DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN

Pembangunan Turap

SEKSI 7.6 TIANG PANCANG

7.6.1. 1)

UMUM Uraian Pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini akan mencakup tiang pancang yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan Spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati Gambar menurut penetrasi atau kedalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini mencakup jenis-jenis tiang pancang berikut ini :    Tiang Kayu, termasuk Cerucuk (balok ulin) Tiang Pancang Pipa Baja Jenis tiang pancang yang akan digunakan harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar.

2)

Tiang Uji (Test Pile) Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk melaksanakan tiang uji, bilamana dianggap perlu untuk mengetahui dengan pasti daya dukung dari jenis pondasi pada setiap jembatan. Kontraktor akan melengkapi dan melaksanakan tiang uji pada lokasi yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Semua pengujian tiang uji harus dilaksanakan dengan pengawasan Direksi Pekerjaan. Bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, tiang uji harus diuji dengan pengujian pembebanan sesuai dengan ketentuan dari dari Spesifikasi ini. Setelah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, pemancangan tiang uji harus dilanjutkan sampai diperintahkan untuk dihentikan. Pemancangan tiang uji melampaui kedalaman telah ditentukan diperlukan untuk menunjukkan bahwa daya dukung tiang pancang masih terus meningkat. Kontraktor selanjutnya harus melengkapi sisa tiang pancang dalam struktur yang belum diselesaikan. Dalam menentukan panjang tiang pancang, Kontraktor harus mengikuti daftar panjang tiang pancang yang diperkirakan untuk sisa panjang yang harus diselesaikan dalam struktur. Jumlah tiang pancang yang diuji akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, tetapi jumlah ini tidak kurang dari satu atau tidak lebih dari empat untuk setiap jembatan. Tiang uji dapat dilaksanakan di dalam atau di luar keliling pondasi, dan dapat menjadi bagian dari pekerjaan yang permanen.

3)

Pengujian Pembebanan (Loading Test) Percobaan pembebanan harus dilakukan dengan cara yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Kontraktor harus menyerahkan detil gambar peralatan pembebanan yang akan digunakannya kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Peralatan tersebut harus dibuat sedemikian hingga memungkinkan penambahan beban tanpa menyebabkan getaran terhadap tiang uji.
BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI - 49

Tiang pancang dapat dianggap runtuh bila penurunan total akibat beban melebihi 2.12 mm dalam interval waktu 15 menit akibat penambahan beban sebelumnya. Jika setiap tiang pancang setelah digunakan sebagai tiang uji atau tiang tarik dianggap tidak memenuhi ketentuan untuk digunakan dalam struktur. Setelah pengujian pembebanan selesai dilaksanakan. Peralatan tersebut harus mempunyai kapasitas kerja tiga kali beban rancangan untuk tiang yang akan diuji yang ditunjukkan dalam Gambar.5 mm yang diukur pada puncak tiang. mana yang dapat dilaksanakan.5 cm atau penurunan permanen melebihi 6. beban-beban yang digunakan harus disingkirkan. dan harus diperiksa dengan alat pengukur elevasi. Beban yang aman dan diijinkan adalah 50 % beban yang telah diberikan selama 48 jam secara terus menerus menyebabkan penurunan tetap (permanent settlement) tidak lebih dari 6. dan tiang pancang. Beban pengujian penuh harus dipertahankan pada tiang uji dalam waktu tidak kurang dari 48 jam.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap Bilamana cara yang disetujui ini membutuhkan tiang (jangkar) tarik. harus segera disingkirkan bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Kemudian beban ditiadakan dan penurunan permanen dibaca. Beban-beban untuk pengujian pembebanan tidak boleh diberikan sampai beton memcapai kuat tekan minimum 95 % dari kuat tekan beton berumur 28 hari.5 mm. Kontraktor dapat menggunakan semen dengan kekuatan awal yang tinggi (high-early-strength-cement). Beban pertama yang harus diberikan pada tiang percobaan adalah beban rancangan tiang pancang. Bilamana kekuatan tiang uji untuk mendukung beban pengujian diragukan. Peralatan yang disetujui dan cocok untuk mengukur beban tiang dan penurunan tiang pancang dengan akurat dalam setiap peningkatan beban harus disediakan oleh Kontraktor.50 . Jumlah dan lokasi tiang uji untuk pengujian pembebanan akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Tiang dan selongsong pipa yang dinding-dindingnya tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan beban percobaan bila dalam keadaan kosong. tiang tarik semacam ini harus dari jenis dan diameter yang sama dengan pipa yang permanen dan harus dilaksanakan di lokasi pipa permanen tersebut. jenis III atau IIIA untuk beton dalam tiang pengujian pembebanan dan untuk tiang tarik. Beban pengujian harus dua kali beban rancangan yang ditunjukkan dalam Gambar. pembebanan diteruskan melebihi 2 kali beban rancangan dengan penambahan beban setiap kali 10 ton sampai tiang runtuh atau kapasitas peralatan pembebanan ini dilampaui. Bilamana Kontraktor menghendaki lain. Semua penurunan tiang pancang yang dibebani harus diukur dengan peralatan yang memadai. Tiang uji yang tidak dibebani harus digunakan seperti di atas. kecuali jika tidak terdapat penambahan penurunan kurang dari 0. Beban pada tiang pancang dinaikkan sampai mencapai dua kali beban rancangan dengan interval tiga kali penambahan beban yang sama. atau harus dipotong sampai di bawah permukaan tanah atau dasar pondasi telapak. Bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan. sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan agar kurva keruntuhan yang halus dapat digambar. termasuk tiang tarik dapat digunakan untuk struktur bilamana oleh Direksi Pekerjaan dianggap masih memenuhi ketentuan untuk digunakan. Titik referensi untuk mengukur penurunan (settlement) tiang pancang harus dipindahkan dari tiang uji untuk menghindari semua kemungkinan gangguan yang akan terjadi. harus diberi penulangan yang diperlukan dan beton yang dicor sebelum dilakukan pembebanan. Untuk tiang dengan diameter lebih dari 600 mm jumlah ini tidak boleh kurang dari BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . seperti alat pengukur (gauges) tekanan. Peningkatan lendutan akan dibaca segera setelah setiap penambahan beban diberikan dan setiap interval 15 menit setelah penambahan beban tersebut. Setiap penambahan beban harus dalam interval waktu minimum 2 jam. penambahan beban harus dikurangi sampai 50 % masing-masing beban pengujian.

