You are on page 1of 12

INDEKS KEBERSIHAN MULUT Kebersihan mulut merupakan salah satu factor yang mempengaruhi terjadinya prevalensi karies gigi

. Dalam penelitian secara epidemiologi mengenai karies gigi dan penyakit periodontal, diperlukan suatu metode dan kriteria untuk mengetahui status kesehatan gigi seseorang atau masyarakat. Indikator yang biasa digunakan untuk mengukut tingkat kebersihan mulut sseorang atau masyarakat adalah Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) dari Greene and Vermillion. Penilaian OHI-S tergantung dari food debris dan kalkulus yang terdapat dalam mulut. Indeks-indeks kebersihan mulut yang biasa digunakan : Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) Mengukur daerah permukaan gigi yang ditutupi oleh food debris atau kalkulus. Untuk pemeriksaan OHIS, Greene and Vermillion menetapkan bahwa gigi indeks yang digunakan adalah 4 gigi posterior dan 2 gigi anterior. 6 1 6 616 Rahang atas yang diperiksa adalah permukaan bukal gigi M1 kanan atas, permukaan labial gigi I1 kanan atas dan permukaan bukal gigi M1 kiri atas. Pemeriksaan dilakukan di permukaan bukal karena saluran muara untu kelenjar saliva yaitu pada glandula parotis terletak di darah bukal. Rahang bawah yang diperiksa adalah permukaan lingual gigi M1 kiri bawah, permukaan labial gigi I1 kiri bawah dan permukaan lingual gigi M1 kanan bawah. Pemeriksaan pada permukaan lingual karena saluran muara untuk kelenjar saliva yaitu pada glandula sublingualis terletak di darah lingual. Apabila salah satu gigi indeks telah hilang atau tinggal sisa akar, maka penilaian dapat dilakukan pada gigi pengganti yang dapat mewakili : Apabila gigi M1 RA atau RB tidak ada, maka penilaian dilakukan pada gigi M2 Ra atau RB. Apabila gigi M1 dan M2 RA dan RB tidaka ada, maka penilaian dilakukan pada gigi M3 RA atau RB. Apabila gigi M1, M2 dan M3 RA dan RB tidak ada, maka penilaian tidak dpt dilakukan. Apabila gigi I1 kanan RA tidak ada, maka penilaian dilakukan pada gigi I1 kiri RA. Apabila gigi I1 kanan dan kiri RA tidak ada, maka tidak dapat dilakukan penilaian. Apabila gigi I1 kiri RB tidak ada, maka penilaian dilakukan pada gigi I1 kanan RB. Apabila gigi I1 kanan dan kiri RB tidak ada, maka tidak dapat dilakukan penilaian.

OHI-S = Debris Indeks Simplified (DI-S) + Calculus Indeks Simplified (CI-S) Pemeriksaan DI-S dan CI-S dilakukan dengan memeriksa 6 gigi yang telah dijelaskan di atas. Pemeriksaan dilakukan dengan menempatkan sonde pada 1/3 insisal atau oklusal gigi dan kemudian digerakkan ke arah 1/3 gingival. Kriteria penilaian untuk DI-S dan CI-S yaitu : 0 = tidak ada food debris/kalkulus 1 = food debris lunak/kalkulus yang menutupi tidak lebih dari 1/3 permukaan gigi. 2 = food debris lunak/kalkulus yang menutupi lebih dari 1/3 permukaan gigi, tetapi tidak lebih dari 2/3 permukaan gigi. 3 = food debris lunak/kalkulus yang menutupi lebih dari 2/3 permukaan gigi

Penilaian plaque index dilakukan dengan menggunakan kaca mulut dan sonde setelah gigi dikeringkan. Penilaian PHP setiap orang diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai kelima area setiap permukaan gigi dan kemudian dibagi dengan banyaknya permukaan gigi yang diperiksa. Sedangkan nilai Plaque Index setiap orang diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai Plaque Index setiap gigi kemudian dibagi dengan banyaknya gigi yang diperiksa. mesiofasial dan lingual.0 = buruk Plaque Index Pada tahun 1964.0 – 1.2 = baik 1.0 = sedang 3. fasial. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan 6 gigi = 6 2 4 426 Penilaian Plaque Index setiap area diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai dari keempat permukaan setiap gigi. Pemberian nilai didahului dengan menggunakan “disclosing solution”. Plaque Index tidak meniadakan gigi atau mengganti gigi dengan restorasi gigi atau mahkota. Jumlah nilai Plaque Index setiap area dibagi empat. dengan 1/3 tengah dibagi secara horizontal menjadi 3 area lagi.1 – 6.3 – 3. secara berturut-turut menggunakan seluruh permukaan dari enam gigi yan dipakai dalam OHI-S. Kriteria penilaian Plaque Index : 0 = tidak ada plak pada daerah gingiva 1 = selapis tipis plak melekat pada tepi gingiva dan daerah yang berdekatan dengan gigi. PI = Jumlah nilai PI untuk gigi = ¼ Jumlah PI setiap area Banyaknya gigi yang diperiksa Banyaknya gigi yang diperiksa Patient Hygiene Performance Index (PHP) PHP oleh Podshadley dan Haley merupakan indeks pertama yang dikembangkan untuk tujuan yang semata-mata menilai kebersihan individu dalam membersihkan food debris setelah instruksi menyikat gigi. Indeks ini mencatat ada tidaknya food debris dengan nilai 1 atau 0. Loe dan Silness mengembangkan Plaque Index sebagai komponen Gingival Index (GI). Permukaan setiap gigi dibagi menjadi 5 area yaitu 3 area yang dibagi secara longitudinal. . Salah satu dari semua gigi atau hanya gigi yang diseleksi dapat digunakan dalam Plaque Index. 3 = banyaknya deposit lunak yang disertai poket gingival dan/ atau pada tepi gingiva dan berdekatan dengan permukaan gigi. Penilaian dilakukan pada permukaan distofasial. maka diperoleh Plaqu Index untuk gigi. 2 = pengumpulan deposit lunak yang sedang disertai poket gingival dan pada tepi gingiva dan/ atau berdekatan dengan permukan gigi.Tingkat kebersihan mulut secara klinis pada OHI-S dapat dikategorikan sebagai berikut : 0.

