P. 1
skizo hebefrenik

skizo hebefrenik

|Views: 35|Likes:
Published by Nuzly Qhadri Akmal

More info:

Published by: Nuzly Qhadri Akmal on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

STATUS UJIAN PSIKIATRI

I. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis kelamin Tempat/tanggal lahir Status perkawinan Pendidikan terakhir Pekerjaan Suku bangsa Agama Alamat sekarang Tanggal MRS Cara MRS Tanggal pemeriksaan Tempat pemeriksaan : Frengki Buka : 28 tahun : Laki – laki : Kotabunan, 15 Febuari 1983 : Belum kawin : Tidak tamat SD : Buruh Bangunan : Minahasa : Kristen Protestan : Kotabunan, dusun IV : 3 Maret 2011 : Penderita dibawa oleh tantenya : 3 Maret 2011 : RS. Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang

II. RIWAYAT PSIKIATRIK Diperoleh dari : Alloanamnesis dengan Ny. Rini Buka, 44 tahun, tante (saudara kandung ibunya) penderita, pendidikan SMP, pekerjaan IRT. Anamnesis dilakukan pada tanggal 3 Maret 2011

A. Keluhan utama Sering menyendiri, bicara-bicara sendiri, sering tertawa sendiri, marah – marah tanpa sebab, merontak dan melukai orang lain, sering tidak tidur sampai beberapa hari, sejak 1 bulan yang lalu.

B. Riwayat gangguan sekarang Autoanamnesis : penderita tidak mau bicara dengan pemeriksa

1

Riwayat gangguan medis. ia terlihat melamun dengan pandangan kosong. Akhirnya penderita dibujuk oleh paman dan tantenya untuk pergi ke rumah saudara. 2 . Penderita tampak senang dengan pekerjaannya. sering menyendiri. bahkan sering tidak menjawab. penderita mendapat pengobatan Diazepam 1 x 1 tab dan Vit B com 1 x 1 tab. 2. tiba – tiba tersenyum. tiba – tiba tertawa lalu terdiam. lalu dirujuk ke RS Prof.- Alloanamnesis : Menurut tante penderita. memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya dan menjadi penunjang mata pencaharian keluarga. Setiap hari penderita marahmarah tanpa sebab dan merontak. penderita adalah anak yang pemalu. dengan alasan bahwa gejalanya tidak berkepanjangan. bicara-bicara sendiri. tapi cukup memiliki banyak teman walaupun jarang terlihat akrab dan disenangi oleh masyarakat karena sikapnya yang sopan dan pekerja keras sehingga sering diajak berkebun. adakalanya menjawab dengan kata – kata yang tidak dimengerti. Kedua terjadi sekitar 1 tahun yang lalu dan tidak juga dilakukan pengobatan dengan alasan yang sama. Jika diajak bicara. C. Penderita mulai merontak lagi dan sempat melempari pamannya dengan batu. dengan tujuan sebenarnya berobat ke RS Amurang. Namun. Penderita tampak tegang. L Ratumbuysang. Penderita sudah pernah mengalami gejala yang sama. Dr. agak pendiam dan tertutup. Riwayat gangguan psikiatrik sebelumnya. Riwayat gangguan sebelumnya. Pertama terjadi sekitar 2 tahun yang lalu namun penyebabnya tidak diketahui dan tidak dilakukan pengobatan hanya diikat sampai penderita reda. 1. tidak mau keluar rumah. Jika penderita menyendiri. Penderita sering tidak tidur beberapa hari. sehingga oleh paman dan tantenya penderita diikat dengan tali dan dilepaskan bila sudah reda. sikapnya kembali seperti biasa dan tidak melukai orang lain. penderita mulai menunjukkan perubahan sikap sejak diberhentikan dari pekerjaan sebagai buruh bangunan dengan alasan yang tidak jelas sekitar 1 bulan yang lalu. V.