c) Kelengkungan (Bow) i Kelengkungan lateral tiang pancang Pipa baja tidak boleh melampaui 0. penurunan dan penurunan rata-rata dimana semua itu merupakan fungsi dari waktu (tanggal dan jam). BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . b) Kemiringan Tiang Pancang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan yang disyaratkan tidak boleh lebih melampaui 20 mm per meter (yaitu 1 dalam 50). beban dalam ton.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap satu dan tidak lebih dari tiga untuk setiap jembatan. 4) Pekerjaan seksi lain yang berkaitan dengan seksi ini a) b) c) d) 5) Galian Urugan Beton Baja Tulangan : : : : Jaminan Mutu Mutu bahan yang dipasok.0007 dari panjang total tiang pancang.51 . Bilamana kapasitas daya dukung yang aman dari setiap tiang pancang. Kontraktor harus membuat laporan untuk setiap pengujian pembebanan. diketahui kurang dari beban rancangan. Laporan ini harus meliputi dokumen-dokumen berikut ini :       Denah pondasi Lapisan (stratifikasi) tanah Kurva kalibrasi alat pengukur tekanan Gambar diameter piston dongkrak Grafik pengujian dengan absis untuk beban dalam ton dan ordinat untuk penurunan (settlement) dalam desimal mm. Tabel yang menunjukkan pembacaan alat pengukur tekanan dalam atmosfir. kecakapan kerja dan hasil penyelesaian harus dipantau dan dikendalikan seperti yang ditetapkan dalam Standar Rujukan dalam dari Spesifikasi ini. maka tiang pancang harus diperpanjang atau diperbanyak sesuai dengan yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Penggeseran lateral kepala tiang pancang dari posisi yang ditentukan tidak boleh melampaui 75 mm dalam segala arah. 6) Toleransi a) Lokasi Kepala Tiang Pancang Tiang pancang harus ditempatkan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. untuk tiang dengan diameter kurang dari dan sampai dengan 600 mm jumlah tiang tidak boleh kurang dari satu untuk setiap 30 tiang.

