Askep Keluarga Pada Anak Usia Prasekolah

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Pada usia prasekolah anak mengalami lompatan kemajuan yang menakjubkan. Tidak hanya kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional. Anak usia prasekolah ini sedang dalam proses awal pencarian jati dirinya. Beberapa prilaku yang dulunya tidak ada, sekarang muncul. Secara fisik dan psikis usia ini adalah usia yang rentan berbagai penyakit yang akan mudah menyerang anak usia ini dan menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang jika kondisi kesehatan anak tidak ditangani secara baik oleh para praktisi kesehatan yang juga usaha-usaha pencegahan adalah usaha yang tetap paling baik dilakukan. Berkaitan dengan uraian diatas maka dalam makalah ini penulis menguraikan beberapa masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada anak usia ini serta usaha pencegahan dan penanganannya terutama yang berkaitan dengan tindakan keperawatan dan menyangkut satu masalah yang paling menonjol sehingga muncul satu diagnosa keperawatan. Tujuan Penyusunan makalah ini bertujuan untuk : 1. Mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan anak usia prasekolah 2. Mempelajari asuhan kerperawatan keluarga pada anak usia prasekolah 3. Untuk menamba pengetahuan tentang asuhan keperawatan keluarga khusunya pada anak usia prasekolah Manfaat Penyusun mengharapkan makalah ini bermanfaat : 1. Bagi mahasiswa agar sebagai perawat nantinya bisa mengaplikasikan ilmu tersebut atau menerapkannya dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan baik dan benar. 2. Bagi para pembaca, sebagai bahan bacaan dan referensi.

pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah atau ukuran sel tubuh yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh (Supartini. B. 1. jumlah. Yupi : 2004). Definisi keluarga 1. dan tinggal dalamsebuah rumah tangga. Tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah 1. Friedman (1998) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individual memepunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Burgess dan Locke (1992) Keluarga adalah unit sosial terkecil dari individu-individu yang diikat oleh perkawinan (suami-istri). Peraturan Pemerintah no. baik anaknya sendiri atau adopsi. 3.21 tahun 1994 tentang penyelenggaraan pembangunan keluarga sejahtera Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. Perubahan ukuran atau nilai-nilai yang memberikan ukuran tertentu dalam kedewasaan Menurut Whaley dan Wong. . atau suami. ukuran atau dimensi tingkat sel. Sayekti (1994) Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak. organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (kg/gr) atau ukuran panjang (meter/centimeter)(Soetjiningsih : 1998). Definisi tumbuh kembang pada anak a) Pertumbuhan (Growth) Berkembangan dengan perubahan dalam besar. Keluarga adalah sekelompok manusia yang para warganya ter ikat dengan jalur keturunan. atau istri dengan anaknya. istri dan anaknya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. suami dan anaknya. 2. darah atau adopsi (orang tua-anak). dan dalam kasus keluarga luas terlihat adanya nenek atau kakek dengan cucu.

Yupi: 2004). 3. perkembangan manitik beratkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran ( Supartini. Penggunaan tangan primer terbentuk.5 kg per tahun. dan BAB. Perkembangan psikoseksual ( Sigmund Freud ) . Orang tua dan penberi pelayanan perlu membuat asaha secara sadar untuk membantu anak prasekolah mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan mencegah defisiensi dan kelebihan. seperti mandi. Perpanjangan tungkai kaki menghasilkan penampilan yang lebih kurus.b) Perkembangan (Development) Menurut Whaley dan Wong. Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya. panjang mereka menjadi dua kali lipat panjang lahir pada usia 4 tahun. Kekurangan nutrisi umunya terjadi pada anak-anak berusia dibawah 6 tahun adalah kekurangan vitamin A dan C serta zat besi. walaupun anak laki-laki sedikit lebih besar dengan lebih banyak otot dan kurang jaringan lemak. Pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah a) Pertumbuhan Beberapa aspek pertumbuhan fisik terus menjadi stabil dalam tahun prasekolah. 2. Berat badan anak meningkat kira-kira 2. Kepala sudah mencapai 90% dari ukuran orang dewasa pada ulang tahun ke enam. menggosok gigi.) Perkembangan 1. Konsumsi karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sangat besar dari makanan yang berlemak bisa menimbulkan kegemukan dan menjadikan anak prasekolah dalm kondisi sangat lapar. minum. TD meningkat sedikit ke nilai rata-rata 95/58mmH. Prasekolah bertumbuh 2-3 inci per tahun. 2. makan. Perbedaan kecil terjadi antara jenis kelamin. Mulai memahami waktu. Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri. hampir 6 kali berat badan lahir. berat rata-rata pada usia 5 tahun adalah kira-kira 21 kg. b. Waktu rata-rata denyut jantung dan pernapasan menurun hanya sedikit mendekati 90x/menit dan pernapasan 22-24x/menit. Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih komleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan ( Soetjiningsih : 1998). 4.dan berada pada tinggi rata-rata 43 inci pada ulang tahun kelima mereka. BAK.