Missing : Jumlah gigi yang indikasi untuk dicabut / gigi yang telah hilang karena karies. Pada indeks DMF-T juga tidak membedakan kedalam karies. mikroorganisme.1 = sangat rendah 1. Indeks karies gigi adalah angka yang menunjukkan jumlah karies gigi seseorang atau sekelmpok orang.6 = rendah 2.5 – 6.com/img/icon18_edit_allbkg. misalnya karies superficial.5 = tinggi 6. e disini maksudnya eksfoliasi = jumlah gigi sulung yang hilang karena karies atau harus dicabut karena karies. media atau profunda. Namun beberapa penelitian eksofoliasi tidak digunakan df-t karena mencegah kemungkinan terjadinya .0 – 1.gifhttp://img2. Beda dengan indeks karies DMF-S (Surface) maka karies dihitung perpermukaan. dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dan merupakan suatu proses demineralisasi yang progresif. Terdapat emapat faktor utama yang berperan dalam proses terjadinya karies yaitu host.4 = sedang 4. Dalam melakukan sebuah penelitian kadang kala untuk menghitung jumlah karies kita menggunakan indeks karies gigi.2 – 2.com/img/icon18_email. jadi pada kasus diatas karies/dcay dihitung ”dua”).6 > = sangat tinggi Indeks def-t untuk gigi sulung Indeks ini sama dengan DMF-T hanya saja indeks def-t digunakan untuk gigi sulung.gif INDEKS KARIES GIGI Karies merupakan suatu infeksi jaringan keras gigi yaitu email. Rumus yang digunakan untuk menghitung DMF-T : DMF-T = D + M + F DMF-T rata-rata = Jumlah D + M + F Jumlah orang yg diperiksa Kategori DMF-T menurut WHO : 0. Proses kerusakan yang dimulai dari email terus ke dentin dan merupakan suatu penyakit yang berhubungan dengan banyak faktor. artinya gigi yang memiliki karies lebih dari 1 (misal karies pada gigi molar 1 permanen terdapat karies di oklusal dan di bukal maka karies tetap dihitung ”satu”). DMF-T maksudnya karies dihitung per gigi.PHP = Jumlah nilai kelima area setiap permukaan gigi Banyaknya permukaan gigi yg diperiksa Diposkan oleh Panda di 01:35 0 komentar http://img1.blogblog.blogblog. substrat dan waktu. Filling : Jumlah gigi yang telah ditambal dan masih baik. Berbagai macam indeks karies gigi yang sering digunakan : Indeks DMF-T (DMF-Teeth) untuk gigi permanen Decay : Jumlah gigi karies yang tidak ditambal / yang masih dapat ditambal.7 – 4. Angka DMF-T menggambarkan banyaknya karies yang diderita seseorang.