namun ia cukup mendapatkan perhatian dari keluarga pihak ibunya terutama nenek. Penderita tidak pernah menggunakan zat-zat psikoaktif dan alkohol III. Riwayat trauma kepala (-) 3. Penderita adalah anak tunggal dan kelahirannya diharapkan oleh keluarga 2. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI. 1. tetapi jarang dalam kegiatan gerejawi. Selanjutnya penderita membantu pekerjaan di rumah dan di kebun. Riwayat penggunaan zat psikoaktif. dan penderita tinggal dengan ibunya. secara spontan. Riwayat masa dewasa a. Menurut tantenya. Ayah penderita tidak bertanggungjawab atas kehidupannya. 3 . Riwayat pekerjaan. 4. Semua kebutuhan pokok penderita cukup terpenuhi. Riwayat masa kanak akhir dan remaja Penderita termasuk anak yang rajin di rumah. ditolong oleh biang kampung. Riwayat masa kanak pertengahan (usia 4 – 11 tahun) Penderita bersekolah sampai kelas 2 SD lalu berhenti karena ketidakmampuan biaya. Waktunya dihabiskan dengan membantu pekerjaan pamannya di kebun. penderita tidak mempermasalahkan status hubungan dengan ayahnya.Penderita tidak pernah mengalami penyakit yang berbahaya. Penderita cukup memilki banyak teman namun jarang terlihat akrab. tidak ditemukan kelainan atau cacat bawaan. Penderita dilahirkan di rumah. Hubungan dengan keluarga cukup harmonis. Sehari-hari di rumah bersama saudara. 5. Riwayat prenatal dan perinatal. Penderita cukup memberi diri dalam kegiatan masyarakat. Riwayat masa kanak awal (usia 1 – 3 tahun) Orang tua tidak menikah karena alasan perbedaan agama. 3. tidak ada riwayat infeksi berat. Saat usia 2 tahun ibunya meninggal sehingga ia dirawat oleh nenek dari pihak ibu. terutama teman – teman kompleks rumahnya karena sifatnya yang agak pendiam dan tertutup.

memiliki 4 kamar tidur. Penderita tidak pernah mendapat pendidikan seksualitas secara formal. dua paman dan tiga sepupu. terutama neneknya untuk rajin beribadah. Sumber air yang digunakan adalah sumur dan PAM. penderita tidak lagi bersosialisasi. Situasi kehidupan sekarang Penderita tinggal pada keluarga pihak ibunya. tetapi penderita jarang memberi diri dalam kegiatan-kegiatan gerejawi. Penderita adalah anak tunggal. di samping membantu pekerjaan di kebun. V. b. Penderita tidak memiliki riwayat pelanggaran hukum. beratap seng. h. d. e. Mata pencaharian keluarga adalah bertani. berdinding papan. Riwayat perkawinan. dengan seorang nenek. Aktifitas sosial. Kehidupan beragama Sejak kecil penderita dididik oleh keluarga.L Ratumbuysang.Penderita bekerja sebagai buruh bangunan. Riwayat psikoseksual. Riwayat keluarga. 1 kamar mandi dan 1 wc yang letaknya di luar rumah. Salah seorang sepupu laki-laki di pihak ayah (anak dari kakak ayahnya) menderita gangguan yang sama dan sementara dirawat di RS Prof. Riwayat pelanggaran hukum. Dr. Hubungan antar keluarga cukup baik dan harmonis. Di sebuah rumah semipermanen. 4 . Penderita memberi diri dalam kegiatan pemuda dan masyarakat. Penderita hidup dengan ekonomi menengah ke bawah. penderita hanya berdiam diri di rumah. Semenjak sakit. c. Semenjak sakit penderita tidak pernah beribadah lagi. Penderita memang jarang terlihat akrab dengan teman-temannya sekalipun ia cukup memiliki banyak teman. Namun sejak diberhentikan dari pekerjaan. Penderita belum menikah. f. g. seorang tante.

Deskripsi umum 1. penderita duduk tenang. Perilaku dan aktivitas psikomotor Selama wawancara. penderita dapat mengikuti petunjuk pemeriksa dengan baik dan sopan. A.Genogram Penderita : perempuan : laki-laki : penderita Faktor herediter : salah seorang sepupu laki-laki pihak ayah (anak kakak ayahnya) IV. PEMERIKSAAN STATUS MENTALIS. usia 28 tahun. ia dapat mengikuti petunjuk dengan cukup baik. rambut tebal hitam. tampak sesuai dengan usia. Ekspresi wajah terlihat tegang. 3. Penampilan Penderita adalah seorang pria. Sikap terhadap pemeriksa. namun pembawaannya tenang. Penderita berjalan dengan spontan ke tempat tidur saat akan dilakukan pemeriksaan fisik. 5 . tatapan mata terlihat kosong. namun ia melakukan gerakan yang berulang – ulang dengan menaruh uangnya ke meja dan mengambilnya kembali. Kooperatif. agak kurus. 2. Penderita jarang menoleh sewaktu dipanggil dan terlihat agak malu-malu. kulit sawo matang. memakai kemeja dan celana panjang. kuku panjang dan agak kotor. sesekali tampak memikirkan sesuatu.