Anak biasanya banyak meniru perilaku orangdewasa tetapi sudah bisa memberi alasan pada tindakan yang dilakukan. Kemampuan anak berbahasa meningkat. Perkembangan kognitif ( Jean Piaget ) Fase berkembangan kognitif anak usia prasekolah adalah fase praoperasional. Tugas perkembangan anak usia prasekolah . Pemikiran di dominasi oleh apa yang dilihat. Hasil akhir yang diperoleh adalah menghasilkan suatu prestasinya. Selama fase ini. Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas. Karakteristik utama perkembangan intelektual tahap ini didasari sifat egosentris. Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berpretasi. genitalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitif. Anak mulai menggunakan sinbulkata-kata. C. dirasakan dan dengan pengalaman lainnya. Anak mulai mengetahui perbedaan jenis kelamin dengan mengetahui adanya perbedaan jenis kelamin. Perkembangan ini diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui kemampuan bereksplorasi terhadap lingkungannya. b) Intuitive thuoght ( 4-7 tahun ) Anak mampu bermasyarakat namun masih belum mampu berpikir timbal balik. trial dan error dan menginterpretasikan benda/kejadian. mengingat masa lalu. lebih marah.4 tahun ) Anak mengembangkan kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bermasyarakat. Anak mulai mengembangkan sebab-akibat. misalnya mengompol dan menghisap jempol. Inisiatif berkembang dengan teman sekelilingnya. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi. yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya. Fase ini dibagi menjadi 2 yaitu: a) Prokonseptual ( 2.Fase berkembangan psikoseksual untuk anak usia sekolah masuk pada fase falik. Negatif : Memegang genetalia Oedipus compleks Positif : Egosentris: sosial interaksi Mempertahankan keinginan Perkembangan psikososial ( Eric Ericson ) Fase perkembangan psikososial pada anak usia prasekolah adalah inisiatf vs rasa bersalah. mengalami regresi. sekarang dan yang akan datang.

Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus dipenuhi. Mengajukan banyak pertanyaan. Tugas perkembangan keluarga dengan anak usia prasekolah 1. mengatasi masalah. Ketrampilan bahsa makin baik 3. dan mengapa? 4. Pemecahan masalah sedarhana. bagaimana. agrsif 8. tetapi silit uintuk menangkapnya 9. Kelompok meningkat kepentingannya 6. Mengendarai sepeda dengan dua atau tiga 3. menggunakan fantasi untuk memahami. Motorik 1. Bahasa dan kognitif 1. Meningkatnya kemampuan bergerak dan koordinasi jadi lebih mudah 2. Upaya untuk menciptakan diri sendiri seperti orang tuanya. Membanggakan. tetapi mandiri 2. D. Menerima peran sesuai jenis kelaminnya 7. Pengrusakan diri 2. Melempar bola. Dikebiri 3. apa. Menggali lingkungan atas hasil prakarsanya 3. Personal / sosial 1. mempunyai perasaan yang tidak dapat dirusak 4. tak dikenal. Ketakutan 1. 2. Objek bayangan.1. . Egosentrik 2. Keluarga merupakan kelompok utama 5. Ketidaktahuan 5. Gelap 4. Membantu anak untuk bersosialis 2.

o Keluarga • • Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek o Umur Masa prenatal. faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang. dan masa remaja merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan cepat dibandingkan dengan masa lainnya. o Jenis kelamin • • Wanita akan mengalami pubertas lebih dahulu dibandingkan laki-laki o Kelainan kromosom Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan. Menurut Soetjiningsih (2002). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang Pola pertumbuhan dan perkembangan secara normal antara anak yang satu dengan yang lainnya pada akhirnya tidak selalu sama. Faktor dalam (internal): 1. masa bayi. Pengaruh hormon Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal. Pembagian waktu untuk individu. atau bangsa • Tinggi badan orang Eropa akan berbeda dengan orang Indonesiaatau bangsa lainnya. E. yaitu saat janin berumur empat bulan. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar) 4. Pembagian tanggung jawab anggota keluarga 6. gigi.3. Genetika o Perbedaan ras. Selain itukelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang. Pada saat itu terjadi pertumbuhan yang cepat. dan otak. pasangan dan anak 5. dengan demikian postur tubuh tiap bangsa berlainan. 2. misalnya sindrom down. . Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. etnis. yaitu: 1. Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. karena dipengaruhi oleh interaksi banyak faktor.