sementara 80% dari lesi karies terjadi pada anatomi oklusal. sebuah 655 nm dioda laser. Selain itu. karena mereka mungkin terlalu kecil atau tidak dapat diakses oleh alat diagnostik. Konvensional metode mendiagnosis karies gigi seperti sebagai probing manual dan evaluasi foto toraks sering tidak efektif dalam mendeteksi cacat email gigi. probing manual memiliki potensi merangsang akibat kerusakan iatrogenik akibat karies explorer. lubang pencegahan oklusal dan. dengan munculnya DIAGNOdent sebagai serta penggunaan protokol tradisional. bitewing x-ray). Radiografi (misalnya. gigi dokter sekarang dapat berhasil mendeteksi keberadaan oklusal pembusukan dan benar memperlakukan struktur gigi sebagai diperlukan. Pengukuran dari . Penelitian menunjukkan bahwa.kesalahan. persentase yang signifikan lesi ini pergi hampir tidak terdeteksi dengan menggunakan konvensional protokol. Pada gigi sulung sering kali gigi hilang karena faktor resobsi fisiologis atau trauma. Penelitian klinis telah menunjukkan sensitivitas tinggi (% benar didiagnosis cariously terlibat situs) dan reproduktifitas dalam diagnosis pit dan fisura-karies. mendukung deteksi noncavitated. tidak berhasil dalam mendeteksi karies dini terutama dalam anatomi kompleks daerah retakan. Rumus untuk def-t sama dengan yang digunakan pada DMF-T. meningkatkan kebersihan mulut. oklusal pit dan fisura-karies juga sebagai karies permukaan halus di sedini mungkin panggung. sebab apakah karies tersebut benar-benar hilang karena karies atau bukan. Untungnya. 0 20 40 60 80 100 Brown atau perubahan warna hitam dari celah 40% Visual pemeriksaan dengan bantuan perbesaran 56% Visual inspeksi 57% Visual inspeksi dan menyelidik 58% Berbeda demineralisasi dari celah 65% Sinar-X bitewing 67% KaVo DIAGNOdent 90% Laser Fluoresensi untuk Karies Deteksi Teknologi inovatif KaVo yang DIAGNOdent. Untuk menghitung prevalensi terjadinya karies dalam suatu populasi : Prevalensi karies = Jumlah DMF-T x 100% Jumlah orang yang diperiksa Mendeteksi Karies oklusal meskipun kemajuan yang signifikan (misalnya.merekah peluruhan masih tetap menjadi perhatian utama. meskipun efektif dalam mengungkap stadium lanjut pembusukan. pasokan air fluoride) memiliki telah dibuat dalam karies.

Lussi (2000) merekomendasikan: Nilai antara 10-15 memerlukan tidak ada perawatan aktif atau pengobatan. Nilai 30 + memerlukan operasi dan pencegahan perawatan. sehingga skala tinggi pembacaan pada layar dari DIAGNOdent. sehingga pembacaan skala yang sangat rendah pada layar.DIAGNOdent. Namun. struktur karies gigi akan menunjukkan fluoresensi. Langkah 1: Evaluasi pasien dengan faktor resiko Sebelumnya restoratif pengalaman Diet kebiasaan Oral Hygiene Tingkat Langkah 2: Debride pit dan fisura Perangkat polishing udara sangat efisien berarti (yaitu. KaVo PROPHYflex) untuk penghapusan efisien colokan organik hadir di dalam yang oklusal pit dan fisura. Langkah 3: Scan dengan DIAGNOdent dan mengamati dan nilai-nilai numerik catatan Nilai numerik berkorelasi dengan tingkat pembusukan. proporsional dengan tingkat karies. memungkinkan pada pasien dan tidak hanya pada perangkat. Fungsi DIAGNOdent Para DIAGNOdent mengukur Laser fluoresensi dalam gigi struktur. Menerapkan temuan untuk pengobatan saat ini rekomendasi untuk . Pada spesifik panjang gelombang bahwa laser DIAGNOdent beroperasi. dua arah handpiece optik memungkinkan unit untuk secara bersamaan mengukur laser memantulkan cahaya energi. Sebagai insiden sinar laser adalah disebarkan ke dalam situs. Sinyal audio memungkinkan operator untuk mendengar perubahan dalam nilai skala fokus. bersama dengan diagnostik konvensional alat dan penilaian profesional klinisi. bantuan gigi profesional dalam menentukan apakah akan memantau daerah tersangka dari waktu ke waktu dan mengobati dengan pencegahan terapi atau mengembalikan dentin yang terinfeksi dengan minimal invasif teknik. Nilai antara 15-30 memerlukan pencegahan atau operatif perawatan. tergantung pada pasien karies risiko. struktur gigi bersih sehat menunjukkan sedikit atau tidak fluoresensi.