termasuk rumus penumbukan. d) Persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan untuk pengajuan tersebut di atas harus diperoleh terlebih dahulu sebelum memulai setiap pekerjaan pemancangan. Kontraktor harus mengajukan kepada Direksi Pekerjaan hal-hal sebagai berikut : a) b) c) Program yang terinci untuk pekerjaan pemancangan.90 AASHTO M202 . yang menunjukkan kapa-sitas tiang pancang bilamana penumbukan menggunakan peralatan yang diusul-kan oleh Kontraktor.86 AASHTO M168 .90 ASTM A252 : : : : : Preservatives and Pressure Treatment Process for Timber Wood Products Structural Steel Steel Sheet Piling Steel Pipe 8) Pengajuan kesiapan kerja Sebelum memulai suatu pekerjaan pemancangan. Bilamana unit-unit tersebut disusun dalam lapisan-lapisan. Untuk gelagar dan tiang pancang. Mutu pekerjaan dan perbaikan atas pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan a) Bilamana toleransi yang diberikan telah dilampaui. maka tidak melebihi dari 3 lapisan dengan penyangga kayu dipasang di antara tiap lapisan. BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . yang diukur dari setiap ujung. Rincian metode yang diusulkan untuk pemancangan atau penurunan tiang ber-sama dengan peralatan yang akan digunakan. Unit-unit beton bertulang atau pratekan dan unit-unit baja harus ditempatkan bebas dari kontak langsung dengan permukaan tanah dan ditempatkan pada penyangga kayu di atas tanah keras yang tidak akan turun baik musin hujan maupun kemarau. dipancang keluar dari lokasi yang semestinya atau dipancang di bawah elevasi yang ditunjukkan dalam Gambar atau ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan. maka Kontraktor harus menyelesaikan setiap langkah perbaikan yang dianggap perlu oleh Direksi Pekerjaan dengan biaya sendiri. Penyangga untuk setiap lapisan harus dipasang di atas lapisan yang terdahulu.84 AASHTO M183 . Perhitungan rancangan. pengukuran beban dan penurunan serta penyajian data yang diusulkan. Usulan untuk pengujian pembebanan tiang pancang. agregat dan baja tulangan harus disimpan sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini. Usulan ini mencakup metode pemberian beban. akibat beban dari unit-unit tersebut. harus diperbaiki atas biaya Kontraktor.52 10) b) .DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap 7) Standar Rujukan AASHTO M133 . penyangga harus dipasang pada jarak tidak lebih dari 20 % dari ukuran panjang unit. 9) Penyimpanan dan Perlindungan Bahan Semen. Setiap tiang pancang yang rusak akibat cacat dalam (internal) atau pemancangan tidak sebagaimana mestinya.

Selanjutnya semua kulit kayu harus dibuang. untuk memungkinkan penempatan kepala tiang pancang yang sebagaimana mestinya dalam pur (pile cap). 7. seperti yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan dan dikerjakan atas biaya Kontraktor.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap c) Pekerjaan perbaikan.86. dan dapat dipangkas sampai membentuk penampang yang tegak lurus terhadap panjangnya atau berupa batang pohon lurus sesuai bentuk aslinya. tetapi tidak perlu dibatasi berikut ini : i ii Penarikan kembali tiang pancang yang rusak dan penggantian dengan tiang panjang baru atau lebih panjang. kecuali ditunjukkan lain dalam Gambar. Baja Tulangan Baja tulangan harus memenuhi ketentuan dari Spesifikasi ini Pipa Baja Pipa baja yang akan diisi dengan beton harus memenuhi ketentuan dari ASTM A252 Grade 2. Pipa baja harus mempunyai garis tengah sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. Perpanjangan tiang pancang dengan cara penyambungan. harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk dipancang dengan metode yang ditentukan tanpa distorsi. Pipa baja termasuk penutup ujung.90 (ASTM A36). Cerucuk kayu harus terbuat dari jenis. Pengawetan harus sesuai dengan AASHTO M 133 . dengan sudut-sudut persegi. 3) 4) 5) Sepatu dan Sambungan Tiang Pancang Sepatu dan sambungan tiang pancang harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Tiang pancang kayu harus seluruhnya keras (sound) dan bebas dari kerusakan. 1) BAHAN Kayu Kayu untuk tiang turap. Pemancangan tiang panjang kedua sepanjang sisi tiang pancang yang cacat atau pendek. Kecuali ditunjukkan lain dalam Gambar. mata kayu. Pelat penutup dan las penyambung tidak boleh menonjol ke luar dari keliling ujung tiang pancang. diameter dan mutu yang ditunjukkan dalam Gambar. Tiang turap harus terbuat dari kayu yang digergaji atau ditebang. Pelat penutup untuk menutup ujung tiang pancang harus memenuhi ketentuan dari AASHTO M 183 .53 .2. Kayu untuk tiang pancang penahan beban (bukan cerucuk) dapat diawetkan atau tidak diawetkan.8 mm.6. seperti yang telah disyaratkan di bagian lain dari Seksi ini. sesuai dengan yang diperlukan. tebal dinding tidak boleh kurang dari 4. bagian yang tidak keras atau akibat serangan serangga. BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . harus diberi bahan pengawet. akan mencakup.

