PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

BAB

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kota Sidoarjo di dalam Struktur Ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur 2010-2030 dan Rencana Tata Ruang Kawasan GERBANGKERTOSUSILA (GKS) berada pada Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dalam kawasan GKS. Dengan perannya sebagai bagian dari PKN, Kawasan perkotaan Kota Sidoarjo mempunyai peranan sebagai wilayah pengembangan dengan dominasi permukiman perkotaan yang didukung dengan kegiatan pemerintahan, pelayanan sosial (pendidikan dan kesehatan) dan kegiatan ekonomi (perdagangan, jasa, dan industri kecil/rumah tangga). Hal ini disimpulkan dari hasil analisis yang menunjukkan tingginya tingkat akses wilayah ini ke Kota Surabaya sebagai Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan GKS. Kota Sidoarjo sebagai bagian pusat GKS diarahkan pada sektor utama pengembangan perdagangan dan jasa, industri, permukiman dan pendidikan. Kota Sidoarjo diharapkan dapat meningkatkan vitalitas dari bagian-bagian aktivitas utama kotanya agar pertumbuhan kawasan secara keseluruhan regional dapat berimbang. Untuk dapat meningkatkan vitalitas yang diinginkan tersebut, perlu dilakukan inventarisasi dan identivikasi kawasan-kawasan mana yang dipandang penting untuk dilakukan revitalisasi. Pada kenyataannya, pengembangan kawasan-kawasan di dalam suatu kota tidaklah selalu berjalan sesuai dengan harapan sebagaimana yang diarahkan dalam Rencana Tata Ruang. Kasus yang pertama adalah beberapa kawasan ternyata berkembang menyimpang dari yang direncanakan. Sementara itu kasus yang kedua adalah terdapat kawasankawasan yang malah tidak berkembang sesuai dengan arahan rencana. Contoh kasus yang pertama adalah kawasan-kawasan yang diperuntukkan sebagai perumahan lambat laun beralih fungsi menjadi kegiatan perdagangan dan jasa. Untuk kasus seperti ini diperlukan upaya-upaya pengendalian pemanfaatan ruang agar kegiatan yang berkembang sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang. Kasus yang kedua adalah sebuah paradox, dimana kota yang diarahkan sebagai pusat aktivitas ekonomi dengan pemanfaatan lahan yang efisien, malah efisiensi yang diharapkan tidak tejadi.

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -1

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

Pada kasus Kota Sidoarjo, kawasan koridor Jalan Jenggolo-A. Yani-Gajah MadaMojopahit, merupakan kawasan koridor bisnis dan perdagangan. Koridor dari gerbang utara Kota Sidoarjo hingga sisi selatan merupakan akses tengah kota yang sangat padat dan mengalami perkembangan yang stagnan. Pada kawasan pusat perkotaan Kota Sidoarjo tumbuh dengan pesat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sulit dikendalikan. Di kawasan GOR Delta Sidoarjo ruang terbuka yang ada hampir dipenuhi dengan PKL yang tidak tertata dan menggunakan ruang parkir kendaraan. Pada kawasan perumahan Gading Fajar, pada jalan lingkar barat yang ada disana saat hari libur dipenuhi PKL. Pada kawasan sekitar perumahan Sidokare dan Pasar Larangan dijumpai pasar barang bekas (rombeng) yang menghalangi pergerakan lalu lintas dari jalan lingkar barat bagian selatan ke arah Jalan H.S. Priyo Sudarmo. Pada bagian selatan perkotaan Kota Sidoarjo dijumpai pula Pabrik Gula Candi yang dibangun sejak jaman Belanda hingga kini telah mengalami penurunan produktivitas dan kondisi bangunannya banyak yang rusak. Demikian pula di kawasan perkotaan lainnya pada wilayah Kabupaten Sidoarjo, di perkotaan Kecamatan Krian, kawasan perdagangan kota lama pada pusat IKK nya juga mengalami perkembangan yang stagnan, bahkan telah mencapai kejenuhan dengan seringnya terjadi kemacetan lalu-lintas. Hal yang sama terjadi di wilayah Kecamatan Waru pada koridor Jl. Brigjen Katamso yang telah mencapai kejenuhan arus lalu-lintas, yang secara tidak langsung telah menurunkan nilai ekonomi kawasan perajin kulit alas kaki Wedoro. Permasalahan-permasalahan yang dialami Kota Sidoarjo meliputi empat aspek dimensi yaitu:   Masalah Fisik, terjadinya penurunan kualitas dan kinerja kondisi fisik dan prasarana bangunan dan lingkungannya; Masalah Ekonomi, menurunnya potensi dan taraf ekonomi masyarakat sekitar kawasan yang dimaksud yang berdampak kepada menurunnya target PAD Kota Sidoarjo yang berasal dari kawasan terkait;   Masalah Sosial-Budaya, semakin lunturnya kohesifitas ikatan sosial, terjadinya konflik sosial yang berdampak pada menurunnya produktivitas ekonomi kawasan; Masalah Kelembagaan, lemahnya kelembagaan daerah yang menangani pengembangan potensi kawasan-kawasan yang mengalami penurunan kinerja, yang tercermin pada sangat minimnya dukungan pendanaan dari berbagai pihak untuk memajukan kawasan-kawasan tersebut. Karena adanya permasalahan dan isu-isu diatas yang dialami Kota Sidoarjo, maka sangat diperlukan Studi Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan ini. MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -2