Pengukuran karies dikenal sebagai indeks DMF dan merupakanindeks aritmetika penyebaran karies yang kumulatif. Beberapa metode . alat pemasaran yang hebat n Meningkatkan keyakinan dalam keputusan pengobatan n Mencegah atas atau di bawah pengobatan gigi tersangka n Sempurna tambahan untuk microdentistry seperti udara abrasi dengan baru KaVo RONDOflex handpiece n Konsultan Manajemen Praktek dan ribuan Dokter gigi AS setuju bahwa DIAGNOdent menyediakan ROI terbaik (return on investment) dalam kedokteran gigi hari ini. Akhirnyaterbentuk kavitas yang terbuka dan selanjutnya akan menyebar sama sepertikaries pit dan fisur 3. Dentin mulai pecah danluruh.4Indeks Pengukuran Gigi Indikator karies gigi dapat berupa prevalensi karies dan indeks karies.Karies Servikal ( Cervical caries )Karies ini menyerang bagian servikal gigi dengan dentin terbuka. Indekskaries gigi yaitu angka yang menunjukkan jumlah gigi karies seseorang atausekelompok orang. membentuk kavitas yang terbuka dari bagian luar. semua orang menang: Pasien menang n karies Deteksi dini-lebih dari 90% akurat n Meningkatkan pengobatan minimal invasif n Menyediakan data objektif untuk meningkatkan kepercayaan dalam keputusan pengobatan n Interaktivitas melibatkan pasien dalam proses pemeriksaan n Aman. Langkah 4: Jika diindikasikan. tidak ada paparan sinar-x n Painless Kebersihan menang n Memberdayakan kebersihan untuk mendidik pasien n Menyediakan data yang diukur secara objektif memantau lesi dari waktu ke waktu n Memungkinkan penempatan sealant dengan percaya diri n Mengidentifikasi daerah risiko tinggi untuk memastikan itu dokter keterlibatan selama janji kebersihan Dokter Gigi menang n Lebih dari 90% akurat dalam mendeteksi lesi tidak terdeteksi dengan sinar-x atau explorer n penerimaan pasien Tinggi. Dengan DIAGNOdent. tetapigambarannya tidak sama dengan karies pit dan fisur. lanjutkan dengan restoratif tahap Restore menggunakan bahan yang sesuai dan teknik. Karies ini cenderungterdapat pada subyek yang mempunyai umur tua dibandingkan dengan keduatipe karies diatas 2. kapur secara bertahap manjadi kasar sesuai dengan rusaknya email.pengelolaan karies oklusal.

Gigi yang hilang bukan karena karies. karies gigi adalah suatu penyakit jaringan kerasgigi yang diakibatkan oleh mikroorganisme pada karbohidrat yang daptdifermentasikan sehingga terbentuk asam dan .Gigi tiruan yang disebabkan trauma. 1992)Menurut Sumawinata (2000). 1992) 2.Gigi molar ketiga 2.Gigi yang tidak ada karena kelainan congenital dan gigi berlebih(supernumerary teeth) 4.1 2.Mahkota gigi hancur karena karies gigi 3. Tujuan dari indeks DMF-T adalah untuk menentukan jumlah total pengalaman karies gigi pada masa lalu dan yang sekarang. hilang dan permukaangigi yang ditambal pada gigi permanen.Gigi yang telah dicabut karena karies gigi b.4. hilangdan ditambal.Setiap gigi dicatat satu kali 2. Indeks yang sama untuk gigi sulung adalah def-t dan def-sdimana t menunjukkan jumlah gigi yang dicabut (bukan tanggal secara alamiah) dan smenunjukkan gigi atau permukaan gigi yang ditambal (Kidd & Bechal. Gigi disebut erupsi apabila ada bagian gigi yangmenembus gusi baik itu erupsi awal (clinical emergence). seperti impaksi atau perawatanortodontik 5.Ada karies pada gigi dan restorasi b. erupsi sebagian(partial eruption) maupun erupsi penuh (full eruption) 3. Tinggi: 4.Gigi yang belum erupsi.7 – 4.Gigi susu yang belum tanggal 2.Gigi supernumerary 3. DMF-S digunakan untuk menyatakan gigi karies.4 4.1Indeks DMF-T Indeks DMF-T digunakan untuk pencatatan gigi permanen. yang dicabut dan yang ditambal.2 – 2. 1997) : 1.Gigi tiruan yang disebabkan bukan karena karies gigi.F = Filled atau tambala.M =Missing atau hilanga.d = Decayed / rusak 2. Moderat: 2. Indeks DMF-Tadalah indeks dari pengalaman kerusakan seluruh gigi yang rusak.Gigi yang hilang termasuk gigi yang belum erupsi dan tidak ada karenakelainan genital 2.e = Indicated for Extracted / indikasi untuk pencabutan 3. tidak dihitung sebagai filled (tambalan) WHO memberikan kategori dalam perhitungan DMF-T dan def-t berupa derajatinterval sebagai berikut (Pine. Untuk pencatatan DMF-Tdilakukan dengan kriteria sebagai berikut :1.2Indeks def-t Indeks def adalah jumlah gigi sulung seluruhnya yang telah terkena karies.0 – 1. Sangat rendah: 0.5 – 6. Adapun gigi-gigi yang tidak dihitung adalah sebagai berikut : 1.5 5. sehingga jumlah permukaan gigi yang terkenaharus diperhitungkan. Rendah: 1.Gigi dengan tambalan tidak bagus tapi tanpa karies yang jelasPerhitungan DMF-T berdasarkan pada 28 gigi permanen. Sangat Tinggi: > 6.Karies yang tidak dapat diperbaiki dan indikasi untuk pencabutan 4.Tambalan permanen dan sementara b.pengukurankaries gigi yaitu indeks DMF-T digunakan untuk menyatakan gigi yang karies.4.6 Definisi Karies Karies berasal dari bahasa latin yaitu caries yang artinya kebusukan.D =Decay atau rusak a. adapun gigi yang tidak dihitung adalah sebagai berikut : 1. Definisisederhana karies gigi adalah suatu proses kronis regresif yang dimulai denganlarutnya mineral email sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dansekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam microbial dari substratsehingga timbul destruksi komponen-komponen organic yang akhirnya terjadi kavitas(Schuurs.f = Filled / TambalJumlah gigi sulung yang ditambal pada permukaan yang tidak terdapat kariesgig iPerhitungan def-t berdasarkan pada 20 gigi sulung.6 3.Tujuan dari indeks def adalah untuk menentukan pengalaman karies gigi yang terlihat pada gigi sulung dalam rongga mulut. estetik dan jembatan6.Untuk pencatatan def-t dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : 1.

