DAFTAR OBAT ESENSIAL NATIONAL 2005

DIREKTORAL JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR ISI
Daftar Isi Kata Sambutan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 497/MENKES/SK/VII/2006 Tentang Daftar Obat Esensial National 2005 Bab I Bab II Ketentuan Umum Ketentuan Redaksional Halaman i ii iii vii xii

Bab III DAFTAR OBAT ESENSIAL NATIONAL 2005 Bagian Pertama Daftar Obat Esensial Nasional 2005 secara keseluruhan Bagian Kedua Daftar Obat Esensial Nasional 2005 Rumah Sakit Bagian Ketiga Daftar Obat Esensial Nasional 2005 Puskesmas Bagian Keempat Daftar Obat Esensial Nasional 2005 Pos Obat Desa BAB IV Bagian Pertama Indeks Kelas Terapi Bagian Kedua Indeks nama obat menurut abjad 95 101 1 36 71 91

KATA SAMBUTAN
Konsep Obat Esensial merupakan pendekatan yang telah terbukti paling bermanfaat untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Konsep Obat Esensial diwujudkan dengan penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang memilih obat yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan rasio manfaat terhadap risiko dan manfaat terhadap biaya. DOEN berisi obat-obat yang paling menguntungkan bagi pelayanan kesehatan ditinjau dari kualitas, keamanan, manfaat dan harga. Daftar Obat Esensial perlu dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan ilmu kedoteran, ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat, munculnya penyakit baru di masyarakat serta mengatasi perubahan pola resistensi. Selama ini, DOEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali, dan terakhir dilakukan pada tahun 2002. Kemudian, sesuai dengan struktur organisasi Departemen Kesehatan yang baru dengan tugas pokok dan fungsinya, revisi ini menjadi tugas Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Dalam era otonomi daerah, DOEN amat penting sebagai pedoman untuk menjamin ketersediaan dan akses obat bagi masyarakat banyak apalagi dalam kondisi dana obat yang serba terbatas saat ini. Diharapkan dengan DOEN 2005 upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau dengan mutu yang terjamin dapat diwujudkan secara optimal. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DOEN 2005 diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. pola penyakit. 6. b. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 60. 1375.A/Menkes/SK/XI/2002 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49.KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 497/MENKES/SK/VII/2006 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2005 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. serta program kesehatan. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). c. 3. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Mengingat : 1. Bahwa sehubungan dengan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b. tambahan Lembaran Negara Nomor 3839). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). 4. bahwa Daftar Obat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. . Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637).

Tugas. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/SK/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia. 8. 10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1348/Menkes/SK/IX/2005 tentang Pembentukan Panitia Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2005. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara.A/Menkes/SK/XI/2002 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2002 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/I/1989 tentang Kewajiban menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 12. Fungsi.7. 11. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1375. Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketetapan. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. Keempat : Kelima : Keenam : Dengan ditetapkannya Keputusan ini. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. MEMUTUSKAN Menetapkan Pertama Kedua Ketiga : : : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2005 Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dimaksud Diktum Pertama sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini. keamanan. 9.

Ketujuh : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. BAB I KETENTUAN UMUM .

Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan. b. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. studi korelasi. .1. h. sarana dan fasilitas kesehatan. terapi dan rehabilitasi. Obat dengan sifat farmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan. d. yang dirancang dengan baik. Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen. mencakup upaya diagnosis. sebagai berikut : TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS OF EVIDENCE) la Ib Ila IIb III Fakta diperoleh dari meta analisis uji klinik acak dengan control.1. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan control Fakta yang diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan control. Obat yang telah dikenal. pilihan dijatuhkan pada : Obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah. 2. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi quasi-eksperimental jenis lain yang dirancang dengan baik. termasuk stabilitas dan bioavailabilitas. c. harus memenuhi kriteria berikut: Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. g. f. Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik. Memiliki rasio manfaat-biaya (benerfit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefitcost ratio). Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita. Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research. Obat jadi kombinasi tetap. profilaksis. e. dan studi kasus. Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut. 2. Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa. seperti studi komparatif. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. tanpa acak. Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita. Obat yang stabilitasnya lebih baik Mudah diperoleh.2. Mutu terjamin. Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : a. Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resisten dan efek merugikan lainnya. Obat Esensial Obat Esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan.

tetapi bukan uji klinik acak. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan.2. Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. llb. (Tingkat pembuktian la. Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efesiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. Menyatakan tidak ada uji klinik dengan mutu yang baik yang telah dilakukan. 3. lll) Menghendaki laporan atau oponi dari Komite Ahli dan/ atau pengalaman klinis dari pakar yang disegani. TINGKAT REKOMENDASI (GRADES OF RECOMMENDATIONS) Diperlukan sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan control yang dipublikasi di kepustakaan yang bermutu bagus yang secara konsisten membahas rekomendasi spesifik tersebut. keamanan.3. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan.1. Bentuk sediaan. Formularium Rumah Sakit. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Obat Esensial National (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. 3. Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta informasinya yang harus diterapkan di Rumah Sakit. Ib) Diperlukan uji klinik yang dilaksanakan dengan baik. (Tingkat pembuktian IV) 3. Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. Penerapan Konsep Obat Esensial Penerapan Konsep Obat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional. kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DOEN adalah mengikat. Oleh karena itu penyusunan komponen tersebut harus dilakukan secara sistematik. (Tingkat pembuktian lla. 3. dosis dan lama pengobatan. Formularium Rumah Sakit Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT)/Komite Farmasi dan Terapi (KFT) .IV Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan atau pengalaman klinik dari pakar yang disegani. Pedoman Pengobatan. dan Informatorium Obat Nasional Indonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan obat. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Sakit.

untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu. rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan obat. Informatorium Obat Nasional Indonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. sehingga dapat disusun daftar obat esensial khusus untuk ilmu kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi. kelengkapan dan tidak menyesatkan. Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu. misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. dosis cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita. memiliki catatan penyimpanan yang akurat. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain : Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Obat Esensial menggunakan nama generic.q. dengan perencanaan yang tepat. 4. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. Pengeloaan dan Penggunaan Obat Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas.5. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya. Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya. Untuk pengadaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu (orphan drugs). Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi. 3. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. Pengembangan Informatorium Obat Nasional Indonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaatan dan penggunaan obat. 3. Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. meminimalkan obat yang mubazir karena rusak atau kadarluarsa. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara antara lain : Distribusi. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Departemen Kesehatan RI menunjuk distributor dan Rumah Sakit sebagai pelaksana teknis penggunaan obat tersebut. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. . Pembelian yang transparan dan kompetitif Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengeloaan. pemerintah c. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaaan. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku.Rumah Sakit berdasarkan DOEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebut. efek samping. Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi.4. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau.

Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. supervisi. 7. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. . Informasi tersebut meliputi indikasi. Pemantuan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif. Komunikasi. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya. dan pendidikan. penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. 6. tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. pendidikan.Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut : Instansi Pemerintah/Swasta Organisasi Profesi yang terkait. 5. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. Cara Pembuatan Obat yang baik (CPOB). Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. dan penelitian kesehatan. Departemen Kesehatan RI. Revisi DOEN dilaksanakan secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. efek samping. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan. dosis. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. epidemiologi. 9. peringatan perhatian. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. cara penggunaan. baik pemerintah maupun swasta. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan Jalur lain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. interaksi obat dan bentuk sediaan. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. kontraindikasi. 8. Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan. farmasi.

Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik. 3. pengemasan dan pemberian label. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya. 4. mutu obat dan masa berlaku obat. • Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima • Tidak menggunakan standar ganda bagi mutu obat yang didonasikan. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan. kedua. 11. 2. Empat prinsip utama obat donasi adalah : • Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi penerima. Dalam pelaksanaannya. Obat Sumbangan Sumbangan atau donasi dari suatu negara. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. Menyelenggarakan surveilens pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang rasional. Puskesmas. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : 1. baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. pendidikan dan penelitian lain. donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam pedoman WHO untuk sumbangan obat (WHO Guidelines for Drug Donation). Menyelenggarakan komunikasi. yang relatif murah harganya. • Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. . Pedoman tersebut mencakup ketentuan-ketentuan tentang pemilihan obat. informasi dan pengelolaan. dengan pililhan mulai dari antibiotik lini pertama.10. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang sedang menghadapi krisis. Penyelenggara surveilans pola pengguna antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit.

b. Pengertian dan Singkatan a. DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. yaitu DOEN untuk Rumah Sakit kelas A-B/Rumah Sakit swasta setara. Isi dan Format DOEN a. maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung. obat dikelompokkan berdasarkan kelas. Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. Dalam setiap subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun berdasarkan abjad nama obat. 2. 3. d. Maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai. Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (genetik) diberi nama yang disepakati sebagai nama genetik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. misalnya : garam oralit c. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi. dituliskan diantara tanda kurung. Beberapa Singkatan amp : btl : bls : ih : inj : inj dlm minyak : ampul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalam minyak . misalnya : klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir. Satu jenis obat dapat dipergunakan dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk sediaan dapat terdiri dari beberapa jenis kekuatan. misalnya : amilorida tablet 5 mg (hidroklorida). Dalam DOEN.BAB II KETENTUAN REDAKSIONAL 1. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (genetik) ditulis dengan nama lazim. Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. misalnya kotak 100 vial. DOEN untuk Rumah Sakit kelas C-D/Rumah Sakit swasta setara. DOEN untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan. DOEN untuk Puskesmas dan DOEN untuk Pos Obat Desa. c. (4) Besar Kemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. subkelas dan kadangkadang sub-subkelas terapi. (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan obat. misalnya : tablet salut enterik. d. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. Tata Nama a. b. ijeksi intravena dan sebagainya. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan nama INN (genetik) yang diterbitkan WHO b. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya.

maka informasi tersebut ditulis dengan warna merah. (4) muda. : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intramuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal larutan infus obat antituberkolusis serbuk serbuk aktif sebuk injeksi sebuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspansi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda merah tablet sublingual tablet vagina tetes tetes hidung tetes mata tetes telinga Dan lain-lain (1) Penulisan informasi pada kolom catatan dimaksudkan untuk obatobat dengan pemakaian sebagai berikut : • diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek samping • pembatasan indikasi • terbatas untuk kasus-kasus tertentu • diperlukan monitoring ketat atau pertimbangan medis • diperlukan perhatian terhadap sifat/cara kerja obat • diperlukan cara atau perlakuan khusus • diperlukan fasilitas tertentu • dikombinasikan dengan obat lain • di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) • pemakaian sesuai program dibidang kesehatan Untuk pemakaian obat yang memerlukan perhatian khusus.v inj p.v serb kering sir sir kering sup susp tab tab kunyah tab salut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts tts hidung tts mata tts telinga c.a inj infiltr inj i. (2) Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring.k kapl kaps ktk ktg lar lar rektal lar infus OAT serb serb aktif serb inj serb inj i. Pemaparan DOEN Rumah Sakit dalam kertas berwarna merah .m inj i. (3) Penulisan nama obat kombinasi pada indeks nama obat menurut abjad. ditunjukkan dengan tanda (o).k inj i.v inj s.inj i.

Obat esensial yang dimaksudkan hanya untuk Rumah Sakit kelas A-B diberi tanda (*), sedangkan yang hanya kelas C/D diberi tanda (**), (5) Pemaparan DOEN Puskesmas dan DOEN Pos Obat Desa dalam kertas berwarna biru

BAB III DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2005 BAGIAN PERTAMA DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2005 SECARA KESELURUHAN
KELAS TERAPI, NAMA OBAT BENTUK SEDIAAN, KEKUATAN DAN KEMASAN CATATAN

1. ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NONSTEROID, ANTIPIRAI 1.1 ANALGESIK NARKOTIK fentanil inj i.m./i.v.0.05 mg/ml (sebagai sitrat) ktk 5 amp @ 10 ml tab 20mg (fosfat), btl 250 tab inj i.m./s.k./i.v. 10 mg/ml (HCI/sulfat), ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCI/sulfat), btl 30 tab inj i.m./s.k/i.v. lambat 50 mg/ml (HCI), ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat), ktk 5 vial @ 10 ml inj 50 mcg/ml (sebagai sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml Penggunaan perlu diperketat

kodein

morfin

petidin

sufentanil

1.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asentilsalisilat (asetosal) fenilbutason tab 100 mg. ktk 10 bls @ 10 tab tab 500 mg. ktk 10 bls @ 10 tab tab salut 200 mg, btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut, sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu, kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih

aman ibuprofen tab 200 mg, btl 100 tab tab 400 mg, btl 100 tab tab 500 mg, btl 1000 tab inj i.m 250 mg/ml ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml tab 25 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg, btl 1000 tab tab 500 mg, btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml, btl 60 ml Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis

metampiron

natrium diklofenak

parasetamol

1.3 ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg, btl 100/1000 tab - Tidak diberikan sewaktu serangan akut - Menghambat produksi asam urat

kolkhisin

tab 500 mcg, ktk 3 str @ 10 tab tab 500 mg, btl 100/1000 tab - Mempercepat eksresi asam urat di ginjal - Dosis 2x1/2 tablet dengan banyak minum - Tidak diberikan sewaktu serangan akut

probenesid

2. ANESTETIK 2.1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj inifiltr 0,25% (HCI), ktk 5 vial 20 ml inj p.v. 0,50% (HCI), ktk 5 vial 20 ml inj 0,5% (HCI)+glukosa 7,5% ktk 5 amp @ 4 ml semprot, btl 100 ml inj 1% (HCI) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCI), ktk 100 amp @ 2 ml inj p.v. 2% (HCI), ktk 100 amp @ 2 ml

Khusus untuk anestesi spinal

etil klorida lidokain

Kemasan harus kedap udara

jeli 2%, tube 10 g semprot 4%, btl 50 ml 2.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN enfluran cairan ih, btl 250 ml

Untuk bronkografi

Untuk keadaan atau pasien yang tidak bisa memakai halotan

halotan ketamin

cairan ih, btl 50/250 ml inj i.v.10 mg/ml (sebagai HCI), ktk 10 vial @ 20 ml inj i.v. 50 mg/ml (sebagai HCI), ktk 10 vial @ 20 ml ih, gas dalam tabung gas dalam tabung inj 10%, ktk 5 amp @ 20 ml serb inj i.v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi), ktk 25 amp serb inj i.v 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi), ktk 25 amp

nitrogen oksida oksigen propofol tiopental

2.3 PROSEDUR PERI OPERATIF, OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat), ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg, btl 1000 tab inj 5 mg/ml, ktk 100 amp @ 2 ml inj i.m./s.k./i.v. 10 mg/ml (HCI/sulfat), ktk 10 amp @ 1 ml

diazepam

morfin

3. ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat), ktk 100 amp @ 1 ml inj i.m. 10 mg/ml (HCI), ktk 100 amp @ 1 ml inj s.k./i.m. 0,1% (sebagai HCI/bitartrat), ktk 100 amp @ 1 ml - Terpilih untuk anafilaksis. - Dosis 0,3 mg-0,5 mg, bisa di ulang

difenhidramin

epinefrin (adrenalin)

1 KHUSUS atropin inj i.klorfeniramin tab 4 mg (maleat). ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan "hanya sebagai antidot" (dosis besar). ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg.5 kg serb. ktg 30 g karbo adsorben magnesium sulfat 5. btl 10 tab inj 3 mg/ml. 10 mg/ml. 25%.v. Ca) kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat 4. ANTIDOT dan OBAT LAIN UNTUK KERACUNAN 4.5 ml .v. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif. (sebagai dihidrat). ktk 10 amp @ 10 ml inj i. ktk 24 amp @ 10 ml inj i. 5 mg/ml ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml. kelator besi deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat).02 mg/ml (HCI). ktk 10 vial @ 5 ml kalsium folinat (leukovorin.v 10 mg/ml.4 mg/ml (HCI). ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml. 5 mg/ml (HCI).2 UMUM apomorfin inj s. ktg 0. tube 2. ktk 10 amp @ 2 ml inj 0.m.k. btl 1000 tab inj i./i. ANTIEPILEPSI ANTIKONVULSI diazepam inj i./i. ktk 10 5 amp @ 2 ml tab 500 mg. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.m.k 1 mg/ml (sulfat). ktk 100 amp @ 1 ml 4.v.m. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat)./s. btl 100 tab tab 15 mg.

btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. pirantel prazikuantel 6. btl 1000 tab inj i. amp 25 ml tab 150 mg (garam Na) btl 50 tab tab 300 mg (garam Na) btl 50 tab sir 200 mg/5 ml (garam Na).v.1 Antelmintik Intestinal albendazol mebendazol tab 400 mg. btl 100/1000 tab Untuk RS C/D (dokter ahli penyakit saraf) khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas fenitoin fenobarbital karbamazepin magnesium sulfat inj i. ktk 100 amp @ 2 ml tab 200 mg. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat). btl 30 ml tab scored 300 mg btl 100/1000 tab scored Untuk strongiloides.m. ktk 10 amp @ 2 ml tab 30 mg. btl 60 ml kaps 30 mg (garam Na). btl 100 ml valproat 6. ANTIINFEKSI 6. 40%.v.1 ANTELMINTIK 6. btl 1000 tab tab 100 mg. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).1.1.etosuksimid kaps 250 mg. ktk 5 str @ 6 tab tab 100 mg. amp 25 ml inj i. 20%. 50 mg/ml (sebagai garam Na).2 Antifilaria . btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).v./i. btl 100/1000 kaps sir 250 mg/5 ml. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na).

m.v. 500 mg/vial (sebagai garam Na).m.m 1.3 Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K)./i. ktk 25 vial @ 4 ml inj i.2.500 mg/vial (sebagai garam Na).v.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. btl 60 ml serb inj i.4 juta IU/ml. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K). serb inj i.m.Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah.5 mg/5ml (sebagai garam Na).m. ampisilin benzatin benzilpenisilin benzilpenisilin kristal dikloksasilin fenoksimetil penisilin (penisilin V) Tidak untuk infeksi berat .1.250 mg/vial (sebagai garam Na).2 juta IU/ml. ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na). untuk dilarutkan dalam 5 ml air ijeksi./i.m.v. ktk 25 vial @ 10 ml inj i.Khusus di Kalimantan Selatan untuk Pengobatan Fasciolopsis buski 6./i. . ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5ml (sebagai garam K). btl 60 ml untuk stafilokokkus resisten. 10 juta IU/vial. btl 60 ml serb inj i. 2. btl 1000 tab Disediakan untuk daerah endemis filariasis 6.v. ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na)./i. btl 100 tab .2 ANTIBAKTERI 6. ktk 10 vial inj i. sir 62.dietilkarbamazin tab 50 mg (sirat).

2. 50 mg/ml (HCI). ktk 100 vial 6.2. Ktk 10 str @ 10 tab tab. tab 500 mg.1 Tetrasiklin doksisiklin kaps 100 mg (sebagai hiklat/HCI). ktk 10 str @ 10 kaps Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal oksitetrasiklin tetrasiklin 6.prokain benzilpenisilin serb inj i.2.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCI). ktk 5 amp @ 5 ml. ktk 10 vial @ 10 ml untuk demam tifoid dan meningitis 6. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCI).2.v. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat).v. 3 juta IU/vial.v. ktk 10 amp @ 3 ml inj i.m. ktk 100 vial serb inj i.2 Antibakteri Lain 6.2. 1 juta IU/vial. ktk 5 vial @ 10 ml perlu dipertimbangkan yang baik.v. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). btl 100 tab tab scored 200 mg. hanya untuk kondisi darurat.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi : sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16 mg/ml sulfadiazin trimetoprim tab.2. ktk 10 str @ 10 kaps inj i..2.m. btl 100 tab scored . 250 mg/3 ml (HCI). btl 100 tab inj i. btl 60 ml serb inj i.

PL Untuk OAT : isoniazid Obat Antituberkulosis untuk . btl 100 tab tab 100 mg. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml.3. btl 100 tab tab 500 mg (HCI).6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCI).2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCI). klofazimin. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). ktk 10 amp @ 2 ml 6.6. btl 1000 tab Sesuai dengan program Ditjen P2 .1 Antilepra dapson tab scored 100 mg btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg. btl 100/1000 tab tab 500 mg.2. ktk 100 amp @ 2 ml Khusus untuk infeksi tulang klindamisin 6. btl 1000 tab tab 500 mg.3.2. btl 10 str @ 10 kaps Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis.7 Penggunaan Khusus sulfasalazin tab 500 mg.2. btl 100/1000 tab sup 500 mg.2. metronidazol tab 250 mg. btl 500 tab Pemakaian khusus untuk colitis ulcerativa.2.2. ktk 10 bls @ 10 tab scored Tidak sebagai pilihan utama untuk infeksi kuman gram positif 6. micronized 6.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.2. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat). btl 100 ml 6. ktk 100 amp @ 2 ml inj 40 mg/ml (sebagai sulfat).5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 mg/ml (sebagai sulfat).2.4 Makrolid eritromisin kaps 250 mg (sebagai stearat).

sesuai dengan program Ditjen rifampisin tab scored 300 mg. . bls inj 0. bls ktk 60 bls HRZE + ktk 54 bls HR kategori 2 dewasa (2HRZES/HRZE/5H3R3E3) isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol etambutol streptomisin tab 300 mg. bls tab 500 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. vial ktk 90 bls HRZE+ ktk 66 bls HRE kategori 3 dewasa (2HRZ/4H3R3) isoniazid rifampisin pirazinamid tab 300 mg. Depkes RI 2005 kategori 1 dewasa (2HRZE/4H3R3) isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol tab 300 mg. bls tab 500 mg. bls tab 500 mg. bls kapl 450 mg. bls tab 250 mg.Hanya untuk tuberkulosis dan lepra.program (OAT) 1.75 g. Satu tablet/kaplet dari masingmasing kekuatan tidak menun jukkan satu dosis untuk dewasa maupun anak 2. bls kapl 450 mg. btl 100 tab khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosis Paru) . Banyaknya tablet sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. bls ktk 30 bls kategori anak (2HRZ/4HR) isoniazid rifampisin pirazinamid pirazinamid tab 500 mg. bls tab 500 mg. bls tab 250 mg. bls ktk 60 bls HRZ+ ktk 54 bls HR sisipan dewasa (HRZE) isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol tab 300 mg. bls kapl 450 mg. bls tab 250 mg. bls kapl 450 mg. ktk 10 str @ 10 tab . bls tab 500 mg.

dengan kemasan khusus tab salut enterik 500 mg.2.000 IU/tab btl 100/1000 tab tab vagina 100.5.5.000 IU/ml. micronized tab scored 250 mg.000 IU/tab ktk 10 str @ 10 tab susp 100. ktk 10 str @ 10 tab P2 . btl 1000 tab sesuai dengan program Ditjen P2 .tab 600 mg.4 ANTIFUNGI griseofulvin.PL. ktk 10 str @ 10 tab streptomisin serb inj 1500 mg/vial (sebagai sulfat).PL.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg. btl 100 tab Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obat-obat lain.2 Antimalaria 6. btl 100 tab scored trimetoprim 6. btl 100 tab 6. parakoksidioidomikosis dan lain-lain) ketokonazol nistatin tab salut 500.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). . btl 100 tab tab 500 mg. infeksi mikosis sitematik (kandidosis.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetorim 80 mg metanamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab.5 ANTIPROTOZOA 6. ktk 100 vial 6. btl 12 ml 6. btl 100 tab scored tab 200 mg.5. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. btl 100/1000 tab tab scored 100 mg.PL sesuai dengan program Ditjen P2 .3.

6 ANTIVIRUS 6. 25% (sebagai 2 HCI).6.3 Antiherpes asiklovir tab scored 200 mg tab scored 400 mg Untuk pengobatan dini Herpes Zoster .1 Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) stavudin tab 150 mg kaps 30 mg. btl 1000 tab inj i. btl 60 kaps kaps 40 mg.v.6. btl 1000 tab 6. btl 10 ml lar infus i. ktk 6 amp @ 1 ml tab 150 mg (sebagai fosfat).2 Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) efavirens kaps 200 mg.5. btl 60 kaps kaps 600 mg.2. btl 100 kaps sir 50 mg/5 ml.PL inj 80 mg/ml. 2 bls @ 12 tab (kombipak) klorokuin kombinasi artesunate tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg kuinin tab 222 mg (bisulfat). ktk 100 amp @ 2 ml .6.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg artemether tab. btl 60 ml ktk. btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten untuk Plasmodium falciparum yang resisten klorokuin.6.PL . btl 60 kaps tab 200 mg. 200 mg/10 ml zidovudin 6.sesuai dengan program Ditjen P2 .v. btl 60 kaps tab 300 mg. sesuai dengan program Ditjen P2 . btl 60 tab kaps 100 mg. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml.Hanya untuk malaria yang gawat primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat). 6 bls @ 10 tab nevirapin 6.

