Irma Puspita Arisanty, SKp. RN. WOC(ET)N.

NAMA LENGKAP : IRMA PUSPITA ARISANTY, SKp. RN. WOC(ET)N. PANGGILAN : “Bunda Irma” PROFESI :


SARJANA KEPERAWATAN (FIK – UI) tahun 2001 REGISTERED NURSE tahun 2009 SPESIALISASI ENTEROSTOMAL THERAPIST(ETN) / WOUND OSTOMY CONTINENCE NURSE (WOCN) ATAU (PERAWAT LUKA, STOMA, KONTINENSIA) tahun 2007

   

STATUS : MENIKAH DENGAN 2 ANAK ALAMAT : BOGOR KONTAK : +6281802926390 EMAIL : irma_msak@yahoo.com ALAMAT PRAKTEK :

WEBSITE :

KLINIK MOIST (Luka, Stoma, Kontinensia) – MH Thamrin, Jl. Raya Pondok Gede, No. 23-25, Kel. Kp Dukuh, Kec. Kramat Jati – Jakarta Timur 13550. Telp: 021 80887175, fax: 021-80887174

www.perawatanluka.com (website edukasi untuk perawat / tenaga kesehatan lainnya) www.klinikmoist.com

stoma dan kontinensia MOIST Clinic 2011 – sekarang Direktur operasional WOCARE Clinic 2010 – 2011 Manajer Operasional WOCARE Clinic 2007 – 2009 Kepala diklat RS MH THAMRIN INTERNATIONAL SALEMBA 2006 – 2007 Staff Bidang Keperawatan RS MHTIS Salemba 2004 – 2005 Perawat NICU – PICU RS MHTIS Salemba 2002 – 2003 . STOMA DAN KONTINENSIA SEJAK 2008 .com 2011 – sekarang Perawat spesialis luka.          KONSULTAN LUKA.sekarang Penanggung Jawab Klinik MOIST – MH Thamrin 2012 – sekarang Direktur FAST HEALTH 2012 – sekarang Direktur perawatanluka.

CCT 2007 – sekarang Anggota InETNA (Indonesian Enterostomal therapy Nurse Association) . CCTP sertifikasi CWCC. CSTP. InWCCA 2009 Founder CWCCP. CST.              2012 – 2014 Ketua Bidang P4 APMPI (Asosiasi Praktek Mandiri Perawat Indonesia) 2012 – sekarang Pendiri IPLI (Ikatan Perawat Luka Indonesia) 2011 – sekarang Founder BAWCP (Basic Advance in Wound Care Program) sertifikasi CBWT (Certified Basic Wound Therapist) dan CWT (Certified Wound Therapist) 2011 – sekarang Anggota ICS (International Continence Society) 2010 – sekarang Anggota AWMA (Australian Wound Management Association) 2012 – 2014 Anggota komite komunikasi dan publikasi WCET (World Council of Enterostomal Therapy) 2007 – sekarang Anggota WCET (World Council of Enterostomal Therapy) 2010 – 2012 Presiden InWOCA (Indonesian Wound Ostomy Continence Association) 2009 – 2011 Presiden APKI (Asosiasi perawat keluarga Indonesia) atau InFNA (Indonesian Family Nursing Association) 2009 – sekarang Delegasi internasional InWCCA (Indonesian Wound Care Clinician ssociation) Komite Sertifikasi InWCCA 2009 – 2011 Ketua P2B (Continues Development Program) CWCC.

penerbit EGC (sedang proses). materi: Sharing experience on developing nursing clinic in Indonesia DAN Manajemen perawatan luka DM August 2008 In ostomate gathering & graduation of InETNEP poster presentation: Effective Burn Management With Patient’s QOL 2008 Kontributor buku Manajemen perawatan luka DM .perawatanluka.com Okt . sbg pembicara. insyaallah Juli/ Agustus 2012 terbit Desember 2011 Penemu salep herbal “TRIBEE” dan “serum TTO” untuk luka dengan FAST HEALTH Nov 2011 – sekarang Coordinator program Basic Advance Wound Care Program (BAWCP) – www. Kanujoso Balikpapan Perawatan luka Diabetes June 2010 Pendiri InWOCA (Indonesian Wound Ostomy Continence Association) 2009 – Juni 2011 Clinical instructor dan coordinator program CWCCP – WOCARE Clinic November 2009 Pendiri InWCCA (Indonesian Wound Care Clinician Association) dan CWCC Oktober 2009 Pendiri of APKI (Asosiasi Perawat Keluarga Indonesia) 2008 – Juni 2011 Clinical Instructor Indonesia ETNEP – WOCARE Clinic July 2008 Nursing expo.Des 2011 Konsultan manajemen klinik luka RSUD Depok 2011 Seminar dan workshop di RS Dr.             2012 Penulis buku konsep dasar manajemen perawatan luka.