2.Bentuk Gigi dengan fit dan fisur yang dalam lebih mudah terserang karies2. substrat danwaktu (Pine. maka sukrosamerupakan penyebab karies yang utama (Kidd & Bechal. Bakteri plak sangat dominant dalam karies gigi adalah streptococcus mutans . pada proses ini terjadidemineralisasi yang disebabkan oleh adanya interaksi kuman.2 Faktor-faktor yang terlibat dalam proses karies 2.Dapat menempel pada permukaan gigi karena kemampuannya membuat polisakaridaekstrasel yang sangat lengket dari karbohidrat makanan. dimana prosesnya terjadi terus berjalan ke bagianyang lebih dalam dari gigi sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh tubuh melalui proses penyembuhan. karena meskipun ada ketiga faktor sebelumnya proses pembentukan karies gigi relatif lambat dan secara klinis terlihatkehancuran dari email lebih dari empat . menyebabkan matriks plak gigi mempunyai konsistensi MikroorganismeInang atau Gigi WaktuSubstrat sepertigelatin.1991) 2. dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan (Kidd & Bechal.2. Polisakarida ini terdiri dari polimer glukosa. 1997).Gambar 2.3Inang atau Gigi Faktor. yaitu :1.2Etiologi Karies Gigi Karies gigi adalah penyakit multifaktor yang merupakan hasil kombinasi daari4 faktor utama yaitu inang dan gigi.Karies gigi adalah penghancuran terlokalisasi dari jaringan gigi olehmikroorganisme (Pine.4Waktu Waktu menjadi salah satu faktor penting.sehingga terjadi demineralisasi jaringan keras gigi. Akibatnya bakteri-bakteri terbantu untuk melekat pada gigi serta salingmelekat satu sama lain. walaupun gula lainnya tetap berbahaya.faktor dari gigi yang berpengaruh terhadap peningkatan karies.2. 1991) 2. sedangkan bagian anorganiknya mengalami dekalsifikasi (Darwita. Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigiyaitu email.1Mikroorganisme Peran bakteri dalam menyebabkan terjadinya karies sangatlah besar.2. 2.2004)Dari pengertian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa karies gigiadalah suatu proses kronis regresif .Struktur Keberadaan flour dalam konsentrasi yang optimum pada jaringan gigi danlingkungannya merangsang efek anti karies (Kidd & Bechal. karbohidrat yang sesuai pada permukaan gigi dan waktu.1991) Newburn mendefinisikan karies gigi sebagai penyakit bacterial yangmenyerang gigi dimana bagian organik dari gigi mengalami destruksi. Seringnya mengkonsumsi gula akan menambah pertumbuhan plak dan menambah jumlah Streptococcus mutans didalamnya.PosisiGigi yang berjejal dan susunanya tidak teratur lebih sukar dibersihkan. 1997).menurunkan pH dibawah pH kritis. Tanda karies adalah terjadinyademineralisasi mineral email dan dentin diikuti oleh disintegrasi bagian organiknya. Sukrosa merupakan gula yang paling banyak dikonsumsi.2. mikroorganisme di dalam plak.2Substrat Substrat adalah campuran makanan halus dan minuman yang dikonsumsisehari-hari yang menempel pada gigi. Hal inicenderung meningkatkan penyakit periodontal dan karies3. dentin. Bakteri inisangat kariogen karena mampu membuat asam dari karbohidrat yang dapat diragikan.Sukrosa merupakan gula yang kariogen.