intonasi cukup jelas. D. Mood 2.. ada dimana skarang? Engki. volume kecil. Keserasian 4. spontan dan tidak melalui daya pikir yang tinggi) seperti ditanyakan soal “rokok yang disukai” penderita dapat bereaksi tapi lambat.B. enak itu Sp? Jawab: enak tu…(terdiam)” Engki. nentau sapa da lepas? (menjawab spontan. Pikiran Arus pikiran : . artikulasi cukup jelas. Karakteristik bicara Selama wawancara penderita sering tidak bicara ataupun memberi respons terhadap cerita maupun pertanyaan pemeriksa.Asosiasi longgar dan inkoherensi (penderita juga dapat menjawab tapi tidak sesuai dengan yang ditanyakan): “Engki. kiapa sampe di sini dang? Jawab: nentau.(terhenti) so lepas ulang. berulang-ulang)” . Sesekali menjawab dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Empati : sulit dinilai : tumpul : sulit dinilai : pemeriksa tidak dapat merabarasakan perasaan penderita C.. Gangguan persepsi Sulit dinilai E. Afek 3. tahu ini tempat apa? Jawab: ????” 6 . dan terlihat agak malu-malu. tadi ada ika kita di koi. kontak mata jarang. Saat menjawab. Mood dan Afek 1. tahu sapa da antar kemari? Jawab: kita baru-baru ka sana…perempuan tu atas kerapa kurang ta” . menjawab satu-satu kata dengan spontan lalu tibatiba terhenti. kecuali bila diberi pertanyaan terbuka (hanya membutuhkan jawaban sederhana.Kemiskinan ide (penderita dapat menjawab pertanyaan terbuka dengan satu-satu kata) : “Engki.Blocking (penderita sering tidak dapat menjawab pertanyaan seakan memikirkan sesuatu dengan menatap pemeriksa): “Engki. suka rokok apa? Jawab: SP.

N : 72x/m. Tilikan Jenis tilikan yaitu tilikan derajat 1 I. Kesadaran dan fungsi kognitif Tingkat kesadaran : Compos Mentis Orientasi : orientasi waktu. V.Isi pikiran Mutu pikir : sulit dinilai : sulit dinilai F. Uji daya nilai : Sulit dinilai karena penderita tidak memberi respons.4ºC : Konjungtiva anemis -/-. Pemeriksaan fisik Keadaan umum Kesadaran Tanda vital Kepala Thoraks Abdomen : Tampak sakit : Compos Mentis : T :120/70. PEMERIKSAAN DIAGNOSIS LEBIH LANJUT A. akral hangat 7 . Taraf dapat dipercaya Pada umumnya sulit dinilai. lemas. turgor kembali cepat. Daya nilai Daya nilai sosial : Sulit dinilai karena penderita tidak memberi respons. sklera ikterus -/: Ronkhi -/-. Perhatian : pada saat wawancara penderita kurang memusatkan perhatian karena jarang menoleh saat dipanggil dan kontak mata jarang Daya ingat G. tempat. peristaltik (+) normal Hepar/Lien : Tidak teraba Ekstremitas : Edema (-). Sb : 36. Wheezing -/: Datar. orang sulit dinilai karena penderita tidak memberi jawaban saat ditanyakan Daya konsentrasi : sulit dinilai . : sulit dinilai Penilaian realitas : Sulit dinilai karena penderita tidak memberi respons H. R : 24x/m.