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

1.2. Maksud, tujuan, Sasaran
Maksud kegiatan ini adalah untuk mengendalikan dan mengevaluasi sejauh mana adanya faktor pendorong dan tekanan yang terjadi baik dalam aspek fisik, ekonomi dan lingkungan atas suatu kawasan. Dengan tujuan dari kegiatan ini yaitu:  Menghidupkan kembali kawasan yang cenderung mati serta meningkatkan nilainilai vitalitas yang strategis dan signifikan dari kawasan yang masih mempunyai potensi dan atau mengendalikan kawasan yang cenderung kacau atau semrawut.   Melestarikan dan memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/ hidup, tetapi kemudian mengalami kemunduran/ degradasi. Meningkatkan nilai lahan/kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya Sasaran dilaksanakannya kegiatan Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan di Kota Sidoarjo yaitu: a. Tercapainya stabilitas ekonomi kawasan melalui pengembangkan penciptaan lapangan kerja, peningkatan jumlah usaha dan variasi usaha serta produktivitas kawasan, menstimulasi faktor-faktor yang mendorong peningkatan produktivitas kawasan, dan mengurangi jumlah kapital bergerak keluar kawasan dan meningkatkan investasi yang masuk ke dalam kawasan. b. Terciptanya iklim yang kondusif bagi kontinuitas dan kepastian usaha, sehingga nilai properti kawasan dapat meningkat. c. Tercapainya kuantitas dan kualitas prasarana lingkungan seperti jalan dan jembatan, air bersih, drainase, sanitasi dan persampahan, serta sarana kawasan seperti pasar, ruang untuk industri, ruang ekonomi informal dan formal, fasilitas sosial dan budaya, dan sarana transportasi. d. Tercapainya kelengkapan fasilitas kenyamanan (amenity) kawasan guna mencegah proses kerusakan ekologi lingkungan serta terciptanya pelestarian aset warisan budaya perkotaan dengan mencegah terjadinya "perusakan diri-sendiri" (selfdestruction) dan "perusakan akibat kreasi baru" (creative-destruction), melestarikan tipe dan bentuk kawasan, serta mendorong kesinambungan dan tumbuhnya tradisi sosial dan budaya lokal. e. Terciptanya kesadaran dan meningkatnya kompetensi pemerintah daerah agar tidak hanya fokus membangun kawasan baru. f. Terlaksananya penguatan kelembagaan meliputi pengebangan SDM dan peraturan perundangan sehingga mampu mengelola, memelihara dan merawat kawasan revitalisasi. MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -3

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

1.3. Dasar hukum
Undang Undang 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) UU RI No. 5 Tahun 1960 : Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. UU RI No. 28 Tahun 2002 : Bangunan Gedung. UU RI No. 25 Tahun 2004 : Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. UU RI No. 32 Tahun 2004 : Pemerintahan Daerah UU RI No. 38 Tahun 2004 : Jalan. UU RI No. 17 Tahun 2007 : RPJPN Tahun 2005-2025. UU RI No. 24 Tahun 2007 : Penanggulangan Bencana. UU RI No. 25 Tahun 2007 : Penanaman Modal. UU RI No. 26 Tahun 2007 : Penataan Ruang. UU RI No. 12 Tahun 2008 : Perubahan Kedua Atas UU No. 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah. 11) 12) 13) 14) 15) 16) UU RI No. 10 Tahun 2009 : Kepariwisataan. UU RI No. 22 Tahun 2009 : Lalu Lintas Angkutan Jalan. UU RI N No. omor 25 Tahun 2009 : Standar Pelayanan Umum. UU RI No. 32 Tahun 2009 : Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. UU RI No. 26 Tahun 2007 : Penataan Ruang. UU RI No. 1 Tahun 2011 : Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Peraturan Pemerintah 1) 2) 3) PP No. 27 Tahun 1999 : Analisa Dampak Lingkungan Hidup. PP No. 10 Tahun 2000 : Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah. PP No. 25 Tahun 2000 : Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom. 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) PP No. 63 Tahun 2002 : Hutan Kota. PP No. 16 Tahun 2004 : Penatagunaan Tanah. PP No. 36 Tahun 2005 : Peraturan Pelaksanaan Bangunan Gedung. PP No. 34 Tahun 2006 : Jalan. PP No. 39/2006 : Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Ren. Pembangunan. PP No. 40 Tahun 2006 : Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. PP No. 26 Tahun 2008 : Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. PP No. 45 Tahun 2008 : Pedoman Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal di Daerah. 12) 13) PP No. 34 Tahun 2009 : Pedoman Pengelolaan Kawasan Perkotaan PP No. 11 Tahun 2010 : Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar. MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -4

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

14) 15) 16)

PP No. 44 Tahun 2009 : Jalan Tol. PP No. 15 Tahun 2010 : Penyelenggaraan Penataan Ruang. PP No. 68 Tahun 2010 : Bentuk Dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang. PP No. 15 Tahun 2010 : Penyelenggaraan Penataan Ruang.

17)

Peraturan Presiden/ Keppres 1) Perpres No. 36 Tahun 2005 : Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum sebagaimana telah diubah Perpres No. 65 Tahun 2006 : Perubahan Atas Perpres No. 36 Tahun 2005 : Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum; 1) 2) 3) Keppres No. 32 Tahun 1990 : Pengelolaan Kawasan Lindung; Keppres No. 63 Tahun 2000 : BKP4N. Keppres No. 34 Tahun 2003 : Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan.

