi semakin kompleks • Masyarakat akan mengembangkan budaya. 6. Membagi kelas dalam kelompok 6 Kelompok FG. Jumlah masing-masing kelompok maksimum 6 mahasiswa. 7. Penjelasan tugas FG dan HG serta presentasi individu dan penilaian kinerja mahasiswa – bagikan Borang Diskusi, jelaskan. 8. Memberi tugas kepada 6 kelompok FG sesuai dengan sub topik bahasan sbb (cek Buku Ajar 2 yang baru).: • FG 1 - Otak • FG 2 - Perbedaan Individu • FG 3 - Kelompok • FG 4 - Komunikasi • FG 5 - Masyarakat dan perilaku ekonomi • FG 6 - Masyarakat dan Budaya

31

Pembekalan untuk fasilitator dalam memberi pemahaman dengan cara yang menarik mengenai materi Buku 2. • Jangan hanya terpaku kaku pada bahasan otak, bagian-bagiannya dengan segala peran dan kekuatannya, perbedaan individu, cara berkomunikasi, masyarakt dn budayanyadll itu,. Fasilitator bisa menggunakan kasus nyata yng berkaitan dengan itu. Misalnya minta mahasiswa menggali : untuk apa ya kita punya otak yang bisa berbeda kekuatannya, yang tercermin dari karakter, perilaku individu dan yang nantinya akan bermasyarakat. Ambil contoh suku Badui dengan kekhasannya. Apakah itu berkaitan dengan OTAK? • Bisa dan perlu dikembangkan sedapat mungkin, bahwa yang lebih penting dari OTAK adalah kalbu, ruh yang menunjukkan siapa diri kita – jatidiri = mengenali diri sendiri . Untuk fasilitator, untuk memperkaya pemahaman: silakan baca artikel ringkas terlampir: Kisah Bima dan Dewa Ruci (akan dibahas dalam pertemuan konsolidasi Senin 3 September 2012 jam 11). 9. Setiap kelompok FG mendiskusikan pembagian tugas pembelajaran yang akan ditempuh. 10. Fasilitator mengamati, keliling kelompok, ikut duduk diskusi bilamana perlu untuk memotivasi kelompok. Setiap individu anggota FG agar memahami sub pokok bahasannya. Mahasiswa diminta untuk melengkapi pemahamannya dengan membaca sumber lain , browsing internet, untuk dapat lebih dalam menangkap nilai-nilai, misalnya: bahwa otak bukanlah pusat hidup. Penutup • Fasilitator mengingatkan perihal tugas setiap mahasiswa: membawa catatan tentang apa yang telah dibaca untuk kemudian didiskusikan pada pertemuan berikutnya. Misalnya telah membaca mengenai OTAk dari bacan lain, mengenai suku yang berbeda-beda karena otak mempengaruhi cara menata hidup dan bermasyarakat, dll. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah. ---------------------------------

11.

PERTEMUAN 11, SELASA, 9 OKTOBER 2012 Pertemuan 2 Buku Ajar 2 Sesi CL yang kedua (Diskusi FG yang kedua)
Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyikan Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri - menulis. 2. Mengumpulkan catatan yang dibuat oleh masing-masing mahasiswa. 3. Fasilitator meminta 2 atau 3 mahasiswa berbagi serta menceritakan hasil bacaannya kepada teman-temannya. Fasilitator mengeksplor kesungguhan hati mahasiswa yang bersangkutan untuk menjelaskan materi yang menjadi tanggungjawabnya.

32

4. Diskusi FG: Setiap mahasiswa dalam kelompok menjelaskan materi sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing. 5. Pemahaman individu dalam FG, dan kemudian bila sudah siap, setiap anggota FG berdiskusi dalam kelompoknya, untuk memahami materi FG nya. 6. Memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok menguasai seluruh konsep yang ia peroleh dari teman sesama FG, agar saat di HG ia mampu menjelaskan keseluruhan materi. 7. Fasilitator membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok HG 8. Penutup • Mengingatkan perihal tugas untuk setiap mahasiswa membuat tulisan yang berisikan sistematika bahan bacaan yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa, hasil kesepakatan diskusi kelompok - materi untuk digunakan dalam diskusi HG mendatang. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah. -----------------------

PERTEMUAN 12, Jum’at 12 Oktober 2012 Pertemuan 3 Buku Ajar 2 Sesi CL yang ketiga Diskusi HG 1
Lingkup Subpokok Bahasan Individu, Kelompok dan Masyarakat - Lanjutan pertemuan 11. Kegiatan Kelas 1. Pembukaan: menyanyikan lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi dirimenulis. 2. Meminta mahasiswa mengumpulkan tugas dokumen sistematika keseluruhan materi yang akan dijelaskan setiap mahasiswa dalam kelompok HG. 3. Meminta 2 atau 3 mahasiswa tampil ke depan menjelaskan persiapan yang telah dilakukan serta apa ia sudah siapkan untuk menjelaskan materi tanggung jawabnya dalam kelompok HG. 4. membagi mahasiswa dalam kelompok HG lalu membiarkan mereka menjelaskan satu sama lainnya. 5. Mengingatkan kepada mahasiswa untuk membuat sistematika presentasi yang akan dilakukan pada hari pertemuan 13. 6. Penutup • Mengingatkan semua tugas untuk pertemuan 13. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah.

