UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STRATA-1 MEDAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEPUTUSAN PENGGUNAAN SEPEDA MOTOR HONDA (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan)

SKRIPSI

OLEH

THOMAS PARULIAN DEARDO HALOHO 050502236 MANAJEMEN

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan 2010

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STRATA-I MEDAN

PENANGGUNGJAWAB SKRIPSI

Nama NIM Departemen Judul

: : : :

Thomas Parulian Deardo Haloho 050502236 Manajemen Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan Sepeda Motor Honda (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan)

Tanggal : …………………………

Dosen Pembimbing

Dra. Muly Kata Sebayang, M.Si.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STRATA-I MEDAN

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK

Nama NIM Departemen Judul

: : : :

Thomas Parulian Deardo Haloho 050502236 Manajemen Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan Sepeda Motor Honda (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan)

Tanggal : ………………………… Ketua Departemen Manajemen

Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE., M.Si.

Tanggal : ………………………… Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M. Ec.

SURAT PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa skripsi saya ini adalah hasil kerja saya sendiri melalui penelitian yang saya lakukan. Segala sumber dan kutipan yang terdapat dalam skripsi saya ini, telah saya tampilkan sebagaimana mestinya.

Medan, April 2010

Thomas Parulian Deardo Haloho 050502236

ABSTRAK

Thomas Parulian Deardo Haloho, 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan Sepeda Motor Honda (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan), di bawah bimbingan Dra. Muli Kata Sebayang, M.Si., Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, S.E., M.Si. (Ketua Departemen), Dra. Marhaini, M.S. (Penguji I), Dr. Beby Karina Fawzeea, S.E., M.M. (Penguji II). Pengetahuan akan bauran pemasaran yang baik dalam upaya pelaksanaan kegiatan pemasaran secara intensif menjadi faktor penting yang harus diketahui perusahaan dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya. Dengan adanya penelitian tentang bauran pemasaran diharapkan bisa membantu untuk mewujudkan suatu tujuan perusahaan. Metodologi yang digunakan meliputi analisis regresi, Uji-t, Uji-F, dan koefisien determinasi (R2). Keempat alat analisis ini secara berturut-turut berfungsi untuk memprediksi, melihat pengaruh secara individu, secara bersamasama, dan mengetahui seberapa besar proporsi variabel-variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan yang menggunakan sepeda motor Honda, yang jumlahnya tidak diketahui karena tidak ada data statistik pendukung. Jumlah sampel dihitung berdasarkan rumus sampel untuk populasi unidentified yakni sebanyak 97 responden. Hasil uji secara parsial (Uji-t) menunjukkan bahwa variabel produk (X1) dan layanan (X5) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y), variabel harga (X2) dan promosi (X4) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y), sedangkan variabel distribusi (X3) tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y). Produk (X1) merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y). Hasil uji secara simultan (Uji-F) menunjukkan bahwa variabel produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y). Kata Kunci : Keputusan Penggunaan, Produk, Harga, Distribusi, Promosi, dan Layanan

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur bagi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah memberikan rahmat dan anugrah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat meyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Strata-1 Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul: Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan Sepeda Motor Honda (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan). Penelitian ini kiranya dapat bermanfaat bagi kita semuanya ketika berada dalam dunia kerja, khususnya dalam bidang pemasaran kendaraan bermotor roda dua. Selama penyelesaian skripsi ini, penulis menyadari telah mendapat banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, perkenankanlah penulis menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, S.E., M.Si., selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dra. Nisrul Irawati, M.B.A., selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

4. Ibu Dra. Muli Kata Sebayang, M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang selalu setia dan tulus memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis selama proses penyelesaian skripsi ini. Bimbingan dan arahan yang telah Ibu berikan selama ini, akan saya kenang dan tidak akan lupakan seumur hidup saya. 5. Ibu Dra. Marhaini, M.S., selaku Dosen Penguji I dan sekaligus Dosen Wali yang telah banyak memberikan saran dan masukan dalam proses perbaikan skripsi ini, serta telah banyak juga membantu dan memberikan motivasi kepada penulis selama masa perkuliahan. 6. Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea, S.E., M.M., selaku Dosen Penguji II yang juga telah banyak memberikan saran dan masukan dalam proses perbaikan skripsi ini. 7. Seluruh Dosen-dosen di Lingkungan Fakultas Ekonomi, dan khususnya Dosen-dosen Departemen Manajemen yang telah

memberikan ilmu, dedikasi dan pengabdiannya selama proses perkuliahan. 8. Seluruh Staff Pegawai Fakultas Ekonomi, khususnya Staff Pegawai Bagian Pendidikan, Kak Tati dan Staff Pegawai Dapartemen Manajemen, Bang Jumaidi Sinaga & Kak Dani yang telah banyak membantu dalam urusan administrasi. 9. Kepada kedua orang tua penulis, Ayahanda Makrun Haloho dan Ibunda Murnaida br. Purba (+) yang telah mendidik, memberikan kasih sayang yang tulus dan murni semasa hidup penulis hingga sampai sekarang ini.

10. Kepada Kakanda Heri Jonathan Haloho, Amd. dan Adinda Dina Anggraini Haloho, yang selalu memberikan semangat, dorongan dan mendoakan penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini. 11. Kepada Adinda Afrialni br. Purba yang terkasih dan tersayang, yang selalu setia memberikan semangat, dorongan, motivasi, dan doa kepada penulis. 12. Kepada seluruh Mahasiswa Departemen Sastra Inggris Universitas Negeri Medan yang telah banyak memberikan bantuan informasi dalam pengisian kuesioner. 13. Kepada Dwi, Joy, Ananda, Wardani dan Nova, Mahasiswa Departemen Sastra Inggris Universitas Negeri Medan angkatan 2007 yang telah membantu penulis menyebarkan kuesioner. 14. Kepada sahabat-sahabat seperjuangan di Departemen Manajemen Universitas Sumatera Utara khususnya angkatan 2005: Patar Gunawan Panggabean, SE., Rocky Renaldo Napitupulu, SE., Marthin Maulana Marpaung, SE., Jerry Rahmat, SE., Alpha Raja Tigor Gultom, SE., Atur Krisman Jaya, SE., Leonard Sagala, SE., Leonardo Simanjuntak, SE., Kristina Tarigan, SE., Stefani Silalahi, SE., Welly Makmur, Simon Ginting. Sukses selalu buat kita semuanya, dan kiranya Tuhan selalu memberkati, menyertai dan melindungi kita semua. 15. Kepada sahabat-sahabatku Sumatera di Utara, Teknologi Instrumentasi Hendra Pabrik Hartas

Universitas

khususnya

Sembiring, SST. Terima kasih buat kebersamaanya selama ini,

16. Seluruh teman-teman angkatan 2005, Senior dan Junior yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang juga memberikan semangat, dorongan maupun kritikan yang membangun selama ini. Semoga Tuhan memberikan jalan yang lebar untuk meraih masa depan yang indah dan gemilang, yang telah menanti umat-Nya di depan. Penulis memohon maaf dengan segala kerendahan hati apabila terdapat kesalahan dan kekurangan selama penulisan skipsi ini. Kiranya Tuhan selalu memberkati umat-Nya.

Medan, April 2010 Penulis

Thomas Parulian Deardo Haloho

DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK KATA PENGANTAR ........................................................................................... i DAFTAR ISI.......................................................................................................... v DAFTAR TABEL .............................................................................................. vii DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... viii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang ................................................................................ 1 B. Perumusan Masalah ........................................................................ 7 C. Kerangka Konseptual ...................................................................... 7 D. Hipotesis.......................................................................................... 8 E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ....................................................... 9 1. Tujuan Penelitian ......................................................................... 9 2. Manfaat Penelitian ....................................................................... 9 F. Metode Penelitian ......................................................................... 10 1. Batasan Operasional ................................................................. 10 2. Definisi Operasional ................................................................. 10 3. Skala Pengukuran Variabel ...................................................... 12 4. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................... 13 5. Populasi dan Sampel ................................................................. 13 6. Jenis dan Sumber Data ............................................................. 15 7. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 15 8. Uji Validitas dan Reliabilitas .................................................... 16 9. Uji Asumsi Klasik .................................................................... 17 10.Teknik Analisis Data ................................................................ 17

BAB II URAIAN TEORETIS.......................................................................... 21 A. Penelitian Terdahulu ..................................................................... 21 B. Pemasaran ..................................................................................... 22 C. Bauran Pemasaran ......................................................................... 23 1. Produk ..................................................................................... 23 2. Harga ....................................................................................... 27 3. Distribusi ................................................................................. 28 4. Promosi ................................................................................... 29 5. Layanan ................................................................................... 30 D. Perilaku Konsumen ....................................................................... 31 E. Keputusan Pembelian .................................................................... 32 F. Tahap-Tahap Keputusan Pembelian ............................................. 33 G. Perilaku Pembelian........................................................................ 34 BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................ 36 A. Sejarah Perusahaan........................................................................ 36 B. Sekilas Mengenai Astra Honda ..................................................... 38 C. Visi dan Misi ................................................................................. 39 1. Visi .......................................................................................... 39

2. Misi ......................................................................................... 39 D. Profil Perusahaan .......................................................................... 40 E. Prestasi Astra Honda Motor .......................................................... 42 F. Jaringan Astra Honda Motor ......................................................... 45 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ..................................................... 47 A. Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................ 47 1. Uji Validitas ............................................................................. 47 2. Uji Reliabilitas ......................................................................... 48 B. Uji Asumsi Klasik ......................................................................... 49 1. Uji Normalitas ......................................................................... 49 C. Analisis Data ................................................................................. 51 1. Analisis Deskriptif ................................................................... 51 2. Analisis Regresi Linier Berganda ............................................ 66 3. Pengujian Hipotesis .................................................................. 69 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 77 A. Kesimpulan ................................................................................... 77 B. Saran .............................................................................................. 78 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel Tabel 1.1 Tabel 1.2 Tabel 1.3 Tabel 2.1 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17

Halaman : Perbandingan harga sepeda motor Honda dengan sepeda motor .. merek lain dalam berbagai tipe dan jenis ......................................... 4 : Defenisi Operasional Variabel ....................................................... 12 : Populasi Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan .... 14 : Jenis produk berdasarkan sifat, klasifikasi, dan bauran produk..... 27 : Uji Validitas ................................................................................... 49 : Uji Reabilitas ................................................................................. 50 : Karekteristik responden berdasarkan jenis kelamin ...................... 53 : Karakteristik responden berdasarkan stambuk .............................. 53 : Karakteristik responden berdasarkan lama penggunaan sepeda ....... motor Honda .................................................................................. 54 : Karakteristik responden berdasarkan jenis sepeda motor Honda ..... yang digunakan .............................................................................. 54 : Tanggapan responden atas pernyataan variabel produk (X1) ....... 56 : Tanggapan responden terhadap variabel Harga (X2) .................... 59 : Tanggapan responden terhadap variabel distribusi (X3) ............... 60 : Tanggapan responden terhadap variabel promosi (X4) ................. 62 : Tanggapan responden terhadap variabel layanan (X5) ................. 63 : Tanggapan responden terhadap variabel keputusan penggunaan (Y) .......................................................................................................... 65 : Analisis Regresi Linier Berganda ................................................. 67 : Hasil Uji-t ...................................................................................... 70 : Hasil Uji-F ..................................................................................... 74 : Pengujian Koefisien Determinasi ................................................. 75

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Penelitian ........................................................ 8 Gambar 2.1 Model proses pembelian konsumen .................................................. 34 Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas ................................................................. 51 Gambar 4.2 Plot Uji Normalitas ........................................................................... 51

