Bab 2 & 3 Materials, Manufacturing, Welding

BAB 2 & 3 PIPE MATERIALS, MANUFACTURING AND WELDING

1 Piping system Integrity

PENDAHULUAN BAGIAN I
1. UMUM
BERDASARKAN DATA YANG ADA, 30% DARI MODAL YANG DIALOKASIKAN UNTUK INDUSTRI KIMIA PROSES, DITUJUKAN UNTUK: KATUP, FITTINGS DAN KOMPONEN2 LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMIPAAN

2.

FUNGSI
- KONSTRUKSI - MENYALURKAN/MENGALIRKAN FLUIDA PARAMETER: T, P DAN v - MENERUSKAN DAYA PARAMETER: Mt dan μ - MENTRANSFER/MEMINDAHKAN PANAS
2

1

3. STANDAR:
BAIK UNTUK PIPA, KOMPONEN-KOMPONENNYA MAUPUN MATERIAL DAN PENGENDALIAN KOROSI; - ASME - API - ASTM - ANSI/AWWA - TEMA - HEI - NACE CATATAN: A. STANDAR: MERUPAKAN DOKUMEN YANG BERFUNGSI SBG MODEL DALAM PENGUKURAN SIFAT ATAU PENETAPAN PROSEDUR. TERDIRI DARI: SPESIFIKASI, METODA UJI DAN REC.PRACTICE
3

B. SPESIFIKASI
PERNYATAAN PERSYARATAN TEKNIK DAN KOMERSIL YG HARUS DIPENUHI OLEH SUATU PRODUK

C. METODA UJI
KUMPULAN INSTRUKSI UNTUK MENGIDENTIFIKASI MENGUKUR ATAU MENGEVALUASI SIFAT2 MATERIAL

D. RECOMMENDED PRACTICE
KUMPULAN INSTRUKSI UTK MELAKSANAKAN SATU ATAU LEBIH OPERASI ATAU FUNGSI SELAIN MENGIDENTIFIKASI, MENGUKUR ATAU MENGEVALUASI.
4

2

E. KODE
SUATU STANDAR ATAU KUMPULAN PERATURAN YANG HARUS DIADOPSI.

5

CONTOH SPESIFIKASI MATERIAL MENURUT ASTM:

6

3

.ASTM SPEC FOR METALLIC PIPE: -C-STEEL…………………....A53 (welded and seamless) A106 (seamless pipe) A105 (FORGINGS) A181 (FORGED FLANGES) A234 -INCONEL 600 -ALUMINUM -COPPER -TITANIUM B167 B241 B43 B337 (FITTINGS) (SEAMLESS PIPE) (SEAMLESS PIPE) (SEAMLESS PIPE) (SEAMLESS PIPE) 7 CHEMICAL COMPOSITION OF METALLIC PIPING MATERIALS C Cr Cu Fe Mn Mo Ni Si 8 4 .

CONTOH SISTEM AISI-SAE 9 10 5 .

Ck 45 • BAJA PADUAN RENDAH (U.37. 6 . Mn. Namun saat ini ditulis St. PEMILIHAN “GRADE”NYA TERGANTUNG PADA RASIO KEKUATAN TERHADAP BERAT (STRENGTH TO WEIGHT) GRADE “LOW STERNGTH” ADALAH GRADE A DAN B (30 DAN 35 KSI YS MIN).285 .370.11 .UNTUK UNSUR2: Cr.OO • BAJA UNTUK PERLAKUAN PANAS . Ni. Co. ANGKA YANG TERAKHIR TIDAK PERLU DIBAGI 4 ATAU 100 CONTOH: X30Cr12 BEBERAPA PENGERTIAN DARI SPESIFIKASI PIPA: 1. ANGKA YANG ADA HARUS DIBAGI 4.St.C45 (BANDINGKAN DENGAN S45C PADA JIS) .P KURANG DARI 5%) .St. 16MnCr5 11 • BAJA PADUAN TINGGI DINYATAKAN DENGAN ADANYA HURUF X DIDEPAN DESIGNASI. 5LX DAN 5LS. UNTUK Mo.St.42. Si. MERUPAKAN KOMBINASI DARI API 5L.SISTEM YANG DIKEMBANGKAN OLEH DIN DAN AFNOR: • BAJA KARBON: . kadang2 ditulis St. SPESIFIKASI PIPA YANG UTAMA ADALAH API 5L. W DAN V 100 CONTOH: 100Cr6. 12 2.