54 . 4) Penyambungan Bilamana diperlukan untuk menggunakan tiang pancang yang terdiri dari dua batang atau lebih. sambungannya harus diperkuat dengan kayu atau pelat penyambung baja. Pada tiang pancang yang digergaji. Umumnya. memecah ujung dan menyebabkan retak tiang pancang harus dihindari dengan membatasi tinggi jatuh palu dan jumlah penumbukan pada tiang pancang. kebutuhan untuk mengawetkan kayu keras tergantung pada jenis kayu dan beratnya kondisi pelayanan. harus digunakan. yang harus dilaksanakan sesuai dengan AASHTO M 133 . berat palu harus sama dengan beratnya tiang untuk memudahkan pemancangan.86 dengan menggunakan instalasi peresapan bertekanan. Jenis tiang pancang yang akan digunakan harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan 2) Turap Beton Dinding turap beton harus dilaksanakan sesuai dengan Gambar. Tiang BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . atau profil baja seperti profil kanal atau profil siku yang dilas menjadi satu membentuk kotak yang dirancang untuk memberikan kekuatan yang diper-lukan. Persetujuan dari Direksi Pekerjaan secara tertulis harus diperoleh sebelum pemancangan tiang pancang yang tidak diawetkan. Perhatian khusus harus diberikan selama pemancangan untuk memastikan bahwa kepala tiang pancang harus selalu berada sesumbu dengan palu dan tegak lurus terhadap panjang tiang pancang dan bahwa tiang pancang dalam posisi yang relatif pada tempatnya. pengawetan dengan tangki terbuka secara panas dan dingin. 1) TIANG PANCANG KAYU Umum Semula tiang pancang kayu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang untuk memastikan bahwa tiang pancang kayu tersebut memenuhi ketentuan dari bahan dan toleransi yang diijinkan. permukaan ujung tiang pancang harus dipotong sampai tegak lurus terhadapa panjangnya untuk menjamin bidang kontak seluas seluruh penampang tiang pancang. Beberapa kayu keras dapat digunakan tanpa pengawetan.6. 2) Pengawetan Semua kayu lunak yang digunakan untuk tiang pancang memerlukan pengawetan. tetapi pada umumnya.4. 1) TURAP Umum Umumnya ketentuan yang mengatur pemancangan tiang pancang penahan beban harus berlaku juga untuk turap.3.6. 3) Pemancangan Pemancangan berat yang mungkin merusak kepala tiang pancang.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap 7. Bilamana instalasi semacam ini tidak tersedia. 7.