Ratumbuysang. dan tidak mendapat pengobatan.L. Penderita menarik diri dari hubungan sosial. Prof.B. agama Kristen Protestan. tertutup. Tn. saat ini tidak bekerja lagi. Hal-hal lain yang dikeluhkan adalah ekspresi wajah yang sering terlihat tegang. sering tidak tidur beberapa hari. Kedua sekitar 1 tahun yang lalu dengan gambaran yang sama. V. Penderita dibawa oleh tantenya karena penderita sering menyendiri. Ayah penderita tidak bertanggungjawab atas kehidupannya. dusun IV. Penderita dirujuk dari RS Amurang (mendapat pengobatan Diazepam 1 x 1 tab dan Vit B com 1 x 1 tab) ke RS. FB. dan penderita tinggal dengan ibunya. agak pendiam. suku Minahasa. merontak. refleks cahaya +/+ C. V.L. Ratumbuysang. yaitu pertama sekitar 2 tahun yang lalu. Dahulunya. Faktor herediter yang ditemukan bahwa sepupu laki-laki di pihak ayah mengalami gangguan yang sama dan sementara menjalani perawatan di RS Prof. 28 tahun. ia sebagai anak yang pemalu. gejalanya tidak kontinyu. namun cukup mendapatkan perhatian dari keluarga pihak ibunya 8 . tinggal di Kotabunan. Penderita memiliki riwayat gejala atau gangguan yang sama sebanyak 2 kali. pupil bulat isokor. Pemeriksaan penunjang Tidak dilakukan pemeriksaan VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA. pendidikan tidak tamat SD. Pemeriksaan neurologis GCS TRM Mata : E4M6V5 : Tidak ada : Gerakan normal searah. kadang tersenyum sendiri. jika menyendiri tampak menatap dengan tatapan kosong yang mencerminkan kehampaan hidup. dan melukai orang lain sejak 1 bulan yang lalu. Telah diperiksa seorang penderita. tidak sempat melukai orang. marah – marah tanpa sebab. Saat usia 2 tahun ibunya meninggal sehingga ia dirawat oleh nenek dari pihak ibu. penyebab tidak diketahui. Perubahan sikap ditunjukkan setelah diberhentikan dari pekerjaan sebagai buruh bangunan dengan alasan yang tidak jelas. Orang tua penderita tidak menikah karena alasan perbedaan agama. bicara-bicara sendiri. sering tertawa sendiri. sopan dan pekerja keras.

9 . artikulasi cukup jelas. Daya nilai sosial. VII. afek yang tumpul. afek tumpul. uji daya nilai dan penilaian realitas sulit dinilai. kecuali bila diberi pertanyaan terbuka (hanya membutuhkan jawaban sederhana. dan terlihat agak malu-malu. arus pikiran ditemukan adanya kemiskinan ide. mannerisme. Selama ini. asosiasi longgar dan inkoherensi. Sesekali menjawab dengan kata-kata yang tidak dimengerti. intonasi cukup jelas. senyum sendiri (selfabsorbent smiling). Penderita kurang memusatkan perhatian karena jarang menoleh saat dipanggil dan kontak mata jarang. Orientasi. Derajat tilikan adalah derajat I. disabilitas sangat berat dalam komunikasi & mengurus diri. daya konsentrasi dan daya ingat sulit dinilai. insomnia. serta blocking. dimana penderita menyangkal penuh bahwa dirinya sakit. VIII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : Skizofrenia Hebefrenik (F20. Karakteristik bicara penderita memilki sifat mutisme.terutama nenek.. volume kecil. spontan dan tidak melalui daya pikir yang tinggi) seperti ditanyakan soal “rokok yang disukai” penderita dapat bereaksi tapi lambat. Tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan neurologis dan fisik umum. mood penderita sulit dinilai. keserasian sulit dinilai. Pada pemeriksaan status mentalis. Organobiologi : Tidak ada B. kontak mata jarang. hampa tujuan. didapatkan status penampilan menunjukan ekspresi yang tegang namun pembawaannya santai. Psikologi : Hampa perasaan. Isi dan mutu pikiran sulit dinilai.1) : Tidak ada diagnosis : Tidak ada diagnosis : Masalah pekerjaan : GAF 20 – 11 : bahaya mencederai diri / orang lain. Saat menjawab. Gangguan persepsi sulit dinilai. menjawab satu-satu kata dengan spontan lalu tiba-tiba terhenti. ia tidak mengungkapkan masalah status hubungan dengan ayahnya. PROBLEM A.