4. 0. PENGHALUS BUTIR (X60) Ti DAN Zr SEBAGAI PENGHALUS BUTIR Mo < 0.20% UTK API X60-X72.26% UTK X52 0.13 – 0.6% RASIO Mn/C = 4/1. MAMPU LAS SEMAKIN RENDAH. 7 .3. V DAN Nb (Cb). SILIKON: 0. YANG PALING UMUM DIGUNAKAN ADALAH X52 KEKUATAN MAKS YANG DAPAT DICAPAI MELALUI COLD EXPANSION TANPA PENAMBAHAN UNSUR PADUAN.2% UNTUK MEMINIMIZE M DAN UB. KARBON: 0.33% MANGAN: 0. 14 2. 13 FUNGSI UNSUR PADUAN DAN BATAS2NYA: 1.08% UTK MENGHINDARI PWHT. RASIO Mn/Si= 3/1 UTK MENINGKATKAN MAMPU LAS MAKIN TINGGI Mn. 6. UTK NOTCH TOUGHNESS YANG BAIK.8 – 1. GRADE “EXTRA STRENGTH (X)” ADALAH X42 S/D X70 X42 BERARTI: PIPA DGN MIN YS 42 KSI. PENAMBAHAN UNSUR PADUAN DIMAKSUDKAN UNTUK: • • • MENGONTROL KEKUATAN MEMPERBAIKI MAMPU LAS MEMPERBAIKI NOTCH TOGHNESS. 3. 5.

Slurry lines. Extra strong pipe C. LINE PIPE: A. Gas Line B. Oil Well Tubing C. OIL COUNTRY TUBULAR PRODUCT/GOODS (OCTP/OCTG). MECHANICAL TUBES 22. 13. PRESSURE PIPING: A. Oil lines C. STAINLESS STEEL PIPE AND TUBES. STANDARD PIPE: A. High Pressure steam/chemical lines B. Hot oil lines. Double extra strong pipe 8. Standard weight pipe (black & galvanized) B. A. Water transmission lines D. 15 17. HEAT EXCHANGER AND CONDENSER TUBES 21. Oil Well Casing B. OIL STILL TUBE 20.KLASIFIKASI PIPA DIDASARKAN PADA PENGGUNAANNYA: 1. Drill Pipe D. PRESSURE TUBES 19. 16 8 . Drive Pipe 18.

diameter kecil dan heavy wall seamless. 13%Cr menjadi sensitif thd SSC----22-25%Cr duplex SS atau High Ni base alloy 17 2. jadi material yang digunakan lazimnya adalah: .Low alloy steel for SSC resistance .Flow lines: mengalirkan crude oil dan natural gas ke dehydration/gas treatment/refining plants atau platforms. UOE dan longitudinal seam welding pipe. 18 9 . TIPE DAN METODA PRODUKSI: .Seamless . LINE PIPE: A.Jika ada H2S dan CO2.Cr and high alloy steels for CO2 resistance and CO2/SSC resistance (AISI 420) .Trunk lines: mengalirkan dehydrated oil & gas ke consuming centers. Diameternya besar.CATATAN UNTUK OCTG: 1.Baja C-tinggi . .Gathering lines: mengalirkan crude oil dan natural gas hasil well ` .ERW Umumnya disambungkan dengan “coupling” (bukan pengelasan). Pipa FL diexpose pada lingkungan yang korosif. METODA MANUFAKTUR: .

C-STEEL DENGAN TOUGHNESS YANG TINGGI (DARI BAHAN PELAT BAJA HASIL TMCP) .Cr AND HIGH ALLOY STEELS FOR CO2 AND CO2/SSC RESISTANCE .HIGH GRADE OCTG 19 BAGIAN II PROSES PEMBUATAN PIPA A.B. BUTT WELD PROCESSES (1/8 INCH TO 4 INCHES NOMINAL DIAMETER) 20 10 . MAKA DIPERLUKAN MATERIAL YANG “WELDABLE”. MATERIAL: KARENA LINE PIPE DISAMBUNGKAN DENGAN CARA DILAS. HIGH STRENGTH DAN CORROSION RESISTANCE . WELDING PROCESS: 1.

21 22 11 .

23 24 12 . ARC WELDING PROCESSES (SMAW/MMA. FCAW). ELECTRIC WELD PROCESSES: A. ELECTRIC RESISTANCE WELD (ERW) B. SAW. TO PRODUCE THE ENTIRE SIZE RANGE OF PIPE. TUBE AND LINE PIPE.II.