Perlu sarana dan keahlian khusus siklosporin kaps lunak 25 mg. btl 50 kaps inj 50 mg/ml.Leukemia limfositik akut.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin tab 2.Limfoma maglinan. .Untuk kasus anemia aplastik 8. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF 8. kepala. penis dan esofagus. . ktk 1 vial .Tidak dianjurkan untuk terapi lanjutan . ktk 10 amp @ 5 ml 8. btl 100 tab 8. medroksi progesteron asetat testosteron Kanker payudara dan endometrium .Kanker testis. ktk 1 amp busulfan dakarbazin tab salut 2 mg. ktk 1 vial 2. .1 ANTIHORMON tamoksifen tab 20 mg (sebagai sitrat).2 IMUNOSUPRESAN azatioprin tab 50 mg.3 SITOTOKSIK asparaginase serb inj 10.2 SERANGAN AKUT ergotamin tab 1 mg (tartrat).Penyakit Hodgkin stadium lanjut sebagai terapi alternatif . btl 100 tab serb inj 100 mg/vial.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).7.Melanoma malignan metastatik . bleomisin serb inj 15 mg/amp (sebagai HCI). ktk 10 str @ 10 tab 7. ANTIMIGREN 7.5 mg (sebagai mesilat).5 ml kaps lunak 40 mg (undekanoat).000 IU/vial. btl 50 tab inj 200 mg/ml. ANTINEOPLASTIK. .Hati-hati penyalahgunaan. . ktk 1 vial . btl 100 tab .Kanker squamos cell leher. ktk 5 str @ 4 kaps lunak Kanker payudara. serviks. btl 30 tab tab 250 mg.

Kanker payudara . btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na). mekloretamin) serb inj 10 mg/vial (HCI).Khoriokarsinoma . . 5 mg/vial (sebagai garam Na). 200 mg/voal.v. . 0.Kanker payudara . btl 25 tab metotreksat tab 2.Leukemia . ktk 1 vial serb inj i.Kanker ovarium . . btl 100 kaps tab salut 50 mg. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i.Kanker saluran cerna .v.v 10 mg/vial (HCI).t.Khoriokarsinoma.5 mg serb inj i. . ktk 100 vial prokarbazin . ktk 5 amp @ 1/10 ml klormetin (mustin.Kanker payudara doksorubisin etoposid . ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial. .Khoriokarsinoma . Ca) tab 15 mg. ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCI).Sarkoma jaringan lunak. btl 10 tab inj 3 mg/ml.v.Anemia megaloblastik karena defisiensi asam folat.Untuk pengobatan osteosarkoma pada pasien yang telah mendapat pengobatan metotreksat dosis tinggi (golongan antagonis asam folat) . 1000 mg/voal.Kanker paru . ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg. btl 10 kaps inj i.Leukemia.v.Penyakit Hodgkin (stadium III dan IV).5 mg (sebagai garam Na).Kanker squamos cell paru . btl 28 tab serb inj i.Leukemia . ktk 1 vial levamisol tab 50 mg.Leukemia . ktk 1 vial 0./i. ktk 1 vial serb inj i.v 50 mg/vial (HCI). ktk 10 amp @ 5 ml .Kanker paru .v. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml.daktinomisin inj i.5 mg/vial. .Tumor testis yang refrakter .Limfoma . btl 25 tab merkaptopurin tab 50 mg.Leukemia mielositik kronik atau limfositik kronik . 500 mg/voal.Limfoma .Limfoma .Limfoma .Kanker ovarium siklofosfamid sisplatin .Kanker serviks fluorourasil kalsium folinat (leukovorin. ktk 1 vial serb inj i.v.Limforsarkoma .Khoriokarsinoma. ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial. 50 mg/ml.

v. btl 30 tab tab 2 mg (HCI).Limfoma histiositik. ktk 10 vial @ 5 ml . btl 1000 tab tab salut 300 mg.Leukemia .k. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 100 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa tab 10 mg (sulfat). DARAH.Sarkoma Kaposi . btl 1000 tab tab 5 mg.Kanker payudara . 5000 IU/ml./s. heparin. OBAT untuk morfin 9.Jangan buka pembungkus sampai saat akan diinjeksikan Sesuai program parawatan paliatif dirumah sakit vinblastin serb inj 10 mg/vial (sulfat). Na protamin sulfat .1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg.Kanker paru . ktk 1 vial . btl 60 ml inj 500 mcg/ml.Kanker testis stadium lanjut . 1 mg/vial (sulfat). ktk 1 vial 8.Fatal jika diberikan secara intratekal .4 TERAPI PALIATIF.Kanker ovarium . OBAT yang MEMPENGARUHI 10. ktk 100 amp @ 1 ml besi (II) sulfat 7 H2O sianokobalamin (vitamin B12) 10. .Limfoma . btl 1000 tab sir.v.Penyakit Hodgkin stadium lanjut . btl 1000 tab inj 10 mg/ml. ktk 1 vial vinkristin serb inj i.Limfoma . ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : karbidopa 25 mg levodopa 250 mg triheksifenidil tab.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 250 tab 10.2 KOAGULASI.Mikosis fungoides stadium lanjut .sitarabin serb inj 10 mg/vial (sulfat).Leukemia . ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K) tab salut 10 mg.

2 Biligrafi natrium iopodat inj 65%. ktk 1 vial serb inj 500 IU/vial + pelarut 10 ml. btl 100 tab 11.Perlu sarana dan keahlian khusus Pengganti plasma DOEN kombinasi : poligelin (ekivalen dengan 0. btl 6 kaps . btl 500 ml lar infus.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).25 g kalium klorida 0.1.1.125 g air steril bebas pirogen sampai 500 ml 12.19 g kalsium (terikat pada polipeptida) 0. btl 500 ml lar infus 10%.63 g nitrogen 17.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12. btl 500 ml . btl 500 ml lar infus kadar protein 20%. . ktk 1 vial lar infus kadar protein 5%. btl 500 ml lar infus 6%.Perlu sarana dan keahlian khusus warfarin tab 5 mg (garam Na/K). PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11.1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 IU/vial + pelarut 10 ml. ktk 1 vial serb inj 1000 IU/vial + pelarut 25 ml. ktk 1 vial serb inj 500 IU/vial + pelarut 10 ml.. DIAGNOSTIK 12. ktk 1 vial 50 ml kaps 500 mg.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER dekstran 70 hydroxy ethyl starch lar infus 6%.5 g natrium klorida 4.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12. btl 100 ml faktor IX kompleks fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) 11.

5% iodium.408 g/ml. 2. 1 ml mengandung 0.25 g simetikon 0.8 Urografi iopamidol inj 0.7 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi : natrium bikarbonat 1./i.4 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12. ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml.612 g/ml ktk 10 amp @ 20 ml 12.7%. ktk 1 amp 20 ml Patent blue V 12.5%. btl 500 ml lar 59.042 g barium sulfat granul.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml.2%.k. ktk 1 amp 10 ml inj s.5 Limfangiografi etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) inj i.1.96 ml (setara dengan 0.Perlu sarana dan keahlian khusus meglumin natrium amidotrizoat 12. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% serb.1. ktk 1 vial 20 ml . ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.1. ktk 1 amp 20 ml 12. ioheksol iopamidol inj 0.48 g iodium). btl 250/450 ml susp 55%.612 g/ml. .1.a. btl 120 ml .12.3 Bronkografi propiliodon inj dalam minyak 500-600 mg/ml. ktk 1 amp 2 ml inj 76%.Perlu sarana dan keahlian khusus.6 Mielografi iofendilat inj mengandung 30.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktg.v. . ktg 200 g susp 2.1.1. btl 2 l susp 65%. Sebagai obat alternatif untuk .

ktk vial 2 ml inj i.2 DISINFEKTAN etakridin (rivanol) lar 0. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na). btl 5 ml inj 10%.v.k. btl 2.2. btl 100 ml/1000 ml etanol 70% . ktk vial 25 ml Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu klorheksidin lar 1.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsetrat. ktk 10 amp @ 20 ml meglumin natrium amidotrizoat inj i.Perlu sarana dan keahlian khusus 12. 1:10.Disimpan dalam botol dengan dengan sumbat kaca.5 l lar 10%.5 l lar 4.0% (glukonat).Pemakaian terbatas (kasus tertentu).3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative 13. 200 mg/ml. 5%.5 l lar 5. ktk 1 amp 10 ml 12. ktk 1 amp 3 ml inj i.2.2 Hati natrium bromsulftalein 12.1 Ginjal natrium aminohipurat 12. btl 100 g lar.5% (glukonat).1%. 1:10. . ktk 1 amp 5 ml inj 20%.3 Lain-lain fluoresein tts mata 1% (garam Na). 76%. btl 2. terlindung dari cahaya .v.Untuk diecerkan sampai 35% inj i. btl 2.0% (glukonat).755 g/ml.v.ktk 10 amp @ 20 ml inj 0. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13.2 TES FUNGSI 12.k. ktk 1 amp 5 ml inj i. kedap udara. btl 300 ml serb.2. btl 1000 ml . ktk 1 amp 20 ml pasien dengan risiko tinggi alergi kontras . btl 1000 ml povidon iodida 13.

1 GIGI dan MULUT. btl 100 butir 14. BAHAN untuk amalgama perak (Silver alloy) bahan tumpatan sementara glass lonomer ART serb 65-75%.5 mg. btl 10 ml susp 100. btl 10 ml pasta.1%). ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2 . btl 1000 ml tab 1 g. btl 100 ml Cairan.2 GIGI dan MULUT. btl 10 g .05-0. OBAT dan BAHAN untuk 14. btl 10 ml Untuk Puskesmas daerah tertentu inj 2% (HCI). btl 12 ml natrium hipoklorit nistatin polikresulen (kodensasi metakresol sulfonat & metanal) preparat sulfa cones (kerucut). OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCI 2% epinefrin 1 : 80. btl 60 ml cairan konsentrat 5%. btl 100 g serb. btl 1000 ml serb (untuk lar 0.kalsium hipoklorit serb. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCI). tube 10 g semprot 15% (HCI). btl 10 ml tab 0. GIGI dan MULUT. btl 100 g senyawa klor 14. ktk 2 tube cairan.PL kresol tersaponifikasi 50% (Lisol) paraformaldehida cairan.000 IU/ml.2 ml. btl 100 tab lar 5%. btl 100 tab lar 1%. btl 1 oz lar dan serb.000 etil klorida eugenol fluor gentian violet kalsium hidroksida klofenol kamfer mentol (CHKM) lidokain semprot 0.

1 HORMON ANTIDIURETIK desmopresin inj 4 mcg/ml (asetat).m. btl 250 tab inj i. set 30 g btl 1 set cubicles 1x1x1 cm. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16.k. btl 100 tab . ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. ktk 25 amp @ 2 ml lar infus 20%. btl 100 tab tab 5 mg.v.2. ktk 10 str @ 10 tab manitol spironolakton 16. .(Atraumatic Restorative Treatment) lar. btl 6 g (4. DIURETIK amilorida pasta pasta. ktk 10 amp @ 1 ml inj i. Oral glibenklamida tab 2. HORMON. klg 50 butir set tab 5 mg (HCI).Pemakaian terbatas (kasus tertentu)./i.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang pasta.5 mg. 20 IU/ml ktk 10 amp @ 1 ml 16.m.1 Antidiabetes. 10 mg/ml.2 ANTIDIABETES 16.Perlu sarana dan keahlian khusus furosemida tab 40 mg. btl 500 ml tab 25 mg./s. btl gutta percha points pasta devitalisasi (non arsen) pasta iodoform pasta pengisi saluran akar semen seng fosfat spons gelatin surgical ginggival pack 15. btl serb dan cairan. btl 100 tab pemakaian di RS C/D hanya khusus untuk perdarahan lambung vasopresin .

ktk vial 10 ml inj 100 IU/ml. ktk vial 10 ml inj 100 IU/ml. ktk 5 bls @ 20 tab inj 40 IU/ml.2.05 mg. btl 100 tab Untuk pengobatan : .4.kanker payudara .3.2 Kontraseptik.4 Kontraseptik 16.3 Prosgestogen hidroksi progesteron inj i.3. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg. ktk 1 vial 10 ml insulin regular 16.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.3. ktk.3.5 mg.4. ktk 1 vial 1 ml Untuk pria dengan hipogenitalisme pituitaria.3 Kontraseptik. str 28 tab tab 0. ktk 1 vial 10 ml inj 40 IU/ml.3.2 Estrogen estrogen terkonjugasi tab 0.2 Antidiabetes.1 Kontraseptik Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg levonorgestrel pil pil 75 mcg pil 150 mcg 16. btl 100 tab tab 5 mg.1 Androgen testosteron inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat). Parenteral insulin intermediate tab 500 mg.m 125 mg. Parenteral medroksi progesteron asetat 16.625 mg.ml.4. btl 30 tab sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN noretisteron 16.3. btl 100 tab tab 0.kanker prostat etinilestradiol 16.metformin glipizid 16. Implan inj depot 150 mg . 16.3.

3.Perlu sarana dan keahlian khusus 16.5 Indikator Ovulasi klomifen tab 50 mg (sitrat).1 ANTIANGINA atenolol diltiazem HCI isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg.5 mg.96 ml (sesuai dengan 0. btl 1000 tab hidrokortison metil prednisolon prednison 17. btl 10 tab . ktk 10 str @ 10 tab tab 30 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. btl 60 tab tab sublingual 0.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID etil ester dari oleum papaveris teriodidasi (oleum iodatum) larutan Lugol inj i. btl 100 tab tab 5 mg. btl 50 tab tab 50 mg.m 1 ml mengandung 0.5 KORTIKOSTEROID deksametason tab 0.48 g iodium) ktk 1 amp 10 ml btl 30 ml Untuk Puskesmas di daerah endemik Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu dalam sedikit air natrium tiroksin propiltiourasil 16.5 mg. KARDIOVASKULER.etonogestrel levonorgestrel implan 1 rod (3 tahun) implan 2 rods (3-4 tahun) implan 6 rods (5 tahun) 16.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). btl 1000 tab tab 0. .1 mg. OBAT 17. btl 100/1000 tab . ktk 100 amp @ 1 ml serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 4 mg.

m. btl 50 tab tab 25 mg. btl 100/1000 tab inj i. ktk 10 amp @ 2 ml Untuk aritmia supraventrikuler isoprenalin kuinidin lidokain lisinopril prokainamida propranodol verapamil 17. btl 30 tab inj 2. ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg. ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg.15 mg/ml (HCI). btl 100 kaps inj 0.2 ANTIARITMA disopiramida epineftrin (adrenalin) kaps 100 mg (fosfat). ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg.5 mg. btl 100 tab inj i. ktk 1 vial 10 ml tab 10 mg (HCI). ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 12. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg. 1 mg/ml (HCI).dapat timbul efek samping batuk kaptopril tab scored 12. btl 100 tab tab 40 mg (HCI). .v 2% (HCI) ktk 100 amp @ 2 ml tab 5 mg.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida tab 50 mg. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored inj i.v. ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg.5 mg. ktk 3 str @ 10 tab inj 100 mg/ml (HCI). ktk 100 amp @ 1 ml inj 1 mg/ml (HCI).1% (sebagai bitartrat).propranolol tab 10 mg (HCI). btl 100 tab Dosis 1/2 tablet sehari untuk hipertensi. btl 100/1000 tab klonidin lisinopril metildopa Setiap 4 jam . ktk 1 amp 2 ml tab 200 mg (sulfat).5 mg/ml (HCI). ktk 10 amp @ 1 ml tab 40 mg (HCI).tidak boleh digunakan untuk wanita hamil . btl 100 tab 17. 0.

m. OBAT untuk 17.v.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg. OBAT digoksin tab 0.nifedipin reserpin tab 10 mg.25 mg/ml.7.25 mg. btl 1000 tab 17.v. btl 100/100 tab inj 0. 17.5 TROMBOLITIK streptokinase inj 750.6 GAGAL JANTUNG. btl 100 tab tab 0. btl 100 tab tab 0.5 juta IU/Vial . 10 mg/ml ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil . ktk 100 amp @ 1 ml .25 mg.7 SYOK.0625 mg.1 Syok Kardiogenik dopamin inj 40 mg/ml (HCI) ktk 5 amp @ 5 ml inj i.4 ANTITROMBOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) 17.Dapat timbul efek samping batuk furosemida kaptopril epinefrin (adrenalin) 17.7. ktk 10 bls @ 10 tab 17.Perlu sarana dan keahlian khusus tab 80 mg.1% (sebagai HCI/bitartrat).000 IU/vial inj 1. btl 1000 tab tab 0.5 mg ktk 10 str @ 10 tab scored tab scored 25 mg. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg. ktk 10 str @ 10 tab scored 17.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 20 str @ 100 tab inj i.10 mg. ktk 30 tab . . 0./i.2 Syok karena anestesi efedrin inj 50 mg/ml (HCI) ktk 100 amp @ 1 ml Long acting vasopressor.

1% (sebagai valerat). kemasan sesuai kebutuhan . tube 5 g hidrokortison .1% (sebagai valerat). . tube 5 g krim 1% (asetat). btl 10 ml serb 2% (nitrat). tube 10 g cairan 25%. pot 500 g Hanya untuk luka bakar yang luas gentian violet natrium fusidat perak sulfadiazin 18. btl 10 ml lar 2%.000 IU/g framisetin salep.Dibuat sendiri oleh RS. tube 5 g kasa steril 1% (sulfat).4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0. ktg 20 g krim 2% (nitrat).05%.Wadah harus tertutup rapat lotio Kummerfeldi 18. btl 10 ml krim 20 mg/g. tube 20 g jeli 2. tube 5 g krim 2.18. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis lar 1%. ktk 10 lembar lar 1%.5% (asetat). tube 5 g jeli 5%. tube 5 g salep 0. OBAT TOPIKAL untuk 18.5%. tube 5 g krim 1%. tube 5 g cairan.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 IU/g polimiksin B 10. btl 30 ml untuk panu mikonazol natrium tiosulfat 18.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% gentian violet salep.1 ANTIAKNE asam retinoat benzoil peroksida krim 0. KULIT.

Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil karena efek teratogenik coal tar podofilin urea 18.1% liquor ditambah mentol 0.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal.Tidak digunakan pada kulit yang banyak lukanya . btl 10 ml 18.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS gameksan krim 1%. .6 KAUSTIK fenol cair perak nitrat salep.18. tube 40 g serb 2%.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%. btl 30 ml liquor liquor ditambah mentol 0. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : . pot 30 g lar 5%.5% Dibuat sendiri oleh RS liquor Faberi . btl 30 ml .Tidak digunakan pada anak dibawah usia 12 tahun salep 2-4 kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4% 18.8 LAIN-LAIN bedak salisil levertran liquor carbonis detergens kim 10%. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi . pot 30 g btl 10 ml lar 20%.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.Sebagai alternatif salep 2-4 . pot 30 g salep 5%. ktk 100 g salep kulit 5% susp 2%. btl 100 ml tingtur 25%. btl 30 ml susp 5%. pot 30 g salep 10%.

58 g glukosa anhidrat 2.6 g kalium klorida 1.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0.2 PARENTERAL Cairan intralipid tab 500 mg.9 g glukosa anhidrat 13. btl 500 ml lar infus 40%.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 500 ml kalium klorida kalsium glukonat Larutan nutrisi DOEN I . . NUTRISI dan LAIN-LAIN 20. btl 500 ml lar infus. btl 1000 tab lar infus 10%. 100 ktg.Perlu sarana dan keahlian khusus darrow glukosa ana (DG ana) darrow glukosa half strength glukosa lar infus.5 g trinatrium sitrat dihidrat 2. LARUTAN ELEKTROLIT. btl 25 ml inj i. btl lar infus 5%.v. btl 1 galon 20.70 g kalium klorida serb. 1 mek/ml.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air. 100 ktg. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL Dialisa peritoneal DOEN Hemodialisa DOEN lar infus. btl 100/500 ml . tiap ktg untuk 1000 ml air Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 menit sampai diare/muntah berhenti serb. tube kedap 10 tab . btl 100/500 ml lar infus 20%. . tiap ktg untuk 200 ml air Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 menit sampai diare/muntah berhenti tab siap larut 300 mg.Disimpan dalam wadah kedap udara natrium bikarbonat 20.52 g kalium klorida 0. 10%.v. 24 btl @ 1000 ml lar.1 ORAL Garam oralit I kombinasi : natrium klorida 2. ktk 24 amp @ 10 ml lar infus. ktk 1 amp 10 ml inj i.5 g Garam oralit I kombinasi : natrium klorida 0.19. btl 500 ml lar infus 10%.

01 g/l asam oralat 0. Asam alfa lipoat piridoksin HCI (vitamin B6) nikotinamida (niasinamida) 0.64 g/l natrium asetat 3 H2O 1.01 g/l natrium riboflavin 5 H3P04 ester nikotinamida 0.5 mg/l 0.02 g/l . Homosistein tiolakton 0. aspartat I.08 g/l Larutan nutrisi DOEN III kombinasi : kalium H2P04 1.85 g/l sorbitol 50 g/l kolin klorida 2 g/l metionin 2 g/l arginin HCI 2 g/l glisin 1 g/l l. asetil dl.5 g/l 0.4 g/l 0.36 g/l natrium sulfat 10 H2O 0.01 g/l tiamin HCI (vitamin B1) 0.74 g/I 50 g/l 9 g/l 7. asam glutamat dl. asam malat l.71 g/l magnesium sulfat 7 H2O silitol I.06 g/l 0.12 g/l 0. orniten I.36 g/l natrium karbonat 0.kombinasi : asam amino d. asam malat 2.05 g/l asam lipoat 0. arginin I.sorbitol asam askorbat (vitamin C) inositol nikotinamida (niasinamida) piridoksin HCI (vitamin B6) riboflavin natrium fosfat rutosid (rutin) mineral 50 g/I 100 g/l 0.4 g/l Larutan nutrisi DOEN II kombinasi : natrium karbonat 3.08 g/l 0.15 g/l n.25 g/l 10 g/l 7 g/l 2 g/l 0.04 g/l 2.

btl 100 tab serb inj i.45% Larutan nutrisi DOEN V kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0.225% natrium bikarbonat lar infus.45% Larutan nutrisi DOEN V kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0. btl 500 ml Larutan nutrisi DOEN IV kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0.(niasinamida) piridoksin HCI (vitamin B6) 0. amp/vial @ 10 ml/20 ml tab 250 mg.4%.1 SISTEMIK asetazolamida lar infus.1 Anestetik lokal .2 TOPIKAL 21. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml lar infus 20%.02 g/l 0.2.9%. btl 500 ml kaps lunak 200. btl 25 ml perluu dilakukan pemeriksaan gas darah .03 g/l lar infus. MATA.pemakaian hanya di Puskesmas perawatan natrium klorida lar infus 0. btl 500 ml ktk.000 IU.3 LAIN-LAIN air untuk injeksi 21. 500 mg/vial (sebagai garam Na). btl 1000 kaps manitol retinol (vitamin A) 21. btl 500 ml Untuk pra operatif pada anak inj i.Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium . btl 500 ml lar infus. vial 50 ml ringer laktat 20.v. OBAT untuk 21.m/i.v. 8. btl 500 ml lar infus 3%. btl 500 ml inj 15%.

btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). btl 15 ml 22.3 Antiinflamasi hidrokortison asetat prednisolon tts mata 1%. btl 5 ml salep mata 1% (HCI). tube 5 g salep mata 0. btl 5 ml tts mata 0.5% (HCI). btl 5 ml tetrakain 21. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). btl 5 ml tts mata 0.3%. ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0. btl 15 ml tts mata 1%.5 g tts mata 0.1%. btl 5 ml tts mata 0. btl 5 ml lar 2%. btl 5 ml homatropin tropikamida 21. btl 5 ml tts mata 4% (HCI/nitrat).2. tube 3. btl 5 ml tts mata 2%.5% (maleat). btl 5 ml idoksuridin oksitetrasiklin sulfasetamida 21.25% (maleat). btl 5 ml salep mata 1%. btl 5 ml tts mata 0.bupivakain inj 0. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS .4 Midriatik atropin tts mata 0.2 Antimikroba amfoterisin benzilpenisilin gentamisin salep mata 3%.2.5%.35%. tube 3.5% (HCI). btl 5 ml timolol 21. tube 3. tube 3.2.5 Miotik dan Antiglaukoma pilokarpin tts mata 2% (HCI/nitrat).2.5 g tts mata 15% (natrium).2.6 Lain-lain dinatrium edetat metilselulosa natrium kromoglikat tts mata 0.3%.5 g salep mata 1000 IU/g.5 g 21.5% (sulfat).