Permen/ Kepmendagri/ Kepmen Kimpraswil 1) 2) Permendagri No. 8 Tahun 1998 : Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah; Permendagri No. 9 Tahun 1998 : Tata Cara Peran serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang di Daerah; 3) 4) 5) Permen Negara Agraria No. 2 Tahun 1999 : Izin Lokasi; Permen PU No. 392 Tahun 2005 : Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol; Permen PU No. 494 Tahun 2005 : Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Perkotaan (KSNP); 6) Permendagri No. 1 Tahun 2007 : Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan; 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Permendagri No. 1 Tahun 2008 : Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; Permenpera No. 22 Tahun 2008 : SPM Bidang Perumahan Rakyat; Permen PU No.15/PRT/M/2009 : Pedoman Penyusunan RTRW Provinsi; Permen PU No.17/PRT/M/2009 : Pedoman Penyusunan RTRW Kota; Permendagri No. 50 tahun 2009 : Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; Permen PU No.14/PRT/M/2010 : SPM Bidang PU & Penataan Ruang; Permen PU No.18/PRT/M/2010 : Pedoman Revitalisasi Kawasan. KepMen_Dagri_PU_Neg PRT No. 648-384 Tahun. 1992 : Pedoman Pembangunan Perumahan dan Pemukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang. 15) Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor 375/KPTS/M/2004 tentang Penetapan Ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Peranannya sebagai Jalan Arteri, Jaian MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -5

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

Kolektor 1, Jalan Kolektor 2, dan Jalan Kolektor 3. Peraturan Daerah 1) Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 6 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029;

1.4. Manfaat
Sebagai informasi arahan kegiatan yang dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam merevitalisasi kawasan perkotaan terpilih, untuk mencapai sasaransasaran tersebut di atas.

1.5. Keluaran
Keluaran kegiatan Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan di Kota Sidoarjo berupa kebijakan, panduan dan program arahan revitalisasi kawasan terpilih perkotaan Kota Sidoarjo yang dalam proses penyusunan maupun penyempurnaan perencanaannya melibatkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo beserta masyarakat perkotaan Kota Sidoarjo. Simpulan mencakup empat hal mendasar: (i) permasalahan spesifik lokasi kawasan revitalisasi perkotaan Kota Sidoarjo, (ii) tipologi kawasan revitalisasi perkotaan Kota Sidoarjo, (iii) ploting atau delineasi lokasi kawasan terpilih untuk kegiatan revitalisasi ruang perkotaan kota Sidoarjo, dan (iv) arahan pemanfaatan, pengendalian dan program revitalisasi kawasan prioritas terpilih.

1.6. Ruang Lingkup 1.6.1. Ruang Lingkup Wilayah
Kegiatan Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan di Kota Sidoarjo dilakukan untuk memilih kawasan fungsional kota yang mengalami penurunan kinerja. Kawasan-kawasan fungsional yang akan direvitalisasi tersebut dapat berupa: a. Kawasan perniagaan; b. Kawasan perumahan; c. Kawasan perindustrian; d. Kompleks perkantoran pemerintah; g. Kawasan pariwisata; h. Kawasan konservasi; i. Kawasan pusat peribadatan; dan j. Kawasan pusat pendidikan.

e. Kawasan olah raga, dan fasilitas sosial lainnya; f. Kawasan khusus (kawasan bersejarah kekuno-an); Lingkup lokasi kegiatan Rencana Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo berada di 3 (Tiga) Kecamatan Kota Sidoarjo, dengan batas-batas: MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -6

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

   

Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat

: : : :

Kecamatan Sedati dan Kecamatan Gedangan, Sidoarjo Selat Madura Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo Kecamatan Wonoayu dan Kecamatan Tulangan, Sidoarjo

Gambar 1.1. Batas Wilayah Lokasi Studi di Kota Sidoarjo

1.6.2. Ruang Lingkup Substansi
a. Pembangunan kembali (redevelopment): peremajaan menyeluruh, berupa upaya penataan kembali suatu kawasan kota diawali dengan melakukan pembongkaran sarana atau prasarana dari sebagian atau seluruh kawasan Kota; b. Gentrifikasi (urban infill): upaya peningkatan vitalitas suatu kawasan kota melalui upaya peningkatan kualitas lingkungannya tanpa menimbulkan perubahan yang berarti dari struktur fisik kawasan tersebut; c. Konservasi: upaya untuk memelihara suatu tempat sehingga makna dari tempat tersebut dapat dipertahankan; d. Rehabilitasi: upaya untuk mengembalikan kondisi suatu bangunan atau unsur-unsur kawasan kota yang telah mengalami kerusakan, kemunduran, atau degradasi kepada unsur aslinya sehingga dapat berfungsi kembali MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

sedemikian rupa

I -7

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

sebagai mana mestinya; e. Preservasi: upaya memelihara dan melestarikan monumen, bangunan, atau lingkungan pada kondisinya dan mencegah proses kerusakan; f. Renovasi: upaya untuk mengubah sebagian atau beberapa bagian dari bangunan/kompleks tua dengan tujuan agar bangunan/kompleks tersebut dapat diadaptasikan untuk menampung fungsi baru ataupun fungsi yang sama dengan persyaratan yang sesuai dengan kebutuhan baru/modern; g. Restorasi: upaya menghilangkan tambahan-tambahan yang timbul kemudian, serta memasang atau mengembalikan unsur yang semula yang telah hilang; h. Rekonstruksi: upaya mengembalikan kondisi atau membangun kembali suatu tempat yang rusak parah/telah hilang sedekat mungkin dengan wujud semula; i. Resetlement: upaya memindahkan permukiman dari suatu kawasan ke kawasan lain yang disertai dengan kompensasi.