3 TO 20” OD HOT DRAWN (FINISH). III.25 B. EXTRUSION PROCESS (SMALL SIZES ONLY) 26 13 . SEAMLESS PROCESS I. COLD DRAWN (ANY SIZE UP TO 10 ¾” OD) C. COLD EXPANDING (SIZES 16” TO 26” OD) II. VERTICAL PIERCING PROCESS TO MAKE TUBES AND CYLINDERS. PIERCING PROCESSES: ROLL AND DISC PIERCING ARE USED TO MAKE PIPES AND TUBES UP TO 26 INCHES IN DIAMETER. HOT FINISHED (TO 26” OD) B. A.

27 28 14 .

29 30 15 .

PEMERIKSAAN PELAT BAHAN PIPA DENGAN METODA ULTRASONIK 32 16 .31 PENGENDALIAN KUALITAS YANG DILAKUKAN: 1.

METODA PEMERIKSAAN: UT DAN X-RAY 33 34 17 .2. PEMERIKSAAN LAS-LASAN PADA PIPA UOE DAN ERW.

ELECTROMAGNETIC.3. MAGNETIC DAN UT 35 36 18 . PEMERIKSAAN KUALITAS PIPA SEAMLESS DENGAN METODA EDDY CURRENT.

1.PENERAPAN COATING.1 IN 37 38 19 . PIPE LENGTH: 20 – 40 FT STANDARD COATING THICKNESS: 0.24 IN. EXTERNAL COATING: BAHAN: POLYETHYLENE UNTUK PIPA DENGAN DIAMETER YANG KECIL DAN MEDIUM * GENERAL UNDERGROUND SERVICE * HIGHLY CORROSIVE SOIL SERVICE * UNDERWATER SERVICE NOMINAL DIAMETER: ½ .06 – 0.

1 – 0.UNTUK DIAMETER PIPA YANG BESAR COATING DILAKUKAN DENGAN CARA: HELICALLY WRAPPED. LAZIM DITERAPKAN PADA PIPA DENGAN DIAMETER YANG BESAR. NOMINAL DIAMETER: 16 – 64 IN. PIPE LENGTH: 20-62 FT STANDARD COATING THICKNESS: 0.12 IN BAHAN PELAPIS LAIN YANG DIGUNAKAN ADALAH: FUSION BONDED EPOXY POWDER. STANDARD COATING THICKNESS: 14 MIL (350 MIKRON) 39 40 20 .

56 IN. PHENOLIC DAN ATAU BAKED URETHANE DIAMETER NOMINAL YANG LAZIM ADALAH: ½ . INTERNAL COATING: LAZIMNYA DITUJUKAN UNTUK MENURUNKAN GESEKAN ANTARA FLUIDA DAN DINDING PIPA BAGIAN DALAM BAHAN YANG DIGUNAKAN: EPOXY RESIN. PANJANG PIPA: 20-45 FT. DILAKUKAN PEMASANGAN “BEVEL PROTECTOR” UNTUK PIPA YANG KECIL DIPASANG VINYL SHEET COVER 41 2. TERUTAMA UNTUK DIAMETER PIPA YANG BESAR.UNTUK MEMELIHARA UJUNG PIPA (PIPE END). 42 21 .

UOE PIPE (U-ING. PROSES PEMBUATAN PIPA YANG LAIN: I. SPIRAL WELD (SP) PIPE IV. O-ING AND EXPAND-ING) II. ROLL AND PRESS BENDING (RP) PIPE 44 22 . CENTRIFUGAL CASTING: 43 D. ERW PIPE III.C.

45 46 23 .

47 48 24 .

49 MATERIAL METALIK MASIH MERUPAKAN MATERIALYANG DOMINAN. BESI COR • MATERIAL NON-FERRO: .TEMBAGA DAN PADUANNYA .NIKEL.ALUMINUM DAN PADUANNYA . KARENA: • DAPAT DIUBAH SIFATNYA SECARA TERMAL • DAPAT DIDEFORMASI DAN DIFABRIKASI MATERIAL METALIK TERDIRI DARI: • MATERIAL FERRO: BAJA.BAGIAN III MATERIAL PIPA PENDAHULUAN: KLASIFIKASI/PENGELOMPOKAN MATERIAL: P0LIMER LOGAM KOMPOSIT KERAMIK SECARA UMUM. DSB 50 25 . MATERIAL DIMANFAATKAN ATAS DASAR SIFAT-SIFATNYA.