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi yang semakin berkembang meyebabkan perusahaanperusahaan berusaha meningkatkan produk baik dari kualitas maupun ragam produknya menjadi lebih baik, selain itu perusahaan juga harus lebih fleksibel di zaman yang selalu berubah ini. Semua ini dilakukan agar perusahaan lebih kompetitif dari perusahaan lainnya. Pengetahuan akan bauran pemasaran yang baik dalam upaya pelaksanaan kegiatan pemasaran secara intensif menjadi faktor penting yang harus diketahui perusahaan dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya. Dengan adanya penelitian tentang bauran pemasaran diharapkan bisa membantu untuk mewujudkan suatu tujuan perusahaan. Bauran pemasaran merupakan unsur yang menjadi strategi acuan dalam strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk mereka pada segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarnya. Menurut Supranto dan Limakrisna (2007:11) terdapat lima unsur bauran pemasaran itu terdiri atas: produk, harga, promosi, distribusi dan pelayanan yang dapat mempengaruhi dan mendorong seorang konsumen untuk membeli barang yang ditawarkan dari pasar sasaran. Keputusan tentang produk merupakan keputusan strategik yang sangat penting karena mempengaruhi eksistensi perusahaan jangka panjang. Dalam

pengelolaan produk termasuk pula perencanaan dan pengembangan produk yang baik untuk dipasarkan oleh perusahaan, dengan cara mengubah produk yang ada, menambah produk baru, atau mengambil tindakan yang lain yang dapat mempengaruhi kebijaksanaan dalam penentuan produk. Harga merupakan segala bentuk biaya finansial yang dikeluarkan oleh konsumen untuk memperoleh, memiliki, memanfaatkan sejumlah produk. Sedangkan penetapan harga bagi perusahaan merupakan cara untuk membedakan penawarannya dari para pesaing. Promosi merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memberitahu, mengkomunikasikan manfaat dari produk dan untuk meyakinkan konsumen agar membeli produk yang dihasilkannya. Kegiatan dalam promosi dapat berupa: periklanan, personal selling, promosi penjualan, publisitas, hubungan masyarakat. Kebijakan distribusi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mendistribusikan atau menyalurkan produk yang dihasilkannya kepada pasar sasaran sehingga konsumen dapat memperolehnya dengan mudah di tempat yang diinginkan atau yang terdekat. Proses pendistribusian produk sampai ke tangan konsumen akhir dapat menggunakan saluran yang langsung maupun tidak langsung maupun tidak langsung sesuai dengan kebijakan saluran distribusi yang ingin dilaksanakan perusahaan. Keberhasilan pemasaran produk sangat ditentukan pula oleh baik tidaknya pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan. Pelayanan yang diberikan mencakup pelayanan sewaktu penawaran produk, pelayanan dalam

pembelian/penjualan, pelayanan sewaktu penyerahan produk dan pelayanan setelah/purna jual. PT. Astra Honda Motor (AHM) merupakan perusahaan yang bergerak pada industri sepeda motor di Indonesia. PT. Astra Honda Motor (AHM) mengeluarkan berbagai jenis dan tipe dan harga motor yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing penggunanya. Merek Honda secara tidak resmi sudah tertanam di benak masyarakat Indonesia. Itu bisa dibuktikan manakala kita mendengar percakapan keseharian masyarakat Indonesia tentang sepeda motor. Mereka kadangkala mengatakan Honda untuk menyebut sepeda motor. Sepeda motor Honda dikenal sebagai motor yang bermesin “bandel” dan irit bahan bakar, sehingga menjadikannya sebagai pelopor kendaraan roda dua yang ekonomis. Harga jual sepeda motor Honda bila dibandingkan dengan harga jual sepeda motor lain masih relatif lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat Indonesia yang umumnya berada pada golongan ekonomi menengah ke bawah. Dari Tabel 1.1 dapat dilihat perbandingan harga sepeda motor Honda dengan harga sepeda motor merek lain dalam berbagai jenis maupun tipenya.

Tabel 1.1 Perbandingan harga sepeda motor Honda dengan sepeda motor merek lain dalam berbagi jenis dan tipe
Jenis Tipe Harga (Rp) 12.391.000 12.421.000 13.811.000 14.251.000 14.551.000 15.016.000 15.681.000 15.831.000 Harga (Rp) 11.730.000 12.730.000 12.951.000 13.301.000 13.786.000 14.995.000 15.178.000 15.405.000 16.325.000 16.675.000 18.900.000 12.913.000 13.263.000 14.505.000 15.105.000 15.850.000

Honda SUPRA FIT X REVO 110 SPOKE REVO SPOKE REVO 110 CW REVO 110 DELUXE BLADE BLADE 110 SE SUPRA X 125 DB SUPRA X 125 Racing SUPRA X 125 R PGM-FI CS-1 (CS12A1) BEAT (NC 11B 1C) VARIO CW VARIO TECHNO MEGA PRO Sport 125 200 cc MEGA PRO CW TIGER GLS 200

Harga (Rp) 11.238.000 12.260.000 12.832.000 13.575.000 14.180.000 14.235.000 14.385.000 14.795.000 15.890.000 17.006.000 17.536.000 12.872.000 15.376.000

Yamaha VEGA R DB NEW VEGA ZR DB JUPITER Z CW NEW JUPITER Z JUPITER Z CW NEW JUPITER Z CW JUPITER MX CW AT JUPITER MX CW

Suzuki NEW SMASH FK 110 D NEW SMASH FK 110 SD NEW SMASH FK 110 SCK6 CW NEW SMASH NR FK 110 SCD-Z NEW SHOGUN FL 125 SD NEW SHOGUN FL 125 RCD NEW SHOGUN FL 125 RCMD NEW SHOGUN FL 125 RCD-Z NEW SHOGUN FL 125 RCDF NEW SHOGUN FL 125 XRCDF SATRIA FU 150

Bebek 110 125 cc

Skuter automat ic 110 125 cc

MIO MIO CW

11.992.000 12.790.000

SPIN UY 125 SC SPIN UY 125 SCZ SKYDRIVE UW 125 SC SKYDRIVE 125 SR

16.185.000

MIO SOUL

13.825.000

19.896.000 21.047.000 21.680.000

V-IXION SCORPIO Z CW

20.720.000 22.200.000

THUNDER KS EN 125

TIGER GLS 200 R1 NEW

25.363.000

Sumber: CV. INDAKO TRADING, SENTRAL YAMAHA, SUZUKI FINANCE (diolah penulis, Februari 2010) Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelanggan sepeda motor Honda, saat PT Astra Honda Motor didukung oleh 1.600 showroom dealer

penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai suku cadang atau H, yang tersebar dan siap melayani seluruh pengguna sepeda motor Honda di Indonesia. Sedang di kota Medan sendiri terdapat 35 showroom dealer H1, 32 bengkel AHASS H2, dan 136 gerai suku cadang H1. PT. Astra Honda Motor melakukan promosi melalui media cetak seperti koran dan majalah, maupun media elektronik seperti televisi maupun internet. PT. Astra Honda Motor juga memberikan uang kembali sejumlah nominal tertentu/cash back pada pembayaran tunai. Aktitivitas perkuliahan yang padat dan sibuk tak jarang juga menuntut mahasiswa untuk melakukan mobilitas yang cepat, mudah dan efisien. Oleh karena itu sepeda motor merupakan salah satu alternatif transportasi yang mudah, irit, cepat, dan efisien. Bagi kalangan mahasiswa yang umumnya masih dibiayai oleh orangtua dan masyarakat yang berpenghasilan rendah, motor menjadi pilihan utama alat transportasi darat pribadi yang dapat dimiliki sesuai dengan kemampuan ekonominya. Produk yang hendak ditawarkan perusahaan ke pasar harus mendapatkan perhatiaan untuk dibeli, digunakan, atau dikonsumsi agar memenuhi keinginan dan kebutuhan. Konsumen akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dan mencari manfaat tertentu dari suatu produk, konsumen akan mempertimbangkan produk mana yang akan dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan manfaat yang diperlukan. Seorang calon konsumen sebelum melakukan keputusan pembelian, terlebih dahulu mengenal apa yang menjadi kebutuhannya, melakukan pencarian

informasi, mengevaluasi alternatif atau pilihan yang akan dipilihnya. Banyaknya pilihan yang tersedia, kondisi yang dihadapi, serta pertimbangan-pertimbangan yang mendasari akan membuat pengambilan keputusan satu individu berbeda dari individu lainnya. Pada saat seorang konsumen, baru akan melakukan pembelian yang pertama kali terhadap suatu produk, pertimbangan yang akan mendasarinya akan berbeda dari pembelian yang telah berulang kali dilakukan. Pertimbanganpertimbangan ini dapat diolah oleh konsumen dari sudut pandang ekonomi, hubungannya dengan orang lain sebagai dampak dari hubungan sosial, hasil analisa yang rasional ataupun lebih kepada ketidakpastian emosi (unsur emosional). Konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidak-puasan tertentu setelah melakukan pembelian produk. Konsumen yang merasa puas cenderung akan mengatakan hal-hal yang baik mengenai suatu merek kepada orang lain, menggunakan produk tersebut secara berulang-ulang untuk jangka waktu yang relatif lama (tidak membuangnya), menunjukkan keinginan yang tinggi untuk membeli produk itu lagi dan bahkan loyal terhadap produk itu sendiri. Konsumen yang yang merasa tidak puas bertindak sebaliknya. Mereka mungkin membuang atau mengembalikan produk tersebut, menghentikan pembelian berulang atau memperingatkan orang lain agar tidak membeli produk itu. Penulis melakukan penelitian di Departemen Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan sebagai kelompok responden. Karena sebagian besar mahasiswa Departemen Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas

Negeri

Medan

menggunakan

sepeda

motor

sebagai

alat

transportasinya sehari-hari. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan Sepeda Motor Honda (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan)”.

B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumya, maka penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut : “Apakah faktor-faktor yang terdiri dari produk, harga, distribusi, promosi dan layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda pada mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan?”.

C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual atau kerangka pikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasikan. Suatu kerangka pemikiran akan menghubungkan secara teoretis antar variabel penelitian, yaitu antara variabel bebas dan terikat. (Sekaran dalam Sumarni dan Wahyuni, 2006:27) Bauran pemasaran merupakan unsur yang menjadi strategi acuan dalam strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk mereka pada segemen

pasar tertentu, yang merupakan

sasaran pasarnya. Menurut Supranto dan

Limakrisna (2007:11) terdapat komponen bauran pemasaran itu terdiri atas: produk, harga, promosi, distribusi dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen dari pasar sasaran. Strategi pemasaran merupakan himpunan asas yang secara tepat, konsisten, dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka panjang. Berdasarkan teori pendukung tersebut, maka kerangka konseptual yang disesuaikan untuk menunjang penelitian ini adalah Gambar 1. 1 berikut :

Produk X1

Harga X2 Distribusi X3 Promosi X4 Keputusan Penggunaan Y

Layanan X5 Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Penelitian Sumber: Supranto dan Limakrisna (2007) diolah penulis

D. HIPOTESIS Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang kebenarannya masih akan diuji (Sugiyono, 2007:93).

Berdasarkan perumusan masalah sebelumnya, maka hipotesis dari penelitian ini adalah : “Faktor-faktor yang terdiri dari produk, harga, distribusi, promosi dan layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda pada mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan”.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penggunaan sepeda motor Honda pada mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan. 2. Manfaat Penelitian a. Bagi Perusahaan Dapat memberikan masukan atau tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan dan strategi pengembangan pemasaran. b. Bagi Penulis Dapat menerapkan teori-teori dan literature yang telah diperoleh selama perkuliahan serta menambah wawasan berpikir penulis. c. Bagi Pihak Lain Dapat memberikan bahan referensi bahan perbandingan bagi penelitian di masa yang akan datang.

F. Metodologi Penelitian 1. Batasan Operasional Batasan operasional dilakukan untuk menghindari

kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini dibatasi pada variabel bebas (independent), produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4) dan pelayanan (X5), variabel terikat (dependent) keputusan penggunaan (Y). 2. Defenisi Operasional Varibel Definisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabelvariabel suatu faktor berkaitan dengan faktor lainnya. Defenisi variabel memberikan dan menuntun arah peneliti bagaimana cara mengukur suatu varibel. Adapun variabel pada peneltian ini adalah : a. Bauran Pemasaran (X) Bauran Pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yang dapat dikendalikan dan digunakan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Dalam penelitian ini terdapat lima variabel bauran pemasaran, yaitu : 1. Produk (X1), adalah segala jenis maupun tipe sepeda motor yang ditawarkan Astra Honda Motor kepada konsumen. 2. Harga (X2), adalah ketetapan nilai/harga yang ditawarkan Astra Honda Motor kepada konsumen.

3. Distribusi (X3), adalah sejumlah showroom yang dimiliki Astra Honda Motor dalam memperlancar dan mempermudah

penyampaian sepeda motor Honda ke tangan konsumen. 4. Promosi (X4), adalah bentuk periklanan baik cetak maupun elektronik, memberikan potongan harga/uang kembali yang dilakukan Astra Honda Motor untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, mengingatkan calon konsumen dari pasar sasaran agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk sepeda motor Honda. 5. Layanan (X5), adalah bentuk pelayanan yang diberikan mekanik sepeda motor Honda dalam merawat maupun memperbaiki kendaraan pelanggan sepeda motor Honda. b. Keputusan Penggunaan (Y) Keputusan Penggunaan adalah saat di mana konsumen merasa cukup yakin menggunakan sepeda motor Honda sesuai kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Tabel 1.2 berikut ini menjelaskan defenisi operasional variabel yang berisikan indikator, yang digunakan untuk membantu membuat daftar pernyataan pada penelitian ini.