PROGNOSIS Dubia ad bonam Prognosis pasien ini dubia ad bonam karena keluarga bersedia memberikan perhatian terhadap pengobatan dan pemulihan penderita. Psikofarmaka Clozapine 2 x 50 mg tab 0-1-1 Vit B com 1 x 1 tab B.mutisme. tilikan derajat I. X. C. C. menarik diri dari hubungan sosial. Lingkungan dan sosial ekonomi : masalah pekerjaan. Intervensi langsung dan dukungan agar tercapai perbaikan dalam fungsi sosial dan kualitas hidup yang lebih baik. ANJURAN Dianjurkan kepada keluarga untuk mengawasi dan membantu penderita dalam melakukan pengobatan secara teratur dan berkelanjutan sesuai anjuran psikiater. blocking. IX. asosiasi longgar dan inkoherensi. kemiskinan ide. PERENCANAAN TERAPI A. 10 . Konseling Keluarga Memberi pengertian kepada keluarga tentang kondisi penderita dan menyarankan keluarga untuk senantiasa memberi dukungan selama masa pengobatan dan lebih sering berkomunikasi dengan penderita. XI. penderita senang menyendiri (solitary). Psikoterapi dan intervensi psikososial Psikoterapi individual (suportif)   Edukasi terhadap penderita agar dapat mengerti gangguan yang sedang dialami dan meningkatkan kepatuhan minum obat.

perilaku menunjukan hampa tujuan dan hampa perasaan. Berdasarkan PPDGJ III. Hal ini sesuai dengan kriteria diagnostik dalam PPDGJ III untuk skizofrenia Hebefrenik. Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan sehingga perilaku penderitamemperlihatkan ciri khas. blocking. Bicara-bicara sendiri. yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa 11 . mengibuli secara bersenda gurau (pranks) keluhan hipokondriakal dan ungkapan kata yang diulang – ulang ( reiterated phrases). Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). sering tertawa sendiri. kurang memusatkan perhatian dan tilikan derajat I. sering disertai cekikikan ( giggling) perasaan puas diri ( self satisfied) senyum sendiri (self – absorbed smiling). asosiasi longgar dan inkoherensi. Penderita juga mengalami gejala insomnia. dan sebagai tambahan gejala terjadi pertama kali pada usia remaja atau dewasa muda . Dari anamnesis didapatkan bahwa penderita menunjukkan gejala-gejala yang berkaitan dengan Skizofrenia Hebefrenik dengan durasi lebih dari 1 bulan bahkan bertahun-tahun kurang lebih 2 tahun. afek tumpul. disertai dengan perilaku yang tidak bertanggungjawab dan tak dapat diramalkan.DISKUSI Diagnosis pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya kelainan. afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). senyum sendiri (self – absorbed smiling) merontak. Pada pemeriksaan status mental didapatkan mannerisme. afek dan dorongan kehendak serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. marah – marah tanpa sebab. atau sikap tinggi hati (lofty manner) tertawa menyeringai (grimaces). kemiskinan ide. perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan serta mannerisme. kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas pemalu dan senang menyendiri (solitary) . mutisme. dan melukai orang lain. Penderita menunjukkan adanya kepribadian premorbid yaitu pemalu dan senang menyendiri (solitary). pedoman diagnostik skizofrenia ialah memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia.

Perilaku yang dibuat – buat makin mempersukar orang memahami jalan pikirannya. Clozapine sendiri merupakan high potency antipsikotik untuk gejala negatif yang menonjol. Terapi psikofarmaka yang direncanakan untuk pasien adalah Clozapine. Peran keluarga dalam menanggulangi gangguan ini sangat penting. Keluarga juga berperan dalam mengevaluasi rutinitas pemberian obat pada penderita.maksud (empty of purpose). perasaan dan perilaku. Selain itu clozapine juga tidak memiliki efek ekstrapiramidal sehingga merupakan obat pilihan yang baik. yaitu untuk memperbaiki perilaku penderita dalam kehidupan sehari-hari teutama dalam hubungannya dengan lingkungan sosial dan memberi motivasi pada kesembuhannya. Clozapine juga diberikan kepada penderita karena memiliki efek sedatif kuat. dimana penderita sulit tidur. 12 . mengalami kekacauan pikiran.

Di rumah sakit Ratumbuysang. dr.00 Wita.‟ A: „Torang dokter muda Noldy dan Maria.‟ A: „Nama lengkap dang?‟ B: „Frits Lumoindong‟ A: “Frits so umur berapa dang sekarang?‟ B: ‟26 tahun. tapi sempat kuliah satu semester di fakultas Sastra UNSRAT ‟ A: „Frits ada kerja apa skarang?‟ B: „Nda kerja.L. silahkan. mama dengan adik‟ A: „Frits so kaweng?‟ B: „Blum‟ A: „Frits pe pendidikan terakhir apa?‟ B: „Tamat SMA.XI.‟ 13 . WAWANCARA PSIKIATRI Wawancara dilakukan di ruang UGD RSKD Prof.‟ A: „Frits pe tempat deng tanggal lahir kapan?‟ B: „Manado tanggal 18 Juli 1984 dokter” A: „Frits tinggal dimana skarang?‟ B: „Ranotana. boleh mo tanya-tanya sadiki?‟ B: „Boleh dokter. tapi tahun 2008 sempat jadi honorer di dinas pertambangan MINSEL. Keterangan : A: Pemeriksa B : Penderita A: „Selamat siang‟ B: „Siang. V.‟ A: ‟Frits tau sekarang torang ada dimana?‟ B: ‟Tau.‟ A: „Boleh tahu nama siapa?‟ B: „Frits.. Ratumbuysang pada tanggal 28 Desember 2010 jam 09. dibelakang stadiun Klabat‟ A: „Tinggal deng siapa disitu?‟ B: „Dengan papa.

mar so nda kuat sama dengan dulu-dulu. Marsel tako dang dengar itu suara? ‟ B: „Nda tako mar terganggu. Cuma kita kwa pendendam jadi masih inga dorang pe kelakuan. Kita pe emosi ja nae kalo ja dengar tu suara-suara rasa-rasa mo pi bage pa dorang smua‟ A: ‟Frits dapa lia sapa yang ba suara ato cuma dapa dengar?‟ B: ‟Nda dapa lia. Io. Kalo pas ta inga ja nae darah. ja gas-gas motor dimuka rumah‟ A: ‟Kong sekarang Frits masih ja suka bage pa orang-orang?‟ B: ‟So nda dok.‟ A: ‟Skarang dang masih dapa dengar?‟ B: ‟Iyo. Itu suara trus – trus dapa dengar. sampe kita so nintau mo beking apa supaya ilang.A: ‟Frits datang deng sapa dang kamari?‟ B: ‟Kita pe papa ada bawa‟ A: ‟Frits da beking apa sampe dorang bawa kamari?‟ B: ‟Nyanda Dok. Blom lagi waktu malam natal banyak motor ja ba gas-gas diblakang rumah. Abis itu dorang ja terek pa kita gara-gara nintau bawa motor. Kong dorang ja ejek-ejek pa kita. Kita sampe nimbole tidur karena itu suara. apa so yang pernah Frits ja bekeng?‟ B: ‟Oh. Makanya kita suka mo cari dimana dorang kong bilang jangan ba suara le.‟ A: ‟Jadi. rupa somo seno kita‟ 14 . kita kwa ada dengar orang ja babise ‟Frits tangan besi‟ deng bunyibunyi motor yang ja gas‟ A: ‟Sapa yang ja ba bise?‟ B: ‟Ya nintau.‟ A: ‟Kong so dari kapan dang ja ba dengar orang ba bise?‟ B: ‟Mulai tahun 2002. Kita mau itu suara hilang. kita cuma dengar. kita kwa so 3 kali masuk rumah sakit sebelumnya‟ A: ‟Kiapa dang sampe ja dengar-dengar tu suara. Dulu kwa kita pendiam deng kurang pergaulan. Kita pe emosi nae kong kita bage pa dorang riki dorang ja bilang tangan besi.

‟ B : „Iyo. Sudah jo jang ba dendam pa orang-orang. Skarang Frits istirahat jo ulang neh.A: ‟Iyo. Tu suara motor ja ba gas kasiang cuma orang-orang yang lewat bukang ba gara pa Frits neh. Dokter makasih neh. kong berpikir positif jo. nanti torang kase obat supaya Frits cepat bae.‟ 15 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->