MASA JENIS . SIFAT TEKNOLOGI: . SIFAT MEKANIK: .KUAT . SIFAT FISIK: . DESIGNASI DAN SPESIFIKASI BAJA: BAJA DIKELOMPOKAN BERDASARKAN: • KOMPOSISI • KEKUATAN • BENTUK PRODUK PADA DOKUMEN “PROCUREMENT” HARUS TERCANTUM: • SCOPE: MELIPUTI KLASIFIKASI PRODUK. DSB 2.TANGGUH .KONDUKTIFITAS PANAS DAN LISTRIK .KERAS .KLASIFIKASI.ULET/LIAT .TAHAN KOROSI .TAHAN BENTUR.DSB 3. UKURAN DAN KONDISI • KOMPOSISI KIMIA • KUALITAS • PERSYARATAN KUANTITATIF • PERSYARATAN LAINNYA 51 SIFAT BAJA: 1. MAMPU LAS DSB 52 26 .MAMPU MESIN. MAMPU BENTUK.

MUNGKINKAH SIFAT-SIFAT TSB DAPAT DIUBAH? BEBERAPA CARA MENGUBAH SIFAT BAJA: • • • • • PEMADUAN PENGERJAAN MEKANIK PENERAPAN PERLAKUAN PERMUKAAN PENERAPAN PERLAKUAN PANAS PENGUBAHAN UKURAN BUTIR 53 STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON: • DEFINISI • DIAGRAM FASA Fe-C 54 27 .

JADI: DENGAN MENINGKATKAN KADAR C. LARUTAN PADAT (SOLID SOLUTION) SEPERTI: .DELTA (δ) SIFAT LP ADALAH “LUNAK” SENYAWA (COMPOUND): . KEKERASAN BAJA MENINGKAT TETAPI MAMPU LAS TURUN.DIAGRAM FASA INI MENAMPILKAN: 1.FERIT (α) .AUSTENIT (γ) . 55 STRUKTUR KRISTAL DAN KLASIFIKASI BAJA KARBON: • STRUKTUR KRISTAL • KLASIFIKASI BAJA KARBON: .BAJA KARBON MEDIUM .SEMENTIT (KARBIDA BESI/Fe3C) SIFAT SENYAWA ADALAH “KERAS” 2.BAJA KARBON TINGGI 56 28 .BAJA KARBON RENDAH .

• STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON PADA BERBAGAI KADAR KARBON: 57 58 29 .

RUJUKAN: DIAGRAM CCT .PERLIT 59 60 30 .• STRUKTUR TIDAK SEIMBANG.MARTENSIT .BAINIT (LOWER BAINIT) .TROSTIT (UPPER BAINIT) . SEBAGAI AKIBAT PENERAPAN PROSES PERLAKUAN PANAS.

61 PROSES TEMPER: • DEFINISI • DIAGRAM TEMPER • FENOMENA TEMPER: TEMPER EMBRITTLEMENT DAN SECONDARY HARDENING • STRUKTUR TEMPER: M-TEMPER. 62 31 . SFEROID. SORBIT.

INSPECTION DAN SERVICE 64 32 . CAPITAL COST RENDAH.Sifat mekanik .Sifat teknologi: weldability.63 MATERIAL PIPA: 1. TETAPI LIFE CYCLE COST TINGGI KARENA BIAYA OPERASI. SIFAT-SIFAT YANG DIKEHENDAKI: . Forgedability .Sifat fisik BAJA KARBON SECARA UMUM. BAJA KARBON: A. DEFINISI B. MAINTENANCE.