Sambungan di dekat titik-titik yang mempunyai lendutan maksimum harus dihindarkan. 3) Kepala Tiang Pancang Sebelum pemancangan. maka ujungnya dapat diperkuat dengan menggunakan pelat baja tuang atau dengan mengelaskan pelat atau siku baja untuk menambah ketebalan baja. Namun bilamana tiang pancang akan dipancang di tanah keras.6. 1) TIANG PANCANG PIPA BAJA ø 318. 4) Perpanjangan Tiang Pancang Perpanjangan tiang pancang baja harus dilakukan dengan pengelasan. batang baja atau pantek harus ditambatkan pada pur. atau tiang pancang dengan panjang yang cukup harus ditanamkan ke dalam pur (pile cap). Setelah pemancangan.55 . Tiang pancang pipa atau kotak dapat juga dipancang tanpa sepatu. 7.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap pancang bulat harus diperkuat dengan pipa penyambung. Sambungan harus dirancang dan dilaksanakan dengan cara sedemikian hingga dapat menjaga alinyemen dan posisi yang benar pada ruas-ruas tiang pancang. tiang pancang Pipa Baja akan diisi dengan beton. Bilamana tiang pancang pipa atau kotak akan diisi dengan beton setelah pemancangan. pelat topi. atau sepatu yang telah dibentuk dari besi tuang.6. baja tuang atau baja fabrikasi. Umumnya seluruh panjang tiang baja yang terekspos. maka panjang atau ruasruasnya yang mungkin terkena korosi harus dilindungi dengan pengecatan menggunakan lapisan pelindung yang telah disetujui dan/atau digunakan logam yang lebih tebal bilamana daya korosi dapat diperkirakan dengan akurat dan beralasan.5 mm Umum Pada umumnya. mutu beton tersebut minimum harus K225 dengan kadar semen seperti yang diuraikan dalam spesifikasi ini 2) Perlindungan terhadap korosi Bilamana korosi pada tiang pancang baja mungkin dapat terjadi. maka penutup ini dapat dikerjakan dengan cara mengelaskan pelat datar. tetapi bilamana ujung dasar tertutup diperlukan. harus dilindungi dari korosi. Pengelasan harus dikerjakan sedemikian rupa hingga kekuatan penampang baja semula dapat ditingkatkan. kepala tiang pancang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya dan topi pemancang (driving cap) harus dipasang untuk mempertahankan sumbu tiang pancang segaris dengan sumbu palu. dan setiap panjang yang terpasang dalam tanah yang terganggu di atas muka air terendah. BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . 5) Sepatu Tiang Pancang Pada umumnya sepatu tiang pancang tidak diperlukan pada profil H atau profil baja gilas lainnya. sambungan yang dilas harus kedap air.

Kepala tiang pancang baja harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel dan kepala tiang kayu harus dilindungi dengan cincin besi tempat atau besi non-magnetik sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini.5 meter atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Untuk tiang pancang beton. Enerji total alat pancang tidak boleh kurang dari 970 kgm per pukulan. Bilamana ketentuan rancangan tidak dapat dipenuhi. Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang berada di bawah permukaan tanah asli. maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum pemancangan.56 .6. Alat pancang dengan jenis gravitasi. maka Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk menambah jumlah tiang pancang dalam kelompok tersebut sehingga beban yang dapat didukung setiap tiang pancang tidak melampaui kapasitas daya dukung yang aman. dan palu pancang tidak boleh diganti dan dipindahkan dari kepala tiang pancang tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan atau wakilnya. Semua pekerjaan pemancangan harus dihadiri oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya. Tinggi jatuh palu tidak boleh melampaui 2. posisi akhir kepala tiang pancang tidak boleh lebih tinggi dari yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan setelah pemancangan tiang pancang uji. Perhatian khusus harus diberikan agar dasar pondasi tidak terganggu oleh penggalian di luar batas-batas yang ditunjukkan dalam Gambar. umumnya digunakan jenis uap atau diesel. harus mampu memasukkan tiang pancang tidak kurang dari 3 mm untuk setiap pukulan pada 15 cm dari akhir pemancangan dengan daya dukung yang diinginkan sebagaimana yang ditentukan dari rumus pemancangan yang disetujui. 1) PEMANCANGAN TIANG Umum Tiang pancang dapat dipancang dengan setiap jenis palu. sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. bantalan topi. uap atau diesel. topi baja. uap atau diesel yang disetujui. Tiang pancang termasuk tiang pancang miring harus dipancang secara sentris dan diarahkan dan dijaga dalam posisi yang tepat. Alat pancang yang digunakan dapat dari jenis gravitasi. katrol dan tiang pancang harus mempunyai sumbu yang sama dan harus terletak dengan tepat satu di atas lainnya. tetapi sama sekali tidak boleh kurang dari setengah jumlah berat tiang beserta topi pancangnya. atau Direksi Pekerjaan dapat mengubah rancangan bangunan bawah jembatan bilamana dianggap perlu. yang digunakan oleh Kontraktor. tanpa kerusakan. kecuali untuk tiang pancang beton sebagaimana disyaratkan di bawah ini. Tiang pancang harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau penetrasi tertentu. BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI .DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap 7. Dalam hal tersebut. Palu. atau ditentukan dengan pengujian pembebanan sampai mencapai kedalaman penetrasi akibat beban pengujian tidak kurang dari dua kali beban yang dirancang. Untuk tiang pancang baja. Posisi tersebut dapat lebih tinggi jika disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Berat palu pada jenis gravitasi sebaiknya tidak kurang dari jumlah berat tiang beserta topi pancangnya. dan minimum 2 ton untuk tiang pancang beton. asalkan tiang pancang tersebut dapat menembus masuk pada ke dalaman yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telah ditentukan.7. yang diberikan menerus untuk sekurang-kurangnya 60 mm. berat palu harus dua kali berat tiang beserta topi pancangnya.

