P. 1
Bahan Modul 1

Bahan Modul 1

|Views: 85|Likes:
Published by Utari Novhadi

More info:

Published by: Utari Novhadi on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

Membangun Komunikasi Efektif Minggu, 16 Oktober 2005 17:39 KapanLagi.

com - Sebagai makluk sosial komunikasi merupakan hal yang paling dekat dengan kita. Apa sih sebenarnya komunikasi itu? Komunikasi dapat kita artikan sebagai berbagi pikiran, informasi dan intelijen. Segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan menyampaikan pesannya pada orang lain merupakan tujuan komunikasi. Lalu jika pesan yang kita maksudkan tersebut tidak sesuai dengan penangkapan lawan bicara kita, terjadilah mis-komunikasi, Nah, sebuah komunikasi yang efektif membutuhkan kejernihan pesan, kelengkapan pesan, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, dan penampilan fisik secara eksternal. Di era modern ini mungkin nampak 'tolol' melihat seseorang berusaha menciptakan kesadaran komunikasi. Banyak di antara kita memberi sedikit perhatian pada hal ini tetapi kenyataanya komunikasi ini terus berlangsung, tak peduli siapa anda, jika anda tidak bisa berkomunikasi dengan semestinya maka tak seorangpun akan mendengarkan Anda. Jadi komunikasi merupakan sebuah asset penting sebagai tambahan untuk kepribadian Anda. Bagiamana membangun sebuah komunikasi efektif tersebut, berikut beberapa hal yang sebaiknya jadi pertimbangan untuk dikembangkan: Kontak Mata Hal pertama yang dilakukan seorang pembicara yang baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah pembicaraan. Ini merupakan salah satu cara yang membantu untuk menciptakan kesan baik pada lawan bicara. Usahakan mempertahankan kontak mata sepanjang pembicaraan, agar lawan bicara Anda tak merasa diabaikan. Ekspresi Wajah Wajah merupakan cermin kepribadian individual. Ekspresi wajah mengungkapkan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Sebagi contoh: sebuah senyum mengungkap keramah-tamahan dan kasihsayang;Mengangkat alis mata menunjukan ekpresi heran; Mengernyitkan dahi menyampaikan ketakutan dan kegelisahan. Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia diekspresikan dalam emosi yang berbeda yang tergambar di wajah. Jadi saat melakukan komunikasi tunjukan ekspresi bahwa Anda tertarik dengan bahan pembicaraan. Postur Tubuh Setiap gerak-gerik tubuh saat berbicara mesti dikoordinasikan dengan kekuatan meyakinkan dari Anda. Mereka bisa jadi semacam tambahan untuk cara efektif yang dapat ditangkap secara visual daripada secara verbal. Sebagai contoh: menundukan kepala menunjukkan penyelesaian pernyataan; mengangkat kepala menunjukkan akhir pertanyaan;Terlalu sering menggerakan bagian tubuh mengungkapkan sedang bergegas atau kebingungan. Untuk itu perhatikan gerak-gerik Anda saat melakukan komunikasi dengan lawan bicara.

Selera Berbusana Busana memiliki tugas penting dalam menimbulkan kesan. Orang yang berbusana sesuai dengan struktur tubuh mereka nampak lebih menarik. Penampilan fisik seseorang dan busana yang dikenakan membuat dampak pasti pada proses komunikasi. Kita semua berbusana dan mungkin banyak diantara kita tak terlalu memperhatikan, namun hal kecil ini memiliki peran untuk sebuah efektif. Jika kita memperhatikan bagaimana cara berbusana, hal itu akan memperbaiki kemampun komunikasi kita. (erl)