1.7. Metode Pelaksanaan Kegiatan
1.7.1. Pendekatan Perencanaan Pendekatan Rencana Strategis dilakukan melalui identifikasi isu-isu strategis yang akan dilanjutkan dengan analisa-analisa internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja kawasan.

1) Pendekatan Kegiatan revitalisasi kawasan mempunyai beberapa azas pembangunan sebagai acuan dasar dalam pelaksanaan. Azas-azas tersebut adalah: a. b. c. d. e. Berkeadilan. Keberlanjutan. Keberdayaan masyarakat lokal. Kebersamaan dan kemitraan. Keserasian, keselarasan dan keseimbangan.

2) Kebijakan dan Strategi Revitalisasi kawasan disusun mengacu pada Kebijakan dan Strategi Penataan Bangunan dan Lingkungan. Selanjutnya pemerintah daerah wajib menyusun Kebijakan dan Strategi Daerah mengenai Revitalisasi Kawasan yang mengacu pada Kebijakan dan Strategi Nasional tersebut. MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -8

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

Kebijakan 1: Revitalisasi kawasan dilakukan pada kawasan-kawasan strategis/potensial yang menurun produktivitas ekonominya dan terdegradasi lingkungan fisiknya. Strategi 1: Kawasan yang direvitalisasi diarahkan pada : a. b. c. d. e. f. Kawasan yang menurun produktivitas ekonominya, terjadi degradasi lingkungan dan/atau penurunan kerusakan warisan budaya perkotaan (urban heritage). Lokasi yang memiliki nilai investasi/potensi peningkatan nilai properti yang tinggi. Kawasan strategis yang berpotensi di sektor pariwisata, perdagangan, permukiman, industri, pasar, budaya, pendidikan, ekologi dan warisan budaya. Kota-kota strategis menurut UU Penataan Ruang (PKN, PKW, PKSN). Kota/kawasan dengan komitmen pemda yang tinggi. Kota/kawasan dengan kepemilikan tanah (land tenure) yang tidak bermasalah

Kebijakan 2: Peningkatan kualitas penataan bangunan dan lingkungan yang mampu memberdayakan aktivitas ekonomi, sosial dan budaya kawasan. Strategi 2: a. b. c. d. g. Menciptakan kualitas lingkungan yang kreatif dan inovatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan aksesibilitas, keterkaitan serta fasilitas kawasan untuk mengintegrasikan kawasan dengan sistem kota. Memenuhi standar minimal pelayanan prasarana sarana kawasan. Melestarikan tipe ruang dan bentuk bangunan yang signifikan secara kultural dan sejarah. Memperbesar deliniasi (batas) luas kawasan agar dampak revitalisasi lebih optimal Kebijakan 3: Pengelolaan kawasan revitalisasi yang berkelanjutan. Strategi 3: a. Memfasilitasi dan memberdayakan berbagai pemangku kepentingan untuk merevitalisasi ekonomi, sosial dan budaya. MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I -9

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

b.

Mendorong

konsistensi

pemda

dalam merencanakan, memprogramkan,

melaksanakan, memantau dan mengevaluasi, serta mempromosikan dan memasarkan revitalisasi. c. d. e. h. Menciptakan skema kerjasama pemerintah, swasta dan masyarakat yang menguntungkan setiap pihak (public private community partnership). Menciptakan regulasi/deregulasi yang memberdayakan investor dan masyarakat dalam melakukan investasi. Menggali sumber-sumber pembiayaan swadaya bekerjasama dengan swasta, dana bantuan/hibah, trust fund dan anggaran pemerintah. Mengembangkan kapasitas pemda (local government capacity) untuk mengelola kawasan revitalisasi dan pemda sebagai pengembang (local government as public developer). Di dalam Action Plan, pendekatan perencanaan dituangkan ke dalam implementasi rencana strategis dalam kegiatan sektoral terpadu dalam kurun waktu tahunan, jangka pendek, menengah dan panjang secara bertahap dan berkelanjutan. Di dalam action plan ini diuraikan aspek-aspek program kegiatan sektoral dalam tahapannya, lokasi dan luasan kawasan, jangka waktu rencana implementasi, dan pemangku kepentingan dan estimasi pembiayaannya.

1.7.2. Kriteria dan Teknik Penentuan Kawasan Kiriteria pemilihan lokasi dikelompokkan dalam dua kelompok tahap penilaian:

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 10

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

Di setiap tahap penilaian memuat kelompok variabel beserta parameternya dengan bobot prioritas yang berbeda:

Tahap I
Penilaian terhadap variabelvariabel utama ditujukan untuk mengetahui kondisi (1) vitalitas kawasan dan degradasi lingkungan, (2) nilai lokasi dan (3) komitmen pemda, seperti yang diterangkan dalam penjelasan berikut: (1) Vitalitas Kawasan dan Degradasi Lingkungan Diukur dari segi penurunan (1.A.) produktivitas ekonomi, (1.B.) degradasi lingkungan dan/atau (1.C.) kerusakan warisan budaya perkotaan/urban heritage (tentatif), seperti berikut: 1.A. Penurunan Produktivitas Ekonomi Berdasarkan variabel ketersediaan lapangan kerja, variasi jenis unit ruang usaha dan densitas penduduk. (Lihat Tabel 1.A : Penurunan Produktivitas Ekonomi) TABEL 1.A : PENURUNAN PRODUKTIVITAS EKONOMI
No Variabel Parameter & Nilai P N1 P N2 P N3 Nilai

