Hubungan Masyarakat

Kedudukan dan Peran Humas dalam Organisasi

SKOM4103 - Ratih Dian Saraswati – 23 September 2012

2

3

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM

4

A. Elemen-elemen dan Cara Kerja Sistem
• Grunig dan Hunt (1984)

Environment

Sistem

Boundary

Input

Throughput

Output

Feedback

5

Implikasi (menurut Kreps, 1986):
1. Saling ketergantungan menunjukkan antara satu bagian dengan bagian yang lain saling berhubungan dan dikoordinasikan melalui komunikasi. 2. Dalam pendekatan sistem ditunjukan bagaimana keterbukaan membawa implikasi bagi organisasi untuk menyadari adanya perubahan lingkungan. 3. Adanya beberapa level organisasi dalam organisasi itu sendiri, yaitu level internal dan eksternal, termasuk arti penting saluran komunikasi internal dan eksternal serta bagaimana kedua saluran itu digunakan bersama. 4. Organisasi tidak bisa bersifat statis, tetapi dinamis dikarenakan adanya adaptasi dan inovasi dalam organisasi.

6

1. Sistem TERTUTUP
Sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya (sekitarnya).

2. Sistem TERBUKA
Humas sebagai boundary spanner.
Organisasi

SISTEM
Produksi
Humas Manajemen Humas

Pemasaran

SDM

Litbang

Lingkungan

7

B. Paradigma dalam Organisasi
organisasi harus sejak awal menyadari bahwa hubungan antara dirinya dengan lingkungan adalah hubungan yg saling menguntungkan, seimbang, serta berazaskan komunikasi dua arah yg saling timbal balik  agar organisasi dapat bertahan dan eksis.

masih dibutuhkan WORLD VIEW = PARADIGMA adalah semacam paradigma yg dianut oleh masyarakat (Grunig dan White, 1992).

pardigma yg ASIMETRIS

paradigma yg SIMETRIS

8

Paradigma Asimetris
• Internal Orientation
tidak pernah mencari tahu.

• Closed System
tidak pernah berusaha mencari feedback.

• Efficiency
dengan mengorbankan inovasi.

• Elitism
pimpinan yg paling tahu dan yg paling bijak.

• Conservatism
organisasi enggan berubah.

• Tradition
bergantung pada tradisi akan membawa stabilitas dan rasa nyaman.

• Central Authority
kekuasaan hanya terkonsentrasi pada segelintir orang yg ada di puncak pimpinan.

9

Paradigma Simetris
• Interdependence
menyadari bahwa ia tidak bisa mengisolasi diri.

• Moving equilibrium
harus siap dengan kondisi yg selalu bergerak.

• Equity
atas dasar persamaan.

• Autonomy
pemberian otonomi pada karyawan.

• Innovation
fleksibel dan luwes dalam menghadapi adanya gagasan-gagasan baru.

• Decentralization of management

para manejer berperan lebih sebagai koordinator.
• Responsibility memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. • Conflict resolution

terbuka adanya konflik.

10

KEDUDUKAN HUMAS DALAM ORGANISASI

11

A. Keberadaan Humas dalam Organisasi
1. Secara Fungsional
 

State of being Method of communication

2. Secara Struktural

12

B. Faktor Keberadaan Humas dalam Organisasi
1. Besar kecilnya organisasi  SDM, dana dan fasilitas. 2. Kemauan Pemimpin.
Board of Directors CEO

Vice President Marketing

Vice President Human Resource

Vice President Finance and Development

Vice President Public Relation

13

C. Peranan Humas dalam Organisasi
(Grunig dan Hunt, 1984)

TEKNISI (pelaksana) 1. Expert prescriber 2. Communicator facilitator

MANAJER (merencenakan, mengelola, memberikan saran dan membuat keputusan)

3. Problem solving process facilitator

Peranan di tingkat menengah (Dozier): 1. Media relation role 2. Communication and liaison role

14

HUBUNGAN KERJA HUMAS DENGAN BAGIAN LAIN DALAM ORGANISASI

15

A. Sumber Daya Manusia (SDM)
1. Perekrutan pegawai baru 2. Pemutusan hubungan kerja 3. Mutasi 4. Promosi jabatan 5. Pengembangan ketrampilan dan pelatihan

16

B. Hukum

Pendekatan • Bersifat represif Hukum Pendekatan • Lebih manusiawi dan akomodatif Humas

17

C. Pemasaran  Marketing Public Relations (MPR)
• Reputasi perusahaan sebagai produsen bisa mendorong keberhasilan penjualan. • Pengenalan terhadap profil perusahaan. • Pendidikan bagi calon konsumen.

• Community relationships

18

Pertanyaan mengenai materi atau tugas ditunggu sampai hari Rabu setiap minggunya^^

수고 하섰어요!