Tabel 1.2 Defenisi Opeasional Variabel Variabel Produk (X1) Indikator Skala Pengukuran Variabel Skala Likert

1. Nyaman mengendarai 2. Bentuk sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia 3. Irit bahan bakar 4. Ramah Lingkungan 5. Daya tahan mesin bandel 6. Tarikan mesin spontan 7. Suku cadang mudah ditemukan Harga (X2) 1. Harga terjangkau 2. Harga lebih murah dari produk sepeda motor lain 3. Harga cukup bersaing Distribusi (X3) 1. Showroom mudah dijangkau 2. Showroom tersebar luas 3. Showroom menyediakan berbagai varian sepeda motor Honda Promosi (X4) 1. Promosi yang gencar baik media elektronik maupun cetak 2. Pesan yang disampaikan dari promosi cukup jelas 3. Uang kembali/Cash Back yang cukup besar Layanan (X5) 1. Layanan pemeliharaan sepeda motor Honda yang memuaskan 2. Layanan perbaikan sepeda motor Honda yang memuaskan 3. Keramahan mekanik sepeda motor Honda yang baik Keputusan 1. Menggunakan sepeda motor Honda Penggunaan (Y) merupakan pilihan yang tepat 2. Merasa puas setelah menggunakan sepeda motor Honda 3. Mereferensikan sepeda motor Honda kepada orang lain Sumber: Kotler dalam Hasan (2008) diolah penulis 3. Skala Pengukuran Variabel

Skala Likert

Skala Likert

Skala Likert

Skala Likert

Skala Likert

Pengukuran variabel dilakukuan menggunakan skala Likert dengan rentang 1-4 karena dengan melakukan modifikasi nilai tengah (netral, kurang, ragu-ragu), maka skala pengukuran akan lebih simetrikal, yaitu

jenjang ke arah positif sama banyak dengan jenjang ke arah negatif. Selain itu, modifikasi nilai tengah juga ditujukan untuk mempertegas jawaban yang diberikan responden dan juga untuk menghindari kategori jawaban netral yang cenderung akan dipilh responden sehingga data mengenai perbedaan di antara responden menjadi kurang informatif. Berikut ini adalah keempaat alternatif jawaban tersebut: Sangat Setuju (SS) Setuju (TS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) 4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Medan, Departemen Sastra Inggris Jl. Wiliem Iskandar Pancing Medan. Waktu penelitan dari bulan Januari 2010 sampai Maret 2010. 5. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi adalah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:115). Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan yang berstatus masih aktif dari angkatan 2004 sampai 2009 yang menggunakan sepeda motor Honda kurang dari enam tahun (penggunaan dimulai pada tahun 2005). Adapun jumlah populasinya dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut ini: : diberi skor 4 : diberi skor 3 : diberi skor 2 : diberi skor 1

Tabel 1.3 Populasi Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan Jumlah (orang) Angkatan/Stambuk 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah keseluruhan : 33 78 78 80 64 78 411

Sumber: www.unimed.ac.id, diakses oleh Thomas Parulian D. Haloho, tanggal12 November 2009, pukul 23.00 WIB, diolah penulis b. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karekteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2007:116). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu sampel dipilih dengan kriteria tertentu. (Sugiyono, 2007:122) Kriteria sampel yang diambil adalah mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan yang berstatus masih aktif yang telah menggunakan sepeda motor Honda kurang dalam kurun waktu enam tahun, karena jenis maupun tipe yang digunakannya masih up to date dengan keluaran sepeda motor terbaru Astra Honda Motor. Untuk setiap populasi yang tidak teridentifikasi (Suliyanto, 2006:103), dapat ditentukan dengan menggunakan rumus : ( ( ) )

Di mana : n = jumlah sampel Z = area di bawah kurva normal (Z tabel) p = proporsi populasi yang diharapkan memiliki kriteria tertentu q = (1 – p) proporsi yang tidak diharapkan memiliki kriteria tertentu e = tingkat kesalahan yang mungkin terjadi Jika proporsi populasi yang diharapkan (p) yang memiliki kriteria tertentu sebesar 50% dan proporsi populasi yang tidak diharapkan (q) sebesar 50% dengan menggunakan tingkat signifikansi (α) 5% dan tingkat kesalahan (e) 10%, maka ukuran sampel yang dapat diambil adalah : (
( ) ( )

)

n = 96, 04 orang Jumlah sampel dibulatkan menjadi 97 orang. 6. Jenis dan Sumber Data a. Data Primer Data yang diperoleh secara langsung dengan cara memberikan daftar pernyataan dan wawancara kepada mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan yang menggunakan sepeda motor Honda.. b. Data Sekunder Data yang diperoleh melalui studi dokumentasi, baik dari buku, jurnal, majalah, dan situs internet yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

7. Teknik Pengumpulan Data a. Kuesioner Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

b. Dokumentasi Pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil dari buku, jurnal, majalah dan situs internet yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. 8. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. a. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah diperoleh setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan. Valid berarti alat ukur tersebut dapat digunakan mengukur apa yang seharusnya diukur. Kriteria pengujian validitas kuesioner sebagai berikut : Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan dikatakan valid Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan dikatakan tidak valid. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan akurasi dan konsistensi pengukuran.

Dikatakan konsisten jika beberapa pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang tidak berbeda. Untuk menguji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS (Statistic Product and Service Solution) versi 17.0. Menurut Kuncoro (2003:154), skala pengukuran yang reliabel memiliki Cronbach Alpha > 0, 80. 9. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Pengujian ini dilakukan untuk melihat model regresi, apakah variabel terikat (dependent) dan variabel bebas (independent) memiliki distribusi normal atau tidak. 10. Teknik Analisis Data a. Metode Deskriptif Metode deskriptif dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengklarifikasikan data yang diperoleh sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap masalah yang diteliti. b. Analisis Regresi Linear Berganda Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent). Untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) digunakan analis regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan software SPSS (Statistic Product and Service Solution) versi 17. 0.

Model persamaannya dirumuskan sebagai berikut :

Keterangan : Y = Keputusan penggunaan sepeda motor Honda a = Konstanta b1...b5 = Koefisien Regresi X1 = Produk X2 = Harga X3 = Distribusi X4 = Promosi X5 = Pelayanan e = Standar error

c. Pengujian Hipotesis 1. UJi Signifikan Parsial (Uji-t) Uji-t digunakan untuk menentukan seberapa besar

pengaruh variabel bebas (X) secara parsial terhadap variabel terikat (Y). Model hipotesis yang digunakan dalam uji-t ini adalah : H0 : b1 = 0 Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) Ha : b1 ≠ 0

Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) Kriteria Pengambilan Keputusan H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5% Ha diterima jika thitung > ttabel pada α = 5% 2. Uji Signifikan (Uji-F) Uji F digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas (X) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y). Model hipotesis yang digunakan dalam uji F ini adalah : H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = 0 Artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 Artinya secara bersama-sama terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) Ktiteria Pengambilan Keputusan : H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5% Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5% 3. Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi (R2) pada intinya digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi dan kemampuan varian dari varibel bebas menjelaskan variabel terikat. Jika (R2) semakin besar nilainya (mendekati 1), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh

variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) kuat terhadap variabel terikat (Y). Berarti model yang digunakan semakin kuat menerangkan pangaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

BAB II URAIAN TEORITIS

A. Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Iwan (2008) yang berjudul “Pengaruh Bauran Pemasaran yang terdiri dari Produk, Harga, Promosi, dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merk Honda pada PT. Bangun Setia Perkasa (BSP) di Manado” bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian sepeda motor merk Honda pada PT. Bangun Setia Perkasa (BSP) di Manado. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Kota Manado. Yang menjadi obyek pada Penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Kota Manado yang membeli sepeda motor merek Honda pada PT. Bangun Setia Perkasa (BSP). Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 53 responden dengan menggunakan teknik pengambilan accidental sampling. Sedangkan datanya diambil berdasarkan penyebaran angket. Adapun model penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi linaer berganda. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisa linear berganda terhadap faktor –faktor yang dipertimbangkan konsumen membeli sepeda motor merek Honda pada PT. Bangun Setia Perkasa (BSP), menunjukkan bahwa yang paling besar pengaruhnya adalah faktor harga. Samosir (2007), Pengaruh persepsi Kualitas Produk Sepeda Motor Honda Terhadap Minat Beli Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas produk sepeda motor Honda terhadap minat beli konsumen pada mahasiswa Fakultas Hukum USU. Penulis menarik hipotesis bahwa persepsi kualitas produk sepeda motor Honda berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada mahasiswa Fakultas Hukum USU. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda, dengan menggunakan uji simultan, uji parsial, dan analisis koefisien determinasi. Peneliti menggunakan 71 orang responden sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan persepsi kualitas produk sepeda motor Honda mempengaruhi minat beli konsumen pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Secara parsial dapat dilihat bahwa variabel kinerja mesin merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi minat beli konsumen pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

B. Pemasaran Menurut Kotler, dan Susanto (2000:18), “Pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan manusia dalam hubungan dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia”. Menurut Sunarto (2004:5), “Pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain”.

C. Bauran Pemasaran Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah strategi acuan/bauran pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarnya. Menurut Kotler dan Susanto (2000:124), “Bauran Pemasaran adalah kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran. Menurut Assauri (2007:198), “Bauran Pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Menurut Supranto, dan Limakrisna, (2007:12), “Bauran Pemasaran merupakan kombinasi dari semua komponen (elemen) yang memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan memberikan nilai superior. Komponen bauran pemasaran adalah produk, harga, promosi (komunikasi), distribusi dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen dari pasar sasaran. 1. Produk Menurut Kotler (dalam Hasan, 2008:274), “Produk adalah segala sesuatu yang bernilai dan bermanfaat yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar, dalam hal ini konsumen. Keputusan tentang produk (barang atau jasa) merupakan keputusan strategik yang sangat penting karena mempengaruhi eksistensi perusahaan jangka panjang.

Jenis Produk : a. Berdasarkan Sifat produk 1. Barang Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, dirabah/disentuh, dirasa, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam barang, yaitu : a. Barang Tidak Tahan Lama Barang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Contohnya, sabun, minuman dan makanan ringan, gula, garam, dan lain sebagainya. b. Barang Tahan Lama Barang tahan lama (durable goods) merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian. Contohnya, TV, lemari es dan peralatan elektronik lainnya, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya. 2. Jasa Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya, bengkel kendaraan bermotor, salon kecantikan, lembaga pendidikan, dan lain sebagainya.

b. Berdasarkan Klasifikasi Produk 1. Barang Konsumen Barang konsumen adalah produk yang didasarkan pada kebiasaan dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga). ada empat jenis produk konsumen a. Convenience Goods Barang yang setiap hari diperlukan dan didistribusikan secara luas, lebih baku dan mudah diperoleh. Contohnya, garam, beras, pasta gigi, dan lain sebagainya. b. Shopping Goods Barang yang dibeli memerlukan penjajakan informasi mengenai kinerja, harga dan sebagainya. Contoh, produk elektronika, perabot rumah tangga, dan lain sebagainya. c. Specialty Goods Barang-barang yang memiliki ciri khas yang sangat khusus, dijual-dibeli hanya pada tempat tertentu saja. Contohnya, barang-barang antic yang memiliki nilai sejarah tinggi. d. Unsought Goods Barang-barang yang tidak diketahui konsumen ataupun kalau sudah diketahui belum terpikirkan untuk membeli, karena tingkat pemakaiannya yang sangat jarang. Contohnya, batu nisan.

2. Barang Industri Barang industri adalah barang-barang yang dikonsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis) untuk keperluan selain untuk digunakan secara langsung, juga untuk diubah, diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual kembali (oleh produsen), dan untuk dijual kembali (oleh pedagang) tanpa dilakukan transforamasi fisik (proses produksi). Barang industri ini terdiri dari : a. Material and Parts Barang-barang yang sepebuhnya masuk ke dalam produk jadi. b. Capital Items Barang tahan lama yang memberikan kemudahan dalam mengembangkan dan mengelolah produk jadi. Contohnya, peralatan instalasi listik dan bangunan, perkakas pabrik, dan lain sebagainya. c. Supplies and services Barang yang tidak tahan lama yang memberikan kemudahan dalam mengembangkan serta mengelolah

keseluruhan. Contonya, minyak pelumas, sapu sikat pembersih, dan lain sebagainya.

Tabel 2.1 Jenis produk berdasarkan sifat, klasifikasi, dan bauran produk Klasifikasi Produk Bauran Sifat Produk Barang Barang Produk Konsumen Industri Lebar Tahan lama Convinience Bahan baku Barang Tidak tahan lama Tidak berwujud Shopping Specialty Suku cadang Modal Panjang Kedalaman

