You are on page 1of 5

DETEKSI HIPOKSEMIA

1. Gejala Klinik • Sianosis • Kelelahan, disorientasi, letargis dan koma • Takipneu • Dispneu • Takikardia atau bradikardia • Aritmia • Hipertensi dan hipotensi • Polisitemia • “clubbing” 2. Pemeriksaan Analisa Gas darah  Gold Standar 3. Pulse oksimetri 4. Transkutaneus Partial Pressure of oksigen (PtcO2)

CARA PENILAIAN HIPOKSEMIA
• • • Jika hasil AGD menunjukan gangguan sedangkan pasien normal  ulangi AGD Bandingkan penurunan PaO2 dengan klinik pasien Mencari penyebab hipoksemia • Lakukan pemeriksaan fisik • Lihat hasil PaCO2 • Lakukan pemeriksaan Rontgen thoraks dan laboratorium • Lakukan penghitungan “alveolar-arterial oxygen gradient” (AADO2)

HIPOKSIA
• • Defenisi : kekurangan oksigen ditingkat jaringan Kategori : • Hipoksia Hipoksik • Hipoksia Anemik • Hipoksia Stagnan • Hipoksia Histotoksik

GAGAL NAFAS
• Keadaan dimana pasien kehilangan kemampuan ventilasi secara adekuat atau tidak mampu mencukupi kebutuhan oksigen darah dan sistem organ Keadaan kritis yang memerlukan perawatan intensif Disfungsi Pernafasan • Penurunan O2 kejaringan • Peningkatan CO2 • Tidak dibatasi oleh usia

• •

GAGAL NAFAS TIPE I
• Kegagalan oksigenasi • PaO2 ≤ 50 mmHg • PaCO2 ≤ 40 mmHg • Penyebab : • Ketidaknormalan tekanan partial oksigen inspirasi (low PIO2) • Kegagalan difusi O2 • Ketidakseimbangan ventilasi / perfusi (V/Q missmatch) • Pirau kanan kiri • Hipoventilasi Alveolar • Komsumsi O2 jaringan yang tinggi