33

------------------------------

Pertemuan 13, SELASA 16 OKTOBER 2012
Pertemuan 3 Buku Ajar 2 Sesi CL yang keempat (terakhir) Diskusi HG yang kedua. Lingkup Subpokok Bahasan Individu, Kelompok dan Masyarakat 1. Pembukaan: menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri-menulis. 2. Meminta mahasiswa mengumpulkan seluruh file power point atau bahan presentasi HG yang telah mereka siapkan. 3. Meminta 2 atau 3 kelompok tampil ke depan mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. 4. Diskusi antar kelompok mahasiswa. Ingat: agar pemahaman lebih bermakna dan menarik, mahasiswa diminta untuk mencari informasi untuk dapat menggunakan contoh seperti suku Badui, suku Naga, dll. 5. Memutar video PRESENTASI yang isinya mengenai bagaimana melakukan presentasi yang baik dlsb seputar itu, dan makna yang terkandung di dalamnya. 6. Mahasiswa diminta tanggapannya perihal keseluruhan metode CL yang telah diterapkan selama empat kali pertemuan, fasilitator menjelaskan lagi metode CL. 7. Menyampaikan perenungan terhadap keseluruhan proses yang telah terjadi. 8. Penutup. • Penjelasan mengenai Pertemuan 14, kuliah umum dari pembicara tamu. Siapa pembicara tamunya - termasuk profil singkat tentang tokoh yang diundang, materi kuliahnya, maksud tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. dalam kuliah akan menjadi narasumber dalam kuliah tamu berikutnya. • Meminta setiap kelompok membuat satu atau dua pertanyaan singkat yang akan diajukan dalam kuliah tamu.

----------------------

34

PERTEMUAN 14, JUM’AT 2 NOPEMBER 2012 KULIAH TAMU I di Auditorium FE-UI – tidak akan cukup untuk 700 orang, terpaksanya mahasiswa duduk di lantai atau diadakan di Pertamina Hall. Pembicara: Prof. Subroto, topik: Mengenal bangsa , jatidiri kita dalam berbangsa Subpokok Bahasan: Masyarakat, Bangsa, Negara dan Cinta Tanah Air Kegiatan Kelas 1. Hadir di Auditorium 15 menit acara dimulai untuk mempersiapkan kelasnya. Mahasiswa harus hadir seperti biasanya di kelas, dengan aturan dan tata tertib yang telah disepakati. Diharapkan tidak datang terlambat, karena akan mengganggu ketenangan dan kelancaran kuliah umum, menggangu pembicara dan mahasiswa lainnya. Pintu tidak perlu dikunci, yang tidak hadir dikenakan sanksi seperti yang telah disepakati di kelas. Kalau dikunci, yang terlambat tidak dapat masuk, sayang juga, karena ybs tidak mendapat “ilmu” dari pembicara (walau tidak dapat nilai, paling tidak tujuan mengadakan kuliah tamu ada manfaatnya untuk mahasiswa. 2. Menyebarkan absensi untuk mahasiswa masing-masing. 3. Mengumpulkan daftar pertanyaan setiap kelompok. Pembukaan: menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri-menulis. 4. Kuliah tamu diisi dengan paparan singkat dari narasumber, berikut dengan tanya jawabnya. 5. Memastikan setiap mahasiswa membuat catatan perihal apa yang disampaikan oleh pengajar tamu. 6. Mencatat keseluruhan materi yang telah di bahas. 7. Penutup • Mengingatkan segala hal mengenai UTS, bobot nilai, 6 sks, dan materi yang akan diujikan, serta mengucapkan selamat melaksanakan UTS untuk mahasiswa. • Tata tertib ujian di FEUI (ingatkan Norma Perilaku): Jangan datang terlambat ke kelas, segera masuk kelas yang benar (lihat pengumuman pembagian kelas) pada saat ujian akan dimulai (5 menit sebelum jam ujian, mahasiswa siap di kelas), jangan membawa hal-hal yang dilarang, ikuti ketentuan menjalankan ujian. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah.