1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0. btl 100 tab inj i.m.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tab 10 mg (HCI). ktk 100 amp @ 2 ml diazepam 23.m. btl 1000 tab 23. ktk 10 bls @ 10 tab tab 250 mg. btl 250 tab tab 25 mg (HCI).5 mg (HCI). ktk 10 str @ 10 tab tab 0.125 mg (meleat).25 mg.5 mg.4 ANTIPSIKOSIS flufenazin tab 2. ktk 100 tab tab 5 mg.m. .m 5 mg/ml . ktk 10 vial @ 1 ml tab 0.22.2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat 23. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. btl 100 tab inj 0. ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%. btl 100/1000 tab tab 1. 5 mg/ml. ktk 10 vial @ 20 ml Untuk preeklamsia dan eklamsia 23.5 mg.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa.5 mg.Long acting haloperidol . ktk 10 str @ 10 tab tab 2 mg.sebagai altenartif klorpromazin. PSIKOFARMAKA inj 20%. ktk 100 amp @ 1 ml oksitosin 22. btl 15 ml inj i. btl 100/1000 tab tab 2 mg.25 mg/ml (dekanoat). .1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA alprazolam tab 0. btl 1000 tab tab 5 mg.200 mg/ml ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 IU/ml. 2 mg/ml (sebagai dekanoat). ktk 10 str @ 10 tab Penggunaan di rumah sakit dengan monitoring khusus litium karbonat 23.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCI). btl 1000 tab inj i. ktk 5 amp @ 1 ml inj i.

m 100 mg/vial (klorida).5 mg/ml (metilsulfat). ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml klorpromazin tab salut 25 mg (HCI).m.v.2 MIASTENIA GRAVIS. . btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCI). ktk 2 str @ 10 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa perfenazin risperidon sulpirid 24. ktk 10 vial @ 10 ml tab 15 mg (bromida). OBAT untuk edrofonium inj i.10 mg/ml (klorida)./i.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). .v.v. . ktk 10 str/bls @ 10 tab tab 10 mg (bromida). .m 500 mg/vial (klorida). RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE 24. 2 mg/ml (bromida).Perlu sarana dan keahlian khusus.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). 25 mg/ml (HCI). btl 100/1000 tab tab 1 mg.v.Untuk efek sedang (intermediate) suksametonium serb inj i. ktk 10 amp @ 2 ml .(sebagai dekanoat). ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (HCI). ktk 5 str @ 10 tab kaps 50 mg. ktk 5 str @ 10 tab tab 2 mg. btl 1000 tab inj i. ktk 50 amp @ 1 ml tab 60 mg (bromida). ktk 10 vial serb inj i. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCI).Pemakaian terbatas (kasus tertentu). .Perlu sarana dan keahlian khusus.Perlu sarana dan keahlian khusus. ./i.1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER pankuronium inj i. ktk 10 vial serb inj 10 mg/vial (bromida) ktk 20 vial vekuronium 24. ktk 10 str @ 10 kaps tab 100 mg. ktk 10 str/bls @ 10 tab inj 1 mg/ml (bromida). amp 1 ml neostigmin piridostigmin . btl 10 tab inj 0.

btl 60 ml tab 150 mg. 5 mg/ml (HCI). OBAT untuk 25.m. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ktk 50 amp @ 1 ml sup.v.m./s. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (sebagai HCI). 25 mg/ml (HCI). btl 1000 tab susp. ktk 10 amp @ 2 ml tab kunyah.2 ANTIEMETIK dimenhidrinat klopromazin tab 50 mg./s.k. ktk 3 str @ 10 tab metoklopramid 25. 1 mg/ml (sulfat). 0. klg 100 tab inj i.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.m.k. ktk 100 sup ./i.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. SALURAN CERNA./i.25 mg/ml (sulfat). btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCI).v. btl 1000 tab inj i.m.3 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat).5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25. btl 1000 tab tab salut 25 mg (HCI).25.

6 g 1.9 g 13. btl 100 ml serb. kanister 15 ml tab 0.52 g 0. OBAT untuk Garam oralit I kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat Garam oralit II kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25.5 g serb. ktk 10 str @ 10 tab Untuk colitis ulcerativa tab 500 mg. ktk 100 amp @ 1 ml Dosis dewasa 125 .8 ANTIINFLAMASI. ktk 6 sup cairan. ktk 6 sup sup 10 mg.135 mg/kali tab 500 mg.ekstrak beladon tab 10 mg.5 mg. OBAT untuk 26. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml. btl 100 kaps budesonid deksametason . ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 mcg/puff.70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah gliserin 25. kanister 15 ml aerosol 200 mcg/puff. btl 100/1000 tab 25.v.6 KATARTIK bisakodil sup 5 mg. OBAT untuk neomisin 25.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg.5 g 2. OBAT untuk sulfasalazin 26. btl 1000 tab inj i. SALURAN NAPAS.7 STERILISASI USUS.5 DIARE. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). 100 ktg tiap ktg untuk 200 ml air 0.30 g 0.58 g 2. 100 ktg tiap ktg untuk 1000 ml air 2.

efedrin

tab 25 mg (HCI), btl 1000 tab inj i.v. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat), ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI), btl 1000 tab sebagai campuran dengan aminofillin

efedrin

epinefrin (adrenalin)

inj 0,1% (sebagai HCI/bitartrat), ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat), btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat), btl 100/1000 tab lar ih 0,5%, 10 ml ih/aerosol 100 mcg/dosis (sebagai sulfat), tabung 200/400 dosis inj 50 mcg/ml (sebagai sulfat) ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2,5 mg/2,5 ml NaCI, ktk 4x5 nebules tab 15 mg (HBr), btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr), btl 60 ml tab 10 mg (HCI/fosfat), btl 250 tab cairanm btl 100 ml inhalasi untuk serangan intermitten dan untuk serangan akut pertama

salbutamol

26.2 ANTITUSIF dekstrometorfan

kodein sirop timi majemuk 26.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat

sir 25 mg/5ml, btl 60 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

obat batuk hitam (OBH)

cairan, btl 200 ml cairan konsentrat, btl 1000 ml 27. SISTEM IMUN, OBAT yang MEMPENGARUHI 27.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular inj i.m./i.v., ktk 10 vial @ 5 ml A.B.U.I (khusus ular dari luar Papua) A.B.U.II (Khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.D.S) inj i.m. 10.000 IU/vial, ktk 10 vial @ 5 ml inj i.m. 20.000 IU/vial, ktk 10 vial @ 10 ml Untuk pencegahan :

- Khusus daerah tertentu - Disimpan pada suhu 2-8°C

- Disimpan pada suhu 2-8°C

serum antitetanus (A.T.S)

inj i.m. 1500 IU/amp. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.m./i.v. 10.000 IU/amp, ktk 10 amp @ 2 ml inj i.m./i.v. 20.000 IU/amp, ktk 10 amp @ 4 ml serum antirabies inj. i.m 100 IU/ml, ktk 10 vial @ 20 ml - Digunakan untuk pengobatan post-exsposure di daerah rabies - Disimpan pada suhu 2-8°C

serum imun globulin 27.2 VAKSIN vaksin B.C.G

inj i.m., ktk 10 vial @ 10 ml

serb inj i.k., ktk 5 amp + 5 amp pelarut @ 2 ml serb inj i.k., ktk 5 amp + 5 amp pelarut @ 4 ml serb inj s.k, ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml

- 2 ml untuk anak, 4 ml untuk bayi - harus disimpan pada suhu pada suhu 5°C

vaksin campak

- harus disimpan pada suhu 2-8°C - Pengadaan melalui Ditjen P2 - PL - Pengadaan melalui Ditjen P2 - PL - harus disimpan pada suhu 20°C - Pengadaan melalui Ditjen P2 - PL - harus disimpan pada suhu 2-8°C - Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan postexposure di daerah rabies.

Vaksin hepatitis B rekombinan vaksin polio

inj 20 mcg/ml, ktk 1 vial 0,5/1/2,5/5/10 ml tts, ktk vial 10/20 dosis

vaksin rabies, untuk manusia

serb inj s.k./i.l., ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml

vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DPT)

inj i.m., ktk 10 vial @ 2 ml

- harus disimpan pada suhu 2-8°C - harus disimpan pada suhu 2-8°C - Pengadaan melalui Ditjen P2 - PL - harus disimpan pada suhu 2-8°C

inj i.m., ktk 10 vial @ 5 ml

vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin meningokokus

inj i.m., ktk 1 vial 5 ml

Polisakarida A + C

serb inj, ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml

28. TELINGA, HIDUNG dan TENGGOROKAN, OBAT untuk 28.1 ANTIBAKTERI TOPIKAL kloramfenikol Obat telinga DOEN kombinasi : neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta IU/100 ml 28.2 LAIN-LAIN asam triklorasetat hidrogen peroksida tts telinga 3%, btl 5 ml tts telinga, btl 5 ml

kristal. Ktg cairan konsentrat, btl 1000 ml - Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca, kedap udara, terlindung dari cahaya - Untuk diencerkan sampai 3%

karbogliserin lidokain oksimetazolin

tts telinga 10 %, btl 5 ml cairan semprot 4% (HCI), btl 50 ml tts hidung 0,025% (HCI), btl 15 ml tts hidung 0,050% (HCI), btl 10 ml lar 40%, btl 10 ml lembar 5x7x1 cm

perak nitrat spons getalin 29. VITAMIN dan MINERAL asam askobrat (vitamin C) ergokalsiferol (vitamin D)

tab 50 mg, btl 1000 tab kaps 50.000 IU, btl 100 kaps susp 10.000 IU/ml, btl 60 ml kaps lunak 200 mg btl 1500 kaps lunak inj 480 mg l/ml, ktk 1 amp 10 ml inj 100 mg/ml, ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg, btl 1000 tab tab 10 mg (HCI), btl 1000 tab tab 25 mg (HCI), btl 1000 tab tab 50.000 IU, btl 1000 tab

iodum

kalsium glukonat

kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6)

retinol (vitamin A)

inj 100.000 IU/amp, ktk 100 amp @ 1 ml kaps lunak 200.000 IU (sebagai palmitat), btl 50 kaps lunak inj dalam minyak 100.000 IU/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml tiamin (vitamin B1) tab 50 ml (HCI/nitrat), btl 1000 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp @ 1 ml tab, btl 1000 tab

vitamin B kompleks

BAGIAN KEDUA DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2005

btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut. ktk 10 bls @ 10 tab tab 500 mg. ANTIPIRETIK.1 ANALGESIK NARKOTIK fentanil inj i. ANALGESIK. ANTIPIRAI 1.m 250 mg/ml ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml tab 25 mg. ktk 5 vial @ 5 ml Penggunaan perlu diperketat kodein morfin petidin sufentanil 1. KEKUATAN DAN KEMASAN CATATAN 1.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asentilsalisilat (asetosal) fenilbutason tab 100 mg. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.m. sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu.05 mg/ml (sebagai sitrat) ktk 5 amp @ 10 ml tab 20mg (fosfat).k/i. ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCI/sulfat). ktk 10 bls @ 10 tab tab salut 200 mg. btl 100 tab tab 400 mg. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman ibuprofen tab 200 mg. ktk 10 str @ 10 tab Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis metampiron natrium diklofenak .RUMAH SAKIT KELAS TERAPI./s. btl 1000 tab inj i. btl 100 tab tab 500 mg. ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat). btl 250 tab inj i.m.v. btl 30 tab inj i. lambat 50 mg/ml (HCI).v.0./s./i.m.k. ktk 5 vial @ 10 ml inj 50 mcg/ml (sebagai sitrat). NAMA OBAT BENTUK SEDIAAN. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg.v./i. 10 mg/ml (HCI/sulfat).

ktk 10 vial @ 20 ml inj i. btl 50 ml Khusus untuk anestesi spinal etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara Untuk bronkografi 2. btl 100/1000 tab . .v.3 ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. btl 100 ml inj 1% (HCI) + epinefrin 1 : 200.5% ktk 5 amp @ 4 ml semprot.v. 2% (HCI). btl 50/250 ml inj i. ktk 5 vial 20 ml inj p. btl 1000 tab tab 500 mg. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. btl 60 ml 1. 50 mg/ml (sebagai HCI).000. ANESTETIK 2.Mempercepat eksresi asam urat di ginjal .parasetamol tab 100 mg. ktk 3 str @ 10 tab tab 500 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. btl 250 ml Untuk keadaan atau pasien yang tidak bisa memakai halotan halotan ketamin cairan ih. ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCI).2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN enfluran (*) cairan ih.50% (HCI).1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj inifiltr 0.25% (HCI).Tidak diberikan sewaktu serangan akut . tube 10 g semprot 4%. 0.5% (HCI)+glukosa 7. btl 100/1000 tab .10 mg/ml (sebagai HCI).Menghambat produksi asam urat kolkhisin tab 500 mcg.v. ktk 5 vial 20 ml inj 0.Dosis 2x1/2 tablet dengan banyak minum .v. ktk 100 amp @ 2 ml jeli 2%.Tidak diberikan sewaktu serangan akut probenesid 2.

m./s.v. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan "hanya sebagai .k. ktk 10 amp @ 1 ml diazepam morfin 3. 10 mg/ml (HCI). ktk 5 amp @ 20 ml serb inj i./s. .1% (sebagai HCI/bitartrat).3 mg-0. ktk 100 amp @ 1 ml . ktk 100 amp @ 1 ml inj i.5 mg.v./i. ANTIDOT dan OBAT LAIN UNTUK KERACUNAN 4.Terpilih untuk anafilaksis. bisa di ulang difenhiramin epineftrin (adrenalin) klorfeniramin 4. ktk 25 amp serb inj i.m.3 PROSEDUR PERI OPERATIF. 0. ktk 25 amp 2. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.m. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat).k.Dosis 0./i. ktk 100 amp @ 1 ml inj s.v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. gas dalam tabung gas dalam tabung inj 10%.ktk 10 vial @ 20 ml nitrogen oksida oksigen propofol tiopental ih. 10 mg/ml (HCI/sulfat)./i. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat).v 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi).m.1 KHUSUS atropin inj i.k 1 mg/ml (sulfat). ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).

ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.v. ktk 10 amp @ 2 ml inj 0. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif. 5 mg/ml ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml. ktk 10 amp @ 10 ml inj i.5 ml kaps 250 mg.v 10 mg/ml./i.m. ktk 24 amp @ 10 ml inj i. 5 mg/ml (HCI). btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). Ca) kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat 4. 25%. ktk 10 5 amp @ 2 ml tab 500 mg. btl 10 tab inj 3 mg/ml.02 mg/ml (HCI). ANTIEPILEPSI ANTIKONVULSI diazepam inj i.4 mg/ml (HCI).k. khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas etosuksimid fenitoin . ktg 30 g karbo adsorben magnesium sulfat 5. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). 10 mg/ml. btl 60 ml kaps 30 mg (garam Na).antidot" (dosis besar).2 UMUM apomorfin inj s. deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat). (sebagai dihidrat). ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg. btl 100 tab tab 15 mg. ktk 10 vial @ 5 ml kelator besi kalsium folinat (leukovorin.m. tube 2. btl 100/1000 kaps sir 250 mg/5 ml.5 kg serb.v. ktg 0. btl 1000 tab inj i. ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml.

btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab tab 100 mg. btl 1000 tab Disediakan untuk daerah endemis filariasis 6.v. pirantel prazikuantel 6. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).1 ANTELMINTIK 6.v.Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah.v. btl 100 ml valproat 6. 50 mg/ml (sebagai garam Na).ktk 10 amp @ 2 ml fenobarbital tab 30 mg.3 Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg. btl 100 tab .2 Antifilaria dietilkarbamazin tab 50 mg (sirat). 20%. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.1.1.1 Antelmintik Intestinal albendazol mebendazol tab 400 mg.1. btl 100/1000 tab Untuk RS C/D (dokter ahli penyakit saraf) karbamazepin magnesium sulfat inj i.Khusus di Kalimantan Selatan untuk Pengobatan Fasciolopsis . ktk 5 str @ 6 tab tab 100 mg. ktk 100 amp @ 2 ml tab 200 mg./i. btl 30 ml tab scored 300 mg btl 100/1000 tab scored Untuk strongiloides. 40%. ANTIINFEKSI 6. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat). . amp 25 ml tab 150 mg (garam Na) btl 50 tab tab 300 mg (garam Na) btl 50 tab sir 200 mg/5 ml (garam Na).m. amp 25 ml inj i.

ktk 100 vial untuk stafilokokkus resisten.1 Tetrasiklin doksisiklin kaps 100 mg (sebagai hiklat/HCI).5 mg/5ml (sebagai garam Na).2 juta IU/ml. untuk dilarutkan dalam 5 ml air ijeksi.m./i.2.250 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5ml (sebagai garam K).v./i. ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na)./i.500 mg/vial (sebagai garam Na).m.2 Antibakteri Lain 6. 3 juta IU/vial. ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na).2. ktk 10 str @ 10 kaps Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal . btl 60 ml serb inj i.buski 6. 1 juta IU/vial. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K).2 ANTIBAKTERI 6. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. ktk 100 vial serb inj i. 2. 10 juta IU/vial.m./i. ktk 10 vial inj i.v. sir 62. 500 mg/vial (sebagai garam Na).m.m.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml.m 1. btl 60 ml serb inj i.2. btl 60 ml serb inj i.4 juta IU/ml. ampisilin benzatin benzilpenisilin benzilpenisilin kristal dikloksasilin fenoksimetil penisilin (penisilin V) Tidak untuk infeksi berat prokain benzilpenisilin 6. serb inj i. ktk 25 vial @ 10 ml inj i.m.v. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K).m.2.v.

btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat).v. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat). btl 60 ml serb inj i. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). ktk 10 vial @ 10 ml untuk demam tifoid dan meningitis 6.v.2.v. btl 100 tab tab scored 200 mg.2.2.2. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat).v. ktk 10 amp @ 3 ml inj i. ktk 5 amp @ 5 ml. 50 mg/ml (HCI). ktk 100 amp @ 2 ml Khusus untuk infeksi tulang klidamisin .oksitrasiklin inj i.2. hanya untuk kondisi darurat.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi : sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16 mg/ml sulfadiazin trimetoprim tab. 250 mg/3 ml (HCI). btl 100 tab inj i. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCI).2. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCI). tab 500 mg..4 Makrolid eritromisin kaps 250 mg (sebagai stearat). Ktk 10 str @ 10 tab tab. ktk 10 str @ 10 kaps tetrasiklin 6. ktk 5 vial @ 10 ml perlu dipertimbangkan yang baik. btl 100 tab scored 6.

btl 100 tab tab 100 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj 40 mg/ml (sebagai sulfat). ktk 10 amp @ 2 ml 6. klofazimin.2.2. bls .7 Penggunaan Khusus sulfasalazin tab 500 mg.3.2. Banyaknya tablet sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. btl 10 str @ 10 kaps Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6. btl 1000 tab tab 500 mg.6.1 Antilepra dapson tab scored 100 mg btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg. metronidazol tab 250 mg. Depkes RI 2005 isoniazid Obat Antituberkulosis untuk program (OAT) kategori 1 dewasa (2HRZE/4H3R3) isoniazid rifampisin tab 300 mg. bls kapl 450 mg. btl 500 tab Pemakaian khusus untuk colitis ulcerativa.2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCI).PL Untuk OAT : 1. btl 100 ml 6. btl 100/1000 tab tab 500 mg. micronized 6.5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 mg/ml (sebagai sulfat).2. Satu tablet/kaplet dari masingmasing kekuatan tidak menun jukkan satu dosis untuk dewasa maupun anak 2.2.3.6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCI). btl 100/1000 tab sup 500 mg. btl 1000 tab Sesuai dengan program Ditjen P2 . btl 100 tab tab 500 mg (HCI). ktk 10 bls @ 10 tab scored Tidak sebagai pilihan utama untuk infeksi kuman gram positif 6.2. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml.

Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg. bls ktk 60 bls HRZ+ ktk 54 bls HR sisipan dewasa (HRZE) isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol tab 300 mg. bls kapl 450 mg. bls ktk 60 bls HRZE + ktk 54 bls HR kategori 2 dewasa (2HRZES/HRZE/5H3R3E3) isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol etambutol streptomisin tab 300 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetorim 80 mg tab. bls tab 500 mg. bls ktk 30 bls kategori anak (2HRZ/4HR) isoniazid rifampisin pirazinamid pirazinamid tab 500 mg. . bls tab 500 mg.sesuai dengan program Ditjen P2 .pirazinamid etambutol tab 500 mg. ktk 100 vial streptomisin 6. btl 100 tab khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosis Paru) . vial ktk 90 bls HRZE+ ktk 66 bls HRE kategori 3 dewasa (2HRZ/4H3R3) isoniazid rifampisin pirazinamid tab 300 mg. ktk 10 str @ 10 tab . bls kapl 450 mg. bls kapl 450 mg.3. bls tab 250 mg.75 g. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1500 mg/vial (sebagai sulfat). bls tab 250 mg. bls tab 500 mg.PL. bls tab 250 mg. dengan kemasan khusus rifampisin tab scored 300 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. bls tab 500 mg.PL sesuai dengan program Ditjen P2 . bls inj 0.

000 IU/tab ktk 10 str @ 10 tab susp 100.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). parakoksidioidomikosis dan lain-lain) ketokonazol nistatin tab salut 500.PL.5. infeksi mikosis sitematik (kandidosis. btl 1000 tab klorokuin .5.000 IU/tab btl 100/1000 tab tab vagina 100.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg.2 Antimalaria 6. btl 100 tab 6.PL inj 80 mg/ml. btl 100 tab Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obat-obat lain. btl 12 ml 6. btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten untuk Plasmodium falciparum yang resisten klorokuin. sesuai dengan program Ditjen P2 . btl 100/1000 tab tab scored 100 mg.2. btl 1000 tab sesuai dengan program Ditjen P2 . 6.metanamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab salut enterik 500 mg. btl 100 tab scored tab 200 mg.5 ANTIPROTOZOA 6.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg artemether tab.2. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. btl 100 tab scored trimetoprim 6. btl 100 tab tab 500 mg.5. ktk 6 amp @ 1 ml tab 150 mg (sebagai fosfat). micronized tab scored 250 mg.4 ANTIFUNGI griseofulvin.5.000 IU/ml.

6.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin tab 2. btl 60 kaps kaps 40 mg. btl 60 kaps tab 200 mg. btl 100 tab 8.6 ANTIVIRUS 6.5 mg (sebagai mesilat).sir 50 mg/5ml.2 SERANGAN AKUT ergotamin tab 1 mg (tartrat).v.Hanya untuk malaria yang gawat primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat). btl 1000 tab 6.v. 6 bls @ 10 tab nevirapin 6.PL . btl 60 tab kaps 100 mg. ktk 10 str @ 10 tab 7. btl 100 kaps sir 50 mg/5 ml. ANTIMIGREN 7.2 Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) efavirens kaps 200 mg. btl 10 ml lar infus i. 200 mg/10 ml zidovudin 6. btl 60 kaps tab 300 mg. ANTINEOPLASTIK.sesuai dengan program Ditjen P2 . IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF .1 Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) stavudin tab 150 mg kaps 30 mg. btl 1000 tab inj i. 2 bls @ 12 tab (kombipak) tab 222 mg (bisulfat). btl 60 ml kombinasi artesunate tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg kuinin ktk.3 Antiherpes asiklovir tab scored 200 mg tab scored 400 mg Untuk pengobatan dini Herpes Zoster 7.6.6. 25% (sebagai 2 HCI). btl 60 kaps kaps 600 mg. ktk 100 amp @ 2 ml .