dan obat-obatan BAB III TINJAUAN KASUS Masalah-masalah Kesehatan Yang Timbul Pada Anak Usia Prasekolah. Sumber : Makanan basi. nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin. dan pascanatal.2. psikologis. misalnya club foot Toksin. beracun. endokrin. radiasi Kelainan endokrin Infeksi TORCH atau penyakit menular sesksual Kelainan imunologi Psikologis ibu 2. alergi . lingkungan fisik dan kimia. Faktor pascanatal • Seperti lainnya pada masa prenatal. zat kimia. Faktor lingkungan Faktor kelompok yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga. stimulasi. posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan conginetal. Faktor pranatal • • • • • • • • Gizi. kelahiran. terutama selama trimester akhir kehamilan Mekanis. seperti : Diare (Gastroenterologi) Agen pembuka : Bakteri dan virus. sosioekonomi. Faktor kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forcep dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak. faktor yang berpengaruh terhadap TUMBANG anak adalah gizi. 3. 1. yaitu pranatal. penyakit kronis/ kelainan konginetal. lingkungan pengasuhan.

anorexia. gelisah. pada tingkatan lesi kulit yang lebih rendah. vesikel dan kerak kulit) hadir dalam tingkatan berbeda dalam waktu yang sama. Manifestasi Klinis : Tahap Awal : Demam ringan. mulai muncul makula. Ketiga tahapan (Papula. Distribusi : . dengan cepat berkembang menjadi papula dan menjadi vesikel (dikelilingi oleh dasar eritematosus menjadi gelembung. Masa Penularan : Biasanya 1 hari setelah erupsi lesi (masa awal) sampai 6 hari setelah banyak muncul vesikel ketika kerak kulit terbentuk. Masa Inkubasi : 2 –3 minggu biasanya 13-17 hari.mudah pecah dan membentuk (kerak).terhadap makanan Masa Inkubasi : Bayi : BAB ≥ 3x / 24 jam Anak : BAB ≥ 3x / 24 jam Manifestasi Klinis : Bayi dan anak menjadi cengeng. malaise. Transmisi : Kontak langsung terkontaminasi oleh objek penularan. ruam dan gatal sekali. suhu tubuh meninggi cair dan mungkin disertai dengan lendir atau darah. Variacela (cacar air) Agen pembawa : Variacell Zooster Sumber : Sekresi primer saluran pernafasan dan organ terinfeksi. pertama kali 24 jam.

Rubeola (campak) Agent pembawa : Virus Sumber : Sekresi saluran nafas. Lharyngeal : Demam : serak. Masa inkubasi : 10 – 20 hari. dyspnieu. tanpa ada tanda awal. tenggorokan sakit. membran melembut. Difhteria Manifestasi Klinis : Bervariasi menurut lokasi anatomi Pseudomembran. potensial penghambatan jalan udara. Tonsilar/pharyingeal : Malaise. retraksi. sedikit demam. putih atau abu-abu. iritasi dari gatal-gatal. cyanosis. Nasal : Menyerupai flu. Manifestasi klinis : .Sentripetal. menyebar ke wajah dan tubuh tapi jarang pada tungkai dan lengan. timbulnya limfadenitis jika penyakitnya parah timbul toximea. batuk. dan meninggal dalam 6-10 hari. Periode penularan : Dari 4.5 hari setelah ruam-ruam muncul tetapi terutama selama tahapan awal (catharal). Gejala : Elevasi suhu dari limfadenopaty. pulse meningkat dari yang diharapkan selama 24 jam. anorexia. gelisah. Transmisi : Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. nasal mengeluarkan serosanguineous mukous purulent tanpa gejala-gejala pokok: tampak seperti epistaksis. septik syok.darah dan urine dari orang yang terinfeksi.