Jelaskan teknologi yang tersedia untuk membantu dalam deteksi karies gigi. Apabila saliva ada di dalamlingkungan gigi. diagnosis yang akurat ttg karies gigi tergantung pada tiga komponen: karies penilaian risiko.2 Sebagai proses karies terus.3Gambaran Klinis Karies Gigi Menurut Kid & Bechal. deteksi lesi karies.Gambaran karies :1.Gambaran klinis karies ini pada mulanya merupakan suatu daerah putih seperti kapur secara bertahap manjadi kasar sesuai dengan rusaknya email. gejala-seperti nyeri dan kepekaan terhadap dingin.Karies Servikal ( Cervical caries )Karies ini menyerang bagian servikal gigi dengan dentin terbuka. Diskusikan berbasis bukti alat untuk mengidentifikasi kehadiran lesi dan menentukan status mereka. maka karies tidak menghancurkan gigi dalam hitungan hari atauminggu.Karies pada fit dan fisur ( Fit and fissure caries )Perkembangan karies dimulai pada fit dan fisur gigi yang rumit. peserta harus dapat: 1. membentuk kavitas yang terbuka dari bagian luar.Karies permukaan licin gigi ( Smooth surface caries )Karies permukaan licin gigi biasanya ditemukan pada daerah titik kontak padainterproksimal gigi.tahun (Pine. 2. semuanya diawali dengan tanda-tanda dini sampaikerusakan yang sempurna2. Kehadiran gejala tanpa informasi tambahan. 1991) 2.1 Komponen-komponen ini harus digunakan untuk menentukan pengobatan . Karies permukaan licin berawal dari email atau sementum dandentin akar yang terbuka atau yang terkenal dengan karies akar. Detil proses penilaian lesi karies. tidak menunjukkan suatu proses. Sebutkan tiga komponen diagnosis karies gigi. bagaimanapun. 1997)Adanya kemampuan saliva untuk mendepositkan kembali mineral selama berlangsungnya proses karies. diagnosis yang akurat sangat penting. Secara tradisional. tetapigambarannya tidak sama dengan karies pit dan fisur. tetapi dapat terjadi pada permukaan licin lain pada gigi. Karies dapat dimulai pada fit dan fisur atau pada permukaan licin. Karies dapat diklasifikasikan berdasarkananatomi tempat karies itu timbul. atau manis zat-berkembang. Karies dapat terjadi pada tepi restorasi atau dikenal dengan karies rekurn / sekunder . Dentin mulai pecah danluruh. 4. Karies ini cenderungterdapat pada subyek yang mempunyai umur tua dibandingkan dengan keduatipe karies diatas Tujuan Pendidikan Setelah membaca kursus ini. intervensi bedah dipandang sebagai perjalanan awal pengobatan. dan aktivitas lesi assessment. Sebuah pemahaman yang lebih besar dari karies gigi telah menyebabkan pergeseran paradigma dalam pengelolaannya. karies aktif yang sedang berlangsung. Dokter tidak dapat mengandalkan petunjuk visual saja untuk membantu dalam diagnosis karies karena banyak yang awalnya tidak apparent. 1991. tetapi bukti sekarang menunjukkan bahwa pencegahan adalah step. panas. Dari berbagai bentuk variasinya. melainkan dalam bulan atau tahun (Kidd & Bechal. 3. menandakan bahwa proses karies tersebut terdiri atas periode kerusakan dan perbaikan yang bergantian. Akhirnyaterbentuk kavitas yang terbuka dan selanjutnya akan menyebar sama sepertikaries pit dan fisur 3.1 pertama lebih efektif karena karies ini paling efektif diobati ketika ditemukan secara dini.

1 pencegahan Karena proses berlangsung. Pada tahap ini. prediktor terbaik dari karies masa depan adalah karies masa lalu experience. dan kavitasi mengisi dengan sisa-sisa makanan. kontinuitas enamel dikompromikan dan kavitasi mikro yang terbentuk (Gambar 2). Namun. dan mengekspos matriks ekstraseluler. Dengan perkembangan lebih lanjut.12 putih Jika gigi diperiksa di bawah mikroskop. banyak ketidakpastian yang ada dalam tahap awal caries. air liur.1. demineralize dentin. Awal dan lanjutan lesi karies enamel membuat sebagian besar kriteria (kategori 1-4). Karena perbedaan indeks bias udara dan air. perawatan nonsurgical masih feasible.7 gigi .13 Sebagai proses karies berkembang. Deteksi Karies Internasional dan Sistem Penilaian (ICDAS) dan Sistem Klasifikasi Karies adalah alat berbasis bukti yang menilai keparahan caries.1 lesi ini kemudian menyebar di sepanjang persimpangan dermal-epidermal dan menghancurkan dentino-enamel. adanya faktor risiko karies mungkin menunjukkan risiko perkembangan karies masa depan dan dengan demikian memerlukan penggunaan intervensi pencegahan primer. tanda-tanda awal penyakit ini diidentifikasi dalam hitungan detik dari permukaan yang dikeringkan (ICDAS 1).5-9 Sistem yang dapat mendukung paradigma baru dalam manajemen karies gigi telah mengumpulkan bunga yang signifikan. permukaan gigi harus plak bebas dan mereka harus diperiksa baik basah dan kering.terbaik approach.14 Ketika runtuh permukaan email gigi.13 Perubahan ini lebih jelas. Bakteri kemudian dapat menyerang dentin secepatnya. 