bila memungkinkan. Bilamana tiang pancang diperkirakan sekonyong-konyongnya akan mendapat penolakan akibat batu atau tanah yang benar-benar tak dapat ditembus lainnya. harus dipancang kembali sampai kedalaman atau ketahanan semula. 2) Penghantar Tiang Pancang (Leads) Penghantar tiang pancang harus dibuat sedemikian hingga dapat memberikan kebebasan bergerak untuk palu dan penghantar ini harus diperkaku dengan tali atau palang yang kaku agar dapat memegang tiang pancang selama pemancangan. dan pemancangan yang terus menerus setelah tiang pancang hampir berhenti penetrasi harus dicegah. Bilamana serangkaian penumbukan tiang pancang untuk 10 kali pukulan terakhir telah mencapai hasil yang memenuhi ketentuan.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap Alat pancang uap. Tidak diperkenankan memancang tiang pancang dalam jarak 6 m dari beton yang berumur kurang dari 7 hari. tidak dapat memenuhi Spesifikasi. Bilamana terdapat lapisan tanah lunak yang dalam sedemikian hingga penetrasi yang dalam terjadi pada setiap penumbukan. kecuali jika pengujian pemancangan kembali pada tiang pancang yang berdekatan menunjukkan bahwa pemancangan ulang ini tidak diperlukan. Contoh-contoh berikut ini adalah kondisi yang dimaksud :    Bilamana terdapat lapisan tanah keras dekat permukaan tanah yang harus ditembus pada saat awal pemancangan untuk tiang pancang yang panjang. Penumbukan dengan tinggi jatuh yang lebih kecil harus digunakan bilamana terdapat kerusakan pada tiang pancang. Penghantar tiang pancang miring sebaiknya digunakan untuk pemancangan tiang pancang miring. maka elevasi kepala tiang pancang harus diukur dalam interval waktu dimana tiang pancang yang berdekatan sedang dipancang. Bilamana pemancangan dengan menggunakan palu yang memenuhi ketentuan minimum. penumbukan ulangan harus dilaksanakan dengan hati-hati. Suatu catatan pemancangan yang lengkap harus dilakukan sesuai dengan Spesifikasi ini Setiap perubahan yang mendadak dari kecepatan penetrasi yang tidak dapat dianggap sebagai perubahan biasa dari sifat alamiah tanah harus dicatat dan penyebabnya harus dapat diketahui. Tiang pancang yang naik sebagai akibat pemancangan tiang pancang yang berdekatan. Kecuali jika tiang pancang dipancang dalam air. terutama jika digunakan palu berukuran sedang. angin atau diesel yang dipakai memancang tiang pancang beton harus mempunyai enerji per pukulan. penghantar tiang pancang.57 . untuk setiap gerakan penuh dari pistonnya tidak kurang dari 635 kgm untuk setiap meter kubik beton tiang pancang tersebut. sebelum pemancangan dilanjutkan. sebaiknya mempunyai panjang yang cukup sehingga penggunaan bantalan topi tiang pancang panjang tidak diperlukan. Penumbukan dengan gerakan tunggal (single acting) atau palu yang dijatuhkan harus dibatasi sampai 1. 5) Tiang pancang yang cacat BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . maka Kontraktor harus menyediakan palu yang lebih besar dan/atau menggunakan water jet atas biaya sendiri.2 meter dan lebih baik 1 meter. 3) Tiang pancang yang naik Bilamana tiang pancang mungkin naik akibat naiknya dasar tanah.