60% Cu : 0. Pipa seperti ini termasuk kedalam katagori: PIPA CRA (CORROSION RESISTANCE ALLOYS).65% Si : 0. P DAN N HARUS SERENDAH MUNGKIN.PENGIKAT S (Mn SE-KURANG2NYA 8X%S) .SEBAGAI DEOKSIDAN . INGAT: FeS BERTITIK CAIR RENDAH.60% 65 FUNGSI UNSUR-UNSUR: • MANGAN: . DARI BERBAGAI STANDAR DISYARATKAN BAHWA PIPA BAJA KARBON TIDAK BOLEH MENGANDUNG UNSURUNSUR DENGAN PROSENTASE LEBIH DARI: Mn : 1. Fe3P DAN N MENYEBABKAN PENGGETASAN 66 33 . 316L. ALLOY 625 ATAU ALLOY 825.MENGHALUSKAN PERLIT • SILIKON: SEBAGAI DEOKSIDAN • ALUMINUM: SEBAGAI DEOKSIDAN DAN PENGHALUS BUTIR (PADA BAJA “KILLED”) • TEMBAGA: MEMPERBAIKI KETAHANAN KOROSI • S. YAITU BAJA KARBON YANG DICLAD (DILAPISI) DENGAN 316.Baja karbon sering juga digunakan sebagai BACKING PIPE Pada PIPA BAJA KOMPOSIT.

UNSUR PADUAN: . Cu. BAJA PADUAN: a. Cr. yaitu meningkatkan ketahanan korosi . 67 2.Membentuk senyawa dengan besi: Untuk memperbaiki sifat mekanik baik pada suhu tinggi maupun pada suhu rendah UNSUR2 YANG DIPADUKAN: Si.Larut pada besi: Untuk memperbaiki sifat fisik. Mn. Mo 68 34 . Ni.DALAM KAITANNYA DENGAN PENGELASAN: PERSAMAAN MIYANO: M = (%Si+%Mn)(%P+%Zn) x 104 = 200 (JIS) = 150 (ES) = 100 (API RBI 581) PERSAMAAN INI DIADOPSI DALAM STANDAR API RBI 581 SEBAGAI FAKTOR J.

A312 (SEAMLESS AND WELDED) .TYPE 304.TYPE 347 SPESIFIKASI ASTM: .b.A182 (FORGED FLANGES) . ATAU: %C+(1/6)%Mn+(1/5)(%Cr+%Mo+%V)+(1/15)(%Ni+%Cu) .CE: %C+(1/6)%Mn+(1/5)(%Cr+%Mo+%V)+ (1/15)(%Si+%Ni+%Cu).3%Mo+16%N 69 JENIS BAJA PADUAN YANG LAZIM DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PIPA: 1. 304L . BAJA TAHAN KARAT: . 316L .A403 (FITTINGS) 70 35 . PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI: .TYPE 316.PREN %Cr+3.

CLAD PIPE . SUPER DUPLEX .13% Cr (CENTRIFUGAL CASTINGS) PENGGUNAAN DIAGRAM NKK UNTUK PEMILIHAN PIPA CRA: 71 72 36 .DUPLEX SS: * 22% Cr (API 5L C65-2205) * 25% Cr (API 5L C65-2506) * PREN>40. CORROSION RESISTANT ALLOY (CRA) .2.

ALUMINUM 3003.CUPPER AND RED BRASS . JENIS-JENIS BESI COR C. 201 . JENIS MATERIAL PIPA YANG LAIN: .MONEL 400 .HASTELOY B DAN C .INCONEL 600 DAN 750X .TITANIUM .ZIRKONIUM . CENTRIFUGALLY CAST (ANSI A21. 6061 DAN 6063 .52) 73 3. CONTOH PIPA DARI BESI COR: DUCTILE IRON PIPE. BESI COR (CAST IRON): A.PLASTIK: * ASTM D2513 THERMOPLASTIC PRESSURE PIPE AND FITTINGS * ASTM D2517 REINFORCED EPOXY RESIN 74 37 .NIKEL 200. DEFINISI B.3.

OTHER CAUSES OF OUTSIDE FORCE INCIDENTS: .3% 1.EQP OPERATED BY OUTSIDE PTY 67.4 4.9 16.EARTH MOVEMENT .EXTERNAL CORROSION .STRESS CORROSION CRACKING .6 7.PIPELINE FAILURE: ____________________________________________ CAUSE OUTSIDE FORCE MATERIAL FAILURE CORROSION OTHER CONSTRUCTION DEFECT CONSTRUCTION OR MATERIAL DATA: SERVICE FAILURE 1970-1984 NUMBER 3144 990 972 437 284 45 % 53.1% .WEATHER .5% 76 40% 27% 17% 16% 13.5 16. OR FOR. PIPELINE OPERATOR .OTHER 7.INTERNAL CORROSION .8% 38 .8 _____________________________________________________ ______________________________________________________ 75 CAUSES OF CORROSION INCIDENTS: .EQP OPERATED BY.8 0.3% 10.

77 78 39 .