mahasiswa lebih banyak menerima pengetahuan dari perkuliahan dan literatur yang diberikan oleh dosen. Setelah lulus dan menjadi dokter. sehingga nantinya dapat selalu diingat dan diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan dihadapi. . tutor akan berkurang keaktifannya. Kemudian pada tahun 1976. PBL menyiapkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis. Dalam perkembangannya. Simulasi masalah digunakan untuk mengaktifkan keingintahuan siswa sebelum mulai mempelajari suatu subyek. Ketika siswa menjadi lebih cakap dalam menjalani proses belajar PBL. siswa dituntut bertanggungjawab atas pendidikan yang mereka jalani. Maastricht Faculty of Medicine di Belanda menyusul sebagai institusi pendidikan kedokteran kedua yang mengadopsi PBL. Motivasi menggunakan PBL Dalam pendidikan kedokteran konvensional. serta diarahkan untuk tidak terlalu tergantung pada guru.08 Agustus 2009 Problem Based Learning(PBL) (Blok 1 Minggu 1) Ada beberapa definisi dan intepretasi terhadap Problem Based Learning (PBL). Kekhasan pelaksanaan PBL di Maastrich terletak pada konsep tes kemajuan (progress test) dan pengenalan keterampilan medik sejak awal dimulainya program pendidikan. Proses dalam PBL Siswa dihadapkan pada masalah dan mencoba untuk menyelesaikan dengan bekal pengetahuan yang mereka miliki. terfokus pada manusia. PBL membentuk siswa mandiri yang dapat melanjutkan proses belajar pada kehidupan dan karir yang akan mereka jalani. Masalah-masalah yang didesain dalam PBL memberi tantangan pada siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara efektif. mereka dihadapkan pada banyak masalah yang tidak dapat diselesaikan hanya dari pengetahuan yang mereka dapat selama kuliah. Salah satunya menurut Duch (1995): Problem Based Learning (PBL) adalah metode pendidikan yang mendorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di dunia nyata. Sistem pendidikan kedokteran konvensional cenderung membentuk mahasiswa sebagai pembelajar pasif. melalui pendekatan antar cabang ilmu pengetahuan dan belajar berdasar masalah. PBL telah diadopsi baik secara keseluruhan atau sebagian oleh banyak fakultas kedokteran di dunia. serta mampu untuk mendapatkan dan menggunakan secara tepat sumber-sumber pembelajaran. Pertama-tama mereka mengidentifikasi apa yang harus dipelajari untuk memahami lebih baik permasalahan dan bagaimana cara memecahkannya. Sejarah PBL Program inovatif PBL pertama kali diperkenalkan oleh Faculty of Health Sciences of McMaster University di Kanada pada tahun 1966. Proses belajar PBL dibentuk dari ketidakteraturan dan kompleksnya masalah yang ada di dunia nyata. Mahasiswa tidak dibiasakan berpikir kritis dalam mengidentifikasi masalah. Yang menjadi ciri khas dari pelaksanaan PBL di mcmaster adalah filosofi pendidikan yang berorientasi pada masyarakat. Seorang guru lebih berperan sebagai fasilitator atau tutor yang memandu siswa menjalani proses pendidikan. serta aktif dalam mencari cara penyelesainnya. Mereka diharuskan mempelajari beragam cabang ilmu kedokteran dan menghapal begitu banyak informasi. Prinsip-prinsip PBL Dalam PBL. Hal tersebut digunakan sebagai pendorong bagi siswa untuk belajar mengintegrasikan dan mengorganisasi informasi yang didapat.