UTS
UJIAN TENGAH SEMESTER
35

22 Oktober – 31 Oktober 2012 ___________________________________________________________
PERTEMUAN 15, JUM’AT 2 NOPEMBER 2012. Diskusi Kelas perihal Kuliah Tamu 1. Subpokok Bahasan: Masyarakat, Bangsa, Negara dan Cinta Tanah Air Kegiatan Kelas 1. Pembukaan : menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Membahas UTS. 3. Mengumpulkan catatan yang dibuat oleh mahasiswa mengenai isi kuliah tamu pertemuan 14 sebelum UTS. Diskusikan di kelompok, kemudian fasilitator minta 2 atau 3 mahasiswa menjelaskan/ presentasi hasil kerjanya/tugasnya, dibahas dan diskusi kelas. Fasil bisa memebri penilaian partisipasi kelas – tugas khusus. 4. Fasilitator melakukan review terhadap hasil kuliah tamu, menjelaskan arti dan pentingnya kemampuan untuk mendengar dari berbagai sudut pandang, dari berbagai narasumber, sebagai salah satu upaya pembelajaran. 5. Fasilitator melakukan evaluasi atas maksud, tujuan dan sasaran yang telah direncanakan dengan apa yang telah dicapai selama 14 kali pertemuan sebelum UTS. 6. Penutup - Dipimpin wakil mahasiswa, menyanyikan lagu nasional atau daerah.

----------------------

36

Buku Ajar 3 Bangsa, Negara dan Pancasila
BUKU AJAR 3: materi terkini dari UI, 2012 Subpokok Bahasan: Materi Negara Indonesia, Kewarganegaraan Indonesia dan Indonesia dan Dunia Internasional. Lingkup Subpokok Bahasan: 1. Nilai Pancasila sebagai Fondasi Bertingkah Laku. 2. Hakekat Negara 3. Negara dalam arti wilayah dan konstitusi 4. Implementasi hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari dan batasan terhadap hak dan kebebasan warga negara. 5. Kewajiban dan Hak Negara Pemicu untuk PBL: Penimbunan BBM. Sasaran Pembelajaran: Mahasiswa mampu melakukan penalaran kritis terhadap permasalahan/kasus Penimbunan BBM yang terjadi di wilayah negara Indonesia, sehingga mampu memahami: Pancasila sebagai fondasi bertingkah laku, hakekat negara, serta implementasi hak dan kaewajiban negara dan warga negara, termasuk hukum di Indonesia. Metode: Problem Based Learning (PBL

37

Pertemuan 16: pertemuan 1 Buku 3, Selasa, 6 Nopember 2012 Pokok Bahasan: Bangsa, Negara dan Pancasila PBL pertama.
Lingkup Subpokok Bahasan: 1. Nilai Pancasila sebagai Fondasi Bertingkah Laku. 2. Hakekat Negara 3. Negara dalam arti wilayah dan konstitusi 4. Implementasi hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari dan batasan terhadap hak dan kebebasan warga negara. 5. Kewajiban dan Hak Negara Pemicu untuk PBL: Penimbunan BBM. Sasaran Pembelajaran: Mahasiswa mampu melakukan penalaran kritis terhadap permasalahan/kasus Penimbunan BBM yang terjadi di wilayah negara Indonesia, sehingga mampu memahami: Pancasila sebagai fondasi bertingkah laku, hakekat negara, serta implementasi hak dan kewajiban negara dan warga negara, termasuk hukum di Indonesia. Pancasila: 1. Ke Tuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan/perwakilan. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

kebijaksanaan

dalam

Kegiatan Kelas: 1. Pembukaan : menyanyikan lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Fasilitator menjelaskan mengenai Problem Based Learning: pengertian metode ini, tujuan, dll dan diskusi. 3. Fasilitator menjelaskan perihal pemicu: untuk apa ada pemicu dalam PBL. 4. Fasilitator membagi kelompok mahasiswa sesuai dengan kelompok HG. 5. Diskusi 1: setiap mahasiswa secara individu mempelajari pemicu: Penimbunan BBM, buat catatan sebelum dilakukan diskusi kelompok, mahasiswa mengisi Borang Diskusi PBL1 . 6. Penutup - Fasilitator mengingatkan mahasiswa untuk mencari informasi untuk menjawab pernyataan yang ada dalam Borang PBL1, 1 borang per kelompok. Fasilitator menjelaskan arti dan tujuan pengisian borang  untuk lebih memhami kasus, 38

mahasiswa perlu mencari informasi dari sumber-sumber yang ada – internet, buku, dll untuk memperkaya jawaban mengenai pemicu. Bid dilihat dari berbagai aspek. - Menyanyikan lagu nasional atau daerah.

---------------------------------------

Pertemuan 17 (pertemuan 1 Buku Ajar 3): Jum’at, 9 Nopember 2012 Sesi PBL yang kedua.
Kegiatan Kelas: 1. Pembukaan: menyanyikan lagu Indonesia Raya, kontemplasi, perenungan, dan refleksi. Diskusi 2 dalam kelompok: eksplorasi dan mencari isu pemelajaran dari pemicu PBL : Penimbunan BBM Isu apa yang terkait dengan kasus Buat pointers nya = learning issues Dianalisa dalam kelompok, mencari akar permasalahan Identifikasikan kemungkinan solusi, usulan - kaitkan dengan materi Buku Ajar 3. • Penilaian oleh fasilitator (komponen mengacu pada Borang Diskusi – 1 PBL. Setiap fasilitator diberikan 1 contoh). • Mahasiswa diminta membuat LTM (6) yang merupakan ringkasan buku yang dibaca dalam kaitannya dengan pemicu, referensi dan sumber lain yang terkait, kumpulkan dan presentasi biasa pada pertemuan 18, Selasa 13 Nopember • Kasus ini merupakan materi presentasi individu 6 orang terakhir satu orang dari setiap 6 kelompok (untuk kelas yang tediri dari 36 mahasiswa). 2. Penutup - Menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah. • • • •

---------------------------------------

39

Pertemuan 18 (pertemuan 2 Buku Ajar 3): Selasa 13 Nopember 2012 Sesi PBL yang ketiga
Kegiatan kelas: 1. Pembukaan : menyanyikan lagu Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Diskusi kedua dalam kelompok mempresentasikan hasil tugas mandiri dan pemicu Penimbunan BBM.= membangun pemahaman bersama sesuai dengan definisi masalah yang telah disepakati dalam kelompok metode PBL 3. Borang diskusi 2 PBL dan B-1 4. Presentasi LTM (6) 5. Kumpulkan LTM (6) 6. Penutup - Fasilitator mengingatkan mahasiswa untuk menyiapkan presentasi individu Kasus PBL Penimbunan BBM Etika dan Moral untuk pertemuan 19, Selasa 20 Nopember 2012 (Jum’at 16 Nopember libur hari kejepit Tahun Baru Hijriyah) . - Menyanyikan lagu nasional

----------------------------

Pertemuan19 (pertemuan 3 Buku Ajar 3): SELASA 20 NOPEMBER 2012 - Jum’at 16 Nopember 2012 diliburkan (kejepit) diganti ke Selasa Sesi PBL keempat (terakhir).
Kegiatan di kelas: 1. Pembukaan : menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Fasilitator mengumpulkan softcopy atau hardcopy bahan presentasi individu, 6 orang dari seluruh kelompok. 3. Secara bergantian setiap mahasiswa wakil kelompok yang belum dapat giliran presentasi individu melakukan presentasi disertai dengan diskusi. 4. Fasilitator melakukan refleksi atas pencapaian pembelajaran melalui PBL. 5. Penutup - Fasilitator menjelaskan maksud tujuan dan sasaran yang ingin diraih dalam kuliah tamu sesi berikutnya, termasuk profil singkat tentang tokoh yang diundang.

40

- Fasilitator mengingatkan tugas untuk mereview tokoh yang akan menjadi narasumber dalam kuliah tamu berikutnya. (Diharapkan Tim MPKT A sudah memastikan tokoh yang akan diundang). - Fasilitator meminta setiap kelompok membuat satu atau dua pertanyaan singkat yang akan diajukan dalam kuliah tamu. - Menyanyikan lagu nasional atau daerah pilihan kelas

Pertemuan 20 (pertemuan 4 Buku Ajar 3): Selasa 20 Nopember 2012 Kuliah Tamu kedua di Auditorium atau di Pertamina Hall.
Pembicara: Gunawan Wiradi Topik sementara: Sejarah Bangsa untuk mengenali perjuangan bangsa, dan bagaimana kita seharusnya bersikap dalam berbangsa - bangsa Indonesia. Kegiatan di kelas: 1. 2. 3. 4. Pembukaan: menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri-menulis. Fasilitator mengumpulkan daftar pertanyaan setiap kelompok. Pembukaan kuliah tamu: Menyanyi, kontempelasi dan refleksi diri. Kuliah tamu diisi dengan paparan singkat dari narasumber, berikut dengan tanya jawabnya. 5. Fasilitator memastikan setiap mahasiswa membuat catatan perihal apa yang disampaikan oleh Tamu. 6. Fasilitator mencatat keseluruhan materi yang telah dibahas. 7. Penutup: menyanyikan lagu nasional atau daerah.