Presentasi poster: A Case Study: the amazing fixation on lower extremity & movement for low economic level . 19-23 April 2012 : Presentasi Oral “Application Aloe Vera On Arterial Ulcer For Wound Bed Preparation” Oktober 2010 6th ASSR congres: workshop and seminar speaker. poster presentation (5). DIABETIC FOOT SPA® with WOCARE Clinic. Workshop: “EFFECTIVE DRESSING SELECTION IN WOUND MANAGEMENT (A NEW GUIDELINES) with WEI”. Continence – A Nursing Excistencesie in Indonesia.  April 2012 16th WCET Congress.  Poster presentation: HIGH EXUDATE WOUND MANAGEMENT: A FAMILY AS CARE GIVER AT HOME . COLOSTOMY BAGS FOR LEG ULCER MANAGEMENT . BABY PERISTOMAL “BURN” MANAGEMENT AFTER PLASTIC BAG APLICATION. Seminar: “ALTERNATIVE WOUND DRESSING with Metcovazin”    Juni 2010 WCET & WOCN joint conference: poster presentation: The outpatient management in indonesia: provides comfort care December 2009 APETNA congress: oral & poster presentation. THE AMAZING SALF OF METCOVAZIN® with WOCARE Clinic  Best oral presentation: Developing Nursing Clinic In Developing Country: WOCARE CLINIC A Clinic in Wound. Adelide Australia. Ostomy.

.

.

.

.

ARISANTY. SKp. RN.IRMA P. WOC(ET)N .

 Masih ingat lapisan kulit?  Masih ingat fungsinya? .

 Masih ingat lapisan kulit?    Epidermis Dermis Hipodermis  Masih ingat fungsinya?    Pelindung Sensasi dll .

SAAT TERJADI LUKA .

SAAT TERJADI LUKA PENGGANTI KULIT DIBALUT .

 Bagaimana proses penyembuhan luka akut?  Bagaimana penyembuhan luka kronis? .

 Bagaimana proses penyembuhan luka akut? Inflamasi  Proliferasi  Maturasi   Bagaimana penyembuhan luka kronis?  Sama dengan luka akut .

.

    Kontrol & hilangkan penyebabnya Ciptakan dukungan sistemik Ciptakan & pertahankan lingkungan luka: lembab yg seimbang (moisture balance) Persiapan dasar luka .

Winter 1962 Mendukung proses “autolysis debridement” . George D.   Lembab / MOIST: proses penutupan luka dan migrasi sel lebih 2 x lebih cepat dibandingkan dengan tehnik kering Dr.

SCAB MOIST .DRESSING .KERING .

Pada kondisi lembab yang seimbang. maka luka:  Sembuh 50% lebih cepat dari konsep kering  Meminimal risiko infeksi  Meminimal nyeri saat ganti balutan  Meminimal bekas luka .

Menutup luka (occlusive dressing) . irma 2008. MOISTURE BALANCE bisa terjadi jika:   Menggunakan balutan yang tepat sesuai dengan dasar luka (W). jumlah exudate (E) dan ada tidaknya infeksi (I).

WOUND BED (AUTOLYSIS DEBRIDEMENT & MOITURE BALANCE) Salep Tea Tree Oil / Tribee Zinc cream Hydroactive gel / hydrogel Hydrocolloid paste / lembaran Madu Aloe vera Bromelain Enzim papain Coconut oil EKSUDATE AMOUNT (MENYERAP CAIRAN & MOITURE BALANCE) INFECTION CONTROL (MENGURANG I JUMLAH KUMAN) Silver ionized Cadoxemer iodine Hydrofobic / DACC Serum Tea Tree Oil Metronidazole Madu Transparent film Hydrocolloid lembaran / powder Calcium alginate Hydrocelullosa Polyurethane foam Absorben: Kasa / gammge / low adherent (LA) Kantong stoma .

antiviral. D Alpha Tocopherol 400 iu.    Salep herbal TTO (Tribee®) TTO = Tea Tree Oil Kandungan: Meleauca alternifolia (Tea Tree Oil) 2%. Madu. anti MRSA. antimikrobial. Virgin Coconut Oil. mempercepat proses inflamasi . campuran lainnya Manfaat: antifungal.

.

.

.

 Hydroactive gel / hydrogel  Meng-hidrasi luka kering  Memberi efek dingin untuk luka bakar derajat 1 atau 2  Bentuk: tube. spray. impregmented .

Occlusive  Bentuk: lembaran. adhesive. powder. Hydrocolloid paste / lembaran  Melembabkan  Kemampuan menyerap sedikit hingga sedang exudate (bentuk lembaran dan powder)  Sifat: waterproof. pasta .

vitamin dan mineral  .Madu : hyperosmolar  Aloe vera : 90 % air  Bromelain : enzim proteinase. antiinflamasi  Enzim papain : support proses debris  Coconut oil : oil base.

RN. WOC(ET)N. SKp. pada kongres WCET (World Council of Enterostomal Therapist) ke 19.Dipresentasikan oleh Irma P. Adeliade – Australia 2012 . Arisanty.

Peel the skin (green one) Cut of the aloe vera body as needed (do not refine it) left whole in piece Cleans the wound Apply dressing for autolysis (hydrogel. zinc cream.Preparation: Cleans the aloe vera. ect) Protect surrounding skin. salf herbal. to prevent maceration Debrided as needed. escharotomy if it dry necrotic wound Cover with thin sterile gauze Apply aloe vera on top of it using roll gauze Cover again with extra absorbent if needed .

.

.

.

ADA PERTANYAAN? .