Khoriokarsinoma . . ktk 1 vial .Tidak dianjurkan untuk terapi lanjutan .Leukemia .8. btl 30 tab tab 250 mg.2 IMUNOSUPRESAN azatioprin tab 50 mg.Kanker testis.Kanker squamos cell leher.Sarkoma jaringan lunak.v 10 mg/vial (HCI).Leukemia limfositik akut.Untuk kasus anemia aplastik 8. btl 10 kaps inj i.Tumor testis yang refrakter .Kanker squamos cell paru . penis dan esofagus.Perlu sarana dan keahlian khusus siklosporin kaps lunak 25 mg.5 mg serb inj i.3 SITOTOKSIK asparaginase serb inj 10. .5 ml kaps lunak 40 mg (undekanoat). ktk 5 str @ 4 kaps lunak Kanker payudara.Kanker payudara dataknomisin inj i. ktk 10 amp @ 5 ml 8. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. . ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg. ktk 1 vial 0. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i. bleomisin serb inj 15 mg/amp (sebagai HCI).Penyakit Hodgkin stadium lanjut sebagai terapi alternatif .v.Kanker payudara . medroksi progesteron asetat testosteron Kanker payudara dan endometrium . ktk 10 amp @ 5 ml doksorubisin etoposid .v 50 mg/vial (HCI). ktk 1 vial . .Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 100 tab .5 mg/vial.v. serviks. btl 50 tab inj 200 mg/ml.1 ANTIHORMON tamoksifen tab 20 mg (sebagai sitrat).Limfoma . 50 mg/ml. kepala. ktk 1 amp busulfan dakarbazin tab salut 2 mg.Kanker ovarium fluorourasil .Kanker saluran cerna .Limfoma maglinan.Hati-hati penyalahgunaan. 0.Melanoma malignan metastatik .000 IU/vial. btl 100 tab serb inj 100 mg/vial. ktk 1 vial 2. . btl 50 kaps inj 50 mg/ml. .

ktk 1 vial . btl 100 kaps tab salut 50 mg. 200 mg/voal.Kanker payudara . ktk 1 vial vinblastin serb inj 10 mg/vial (sulfat).Limfoma .Kanker testis stadium lanjut . 5 mg/vial (sebagai garam Na). btl 10 tab inj 3 mg/ml. ktk 100 vial prokarbazin . mekloretamin) serb inj 10 mg/vial (HCI).v. 1 mg/vial (sulfat). . .v. 500 mg/voal.5 mg (sebagai garam Na).Leukemia .Khoriokarsinoma .Limfoma .v.Mikosis fungoides stadium lanjut . ktk 1 vial serb inj i. ktk 5 amp @ 1/10 ml . btl 28 tab serb inj i.Kanker paru .Kanker ovarium .Khoriokarsinoma. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial.Leukemia .Khoriokarsinoma.Limfoma . 1000 mg/voal.t. ktk 1 vial levamisol tab 50 mg.Kanker paru . .Leukemia.Limfoma . ktk 1 vial serb inj i. ktk 1 vial serb inj i./i.Kanker serviks klormetin (mustin.Penyakit Hodgkin (stadium III dan IV). . btl 25 tab metotreksat tab 2. Ca) tab 15 mg. btl 25 tab merkaptopurin tab 50 mg.Leukemia mielositik kronik atau limfositik kronik .Penyakit Hodgkin stadium lanjut . btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial. ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCI). .Limfoma .Leukemia .kalsium folinat (leukovorin.v. .v.Untuk pengobatan osteosarkoma pada pasien yang telah mendapat pengobatan metotreksat dosis tinggi (golongan antagonis asam folat) .Limfoma histiositik.Limforsarkoma .Anemia megaloblastik karena defisiensi asam folat.Kanker ovarium siklofosfamid sisplatin .Sarkoma Kaposi . ktk 1 vial vinkristin serb inj i.Kanker payudara sitarabin serb inj 10 mg/vial (sulfat).Kanker paru .Leukemia .

btl 100 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa tab 2 mg (HCI). ktk 1 vial serb inj 500 IU/vial + pelarut 10 ml.1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.2 KOAGULASI. 5000 IU/ml. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).4 TERAPI PALIATIF. btl 100 tab 11. ktk 1 vial serb inj 500 IU/vial + pelarut 10 ml. btl 1000 tab tab 5 mg.. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K) tab salut 10 mg. PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11. btl 60 ml inj 500 mcg/ml. btl 250 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa 10./s. faktor IX kompleks . btl 1000 tab besi (II) sulfat 7 H2O tab salut 300 mg. OBAT yang MEMPENGARUHI 10.v. btl 30 tab Sesuai program parawatan paliatif dirumah sakit tab.Jangan buka pembungkus sampai saat akan diinjeksikan 8.1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 IU/vial + pelarut 10 ml. btl 1000 tab sir.Fatal jika diberikan secara intratekal . ktk 10 vial @ 5 ml . . btl 1000 tab inj 10 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml sianokobalamin (vitamin B12) 10. ktk 1 vial serb inj 1000 IU/vial + pelarut 25 ml. DARAH. OBAT untuk morfin 9. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : karbidopa 25 mg levodopa 250 mg triheksifenidil tab 10 mg (sulfat). Na protamin sulfat warfarin tab 5 mg (garam Na/K).Perlu sarana dan keahlian khusus heparin.k.

5 g natrium klorida 4.1.63 g nitrogen 17. btl 500 ml lar infus kadar protein 20%.3 Bronkografi propiliodon inj 65%. ktk 1 amp 20 ml Patent blue V .2 Biligrafi natrium iopodat 12.k. ktk 1 amp 10 ml inj s.25 g kalium klorida 0. DIAGNOSTIK 12.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12. btl 500 ml lar infus 10%. .1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12. btl 100 ml 11.1. ktk 1 vial 50 ml kaps 500 mg. btl 6 kaps inj dalam minyak 500-600 mg/ml.v.a. 1 ml mengandung 0.1. btl 500 ml lar infus.48 g iodium). 2.125 g air steril bebas pirogen sampai 500 ml 12.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER dekstran 70 hydroxy ethyl starch lar infus 6%.5%.1.1.4 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12. ktk 1 amp 2 ml inj 76%. btl 500 ml lar infus 6%.19 g kalsium (terikat pada polipeptida) 0. ktk 1 amp 20 ml 12.Perlu sarana dan keahlian khusus Pengganti plasma DOEN kombinasi : poligelin (ekivalen dengan 0.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).ktk 1 vial fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) lar infus kadar protein 5%.5 Limfangiografi etil ester dari oleum papveris teriodisasi (oleum iodatum) inj i. btl 500 ml .96 ml (setara dengan 0./i.

1.8 Urografi iopamidol inj 0.v.Perlu sarana dan keahlian khusus.612 g/ml.v.7 Saluran Cerna Bahan kontas media DOEN granul.408 g/ml. btl 120 ml . 76%.Perlu sarana dan keahlian Khusus 12. 5%.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ioheksol iopamidol inj 0.25 g simetikon 0. ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0. ktk 1 amp 10 ml .755 g/ml. . ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml.12. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. .042 g barium sulfat serb.6 Mielografi iofedilat inj mengandung 30.v.612 g/ml ktk 10 amp @ 20 ml 12.2. ktk 1 vial 20 ml . dengan lar asam kombinasi : natrium bikarbonat 1. ktg.1.2 Hati natrium bromsulftalein inj i.5% iodium.2 TES FUNGSI 12. btl 500 ml lar 59. btl 250/450 ml susp 55%.1 Ginjal natrium aminohipurat 12.1.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 1 amp 3 ml inj i. btl 2 l susp 65%. ktk 1 amp 20 ml Sebagai obat alternatif untuk pasien dengan risiko tinggi alergi kontras meglumin natrium amidotrizoat . 200 mg/ml.7%. ktg 200 g susp 2.2.Perlu sarana dan keahlian khusus meglumin natrium amidotrizoat 12. . ktk 10 amp @ 20 ml inj i.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).2%.

12.2.3 Lain-lain fluoresein tts mata 1% (garam Na), btl 5 ml tts mata 2% (garam Na), btl 5 ml inj 10%, ktk 1 amp 5 ml inj 20%, ktk 1 amp 5 ml

12.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative 13. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsetrat, btl 1000 ml - Disimpan dalam botol dengan dengan sumbat kaca, kedap udara, terlindung dari cahaya - Untuk diecerkan sampai 35% inj i.k. 1:10, ktk vial 2 ml inj i.k. 1:10, ktk vial 25 ml Dalam pemakaian harus dulu

klorheksidin

lar 1,5% (glukonat), btl 2,5 l lar 4,0% (glukonat), btl 2,5 l lar 5,0% (glukonat), btl 2,5 l lar 10%, btl 1000 ml

povidon iodida 13.2 DISINFEKTAN etakridin (rivanol)

lar 0,1%, btl 300 ml serb, btl 100 g lar, btl 100 ml/1000 ml serb, ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2 - PL

etanol 70% kalsium hipoklorit

kresol tersaponifikasi 50% (Lisol) paraformaldehida

cairan, btl 1000 ml tab 1 g, btl 100 tab lar 5%, btl 1000 ml serb (untuk lar 0,1%), btl 100 g

senyawa klor

14. GIGI dan MULUT, OBAT dan BAHAN untuk 14.1 GIGI dan MULUT, OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCI 2% epinefrin 1 : 80.000

etil klorida eugenol fluor gentian violet kalsium hidroksida klofenol kamfer mentol (CHKM) lidokain

semprot 0,05-0,2 ml, btl 100 ml Cairan, btl 10 ml tab 0,5 mg, btl 100 tab lar 1%, btl 10 ml pasta, ktk 2 tube cairan, btl 10 ml Untuk Puskesmas daerah tertentu

inj 2% (HCI), ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCI), tube 10 g semprot 15% (HCI), btl 60 ml cairan konsentrat 5%, btl 10 ml susp 100.000 IU/ml, btl 12 ml

natrium hipoklorit nistatin polikresulen (kodensasi metakresol sulfonat & metanal) preparat sulfa

cones (kerucut), btl 100 butir

14.2 GIGI dan MULUT, BAHAN untuk amalgama perak (Silver alloy) bahan tumpatan sementara glass lonomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) serb 65-75%, btl 1 oz

lar dan serb, btl 100 g serb, btl 10 g lar, btl 6 g (4,8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang pasta, btl

gutta percha points pasta devitalisasi (non arsen) pasta iodoform pasta pengisi saluran akar semen seng fosfat spons gelatin surgical ginggival pack 15. DIURETIK

pasta pasta, btl serb dan cairan, set 30 g btl 1 set cubicles 1x1x1 cm, klg 50 butir set

amilorida

tab 5 mg (HCI), btl 100 tab

- Pemakaian terbatas (kasus tertentu). - Perlu sarana dan keahlian khusus

furosemida

tab 40 mg, btl 250 tab inj i.v./i.m. 10 mg/ml, ktk 25 amp @ 2 ml lar infus 20%, btl 500 ml tab 25 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg, ktk 10 str @ 10 tab

manitol spironolakton

16. HORMON, OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPSTIK 16.1 HORMON ANTIDIURETIK desmopresin inj 4 mcg/ml (asetat), ktk 10 amp @ 1 ml inj i.m./s.k. 20 IU/ml ktk 10 amp @ 1 ml 16.2 ANTIDIABETES 16.2.1 Antidiabetes, Oral glibenklamida tab 2,5 mg, btl 100 tab tab 5 mg, btl 100 tab tab 500 mg, btl 100 tab tab 5 mg, ktk 5 bls @ 20 tab pemakaian di RS C/D hanya khusus untuk perdarahan lambung

vasopresin

metformin glipizid 16.2.2 Antidiabetes, Parenteral insulin intermediate

inj 40 IU/ml, ktk vial 10 ml inj 100 IU/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 IU/ml, ktk vial 10 ml inj 100 IU/ml, ktk 1 vial 10 ml

insulin regular

16.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.3.1 Androgen testosteron inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat), ktk 1 vial 1 ml Untuk pria dengan hipogenitalisme pituitaria.

4.5 Indikator Ovulasi klomifen tab 50 mg (sitrat).4.kanker prostat etinilestradiol 16.05 mg.4 Kontraseptik 16.3.m 1 ml mengandung 0.ml.3.3.16.Perlu sarana dan keahlian khusus 16.4.96 ml (sesuai dengan 0.5 mg. ktk.48 g iodium) ktk 1 amp 10 ml btl 30 ml Untuk Puskesmas di daerah endemik Dalam pemakaian harus dilarutkan .Pemakaian terbatas (kasus tertentu). Implan etonogestrel levonorgestrel implan 1 rod (3 tahun) implan 2 rods (3-4 tahun) implan 6 rods (5 tahun) inj depot 150 mg 16. btl 30 tab sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN noretisteron 16. btl 10 tab .2 Estrogen estrogen terkonjugasi tab 0.kanker payudara .3.3. btl 100 tab tab 0.625 mg. btl 100 tab Untuk pengobatan : . ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg.1 Kontraseptik Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg levonorgestrel pil pil 75 mcg pil 150 mcg 16.3.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID etil ester dari oleum papaveris teriodidasi (oleum iodatum) larutan Lugol inj i. .3. str 28 tab tab 0.2 Kontraseptik.m 125 mg.3 Kontraseptik.3 Progestogen hidroksi progesteron inj i. Parenteral medroksi progesteron asetat 16.

1 ANTIANGINA atenolol diltiazem HCI isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg.5 mg. btl 100 kaps inj 0. btl 60 tab tab sublingual 0. KARDIOVASKULER. ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg.dulu dalam sedikit air natrium tiroksin propiltiourasil 16.1% (sebagai bitartrat). ktk 100 amp @ 1 ml inj 1 mg/ml (HCI). btl 100 tab tab 5 mg. ktk 3 str @ 10 tab isoprenalin kuinidin lidokain lisinopril . btl 50 tab tab 50 mg. ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg.5 mg.5 KORTIKOSTEROID deksametason tab 0. btl 1000 tab hidrokortison metil prednisolon prednison 17. ktk 100 amp @ 1 ml serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 4 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. btl 1000 tab tab 0.1 mg. btl 100 tab propranolol 17. OBAT 17.2 ANTIARITMA disopiramida epineftrin (adrenalin) kaps 100 mg (fosfat).v 2% (HCI) ktk 100 amp @ 2 ml tab 5 mg. btl 100 tab tab 40 mg (HCI). btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). btl 100/1000 tab tab 10 mg (HCI). ktk 10 str @ 10 tab tab 30 mg. ktk 1 amp 2 ml tab 200 mg (sulfat). btl 100/1000 tab inj i.

10 mg. ktk 10 amp @ 1 ml tab 40 mg (HCI). btl 30 tab inj 2. btl 100 tab . ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored inj i.000 IU/vial inj 1. ktk 10 bls @ 10 tab 17.m. . ktk 1 vial 10 ml tab 10 mg (HCI). ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida tab 50 mg.4 ANTITROMBOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) 17. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg.5 mg. 1 mg/ml (HCI). btl 100 tab inj i.0625 mg.dapat timbul efek samping batuk kaptopril tab scored 12.prokainamida propranolol inj 100 mg/ml (HCI). ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 12.5 mg. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg.6 GAGAL JANTUNG.5 TROMBOLITIK streptokinase inj 750.5 mg/ml (HCI). btl 1000 tab klonidin lisinopril metildopa Setiap 4 jam nifedipin reserpin 17. btl 100 tab tab 0.Perlu sarana dan keahlian khusus tab 80 mg. .v. ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg. ktk 10 amp @ 2 ml Untuk aritmia supraventrikuler verapamil 17. OBAT digoksin tab 0. btl 50 tab tab 25 mg.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 100/1000 tab tab 10 mg.5 juta IU/Vial . btl 1000 tab tab 0. btl 100 tab Dosis 1/2 tablet sehari untuk hipertensi.tidak boleh digunakan untuk wanita hamil .15 mg/ml (HCI).25 mg. 0.

ktk 1 amp 2 ml furosemida tab 40 mg. ktk 100 amp @ 1 ml .Dapat timbul efek samping batuk kaptopril epinefrin (adrenalin) 17. tube 5 g cairan.Wadah harus tertutup rapat tab scored 10 mg./i. ktk 10 str @ 10 tab scored 17.5 mg ktk 10 str @ 10 tab scored tab scored 25 mg.25 mg.1 ANTIAKNE asam retinoat benzoil peroksida krim 0.m.1% (sebagai HCI/bitartrat).05%.Dibuat sendiri oleh RS. tube 5 g kasa steril 1% (sulfat). KULIT. OBAT TOPIKAL untuk 18.7.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 IU/g polimiksin B 10.000 IU/g framisetin salep. .1 Syok Kardiogenik dopamin inj 40 mg/ml (HCI) ktk 5 amp @ 5 ml inj i. OBAT untuk 17. tube 20 g jeli 2.v. ktk 30 tab lotio Kummerfeldi 18.5%.tab 0.7 SYOK.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil . ktk 10 lembar .v.25 mg/ml. 17.2 Syok karena anestesi efedrin inj 50 mg/ml (HCI) ktk 100 amp @ 1 ml Long acting vasopressor.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin 18.7. 0. 10 mg/ml ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. tube 5 g jeli 5%. kemasan sesuai kebutuhan . ktk 20 str @ 100 tab inj i. btl 100/100 tab inj 0.

pot 500 g Hanya untuk luka bakar yang luas salep.Tidak digunakan pada kulit yang banyak lukanya .5% (asetat). btl 10 ml krim 20 mg/g.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS gameksan krim 1%. tube 5 g krim 2. tube 10 g cairan 25%. btl 30 ml . tube 5 g hidrokortison 18.Sebagai alternatif salep 2-4 .1% (sebagai valerat). btl 10 ml lar 2%. ktg 20 g krim 2% (nitrat). pot 30 g btl 10 ml lar 20%. pot 30 g .3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% gentian violet lar 1%.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%.6 KAUSTIK fenol cair perak nitrat salep. btl 30 ml untuk panu mikonazol natrium tiosulfat 18. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis lar 1%.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0.1% (sebagai valerat).gentian violet natrium fusidat perak sulfadiazin 18. btl 10 ml serb 2% (nitrat). tube 5 g krim 1% (asetat). tube 5 g krim 1%.Tidak digunakan pada anak dibawah usia 12 tahun salep 2-4 kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4% 18. tube 5 g salep 0. btl 10 ml 18.

100 ktg. tube 40 g serb 2%. ktk 100 g salep kulit 5% susp 2%. 100 ktg.Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil karena efek teratogenik urea 18.5% Dibuat sendiri oleh RS liquor Faberi 19. .6 g kalium klorida 1. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi . btl 30 ml susp 5%. pot 30 g coal tar podofilin lar 5%.9 g glukosa anhidrat 13. btl 1 galon 20.1 ORAL Garam oralit I kombinasi : natrium klorida 2. tiap ktg untuk 200 ml air 0. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL Dialisa peritoneal DOEN Hemodialisa DOEN lar infus. NUTRISI dan LAIN-LAIN 20. btl 100 ml tingtur 25%.52 g Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 .5 g Garam oralit I kombinasi : natrium klorida serb.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal.8 LAIN-LAIN bedak salisil levertran liquor carbonis detergens kim 10%. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : .5 g trinatrium sitrat dihidrat 2.1% liquor ditambah mentol 0. 24 btl @ 1000 ml lar. tiap ktg untuk 1000 ml air Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 menit sampai diare/muntah berhenti serb. LARUTAN ELEKTROLIT.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. pot 30 g salep 10%. btl 30 ml liquor liquor ditambah mentol 0.salep 5%.

Disimpan dalam wadah kedap udara natrium bikarbonat 20.5 g/l nikotinamida (niasinamida) 0.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).4 g/l mineral Larutan nutrisi DOEN II kombinasi : natrium karbonat 3. 10%.5 mg/l rutosid (rutin) 0.71 g/l magnesium sulfat 7 H2O silitol I. btl 100/500 ml .v. btl 25 ml inj i.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air.70 g kalium klorida tab siap larut 300 mg. ktk 24 amp @ 10 ml lar infus.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0.v. btl 1000 tab lar infus 10%. btl 500 ml lar infus 40%.kalium klorida 0.Perlu sarana dan keahlian khusus darrow glukosa ana (DG ana) darrow glukosa half strength glukosa lar infus. .4 g/l inositol 0.04 g/l riboflavin natrium fosfat 2. btl lar infus 5%. .06 g/l piridoksin HCI (vitamin B6) 0. btl 500 ml lar infus.2 PARENTERAL Cairan intralipid tab 500 mg.sorbitol 100 g/l asam askorbat (vitamin C) 0. 1 mek/ml.58 g glukosa anhidrat 2. btl 100/500 ml lar infus 20%. btl 500 ml kalium klorida kalsium glukonat Larutan nutrisi DOEN I kombinasi : asam amino 50 g/I d. ktk 1 amp 10 ml inj i. btl 500 ml lar infus 10%.74 g/I 50 g/l 9 g/l . arginin 0. tube kedap 10 tab menit sampai diare/muntah berhenti .

01 g/l tiamin HCI (vitamin B1) 0. Homosistein tiolakton 0.v.01 g/l natrium riboflavin 5 H3P04 ester nikotinamida (niasinamida) piridoksin HCI (vitamin B6) 0. orniten 7.03 g/l lar infus.02 g/l 0. btl 500 ml lar infus.45% Larutan nutrisi DOEN V kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0.08 g/l Larutan nutrisi DOEN III kombinasi : kalium H2P04 1. Asam alfa lipoat 0. 8. asam malat 7 g/l l.85 g/l sorbitol 50 g/l kolin klorida 2 g/l metionin 2 g/l arginin HCI 2 g/l glisin 1 g/l l.225% natrium bikarbonat lar infus.15 g/l n.64 g/l natrium asetat 3 H2O 1.05 g/l asam lipoat 0. btl 500 ml Larutan nutrisi DOEN IV kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0.12 g/l nikotinamida (niasinamida) 0. btl 500 ml Untuk pra operatif pada anak inj i.4%. btl 25 ml perluu dilakukan pemeriksaan gas darah .01 g/l asam oralat 0.45% Larutan nutrisi DOEN V kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0.25 g/l I.02 g/l 0.I.08 g/l piridoksin HCI (vitamin B6) 0. aspartat 10 g/l I. asam glutamat 2 g/l dl.36 g/l natrium karbonat 0. asetil dl.36 g/l natrium sulfat 10 H2O 0. asam malat 2.

tube 3.2 TOPIKAL 21. MATA. tube 5 g salep mata 0. btl 1000 kaps manitol retinol (vitamin A) 21.m/i. btl 500 ml ktk.2 Antimikroba amfoterisin benzilpenisilin gentamisin salep mata 3%.000 IU. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml lar infus 20%.v. btl 100 tab serb inj i. btl 5 ml tts mata 0.5 g tts mata 15% (natrium). btl 500 ml kaps lunak 200.3%. btl 500 ml inj 15%.1%.9%.5 g tts mata 0.3%.3 Antiinflamasi . btl 500 ml lar infus 3%. ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0.5% (HCI).1 Anestetik lokal bupivakain inj 0.2.Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium . tube 3.natrium klorida lar infus 0. OBAT untuk 21.2. btl 5 ml salep mata 1% (HCI). 500 mg/vial (sebagai garam Na).5 g salep mata 1000 IU/g.2.pemakaian hanya di Puskesmas perawatan ringer laktat 20. amp/vial @ 10 ml/20 ml tab 250 mg.5% (HCI). tube 3. btl 5 ml tetrakain 21.3 LAIN-LAIN air untuk injeksi 21.1 SISTEMIK asetazolamida lar infus. btl 5 ml idoksuridin oksitetrasiklin sulfasetamida 21. vial 50 ml .