---------------------Pertemuan 21: Selasa 27 Nopember 2012 Diskusi Kelas perihal Kuliah Tamu 2.
1) Pembukaan : Menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2) Mengumpulkan catatan yang dibuat oleh mahasiswa mengenai isi, pesan dan tanggapan, pemahaman isi kuliah tamu.. 3) Meminta 2 atau 3 mahasiswa menjelaskan tugasnya, dilanjutkan dengan diskusi. 4) Melakukan review terhadap hasil kuliah tamu 5) Melakukan evaluasi atas maksud, tujuan dan sasaran yang tela direncanakan dengan apa yang telah dicapai. 6) Menjelaskan arti penting kemampuan untuk mendengar dari berbagai pihak sebagai salah satu upaya pembelajaran. 7) Penutup: dipimpin wakil mahasiswa menyanyikan lagu nasional atau daerah.

41

----------------------------Pertemuan 22: Jum’at 30 Nopember 2012 Pertemuan 1 Proyek Akhir Proyek Akhir kali ini bertemakan ” MANA JATIDIRIMU?”
Melalui proyek akhir ini diharapkan terjawab pertanyaan berikut: - Faktor-faktor apa yang berperan dalam pembentukan bangsa Indonesia. - Permasalahan-permasalahan apa yang muncul sebagai akibat kondisi masyarakat Indonesia yang plural. - Pendapat mengenai perilaku kaum muda saat ini dalam memelihara identitas bangsa. - Bagaimana Anda memelihara identitas bangsa. Jenis atau bentuk atau batasan proyek Akhir FEUI: • Hasilkarya murni mahasiswa. Fasilitator mengamati pembahasan, boleh memberi masukan tetapi tidak boleh mengatur. Karena proyek Akhir harus mencerminkan pemahaman MPKT A, apa yang akan dikerjakan hanya bisa mulai diibahas setelah selesai tahap pemahaman buku 1, 2 dan 3. Artinya, tidak dirancang sejak awal – awal kuliah. • Untuk menjaga konsistensi Proyek Akhir dengan pesan, tujuan MPKT A yaitu Jatidiri mahasiswa sebagai manusia Indonesia yang mencari kebenaran., produk proyek akhir “ Mana Jatidirimu” harus digarap berdasarkan hasil observasi (bukan penelitian), bukan sekedar hasil karya sesaat, tanpa menelaah fakta. Harus melihat dunia nyatanya. Mahasiswa diharapkan kerja di luar kelas, melihat suatu “setting” yang diminati boleh dengan kunjungan, pengamatan ke setting tertentu, menggunakan data sekunder, info, film, dll yang tersedia di internet atau dari nara sumber mana saja. • Hasil pengamatan boleh dituangkan dalam berbagai bentuk, seperti tayangan film atau apa saja yang berkaitan dengan MPKT A dan tugas “Mana Jatidirimu .Jangan lupa, karya akhir harus dengan biaya minimum, sederhana. • Wujud hasil pengamatan: bukan parodi, bukan komedi, bukan sekedar tarian (akan dibahas dalam pertemuan fasil). • Contoh: Mahasiswa bisa menyajikan kenyataan, pemahaman, perasaan mengenai kemiskinan yang dilihat, diamati di suatu lokasi yang akan diwujudkan dalam proyek akhir yang menggambarkan bahwa: mahasiswa sadar dan peka mengenai tugas dan tanggung jawabnya sebagai manusia muda Indonesia yang cinta Indonesia, dengan daya, ilmu dan bekal yang ada akan melakukan sesuatu untuk mengatasi permasalahan bangsa tersebut. Atau: • Kasus “terjajahnya” Indonesia dari segi ekonomi – perusahaan besar, sumber daya alam, mineral, dll yang telah dikuasai negara luar. 42

• •

Kasus keberagaman bangsa Indoanesia dengan berbagai suku, etnis, agama yang perlu disikapi dnegan bijak, tidak ada diskriminasi dalam menikmati fasilitas pendidikan, kesempatan sekolah, kesehatan, dll. Kasus bobroknya moral bangsa dengan kasus korupsi di semua lini di Indonesia – mulai dari petinggi bangsa sampai orang kecil, sudah kenal dan melakukan korupsi dalam berbagai bentuknya. Kepekaan dan tanggung jawab seperti apa yang terpikir oleh mahasiswa. Amati, pelajari untuk menghasilkan suatu karya. Kasus rusaknya lingkungan alam karena keserakahan manusia – menjual alam demi uang untuk sekelompok orang (partai, petinggi kabupaten, propinsi, dll), dengan mengabaikan hak masyarakat lokal, merusak lingkungan alam dengan pembabatan hutan lindung, rusaknya sumber air bersih dan terganggunya kehidupan binatang buas (macan, gajah kehilangan habitatnya) sehingga menyerang pemukiman manusia (karena manusisa merambah, membuat rumah di hutan tempat binatang hidup), dll..