biasanya hilang pada hari ketiga. sakit kepala. anorexia. Ruam : Pertama kali muncul di wajah dan dengan segera menyebar keleher.Fase prodromal : Tidak dijumpai pada anak-anak. malaise. Paling sedikit 1-5 hari. coryza. Masa inkubasi : 5-21 hari. Diakhiri hari pertama ditutupi dengan bercak-bercak kemerahan makulo pupalar. . batuk dan limfadenopaty. lengan batang tubuh dan kaki. sakit kerongkongan. menghilang 1 hari setelah terjadinya ruam. biasanya 10hari. Perkembangan : Yang paling besar selama catharal (radang selaput lendir) sebelum munculnya (kambuhnya kembali dan menghilang pada minggu ke 4 setelah munculnya kembali gejala penyakit). sakit kepala. namun dijumpai pada remaja dan dewasa yang ditandai dengan demam ringan. Tanda dan gejala : Demam ringan yang muncul kadangkadang. malaise dan limfadenopaty. Penularan : Kontak langsung dan droplet. Pertusis Agent : Bordettela pertusis Sumber : Masuknya dari saluran pernafasan dari seseorang yang terinfeksi. konjungtivitis ringan.

keringat. sianosis.Manifestasi klinik : Stadium kataralis Batuk ringan pada malam hari.Imunisasi . dilatasi pembuluh darah leher dan muka. Stadium konvalensi Pada minggu ke-4 beratnya serangan batuk berkurang nafsu makan timbul kembali. volume diuresis menurun dan gejala penurunan kesadaran o Riwayat Kesehatan Masa Lalu Meliputi pengkajian riwayat : .Feeding . muka merah. ronchi difus mulai menghilang. BAB IV PEMBAHASAN Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Anak Prasekolah yang Menderita Diare A. tinja dapat bercampur lendir dan darah. keluhan lain yang mungkin didapatkan adalah nafsu makan menurun.Post natal . suhu badan meningkat.Prenatal . Pengkajian Pengkajian (Anak Usia 3 Tahun) o Keluhan Utama : Buang air berkali-kali dengan konsistensi encer o Riwayat Kesehatan Sekarang Pada umumnya anak mengeluh buang air cair berkali-kali baik disertai atau tanpa dengan muntah.Penyakit sebelumnya .Natal . anorexia Stadium spasmodik Batuk bertambah berat dan terjadi paroximal berupa batuk-batuk khas.

mulai bisa bersepeda roda tiga. mamakai baju dengan bantuan. B. Usia 3 tahun (toddlers) sudah belajar bermain dengan teman sebaya.d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual). Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi. mencuci tangan sendiri dan menggosok gigi Personal Sosial Sudah belajar bermain dengan teman sebayanya.. Kekurangan volume cairan b. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. 2. Motorik Halus Menggambat lingkaran.d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus. 3. prognosis dan kebutuhan terapi b. salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif. Rencana Keperawatan Dx. Kecemasan keluarga b. o Aktivitas Sehari-Hari • Pada usia 3 tahun sudah diajarkan toilet training.1 Kekurangan volume cairan b/d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual) Tujuan : Kebutuhan cairan akan terpenuhi dengan kriteria tidak ada tanda-tanda dehidrasi Intervensi .d pemaparan informasi terbatas.Alergi . Diagnosa Keperawatan 1.d perubahan status kesehatan anaknya 4.Tumbuh kembang o Riwayat Psikososial Anak sangat menyukai mainannya.Obat–obat terakhir yang didapat . o Pemeriksaan Tingkat Perkembangan • ∼ • ∼ • ∼ Motorik Kasar Sudah bisa naik/turun tangga tanpa dibantu. C. anak sangat bergantung kepada kedua orang tuanya dan sangat histeris jika dipisahkan dengan orang tuanya.

Kolaborasi pelaksanaan terapi definitif Rasional 1. Pertahankan status puasa selama fase akut (sesuai program terapi) dan segera mulai pemberian makanan per oral setelah kondisi klien mengizinkan. 2. 2. Menurunkan kebutuhan metabolic 2. Bantu pelaksanaan pemberian makanan sesuai dengan program diet 4. 3. 3. Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria terjadi peningkatan berat badan Intervensi 1. . Tujuan Intervensi : Keluarga mengungkapkan kecemasan berkurang. Pemberian makanan sesegera mungkin penting setelah keadaan klinis klien memungkinkan. Menilai status hidrasi. Kaji tanda vital.1. Memberikan informasi status keseimbangan cairan untuk menetapkan kebutuhan cairan pengganti. Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti cairan yang keluar bersama feses. Berikan cairan oral dan parenteral sesuai dengan program rehidrasi. tanda/gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium 4. elektrolit dan keseimbangan asam basa 4.2 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus. 4. Pertahankan tirah baring dan pembatasan aktivitas selama fase akut. 3. 2. Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral sesuai indikasi Rasional 1. Memenuhi kebutuhan nutrisi klien 5. 3. Pembatasan diet per oral mungkin ditetapkan selama fase akut untuk menurunkan peristaltik sehingga terjadi kekurangan nutrisi. Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah penyebab diare diketahui Dx. Pantau intake dan output.3 : Kecemasan keluarga b/d perubahan status kesehatan anaknya. Mengistirahatkan kerja gastrointestinal dan mengatasi/mencegah kekurangan nutrisi lebih lanjut Dx.