siswa melakukan penilaian terhadap dirinya dan memberi kritik mambangun bagi kolega. laporan. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian. 7. maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim. informasi online atau bertanya pada pakar yang sesuai dengan bidangnya. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang. mereka kembali pada masalah dan mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari untuk lebih memahami dan menyelesaikannya. (sekretaris mencatat penjelasan masalah sementara yang telah didiskusikan). siswa mulai mencari informasi dari berbagai sumber seperti buku. tanggapan. Setelah mendapatkan informasi. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati.Setiap anggota kelompok menjelaskan hasil belajar mandiri mereka dan saling berdiskusi. Diskusi kelompok kecil dalam PBL dapat menggunakan metode seven jumps yang terdiri : 1.Langkah selanjutnya. minat. 3. simpati.Penentuan Tujuan pembelajaran yang akan diraih.Identifikasi dan klarifikasi kata-kata sulit yang ada di dalam skenario. 4. Identifikasi area pengetahuan yang kurang. Anggota kelompok mendiskusikan dan menjelaskan masalah tersebut berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki (prior knowledge).) 6. Hukum # 1: Respect Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. cinta kasih.Belajar mandiri. kepedulian. lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang.Berdasarkan langkah 2 dan 3 maka disusun penjelasan masalah dalam bentuk penjelasan sementara (tentative solution). akan tetapi harus dicari masalah yang disepakati bersama. Di akhir proses. (sekretaris menulis yang didiskusikan). (sekretaris mencatat daftar masalah yang telah disetujui). Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People. Setiap anggota memiliki bermacam perspektif masalah.Brainstorming. (sekretaris mencatat kata-kata yang masih belum dimengerti setelah didiskusikan) 2. maupun respon positif dari orang lain. Mahasiswa belajar mandiri untuk mencari informasi yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran. rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. dapat dicapai. (Tutor mengarahkan agar tujuan pembelajaran fokus. Melalui cara ini. 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH. (Tutor menilai jalannya proses ini sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan).Penentuan masalah. jurnal. belajar dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan gaya tiap individu. yang berarti merengkuh atau meraih. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa “Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan . 5. komprehensip dan sesuai dengan yang diharapkan.

masukan apalagi kritik dari orang lain.untuk dihargai. keinginan. kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan. Charles Schwabb. yang harus dipenuhi. . Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan. maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan. kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain. Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Hukum # 3: Audible Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork. Dengan memahami perilaku konsumen. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif.” Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi). Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson. harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. minat. The One Minute Manager. yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. baru dimengerti (Seek First to Understand understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Hukum # 2: Empathy Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.

yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude). 1. berarti pendidikan Kedokteran Gigi mencakup pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh ilmu pengetahuan bidang Kedokteran Gigi. 1. untuk memperbaiki perawatan pasien BAB III PROGRAM Hakekat pendidikan Kedokteran Gigi adalah pendidikan akademik profesional. sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan sasaran kurikulum. yang berhubungan dengan kondisi oral dan medik pasien serta riwayat penyakitnya. 1. kurikulum merupakan dasar penyelenggaraan program studi yang disusun oleh masing-masing pendidikan tinggi. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain. maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Sedangkan program studi adalah rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan akademik dan atau profesional yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan. ketrampilan klinik sekaligus sikap sebagai seorang dokter gigi yang profesional. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana. Menurut PP Nomor 60 tahun 1999.1. Selanjutnya akan diuraikan menjadi komponen-komponen standar. Komponen-komponen yang harus ada di setiap kurikulum adalah sebagai berikut. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan). Kompetensi lulusan Kompetensi ini harus ditetapkan dahulu secara bersama . Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini. Kurikulum Unsur utama dari pendidikan adalah kurikulum.1. Ketiga unsur ini dalam pelaksanaannya saling terkait dan sulit dipisahkan satu sama lain. Hukum # 5: Humble Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. sikap menghargai. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara. mau mendengar dan menerima kritik. Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. tidak sombong dan memandang rendah orang lain.Hukum # 4: Clarity Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik.1. lemah lembut dan penuh pengendalian diri. hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. rela memaafkan. serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar. biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. berani mengakui kesalahan. maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect). Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas. Evidence based dentistry : suatu pendekatan terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan cara melakukan asesmen sistematik terhadap bukti klinis. Program pendidikan Kedokteran Gigi juga mencakup Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan. karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita. (SK Mendiknas Nomor 232/U/2000).