Kegiatan Kelas: 1. Pembukaan : menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Fasilitator menjelaskan maksud, tujuan dan sasaran projek akhir. 3. Gunakan kelompok yang sudah dibentuk di awal MPKT A ini. Atau fasilitator menawarkan pembagian kelompok tugas mahasiswa. 4. Mahasiswa dalam kelompok diskusi menentukan proyek akhirnya. Fasilitator mengawasi diskusi antar kelompok. Mahasiswa diminta menulis rancangannya tahap 1 – 4, diserahkan ke fasilitator, agar proses perkembangan proyek akhir dapat selalu diikuti. 5. Penutup - Fasilitator mengingatkan agar di sesi berikutnya, setiap kelompok telah membuat konsep projek akhir, konsep pesan yang ada dalam buku ajar tiga yang diadopsi dalam tugas akhir. - Menyanyikan lagu nasional atau daerah pilihan kelas.

-----------------------

Pertemuan 23, Selasa 4 Desember 2012 Pertemuan ke 2 Proyek Akhir
Kegiatan Kelas 1. Pembukaan : menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Mengumpulkan tugas yang diberikan sebelumnya yang berkaitan dengan penggarapan Proyek Akhir. 3. Setiap kelompok menjelaskan hasil kerjanya/ tugas yang diberikan dalam merancang Proyek Akhir. 43

4. Kembali diskusi dalam kelompok kerja masing-masing. 5. Mengawasi diskusi sambil menanyakan permasalahan dalam mengeksekusi tugas. 6. Bila diperlukan, sesuai dengan bentuk proyek akhir, mahasiswa bila dan diperbolehkan bekerja di luar kelas. Mungkin perlu mencari data, meninjau lokasi/setting tertentu, akan shooting film menentukan lokasi, spot, materi dlsb sepanjang dicatat kehadiran dan apa yang dikerjakan di luar kelas. Ketua kelompok bertanggung jawab, mengumpulkan hasil kerja kelompoknya di luar kelas. 7. Penutup - Mengingatkan pada sesi berikutnya mahasiswa sudah merampungkan bentuk projek akhir, rencana kerja eksekusi projek akhir. - Menyanyikan lagu nasional (bila mahasiswa diijinkan kerja di luar kelas, menyanyi lebih awal sebelum keluar kelas atau ditiadakan).

---------------------------Pertemuan 24, Jum’at 7 Desember 2012. Pertemuan ke 3 Proyek Akhir Kegiatan Kelas
1. Pembukaan : Menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Mengumpulkan tugas yang diberikan sebelumnya- berkaitan dengan penggarapan Proyek Akhir. 3. Kembali diskusi dalam kelompok kerja masing-masing. 4. Mengawasi diskusi sambil menanyakan permasalahan dalam mengeksekusi tugas. 5. Bila diperlukan, sesuai dengan bentuk proyek akhir, mahasiswa diperbolehkan bekerja di luar kelas. Mungkin akan melakukan pengamatan setting yang dipilih, shooting film, mengambil gambar dll dalam menentukan lokasi, spot, materi dlsb sepanjang dicatat kehadiran dan apa yang dikerjakan di luar kelas. Ketua kelompok bertanggung jawab, mengumpulkan hasil kerja kelompoknya di luar kelas. 6. Penutup: • Mengingatkan untuk pertemuan 26, semua kelompok sudah siap dengan Proyek Akhir final untuk disampaikan dalam presentasi kelas, waktu maksimum 20 menit setiap produk kelompok. mahasiswa sudah mempresentasikan konsep sementara hasil eksekusi projek akhir berikut Pembukaan : menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. • Penampilan di Auditorium hanya 12 menit. Artinya kelompok terpilih tampil di Auditorium dibantu kelas (semua mahasiswa membantu kegiatan tampil di Audit, nilai tambahan untuk kelas) harus dapat menghasilkan produk 12 menit. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah.

44

____________________

Pertemuan 25, Selasa 11 Desember 2012 dan Presentasi, penayangan, pentas Proyek Akhir kelompok. Kegiatan Kelas
1. Pembukaan : Menyanyi Indonesia Raya, kontemplasi dan refleksi diri. 2. Presentasi, penayangan, pentas Proyek Akhir kelompok di kelas. Fasilitator memberi penilaian Proyek Akhir. 3. Diskusikan hasil tayangan/tampilan Proyek Akhir. Untuk dibawa ke Auditorium, sesi tampil Proyek Akhir kelas MPKT A FEUI, mahasiswa diminta memilih satu dari produk 6 kelompok - seharusnya produk terbaik dari kelas. Sialakan fasilitaroe mengatur hal ini. 4. Melakukan gladi resik di kelas projek akhir yang akan ditampilkan di Auditorium, berikut memberikan tambahan revisi perbaikan (jika dimungkinkan). Penampilan di Audit akan dinilai oleh tim pengajar independen (yang tidak mengajar, tidak punya kelas - Dekan??) Akan diberikan apresiasi bagi yang terbaik di kelas MPKT A Audit (hadiah: .....?) 5. Penutup • Evaluasi MPKT A: pendapat mahasiswa mengenai MPKT A dan yang selama ini dijalani, usulan, saran., pesan-pesan fasilitator: terapkan nilainilai yang dipelajari selama kuliah MPKT A, peduli pada sesama, bertanggung jawab, rajin, jujur, cintai sesama, bangsa dan negara. • Mengingatkan pada sesi tampil di auditorium seluruh anggota kelas harus hadir dan membantu terlaksananya kegiatan. • Menyanyikan lagu nasional atau daerah. • Ini adalah pertemuan terakhir di kelas..........GOOD BYE..

----------------------------------

Pertemuan 26, Jum’at 14 Desember 2012 dan pertemuan 27, Selasa 18 Desember.
Proyek Akhir - tampil di Auditorium FE-UI. Kegiatan ini merupakan kegiatan penutup. Penilaian Proyek Akhir yang dibuat mahasiswa telah dilakukan di kelas dalam pertemuan 26. Perhatikan: 45

• • • •

• • •

Mahasiswa wajib hadir di pertemuan 27 dan 28 ini, disiplin, tata tertib kelas diberlakukan di sesi ini. Bagi yang tidak hadir – karena menganggap nilai sudah diperoleh di kelas, perlu diingatkan bahwa (1) kehadiran mempengaruhi nilai Proyek Akhir; (2) Proyek akhir yang disampaikan di Auditorium ini merupakan satu produk kelas – mewakili kelas, dipilih kelas. Nilai untuk semua mahasiswa.. Satu penampilan mewakili kelas – siapa yang tampil lebih dahulu diundi di Auditorium, agar semua kelas siap tampil di urutan berapa saja. Waktu untuk tampil menyajikan Proyek Akhirnya: maksimum 12 menit.. Koordinator MPKT A dan tim MPKT A mengelola dan mengatur waktu. Penampilan di Audit akan dinilai oleh tim pengajar independen (yang tidak mengajar, tidak punya kelas - Dekan??) Akan diberikan apresiasi bagi yang terbaik di kelas MPKT A Audit (hadiah: sekeping coklat – bukan rokok!! untuk setiap mahasiswa kelas yang menang????) Tutup sesi terakhir, hari terakhir dengan pesan: (1) UAS dan tata tertibnya; (2) Selamat UAS. Menyanyikan lagu SYUKUR = bersyukur semua sesi telah selesai dijalankan, berdoa dan berjuang agar berhasil, sukses dalam UAS dan kehidupan akademis dan non-akademis selanjutnya. GOOD BYE, Selamat menejlang Tahun 2013.

UJIAN AKHIR SEMESTER 20 Desember 2012 – 13 Januari 2013 _______________________________________________ LAMPIRAN - CATATAN
Daftar film: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Testimoni Mahasiswa Men of Honour Mahatama Gandhi Three Idiot Sex, Lies and Cigarettes Every Child is Special 46

Daftar lagu kontemplasi: 1. 2. 3. 4. 5. Kitaro Koi - 3 menit Desert Deja Vu - 4.42 menit Kitaro: Song for Peace_ 3.57 menit Syukur instrumentalia - 3 menit Voices of Sorrow - 3.07

Daftar lampiran: 1. Pertemuan 1-1 : BINGO 2. Pertemuan 1-2 : Penjelasan tentang MPKT A dan Tujuannya (dibuat Jossy) 3. Pertemuan 1-3: Metode CL, PBL, EL 4. Pertemuan 1-4: Membentuk Kelompok 5. Pertemuan -5: Hard copy Bahasa Indonaesia- Laras Ilmiah 6. Pertemuan- 6 : Hard Copy Bhs. Indonesia: LTM Panduan 7. Pertemuan-7: Petunjuk, penjelasan tugas: Pemandangan. 8. Pertemuan- 8: Daftar Kata 9. Pertemuan-9 : Surat Pak Jeje. 10. Pertemuan - 10 : Kemiskinan: Dilema Moral: Pengemis dkk: Sebuah Potret Kemiskinan atau Kemalasan. Presentasi individu, masing-masing 6 orang mahasiswa- 1 orang dari setiap kelompok dari materi. Kalau kelas hanya terdiri dari 5 kelompok, maka fasilitator dipersilakan memilih, topik mana yang tidak akan dipakai untuk bahan presentasi individu. : 1. Gandhi – Berpikir Filsafati – pertemuan 3 2. Plagiarisme – Etika – pertemuan 4 3. Kersos Kemiskinan – pertemuan 7 4. Collaborative Learning (CL) Buku 2: hasil bahasan Home Group - Otak, dll – pertemuan 13. 5. Isi kuliah umum (1) – pertemuan 15 6. Problem Based Learning (PBL) Buku 3: Penimbunan BBM – pertemuan 17