1 2 3

Lapangan Kerja Unit Ruang Usaha Densitas Penduduk

tinggi sangat beragam <60 jiwa/ha

1 1 1

sedang beragam 60-150jiwa/ha

2 2 2

Rendah Kurang beragam >150 jiwa/ha

3 3 3

INDEKS 2.22 % Nilai Total x Indeks ≤ 8.9 % = RENDAH Nilai Total x Indeks > 8.9% - ≤ 15.6% = SEDANG Nilai Total x Indeks > 15.6 % = TINGGI

NILAI TOTAL 1.A INDEKS NILAI TOTAL X INDEKS

2.22 %

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 11

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

Potensi dan permasalahan penurunan produktivitas ekonomi dihitung dari nilai total 1.A dikalikan indeks 2,22% dan dikategorikan menjadi:    Nilai ≤ 8.9% = rendah Nilai > 8.9% - ≤ 15.6% = sedang Nilai > 15.6% = tingg

1.B. Degradasi Lingkungan Berdasarkan kondisi tingkat pelayanan prasarana dan sarana ekonomi, sosial, budaya dan rumah: TABEL 1.B: DEGRADASI LINGKUNGAN
No Variabel Parameter & Nilai P N1 P N2 P N3 Nilai

PRASARANA DASAR 1 Layanan air bersih dalam kawasan 2 Layanan jalan (jembatan) dalam kawasan 3 Layanan drainase dalam kawasan 4 Layanan sanitasi dalam kawasan 5 Layanan persampahan dalam kawasan SARANA DASAR 6 Layanan sarana ekonomi dalam kawasan 7 Layanan sarana sosbud dalam kawasan 8 Layanan sarana rumah dalam kawasan
INDEKS 0.83 %

sangat memadai sangat memadai sangat memadai sangat memadai sangat memadai sangat memadai sangat memadai sangat memadai

1 1 1 1 1

memadai memadai memadai memadai memadai

2 2 2 2 2

kurang memadai kurang memadai kurang memadai kurang memadai kurang memadai kurang memadai kurang memadai kurang memadai

3 3 3 3 3

1 1 1

memadai memadai memadai

2 2 2

3 3 3

NILAI TOTAL 1.B INDEKS NILAI TOTAL X INDEKS

Nilai Total x Indeks ≤ 8.3 % = RENDAH Nilai Total x Indeks > 8.3 % - ≤ 14.9 % = SEDANG Nilai Total x Indeks > 14.9 % = TINGGI

0.83 %

Potensi dan masalah degradasi lingkungan dihitung dari nilai total 1.B dikalikan indeks 0.83% dan dikategorikan menjadi:    Nilai ≤ 8.3% = rendah Nilai > 8.3% - ≤ 14.9% = sedang Nilai > 14.9% = tinggi

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 12

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

1.C. Kerusakan warisan budaya perkotaan (urban heritage) Berdasarkan tingkat keutuhan kawasan inti, keaktifan dalam pelestarian bangunan kuno/bersejarah dan adat istiadat. TABEL 1.C : KERUSAKAN URBAN HERITAGE (tentatif)
No Variabel Parameter & Nilai P N1 P N2 P N3 Nilai

1 2 3

Keutuhan kawasan inti Pelestarian bangunan kuno/bersejarah Pelestarian adat-istiadat

<50% aktif aktif

1 1 1

>50% sedang sedang

2 2 2

utuh pasif pasif

3 3 3 0.55 %

INDEKS 0.55 % Nilai Total x Indeks ≤ 2.75 % = RENDAH Nilai Total x Indeks > 2.75 % - ≤ 3.85 % = SEDANG Nilai Total x Indeks > 3.85 % = TINGGI

NILAI TOTAL 1.C INDEKS NILAI TOTAL X INDEKS

Potensi dan masalah kerusakan warisan budaya perkotaan (urban heritage) dihitung dari nilai total 1.C dikalikan indeks 0.55% dan dikategorikan menjadi:    Nilai ≤ 2.75% = rendah. Nilai > 2.75% - ≤ 3.85% = sedang. Nilai > 3.85% = tinggi

(2) Nilai Lokasi Berdasarkan fungsi strategis kawasan terhadap variabel fungsi ekonomi, nilai jual lahan (terhadap sekitarnya/radius 1KM), dan pencapaian kawasan dari pusat kota. TABEL 2 : NILAI LOKASI
No Variabel Parameter & Nilai P N1 P N2 P N3 Nilai

1

Fungsi strategis

tidak potensi untuk fungsi ekonomi 2X susah diakses

1

2 3

Nilai jual lahan (terhadap sekitarnya/radius 1 KM) Pencapaian dari pusat kota

1 1

cukup potensi untuk fungsi ekonomi 3X memiliki akses

2

2 2

potensial untuk fungsi ekonomi 4X mudah diakses

3

3 3

INDEKS 2.22 % Nilai Total x Indeks ≤ 8.9 % = RENDAH Nilai Total x Indeks > 8.9% - ≤ 15.6% = SEDANG

NILAI TOTAL INDEKS NILAI TOTAL X INDEKS

2.22 %

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 13

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo
Nilai Total x Indeks > 15.6 % = TINGGI

Potensi dan masalah nilai lokasi dihitung dari nilai total dikalikan indeks 2.22% dan dikategorikan menjadi:    Nilai ≤ 8.9% = rendah. Nilai > 8.9% - ≤ 15.6% = sedang. Nilai > 15.6% = tinggi.

(3) Komitmen Pemda Berdasarkan pengelolaan yang berkelanjutan dari pemda, sharing investasi/ kerjasama pendanaan dan pengaturan (regulasi) dari pemda.
TABEL 3 : KOMITMEN PEMDA *) *) Mengisi surat komitmen / kesanggupan dengan memberi tanda x (silang) pada kolom , dan ditandatangani kepala daerah NO VARIABEL YA TIDAK NILAI 1. PENGELOLAAN YANG BERKELANJUTAN A Urban Revitalization Plan & Guidelines B Urban Conservation (bila diperlukan) C Urban Revitalization Management c.1 Promosi c.2 Insentif c.3 Laveraging the private sector (partnership) c.4 Land Security c.5 Ploting c.6 Gov't office relocation D Public Initiated Housing Dev't E Public Initiated Strategic Area Dev't F Pemantauan dan Evaluasi NILAI TOTAL 1 INDEKS 0.45% NILAI TOTAL X INDEKS 2. SHARING INVESTASI (FINANCING) Tidak Terpaku APBN, Berinisiatif menggalang dana dari Tk I & Tk II Menggalang Investor NILAI TOTAL 2 INDEKS 0.63% NILAI TOTAL X INDEKS 3. REGULASI/DEREGULASI Menciptakan regulasi/deregulasi yang memberdayakan pasar dengan mendorong komitmen Investor dan masyarakat

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 14

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

TABEL 3 : KOMITMEN PEMDA *) A B Regulasi dokumen perencanaan PRK diperkuat dengan SK Kepala Daerah/Perda Regulasi Pengelolaan Kawasan Traffic system management Insentif (pajak, KLB, KDB, dll) & disinsentif IMB Retribusi PBB, dll Pembebasan Lahan Kemudahan Perijinan NILAI TOTAL 3 INDEKS 0.63%

JAWABAN (YA) NILAI = 1 ; JAWABAN (TIDAK) NILAI = 0 PENJUMLAHAN NILAI TOTAL 1+2+3 DIKALI INDEKS MASING-2 NILAI ≤ 5% = RENDAH NILAI > 5% s/d ≤ 12.5% = SEDANG NILAI > 12.5% = TINGGI

NILAI TOTAL X INDEKS

Potensi dan masalah komitmen pemda didapatkan dari penjumlahan nilai total 1+2+3 dikalikan indeks masingmasing dan dikategorikan menjadi:    Nilai ≤ 5% = rendah Nilai > 5% - ≤ 12.5% = sedang Nilai >12.5% = tinggi

Tahap II :
Penilaian tahap II berisi variabel tambahan dalam pemilihan lokasi . Penilaian terhadap variabel-variabel tambahan ditujukan untuk mengetahui (4) keberadaan kawasan apakah masuk dalam kawasan strategis menurut UU Tata Ruang, (5) kondisi kepemilikan tanah dan (6) kepadatan fisik, seperti yang diterangkan dalam penjelasan berikut: (4) Kawasan Masuk di Kawasan Strategis menurut UU Penataan Ruang Berdasarkan UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang berdasarkan variabel : 1) Kawasan strategis nasional. 2) Kawasan strategis provinsi. 3) Kawasan strategis kabupaten/kota. *) Mengisi formulir dengan memberi tanda x (silang) pada kolom Kawasan masuk di salah satu kawasan strategis di bawah ini : Kawasan Strategis Nasional (UU No.26 / 2007) A Kawasan Strategis Pusat Kegiatan Nasional (PKN) MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

YA

TIDAK

NILAI

I - 15

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

B Kawasan Strategis Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) C Kawasan Strategis Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) JAWABAN (YA) NILAI = 1 ; JAWABAN (TIDAK) NILAI = 0 INDEKS 1.67% NILAI 1.7% = RENDAH NILAI 3.4% = SEDANG NILAI 5.0% = TINGGI

NILAI TOTAL INDEKS NILAI TOTAL X INDEKS

1.67%

Potensi kawasan masuk di kawasan strategis menurut UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang didapatkan dari nilai total dikalikan indeks 1.67% dan dikategorikan menjadi:    Nilai 1.7% = rendah. Nilai 3.4% = sedang. Nilai 5% = tinggi.

(5) Kepemilikan Tanah (Land Tenure) di Kawasan Berdasarkan variabel status kepemilikan lahan tidak dalam sengketa dan status kepemilikan yang jelas. TABEL 5 : KEPEMILIKAN TANAH (LAND TENURE)
No Variabel Parameter & Nilai P N1 P N2 P N3 Nilai

1 2

Status Sengketa Kepemilikan Jelas

bersengketa Tidak jelas/liar

1 1

penyelesaian Milik privat

2 2

tidak Milik negara
NILAI TOTAL INDEKS

3 3 0.83%

INDEKS 0.83% Nilai Total x Indeks ≤ 2.5 % = RENDAH Nilai Total x Indeks > 2.5 % - ≤ 4.2 % = SEDANG Nilai Total x Indeks > 4.2 % = TINGGI

NILAI TOTAL X INDEKS

Potensi dan masalah kepemilikan tanah (land tenure) di kawasan didapatkan dari nilai total dikalikan indeks 0.83% dan dikategorikan menjadi:    Nilai ≤ 2.5% = rendah. Nilai > 2.5% - ≤ 4.2% = sedang. Nilai > 4.2% = tinggi.

(6) Kepadatan Fisik Berdasarkan variabel KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dan KLB (Koefisien Lantai Bangunan)

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 16

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

TABEL 6 : KEPADATAN FISIK N o 1 2 Variabel KDB (Koefisien Dasar Bangunan) KLB (Koefisien Lantai Bangunan) INDEKS 0.83% Nilai Total x Indeks ≤ 2.5 % = RENDAH Nilai Total x Indeks > 2.5 % - ≤ 4.2 % = SEDANG Nilai Total x Indeks > 4.2 % = TINGGI P rendah (<40%) rendah (<1) Parameter & Nilai N1 P N2 P 1 sedang 2 tinggi (40%-60%) >60% 1 sedang (1-2) 2 tinggi>2 NILAI TOTAL INDEKS NILAI TOTAL X INDEKS N3 3 3 Nilai

0.83%

Potensi dan masalah kepadatan fisik di kawasan didapatkan dari nilai total dikalikan indeks 0.83% dan dikategorikan menjadi:    Nilai ≤ 2.5% = rendah Nilai > 2.5% - ≤ 4.2% = sedang Nilai > 4.2% = tinggi

1.7.3. Penentuan Prioritas Kawasan Revitalisasi Penentuan prioritas penanganan kawasan revitalisasi dilakukan melalui penilaian untuk memilih lokasi revitalisasi kawasan dilakukan dalam dua tahap penilaian yang harus dipenuhi agar diperoleh lokasi terpilih, yaitu meliputi: Tahap I dan Tahap II, seperti terlihat pada Diagram berikut:

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 17

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

VARIABEL TAMBAHAN TAHAP II 4 5 6 Kawasan masuk di kawasan strategis menurut UU Tata Ruang Kepemilikan tanah (land tenure) di kawasan Kepadatan fisik TOTAL PENILAIAN TAHAP II = MAKS 15% TOTAL PENILAIAN TAHAP I dan II = MAKS 100 % =5% =5% =5%

Selanjutnya dilakukan penilaian untuk penentuan prioritas penanganan kawasan melalui kriteria USG (urgency, seriousness, growth) yang terinci seperti pada table di bawah ini. Skala 1 berarti paling rendah dan skala 9 berarti paling tinggi. Rentang skala 1 sampai dengan 9 ini dipilih agar sensitifitas terhadap pendapat responden lebih tinggi dan untuk menghindarkan kemungkinan terjadinya nilai akhir yang sama antara satu responden dengan responden lainnya. No
1

Kriteria
Tingkatan Mendesak

Variabel

Parameter

Skala Nilai

Kesesuaian dengan arah Keberadaan kawasan 1.2.3.4.5.6.7.8.9 kebijakan kota mendukung perwujudan visimisi kota Pengembangan kawasan ada 1.2.3.4.5.6.7.8.9 dalam prioritas pembangunan kota Jaminan program keberlanjutan Dukungan pemerintah kota 1.2.3.4.5.6.7.8.9 yang sinergis dan terintegrasi

Kedudukan kawasan Tingkatan strategis kawasan 1.2.3.4.5.6.7.8.9 dalam konstelasi kota dalam struktur kota 2 Keseriusan Permasalahan kawasan Kompleksitas yang tinggi permasalahan 1.2.3.4.5.6.7.8.9 1.2.3.4.5.6.7.8.9

Kejelasan akar persoalan

Kesiapan pemangku 1.2.3.4.5.6.7.8.9 kepentingan pembangunan 3 Tingkat Efektivitas penanganan Penanganan kawasan 1.2.3.4.5.6.7.8.9 Pertumbuhan permasalahan kota memberikan dampak ganda positif terhadap perkembangan kota Antisipasi terhadap Kompleksitas masalah 1.2.3.4.5.6.7.8.9 permasalahan kota meningkat bila kawasan tidak segera ditangani

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 18

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

1.7.4. Kebutuhan Data Data yang dibutuhkan dalam studi ini meliputi: A. Data Sekunder: Data Arahan dan Kebijakan Penataan Ruang Kota Data Potensi Daerah dan Kota Dalam Angka Data Kawasan Potensial Data Peta Kawasan B. Data Primer: Kondisi (potensi dan masalah) Fisik, Ekonomi, Sosial Budaya, Kelembagaan Pemanfaatan Ruang Kawasan Produktivitas Kawasan Pengamatan Visual, melalui rekaman foto dan pemetaan 1.7.5. Analisis Data Pendataan, analisa dan justifikasi penanganan kebutuhan kawasan revitalisasi dilakukan dengan memperhatikan variable-variabel: a) Aspek Deliniasi/Batas Kawasan Identifikasi kondisi eksisting batas kawasan. b) Aspek Produktivitas Ekonomi (1) Kondisi eksisting ketersediaan lapangan kerja, variasi unit ruang usaha dan densitas penduduk. (2) Permasalahan yang dihadapi. (3) Analisa potensi dan permasalahan. (4) Justifikasi penanganan kebutuhan sistem ekonomi yang dibutuhkan. c) Aspek Degradasi Lingkungan (1) Kondisi eksisting layanan prasarana (air bersih, jalan (dan jembatan), drainase, sanitasi, persampahan), sarana ekonomi (pasar rakyat, industri kecil, pedagang kaki lima/PKL, pertokoan), sarana sosial/ budaya dan perumahan, serta kondisi kualitas lingkungan (pejalan kaki, desain tapak, perabot jalan, penanda/signage, estetika, ekologi). (2) Permasalahan yang dihadapi (3) Analisa potensi dan permasalahan kebutuhan sistem prasarana, pengembangan sarana dan kualitas lingkungan, alternatif pemecahan dan rekomendasinya. (4) Justifikasi penanganan kebutuhan sistem prasarana, pengembangan sarana dan kualitaslingkungan. MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 19

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

d) Aspek Kerusakan warisan budaya perkotaan/ urban heritage (bila ada) (1) Kondisi kerusakan warisan budaya perkotaan berdasarkan sejarah kawasan dan kondisi eksisting keutuhan kawasan pusat (termasuk kawasan penyangga, kawasan pendukung dan batasnya), bangunan kuno/bersejarah serta adat istiadat, termasuk pemanfaatannya. (2) Analisa potensi dan permasalahan (3) Justifikasi penanganan kebutuhan pelestarian e) Aspek Nilai Lokasi Kawasan (1) Kondisi eksisting nilai lokasi kawasan berdasarkan fungsi strategis kawasan terhadap fungsi ekonomi, nilai jual lahan (terhadap sekitarnya/radius 1KM) dan pencapaian kawasan dari pusat kota. (2) Analisa potensi dan permasalahan. (3) Justifikasi penanganan kebutuhan pengembangan nilai lokasi. f) Aspek Komitmen Pemda (1) Kondisi eksisting komitmen pemda terhadap pengelolaan kawasan yang berkelanjutan, sharing investasi/kerjasama pendanaan dan pengaturan/regulasi/deregulasi dari pemda. (2) Analisa potensi dan permasalahan. (3) Justifikasi penanganan kebutuhan penguatan komitmen pemda. g) Aspek Kawasan Strategis (1) Keberadaan kawasan apakah masuk di kawasan strategis menurut UU Tata Ruang No.26 Tahun 2007. (2) Analisa potensi dan permasalahan. (3) Justifikasi pengembangan kawasan yang mempertimbangkan peran kawasan sebagai kawasan strategis menurut UU. h) Aspek Kepemilikan Tanah (Land Tenure) (1) Kondisi eksisting kepemilikan tanah berdasarkan kejelasan status tanah tidak dalam sengketa dan kejelasan kepemilikannya (milik negara, milik privat atau liar). (2) Analisa potensi dan permasalahan (3) Justifikasi pengembangan kawasan dengan mempertimbangkan kejelasan kepemilikan tanah. i) Aspek Kepadatan Fisik (1) Kondisi eksisting kepadatan fisik kawasan dari kondisi KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dan KLB (Koefisien Lantai Bangunan) MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 20

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

(2) Analisa potensi dan permasalahan (3) Justifikasi pengembangan kepadatan bangunan j) Aspek Keuangan dan Pembiayaan (1) Kondisi eksisting kemampuan pembiayaan pemerintah, swasta masyarakat dalam melakukan investasi dan melakukan operasi serta pemeliharaan. (2) Analisa potensi dan permasalahan kelayakan investasi, operasi dan pemeliharaan, serta rekomendasinya. (3) Justifikasi sistem pembiayaan yang dibutuhkan untuk investasi, operasi dan pemeliharaan. k) Aspek Kelembagaan (1) Kondisi eksisting keberadaan institusi/kelembagaan pengelola kawasan, kebijakan (Keppres, SK kepala daerah) dan aspek legal/hukum (UU, Perda), serta kepedulian masyarakat terhadap pelestarian bangunan dan kawasan lama (bila ada). (2) Analisa potensi dan permasalahan (3) Justifikasi pengembangan kelembagaan

1.8. Sistematika Laporan
Sistematika laporan kegiatan ini untuk Laporan Pendahuluan yaitu: BAB I PENDAHULUAN Memuat latar belakang, maksud, tujuan dan sasaran, landasan hukum sebagai dasar pembahasan, manfaat, keluaran, ruang lingkup wilayah, substansi, metode pelaksanaan kegiatan dan sistematika laporan. BAB II TINJAUAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOTA SIDOARJO Menguraikan kebijakan RTRW Kota Sidoarjo, peran dan fungsi Kota, rencana struktur dan pola ruang kota, dan rencana kawasan strategisnya; kebijakan pengembangan kawasan-kawasan budidaya fisik dan kawasan cagar budaya dan peluang dan tantangan pengembangan kota di masa mendatang. BAB III TINJAUAN WILAYAH KOTA SIDOARJO Menguraikan tentang gambaran umum wilayah Kota Sidoarjo; tinjauan kawasan-kawasan yang memerlukan revitalisasi (arah dan kebijakan kota, kondisi fisik kawasan, kondisi sosial dan kependudukan, kondisi ekonomi, transportasi, sarana dan prasarana); dan tipologi kawasan-kawasan yang memerlukan revitalisasi. MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 21

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

Laporan Akhir - Revitalisasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Kota Sidoarjo

BAB IV ANALISIS KAWASAN TERPILIH Menjelaskan tentang analisis fisik kawasan; analisis lingkungan sosial dan budaya (ruang, bentuk dan tipologi kawasan, kondisi dan kualitas lingkungan, sejarah kawasan, potensi, masalah dan kebutuhan pengembangan); analisis sarana dan prasarana dan analisis ekonomi lokal. BAB V RANCANGAN REVITALISASI Menjelaskan tentang rancangan rencana kawasan, rencana struktur kawasan, bentuk dan spasial kawasan, serta skenario revitalisasinya. BAB VI RENCANA TINDAK PENGEMBANGAN KAWASAN Menjelaskan tentang analisis stakeholders dan rencana implementasi pengembangan kawasan.

MITRA KARSA UTAMA
ENGINEERING AND MANAGEMENT CONSULTANT
JL. Medayu Pesona XIII/26 Surabaya 60295 Telp/Fax : 031-8782801 Email: studiomku@yahoo.com

I - 22