Jasa

Sumber : Basu (dalam Hasan, 2008) 2. Harga Menurut Hasan (2008:298), “Harga adalah segala bentuk biaya moneter yang dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh, memiliki, memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan dari suatu produk. Bagi perusahaan, penetapan harga merupakan cara untuk membedakan penawarannya dari para pesaing. Menetapkan tujuan berdasarkan harga merupakan pekerjaan yang paling fleksibel, dapat diubah dengan cepat sejalan dengan perubahan pasar, termasuk masalah persaingan harga. Secara umum, penetapan harga bertujuan untuk mencari laba agar kelangsungan hidup perusahaaan tetap berjalan. Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, tujuan mencari laba secara maksimal dalam praktiknya akan sulit dicapai. Oleh karena itu, manajamen dapat menetapkan tujuan lain, misalnya tujuan berorientasi pada volume sebagai strategi mengalahkan atau mengatasi persaingan, tujuan stabilitas harga didasarkan pada strategi menghadapi atau memenuhi tuntutan persaingan, demikian juga tujuan berorientasi pada citra melalui diferensiasi produk atau dengan jalan melayani segmen pasar

khusus, sekaligus tidak perlu harus perang harga dengan pesaing. Berbeda dengan tujuan berorientasi pada volume dan stabilisasi, perkerjaan perusahaan bertambah, karena harus dapat menilai tindakan pesaingpesaingnya. 3. Distribusi Menurut Hasan (2008:348), “Distribusi atau saluran pemasaran merupakan basis lokasi kantor dan administrasi perusahaan yang memiliki nilai strategis yang memperlancar dan mempermudah penyampaian produk dari produsen kepada konsumen melalui transaksi perdagangan. Beberapa para marketing mendefenisikan saluran pemasaran sebagai berikut : a. Saluran pemasaran merupakan suatu fungsi dan sistem jaringan perantara (agen, pedagang, retailer) yang terorganisasi melakukan semua aktifitas pemasaran yang diperlukan untuk menghubungkan produsen dengan konsumen (Berman dalam Hasan, 2008:348). b. Saluran pemasaran merupakan organisasi kontraktual eksternal yang manajemennya beroperasi untuk membuat pergerakan fisik dan pemindahan pemilikan produk dari produsen ke konsumen untuk mencapai tujuan pemasaran (Rosenbloom dalam Hasan, 2008:348). c. Saluran pemasaran adalah suatu bentuk jaringan organisasional yang menghubungkan produsen dengan pengguna atau pembeli baik barang atau jasa (Craven dalam Hasan, 2008:348). Strategi pemilihan saluran pemasaran menyangkut keputusankeputusan tentang penggunaan penyalur:

a. Pedagang besar, pengecer, agen, makelar, dan bagaimana menjalin kerja sama yang baik dengan para penyalur tersebut. b. Pilihan antara mencapai pembeli akhir dengan organisasi penjualan milik perusahaan sendiri. c. Melalui perantara yang independen, atau d. Mungkin menggunakan semuanya. 4. Promosi Menurut Hasan (2008:367), “Promosi merupakan proses

mengkomunikasikan variabel bauran pemasaran (marketing mix) yang sangat penting untuk dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk. Kegiatan promosi dimulai dari perencanaan, implementasi dan pengendalian komunikasi untuk menjangkau target pelanggan/calon pelanggan. Inti dari kegiatan promosi adalah bentuk kegiatan komunikasi pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, mengingatkan pasar sasaran agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Instrumen promosi terdiri dari kombinasi promosi (promotional mix) yang terdiri dari advertising, personal selling, sales promotion, public relation, dan direct marketing. a. Advertising atau periklanan merupakan alat komunikasi pemasaran maupun jasa yang harus dibayar oleh sponsor khusus dengan cara mempresentasikan dan mempromosikan ide-ide, barang, jasa secara nonpersonal. Rancangan pesan secara khusus dan disampaikan melalui sarana media (pers, radio, televisi, dan lain-lain) yang bertujuan untuk

melakukan

tindakan

membeli

atau

mengubah

perilakunya.

Kegiatannya mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian/pengawasan iklan. b. Personal Selling atau penjualan pribadi merupakan bentuk presentasi secara lisan dengan satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan. c. Sales Promotion atau promosi penjualan merupakan kegiatan dan insentif komunikasi yang dirancang untuk mempromosikan sebuah produk ke target sasaran. d. Public Relation atau hubungan masyarakat merupakan usaha untuk menstimulasi permintaan sebuah produk atau jasa dengan cara menyampaikan berita signifikan dan bersifat komersial, merancang berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau setiap produknya. e. Direct Marketing atau pemasaran langsung metupakan system pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan berbagai tanggapan dan transaksi yang dapat diukur pada satu lokasi. 5. Layanan Menurut Limakrisna dan Supranto (2007:13), “Layanan

merupakan kegiatan bantuan (peripheral) yang dikerjakan untuk meningkatkan produk atau jasa primer. Keberhasilan pemasaran produk sangat ditentukan pula oleh baik tidaknya pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan dalam memasarkan produknya. Sekarang setiap produk

disertai dengan unsur layanan sebagai tambahan, baik itu jasa sebagai produk inti maupun layanan sebagai tambahan. Layanan tambahan ini terdiri atas : a. Informasi, misalnya informasi menuju tempat produsen, jadwal penyampaian produk, harga, instruksi cara menggunakan produk inti, peringatan, kondisi penjualan, pemberitahuan adanya perubahan, dan lain sebagainya. b. Konsultasi, seperti pemberian saran, auditing kemampuan keuangan, konseling, konsultasi manajemen, dan lain sebagainya. c. Order Taking, seperti aplikasi program langganan, aplikasi kualifikasi, dan lain sebagainya. d. Hospitality, seperti penyambutan, fasilitas tunggu dan keamanan. e. Exceptions, merupakan permintaan khusus sebelum penyampaian produk, menanggapi komplain-pujian-saran, pemecahan masalah, jaminan dan garansi atas kegagalan pemakaian produk, kesulitan pemakaian produk, kesulitan yang disebabkan kegagalan produk, dan lain sebgainya. f. Pembayaran oleh pelanggan, pelanggan dapat berinteraksi dengan personil yang menerima pembayaran.

D. Perilaku Konsumen Menurut Hasan (2008:129), “Perilaku Konsumen merupakan respon psikologis yang kompleks, yang muncul dalam bentuk perilaku-tindakan yang khas secara perorangan yang langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan

menggunakan produk, serta menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian produk, termasuk dalam melakukan pembelian ulang. Menurut Setiadi (2003:3), “Perilaku Konumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Menurut Kotler dan Susanto (2000:223), “Perilaku Konsumen dapat dipahami sebagai rangsangan pemasaran dan lingkungan masuk ke dalam kesadaran pembeli. Karekteristik dan proses pengambilan keputusan pembeli menghasilkan keputusan pembelian tertentu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah, faktor kebudayaan, sosial, kepribadian, kejiwaan.

E. Keputusan Pembelian Secara umum keputusan penggunaan berkaitan erat dengan keputusan pembelian. Sebab setelah sesuatu produk telah dibeli maka produk tersebut akan digunakan atau dipakai sesuai dengan keperluannya. Menurut Kotler dan Susanto (2000:256), “Keputusan pembelian adalah tahap evaluasi dimana konsumen membentuk preferensi di antara merek-merek dalam kelompok pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk suatu maksud pembelian untuk membeli merek yang paling disukai. Menurut Hasan (2008:139), proses pengambilan keputusan pembelian berakahir pada tahap perilaku purnabeli di mana konsumen merasakan tingkat kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan akan mempengaruhi perilaku

berikutnya. Jika konsumen merasa puas, ia akan memperlihatkan peluang yang besar untuk melakukan pembelian ulang atau membeli produk lain pada perusahaan yang sama di masa mendatang, dan cenderung merekomendasikan kepada orang lain. Banyak orang yang berpendapat bahwa pembeli yang puas merupakan iklan yang terbaik bagi produk.

F. Tahap-tahap Keputusan Pembelian 1. Pengenalan Kebutuhan Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenal suatu masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan yang nyata dengan keadaan yang diinginkan. Kebutuhan ini dapat dipicu oleh stimuli intern atau ekstern. 2. Pencarian Informasi Seorang konsumen tergerak oleh stimuli akan berusaha untuk mencari lebih banyak informasi. Melalui pengumpulan informasi, konsumen mengetahui merek-merek bersaing dan keistimewaan masingmasing merek. 3. Evaluasi Alternatif Konsumen kemudian sampai pada pendirian (pertimbangan, preferensi) terhadap alternatif merek. Konsumen menggunakan prosedur alternatif yang berbeda-beda untuk membuat suatu pilihan antara objekobjek dengan atribut banyak.

4. Keputusan Pembelian Konsumen membentuk preferensi di antara merek-merek dalam kelompok pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk suatu maksud pembelian untuk membeli merek yang paling disukai. 5. Perilaku setelah pembelian Setelah pembelian produk, konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen juga akan melakukan tindakan setelah pembelian dan menggunakan produk tersebut yang mendapat perhatian dari pemasar.
Pengenalan Kebutuhan Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Perilaku Setelah Pembelian

Gambar 2.1 Model proses pembelian konsumen Sumber : Kotler dan Susanto (2000:251)

G. Perilaku setelah pembelian Setelah pembelian produk, konsumen akan mengalami sesuatu tingkat kepuasan atau tingkat ketidak-puasan tertentu. Konsumen juga akan melakukan tindakan setelah pembelian dan menggunakan produk tersebut yang mendapat perhatian dari pemasar. 1. Ketidakpuasan Pasca Pembelian Kebanyakan pembelian produk diikuti oleh penggunaan produk yang dibeli, walaupun dengan rasa tidak puas, meskipun terjadi ketidakcocokan. Selama menggunakan produk atau sesudahnya, dilakukan evaluasi oleh konsumen. Pembeli yang kecewa akan menyampaikan keluhan, jika keluhan cepat ditanggapi oleh pemasar, masalahnya

dipecahkan, konsumen bisa berubah menjadi puas, kemudian bisa loyal. Konsumen mempunyai komitmen, membeli secara berulang,

meningkatkan penggunaan produk atau bisa juga kecewa sehingga mengganti merek atau tidak menggunakan produk tersebut. 2. Produk Dipergunakan Jika pembelian konsumen tidak memimbulkan kekecewaan oleh penggunaan

(produk yang dibelinya cocok) maka akan diikuti

produk. Pemasar perlu memahami bagaimana konsumen menggunakan produk mereka untuk berbagai alasan. Memahami penggunaan produk untuk memenuhi fungsi atau sebagai simbol, akan memungkinkan merancang produk lebih efektif. 3. Produk Tidak Dipergunakan Produk yang tidak dipergunakan terjadi jika seorang konsumen sacara aktif mendapatkan produk yang tidak dipergunakan atau dipergunakan hanya sebagai serap, atau sebagai pengganti, relatif terhadap penggunaan yang potensial. Dalam kasus seperti ini, konsumen telah menghamburkan uang dan pemasar kemungkinan besar tidak memperoleh penjualan yang berulang atas penjualan produk yang tidak

dipergunakannya.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Perusahaan PT. Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT. Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT. Astra International. Saat itu, PT. Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down). Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun kedua dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia. Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT. Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor Honda tahun 2001 di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya PT. Honda Federal (1974) yang memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya, PT. Showa Manufacturing Indonesia (1979) yang khusus memproduksi peredam kejut, PT. Honda Astra Engine Manufacturing (1984) yang memproduksi mesin sepeda motor serta PT. Federal Izumi Mfg. (1990) yang khusus memproduksi piston. Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar sepeda motor terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda

motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT. Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di-merger menjadi satu dengan nama PT. Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT. Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan. Saat ini PT. Astra Honda Motor memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta pabrik ketiga yang sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ketiga ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005. Dengan keseluruhan fasilitas ini PT. Astra Honda Motor saat ini memiliki kapasitas produksi 3 juta unit sepeda motor per-tahunnya, untuk permintaan pasar sepeda motor di Indonesia yang terus meningkat. Salah satu puncak prestasi yang berhasil diraih PT. Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 20 juta pada tahun 2007. Prestasi ini merupakan prestasi pertama yang yang berhasil diraih oleh industri sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN. Secara global, pencapaian produksi sepeda motor Honda 20 juta unit adalah yang ketiga, setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India. Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelannggan sepeda motor Honda, saat PT. Astra Honda Motor di dukung oleh 1.600 Showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai suku cadang atau H, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia.

Industri sepeda motor saat ini merupakan suatu industri yang besar di Indonesia. Karyawan PT. Astra Honda Motor saja saat ini berjumlah sekitar 13.000 orang, ditambah 130 vendor dan supplier serta ribuan jaringan lainnya, yang kesemuanya ini memberikan dampak ekonomi berantai yang luar biasa. Keseluruhan rantai ekonomi tersebut diperkirakan dapat memberika kesempatan kerja kepada sekitar 500 ribu orang. PT. Astra Honda Motor akan terus berkarya menghasilkan sarana transportasi roda 2 yang menyenangkan, aman dan ekonomis sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

B. Sekilas Mengenai Astra Honda Motor Pertumbuhan konsumen sepeda motor meningkat luar biasa. Di tengahtengah persaingan yang begitu tajam akibat banyaknya merek pendatang baru, sepeda motor Honda yang sudah lama berada di Indonesia, dengan segala keunggulannya, tetap mendominasi pasar dan sekaligus memenuhi kebutuhan angkutan yang tangguh, irit dan ekonomis. Menjawab tantangan tersebut, organisasi yang berada di balik kesuksesan sepeda motor Honda di Indonesia terus memperkuat diri. PT. Astra Honda Motor merupakan sinergi keunggulan teknologi dan jaringan pemasaran di Indonesia, sebuah pengembangan kerja sama antara Honda Motor Company Limited, Jepang, dan PT. Astra International Tbk, Indonesia. Keunggulan teknologi Honda Motor diakui di seluruh dunia dan telah dibuktikan dalam berbagai kesempatan, baik di jalan raya maupun di lintasan balap. Honda pun mengembangkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan

pelanggan yaitu mesin "bandel" dan irit bahan bakar, sehingga menjadikannya sebagai pelopor kendaraan roda dua yang ekonomis. Wajar jika harga jual kembali sepeda motor Honda tetap tinggi. Astra International memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang kebutuhan para pemakai sepeda motor di Indonesia, berkat jaringan pemasaran dan

pengalamannya yang luas. Astra juga mampu memfasilitasi pembelian dan memberikan pelayanan purna jual sedemikian rupa sehingga brand Honda semakin unggul.