BACAAN UNTUK MEMPERKAYA PEMAHAMAN TENTANG “ MENCARI JATIDIRI” :

47

Kisah Bima dan Dewa Ruci
Tersebut dalam cerita, sang Bima atau Bratasena alias Werkudara adalah kesatria berbudi mulia, jujur dan bahkan cenderung lugu. Meski begitu ia punya keberanian dan kesetiaan pada kebenaran, nyaris tanpa kompromi dalam membungkam praktek penyimpangan dan kesewenang-wenangan. Begitu jujurnya Bima sampai-sampai BISA dimanfaatkan oleh orang-orang yang memperalatnya, termasuk guru yang paling dihormatinya yaitu sang Durna. Sebenarnya Durna memang merupakan agen mata-mata dari Kurawa. Suatu ketika Durna memerintahkan Bima untuk mencari “air kehidupan” –toya amerta- sebagai prasyarat mencapai kesejatian hidup. Air ini dianggap tersimpan di bawah Kayu Gung Susuhing Angin (Pohon besar tempat bersarangnya angin) di belantara pegunungan Reksa Muka. Karena ketaatannya pada guru sekaligus karena kepolosannya, Bima bersedia menjalankan perintah tersebut, padahal maksud Durna yang sebenarnya hanya ingin mencelakakan Bima. Tempat yang di sebut Gunung Reksa Muka adalah tempat yang sangat berbahaya dan bisa membuat Bima celaka atau bahkan binasa. “Sendiko Dawuh Hyang Resi, Bima siap menjalankan perintah, kapanpun dan kemanapun Hyang Resi titahkan,” begitu sembah Bima pada gurunya. Selanjutnya Bima pun berangkat menuju tempat yang ditunjukkan Gurunya. Sesampainya di belantara pegunungan Reksa Muka, ternyata Bima tidak menemukan benda yang disebutkan gurunya. Malah sebaliknya, ia bertemu raksasa kembar yang hampir saja membunuhnya, yang ketika keduanya telah berubah wujud ternyata adalah dewa-dewa yang memberi tahu Bima bahwa air kehidupan tidak terdapat di tempat itu. Bima pun kembali menemui gurunya –Durna- untuk meminta tambahan keterangan. Durna pun menyatakan, air kehidupan itu terdapat di dasar lautan. Bima pun kontan mohon pamit pada ibu dan saudara-saudaranya untuk mengembara, mengemban tugas dari gurunya. Meskipun mereka menahannya, Bima tetap berangkat. Ketika memasuki lautan Bima diserang seekor ular besar yang hampir membunuhnya, tetapi dengan kekuatan kuku Panchanakanya, dia dapat membunuh ular tersebut. Saat makin dalam memasuki lautan Bima menjadi tidak sadarkan diri. Dan ketika ia membuka mata yang terlihat oleh Bima adalah mahluk serupa dirinya tetapi dalam ukuran kecil yakni Dewa Ruci. Dewa Ruci meminta Bima untuk masuk ke dalam badannya melalui telinga kirinya. Walaupun dewa ini sangat kecil, tetapi Bima dapat masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci dan menemukan dirinya berada pada suatu dunia yang mengagumkan, damai sekaligus indah. Di tempat ini Bima merasa sangat nyaman dan berharap bisa tetap tinggal di sana. Dewa Ruci kemudian menjelaskan makna dari apa yang dilihatnya dan makna dari kehidupan. Menjawab keinginan Bima untuk tinggal di sana, Dewa Ruci mengatakan ia boleh tinggal di sana setelah kematiannya. Tetapi untuk saat ini, ia
48

harus kembali ke bumi bersama dengan saudara-saudaranya untuk melaksakan kewajiban sebagai ksatria. Bima pun mematuhi Dewa Ruci dan kembali ke dunia nyata untuk melanjutkan perlawanannya memerangi kejahatan, membela saudarasaudaranya melawan Kurawa. -oOo-

SI/18 Mei – 4. JULI 2012/Guntur-Anti 2 Agustus 2012/Anti 15 Agustus 2012- 18:25/Jossy 28 Agst 23:00/Anti 1 September 2012

49