3 Proses Diagnostik Karena lesi awal berada dalam tahap dinamis kegiatan (maju atau remineralisasi) atau tidak aktif (ditangkap). yang deposit dentin tersier matriks (dentin reaksioner).14 Bakteri kemudian bersentuhan langsung dengan dentin. ICDAS memiliki tujuh kategori (0-6) untuk setiap permukaan gigi (Gambar 1). 4 Mengidentifikasi adanya lesi dan menentukan apakah mereka remineralisasi atau demineralizing sangat penting untuk karies akurat diagnosis. kompleks dentin-pulp merespon dengan meningkatkan aktivitas dari odontoblasts. kadang-kadang mempengaruhi permukaan luar dentin (ICDAS 2) . lesi terungkap sebagai spot. Lesi awal (lesi baru jadi tempat atau putih) dapat lebih jelas terlihat ketika dikeringkan karena mereka lebih berpori dari enamel suara. sehingga kurang mendukung untuk atasnya enamel. seperti fluoride topikal dan sealants. Tahap awal dari lesi awal mungkin tidak terdeteksi dengan metode konvensional (pemeriksaan visual atau radiografi). membuat mereka terlihat meskipun permukaan basah atau tertutup air liur ( Gambar 2).2 gigi Namun. Dentin yang mendasari dapat mulai untuk mendapatkan warna coklat.15. Namun. Kesulitan Diagnosis Diagnosis lesi karies dapat menjadi proses subjektif.9-11 Mereka didasarkan pada pemeriksaan visual langsung dari permukaan gigi bersih.1. lesi melibatkan seluruh ketebalan enamel. dan bakteri (Gambar 2) . agar perubahan ini terlihat. Meskipun kesulitan dalam mengidentifikasi secara visual tanda-tanda awal karies gigi. 16 Pada tahap ini. keterlibatan pulpa yang pasti. lesi ini akan muncul terbatas pada setengah luar dari enamel (Gambar 2) . Bila enamel dikeringkan. air yang mengisi rongga digantikan oleh udara. dentin terkena (ICDAS 5 dan 6 ). Di bawah-atau over-diagnosis memberikan hasil- . yang berturut-turut terdegradasi oleh metaloproteinase matriks ditemukan di air liur dan dentin itself.

yang merupakan jenis luminescence. Salah satu pilihan menggunakan impedansi listrik untuk menentukan kesehatan gigi. beberapa metode baru didasarkan pada sifat optik.22 Fluoresensi dalam kisaran inframerah memiliki sensitivitas yang lebih besar untuk lesi yang lebih parah (ICDAS 2-4). Karena demineralisasi perubahan sifat optik dari enamel. Sebagian besar menggunakan beberapa bentuk cahaya dari daerah biru-hijau untuk dekatinframerah wilayah spektrum cahaya. beberapa teknologi baru telah dikembangkan untuk membantu dalam deteksi dan diagnosis caries. Sistem ini memiliki catatan kinerja yang baik untuk mendeteksi karies enamel pada oklusal surfaces.21 palsu Menggabungkan pendekatan ini dengan metode visual mungkin klinis layak alternative.27 . Data yang terbatas yang tersedia menunjukkan bahwa mereka dapat mendeteksi lesi yang sangat dini (ICDAS 2-4).26 Metode yang menggunakan transmisi cahaya melalui struktur gigi melakukan yang sama untuk bitewing radiografi dalam mendeteksi karies oklusal approximal dan ketika lesi meluas ke dentin (ICDAS 3-4) . menunda intervensi bedah yang mendukung pencegahan adalah demi kepentingan terbaik pasien. tidak terlalu efektif dalam mendeteksi lesi tahap awal pada permukaan) ketika permukaan memiliki lesi. 23 tetapi tidak efektif dalam mendiagnosis karies sekitar restorations. Dengan demikian. hanya lesi yang lebih maju (ICDAS 2-6 di permukaan proksimal dan skor 4-6 ICDAS pada permukaan oklusal) terdeteksi pada radiografi (Gambar 2) . efektif dalam menentukan apakah permukaan adalah suara). Berbagai tingkat bukti yang tersedia untuk mendukung penggunaan technologies.25 Teknologi lain menganalisis pendaran (cahaya) dan perilaku termal (panas) ditangkap dari gigi. 7. tetapi mereka mungkin menawarkan keuntungan yang meliputi pengenceran minimal sinyal cahaya (karena cahaya dikirim dan ditangkap dalam garis langsung) dan ketidakpekaan terhadap kehadiran