6. pecahnya dan kerusakan kayu. Kontraktor dapat mengajukan rumus lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.1. panjang perpanjangan. jenis. panjang dalam pondasi telapak.58 . panjang pemotongan dan panjang akhir yang dapat dibayar. atau deformasi baja.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap Prosedur pemancangan tidak mengijinkan tiang pancang mengalami tegangan yang berlebihan sehingga dapat mengakibatkan pengelupasan dan pecahnya beton. tanggal pemancangan. atau “set” (m) : Tekanan sementara yang diijinkan untuk kepala tiang dan pur (m) : Tekanan sementara yang diijinkan untuk deformasi elastis dari batang tiang pancang (m) : Tekanan sementara yang diijinkan untuk gempa pada lapangan (m) : Faktor Keamanan Nilai C1 + C2 + C3 harus diukur selama pemancangan. Tiang pancang yang cacat harus diperbaiki atas biaya Kontraktor sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 7. dan tak akan diijinkan. panjang aktual.(10) dan sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. adalah keterlaluan.75 untuk palu yang dijatuhkan dengan tali dan gesekan katrol : Berat palu atau ram (ton) : Berat tiang pancang (ton) : Koefisien restitusi n = 0. menurut pendapat Direksi Pekerjaan. Manipulasi tiang pancang dengan memaksa tiang pancang kembali ke posisi yang sebagaimana mestinya. 7) Rumus Dinamis untuk Perkiraan Kapasitas Tiang Pancang Kapasitas daya dukung tiang pancang harus diperkirakan dengan menggunakan rumus dinamis (Hiley).00 untuk palu diesel ef = 0. 6) Catatan Pemancangan (Calendering) Sebuah catatan yang detil dan akurat tentang pemancangan harus disimpan oleh Direksi Pekerjaan dan Kontraktor harus membantu Direksi Pekerjaan dalam menyimpan catatan ini yang meliputi berikut ini : jumlah tiang pancang. penetrasi pada saat penumbukan terakhir. tiang pancang harus dipancang sedekat mungkin dengan posisi semula. enerji pukulan palu. Bilamana pemancangan ulang untuk mengembalikan ke posisi semula tidak memungkinkan. atau tiang pancang tambahan harus dipancang sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . ukuran.25 untuk tiang pancang beton : Tinggi jatuh palu (m) H = 2 H’ untuk palu diesel (H’ = tinggi jatuh ram) : Penetrasi tiang pancang pada saat penumbukan terakhir. pembelahan. W  n 2 Wp ef W H Pu   C  C2  C3 W P S 1 2 dimana : Pu Pa ef W Wp n H S C1 C2 C3 N : Kapasitas daya dukung batas (ton) : Kapasitas daya dukung yang diijinkan (ton) : Efisiensi palu ef = 1. posisi.

150.10 Pengadaan Tiang Pancang Pipa Baja  318.59 . biaya pekerjaan ini dianggap telah termasuk dalam harga penawaran untuk pekerjaan baja struktur. Tidak ada pengurangan yang dibuat untuk penakikan. Untuk menghitung panjang dan jumlah dari baja tersebut. b) 2) Pengecatan atau lapisan pelindung lainnya tidak akan dibayar.5 mm Pancang Ulin 12/12 x 400 Pancang Ulin 10/10 x 400 BAB VI (Spesifikasi Teknis) Hal : VI . bagian-bagian yang dikerjakan. fabrikasi dan pemasangan bahan.DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Pembangunan Turap PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN 1) Pengukuran a) Kuantitas Tiang Pancang Pipa Baja ø 318. termasuk semua tenaga kerja. terdiri dari pelat. maka bahan-bahan tersebut dianggap mempunyai berat volume 7.5 mm Pemancangan Tiang Pancang Pipa Baja  318.10 sebagai Pengaku tiang pancang akan ditentukan sebagaimana disyaratkan di atas.150. peralatan.7. perkakas.7. akan dibayar pada Harga Penawaran per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. pengujian dan biaya tambahan lainnya yang diperlukan atau biasa untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya dilaksanakan seperti pada gambar rencana. Nomor Mata Pembayaran 1 2 3 4 5 Uraian Satuan Pengukuran M’ M’ M’ Ttk Ttk Pengadaan dan Pemasangan Baja WF 150. Pembayaran Kuantitas pekerjaan Pipa Baja dan Baja WF 150.850 kilogram per meter kubik.150. Panjang dan jumlah bahan yang dihitung harus merupakan berat jumlah dan panjang dari pekerjaan baja yang telah selesai dikerjakan.5 . lubang baut sebagainya dengan luas kurang dari 0.7.10 sebagai Pengaku Tiang Pancang yang akan diukur untuk pembayaran sebagai jumlah dalam m’ dan buah pekerjaan yang telah selesai di tempat dan diterima.03 m2. Tiang Pancang Kayu dan Baja WF 150. Panjang dan jumlah lainnya harus sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Harga dan pembayaran ini harus dianggap sebagai kompensasi penuh untuk pemasokan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful