You are on page 1of 40

Syaharuddin Kasim Bagian Kimia Klinik FFUH

Protein merupakan polimer yang tersusun atas beberapa peptida Peptida merupakan polimer yang tersusun atas asam amino melalui ikatan peptida. Monomer peptida disebut residu asam amino.

Berdasarkan jumlah penyusunnya peptida terbagi:
Dipeptida Tripeptida Oligopeptida Polipeptida 2 residu asam amino 3 residu asam amino 4-10 residu asam amino >10 residu asam amino

Protein terdiri dari polipeptida yang tersusun atas 40-400 residu asam amino

.

.

.

.

.

.

Asam amino dengan gugus amida (2) 6. Asam amino dengan rantai samping alkil (5) 2. Asam amino dengan cincin benzen (2) 8. Asam amino dengan gugus karboksilat (2) 5.Pembagian asam amino menurut gugus fungsinya: 1. Asam amino dengan gugus –OH (2) 3. Heterosiklik asam amino (3)  . Asam amino mengandung 2 atau lebih gugus N (2) 7. Asam amino dengan atom S (2) 4.

     Glisin mengandung rantai samping –H Alanin mempunyai rantai samping metil Valin mempunyai rantai samping isopropil Leusin mempunyai rantai samping isobutil Isoleusin mempunyai rantai samping butil .

  Serin merupakan alanin dengan subtitusi gugus –OH (subtituennya metanol) Threonin mempunyai subtituen percabangan etanol .

  Sistein adalah alanin dengan subtitusi –SH Metionin mempunyai subtituen 2methylthioethyl .

  Aspartat adalah alanin dengan subtituen karboksilat (mempunyai gugus metil karboksilat) Glutamat mempunyai gugus etil karboksilat .

  Asparagin merupakan amida dari aspartat Glutamin merupakan amida dari glutamat .

gugus amino Arginin mempunyai δ.   Terdapat 2 basis asam amino (asam amino mengandung 2 atau lebih N) Lisin mempunyai ε.gugus guanidino  Simbol ε dan δ mempermudah untuk mengingat jumlah atom C yang dimiliki oleh asam amino tersebut .

  Fenilalanin merupakan alanin dengan subtitusi benzen (fenil) Tirosin merupakan alanin dengan subtitusi fenol .

   Prolin mempunyai atom nitrogen pada cincin furan dan merupakan satu-satunya asam amino yang mengandung gugus amin sekunder Histidin merupakan alanin dengan subtitusi imidazol Triptofan merupakan alanin dengan subtitusi indol .

Bila gugus amino (-NH3+) disebelah kanan disebut D-asam amino Bila gugus amino (-NH3+) disebelah kiri disebut L-asam amino .    Notasi D.dan L-asam amino berlaku seperti pada monosakarida Proyeksi Fischer asam amino digambarkan dengan menempatkan gugus karboksilat di sebelah atas dan gugus R disebelah bawah.

.

  Ikatan peptida adalah ikatan amida yang terbentuk antar unit asam amino Peptida dan protein digambarkan dengan gugus amino bebas (asam amino N-terminal) di sebelah kiri dan gugus karboksilat bebas (asam amino C-terminal) di ujung kanan .

  Ikatan disulfida adalah ikatan S-S Apabila thiol teroksidasi akan menghasilkan ikatan disulfida  Apabila ikatan disulfida direduksi menghasilkan thiol .

sehingga dapat membentuk ikatan disulfida Apabila protein mengandung 2/lebih as.  Sistein merupakan asam amino yang mengandung gugus thiol. dapat terbentuk jembatan disulfida yang merupakan ikatan kovalen . amino sistein.

.

  Ketika asam amino saling berikatan melalui ikatan peptida terbentuk peptida Apabila peptida yang terbentuk mengandung lebih dari 100 unit asam amino disebut protein .

ion channel.       Jaringan penunjang: kolagen. insulin Katalisis : enzim Pergerakan: miosin Cadangan energi: protein otot . prealbumin Transport senyawa kimia dalam tubuh: hemoglobin Proteksi tubuh: imunoglobulin Kontrol dan regulasi tubuh: hormon.

.

 Struktur primer protein merupakan urutan asam amino dalam rantai peptida dan lokasi jembatan sulfida .

4. Pemutusan jembatan disulfida peptida/protein Pemutusan ikatan peptida Penentuan asam amino N-terminal Penentuan asam amino C-terminal . 3. 2.1.

  Menggunakan reagen pereduksi seperti 2merkaptoetanol. yang akan teroksidasi menjadi disulfida Gugus tiol dari asam amino direksikan dengan asam iodoasetat untuk mencegah pembentukan kembaliikatan disulfida .

.

  Menggunakan larutan asam (HCl 6N) Protein/peptida dilarutkan dalam 6 N HCl dan dipanaskan 100 oC selama 24 jam .

  Menggunakan Edman’s Reagent (fenil isotiosianat) Reagen ini bereaksi dengan N-terminal membentuk tiazolinon .

  Menggunakan karboksi peptidase A apabila C-terminal bukan berasal dari asam amino arginin atau lisin Menggunakan karboksi peptidase B apabila C-terminal berasal dari asam amino arginin atau lisin .

  α-helix β-pleated sheet .

  Rantai peptida terikat menyerupai sekrup Bentuk helix terbentuk dengan adanya ikatan hidrogen antara nitrogen amida dan oksigen karbonil yang diantarai oleh 3 unit asam amino .

   Rantai polipeptida membentuk zigzag menyerupai lipatan kertas. Terjadi apabila rantai peptida membentuk lipatan Bentuk paralel apabila arah rantai peptida sama sedangkan antipararel apabila rantai peptida berlawanan arah .

protein membentuk interaksi antar atom yang membentuk lipatan dan lekukan .  Merupakan struktur tiga-dimensi Dalam mempertahankan stabilitasnya.

seperti urea dan guanidin HCl Deterjen Pelarut organik Pemanasan .  - Denaturasi terjadi apabila struktur tersier protein terganggu Faktor yang mempengaruhi: pH Senyawa kimia.