5 g 21.200 mg/ml ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 IU/ml. PSIKOFARMAKA inj 20%.2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat 23.5% (sulfat). ktk 100 amp @ 1 ml oksitosin 22. ktk 10 vial @ 20 ml Untuk preeklamsia dan eklamsia 23.1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0.25 mg.6 Lain-lain dinatrium edetat metilselulosa natrium kromoglikat tts mata 0. tube 3. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22.2. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). btl 15 ml 22. btl 5 ml timolol 21. btl 5 ml tts mata 0.4 Midriatik atropin tts mata 0.35%.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA alprazolam tab 0. btl 5 ml salep mata 1%. ktk 10 str @ 10 tab tab 0.5% (maleat). btl 5 ml tts mata 2%. btl 5 ml tts mata 0. btl 5 ml homatropin tropikamida 21. btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). btl 5 ml tts mata 0.5%.2.125 mg (meleat). ktk 10 str @ 10 tab tab 2 mg. btl 15 ml tts mata 1%.hidrokortison asetat prednisolon tts mata 1%. btl 5 ml tts mata 4% (HCI/nitrat). ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%.25% (maleat).5 Miotik dan Antiglaukoma pilokarpin tts mata 2% (HCI/nitrat).5 mg. btl 100 tab inj 0. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 1000 tab diazepam .2. btl 5 ml lar 2%.

btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCI).m. .Long acting haloperidol klorpromazin perfenazin risperidon sulpirid 24. . ktk 5 str @ 10 tab tab 2 mg. 5 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (HCI).25 mg/ml (dekanoat). ktk 10 str @ 10 tab Penggunaan di rumah sakit dengan monitoring khusus litium karbonat 23.5 mg (HCI).3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tab 10 mg (HCI).5 mg.m. btl 15 ml inj i.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCI). 2 mg/ml (sebagai dekanoat). ktk 5 str @ 10 tab kaps 50 mg. btl 1000 tab inj i. ktk 100 amp @ 2 ml 23. ktk 10 str @ 10 kaps tab 100 mg. ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml tab salut 25 mg (HCI).inj i. ktk 10 vial @ 1 ml tab 0.4 ANTIPSIKOSIS flufenazin tab 2. btl 1000 tab 23. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCI).m 5 mg/ml (sebagai dekanoat). 25 mg/ml (HCI).sebagai altenartif klorpromazin. btl 100 tab inj i. ktk 10 bls @ 10 tab tab 250 mg. RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE 24.5 mg. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. btl 100/1000 tab tab 2 mg. btl 100/1000 tab tab 1. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml.1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER . ktk 100 tab tab 5 mg. btl 250 tab tab 25 mg (HCI).Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa.m. ktk 2 str @ 10 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa .m. btl 100/1000 tab tab 1 mg.

ktk 10 vial serb inj 10 mg/vial (bromida) ktk 20 vial vekuronium 24.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25. OBAT untuk edrofonium inj i. SALURAN CERNA.Untuk efek sedang (intermediate) suksametonium serb inj i./i. 2 mg/ml (bromida).10 mg/ml (klorida).2 ANTIEMETIK tab kunyah.Perlu sarana dan keahlian khusus.v. .Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 3 str @ 10 tab . ktk 10 amp @ 2 ml .v. ktk 10 str/bls @ 10 tab tab 10 mg (bromida).2 MIASTENIA GRAVIS. btl 60 ml tab 150 mg. .5 mg/ml (metilsulfat). ktk 50 amp @ 1 ml tab 60 mg (bromida)./i. amp 1 ml neostigmin piridostigmin 25. . ktk 10 str/bls @ 10 tab inj 1 mg/ml (bromida). .v. btl 1000 tab susp.Perlu sarana dan keahlian khusus. ktk 10 vial serb inj i. OBAT untuk 25. ktk 10 vial @ 10 ml tab 15 mg (bromida).m 500 mg/vial (klorida).pankuronium inj i.Perlu sarana dan keahlian khusus. .v. .m 100 mg/vial (klorida).Pemakaian terbatas (kasus tertentu).Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 10 tab inj 0.

btl 1000 tab tab salut 25 mg (HCI).dimenhidrinat klopromazin tab 50 mg. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (sebagai HCI). btl 1000 tab inj i. 1 mg/ml (sulfat).m.58 g 2.v./i. btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCI).5 DIARE.6 KATARTIK serb. btl 100/1000 tab sup.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25.5 g 2. ktk 10 amp @ 2 ml metoklopramid 25./i.m.52 g 0.m. klg 100 tab inj i. 100 ktg tiap ktg untuk 200 ml air 0. ktk 100 sup ekstrak beladon 25.3 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat)./s.v. 0. 25 mg/ml (HCI).6 g 1.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg. 5 mg/ml (HCI).70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah . OBAT untuk Garam oralit I kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat Garam oralit II kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25.9 g 13. ktk 100 amp @ 1 ml inj i./s.k.25 mg/ml (sulfat).30 g 0.m.k.5 g serb. 100 ktg tiap ktg untuk 1000 ml air 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.

OBAT untuk neomisin 25.8 ANTIINFLAMASI. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). btl 100 ml gliserin 25. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI). ktk 6 sup sup 10 mg. ktk 6 sup cairan. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI). OBAT untuk sulfasalazin 26. kanister 15 ml aerosol 200 mcg/puff. btl 100 kaps budesonid deksametason efedrin efedrin epinefrin (adrenalin) inj 0.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg. kanister 15 ml tab 0. btl 100/1000 tab lar ih 0. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).v. tabung 200/400 dosis inj 50 mcg/ml (sebagai sulfat) ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer inhalasi untuk serangan intermitten dan untuk serangan akut pertama salbutamol . ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 mcg/puff. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).bisakodil sup 5 mg. SALURAN NAPAS. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).5 mg.1% (sebagai HCI/bitartrat).5%.7 STERILISASI USUS.135 mg/kali tab 500 mg.v. ktk 10 str @ 10 tab Untuk colitis ulcerativa tab 500 mg. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml. 10 ml ih/aerosol 100 mcg/dosis (sebagai sulfat). btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab inj i. OBAT untuk 26. btl 1000 tab sebagai campuran dengan aminofillin Dosis dewasa 125 .

m.v. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. i.000 IU/vial. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).5 mg/2..B. ktk 10 amp @ 2 ml inj i.U. 20. btl 200 ml cairan konsentrat.5 ml NaCI.v.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr).k. ktk 5 amp + 5 amp pelarut @ 2 ml serb inj i. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.Disimpan pada suhu 2-8°C .m 100 IU/ml. btl 1000 tab obat batuk hitam (OBH) cairan.. btl 250 tab cairanm btl 100 ml kodein sirop timi majemuk 26. ktk 4x5 nebules 26.I (khusus ular dari luar Papua) A.Digunakan untuk pengobatan post-exsposure di daerah rabies .2 ml untuk anak.B.C.D. ktk 10 vial @ 10 ml serb inj i..000 IU/amp. SISTEM IMUN.U.m.000 IU/vial.2 VAKSIN vaksin B. ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml . btl 1000 ml 27.S) inj i.harus disimpan pada suhu 2-8°C .k.m.Khusus daerah tertentu .Disimpan pada suhu 2-8°C .II (Khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A. 10.2. btl 60 ml tab 10 mg (HCI/fosfat).m. 1500 IU/amp.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular inj i. ktk 5 amp + 5 amp pelarut @ 4 ml serb inj s.T..3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5ml.G inj i.v. btl 60 ml tab 100 mg.m./i. ktk 10 vial @ 10 ml Untuk pencegahan : inj i. 4 ml untuk bayi .Disimpan pada suhu 2-8°C serum antitetanus (A.000 IU/amp.harus disimpan pada suhu pada suhu 5°C vaksin campak . ktk 10 vial @ 20 ml . ktk 10 amp @ 4 ml inj. 20.m.k.m./i. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. 10. ktk 10 vial @ 5 ml A./i.S) serum antirabies serum imun globulin 27.

ktk 1 vial 0.PL .l. kedap udara. ktk 1 vial 5 ml serb inj.. untuk manusia serb inj s.k.PL .5/5/10 ml tts.Pengadaan melalui Ditjen P2 .1 ANTIBAKTERI TOPIKAL kloramfenikol Obat telinga DOEN kombinasi : neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta IU/100 ml 28.harus disimpan pada suhu 2-8°C .Pengadaan melalui Ditjen P2 . ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml 28.harus disimpan pada suhu 2-8°C . ktk 10 vial @ 5 ml vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin meningokokus Polisakarida A + C inj i. ktk 10 vial @ 2 ml .Untuk diencerkan sampai 3% . vaksin rabies. terlindung dari cahaya .Pengadaan melalui Ditjen P2 . btl 5 ml tts telinga. Ktg cairan konsentrat. OBAT untuk 28.2 LAIN-LAIN asam triklorasetat hidrogen peroksida tts telinga 3%. TELINGA.m. btl 1000 ml ../i.PL .PL Vaksin hepatitis B rekombinan vaksin polio inj 20 mcg/ml.m.5/1/2. HIDUNG dan TENGGOROKAN.Pengadaan melalui Ditjen P2 .Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca..Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan postexposure di daerah rabies. btl 5 ml kristal.. ktk vial 10/20 dosis .harus disimpan pada suhu 2-8°C . ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DPT) inj i.harus disimpan pada suhu 2-8°C inj i..m.harus disimpan pada suhu 20°C .

ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg.000 IU. ktk 1 amp 10 ml inj 100 mg/ml.025% (HCI). btl 50 ml tts hidung 0. btl 10 ml lembar 5x7x1 cm perak nitrat spons getalin 29. btl 1000 tab tab 10 mg (HCI). BENTUK SEDIAAN.000 IU/ml. VITAMIN dan MINERAL asam askobrat (vitamin C) ergokalsiferol (vitamin D) tab 50 mg. btl 1000 tab inj 100.karbogliserin lidokain oksimetazolin tts telinga 10 %. ktk 100 amp @ 1 ml kaps lunak 200. btl 1000 tab iodum kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks BAGIAN KETIGA DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2005 PUSKESMAS KELAS TERAPI. btl 60 ml kaps lunak 200 mg btl 1500 kaps lunak inj 480 mg l/ml. btl 50 kaps lunak inj dalam minyak 100. btl 10 ml lar 40%. btl 100 kaps susp 10. btl 1000 tab tab 50. btl 1000 tab inj 100 mg/ml. btl 5 ml cairan semprot 4% (HCI).000 IU (sebagai palmitat).050% (HCI).000 IU. btl 1000 tab tab 25 mg (HCI). ktk 100 amp @ 2 ml tab 50 ml (HCI/nitrat).000 IU/amp. btl 1000 tab kaps 50. CATATAN . btl 15 ml tts hidung 0. ktk 100 amp @ 1 ml tab.000 IU/amp (sebagai palmitat).

2% (HCI). ktk 10 bls @ 10 tab tab 200 mg.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asentilsalisilat (asetosal) ibuprofen tab 100 mg. ktk 10 bls @ 10 tab tab 500 mg. ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCI).3 ANTIPIRAI alopurinol kolkhisin tab 100 mg. ktk 3 str @ 10 tab 2. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. btl 1000 tab inj i. ANESTETIK 2.v.000. Pemakaian hanya di Puskesmas . ktk 100 amp @ 2 ml jeli 2%.k/i. btl 100 ml inj 1% (HCI) + epinefrin 1 : 200./s.m.1 ANALGESIK NARKOTIK petidin inj i.NAMA OBAT KEKUATAN DAN KEMASAN 1. btl 100 tab tab 500 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. lambat 50 mg/ml (HCI).m 250 mg/ml ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml tab 100 mg. btl 50 ml Kemasan harus kedap udara Untuk bronkografi 2. btl 100 tab tab 400 mg. ANTIPIRETIK.10 mg/ml (sebagai HCI). btl 100/1000 tab tab 500 mcg. ktk 10 amp @ 2 ml 1. ANALGESIK. btl 60 ml Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis metampiron parasetamol 1. ANTIPIRAI 1.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. btl 1000 tab tab 500 mg. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml.v.v.1 ANESTETIK LOKAL etil klorida lidokain semprot. tube 10 g semprot 4%.

ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). .5 mg./i./i./i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat)./s.3 PROSEDUR PERI OPERATIF.m.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan kalsium folinat (leukovorin. 50 mg/ml (sebagai HCI). ktk 100 amp @ 1 ml inj s.v.k 1 mg/ml (sulfat). ktk 100 amp @ 1 ml inj i.Dalam label perlu dicantumkan peringatan "hanya sebagai antidot" (dosis besar). ktk 50 amp @ 1 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml . bisa di ulang difenhiramin epineftrin (adrenalin) klorfeniramin 4. ktk 10 amp @ 2 ml . ANTIDOT dan OBAT LAIN UNTUK KERACUNAN 4.v.k. btl 10 tab .Dosis 0.m. ktk 25 amp perawatan Pemakaian hanya di Puskesmas perawatan 2. . ktk 10 amp @ 1 ml morfin 3. ktk 10 vial @ 20 ml oksigen tiopental gas dalam tabung serb inj i.Terpilih untuk anafilaksis.1 KHUSUS atropin inj i. 10 mg/ml (HCI/sulfat).v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi).k.3 mg-0. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat).v. btl 100 tab tab 15 mg.m. 10 mg/ml (HCI). Ca) tab 1 mg.1% (sebagai HCI/bitartrat). 0. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat).ktk 10 vial @ 20 ml inj i.m./s.

m. ktg 30 g tab 500 mg.m. ANTIINFEKSI 6.1 Antelmintik Intestinal mebendazol tab 100 mg. btl 30 ml pirantel 6. ktk 100 amp @ 2 ml khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas serb aktif. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. btl 1000 tab inj i.5 kg serb. ktk 10 amp @ 1 ml natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4.5 ml kaps 30 mg (garam Na).2 UMUM karbo adsorben magnesium sulfat 5. btl 1000 tab inj i. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).2 Antifilaria dietilkarbamazin tab 50 mg (sirat). 25%.v. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat). 5 mg/ml ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml.1./i. btl 1000 tab Disediakan untuk daerah endemis filariasis 6. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). ANTIEPILEPSI ANTIKONVULSI diazepam inj i./i. ktg 0. ktk 10 amp @ 10 ml fenitoin fenobarbital 6.v. ktk 10 amp @ 2 ml tab 30 mg. btl 1000 tab tab 100 mg.1.1 ANTELMINTIK 6. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat). tube 2.v.inj 3 mg/ml.2 ANTIBAKTERI . 50 mg/ml (sebagai garam Na).

btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCI). ktk 25 vial @ 4 ml inj i.2.2. btl 60 ml serb inj i.250 mg/vial (sebagai garam Na).2.m.2. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5ml (sebagai garam K).v. btl 60 ml serb inj i.2. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K).v.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. ktk 100 vial Tidak untuk infeksi berat ampisilin benzatin benzilpenisilin fenoksimetil penisilin (penisilin V) prokain benzilpenisilin 6./i.1 Tetrasiklin tetrasiklin kaps 250 mg (HCI).m 1.2. serb inj i.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.v. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat). Ktk 10 str @ 10 tab .4 juta IU/ml.m. 2.2.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg tab.2 juta IU/ml. 1 juta IU/vial.6. ktk 10 vial inj i.m.500 mg/vial (sebagai garam Na).m. 3 juta IU/vial.m. ktk 10 vial @ 10 ml untuk demam tifoid dan meningitis 6.2 Antibakteri Lain 6. btl 60 ml serb inj i.2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). ktk 10 str @ 10 kaps 6./i. ktk 25 vial @ 10 ml tab 500 mg (sebagai garam K). ktk 100 vial serb inj i.

4 Makrolid eritromisin kaps 250 mg (sebagai stearat). btl 100/1000 tab sup 500 mg. btl 100 tab tab scored 200 mg. btl 1000 tab Sesuai dengan program Ditjen P2 .2. Banyaknya tablet sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. btl 100 ml 6. micronized 6.kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg sulfadiazin trimetoprim tab.2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCI). btl 10 str @ 10 kaps Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis. klofazimin. Depkes RI 2005 isoniazid Obat Antituberkulosis untuk program (OAT) kategori 1 dewasa (2HRZE/4H3R3) . btl 100 tab tab 500 mg (HCI).1 Antilepra dapson tab scored 100 mg btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.PL Untuk OAT : 1. btl 100 tab scored 6. btl 1000 tab tab 500 mg.3.2. btl 100 tab tab 500 mg. Satu tablet/kaplet dari masingmasing kekuatan tidak menun jukkan satu dosis untuk dewasa maupun anak 2. btl 100 tab tab 100 mg. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). btl 100/1000 tab tab 500 mg.5 Penggunaan Khusus metronidazol tab 250 mg.3.2. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml.2. btl 60 ml 6.

75 g.isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol tab 300 mg. ktk 100 vial streptomisin 6. vial ktk 90 bls HRZE+ ktk 66 bls HRE kategori 3 dewasa (2HRZ/4H3R3) isoniazid rifampisin pirazinamid tab 300 mg. bls tab 500 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg tab.sesuai dengan program Ditjen P2 . ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1500 mg/vial (sebagai sulfat). bls inj 0. bls ktk 60 bls HRZ+ ktk 54 bls HR sisipan dewasa (HRZE) isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol tab 300 mg. bls tab 250 mg. bls ktk 60 bls HRZE + ktk 54 bls HR kategori 2 dewasa (2HRZES/HRZE/5H3R3E3) isoniazid rifampisin pirazinamid etambutol etambutol streptomisin tab 300 mg. btl 100 tab khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosis Paru) . . bls tab 500 mg.Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. dengan kemasan khusus rifampisin tab scored 300 mg.PL sesuai dengan program Ditjen P2 . bls tab 500 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. bls tab 500 mg. ktk 10 str @ 10 tab . bls tab 250 mg. bls ktk 30 bls kategori anak (2HRZ/4HR) isoniazid rifampisin pirazinamid pirazinamid tab 500 mg. bls kapl 450 mg.PL. bls kapl 450 mg. bls kapl 450 mg. bls kapl 450 mg. bls tab 500 mg.3. bls tab 250 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.

btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten sesuai dengan program Ditjen P2 .000 IU/ml. btl 100 tab scored trimetoprim 6.4 ANTIFUNGI griseofulvin.5. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat).2.PL . 6.5. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml.2 Antimalaria 6.Hanya untuk malaria yang gawat primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat).sesuai dengan program Ditjen P2 . btl 1000 tab . 25% (sebagai 2 HCI). btl 12 ml nistatin 6.5. btl 1000 tab sesuai dengan program Ditjen P2 .2. btl 100 tab scored tab salut 500. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. btl 100 tab tab 500 mg.PL tab 150 mg (sebagai fosfat).PL. micronized tab scored 250 mg.trimetorim nitrofurantoin 80 mg tab scored 100 mg. btl 1000 tab inj i.000 IU/tab btl 100/1000 tab tab vagina 100.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg.5 ANTIPROTOZOA 6.000 IU/tab ktk 10 str @ 10 tab susp 100.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg klorokuin tab.v. btl 100 tab 6.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). ktk 100 amp @ 2 ml kuinin .5.

btl 1000 tab sir.2 KOAGULASI. PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11. btl 1000 tab tab 5 mg. ktk 10 str @ 10 tab 7. btl 1000 tab inj 10 mg/ml. btl 100 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa tab 2 mg (HCI).1 TES FUNGSI 12. btl 100 tab tab. ktk 100 amp @ 1 ml besi (II) sulfat 7 H2O sianokobalamin (vitamin B12) 10. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K) tab salut 10 mg. ktk 1 amp 5 ml lar infus 6%. btl 1000 tab tab salut 300 mg.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin tab 2. btl 500 ml .7.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER dekstran 70 12.2 SERANGAN AKUT ergotamin 9. OBAT yang MEMPENGARUHI 10. ktk 100 amp @ 1 ml 11. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na). btl 250 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa 10.5 mg (sebagai mesilat).2. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : karbidopa 25 mg levodopa 250 mg triheksifenidil tab 1 mg (tartrat). ANTIMIGREN 7.3 Lain-lain fluoresein tts mata 1% (garam Na). btl 5 ml inj 10%. DIAGNOSTIK 12.1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg. btl 60 ml inj 500 mcg/ml. DARAH.

btl 1000 ml 14.2 DISINFEKTAN etakridin (rivanol) lar 10%. btl 100 tab lar 1%. btl 100 tab lar 5%. btl 10 ml Untuk Puskesmas daerah tertentu . ktk vial 2 ml inj i. btl 1000 ml tab 1 g.PL etanol 70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (Lisol) paraformaldehida cairan.k. btl 100 ml/1000 ml serb. OBAT dan BAHAN untuk 14. 1:10.Untuk diecerkan sampai 35% inj i.inj 20%. btl 10 ml pasta. btl 300 ml serb.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative 13 DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13. kedap udara. ktk 2 tube cairan.1 GIGI dan MULUT.05-0. btl 100 ml Cairan.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsetrat.Disimpan dalam botol dengan dengan sumbat kaca. GIGI dan MULUT. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCI 2% epinefrin 1 : 80. btl 1000 ml lar 0. ktk vial 25 ml Dalam pemakaian harus dulu povidon iodida 13.2 ml.000 etil klorida eugenol fluor gentian violet kalsium hidroksida klofenol kamfer mentol semprot 0.5 mg. ktk 1 amp 5 ml 12. terlindung dari cahaya . btl 10 ml tab 0.k. 1:10.1%. btl 1000 ml . ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2 . btl 100 g lar.

1 Antidiabetes.000 IU/ml. HORMON. btl 10 g lar. btl 12 ml nistatin polikresulen (kodensasi metakresol sulfonat & metanal) preparat sulfa cones (kerucut). btl 60 ml susp 100. tube 10 g semprot 15% (HCI).2 GIGI dan MULUT. btl 1 oz lar dan serb. btl 100 butir 14. set 30 g btl 1 set cubicles 1x1x1 cm.5 mg. 10 mg/ml. btl 100 tab 16.2 ANTIDIABETES 16. btl 250 tab inj i. btl 6 g (4. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16. DIURETIK furosemida pasta.m. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCI). btl 100 tab tab 5 mg. klg 50 butir tab 40 mg./i. btl 100 g serb.v.4 Kontraseptik sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN . BAHAN untuk amalgama perak (Silver alloy) bahan tumpatan sementara glass lonomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) serb 65-75%.8 ml) cocoa butter 5 g pasta. btl pasta devitalisasi (non arsen) pasta pengisi saluran akar semen seng fosfat spons gelatin 15.3.2.(CHKM) lidokain inj 2% (HCI). btl serb dan cairan.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16. ktk 25 amp @ 2 ml 16. Oral glibenklamida tab 2.

btl 100 tab Dosis 1/2 tablet sehari untuk hipertensi. btl 1000 tab hidrokortison prednison 17.5 mg.v.4.96 ml (sesuai dengan 0.tidak boleh digunakan untuk wanita hamil kaptopril tab scored 12.1 ANTIANGINA isosorbid dinitrat propranolol tab sublingual 5 mg. ktk 10 str @ 6 tab scored .3.1 Kontraseptik Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg levonorgestrel pil pil 75 mcg pil 150 mcg 16. ktk 10 amp @ 1 ml 17.2 ANTIARITMA propranodol tab 10 mg (HCI). KARDIOVASKULER. 1 mg/ml (HCI).5 KORTIKOSTEROID deksametason tab 50 mg.16. btl 60 tab tab 10 mg (HCI). btl 100 tab inj i. .m 1 ml mengandung 0. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). ktk 100 amp @ 1 ml serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.5 mg. btl 1000 tab tab 0.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida tab 25 mg.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID etil ester dari oleum papaveris teriodidasi (oleum iodatum) larutan Lugol inj i.48 g iodium) ktk 1 amp 10 ml btl 30 ml Untuk Puskesmas di daerah endemik Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu dalam sedikit air propiltiourasil 16. btl 100 tab 17. OBAT 17. btl 100 tab tab 40 mg (HCI).

000 IU/g framisetin salep.1% (sebagai HCI/bitartrat).dapat timbul efek samping batuk 17.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil . OBAT TOPIKAL untuk 18. OBAT digoksin tab 0.m.1 ANTIAKNE lotio Kummerfeldi cairan. ktk 10 bls @ 10 tab furosemida kaptopril 18.6 GAGAL JANTUNG.0625 mg.7. btl 1000 tab tab 0. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg. ktk 10 str @ 10 tab scored 17.tab scored 12.v. ktk 20 str @ 100 tab inj i. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored reserpin tab 0.25 mg./i.25 mg.Dapat timbul efek samping batuk tab 80 mg.5 mg.Wadah harus tertutup rapat 18.5 mg ktk 10 str @ 10 tab scored tab scored 25 mg.10 mg. tube 5 g kasa steril 1% (sulfat). 10 mg/ml ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. 0. ktk 100 amp @ 1 ml . btl 10 ml gentian violet . btl 100/100 tab inj 0. btl 100 tab tab 0.1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i. ktk 10 lembar lar 1%. kemasan sesuai kebutuhan .25 mg/ml. btl 1000 tab .v. OBAT untuk 17. .4 ANTITROMBOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) 17.Dibuat sendiri oleh RS.7 SYOK.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 IU/g polimiksin B 10. KULIT.

1% (sebagai valerat). pot 30 g btl 10 ml lar 20%. tube 5 g salep.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS gameksan krim 1%.1% (sebagai valerat). tube 5 g salep 0. tube 5 g hidrokortison 18.natrium fusidat 18.Sebagai alternatif salep 2-4 .Tidak digunakan pada kulit yang banyak lukanya . btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : .1-4 jam setelah pemakaian coal tar podofilin .7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis lar 1%.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0. pot 30 g salep 5%. btl 100 ml tingtur 25%. btl 30 ml untuk panu natrium tiosulfat 18. btl 10 ml cairan 25%. btl 10 ml lar 2%. pot 30 g salep 10%. btl 30 ml . btl 10 ml 18.6 KAUSTIK fenol cair perak nitrat salep.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% gentian violet krim 20 mg/g.5% (asetat). pot 30 g lar 5%. tube 5 g krim 1% (asetat).Tidak digunakan pada anak dibawah usia 12 tahun salep 2-4 kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4% 18. tube 5 g krim 2.

Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. vial 50 ml . 100 ktg.1 ORAL Garam oralit I kombinasi : natrium klorida 2. btl 500 ml lar infus 3%. btl 500 ml inj 15%.8 LAIN-LAIN bedak salisil levertran liquor carbonis detergens serb 2%.harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. btl 1000 tab natrium klorida .2 PARENTERAL glukosa lar infus 5%.5 g Garam oralit I kombinasi : natrium klorida 0.1% liquor ditambah mentol 0.5 g trinatrium sitrat dihidrat 2.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi . btl 500 ml lar infus 10%.58 g glukosa anhidrat 2. btl 500 ml lar infus 40%. .9%.Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil karena efek teratogenik 18. btl 30 ml liquor liquor ditambah mentol 0. btl 30 ml susp 5%. LARUTAN ELEKTROLIT. NUTRISI dan LAIN-LAIN 20. tiap ktg untuk 200 ml air Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 menit sampai diare/muntah berhenti tab 500 mg. btl 25 ml lar infus 0.52 g kalium klorida 0. ktk 100 g salep kulit 5% susp 2%. 100 ktg.6 g kalium klorida 1.Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium .5% Dibuat sendiri oleh RS liquor Faberi 20. tiap ktg untuk 1000 ml air Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 menit sampai diare/muntah berhenti serb.70 g natrium bikarbonat 20.9 g glukosa anhidrat 13.pemakaian hanya di serb.

amp/vial @ 10 ml/20 ml lar infus. btl 5 ml tts mata 4% (HCI/nitrat). btl 5 ml 21. OBAT untuk 21.v. ktk 100 amp @ 1 ml oksitosin .4 Midriatik atropin salep mata 1000 IU/g. btl 5 ml tts mata 0.5 Miotik dan Antiglaukoma pilokarpin tts mata 2% (HCI/nitrat).125 mg (meleat). btl 5 ml tts mata 0. tube 3.1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0. btl 500 ml retinol (vitamin A) 21.2.2.000 IU. tube 5 g salep mata 1% (HCI).5 g tts mata 15% (natrium).1 Anestetik lokal tetrakain 21. btl 100 tab serb inj i. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat).200 mg/ml ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 IU/ml.3 LAIN-LAIN air untuk injeksi 21. btl 5 ml 22. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. MATA.2 Antimikroba benzilpenisilin oksitetrasiklin sulfasetamida 21. btl 1000 kaps ktk.2.1 SISTEMIK asetazolamida tab 250 mg.5% (HCI).m/i.2. 500 mg/vial (sebagai garam Na).2 TOPIKAL 21. btl 100 tab inj 0.Puskesmas perawatan ringer laktat 20. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml kaps lunak 200.5% (sulfat).

btl 100/1000 tab tab 1.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa.4 ANTIPSIKOSIS haloperidol tab 0. ktk 100 amp @ 2 ml inj 20%. btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCI). 2 mg/ml (sebagai dekanoat).m. btl 15 ml inj i. btl 1000 tab tab 5 mg.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml tab salut 25 mg (HCI). ktk 100 tab tab 5 mg. btl 250 tab tab 25 mg (HCI). ktk 10 str @ 10 kaps tab 100 mg. ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%.5 mg. SALURAN CERNA. 5 mg/ml. btl 1000 tab inj i. ktk 10 vial @ 20 ml Untuk preeklamsia dan eklamsia 23. ktk 10 bls @ 10 tab 23. ktk 2 str @ 10 tab Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa .22.m.m. OBAT untuk 25. 25 mg/ml (HCI). btl 100/1000 tab kaps 50 mg.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCI). ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (HCI). . PSIKOFARMAKA 23.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tab 10 mg (HCI). .5 mg. btl 100/1000 tab tab 2 mg.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS .2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat 23.m 5 mg/ml (sebagai dekanoat). btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab 23.Long acting klorpromazin perfenazin sulpirid 25. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCI).sebagai altenartif klorpromazin.

Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg 25. 1 mg/ml (sulfat). 100 ktg tiap ktg untuk 200 ml air 0. btl 100/1000 tab sup. klg 100 tab inj i. 0. btl 1000 tab tab salut 25 mg (HCI).6 g 1.m./i./s.v.v.m. btl 1000 tab tab 50 mg.30 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah .5 g serb. ktk 100 amp @ 2 ml 25.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25. OBAT untuk Garam oralit I kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat Garam oralit II kombinasi : natrium klorida kalium klorida serb. ktk 100 sup ekstrak beladon 25.m.5 DIARE.25 mg/ml (sulfat).k. 100 ktg tiap ktg untuk 1000 ml air 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. 5 mg/ml (HCI). btl 1000 tab inj i./i.k.m.52 g 0.9 g 13. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. 25 mg/ml (HCI)./s.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.5 g 2.4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat).2 ANTIEMETIK dimenhidrinat klopromazin tab kunyah.

. btl 250 tab cairanm btl 100 ml kodein sirop timi majemuk 26. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).v.6 KATARTIK gliserin 0.Khusus daerah tertentu . btl 1000 ml obat batuk hitam (OBH) 27.U.v. ktk 100 amp @ 10 ml tab 0. btl 100 ml 26. btl 1000 tab cairan. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI). btl 1000 tab sebagai campuran dengan aminofillin Dosis dewasa 125 . ktk 10 vial @ 5 ml .Disimpan pada suhu 2-8°C .000 IU/vial. SALURAN NAPAS.58 g 2.B. OBAT untuk 26.II (Khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A. SISTEM IMUN.135 mg/kali deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) 26.m.S) inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 15 mg (HBr).70 g cairan.m.2 ANTITUSIF dekstrometorfan inj 0.D.I (khusus ular dari luar Papua) A.Disimpan pada suhu 2-8°C inj i. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5ml. 10.B.trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. btl 200 ml cairan konsentrat. btl 1000 tab inj i. btl 60 ml tab 10 mg (HCI/fosfat).U.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg.1% (sebagai HCI/bitartrat).1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A./i. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml. btl 60 ml tab 100 mg.5 mg. ktk 10 vial @ 5 ml .

/i.000 IU/amp.l.m. ktk 10 vial @ 20 ml .k.harus disimpan pada suhu 2-8°C inj i. ktk 10 vial @ 10 ml serum antitetanus (A. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.v. ktk 1 vial 5 ml 28.m.Pengadaan melalui Ditjen P2 .v.Digunakan untuk pengobatan post-exsposure di daerah rabies .k.. 10. OBAT untuk ./i.m.harus disimpan pada suhu 20°C .PL .harus disimpan pada suhu 2-8°C . ktk 10 vial @ 2 ml . ktk 5 amp + 5 amp pelarut @ 4 ml serb inj s. untuk manusia serb inj s.harus disimpan pada suhu 2-8°C .. ktk 10 vial @ 5 ml vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) inj i.m.m.k.S) Untuk pencegahan : inj i.m.PL .m 100 IU/ml. vaksin polio tts.harus disimpan pada suhu 2-8°C . ktk 5 amp + 5 amp pelarut @ 2 ml serb inj i. HIDUNG dan TENGGOROKAN.m. 1500 IU/amp.2 VAKSIN vaksin B. ktk 10 amp @ 2 ml inj i.Pengadaan melalui Ditjen P2 . ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml .harus disimpan pada suhu pada suhu 5°C vaksin campak . ktk vial 10/20 dosis vaksin rabies. 20..Disimpan pada suhu 2-8°C serum antirabies 27.Pengadaan melalui Ditjen P2 . ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DPT) inj i.G serb inj i.000 IU/amp.T..k..harus disimpan pada suhu 2-8°C ..PL . ktk 10 amp @ 4 ml inj.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan postexposure di daerah rabies.C. 20. TELINGA./i.inj i. 4 ml untuk bayi . i.000 IU/vial.2 ml untuk anak.

ANTIPIRAI 1. btl 50 kaps lunak inj dalam minyak 100.000 IU (sebagai palmitat). kedap udara. ktk 100 amp @ 1 ml kaps lunak 200.28. btl 1000 tab tab 10 mg (HCI). btl 1000 tab tab 50.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. btl 1000 tab tab 25 mg (HCI). NAMA OBAT BENTUK SEDIAAN. ktk 10 bls @ 10 tab . ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ANALGESIK. btl 5 ml tab 50 mg. KEKUATAN DAN KEMASAN CATATAN 1. ktk 100 amp @ 2 ml tab 50 ml (HCI/nitrat). terlindung dari cahaya . ktk 100 amp @ 1 ml tab.000 IU/amp (sebagai palmitat). ktk 10 bls @ 10 tab tab 500 mg.000 IU/amp. btl 1000 ml . btl 1000 tab inj 100 mg/ml. btl 5 ml karbogliserin 29.1 ANTIBAKTERI TOPIKAL kloramfenikol 28. VITAMIN dan MINERAL asam askobrat (vitamin C) piridoksin (vitamin B6) tts telinga 10 %. btl 1000 tab retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks BAGIAN KEEMPAT DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2005 POS OBAT DESA KELAS TERAPI. btl 1000 tab inj 100.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asentilsalisilat (asetosal) tab 100 mg.000 IU.2 LAIN-LAIN hidrogen peroksida cairan konsentrat.Untuk diencerkan sampai 3% tts telinga 3%. ANTIPIRETIK.

PL .1 Antelmintik Intestinal pirantel tab scored 250 mg (sebagai pamoat). btl 1000 tab inj i.1. btl 30 ml 6. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13.Hanya untuk malaria yang gawat 13.1 KHUSUS natrium bikarbonat 4.2 Untuk Pengobatan kuinin tab 222 mg (bisulfat). btl 60 ml 4.1 ANTIANEMI besi (II) sulfat 7 H2O tab salut 300 mg.1 ANTELMINTIK 6.5 ANTIPROTOZOA 6. DARAH.sesuai dengan program Ditjen P2 . ktg 0. OBAT yang MEMPENGARUHI 10.2 UMUM karbo adsorben serb aktif. ktk 100 amp @ 2 ml 10.v. btl 1000 tab tab 500 mg.5. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).5. btl 1000 tab 6. ANTIDOT dan OBAT LAIN UNTUK KERACUNAN 4. 25% (sebagai 2 HCI).2. ANTIINFEKSI 6. btl 1000 ml .5 kg tab 500 mg. btl 1000 tab sir.parasetamol tab 100 mg.1 ANTISEPTIK povidon iodida lar 10%. btl 60 ml .2 Antimalaria 6.

3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.3.4 Kontraseptik sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN 16. OBAT dan BAHAN untuk 14. ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2 . OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16.2 GIGI dan MULUT. OBAT TOPIKAL untuk 18.1 GIGI dan MULUT. pot 30 g . OBAT untuk eugenol gentian violet Cairan. btl 1000 ml 14.3.PL kresol tersaponifikasi 50% (Lisol) cairan.2 DISINFEKTAN kalsium hipoklorit serb.1 Kontraseptik Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg levonorgestrel pil pil 75 mcg pil 150 mcg 18. btl 30 ml untuk panu 18. HORMON. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis cairan 25%. btl 10 ml 14. KULIT. btl 10 ml lar 1%. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar dan serb.13. btl 100 g 16.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep.4. GIGI dan MULUT.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS salep 2-4 kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4% salep.

100 ktg.5 DIARE. ktk 100 g salep kulit 5% 20.5 g trinatrium sitrat dihidrat 2.58 g glukosa anhidrat 2.000 IU.8 LAIN-LAIN bedak salisil levertran serb 2%. tiap ktg untuk 200 ml air Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 menit sampai diare/muntah berhenti 25.70 g 21.1 SISTEMIK retinol (vitamin A) kaps lunak 200. 100 ktg tiap ktg untuk 1000 ml air 2.6 g 1.6 g kalium klorida 1. 100 ktg. 100 ktg tiap ktg untuk 200 ml air 0. MATA.30 g 0. OBAT untuk 25.5 g serb.52 g kalium klorida 0.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0.9 g 13. OBAT untuk Garam oralit I kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat Garam oralit II kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat serb. NUTRISI dan LAIN-LAIN 20.58 g 2.5 g 2. SALURAN CERNA. OBAT untuk 21.18. LARUTAN ELEKTROLIT.70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindar muntah .9 g glukosa anhidrat 13.5 g Garam oralit I kombinasi : natrium klorida 0. tiap ktg untuk 1000 ml air Untuk menghindari muntah diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk dan ulangi tiap 2-3 menit sampai diare/muntah berhenti serb.1 ORAL Garam oralit I kombinasi : natrium klorida 2. btl 1000 kaps serb.52 g 0.

OBAT untuk 28.000 IU (sebagai palmitat). ktk 100 amp @ 1 ml tab. btl 5 ml tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks BAGIAN PERTAMA INDEKS KELAS TERAPI NO 1. btl 1000 tab tab 50. SALURAN NAPAS. btl 1000 ml cairanm btl 100 ml 28. ktk 100 amp @ 1 ml kaps lunak 200. ATIPIRETIK. ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK .000 IU/amp.000 IU/amp (sebagai palmitat). TELINGA. VITAMIN dan MINERAL asam askobrat (vitamin C) kalsium laktat (kalk) retinol (vitamin A) tab 50 mg. btl 1000 tab tab 500 mg.000 IU. btl 1000 tab tts telinga 10 %. btl 1000 tab inj 100. ktk 100 amp @ 2 ml tab 50 ml (HCI/nitrat). btl 200 ml cairan konsentrat. btl 50 kaps lunak inj dalam minyak 100. 1.1 KELAS TERAPI ANALGESIK. HIDUNG dan TENGGOROKAN. OBAT untuk 26. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.3 EKSPEKTORAN obat batuk hitam (OBH) cairan.2 LAIN-LAIN karbogliserin 29.26.2 ANTITUSIF sirop timi majemuk 26. btl 1000 tab inj 100 mg/ml.

2.2.2 2.2.2.5 6.2.2.2 6.3.1 4.3 6.2.1.2.2 1.1 6.2 6.7 6.2.2.2.2. OBAT untuk ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN KHUSUS UMUM ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI ANTIINFEKSI ANTELMINTIK Antelmintik Intestinal Antifilaria Antisistosoma ANTIBAKTERI Beta laktam Antibakteri Lain Tetrasiklin Kloramfenikol Sulfa-Trimetoprim Makrolid Aminoglikosida Kuinolon Penggunaan Khusus ANTIINFEKSI KHUSUS Antilepra Antituberkulosis .2.2 5 6 6.1.3.1.1 6.2 6.3 2 2.2.4 6.1 6.2.3 3 4 4.1 6.2.1.6 6.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK ANTIPIRAI ANESTETIK ANESTETIK LOKAL ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN PROSEDUR PERI OPERATIF.1 2.3 6.3 6.2 6.1 6.

6.5.1 6.1 7.6.2.1 Antiseptik Saluran Kemih ANTIFUNGI ANTIPROTOZOA Antiamuba dan Antigiardiasis Antimalaria Untuk Pencegahan Untuk Pengobatan ANTIVIRUS Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRT) Antiherpes ANTIMIGREN PROFILASIS SERANGAN AKUT ANTINEOPLASTIK.2 11 11.2 6. OBAT untuk ANTIPARKINSON DARAH.1 6.3.2 6.1 8.1.5 6.1 12.5. OBAT yang MEMPENGARUHI PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA PRODUK DARAH PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER DIAGNOSTIK BAHAN KONTRAS RADIOLOGI Angiografi .1 10.3 6.4 6.1 11.6 6. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF ANTIHORMON IMUNOSUPRESAN SITOTOKSIK TERAPI PALIATIF.3 8.5.6.2 8.6.2.5.3 7 7.4 9 10 10.2 12 12.2 8 8.2 6. OBAT yang MEMPENGARUHI ANTIANEMI KOAGULASI.1 6.

3 12.2.1.6 12.3.2 15 16 16.8 12.3 16.2 14 14. Oral Antidiabetes. BAHAN untuk DIURETIK HORMON.1 14.1. OBAT untuk GIGI dan MULUT.1.1 Biligrafi Bronkografi Histerosalpingografi Limfangiografi Mielografi Saluran Cerna Urografi Tes FUNGSI Ginjal Hati Lain-lain TES KULIT DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK ANTISEPTIK DISINFEKTAN GIGI dan MULUT. Oral .4 16.2 16. Parenteral HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS Androgen Estrogen Progestogen Kontraseptik Kontraseptik.7 12.1. OBAT dan BAHAN untuk GIGI dan MULUT.3.3.3.2 12.5 12.2 12.1 16.1 12.2.12.2 16.4.2.2 12.1.1 13.2.3 16.1 16.4 12.1 16.3.3 12.2 16.1.1.3 12 13.2. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK HORMON ANTIDIURETIK ANTIDIABETES Antidiabetes.

5 18.16.4 16.3 17.5 16.2 16.7 17.3 17.4.5 17.4 17.5 17 17.3 18.7.3. Parenteral Kontraseptik.1 17.6 17. Implan Induktor Ovulasi HORMON TIROID dan ANTITIROID KORTIKOSTEROID KARDIOVASKULER.4.1 17. OBAT SYOK. OBAT ANTIANGINA ANTIARITMIA ANTIHIPERTENSI ANTITROMBOTIK TROMBOLITIK GAGAL JANTUNG.2 Kontraseptik.3.8 19 20 20.7.6 18.8 18 18. NUTRISI dan LAIN-LAIN ORAL PARENTERAL .4 18. OBAT TOPIKAL untuk ANTIAKNE ANTIBAKTERI ANTIFUNGI ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS KAUSTIK KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK LAIN – LAIN LARUTAN DIALISIS PERITONEAL LARUTAN ELEKTROLIT.2 18.3.1 20. OBAT untuk Syok Kardiogenik Syok karena anestesi ANTIHIPERLIPIDEMIA KULIT.3 16.7 18.1 18.2 17.

3 23.2.2 25 25.2.1 25.3 21. OBAT untuk SALURAN CERNA. OBAT untuk .6 22 22.4 24 24. OBAT untuk SISTEMIK TOPIKAL Anestetik lokal Antimikroba Antiinflamasi Midriatik Miotik dan Antiglaukoma Lain – lain OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS OKSITOSIK RELAKSAN UTERUS PSIKOFARMAKA ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA ANTIOBSESI KOMPULSI ANTIPSIKOSIS RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE PENGHAMBAT NEUROMUSKULER MIASTENIA GRAVIS.2 23.1 22.3 21 21.2 25.1 21.5 21.2. OBAT untuk KATARTIK STERILISASI USUS. untuk ANTASIDA dan ANTIULKUS ANTIEMETIK ANTIHEMOROID ANTISPASMODIK DIARE. OBAT untuk ANTIINFLAMASI.5 25.1 23.1 21.1 24.4 25. OBAT.2 21.8 LAIN – LAIN MATA.2.2 21.2.2 23 23.7 25.6 25.3 25.4 21.2.20.

2 26. SERUM dan IMUNOGLOBULIN SISTEM IMUN.1 28. OBAT yang MEMPENGARUHI. NOMOR KELAS TERPI 27.2 28 28. SERUM dan IMUNOGLOBULIN SISTEM IMUN.1 A. OBAT yang MEMPENGARUHI .S 27. OBAT yang MEMPENGARUHI . OBAT yang MEMPENGARUHI SERUM dan IMUNOGLOBULIN VAKSIN TELINGA.D. HIDUNG dan TENGGOROKKAN.1 27.1 .26 26. OBAT untuk ANTIASMA ANTITUSIF EKSPEKTORAN SISTEM IMUN.3 27 27.1 26.1 A ABU I ABU II 27. OBAT untuk ANTIBAKTERI TOPIKAL LAIN – LAIN VITAMIN dan MINERAL BAGIAN KEDUA INDEKS NAMA OBAT MENURUT ABJAD NAMA OBAT KELAS TERAPI SISTEM IMUN.2 29 SALURAN NAPAS.

OBAT Untuk.S SISTEM IMUN. ANTIPIRAI. LAIN – LAIN ANTIINFEKSI. OBAT Untuk.2 17.1 Albendazol 1. OBAT yang MEMPENGARUHI .1 Adrenalin 26. Antimikroba DIURETIK Amilorida Aminofillin SALURAN NAPAS. ANTELMINTIK Antelmintik Intestinal ANALGESIK.1 3 17. ANTIPIRETIK. TOPIKAL. ANTIASMA 26. SYOK.1 11.1. OBAT. OBAT untuk. OBAT dan BAHAN untuk. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER LARUTAN ELEKTROLIT.7. SERUM dan IMUNOGLOBULIN ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS KARDIOVASKULER. ANTASIDA dan ANTIULKUS GIGI DAN MULUT.T. GIGI dan MULUT.2 Air untuk ijeksi 20.3 6.2 Amalgama perak 21. OBAT untuk.SERUM dan IMUNOGLOBULIN A. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.3 Alopurinol 23. Syok Kardiogenik SALURAN NAPAS. ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA SALURAN CERNA.1 Aluminium hidroksida (°) 14. BAHAN Untuk MATA.2 Amfoterisin 15 .1 Alprazolam 25. ANTIARITMIA KARDIOVASKULER. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT Untuk.2. OBAT. ANTIPIRAI PSIKOFARMAKA. ANTIASMA Air steril bebas pirogen (°) PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA.1 27.

2. PARENTERAL ANTIPROTOZOA.1 Antasida DOEN I 2.3 6.Amitriptilin PSIKOFARMAKA. ANTASIDA dan ANTIULKUS 23. ANTASIDA dan ANTIULKUS SALURAN CERNA. ANTIHEMOROID ANTIINFEKSI. ANTIPROTOZOA Antimalaria. ANTIBAKTERI 18.2. PARENTERAL 6. OBAT TOPIKAL untuk.5. ANTIMALARIA untuk pengobatan Artemether LARUTAN ELEKTROLIT. GIGI dan MULUT. OBAT.2. ANTIMALARIA untuk Pengobatan ANTIINFEKSI. ANTIBAKTERI.5. OBAT. UMUM Antiparkinson DOEN Apomorfin LARUTAN ELEKTROLIT. ANTIBAKTERI. untuk.2 Amodiakuin tab (°) 6.1 Anestetik lokal gigi DOEN 25. NUTRISI dan LAIN-LAIN. Untuk Pengobatan ANTIPARKINSON ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN. OBAT dan BAHAN untuk. Untuk.2 .1 Antasida DOEN II KULIT.1 Amoksisillin trihidrat 6.2 4.2 6.3 25. ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA ANTIPROTOZOA. OBAT TOPIKAL untuk.2.2 Arginin HCI (°) 6. Beta laktam GIGI DAN MULUT. ANTIFUNGI SALURAN CERNA.5. BAHAN Untuk SALURAN CERNA.1 Ampisillin 14. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2. ANTIMALARIA untuk Pengobatan ANTIPROTOZOA.5.2 Antibakteri DOEN Antifungi DOEN Antihemoroid DOEN KULIT.2 18. untuk.2.2 Antimalaria DOEN 9 20. Beta laktam ANTIINFEKSI. OBAT.

2 LARUTAN ELEKTROLIT. ANTIINFLAMASI. NONSTEROID. ANTIFUNGI DARAH. ANALGESIK NON NARKOTIK 28. OBAT.2 Asam lipoat (°) KULIT. ANTIPIRAI.Artesunate tab (°) ANALGESIK.2 Asetosel 18.2 20.2 Asam triklorasetat KARDIOVASKULER.2 Asam amino (°) 1. ANTITROMBOTIK Asam asetilsalisilat VITAMIN dan MINERAL LARUTAN ELEKTROLIT. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT untuk. ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Asam salisilat TELINGA. PARENTERAL 20. ANTITROMBOTIK ANTIINFEKSI. ANTIVIRUS.1 1. OBAT yang MEMPENGARUHI.4 29. ANTIPIRAI. OBAT TOPIKAL untuk.3 Asam benzoat (°) Asam folat LARUTAN ELEKTROLIT. LAIN-LAIN 18.7 20. SISTEMATIK 18. Antiherper ANTINEOPLASTIK. PARENTERAL Asam askorbat Asam askorbat (°) KULIT. ANTIAKNE KULIT. OBAT TOPIKAL untuk ANTIFUNGI Asam retinoat KULIT. IMUNOSUPRESAN dan 21. ANTIPIRETIK. KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK KULIT. HIDUNG dan TENGGOROKKAN.3 Asam salisilat (°) MATA. ANTIPIRETIK. ANALGESIK NON-NARKOTIK KARDIOVASKULER.1 17.5 ANALGESIK. OBAT. NUTRISI dan LAIN-LAIN. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT untuk. ANTIANEMI 18. OBAT TOPIKAL untuk. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. 20. OBATTOPIKAL untuk.2 Asam oralat (°) 18. PARENTERAL 10.1 Asetazolamida . OBAT TOPIKAL untuk.