Tujuan : Keluarga akan mengerti tentang penyakit dan pengobatan anaknya. 3. Rasional 1. Jelaskan tentang proses penyakit anaknya. 4. salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif. tunjukkan sikap ramah tamah dan tulus dalam membantu klien. penyebab dan akibatnya terhadap gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari aktivitas sehari-hari. Membantu mengidentifikasi penyebab kecemasan dan alternatif pemecahan masalah 2. Kaji kesiapan keluarga klien mengikuti pembelajaran. frekuensi dan cara pemberian serta efek samping yang mungkin timbul 4. 2. 2. termasuk pengetahuan tentang penyakit dan perawatan anaknya. Ciptakan lingkungan yang tenang. Tekankan bahwa kecemasan adalah masalah yang umum terjadi pada orang tua klien yang anaknya mengalami masalah yang sama 3. 3. Jelaskan tentang tujuan pemberian obat.1. 2. Pemahaman tentang masalah ini penting untuk meningkatkan partisipasi keluarga klien dan keluarga dalam proses perawatan klien 3. dosis. Meningkatkan kemandirian dan kontrol keluarga klien terhadap kebutuhan perawatan diri anaknya . prognosis dan kebutuhan terapi b/d pemaparan informasi terbatas. Dorong keluarga klien untuk membicarakan kecemasan dan berikan umpan balik tentang mekanisme koping yang tepat. Jelaskan dan tunjukkan cara perawatan perineal setelah defekasi Rasional 1. serta mampu mendemonstrasikan perawatan anak di rumah. Membantu menurunkan stres dengan mengetahui bahwa klien bukan satu-satunya orang yang mengalami masalah yang demikian. Efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kesiapan fisik dan mental serta latar belakang pengetahuan sebelumnya.4 : Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi. Intervensi 1. Mengurangi rangsang eksternal yang dapat memicu peningkatan kecemasan Dx. Meningkatkan pemahaman dan partisipasi keluarga klien dalam pengobatan.

Jakarta: EGC. DAFTAR PUSTAKA Berhman. Depkes RI. Implementasi Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan yang telah direncanakan sebelumnya E. Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Evaluasi Evaluasi merupakan pengukuran keberhasilan sejauh mana tujuan tersebut tercapai. Jakarta : Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. (2006). Asuhan keperawatan keluarga pada anak usia prasekolah lebih mengkhususkan pengkajian pada anak usia prasekolah. bila dalam evaluasi belum teratasi maka dilakukan langkah awal lagi dan seterusnya sampai tujuan tercapai. 2000. BAB V PENUTUP Kesimpulan Asuhan keperawatan keluarga merupakan salah satu bentuk dari asuhan keperawatan yang bersifat komprehensip karena yang dikaji adalah semua anggota keluarga dalam satu rumah. Depkes RI. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. kemudian dilaksanakan dalam implementasi keperawatan lalau dievaluasi.D. Bila ada yang belum tercapai maka dilakukan pengkajian ulang. Untuk itu pengawasan pada anak usia prasekolah sangat penting agar anak tidak terkena penyakit Saran Bagi mahasiswa. Ilmu Kesehatan Anak. kemudian disusun rencana. sebagai perawat nantinya bisa mengaplikasikan ilmu ini atau menerapkannya dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan baik dan benar. Anak usia prasekolah adalah usia yang rentan berbagai macam penyakit. Jakarta: UU RI Nomor 2 Tahun 1999 . (2006).

(2000). Konsep Dasar Keperawatan Anak. Supartini. Jakarta : EGC. Suherman. (2004). Perkembangan Anak. (2005). Jakarta : EGC.Soetjiningsih. Jakarta : EGC. Tumbuh Kembang Anak. .