C. Visi dan Misi PT. Astra Honda Motor, perusahaan yang menjalankan fungsi produksi, penjualan dan pelayanan purna jual yang lengkap untuk kepuasan pelanggan dan memiliki: 1. Visi Menjadi perusahaan pemasar sepeda motor motor nomor satu di Indonesia dalam hal memberikan kepuasan dan meningkatkan nilai pelanggan 2. Misi Menyediakan sarana transportasi yang sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan dengan memberikan produk sepeda motor yang terbaik bagi masyrakat umum serta memberikan keuntungan bagi pemilik saham

D. Profil Perusahaan Nama Perusahaan Status Perusahaan : PT. Astra Honda Motor

: Perseroan Terbatas

Status Investasi : PMA (Penanaman Modal Asing) Alamat : Kantor Pusat & Plant 1 (Sunter) Jl. Laksda Yos Sudarso - Sunter I Jakarta 14350 Tel. +6221.6518080, 30418080 (Hunting) Fax. +6221.6521889, 6518814 Dies & Mould Division Jl. Pulo Ayang Raya, Blok FF No. 2 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur Tel. +6221.4602574-6 Fax. +6221.4608904 AHM Training Centre Jl. Agung Timur IX Blok O1 Kav. 25-26, Sunter II Jakarta 14350 Tel. +6221.65308080 Fax. +6221.6510460 AHM Parts Centre Jl. Tipar Inspeksi Cakung Drain Cakung Barat, Jakarta 13910 Tel. +6221.46835020 Fax. +6221.46835025

Plant 2 (Pegangsaan Dua) Jl. Raya Pegangsaan Dua KM 2,2 Kelapa Gading Jakarta 14250 Tel. +6221.46822510 Fax. +6221.4613640 Plant 3 (Cikarang Barat) Jl. Raya Kalimantan Blok AA Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat, Jawa Barat Tel. +6221.89981818 Fax. +6221.8980859

Jam Kerja: Kantor : 07.30 - 16.30 WIB Pabrik : Shift I : 07.00 - 16.00 WIB Shift : 16.00 - 24.00 WIB II Shift : 24.00 - 07.00 WIB III

Tanggal Pendirian

: 11 Juni 1971 sebagai PT Federal Motor 31 Oktober 2000 merger menjadi PT AHM : Sepeda Motor - Tipe Cub/Bebek • Honda Absolute Revo 110 • Honda Blade • Honda Supra X 125 R • Honda Supra X 125 PGM-FI - Tipe Sport • Honda City Sport 1 • Honda Mega Pro • Honda Tiger - Tipe Skutik • Honda BeAT • Honda Vario • Honda Vario Techno : 50% PT. Astra International Tbk 50% Honda Motor Co., Ltd : Terpasang : 3.000.000 unit/tahun : • • • • • • • •

Jenis Produk

Kepemilikan

Kapasitas Produksi Referensi Standar

JIS (Japan Industrial Standard) SII (Standar Industri Indonesia) SNI (Standar Nasional Indonesia) HES (Honda Engineering Standard) ISO 9001 ISO 14001 ISO 17025 OHSAS 18001

Aktivitas

: Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), Manufaktur, Perakitan dan Distributor Sepeda Motor HONDA : 12.454 orang (Juni 2009)

Jumlah Karyawan

Jumlah Produksi : 1998 : 286.000 unit 1999 : 288.888 unit 2000 : 488.888 unit 2001 : 940.000 unit

2002 : 1.460.000 unit 2003 : 1.570.000 unit 2004 : 2.037 000 unit 2005 : 2.652 000 unit 2006 : 2.350.000 unit 2007 : 2.138.000 unit 2008 : 2.874.576 unit

E. Prestasi Astra Honda Motor Prestasi-prestasi yang diraih PT. Astra Honda Motor antara lain: 1. “The Best in Achieving Total Customer Satisfaction” (kategori: Sport Motorcycle), ICSA 2008 (September 2008), dari lembaga survei Frontier dan majalah SWA. 2. SBBI 2008 dari Harian Umum Solopos memberikan penghargaan terhadap AHM “Merk Terbaik Kategori Sepeda Motor Transmisi Manual”. 3. Indonesia Best Brand Award, merupakan pnghargaan yang diberikan oleh Majalah SWA & MARS. Pada tahun 2008 memberikan penghargaan ini ke AHM “The Most Valuable Brand in Indonesia” dengan kategori: Non-Matic Motorcycle & Sport Motorcycle. 4. “The Company with The Best Corporate Image” (kategori: Automotive 2 wheels), IMAC 2008, dari majalah Business. 5. “Investment in People Award”, Asia Pacific Enterpreneurship Award (APEA) 2008, dari Enterprise Asia. 6. Penghargaan yang diberikan oleh “MOTORPLUS AWARD” 2008 a. Bike of The Year 2008, Honda CS1

b. Respected Bike of The Year, Honda Tiger c. Rookie of The year, Honda CS1 d. Desain terbaik Bebek sport 125-135cc :Honda CS-1 e. Teknologi terbaik Bebek 120cc - 130cc :Honda Supra X 125 f. Teknologi terbaik Skubek 110cc - 125cc :Honda Vario g. Ramah lingkungan terbaik Bebek 110cc - 115cc :Honda Revo 100 h. Ramah lingkungan terbaik Bebek sport 125cc-135cc :Honda CS 1 i. Ramah lingkungan terbaik Skubek 110cc - 125cc :Honda Vario j. Ramah lingkungan terbaik Sport 125cc-160cc :Honda Mega Pro k. Best Fuel Consumption Bebek 100cc - 115cc :Honda Revo 100 l. Best Fuel Consumption Bebek 120cc - 130cc :Honda Supra X 125 PGM F1 m. Best Fuel Consumption Bebek sport 125cc-135cc ;Honda CS 1 n. Best Fuel Consumption Sport 200cc-250cc :Honda Tiger o. Best Value Bebek 120cc - 130cc :Honda Supra X 125 PGM-FI p. Best Value Bebek sport 125cc-135cc :Honda CS1 q. Best Value Skubek 110cc - 125cc :Honda Vario r. Best Performance Bebek 120cc-130cc :Honda Supra X 125 PGM-FI s. Best Performance Bebek Sport 125cc-135cc :Honda CS1

7. Penghargaan "Top Brand 2009" dari Majalah Marketing & Lembaga Survey Frontier. PT AHM tahun 2009 mendapatkan anugerah penghargaan ini untuk 4 kategori: a. Honda Vario, Kategori Sepeda Motor Skutik b. Honda Supra X, Kategori Sepeda Motor Bebek c. Honda Mega Pro, Kategori Sepeda Motor Sport 100-200cc d. Honda Tiger, Kategori Sepeda Motor Sport >200cc 8. Penghargaan “Word of Mouth Marketing 2009” yang dikeluarkan oleh Majalah SWA & Lembaga Survey Marketing Onbee,

menganugerahkan pada HONDA dalam 2 kategori: a. Sepeda motor Matik b. Sepeda motor Non-Matik 9. Penghargaan “SQ-Award Gold”, kategori Automotive 2W after Sales Services terbaik untuk "Authorized Honda Service Station (AHASS)" 10. PT. Astra Honda Motor mendapat penghargaan dari Otomotif Award 2009 untuk 12 kategori, sebagai berikut: a. Honda Blade sebagai Best Design Bebek 110-115cc b. Honda Supra X 125 sebagai Best Fuel Consumption Bebek 120-125cc c. Honda Supra X 125 sebagai Best Value Bebek 120-125cc d. Honda CS-1 sebagai Best Design Bebek Super e. Honda Supra X 125 PGMFI sebagai Best Fuel Consumption Bebek Super

f. Honda Mega Pro sebagai Best Fuel Consumption Sport 150180cc g. Honda Mega Pro sebagai Best Value Sport 150-180cc h. Honda Tiger sebagai Best Fuel Consumption Sport 200-250cc i. Honda Tiger sebagai Best Value Sport 200-250cc j. Honda Beat sebagai Best Performance Skutik 110-115cc k. Honda Beat sebagai Best Fuel Consumption Skutik 110-115cc l. Honda Vario sebagai Best Feature and Technology Skutik 110115cc

F. Jaringan Astra Honda Motor H-1 (Gerai Penjualan) Showroom resmi PT. Astra Honda Motor, berlogo H1 pada eksteriornya, selalu memberikan kepuasan bagi konsumen sepeda motor Honda. Pada Showroom resmi PT. Astra Honda Motor selalu menyediakan koleksi lengkap sepeda motor Honda. Anda akan mendapatkan kepuasan layanan yang ramah, sopan melalui sales counter dan salesman PT. Astra Honda Motor. Selain itu, informasi lengkap mengenai spesifikasi sepeda motor seperti : 1. Harga 2. Pilihan kredit pembelian dan pembiayaan 3. Pengurusan dokumen 4. Program Garansi (Warranty Extension Program) bisa Anda dapatkan di Showroom yang terdaftar ini.

H-2 (GERAI PEMELIHARAAN) Bengkel resmi PT. Astra Honda Motor, berlogo H2 pada eksteriornya, selalu memberikan kepuasan bagi konsumen sepeda motor Honda. Jaringan Pemeliharaan (H2) adalah bagian dari PT. Astra Honda Motor yang salah satu tugasnya adalah sebagai layanan purna jual. Beberapa hal yang dilakukan antara lain : Menjadi yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan (Customer Satisfaction Index No.1) yaitu dengan memberikan perbaikan dan pelayanan terbaik di bengkel resmi Honda/AHASS (Astra Honda Authorized Service Station). Bengkel Honda jumlahnya yang cukup banyak letaknya juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang dipilih sesuai dengan jumlah penyebaran sepeda motor Honda dan kebutuhan akan perlunya layanan purna jual yang baik. H3 (GERAI SUKU CADANG) Showroom resmi PT. Astra Honda Motor, berlogo H3 pada eksteriornya, selalu memberikan kepuasan bagi konsumen sepeda motor Honda. H3 merupakan Layanan Ketersediaan Suku Cadang sepeda motor Honda bagi para pemilik sepeda motor Honda. Produk suku cadang Honda yang dipasarkan oleh PT. Astra Honda Motor (AHM) yaitu HGP (Honda Genuine Parts) dimana suku cadang tersebut sama dengan komponen yang ada di setiap sepeda motor merk Honda.

PT. Astra Honda Motor menjamin kualitas produk Honda Genuine Parts sebagai suku cadang asli sama dengan yang terpasang pada sepeda motor Honda.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Menurut Arikunto (2002:14), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang seharusnya diukur serta mampu mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pada tahap prasurvei, kuesioner yang berisi 22 item pertanyaan mengenai faktor-faktor bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), promosi (X3), distribusi (X4), dan layanan (X5) yang mempengaruhi keputusan penggunaan sepeda motor Honda (studi kasus mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan), disebarkan kepada 30 responden di luar sampel penelitian. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 17,0 dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan dikatakan valid b. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan dikatakan tidak valid c. r tabel pada sampel (n) sebanyak 30 dengan tingkat signifikansi 5% adalah 0, 361 d. r hitung dapat dilihat pada kolom corrected item-total correlation

Tabel 4.1 Uji Validitas
Pernyataan P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 r hitung (Corrected Item-Total Correlation) 0,727 0,516 0,441 0,428 0,764 0,698 0,527 0,509 0,478 0,483 0,680 0,493 0,563 0,793 0,568 0,385 0,690 0,613 0,510 0,750 0,494 0,463 r tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keterangan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid

Sumber: Hasil pengolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) 2. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2002:15), Uji reabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen itu sudah baik, reliabilitas menunjukkan tingkat kestabilan, konsistensi, dan kehandalan instrumen untuk menggambarkan gejala seperti adanya. Pada uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: a. Menurut Ghozali (dalam Situmorang dkk, 2007:40) nilai Cronbach Alpha > 0, 60 b. Menurut Kuncoro (2003:154) nilai Cronbach Alpha > 0, 80

Tabel 4.2 Uji Reliabilitas Jumlah Pertanyaan Cronbach’s Alpha 0, 922 22

Sumber: Hasil pengolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.2 diketahui bahwa koefisien alpha pada tingkat signifikansi 5% adalah 0, 922. Ini berarti 0, 9222 > 0, 60 dan 0, 922 > 0, 80 sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responden agar dapat dijadikan sebagai instrumen penelitian.

B. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Data Tujuan uji normalitas adalah ingin menguji apakah dalam model regresi distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola distribusi normal, yakni data tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Ada tiga pendekatan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan pendekatan Histogram pendekatan Grafik dan pendekatan Kolmogorv-Smirnov.

a. Pendekatan Histogram

Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada grafik histogram terlihat bahwa variabel berdistribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh distribusi data tersebut tidak melenceng ke kiri atau ke kanan. b. Pendekatan Grafik

Gambar 4.2 Plot Uji Normalitas Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada grafik scatter plot terlihat titik yang mengikuti data di sepanjang garis diagonal. Hal ini berarti data berdistribusi normal.