3.5. Materi pembelajaran Materi pembelajaran disiapkan sesuai dengan kompetensi lulusan dan strategi pengajaran. Selain menggambarkan pencapaian kemampuan mahasiswa. Kompetensi yang ditetapkan bersama mencakup Domain (Area Kompetensi).5. 1. institusi pendidikan Kedokteran Gigi harus menerapkan metode pembelajaran berfokus pada mahasiswa (student centered learning). 6 Standar Pendidikan Profesi Dokter Gigi Standar Pendidikan Profesi Dokter Gigi 1. Berarti masalah-masalah klinis telah diberikan pada mahasiswa sedini mungkin dan menjadi landasan belajar mereka. 1.1. 1.4. evaluasi pembelajaran juga merupakan umpan balik bagi proses pendidikan.1.1.1.2. 1. problem based learning. Strategi pengajaran 1. Sasaran pembelajaran Kompetensi penunjang diuraikan menjadi kemampuan dasar (foundational abilities) oleh masing-masing institusi pendidikan. Disain kurikulum bidang Kedokteran dan Kedokteran Gigi saat ini menekankan pentingnya “early clinical exposure”.1.1. Selanjutnya kompetensi penunjang dan 5 kemampuan dasar akan menjadi sasaran pembelajaran dari program. (Lampiran 1). discovery learning. Metode pembelajaran semacam ini akan membantu mahasiswa dalam mengembangkan kualitas belajar mandiri. . Materi pembelajaran harus mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi yang berkembang sangat cepat. Metode pembelajaran tersebut mencakup small group discussion.1.4. 1. Disain ini disusun sedemikian rupa agar pencapaian kompetensi mahasiswa setiap semester/ tahun diukur. cooperative learning. self directed learning. Disain Kurikulum : Disain kurikulum ditentukan oleh masing-masing institusi pendidikan dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing institusi. collaborative learning.1. case study and case report. Metode evaluasi harus ditentukan oleh institusi pendidikan dan disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan. Materi ini sebaiknya dalam bentuk mata ajaran atau modul yang terintegrasi. belajar sepanjang hayat.oleh seluruh stakeholders dan merupakan keluaran (output) yang dimiliki oleh lulusan. Evaluasi Evaluasi pembelajaran merupakan bagian atau tahap yang sangat penting dalam proses penyelenggaraan pendidikan. skills lab.2. Kompetensi Utama dan Kompetensi Penunjang.4.1. contextual instruction. Metode pembelajaran : Sesuai dengan kebijakan pemerintah. role play and simulation. berfikir kritis dan analisis berdasarkan evidence based dentistry. scientific session.

yaitu badan audit internal. 1. dan harus mampu menunjukkan pencapaian penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 1. 1.2. dan diadministrasikan dengan baik. Evaluasi pembelajaran didasarkan pada standar kompetensi yang telah ditetapkan.2.5. Evaluasi Evaluasi pelaksanaan kurikulum dan monitoring.5.1.4.4.2.2.3. Pelaksanaan Institusi pendidikan melaksanakan kurikulum yang telah disepakati bersama dan memantau pelaksanaannya secara konsisten dan berkesinambungan. Manajemen Kurikulum Manajemen kurikulum mencakup : 1. dan audit eksternal dilakukan oleh badan akreditasi.1.2.2. Kedudukan badan/unit kurikulum harus jelas didalam struktur organisasi institusi pendidikan.1. Evaluasi dilakukan oleh dosen secara reguler untuk mengetahui perkembangan pencapaian kompetensi oleh mahasiswa.1. Lingkup dan pembobotan evaluasi pembelajaran harus jelas dan diketahui oleh semua pihak terkait. . Perbaikan Perbaikan dan penyempurnaan kurikulum harus dilakukan oleh institusi pendidikan sesuai dengan rekomendasi dari tim monitoring dan evaluasi.1. 1.5. 7 1. dilakukan oleh institusi pendidikan.3. Perencanaan dan pengorganisasian kurikulum Institusi pendidikan merencanakan kurikulum yang akan digunakan dan membentuk badan/unit yang bertugas mengelola kurikulum.2. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->