dari bacteria.19 Akibatnya. Beberapa reflektansi ukuran (jumlah cahaya yang dipantulkan oleh permukaan gigi dalam kaitannya dengan jumlah cahaya insiden). tetapi tidak memiliki kepekaan (yaitu. namun sensitivitas ini dapat mengarah pada peningkatan tingkat positives.20 Metode berdasarkan fluoresensi dalam kisaran biru sangat sensitif dan dapat mendeteksi sebagian besar lesi yang sangat dini. Beberapa ukuran perbedaan teknologi dalam fluoresensi. sementara yang lain mengukur kombinasi pendaran (tingkat cahaya) dan panas yang dihasilkan setelah sinar laser menyinari gigi.negatif mantan mengakibatkan kerusakan gigi tambahan.17 restoratif yang tidak perlu Namun.14 lesi karies awal tidak memberikan kontras yang cukup untuk menjadi jelas terlihat pada radiographs. terutama pada tahap awal. dan dalam kasus ketidakpastian. 1 dan yang kedua menyebabkan treatment. perkembangan karies gigi lambat.7 gigi Teknologi Baru Metode baru deteksi dan diagnosis karies secara khusus cocok untuk pendeteksian dini sampai sedang tahap lesi (ICDAS 1-4).18 proksimal Karena sinar X-ray harus melewati seluruh gigi. Alat tambahan perhatikan perbedaan transmisi cahaya. Pemeriksaan visual saja sudah sangat spesifik (yaitu. Gambar 2 menggambarkan kemampuan dari setiap metode untuk mendeteksi lesi pada permukaan oklusal dan proksimal. itu hanya akan mendeteksi lesi karies jika setidaknya satu-sepertiga sampai setengah dari jaringan keras yang terpengaruh.3.24 Alat yang menggunakan reflektansi mendeteksi perubahan reflektansi dari enamel suara untuk didemineralisasi enamel. Bitewing grafik radio meningkatkan sensitivitas deteksi pada surfaces.

pasien mungkin masih menghadapi risiko karies sedang atau tinggi. menunjukkan menjanjikan tetapi belum komersial available.11. instruksi kebersihan mulut . cahaya ditempatkan di bawah titik kontak pada permukaan interproksimal dari aspek bukal atau lingual dan gigi kemudian diamati dari permukaan oklusal. informasi tersebut dikompilasi dengan penilaian risiko karies untuk mencapai keputusan pengobatan terbaik untuk patient.3. 11. Seorang pasien dengan lesi aktif harus dinilai minimal sebagai risiko moderat perkembangan karies masa depan atau progression. seperti tomografi koherensi optik. Kegiatan Penilaian Setelah lesi telah terdeteksi.7 gigi Mereka memiliki potensi untuk meningkatkan sensitivitas metode visual untuk mendeteksi lesi awal dan membantu dalam diagnosis permukaan dipertanyakan. kurangnya paparan fluoride). Metode lain menggunakan impedansi listrik yang terlihat pada hambatan listrik atau kurangnya perlawanan. bahkan tanpa adanya lesi klinis terdeteksi. Misalnya.1. lokasi dalam plak daerah stagnasi tekstur. kurangnya air liur. pola makan yang sangat kariogenik. . status aktivitas lesi harus dinilai.1 Meskipun demikian. Lesi karies yang dinamis dan lesi awal tidak mudah divisualisasikan. saat ini tidak ada alat penilaian risiko karies memiliki akurasi yang cukup untuk mengidentifikasi pasien yang akan mengembangkan lesions. Kegiatan kriteria penilaian telah proposed.31 Kedua penilaian didasarkan pada keparahan lesi dan karakteristik permukaan seperti sebagai warna.Metode ini menempatkan cahaya pada satu permukaan dan mengamati daerah tersebut dari berbagai permukaan. semua pasien harus menerima pencegahan primer.32 baru Prediktor terbaik dari karies adalah karies masa lalu history.1 Jika pasien memiliki beberapa faktor risiko (misalnya.1 Kesimpulan Dalam skenario terbaik. data 28 namun terbatas tersedia pada efektivitas ini device. pasien berisiko tinggi lesi berkembang akan diakui sebelum proses karies bahkan dimulai.29 teknologi lain.11 Setelah lesi terdeteksi dan aktivitasnya dinilai. identifikasi lesi awal adalah diperlukan untuk mengelola pasien dengan tindakan pencegahan sekunder (fluorida topikal dan sealant) bukan beralih ke intervensi bedah. 31and hardness. 31 Data yang terbatas menunjukkan bahwa sistem yang layak dan mungkin dapat memprediksi aktivitas lesions. Hal ini dapat mendeteksi lesi pada permukaan dan permukaan oklusal approximal.30 Semua perangkat ini dapat digunakan untuk membantu dalam diagnosis caries. dan rekomendasi untuk menggunakan pasta gigi fluoride dua kali per day. 4 Dengan demikian. Namun. diet saran. permukaan.