C. ANALISIS DATA 1. Analisis Deskriftif Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah daftar-daftar pernyataan (kuesioner). Kuesioner disebarkan kepada Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan yang menggunakan sepeda motor Honda sebagai responden. Pernyataan seluruhnya berjumlah 22 butir. Pernyataan kuesioner terdiri dari 7 butir untuk produk (X1), 3 butir untuk harga (X2), 3 butir untuk distribusi (X3), 3 butir untuk promosi (X4), 3 butir untuk layanan (X5), dan 3 butir untuk keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y). Penulis sebelum mengetahui hasil dari analisis deskriftif, terlebih dahulu membagikan karekteristik responden sebagai berikut. a. Pembagian Karakteristik Responden Pada Jenis Kelamin Tabulasi karakteristik responden pada jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut ini: Tabel 4.4 Karekteristik responden pada jenis kelamin Total Pria Wanita n % 66 68,041 31 31,958 97 100

Sumber: Data primer dengan pengolahan (Februari 2010)

Pada Tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa dari 97 responden yang paling banyak dalam penelitian ini adalah pria sebanyak 68,041%, sedangkan wanita sebanyak 31,958%. b. Pembagian Karakteristik Responden Pada Stambuk Tabulasi karakteristik responden pada stambuk dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut ini: Tabel 4.5 Karakteristik responden pada stambuk 2004 n % 4 4,123 2005 11 11,34 2006 10 10,3 2007 43 44,329 2008 17 17,525 2009 12 12,371 Total 97 100

Sumber: Data primer dengan pengolahan (Februari 2010) Pada Tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa dari 97 responden, stambuk 2007 merupakan yang paling tinggi dengan persentase 44,329%, kemudian stambuk 2008 dengan persentase 17,525%, stambuk 2009 dengan persentase 12,371%, stambuk 2005 dengan persentase 11,34%, stambuk 2006 dengan persentase 10,3% dan yang paling rendah stambuk 2004 dengan persentase 4,123%. c. Pembagian Karakteristik Pada Lama Penggunaan Sepeda Motor Honda Tabulasi karakteristik pada lama penggunaan dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut ini:

Tabel 4.6 Karakteristik responden pada lama penggunaan sepeda motor Honda Total 0 - 1,9 Tahun 2 - 3,9 Tahun 4 - 6 Tahun n % 37 38,144 48 49,484 12 12,371 97 100

Sumber: Data primer dengan pengolahan (Februari 2010) Pada Tabel 4.6 diketahui bahwa dari 97 responden yang lama penggunaan sepeda motor Honda antara 2 sampai 3,9 tahun merupakan yang paling banyak dengan persentase 49,484%, kemudian 0 sampai 1,9 tahun dengan persentase 38,144%, dan yang paling sedikit 4 sampai 6 tahun dengan persentase 12,371%. d. Pembagian Karakteristik Pada Jenis Sepeda Motor Honda Yang Digunakan Tabulasi karakteristik pada jenis sepeda motor Honda yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut ini: Tabel 4.7 Karakteristik responden pada jenis sepeda motor Honda yang digunakan total bebek Sport skuter automatic n % 88 90,721 2 2,061 7 7,216 97 100

Sumber: Data primer dengan pengolahan (Februari 2010) Pada Tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa dari 97 responden yang menggunakan motor Honda jenis bebek adalah yang paling banyak dengan persentase 90,721%, kemudian skuter automatic dengan persentase 7,261% dan yang paling sedikit sport dengan persentase 2,061%.

Berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada responden, maka dapat diketahui pernyataan responden terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Untuk memudahkan penilaian dari tanggapan responden, maka dibuat kriteria penelian sebagai berikut: Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju diberi skor 4 diberi skor 3 diberi skor 2 diberi skor 1

Selanjutnya dicari nilai rata-rata dari setiap tanggapan responden, untuk memudahkan penilaian dari data-data tersebut, maka dibuat interval. Dalam penelitian ini penulis membagi banyak kelas interval sebanyak 4 kelas interval. Rumus yang digunakan untuk menentukan panjang kelas interval menurut Sudjana (2000:79) adalah sebagai berikut:

Dimana : P = Panjang kelas interval Rentang = Data tertinggi – data terendah Banyak kelas interval = 4

Maka interval dari kriteria penilaian adalah sebagai berikut: 1,00 – 1,74 = Sangat Tidak Setuju (STS) 1,75 – 2,49 = Tidak Setuju (TS) 2,50 – 3,24 = Setuju (S) 3,25 – 4,00 = Sangat Setuju (SS)

Penulis setelah mengetahui karakteristik responden penelitian, maka berikut ditampilkan hasil pengolahan data primer yang merupakan deskriptif penelitian pada tanggapan mengenai keputusan penggunaan sepeda motor Honda dengan variabel produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5). a. Tanggapan responden terhadap variabel produk (X1) Tanggapan responden terhadap variabel produk dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut ini: Tabel 4.8 Tanggapan responden atas pernyataan variabel produk (X1) Frekuensi Tanggapan Responden Total Skor Pernyataan Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3 Skor: 4 STS TS S SS n % rata-rata n % n % n % n % 3,27 1. 2 2,1 5 5,2 55 56,7 35 36,1 97 100 2. 3. 4. 5. 6. 7. 2 0 0 0 2 0 2,1 0 0 0 2,1 0 10 10,3 67 69,1 18 18,6 5 5,2 53 54,6 39 40,2 97 97 97 97 97 97 100 100 100 100 100 100 3,044 3,35 3,093 3,258 2,786 3,337

14 14,4 60 61,9 23 23,7 3 32 4 3,1 33 4,1 63 64,9 31 32

48 49,5 15 15,5 56 57,7 37 38,1

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.8 dapat disimpulkan: 1. Pada indikator pertama, dari 97 responden terdapat 56,7% yang menyatakan setuju bahwa terasa nyaman mengendarai sepeda motor Honda, sedangkan 36,1% menyatakan sangat setuju, 5,2% menyatakan menyatakan tidak setuju, dan 2,1%

menyatakan

sangat

tidak

setuju.

Rata-rata

responden

memberikan penilaian sangat setuju terhadap pernyataan nyaman mengendarai sepeda motor Honda, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,27 yang berada pada interval 3,25-4,00. 2. Pada indikator kedua, dari 97 responden terdapat 69,1% yang menyatakan setuju bahwa bentuk sepeda motor Honda relatif sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia pada umumnya, sedangkan 18,6% menyatakan sangat setuju, 10,3%

menyatakan tidak setuju, dan 2,1% menyatakan sangat tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan bentuk sepeda motor Honda relatif sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia pada umumnya, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,044 yang berada pada interval 2,50-3,24. 3. Pada indikator ketiga, dari 97 responden terdapat 54,6% yang menyatakan setuju bahwa konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda irit, sedangkan 40,2% menyatakan sangat setuju, dan 5,2% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata

responden memberikan penilaian sangat setuju terhadap pernyataan konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda irit, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,35 yang berada pada interval 3,25-4,00.

4. Pada indikator keempat, dari 97 responden terdapat 61,9% yang menyatakan setuju bahwa gas buang sepeda motor Honda ramah lingkungan, sedangkan 23,7% menyatakan sangat setuju, dan 14,4% menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan gas buang sepeda motor Honda ramah lingkungan, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,093 yang berada pada interval 2,50-3,24. 5. Pada indikator kelima, dari 97 responden terdapat 64,9% yang menyatakan setuju bahwa daya tahan mesin sepeda motor Honda handal, sedangkan 32% menyatakan sangat setuju, dan 3,1% menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden

memberikan penilaian sangat setuju terhadap pernyataan daya tahan mesin sepeda motor Honda handal, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,258 yang berada pada interval 3,25-4,00. 6. Pada indikator keenam, dari 97 responden terdapat 49,5% yang menyatakan setuju bahwa tarikan mesin sepeda motor Honda spontan, sedangkan 33% menyatakan tidak setuju, 21% menyatakan sangat tidak setuju, dan 15,5% menyatakan sangat setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan tarikan mesin sepeda motor Honda spontan, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 2,786 yang berada pada interval 2,50-3,24.

7. Pada indikator keempat, dari 97 responden terdapat 57,7% yang menyatakan setuju bahwa suku cadang sepeda motor Honda mudah ditemukan, sedangkan 38,1% menyatakan sangat setuju, dan 4,1% menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian sangat setuju terhadap pernyataan suku cadang sepeda motor Honda mudah ditemukan, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,337 yang berada pada interval 3,25-4,00. b. Tanggapan responden terhadap variabel harga (X2) Tanggapan responden terhadap variabel harga dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut ini: Tabel 4.9 Tanggapan responden terhadap variabel Harga (X2) Frekuensi Tanggapan Responden Total Pernyataan Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3 Skor: 4 STS TS S SS n % n % n % n % n % 1. 2. 3. 1 3 0 1 3,1 0 12 12,4 64 31 6 32 6,2 66 20 20,6 97 100

Skor ratarata 3,062 2,762 3,103

49 50,5 14 14,4 97 100 75 77,3 16 16,5 97 100

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.9 dapat disimpulkan: 1. Pada indikator pertama, dari 97 responden terdapat 66% yang menyatakan setuju bahwa harga sepeda motor Honda relatif terjangkau, sedangkan 20,6% menyatakan sangat setuju, 12,4% menyatakan menyatakan tidak setuju, dan 1% menyatakan sangat tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian

setuju terhadap pernyataan harga sepeda motor Honda relatif terjangkau, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,062 yang berada pada interval 2,50-3,24. 2. Pada indikator kedua, dari 97 responden terdapat 50,5% yang menyatakan setuju bahwa harga sepeda sepeda motor Honda relatif lebih murah dari merk lain yang sejenis, sedangkan 32% menyatakan tidak setuju, 14,4% menyatakan menyatakan sangat setuju, dan 3,1% menyatakan sangat tidak setuju. Ratarata responden memberikan penilaian setuju terhadap

pernyataan harga sepeda sepeda motor Honda relatif lebih murah dari merk lain yang sejenis, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 2,762 yang berada pada interval 2,50-3,24. 3. Pada indikator ketiga, dari 97 responden terdapat 73,3% yang menyatakan setuju bahwa harga sepeda motor Honda mampu bersaing dengan merk lain yang sejenis, sedangkan 16,5% menyatakan sangat setuju, dan 6,2% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan harga sepeda motor Honda mampu bersaing dengan merk lain yang sejenis, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,103 yang berada pada interval 2,50-3,24.

c. Tanggapan responden terhadap variabel distribusi (X3) Tanggapan responden terhadap variabel distribusi dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut ini: Tabel 4.10 Tanggapan responden terhadap variabel distribusi (X3) Frekuensi Tanggapan Responden Total Pernyataan Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3 Skor: 4 STS TS S SS n % n % n % n % n % 1. 2. 3. 1 0 0 1 0 0 7 7 10 7,2 7,2 10,3 65 63 62 67 64,9 63,9 24 27 25 24,7 97 100 27,8 97 100 25,8 97 100

Skor ratarata 3,152 3,203 3,155

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.10 dapat disimpulkan: 1. Pada indikator pertama, dari 97 responden terdapat 67% yang menyatakan setuju bahwa showroom sepeda motor Honda mudah dijangkau, sedangkan 24,67% menyatakan sangat setuju, 7,2% menyatakan menyatakan tidak setuju, dan 1% menyatakan sangat tidak setuju. Rata-rata responden

memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan showroom sepeda motor Honda mudah dijangkau, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,152 yang berada pada interval 2,50-3,24. 2. Pada indikator kedua, dari 97 responden terdapat 64,9% yang menyatakan setuju bahwa showroom sepeda motor Honda tersebar luas, sedangkan 27,8% menyatakan sangat setuju, dan 7,2% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata

responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan showroom sepeda motor Honda tersebar luas, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,203 yang berada pada interval 2,50-3,24. 3. Pada indikator ketiga, dari 97 responden terdapat 63,9% yang menyatakan setuju bahwa showroom menyediakan berbagai varian (jenis maupun tipe) sepeda motor Honda, sedangkan 25,8% menyatakan sangat setuju, dan 10,3% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan showroom menyediakan berbagai varian sepeda motor Honda, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,155 yang berada pada interval 2,50-3,24. d. Tanggapan responden terhadap variabel promosi (X4) Tanggapan responden terhadap variabel promosi dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut ini: Tabel 4.11 Tanggapan responden terhadap variabel promosi (X4) Frekuensi Tanggapan Responden Total Pernyataan Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3 Skor: 4 STS TS S SS n % n % n % n % n % 1. 2. 3. 0 0 0 0 0 0 10 7 6 10,3 7,2 6,2 62 56 66 63,9 57,7 68 25 25,8 34 35,1 25 25,8 97 97 97 100 100 100

Skor ratarata 3,155 3,279 3,196

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.11 dapat disimpulkan:

1. Pada indikator pertama, dari 97 responden terdapat 63,9% yang menyatakan setuju bahwa promosi mengenai sepeda motor Honda relatif gencar dilakukan melalui media elektronik maupun cetak, sedangkan 25,8% menyatakan sangat setuju, dan 10,3% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan promosi mengenai sepeda motor Honda relatif gencar dilakukan melalui media elektronik maupun cetak, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,155 yang berada pada interval 2,50-3,24. 2. Pada indikator kedua, dari 97 responden terdapat 57,7% yang menyatakan setuju bahwa pesan yang disampaikan mengenai sepeda motor Honda jelas, sedangkan 35,1% menyatakan sangat setuju, dan 7,2% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian sangat setuju terhadap pernyataan pesan yang disampaikan mengenai sepeda motor Honda jelas, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,279 yang berada pada interval 3,24-4,00. 3. Pada indikator ketiga, dari 97 responden terdapat 68% yang menyatakan setuju bahwa Astra Honda motor memberikan uang kembali/cashback yang relatif besar pada pembayaran tunai, sedangkan 25,8% menyatakan sangat setuju, dan 6,2% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan Astra Honda

motor memberikan uang kembali/cashback yang relatif besar pada pembayaran tunai, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,196 yang berada pada interval 2,50-3,24. e. Tanggapan responden terhadap variabel layanan (X5) Tanggapan responden terhadap variabel layanan dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut ini: Tabel 4.12 Tanggapan responden terhadap variabel layanan (X5) Frekuensi Tanggapan Responden Total Pernyataan Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3 Skor: 4 STS TS S SS n % n % n % n % n % 1. 2. 3. 0 0 2 0 0 2,1 9 14 22 9,3 65 67 23 23,7 97 100

Skor ratarata 3,144 3,059 2,906

14,4 63 64,9 20 20,6 97 100 22,7 56 57,7 17 17,5 97 100

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.12 dapat disimpulkan: 1. Pada indikator pertama, dari 97 responden terdapat 67% yang menyatakan setuju bahwa bengkel Astra Honda Motor memberikan layanan pemeliharaan kendaraan yang

memuaskan, sedangkan 20,6% menyatakan sangat setuju, dan 9,3% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata

responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan bengkel Astra Honda Motor memberikan layanan pemeliharaan kendaraan yang memuaskan, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,144 yang berada pada interval 2,50-3,24.

2. Pada indikator kedua, dari 97 responden terdapat 64,9% yang menyatakan setuju bahwa bengkel Astra Honda Motor memberikan layanan perbaikan kendaraan yang memuaskan, sedangkan 20,6% menyatakan sangat setuju, dan 14,4% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan bengkel Astra Honda Motor memberikan layanan perbaikan kendaraan yang memuaskan, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,059 yang berada pada interval 2,50-3,24. 3. Pada indikator ketiga, dari 97 responden terdapat 57,7% yang menyatakan setuju bahwa mekanik sepeda motor Honda ramah dalam menyambut pelanggan, sedangkan 22,7% menyatakan tidak setuju, 17,5% menyatakan sangat setuju, dan 2,1% menyatakan menyatakan sangat tidak setuju. Rata-rata

responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan mekanik sepeda motor Honda ramah dalam menyambut pelanggan, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 2,906 yang berada pada interval 2,50-3,24. f. Tanggapan responden terhadap variabel keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y) Tanggapan responden terhadap variabel keputudan penggunaan sepeda motor Honda dapat dilihat pada Tabel 4.13 berikut ini:

Tabel 4.13 Tanggapan responden terhadap variabel keputusan penggunaan (Y) Frekuensi Tanggapan Responden Total Skor Pernyataan Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3 Skor: 4 rataSTS TS S SS n % rata n % N % n % n % 1. 0 0 9 9,3 64 66 24 24,7 97 100 3,154 2. 3. 0 0 0 0 7 20 7,2 20,6 72 59 74,2 60,8 18 18 18,6 18,6 97 97 100 100 3,114 2,98

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.13 dapat disimpulkan: 1. Pada indikator pertama, dari 97 responden terdapat 66% yang menyatakan setuju bahwa menggunakan sepeda motor Honda merupakan pilihan yang tepat, sedangkan 24,7% menyatakan sangat setuju, dan 9,3% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan menggunakan sepeda motor Honda merupakan pilihan yang tepat, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,154 yang berada pada interval 2,50-3,24. 2. Pada indikator kedua, dari 97 responden terdapat 74,2% yang menyatakan setuju bahwa merasa puas menggunakan sepeda motor Honda, sedangkan 18,6% menyatakan sangat setuju, dan 7,2% menyatakan menyatakan tidak setuju. Rata-rata

responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan merasa puas menggunakan sepeda motor Honda, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 3,114 yang berada pada interval 2,50-3,24.

3. Pada indikator ketiga, dari 97 responden terdapat 60,8% yang menyatakan setuju akan mereferensikan sepeda motor Honda kepada orang lain, sedangkan 20,6% menyatakan tidak setuju, dan 18,6% menyatakan sangat setuju. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap pernyataan

mereferensikan sepeda motor Honda kepada orang lain, ini bisa dilihat dari nilai rata-rata responden sebesar 2,98 yang berada pada interval 2,50-3,24. 2. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan dengan maksud meramalkan bagaimana keadaan variabel dependen atau variabel terikat, bila dua atau lebih variabel independen atau variabel bebas dinaik atau diturunkan nilainya (Sugiyono, 2008:210) Penelitian ini memperhitungkan variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, distribusi, promosi, dan layanan untuk mengetahui berapa besar pengaruhnya dan pengaruh postif atau negatif dari kelima variabel tersebut terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan). Model persamaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2xX2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e Analisis regresi linier berganda pada penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS 17,0 for Windows, dapat dilihat pada Tabel 4.14 berikut

Tabel 4.14 Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 X3 X4 X5 a. Dependent Variable: Y Unstandardized Coefficients B 0,059 0,148 0,174 0,094 0,162 0,212 Std. Error 0,978 0,049 0,095 0,085 0,089 0,087 0,277 0,075 0,100 0,157 0,240
a

Standardized Coefficients Beta

t 0,060 3,018 1,831 1,106 1,812 2,443

Sig. 0,952 0,003 0,070 0,272 0,073 0,016

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada hasil pengolahan data seperti terlihat pada Tabel 4.14 kolom Unstandardized Coefficients bagian B diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 0,059 + 0,148X1 + 0,174X2 + 0,094X3 + 0,162X4 + 0,212X5 Pada persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Konstanta (a) = 0,059. Ini menunjukkan nilai konstan, dimana jika variabel produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) = 0, maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y) = 0,059. b. Koefisien X1 (b1) = 0,148. Ini berarti bahwa variabel produk (X1) berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Atau dengan kata lain jika variabel produk (X1) ditingkatkan sebesar satu satuan, maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda bertambah sebesar 0,148. c. Koefisien X2 (b2) = 0,174. Ini berarti bahwa variabel harga (X2) berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan sepeda motor

Honda. Atau dengan kata lain jika variabel harga (X2) ditingkatkan satu satuan, maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda bertambah sebesar 0,174. d. Koefisien X3 (b3) = 0,094. Ini berarti bahwa variabel distribusi (X3) berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Atau dengan kata lain jika variabel distribusi (X3) ditingkatkan satu satuan, maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda bertambah sebesar 0,094. e. Koefisien X4 (b4) = 0,162. Ini berarti bahwa variabel promosi (X4) berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Atau dengan kata lain jika variabel promosi (X4) ditingkatkan satu satuan, maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda bertambah sebesar 0,162. f. Koefisien X5 (b5) = 0,212. Ini berarti bahwa variabel layanan (X5) berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Atau dengan kata lain jika variabel layanan (X5) ditingkatkan satu satuan, maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda bertambah sebesar 0,212. 3. Pengujian Hipotesis a. Uji Signifikan Parsial (Uji-t) Uji-t dilakukan untuk menguji secara parsial atau individual apakah variabel bebas yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) mempunyai pengaruh

yang positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y). Model hipotesis yang digunakan dalam uji-t ini adalah: Ho : b1 = 0 Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) terhadap variabel terikat (Y). Ho : b1 ≠ 0 Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) terhadap variabel terikat (Y) Kriteria pengambilan keputusan : H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5% Ha diterima jika thitung > ttabel pada α = 5% Besarnya nilai thitung akan diperoleh dengan bantuan Software SPSS 17,0 for windows, yang kemudian dibandingkan nilainya akan dibandingkan dengan nilai ttabel pada tingkat α = 5% dan
df (penyebut) = n – k = 97 – 6 = 91, keterangan, n : jumlah sampel penelitian = 97 k : jumlah variabel bebas dan terikat = 6

diperoleh ttabel = 1,653

Tabel 4.15 Hail Uji-t
Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 X3 X4 X5 a. Dependent Variable: B 0,059 0,148 0,174 0,094 0,162 0,212 Std. Error 0,978 0,049 0,095 0,085 0,089 0,087 0,277 0,175 0,100 0,157 0,240
a

Standardized Coefficients Beta t 0,060 3,018 1,831 1,106 1,812 2,443 Sig. 0,952 0,003 0,070 0,272 0,073 0,016

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.13 dapat disimpulkan: 1. Variabel produk (X1) berpengaruh secara postif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y), hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,003 < 0,05 (α = 5%) dan thitung (3,018) > ttabel (1,653), artinya jika ditingkatkan variabel produk (X1) sebesar satu satuan maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y) akan meningkat sebesar 0,148 satuan. Hal ini berarti variabel produk pada sepeda motor Honda yang terdiri dari irit, bermesin bandel, ramah lingkungan, memiliki tarikan yang spontan, nyaman dikendarainya, desainnya yang pada umumnya sesuai dengan postur orang Indonesia dan suku cadangnya mudah ditemukan, berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Oleh karena itu, PT. Astra Honda Motor harus bisa mempertahankan

keunggulan produk sepeda motor ini.

2. Variabel harga (X2) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda, hal ini terlihat dari signifikansi 0,07 > 0,05 (α = 5%) dan thitung (1,831) > ttabel (1,653), artinya walaupun ditingkatkan varibel harga (X2) sebesar satu satuan maka keputusan

penggunaan sepeda motor Honda (Y) tidak akan meningkat sebesar 0,174. Hal ini berarti variabel harga yang terdiri dari harga yang relatif terjangkau, lebih murah, dan harga mampu bersaing dari merk lain tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Oleh karena itu, PT. Astra Honda Motor harus melakukan penyesuaian harga agar mampu bersaing dengan sepeda motor merk lain. 3. Variabel distribusi (X3) tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda, hal ini terlihat dari signifikansi 0,272 > 0,05 (α = 5%) dan thitung (1,106) < ttabel (1,653), artinya walaupun ditingkatkan varibel distribusi (X3) sebesar satu satuan maka keputusan

penggunaan sepeda motor Honda (Y) tidak akan meningkat sebesar 0,094. Hal ini berarti variabel distribusi yang terdiri dari showroom mudah dijangkau, tersebar luas, dan tersedia berbagai varian motor Honda tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Oleh karena itu, PT. Astra Honda Motor harus melakukan penataan ulang letak showroom agar tidak terkonsentrasi hanya dipusat

kota saja melainkan membangun sampai ke pelosok kota jika dianggap perlu. 4. Variabel promosi (X4) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda, hal ini terlihat dari signifikansi 0,073 > 0,05 (α = 5%) dan thitung (1,812) > ttabel (1,653), artinya walaupun ditingkatkan varibel promosi (X4) sebesar satu satuan maka keputusan

penggunaan sepeda motor Honda (Y) tidak akan meningkat sebesar 0,162. Hal ini berarti variabel promosi yang terdiri dari promosi melalui media elektronik maupun cetak yang relatif gencar, pesan yang disampaikan jelas, dan adanya uang kembali/cashback yang relatif besar, tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Oleh karena itu, PT. Astra Honda Motor harus melakukan inovasi lain mengenai promosi motor Honda. 5. Variabel layanan (X5) berpengaruh secara postif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y), hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,016 < 0,05 (α = 5%) dan thitung (2,443) > ttabel (1,635), artinya jika ditingkatkan variabel layanan (X5) sebesar satu satuan maka keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y) akan meningkat sebesar 0,212 satuan. Hal ini berarti variabel layanan pada sepeda motor Honda yang terdiri dari layanan pemeliharaan, perbaikan, dan keramahan yang diberikan oleh mekanik sepeda motor Honda,

berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Oleh sebab itu, PT. Astra Honda Motor bisa mempertahankan keunggulan layanan sepeda motor ini agar mempunyai keunggulan kompetitif dan mampu bersaing dengan motor merk lain, tidak hanya dari segi produknya saja. b. Uji Signifikan Simultan (Uji-F) Uji-F dilakukan untuk menguji secara simultan atau bersamasama apakah variabel bebas yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y). Model hipotesis yang digunakan dalam uji-t ini adalah: Ho : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = 0 Artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) terhadap variabel terikat (Y). Ho : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 Artinya secara bersama-sama terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) terhadap variabel terikat (Y). Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:

df (pembilang) = k – 1 df (penyebut) = n – k keterangan, n : jumlah sampel penelitian = 97 k : jumlah variabel bebas dan terikat = 6 Sehingga diperoleh : 1. df (pembilang) = k – 1 2. df (penyebut) = n – k df (pembilang) = 6 – 1 = 5 df(penyebut) = 97 – 6 = 91

Besarnya Fhitung akan diperoleh dengan bantuan software SPSS 17,0 for windows, kemudian akan dibandingkan dengan nilai Ftabel pada tingkat α = 5% Kriteria pengambilan keputusan : H0 diterima jika Fhitung < ttabel pada α = 5% Ha diterima jika Fhitung > ttabel pada α = 5% Tabel 4.16 Hasil Uji-F
Z b ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 90,409 79,653 170,062 df 5 91 96 Mean Square 18,082 0,875 F 20,658 Sig. ,000
a

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.16 dapat dilihat hasil perolehan Fhitung pada kolom F yakni sebesar 20,658 > dari nilai Ftabel yakni sebesar 2,31 pada tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 (α = 5%). Kriteria pengujian hipotesis jika Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 (tingkat kesalahan α = 5%) maka Ho ditolak, artinya variabel bebas yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), distribusi

(X3), promosi (X4), dan layanan (X5) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. c. Pengujian Koefisien Determinasi (R2) Pengujian Koefisien Determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Koefisien determinasi (R2) berkisar antar 0 sampai dengan 1 (0 ≤ R2 ≤ 1). Hal ini berarti bila R2 = 0, menunjukkan tidak adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dan bila R2 mendekati 1, menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Tabel 4.17 Pengujian Koefisien Determinasi
Model Summary Model 1 R a 0,729
b

R Square 0,532

Adjusted R Square 0,506

Std. Error of the Estimate 0,936

Sumber: Hasil pegolahan SPSS 17,0 (Februari 2010) Pada Tabel 4.17 dapat disimpulkan: 1. R sebesar 0,729 berarti hubungan antara antara produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda sebesar 72,9%. Hal ini berarti hubungannya erat. 2. Adjusted R2 sebesar 0,506 berarti 50,6% faktor-faktor keputusan penggunaan sepeda motor Honda dapat dijelaskan oleh produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5), sedangkan sisanya sebesar 49,4% dapat dijelaskan faktor-faktor yang tidak diteliti oleh penelitian ini.