1 17. LAIN-LAIN KULIT.4 KARDIOVASKULER.2 B Bahan kontras media DOEN DIAGNOSTIK. OBAT untuk ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN: KHUSUS MATA. OBAT untuk : TOPIKAL. OBAT TOPIKAL untuk. OBAT.7 14.2 Bahan tumpatan sementara KULIT. Saluran Cerna Azatioprin GIGI dan MULUT. ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS ANTIINFEKSI.7 Barium sulfat Basitrasin (°) 18. ANTIHIPERTENSI ANESTETIK. Midriatik Atropin SALURAN CERNA. IMUNOSUPRESAN 8.1.3 Asiklovir KARDIOVASKULER. OBAT TOPIKAL untuk.2.6. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. PROSEDUR PERI OPERATIF.1.3 2. SITOTOKSIK 17. ANTIANGINA 6. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. Saluran Cerna KULIT. OBAT. ANTISPASMODIK 4. GIGI dan MULUT.4 8.4 DIAGNOSTIK. 12.2 . IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. BAHAN Untuk 25.3 Atenolol 21. OBAT dan BAHAN untuk. OBAT TOPIKAL untuk ANTIBAKTERI 12. ANTIBAKTERI. OBAT Untuk.3 Asparaginase 17.1 ANTINEOPLASTIK.

2. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. ANTIAKNE Benzilpenisillin DARAH. OBAT Untuk.6 Bismut subgalat (°) 25.2.1 MATA. TOPIKAL.2. ANTIBAKTERI. Anestetik lokal ANTINEOPLASTIK.1 10. OBAT untuk. OBAT untuk LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT Untuk KATARTIK SALURAN CERNA.Beta laktam Bedak salisil Belerang endap (°) ANTIINFEKSI. Beta laktam Benzatin benzilpenisillin KULIT. Antimikroba 18. ANTIANEMI KULIT.1 21.1 .1 bupivakain GIGI dan MULUT.3 Bleomisin 8. OBAT yang MEMPENGARUHI. TOPIKAL.5 Benzilpenisillin kristal 6. OBAT TOPIKAL untuk. OBAT untuk. OBAT dan BAHAN untuk. KHUSUS SALURAN CERNA. ANTIASMA ANESTETIK. GIGI dan MULUT. ANESTETIK LOKAL MATA. OBAT TOPIKAL untuk.1 Betametason 18. ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN.1 Bisakodil 25.4 Biru metilen 4. OBAT Untuk ANTIHEMOROID ANTINEOPLASTIK.1 Benzoil peroksida Besi (II) sulfat 7 H2O 18.2 6. NUTRISI dan LAIN-LAIN.8 18. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF.3 budesonid 26.2. SITOTOKSIK SALURAN NAPAS. SITOTOKSIK 21. 2.

PARENTERAL LARUTAN ELEKTROLIT. NUTRISI dan LAIN-LAIN.1 deksametason 3 16. KERATOPLASTIK 14. NUTRISI dan LAIN-LAIN.7 20.2 darrow glukosa half strength deferoksamin 20. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT Untuk. ANTIASMA PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA.1 LARUTAN ELEKTROLIT.2 4. PARENTERAL ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN. KORTIKOSTEROID SALURAN NAPAS.3 LARUTAN ELEKTROLIT. PARENTERAL LARUTAN ELEKTROLIT.sorbitol (°) 20.2 Coal tar D DG ana ANTINEOPLASTIK.3 C CHKM KULIT. SITOTOKSIK ANTINEOPLASTIK. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. Antilepra 18.Busulfan PARENTERAL 8. OBAT TOPIKAL untuk. PARENTERAL Cairan intralipid 20.1 darrow glukosa ana 20.2 dakarbazin 8. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT 8. ANTIINFEKSI KHUSUS. KHUSUS ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS HORMON. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER SALURAN NAPAS. SITOTOKSIK ANTIINFEKSI. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF.2 d.5 .3.3 daktinomisin dapson 6.

OBAT 23. OBAT untuk . OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.1 ANTIMIGREN.2 19 2.2 Difenhidramin Digoksin Dihidroergotamin Dikloksasilin 3 17. Lain-lain KARDIOVASKULER. ANTIEMETIK MATA.1 26. OBAT.2 6. GAGAL JANTUNG. GAGAL JANTUNG. PROFILAKSIS Dietilkarbamazin ANTIINFEKSI.1 Dinatrium edetat 21.2. OBAT.Untuk ANTITUSIF HORMON. HORMON ANTIDIURETIK Dekstran 70 LARUTAN DIALISIS PERITONEAL ANESTETIK. Beta laktam KARDIOVASKULER.1 11. KARDIOVASKULER.6 7. Antifilaria ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS 5.1 6. PROSEDUR PERI OPERATIF OBAT untuk ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI Desmopresin PSIKORFARMAKA. ANTELMINTIK. OBAT. OBAT SALURAN CERNA. ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA Dialisa peritoneal DOEN Diazepam ANTIINFEKSI. OBAT Untuk.2 Dekstrometorfan 26. TOPIKAL.1. ANTIARITMIA Ditiazem HCI Dimenhidrinat LARUTAN ELEKTROLIT.6 . NUTRISI dan LAIN-LAIN.2.1 25. ANTIBAKTERI. PARENTERAL 17.3 16.

ANTIBAKTERI.2. OBAT Untuk. SYOK.2.2 6.4 Enfluran 2.1 doksorubisin 8.2 Epinefrin 3 . OBAT. ANTIASMA 24.Disopiramida ANTIINFEKSI.3 dopamin 17. OBAT.1 E Edrofonium KARDIOVASKULER. SYOK. Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) 20.2 Efavirens 6.6. ANTIASMA 25. ANTIVIRUS. ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS KARDIOVASKULER. Syok Kardiogenik SALURAN NAPAS. Tetrasiklin ANTINEOPLASTIK. Syok Kardiogenik doksisiklin RELAKSAN OTOT PERIFER Dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE. OBAT Untuk. OBAT Untuk ANTISPASMODIK ANESTETIK.2 SALURAN CERNA. OBAT ANTIARITMIA 17.7. OBAT untuk.7. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. Antibakteri Lain. MIASTENIA GRAVIS.2 Efedrin 26. OBAT untuk.2 dl.1 Ekstrak beladon KARDIOVASKULER. OBAT. OBAT Untuk ANTIINFEKSI. SYOK. SYOK karena Anestesi SALURAN NAPAS. OBAT untuk. SITOTOKSIK 17.asam allfa lipoat (°) KARDIOVASKULER.

OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. ANTIINFEKSI KHUSUS. OBAT untuk VITAMIN dan MINERAL 17. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.2 Etil ester dari oleum Papaveris teriodisasi (oleum iodatum) 12.2 Etambutol (°) 6. 13. Antituberkulosis Etakridin DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK.2.2. Antituberkulosis ANTIINFEKSI.1.3.3. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. ANTIINFEKSI KHUSUS. GIGI dan MULUT.2 17. DISINFEKTAN DIAGNOSTIK. ANTIBAKTERI.GIGI dan MULUT.1 14.4 . DISINFEKTAN ANTIINFEKSI. Antibakteri Lain. Estrogen DISIFEKTAN dan ANTISEPTIK. GIGI dan MULUT. SERANGAN AKUT ANTIINFEKSI.2 Etambutol 6.2 Etanol 70% 13.1 Ergokalsiferol Ergotamin Eritromisin 29 7. OBAT dan BAHAN untuk. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. HORMON TIROID dan ANTITIROID ANESTETIK ANESTETIK LOKAL GIGI dan MULUT. OBAT Untuk HORMON.5 16.2 6. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. OBAT dan BAHAN untuk.2 26.1 ANTIMIGREN. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. Makrolid Epinefrin (°) HORMON.3. Limfangiografi HORMON.7.4 Setrogen terkonjugasi 16.

Estrogen Etil klorida HORMON.3. Oral Etinilestradiol HORMON. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. ANTIPIRETIK. Kontraseptik. PRODUK DARAH PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA.1 14.3 Etosuksimid Eugenol ANALGESIK. Beta laktam KULIT. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ANTIBAKTERI. OBAT Untuk 16. OBAT dan BAHAN untuk.1 F Faktor VIII (konsentrat) ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI 11. ANTIPIRETIK.3. ANALGESIK NON-NARKOTIK 5 14.3 2.4. GIGI dan MULUT. OBAT TOPIKAL untuk. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. PRODUK DARAH 8. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.2 ANALGESIK.1 16. Kontraseptik. KAUSTIK 11.2 Etinil estradiol (°) 16. Kontraseptik.1 Etoposid PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA. ANTIPIRAI.1 ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI ANTIINFEKSI. Kontraseptik.3.4.1 Faktor IX kompleks Fenibutason 1. Oral ANTINEOPLASTIK. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. SITOTOKSIK ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI Etonogestrel GIGI dan MULUT. .

6 G Gameksan 18. OBAT yang MEMPENGARUHI GIGI dan MULUT. DIARE.2. OBAT 23. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS LARUTAN ELEKTROLIT.2. ORAL SALURAN CERNA.ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ANALGESIK NARKOTIK Fenitoin Fenobarbital Fenoksimetil penisilin DARAH. GAGAL JANTUNG. TES FUNGSI.2 Fluorourasil KULIT. OBAT TOPIKAL untuk. SITOTOKSIK PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA. GIGI dan MULUT. OBAT Untuk. OBAT yang MEMPENGARUHI.4 12. OBAT. KOAGULASI. OBAT untuk LARUTAN ELEKTROLIT.6 1.1 18.1 5 5 6. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT TOPIKAL untuk.1 Fitomenadion 10. 8. ANTIBAKTERI DIURETIK Flufenazin Fluoresein KARDIOVASKULER. OBAT Untuk PSIKOFARMAKA: ANTIPSIKOSIS Fenol cair Fentanil DIAGNOSTIK. OBAT untuk ANTIINFEKSI.2 15 17. ORAL SALURAN CERNA. OBAT dan BAHAN untuk.1 18. PRODUK DARAH Fluor KULIT. ANTIPIRAI. DIARE. OBAT Untuk.5 . NUTRISI dan LAIN-LAIN. ANTIBAKTERI. Lain-lain ANTINEOPLASTIK.3 14.3 Fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) Framisetin furosemida 11.

2 16. Aminoglikosida Garam oralit I MATA. Antidiabetes. ANTIDIABETES.1 26.2.5 Gentamisin 21. Oral 25.2. NUTRISI dan LAIN-LAIN. TOPIKAL. Oral SALURAN NAPAS. PERENTERAL LARUTAN ELEKTROLIT. ANTIBAKTERI KULIT. OBAT dan BAHAN untuk. OBAT untuk.6 .5 GIGI dan MULUT. BAHAN Untuk HORMON. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT Untuk. ANTIDIABETES. OBAT Untuk. PERENTERAL glipizid LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT.1 18.Antibakteri Lian. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT TOPIKAL untuk. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. PERENTERAL Gliseril guaiakolat LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.2 18.3 14.3 Gliserin 25.1 16.2. OBAT untuk Garam oralit II KULIT. ORAL SALURAN CERNA.1 20.1 6.2 Gentian violet HORMON. Untuk KATARTIK LARUTAN ELEKTROLIT. 14. Antimikroba 25. GIGI dan MULUT.5 20. ANTIFUNGI Gentamisin GIGI dan MULUT. Antidiabetes. OBAT dan BAHAN untuk.2. EKSPEKTORAN Glass lonomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) Glibenklamida SALURAN CERNA. OBAT TOPIKAL untuk.2. NUTRISI dan LAIN-LAIN. GIGI dan MULUT.

5 H Haloperidol Halotan DARAH.1 25. OBAT Untuk. HIDUNG dan TENGGOROKAN. Progestogen 6. OBAT untuk Glisin (°) ANTIINFEKSI. BAHAN Untuk 20.3 Hemodialisa DOEN Heparin. TOPIKAL.2 PSIKOFARMAKA. ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN SALURAN CERNA. OBAT EDROKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.2 Glukosa (°) 20. Na 19 10. OBAT untuk. ANTIHIPERTENSI 2.2 Heksaklorofen (°) 25. micronized 6. Antiseptik Saluran Kemih LARUTAN DIALISIS PERITONEAL 14.4 DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK. Antiinflamasi HORMON.4 Gutta percha points ANTIINFEKSI. GIGI dan MULUT. OBAT yang MEMPENGARUHI 23. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. ANTIHEMOROID Griseofulvin.3 Heksamin mandelat HORMON. OBAT. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.DIARE. OBAT dan BAHAN untuk. ANTIFUNGI GIGI dan MULUT.1 .2 20. ANTIINFEKSI KHUSUS.2 Hidrogen peroksida 13.2 Glukosa 20. ANTISEPTIK TELINGA. OBAT yang MEMPENGARUHI.3. ANTIPSIKOSIS Glukosa anhidrat (°) ANESTETIK. ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK MATA. OBAT TOPIKAL untuk. LAIN-LAIN KARDIOVASKULER. KOAGULASI. KORTIKOSTEROID KULIT. OBAT untuk.

ANTIINFLAMASI NONSTEROID.2 17. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.MATA. Urografi ANTIINFEKSI. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER 28.2 Idoksuridin 21.3. Antidiabetes. ANTIPIRETIK. ANTIPIRAI.2. Mielografi DIAGNOSTIK. Parenteral HORMON.5 ANALGESIK. PARENTERAL HORMON. Mielografi DIAGNOSTIK.4 21.2 . Parenteral VITAMIN DAN MINERAL 18. OBAT untuk. Antimikroba Hidroksi progesterone LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. Antituberkulosis 1. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. Mielografi DIAGNOSTIK.4 Hydroxyl athyl starch 11.2. TOPIKAL. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.3 Homatropin 21.2 Insulin regular 16. TOPIKAL. Midriatik Hidroklorotiazida Hidrokortison PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA.2 Insulin intermediate 16.2.2.3 16. OBAT untuk. NUTRISI dan LAIN-LAIN. ANALGESIK NON-NARKOTIK Hidrokortison asetat MATA. Antidiabetes.2 I Ibuprofen DIAGNOSTIK. ANTIDIABETES.2 Inositol (°) 20.3 16. ANTIDIABETES.2. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. ANTIINFEKSI KHUSUS.

OBAT. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 Isopranalin Isosorbid dinirat 17. NUTRISI dan LAIN-LAIN. KHUSUS 20.1. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF. NUTRISI dan LAIN-LAIN.3.1.1.3. SITOTOKSIK ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN.2 .Iodum Iofendilat ANTIINFEKSI.6 Ioheksol KARDIOVASKULER. ANTIANGINA 12.6 Iopamidol LARUTAN ELEKTROLIT.2 6. OBAT Untuk.2 17. ORAL SALURAN CERNA. ANTIARITMIA 29 12. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN. OBAT.1 ANTINEOPLASTIK. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER LARUTAN ELEKTROLIT.1. 20. PARENTERAL LARUTAN ELEKTROLIT. NUTRISI dan LAIN-LAIN.1 LARUTAN ELEKTROLIT. Antiburkulosis KARDIOVASKULER.6 12. DIARE.1 K Kalium H2P04 (°) Kalium klorida 20.8 Isoniazid 6. ORAL LARUTAN ELEKTROLIT.2 Isoniazid (°) PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA. ANTIINFEKSI KHUSUS. OBAT untuk VITAMIN dan MINERAL PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA. KHUSUS 20. PARENTERAL 12. NUTRISI dan LAIN-LAIN.1 Kalium klorida (°) 11.

2 ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN. DISINFEKTAN VITAMIN dan MINERAL KARDIOVASKULER. OBAT untuk. OBAT. LAIN-LAIN Kalsium hidroksida ANTIINFEKSI. GIGI dan MULUT.2 Kalsium laktat 29 Kaptopril 17.1 Kalsium hipoklorit 13.2 4. ANTIINFEKSI KHUSUS. UMUM 29 TELINGA. Antituberkulosis 9 4. Antituberkulosis Karbamazepin 5 Karbimazepin Karbidopa (°) ANTIINFEKSI. ANTIINFEKSI KHUSUS.3 ANTIINFEKSI.5 VITAMIN dan MINERAL Kalk 29 Kalsium (°) GIGI dan MULUT. OBAT 4. OBAT dan BAHAN untuk. ANTIHIPERTENSI Kalsium glukonat KARDIOVASKULER. ANTIINFEKSI KHUSUS.6 .3 11. GAGAL JANTUNG. Antituberkulosis ANTIINFEKSI. HIDUNG dan TENGGOROKAN.1 8. OBAT.1 ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI ANTIPARKINSON 20.PARENTERAL 25.2 17.2 Karbogliserin 28. ANTIINFEKSI KHUSUS. OBAT untuk Kalsium folinat DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK. Antituberkulosis 14.

ANTIINFEKSI KHUSUS. Antibakteri Lain.3. Antilepra HORMON.3 6. OBAT untuk. micronized GIGI dan MULUT. HIDUNG dan TENGGOROKAN. OBAT dan BAHAN untuk.3. 17.2. ANTIBAKTERI.3 ANTIINFEKSI.Kategori 1 dewasa (2HRZE/4H3R3) Kategori 2 dewasa (2HRZES/HRZE/5H3R3E3) Isoniazid Rifampisin Pirazinamid Etambutol Etambutol Streptomisin Kategori 3 dewasa (2HRZ/4H3R3) Isoniazid Rifampisin Pirazinamid Kategori anak (2HRZ/4HR) Isoniazid Rifampisin Pirazinamid ANESTETIK. Makrolid ANTIINFEKSI.1 Klomifen 16. Induktor Ovulasi PSIKOFARMAKA. ANTIHIPERTENSI 6.5 Klomipramin Klonidin Kloramfenikol 23. GIGI dan MULUT. ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN 6.2 6. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. Untuk Pencegahan ANTIINFEKSI. ANTISEPTIK ANTINEOPLASTIK. OBAT untuk DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK. ANTIPROTOZOA Antimalaria.3. ANTIOBSESI KOMPULASI KARDIOVASKULER.2.3.2 .3.2. OBAT.2.4 6. SITOTOKSIK 6.3.2 Ketokonazol 6. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF.2 6.2 ANTIINFEKSI. ANTIFUNGI ANTIINFEKSI. Antibakteri Lain. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. Kloramfenikol TELINGA. ANTIBAKTERI. ANTIBAKTERI TOPIKAL ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS 2.2 Ketamin ANTIINFEKSI.4 Klindasimin Klofazimin.

ANTIPIRETIK. ANTIBAKTERI.5.5. ANTIBAKTERI. Antibakteri Lain. Untuk Pencegahan PSIKOFARMAKA ANTIPSIKOSIS Klorfeniramin Klorfenol kamfer mentol SALURAN CERNA. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. NUTRISI dan LAIN-LAIN. ANTIINFEKSI KHUSUS. ANTIPROTOZOA Antimalaria. PARENTERAL ANALGESIK. ANTIINFLAMASI NOSTEROID. ANALGESIK NARKOTIK SALURAN NAPAS.1 Klorheksidin 8.2 Kolin klorida (°) DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK. ANTIPIRAI. OBAT Untuk ANTITUSIF LARUTAN ELEKTROLIT.2. ANALGESIK NARKOTIK ANTIINFEKSI. OBAT Untuk. Sulfa-Trimetoprim Klorpromazin ANTIINFEKSI.3 klorokuin 6. Antibakteri Lain.2 Kodein 1. ANTIPIRETIK. OBAT.3 ANTIINFEKSI.1 20. ANTIARITMA 1. DISINFEKTAN KARDIOVASKULER. Sulfa-Trimetoprim 26.1 3 14.ANTIPROTOZOA Antimalaria.1 Klorheksidin 13.1 6.4 25.2 Kolkhisin . ANTIBAKTERI. ANTIEMETIK ANALGESIK. 28. Antibakteri Lain. Antiseptik Saluran Kemih ANTIINFEKSI. ANTIPIRAI.2.2 23. Sulfa-Trimetoprim ANTIINFEKSI.

NUTRISI dan LAIN-LAIN. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) HORMON. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 LARUTAN ELEKTROLIT.3.Kotrimoksazol DOEN I (dewasa) Untuk Pengobatan 6. PARENTERAL LARUTAN ELEKTROLIT.3 LARUTAN ELEKTROLIT. NUTRISI dan LAIN-LAIN. ANTIVIRUS.1 ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN. NUTRISI dan LAIN-LAIN. PARENTERAL 6. PARENTERAL 6. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2. PARENTERAL 20.5.2. PARENTERAL 6.2 LARUTAN ELEKTROLIT.2.2. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. PARENTERAL 20.6. orniten (°) Lamivudin .2.3 Kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) Kotrimoksazol DOEN III LARUTAN ELEKTROLIT.3 LARUTAN ELEKTROLIT. PARENTERAL 20.2. NUTRISI dan LAIN-LAIN.3 13. HORMON TIROID dan ANTIIROID 6.2 L I. NUTRISI dan LAIN-LAIN. PARENTERAL ANTIINFEKSI. PARENTERAL Kresol tersaponikasi 50% LARUTAN ELEKTROLIT.2. PARENTERAL 20. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 Kuinidin Kuinin 17. NUTRISI dan LAIN-LAIN. aspartat (°) I. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 LARUTAN ELEKTROLIT. PARENTERAL 20. NUTRISI dan LAIN-LAIN. arginin (°) LARUTAN ELEKTROLIT.2 LARUTAN ELEKTROLIT.2 LARUTAN ELEKTROLIT.2 6. KHUSUS l. asam malat (°) I. asam glutamat (°) I.

IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF. ANTIHEMOROID 9 16.3 . OBAT untuk 18. HIDUNG dan TENGGOROKAN.3 Levamisol 8. OBAT TOPIKAL untuk. SITOTOKSIK Larutan nutrisi DOEN I ANTINEOPLASTIK. LAIN-LAIN Larutan nutrisi DOEN III ANTIPARKINSON Larutan nutrisi DOEN IV HORMON. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.2 Larutan nutrisi DOEN V 20.2 20.2 16. OBAT untuk 16. ANESTETIK LOKAL Levertran Levodopia (°) Levonorgestrel KARDIOVASKULER. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. GIGI dan MULUT. Kontraseptik. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. Ca 4. LAIN-LAIN GIGI dan MULUT. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. OBAT dan BAHAN untuk.4.3.3 SALURAN CERNA. Kontraseptik. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF. Oral HORMON.8 20. Kontraseptik. untuk.4. SITOTOKSIK KULIT. Kontraseptik.3. Oral ANESTETIK.Larutan Lugol ANTINEOPLASTIK.2 20. OBAT. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. Implan HORMON.2 Leukovorin. OBAT dan BAHAN untuk. Kontraseptik.1 GIGI dan MULUT. OBAT untuk.2 Larutan nutrisi DOEN VI 20. GIGI dan MULUT.4 Larutan nutrisi DOEN II 20. OBAT ANTIARITMIA TELINGA.1 8. Kontraseptik.

2 17. PARENTERAL DIURETIK Lisol MATA. SISTEMATIK Litium karbonat ANTIINFEKSI.8 OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS. ANTISIDA dan ANTIULKUS 14.1 ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN. RELAKSAN UTERUS 18.1 16.1 14.3 Liquor carbonis detergens Liquor Faberi lisinopril LARUTAN ELEKTROLIT.2 KULIT.3 ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI 18.2 SALURAN CERNA.4. OBAT TOPIKAL untuk.8 2. ANTIAKNE 28. OBAT ANTIHIPERTENSI Lidokain DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK. OBAT untuk. Antelmintik Intestinal ANTINEOPLASTIK.1 Lidokain (°) 23. UMUM 25.1 M .2 17. NUTRISI dan LAIN-LAIN.3. DISINFEKTAT PSIKOFARMAKA.2 Latio Kummerfeldi 18. LAIN-LAIN Levonorgestrel (°) KULIT. OBAT TOPIKAL untuk. OBAT untuk. ANTIDEPSRESI dan ANTIMANIA 17. OBAT TOPIKAL untuk. LAIN-LAIN KARDIOVASKULER. ANTIHORMON 13.KULIT. ANTELMINTIK. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. OBAT ANTIARITMA KARDIOVASKULER.

1.2 5.1. Angiografi DIAGNOSTIK. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. SITOTOKSIK ANTINEOPLASTIK. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. 21. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI Histerosalpingografi 25.4. Oral HORMON. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. ANALGESIK NON-NARKOTIK Meglumin amidotrizoat ANTIINFEKSI. ANTIPIRETIK. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. Kontraseptik.2 Magnesium sulfat 7 H2O DIAGNOSTIK. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. SITOTOKSIK ANALGESIK. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF.1 16. ANTIINFEKSI KHUSUS.2 12. KHUSUS 12.1 4.4 12. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.8 12. parenteral DIAGNOSTIK BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.1 6.3. Saluran Cerna DIAGNOSTIK.1 Mebendazol 8.7 .Magnesium hidroksida (°) Magnesium sulfat HORMON.1. ANTIPIRAI. Urografi 20. KORTIKOSTEROID ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN.1.1. 22.2 Manitol 15. Antiseptik Saluran Kemih Meglumin natrium amidotrizoat HORMON. ANTIDIABETES Antidiabetes.1 Medroksi progesteron Asetat ANTINEOPLASTIK. Kontraseptik.