3. Standard Error of the Estimated 0,936 artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Standard Error of the Estimated juga bisa disebut standar deviasi. Standard Error of the Estimated pada penelitian ini sebesar 0,936, semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) yang mempengaruhi keputusan penggunaan sepeda motor Honda (Y) (Studi kasus mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan). Hasil penelitian menemukan bahwa: 1. Variabel produk (X1) dan layanan (X5) secara parsial atau individual berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda, variabel harga (X2) dan promosi (X4) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda, sedangkan variabel distribusi (X3) tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. 2. Variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan sepeda motor Honda. 3. Variabel produk (X1) merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan penggunaan sepeda motor Honda.

4. Keputusan penggunaan sepeda motor Honda dapat dijelaskan oleh produk (X1), harga (X2), distribusi (X3), promosi (X4), dan layanan (X5) sebesar 50,6%, sedangkan sisanya sebesar 49,4% dapat dijelaskan faktor-faktor yang tidak diteliti oleh penelitian ini.

B. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah didapat dari hasil penelitian, maka penulis dapat memberikan saran atau masukan sebagai berikut: 1. Pihak manajemen PT. Astra Honda harus memperhatikan dan memperbaiki kelemahan dari sisi distribusi sepeda motor Honda karena dari hasil penelitian terlihat bahwa variabel distribusi tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan

penggunaan sepeda

motor Honda. Distribusi

berperan untuk

memperlancar dan mempermudah penyampaian produk dari produsen kepada konsumen. Seorang calon konsumen juga mempertimbangkan kemudahan dalam mendapatkan produk yang diinginkannya. 2. Pihak manajemen PT. Astra Honda harus melakukan pengawasan rutin dan meyeluruh terhadap kelayakan produk-produk Honda yang ditawarkan, sehingga konsumen akan selalu merasa aman dan puas terhadap produk-produk sepeda motor Honda. 3. Pihak manajemen PT. Astra Honda Motor harus mempertahankan penetapan harga yang kompetitif untuk mempertahankan posisi tawar sepeda motor Honda. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang

menunjukkan bahwa harga merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan penggunaan sepada motor Honda.

DAFTAR PUSTAKA

Angiopora, Marius P. 1999. Dasar-dasar Pemasaran. Jakarta: Edisi pertama, Cetakan pertama, Raja Grafindo Perkasa Arikunto, Marius P. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Edisi kelima, Riheka Cipta Assauri, Sofyan. 2007. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Edisi pertama, Cetakan kedelapan, Raja Grafindo Persada Hasan, Ali. 2008. Marketing. Jakarta: Edisi pertama, Cetakan pertama, MedPress Iwan. 2008. Pengaruh Bauran Pemasaran yang terdiri dari Produk, Harga, Promosi, dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda pada PT. Bangun Setia Perkasa (BSP) di Manado. Skripsi Ekonomi Manajemen, Universitas Sam Ratulangi Kotler dan Susanto. 2000. Manajemen Pemasaran di Indonesia. Jakarta: Edisi pertama, Cetakan kedelapan, Salemba Empat Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Ekonomi dan Bisnis. Jakarta: Erlangga Lioni, Niki Samosir. 2007. Pengaruh persepsi Kualitas Produk Sepeda Motor Honda Terhadap Minat Beli Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Skripsi Ekonomi Manajemen, Universitas Sumatera Utara Setiadi, Nugroho. 2003. Perilaku Konsumen. Jakarta: Edisi pertama, Preneda Media Group Situmorang, Syafrizal Helmi, Doli M. Jafar, Iskandar Muda, Muslich Lufti, Syahyunan, 2008. Analisis Data Penelitian (Menggunakan Program SPSS). Medan: Terbitan pertama, USU Press Sugiyono, 2007. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Cetakan keduabelas, Alfabeta Suliyanto, 2006. Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: Andi Yogyakarta Sumarni dan Wahyuni, 2006. Metode Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Edisi pertama, Cetakan kedua, Andi Yogyakarta Sunarto, 2004. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Yogyakarta: Edisi kedua, Amus, UST Press & Maheneko Total Design

Supranto dan Limakrisna, 2007. Perilaku Konsumen dan Strategis Pemasaran. Jakarta: Edisi pertama, Cetakan pertama, Mitra Wacana Media http://www.astra-honda.com, diakses oleh Thomas Parulian D. Haloho tanggal 8 Oktober 2009, pukul 21.45 WIB http://www.eriandi.wordpress.com, diakses oleh Thomas Parulian D. Haloho tanggal 10 Oktober 2009, pukul 22.00 WIB http://www.unimed.ac.id, diakses oleh Thomas Parulian D. Haloho, tanggal 12 November 2009, pukul 23.00 WIB

No. Responden : …………

KUESIONER PENELITIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGGUNAAN SEPEDA MOTOR HONDA (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Medan) I. Identitas Peneliti Nama Angkatan/Stambuk Asal Institusi

: Thomas Parulian Deardo Haloho : 2005 : Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara

Terima kasih atas partisipasi Anda dalam mengisi kuesioner ini. Berilah tanda ( √ ) check list sesuai dengan pilihan jawaban Anda pada kolom isian yang tersedia. Peneletian ini dilakukan hanya semata-mata demi ilmu pengetahuan dan kepentingan penulisan skripsi peneliti. II. Identitas Responden Nama Angkatan/Stambuk Lama pemakaian sepeda motor Honda Jenis sepeda motor Honda

: : : …… tahun ......... bulan :

III. Daftar Pernyataan Pernyataan berikut ini berkenaan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penggunaan sepeda motor Honda. Setiap responden hanya diberikan kesempatan memilih satu alternatif jawaban. Ada 4 (empat) alternatif jawaban yang disediakan, dan masing-masing bobot nilai dari setiap jawaban adalah : Sangat Setuju : diberi skor 4 Setuju : diberi skor 3 Tidak Setuju : diberi skor 2 Sangat Tidak Setuju : diberi skor 1 A. Variabel Produk No. Pernyataaan SS S TS STS 1. Nyaman mengendarai sepeda motor Honda 2. Desain sepeda motor Honda relatif sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia pada umumnya 3. Konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda irit 4. Gas buang sepeda motor Honda ramah lingkungan 5. Daya tahan mesin sepeda motor Honda handal 6. Tarikan mesin sepeda motor Honda spontan 7. Suku cadang sepeda motor Honda mudah

ditemukan B. Variabel Harga No Pernyataan SS 1. Harga sepeda motor Honda relatif terjangkau 2. Harga sepeda motor Honda lebih murah dari merk lain yang sejenis 3. Harga sepeda motor Honda mampu bersaing dengan merk lain yang sejenis C. Variabel Distribusi No Pernyataan SS 1. Showroom sepeda motor Honda mudah dijangkau 2. Showroom sepeda motor Honda tersebar luas 3. Showroom menyediakan berbagai varian (jenis maupun tipe) sepeda motor Honda D. `Variabel Promosi No Pernyataan SS 1. Promosi mengenai sepeda motor Honda relatif gencar dilakukan melalui media elektronik maupun cetak 2. Pesan yang disampaikan mengenai sepeda motor Honda mudah dimengerti 3. Astra Honda Motor memberikan uang kembali/cash back yang relatif besar pada pembayaran tunai E. Variabel Layanan No Pernyataan SS 1. Bengkel Astra Honda Motor memberikan layanan pemeliharaan kendaraan yang memuaskan 2. Bengkel Astra Honda Motor memberikan layanan perbaikan kendaraan yang memuaskan 3. Mekanik sepeda motor Honda ramah dalam meyambut pelanggan F. Variabel Keputusan Penggunaan Sepeda Motor Honda No Pernyataan SS 1. Menggunakan sepeda motor Honda merupakan pilihan yang tepat 2. Anda merasa puas menggunakan sepeda motor Honda 3. Anda mereferensikan sepeda motor Honda kepada orang lain

S

TS

STS

S

TS

STS

S

TS

STS

S

TS

STS

S

TS

STS

TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA

SUKSES BUAT ANDA

DATA KUESIONER UJI VALIDITAS DAN REABILITAS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 P1 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 1 4 3 4 4 3 2 4 3 P2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 4 3 4 4 2 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 3 4 P3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 2 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 P4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 1 3 3 4 1 4 3 4 3 3 3 4 3 P5 4 4 3 4 3 4 3 4 1 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2 4 2 P6 3 4 4 4 3 4 3 4 1 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 P7 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 2 3 4 4 2 3 3 4 4 3 4 4 4 P8 4 2 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 4 4 4 2 4 2 1 4 4 3 4 4 3 3 2 P9 4 4 3 4 3 4 4 2 2 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 2 3 3 3 4 4 3 4 4 2 P10 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 1 P11 4 4 3 4 3 4 3 4 2 3 4 2 3 4 3 4 3 3 2 3 2 3 4 3 4 4 3 4 4 3 P12 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 1 3 3 4 4 3 3 3 4 P13 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 1 4 3 3 4 3 3 2 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 P14 4 3 4 4 3 4 4 4 1 3 4 2 4 3 3 4 3 4 3 4 4 1 4 3 4 4 4 3 4 3 P15 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 P16 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 4 2 4 4 4 3 4 4 3 3 P17 4 4 3 3 3 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 P18 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 P19 3 4 2 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 3 4 2 4 4 3 4 4 4 P20 4 4 3 4 3 4 4 4 1 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 P21 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 2 P22 3 4 3 4 3 4 3 4 2 1 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 1

DATA KUESIONER PENELITIAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 P1 1 4 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 P2 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 1 1 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 P3 3 2 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 P4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 4 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 4 3 4 P5 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 2 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 P6 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 1 1 4 2 2 4 4 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 P7 4 4 3 3 4 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 2 3 3 4 3 3 P8 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 4 P9 2 2 2 4 4 2 2 2 2 3 1 1 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 4 3 3 P10 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 P11 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 P12 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 4 P13 4 4 3 4 3 3 4 4 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 P14 2 2 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 2 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 P15 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 P16 3 3 2 4 2 3 4 3 2 3 2 2 4 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 P17 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 P18 4 4 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 P19 4 4 2 3 3 3 3 2 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 1 2 3 3 3 3 3 P20 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 P21 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 P22 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59

3 3 2 4 4 3 4 4 2 3 2 1 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4

4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 3 4 3 2 3 3

4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4

4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

2 2 3 3 3 3 4 3 2 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 2 4 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3

4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4

3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 1 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 4 3 4

3 2 2 3 3 3 4 2 2 3 2 4 3 2 3 3 3 4 4 2 4 3 2 3 4 3 1 2 3 3 3

3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2

4 3 1 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 2 3 3 4 3 2

4 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3

3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 2

3 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3

3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 2 2 3 4

2 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 4

3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 2 3 3 4

3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3

2 2 1 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3

3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2

3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 4

60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90

3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3

3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 3 2 2 3 3 3

3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3

2 4 2 3 3 4 3 3 2 4 4 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3

3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3

3 2 2 2 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2

3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3

3 2 3 3 2 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3

3 2 3 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3

3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3

3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3

3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3

3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2

3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3

3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3

3 2 4 2 2 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3

3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3

3 4 3 2 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 4 2 4 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3

3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 4 3 2 2 4 3 3

3 3 4 2 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 3

3 3 3 2 3 4 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 4 3 4 2 2 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3

91 92 93 94 95 96 97

3 4 3 2 3 4 3

3 4 3 3 3 3 4

3 4 4 3 3 3 2

2 4 2 3 3 3 2

3 4 2 2 3 3 3

3 2 2 2 3 3 2

3 4 3 4 3 3 2

2 4 2 3 3 4 3

3 3 3 3 4 3 3

2 4 3 3 3 3 3

2 3 2 4 3 3 3

2 3 3 4 3 3 2

2 3 3 3 2 4 2

3 4 3 3 3 4 4

3 2 2 3 4 3 4

2 2 3 3 3 2 3

2 2 2 4 3 3 2

2 2 2 4 3 4 3

2 3 2 4 4 3 3

2 3 2 3 3 4 2

2 3 2 2 3 3 3

2 3 3 3 4 2 2