ANALGESIK NARKOTIK ANESTETIK. ANTIEMETIK ANTINEOPLASTIK. OBAT Untuk ANTINEOPLASTIK. PROSEDUR PERI OPERATIF.3 .2. Pengunaan Khusus ANTIINFEKSI. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. OBAT untuk. ANTIPROTOZOA. ANTIBAKTERI. Lain-lain Metampiron SALURAN CERNA. TOPIKAL.1 Metionin (°) 20. NUTRISI dan LAIN-LAIN.3 22.2.3 1.2 Metildopa Metilergometrin 17. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK ANTIINFEKSI.3.2 Metenamin mandelat 6. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT untuk Metilselulosa ANTINEOPLASTIK. OBAT Untuk .3 OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS. OKSITOSIK Merkaptopurin MATA. Antibakteri Lain. OBAT TOPIKAL untuk. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. Antiamuba dan Antigiardiasis KULIT. TERAPI PALIATIF. SITOTOKSIK 21.1 Metoklopramid 25.1 Metil prednisolon 16. PARENTERAL Mekloretamin KARDIOVASKULER. ANTIPIRETIK.5 Metil tionin klorida 4. OBAT ANTIHIPERTENSI 8.6 8. ANTIPIRAI. PARENTERAL ANALGESIK.2 Metotreksat 8. ANTIFUNGI LARUTAN ELEKTROLIT.3 Metformin 16. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.LARUTAN ELEKTROLIT.

2 morfin N n. NUTRISI dan LAIN-LAIN. ORAL Mustin LARUTAN ELEKTROLIT. ANTIPIRETIK. GIGI dan MULUT.3 20. asetil dl. TES FUNGI Hati 4.2 DIAGNOSTIK.2 . OBAT untuk DIAGNOSTIK. NUTRISI dan LAIN-LAIN. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.2.2. ANTIBAKTERI natrium klorida (°) 11. PARENATAL 8. Biligrafi 12.1 18. ANTIPIRAI. ANALGESIK NON-NARKOTIK KULIT. OBAT dan BAHAN untuk. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER DIAGNOSTIK. KHUSUS 8.5. Saluran Cerna 20.1 natrium asetat 3 H2O (°) 20.4 LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT TOPIKAL untuk.3 ANTIDOT dan OBAT LAIN Khusus KERACUNAN. KHUSUS Mikonazol Mineral (°) PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA. PARENTERAL ANTIDOT dan OBAT LAIN Untuk KERACUNAN. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.Metronidazol LARUTAN ELEKTROLIT.2.7 6. NUTRISI dan LAIN-LAIN. NUTRISI dan LAIN-LAIN. TES FUNGSI Ginjal 1. PARENATAL 2. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.2 natrium aminohipurat GIGI dan MULUT. homosistein tiolakton (°) nalokson DIAGNOSTIK.1 ANALGESIK.1 LARUTAN ELEKTROLIT.3 6.

OBAT untuk MATA.1 20. TOPIKAL. OBAT untuk.2 Natrium fusidat Natrium hipoklorit 18. Lain-lain LARUTAN ELEKTROLIT. ANTIFUNGI 20. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 SALURAN CERNA. NUTRISI dan LAIN-LAIN. PARENTERAL ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN.1 Natrium iopodat 12. OBAT untuk TELINGA.1 20. PARENTERAL LARUTAN ELEKTROLIT. PARENTERAL SALURAN CERNA. PANGGENTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER 4. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. NUTRISI dan LAIN-LAIN. OBAT untuk. OBAT TOPIKAL untuk. DIARE. untuk. ANTIBAKTERI TOPIKAL RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE. OBAT Untuk 12.2 14.1 20. NUTRISI dan LAIN-LAIN.12 Natrium karbonat (°) 20. HORMON TIROID dan ANTITIROID 11. ORAL Natrium bromsulftalein LARUTAN ELEKTROLIT.2 Natrium bikarbonat (°) LARUTAN ELEKTROLIT. PERENTERAL LARUTAN ELEKTROLIT. NUTRISI dan LAIN-LAIN. HIDUNG dan TENGGOROKAN. OBAT untuk.2 Natrium klorida 20.2 .2 Natrium diklofenak 1.2 Natrium klorida (°) HORMON.1. MIASTENIA GRAVIS. NUTRISI dan LAIN-LAIN. STERILISASI USUS. KHUSUS KULIT. PARENTERAL PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA.2.7 12.natrium bikarbonat LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT.

ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN Neomisin sulfat (°) KARDIOVASKULER.2 20. Antituberkulosis Nifedipin SALURAN NAPAS.6 Natrium riboflavin 5 H3PO4 ester (°) Natrium sulfat 10H2O (°) LARUTAN ELEKTROLIT. Antiseptik Saluran Kemih Neomisin ANESTETIK. ANTIINFEKSI KHUSUS. Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) LARUTAN ELEKTROLIT. HIDUNG dan 20. ANTIHIPERTENSI 18. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS. ANTIANGINA 28. OBAT. ANTIINFEKSI KHUSUS. ANTIFUNGI GIGI dan MULUT. OBAT untuk. NUTRISI dan LAIN-LAIN.4 Natrium tiroksin Neostigmin 24. EKSPEKTORAN Nikotinamida (°) TELINGA. PARENTERAL 25. ANTIINFEKSI KHUSUS.3 16.2 nevirapin ANTIINFEKSI.2 17.5 21. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.Natrium kromoglikat ANTIINFEKSI.2 Niasinamida ANTIINFEKSI. ANTIVIRUS. Progestogen 25.7 4.3 20.1 20.2 KARDIOVASKULER. PARENTERAL Natrium tiosulfat ANTIINFEKSI.2 . OBAT.1 HORMON. GIGI dan MULUT. Antituberkulosis SALURAN NAPAS. EKSPEKTORAN 6. OBAT Untuk.2. NUTRISI dan LAIN-LAIN.6. OBAT dan BAHAN untuk. OBAT Untuk ANTIINFEKSI.

3 RELAKSAN OTOT PERIFER Dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE.3. DISINFEKTAN ANALGESIK.2 O OAT OBH 26. BAHAN untuk 26. BAHAN untuk 2. GIGI dan MULUT.3 Obat Antituberkulosis Untuk program Obat batuk hitam 6.2 DIAGNOSTIK. Tetrasiklin MATA.2 Obat telinga DOEN Oksigen Oksimetazolin 28. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. OKSITOSIK 17. OBAT untuk. OBAT untuk.2 .3.1 GIGI dan MULUT. LAIN-LAIN Nitrofurantoin ANTIINFEKSI. GIGI dan MULUT.1 16.3 Nitrogen oksida 2. ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN TELINGA. BAHAN untuk 28. 6. GIGI dan MULUT. OBAT untuk. OBAT dan BAHAN untuk. ANTIPIRAI. ANTIBAKTERI. ANALGESIK NON-NARKOTIK GIGI dan MULUT.4 14. Antimikroba Nitrogliserin Noretisteron AKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS.1 6. HIDUNG dan TENGGOROKAN. TOPIKAL. ANTIPIRETIK. Limfangiografi PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. PENGHAMBAT NEUROMUSKULER DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK.TENGGOROKAN. Antibakteri Lain.2 6. OBAT dan BAHAN untuk.3.3.3 GIGI dan MULUT. ANTIBAKTERI TOPIKAL Nistatin ANESTETIK. OBAT dan BAHAN untuk.

2. MIASTENIA GRAVIS. ANTIINFEKSI KHUSUS. LAIN-LAIN 22. ANTIPSIKOSIS NONSTEROID.1 P Pankuronium KULIT. Betalaktam 6.1 21.2 ANTIINFEKSI. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 Parasetamol 1. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. Antelmintik Intestinal ANTIINFEKSI. PARENTERAL RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE. ANALGESIK NARKOTIK MATA. ANTIPIRETIK. ANTIPROTOZOA. OBAT TOPIKAL untuk.2 Pasta iodoform Pasta pengisi saluran akar VITAMIN dan MINERAL LARUTAN ELEKTROLIT. ANTIBAKTERI.2.2 Penisilin V 6.2 Pangganti Plasma DOEN 11. Antituberkulosis 14. OBAT TOPIKAL untuk. ANTIPIRAI.Oksitetrasiklin PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER ANTIINFEKSI. OBAT Untuk ANTIINFEKSI. OBAT untuk. KAUSTIK Oksitosin TELINGA. 12. Antimalaria.2. Miotik dan Antiglaukoma ANTIINFEKSI.1 Perak nitrat . OBAT untuk.2 Pasta devitalisasi (non arsen) 14. ANTIBAKTERI 24. ANTIINFEKSI KHUSUS.5 Patent blue V 11. HIDUNG dan TENGGOROKAN .1 PSIKOFARMAKA. TOPIKAL. ANTELMINTIK. OBAT TOPIKAL untuk. Untuk Pengobatan KULIT.2.1.2 KULIT. Antuberkulosis Paraformaldehida 13.

OBAT dan BAHAN untuk. OBAT TOPIKAL untuk ANTIBAKTERI PSIKOFARMAKA ANTIPSIKOSIS Pirimetamin (°) ANALGESIK. ANTIPIRETIK.7 parasetamol 1. Limfangiografi PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA.2 6. GIGI dan MULUT. ANALGESIK NON-NARKOTIK Perak sulfadiazin Perfenazin Petidin GIGI dan MULUT. KAUSTIK TELINGA.4 1. GIGI dan MULUT. ANTIPIRAI. Miotik dan Antiglaukoma ANTIINFEKSI. BAHAN Untuk GIGI dan MULUT. OBAT untuk. GIGI dan MULUT.2 23. HIDUNG dan TENGGOROKAN.1 Pilokarpin 21. OBAT dan BAHAN untuk.3.2 podofilin 18.1.2 .3. BAHAN Untuk GIGI dan MULUT. Antelmintik Intestinal 6.KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK ANALGESIK.2 Piridoksin Piridoksin HCI (°) 29 20. ANALGESIK NARKOTIK MATA. OBAT dan BAHAN untuk.6 28. BAHAN Untuk 18. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ANTIPIRETIK. TOPIKAL.2. LAIN-LAIN KULIT. Betalaktam KULIT. ANTELMINTIK. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. OBAT untuk.1 Pirazinamid (°) 6. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.5. OBAT TOPIKAL untuk.2 18.2. ANTIBAKTERI.2 Pirazinamid (°) 6.5 Pirantel DIAGNOSTIK. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER ANTIINFEKSI.2 Piridostigmin 24. ANTIPIRAI.

ANTIBAKTERI TOPIKAL DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK.11 Pirazinamid 6. OBAT Untuk KULIT. OBAT TOPIKAL untuk. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 23. PERENTERAL RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE. OBAT Untuk ANTIINFEKSI. Antiinflamasi 18. ANTIBAKTERI Perak sulfadiazine Perfenazin Petidin TELINGA. ANTELMINTIK. Antituberkulosis 14. OBAT dan BAHAN untuk.6 GIGI dan MULUT. Antimalaria.2 VITAMIN dan MINERAL Pasta pengisi saluran akar LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT untuk. Antiinflamasi MATA.2 Penisilin V Pilokarpin 21. ANTISEPTIK ANTIINFEKSI. ANTIINFEKSI KHUSUS.2 14.4 1.2 Patent blue V 12.3. ANTIINFEKSI KHUSUS.5 Pengganti Plasma DOEN 11. OBAT TOPIKAL untuk. HIDUNG dan TENGGOROKKAN. MIASTENIA GRAVIS. Antituberkulosis ANTIINFEKSI. 6. ANTIPROTOZOA. TOPIKAL. GIGI dan MULUT.25 Pirantel 6.1 Perak nitrat PRODUK DARAH dan PENGGGANTI PLASMA.1 28.pasta devitalisasi (non arsen) ANTIINFEKSI.2. ANTELMINTIK Antelmintik Intestinal ANTIINFEKSI.2 .1. Untuk Pengobatan KULIT. PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER 18.2 Pasta iodoform 14. KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK. OBAT Untuk.

2.7 Poligelin (°) ANTINEOPLASTIK. ANTIROTOZOA Antimalaria. OBAT Untuk.2 Podofilin Polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Polimiksin B (°) 21. IMUNOUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF. Beta laktam KARDIOVASKULER.1 Prazikuantel ANTIDOT dan ONAT LAIN untuk KERACUNAN. OBAT yang MEMPENGARUHI 6. ANTIARITMA 18. HORMON TIROID dan ANTITIROID ANESTETIK.Pirazinamid (°) HORMON. OBAT dan BAHAN untuk.11 DARAH OBAT yang MEMPENGARUHI. KHUSUS 6. Bronkografi 14.2 Piridoksin Piridoksin HCI (°) 29. OBAT. ANTIBAKTERI.2. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. ANTASIDA dan ANTIULKUS 28.1 HORMON.1 18. SITOTOKSIK 11. ANTIPIRETIK. ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN Polimiksin B sulfat (°) KARDIOVASKULER. ANTIPIRAI.5.2 DIAGNOSTIK. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI. KOAGULASI. Untuk Pengobatan ANALGESIK. GIGI dan MULUT.1.3. ANTIAGINA Povidon iodide KARDIOVASKULER.2 20.3 Prednisolon SALURAN CERNA. OBAT untuk 6. OBAT. KORTIKOSTEROID GIGI dan MULUT.2 Piridostigmin 24. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ANTIPIRAI Pirimetamin (°) ANTIINFEKSI. ANTIINFEKSI. OBAT ANTIARITMA 13.3 .2 6. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK.

NUTRISI dan LAIN-LAIN. PARENTERAL PSIKOFARMAKA.1. Antilepra ANTIINFEKSI.2 2. ANTIASMA Protamin sulfat KULIT. ANTIINFEKSI KHUSUS.1 17.3 Propiltiourasil 10.1 VITAMIN dan MINERAL Primakuin LARUTAN ELEKTROLIT.Prednisone KARDIOVASKULER. ANtituberkulosis 6.5 Preparat sulfa 14.5.2 LARUTAN ELEKTROLIT.4 LARUTAN ELEKTROLIT.2. BAHAN Untuk 4. GIGI dan MULUT. OBAT. ANTIPSIKOSIS DISINIFEKTAT dan ANTISEPTIK. SISTEMIK 16. ANTIHIPERTENSI MATA.1 Prokainamida Prokarbazin ANTIINFEKSI. PARENTERAL ANTIINFEKSI. OBAT dan BAHAN untuk. NUTRISI dan LAIN-LAIN.3 Prokain benzilpenisilin Propiliodon 12. . ANtituberkulosis 17.2 8. ANTIINFEKSI KHUSUS. OBAT untuk. DISINFEKTAN 16. ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS GIGI dan MULUT. ANTIINFEKSI KHUSUS.2 R SALURAN CERNA. NUTRISI dan LAIN-LAIN PARENTERAL Propofol LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT TOPIKAL untuk.2 Probenesid 1.2.3 6. OBAT Untuk. PARENTERAL Propranolol 17. OBAT Untuk.1 SALURAN NAPAS. NUTRISI dan LAIN-LAIN.

SERUM dan IMUNOGLOBULIN Rifampisin (°) 6. ANTIANEMI Risperidon Rivanol ANTINEOPLASTIK. OBAT yang MEMPENGARUHI.2 DARAH. GIGI dan MULUT. OBAT yang MEMPENGARUHI.2 Rutosid (°) 20. BAHAN KONTRAS RADIOLOGI.2 SISTEM IMUN. OBAT yang MEMPENGARUHI. SERUM dan IMUNOGLOBULIN SISTEM IMUN. SERUM dan IMUNOGLOBULIN SISTEM IMUN. BAHAN Untuk DIAGNOSTIK.5 . IMUNOSUPRESAN LARUTAN ELEKTROLIT NUTRISI dan LAIN-LAIN. 20. PARENTERAL 23.2 S Salbutamol GIGI dan MULUT. SITOTOKSIK ANTINEOPLASTIK. OBAT dan BAHAN untuk.3 21.2 25.1 29. OBAT yang MEMPENGARUHI.3. OBAT yang MEMPENGARUHI.4 13. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF.1 6.ANTIHEMOROID Ranitidin DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK. OBAT yang MEMPENGARUHI. IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF.1 Riboflavin natrium Fosfat (°) Rifampisin 6.1 Salep 2-4 18. DISINFEKTAN Reserpin Retinol SISTEM IMUN. SERUM dan IMUNOGLOBULIN SISTEM IMUN. Saluran Cerna 26.3.2 Ringer laktat Rutin (°) 20. SERUM dan IMUNOGLOBULIN 20.2 17.3.

1 27.1 10.2 Silver alloy ANTIINFEKSI.1 Serum antidifteri ANTINEOPLASTIK IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. 27. Antituberkulosis 14. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) KARDIOVASKULER. SITOTOKSIK Serum antirabies ANTINEOPLASTIK IMUNOSUPRESAN dan OBAT Untuk TERAPI PALIATIF. Antituberkulosis 14. OBAT Untuk. OBAT.2 Seng oksida (°) 25. BAHAN Untuk Sianokobalamin TELINGA. ANTITISIF ANTIINFEKSI.3 Senyawa klor 13. ANTIVIRUS.Semen seng fosfat KARDIOVASKULER. OBAT dan BAHAN untuk. ANTIINFEKSI KHUSUS.1 27. HIDUNG dan TENGGOROKAN. ANTIINFEKSI KHUSUS.1 Siklofosfamid 8. SITOTOKSIK Serum antitetanus LARUTAN ELEKTROLIT.2 Silitol (°) . Antibakteri Lain. Antituberkulosis 20. TROMBOLIK ANTIINFEKSI. ANTIINFEKSI KHUSUS. ANTIPIRETIK. ANTIHIPERLIPIDEMIA ANTIINFEKSI. OBAT untuk. ANTIBAKTERI.1 27.2 ANALGESIK.3 Siklosporin 8. GIGI dan MULUT. LAIN-LAIN ANTIINFEKSI. Kuinolon SALURAN NAPAS. OBAT. PARENTERAL DIURETIK Serum imun globulin GIGI dan MULUT. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 Serum anti bias ular 27.

2.5 . Sulfa-Trimetoprim ANTIINFEKSI. Antibakteri Lain. Antimalaria.2 Sisipan dewasa (HRZE) Isoniazid Rifampisin Pirazinamid Etambutol Sisplatin ANTIINFEKSI. BAHAN Untuk 14. ANTIHORMON 28. Sulfa-Trimetoprim ANTIINFEKSI. Antibakteri Lain.3.2 Sitarabin 8. TOPIKAL. ANTIPIRAI. Antiseptik Saluran Kemih ANTIINFEKSI. OBAT untuk.1. Penggunaan Khusus SALURAN CERNA. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF. Untuk Pengobatan 26. Antimikroba PSIKOFARMAKA. ANTIBAKTERI. ANTIPSIKOSIS 15. GIGI dan MULUT. PENGHAMBAT NEUROMUSKULER Simvastatin Siprofloksasin ANTIINFEKSI. ANTIHORMON streptokinase ANTINEOPLASTIK. OBAT dan BAHAN untuk.1 17.3 12.3 Sorbitol (°) 20. ANTIINFLAMASI.ANTIINFLAMASI NONSTEROID.8 6. OBAT Untuk. ANTIPROTOZOA.2 Spironolakton ANTIINFEKSI. ANALGESIK NARKOTIK Simetikon (°) RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTRASE. ANTIVIRUS. ANTIBAKTERI. ANTIINFEKSI KHUSUS.2 6.6.2.7 17. Spons gelatin GIGI dan MULUT.6 Sirop timi majemuk 6. Antibakteri Lain.2 8. ANTIBAKTERI. OBAT untuk MATA. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) Stavudin ANTINEOPLASTIK. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF.

3.2 Sulpirid Surgical gingival pack 23. OBAT untuk . OBAT Untuk. ANTIBAKTERI. Antiseptik Saluran Kemih LARUTAN ELEKTROLIT NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 streptomisin (°) 6.2. ANTIBAKTERI.2. Antibakteri lain. Tetrasiklin VITAMIN dan MINERAL Sulfadiazin LARUTAN ELEKTROLIT NUTRISI dan LAIN-LAIN. TOPIKAL. PARENTERAL MATA. Sulfa-Trimetoprim Sulfasalazin ANTIINFEKSI. DIARE. HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS.2.2.2.7 25. Antiseptik Saluran Kemih ANTIINFEKSI. Sulfa-Trimetoprim Sulfasetamida ANTIINFEKSI.1 suksametonium 24.8 21. OBAT untuk .3 6. TOPIKAL.3. ANTIBAKTERI.3. ORAL SALURAN CERNA.2. OBAT untuk 6. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN Sulfametoksazol (°) ANTIPARKINSON ANTIINFEKSI. Miotik dan Antiglaukoma 6.1 6. OBAT untuk. ANTIINFEKSI KHUSUS. Anestetik lokal ANTIINFEKSI.2.3 Sulfadoksin (°) 6.2. Androgen MATA.streptomisin HORMON.2 sufentanil 1. Antibakteri Lain.4 14.2 T MATA. Antibakteri lain. ANTIINFEKSI KHUSUS. .2 ANESTETIK.3 6.5.

OBAT yang MEMPENGARUHI.2.2 triheksifenidil trimetoprim 9. VAKSIN SISTEM IMUN. HORMON ANTIDIURETIK Trimetoprim (°) RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTRASE. OBAT yang MEMPENGARUHI.2. OBAT yang MEMPENGARUHI. 6. VAKSIN 29.1 tiamin timolol 21.2.2.2 21.2. VAKSIN SISTEM IMUN. PENGHAMBAT NEUROMUSKULER 20. VAKSIN 16. tiamin HCI (°) SISTEM IMUN.5 thiopental 2. VAKSIN ANTIEPILEPSI –ANTIKONVULSI HORMON.2.3 6. VAKSIN tetrakain SISTEM IMUN.1 KULIT. VAKSIN SISTEM IMUN.3 .2.1 tetrasiklin 6.3TC TOPIKAL. Midriatik 6. TES KULIT Tamoksifen 8.2.3. OBAT yang MEMPENGARUHI.1 DIAGNOSTIK. KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK Testosterone 8. 6. OBAT yang MEMPENGARUHI. OBAT yang MEMPENGARUHI. VAKSIN SISTEM IMUN.1 SISTEM IMUN.3.6. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK. VAKSIN SISTEM IMUN. OBAT yang MEMPENGARUHI. OBAT TOPIKAL untuk . OBAT yang MEMPENGARUHI. OBAT yang MEMPENGARUHI.3.1 SISTEM IMUN.

2 27.2 DARAH. ANTIVIRUS.2 Vaksin campak LARUTAN ELEKTROLIT.2 ANTIINFEKSI. ANTINIAMI VITAMIN dan MINERAL 12. NUTRISI dan LAIN-LAIN. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF. PARENTERAL VITAMIN dan MENERAL 27. OBAT yang MEMPENGARUHI.2 Vaksin hepatitis B Rekombinan Vaksin jerap difteri tetanus Pertusis (DPT) Vaksin jerap difteri tetanus (DT) Vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) Vaksin meningokokus Polisakarida A+C Vaksin polio 27. ANTIARITMIA ANTINEOPLASTIK.KARDIOVASKULER. OBAT yang MEMPENGARUHI 27.3 20. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) 27. KOAGULASI.G LARUTAN ELEKTROLIT. SISTEMIK VITAMIN dan MINERAL Tropikamida VITAMIN dan MINERAL VITAMIN dan MINERAL Tuberculin protein Purified derivative LARUTAN ELEKTROLIT.2 .3. NUTRISI dan LAIN-LAIN.2 27.2.1 25. SITOTOKSIK MATA OBAT untuk.7 V Vaksin B. PARENTERAL DARAH.2 27. PARENTERAL VITAMIN dan MINERAL DARAH.5 U Urea 18. OBAT yang MEMPENGARUHI. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF. KOAGULASI. SITOTOKSIK Trinatrium sitrat Dihidrat (°) ANTINEOPLASTIK.C.4 6. OBAT yang MEMPENGARUHI. NUTRISI dan LAIN-LAIN.3 21. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. OBAT.

Vasopressin 16.1 Vitamin B kompleks Vitamin B1 Vitamin B1 (°) 29 29 29 20. Untuk manusia 27.1 Vekuronium 24.2 .1 Vitamin B6 Vitamin B6 (°) 29 10.2 Vitamin C Vitamin C (°) 29.3 Vinkristin 8.2 Valproat 5.2 Vitamin B12 10.1 Verapamil 17. 20.3 Vitamin A 21.2 Vinblastin 8.Vaksin rabies.

Vitamin D Vitamin K 29.6.1 .2 W Warfarin 10. 10.2 Z zidovudin 6.