1

BAB I PENDAHULUAN Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks (pendengaran dan keseimbanga Anatominya juga sangat rumit . Indera pende¬ngaran berperan penting pada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara, dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung pada kemampuan mendengar. Deteksi awal dan diagnosis akurat gangguan otologik sangat penting. Di antara mereka yang dapat membantu diagnosis dan atau menangani kelainan otologik adalah ahli otolaringologi, pediatrisian, internis, perawat, ahli audiologi, ahli patologi wicara dan pendidik. Nyeri pada telinga merupakan suatu tanda perjalanan penyakit , nyeri pada telinga disebut juga dengan Otalgia. Otalgia adalah rasa nyeri pada telinga . karena telinga dipersarafi oleh saraf yang kaya ( nervus kranialis V, VII, IX, dan X selain cabang saraf servikalis kedua dan ketiga ), maka kulit di tempat ini menjadi sangat sensitif. Otalgia adalah gejala yang dapat timbul dari iritasi lokal karena banyak kondisi dan dapat disebabkan oleh nyeri pindahan dari laring dan faring. Banyak keluhan nyeri telinga sebenarnya akibat nyeri di dekat sendi temporomandibularis. Diperkirakan bahwa lebih dari 50% pasien yang mengeluh Otalgia tidak ditemukan penyakit telinganya.

Bagaimana penatalaksanaannya? .2 BAB II PERMASALAHAN 1. Bagaimana cara mendiagnosanya? 2. Apa saja diagnosis bandingnya? 3.

Bayi dan anakanak biasanya menjadi rewel. Pada penderita yang sudah dapat menjelaskan seperti anak yang agak besar. (Brunner & Suddarth. Otalgia adalah rasa nyeri pada telinga. yang sering dialami selain nyeri adalah adanya perasaan penuh atau tekanan pada telinga. bila penyakitnya di telinga biasanya disertai gangguan pendengaran. Pada keadaan infeksi dapat disertai demam dan keluar cairan dari telinga. sering menggaruk-garuk telinga atau menarik-narik telinga. Gejala klinis yang dapat timbul adalah sebagai berikut : Sakit telinga itu sendiri merupakan suatu gejala atau keluhan. maka kulit di tempat ini menjadi sangat sensitif. yang timbul secara tiba-tiba. VII. IX. Biasanya disertai dengan demam tinggi. gangguan pendengaran. remaja dan dewasa. Otalgia mungkin atau tidak dapat dikaitkan dengan gangguan keseimbangan dan penurunan pendengaran. pemeriksaan telinga biasanya menunjukkan beberapa kelainan pada telinga luar atau tengah. Otalgia utama ada ketika rasa sakit itu berasal di dalam telinga. Jadi Otalgia adalah suatu keluhan yang timbul berupa rasa sakit di telinga oleh karena penyakit yang ada di telinga atau penjalaran rasa sakit akibat suatu penyakit di daerah lain di luar telinga dengan karakteristik yang sesuai dengan berat penyakit yang dialami seseorang. Biasanya sebelumnya didahului oleh batuk dan pilek. biasanya disertai dengan gejala-gejala lain dan bisa dari berbagai penyebab.3 BAB III PEMBAHASAN Otalgia adalah telinga nyeri. Karena telinga dipersarafi oleh saraf yang kaya (nervus kranialis V. Sakit telinga yang sering timbul pada anak-anak adalah akibat infeksi telinga tengah akut. kadang-kadang sampai kejang dan muntah. sering disebut sebagai “sakit telinga”. Ketika otalgia muncul. otalgia dimaksud adalah nyeri yang berasal luar telinga. dan X selain cabang saraf servikalis kedua dan ketiga). . 1997).

Tes pendengaran. Telinga akan diperiksa dengan seksama baik menggunakan otoskop atau endoskopi jika perlu. bila perlu dilakukan pemeriksaan Radiologi. Tes keseimbangan. Inspeksi • adanya kemerahan di liang telinga. riwayat mengorek telinga sebelumnya. Pemeriksaan fisik terkadang ditemukan: a. pilek dan demam. Seperti adanya riwayat sakit batuk. Sakit telinga akibat infeksi telinga yang sudah menyebar kedaerah mastoid atau daerah dibelakangtelinga (mastoiditis). 1. klien mengeluhkan rasa sakit yang amat sangat menggangu di telinganya. Organ sekitarnya juga akan diperiksa untuk memastikan asal rasa sakit tersebut. riwayat naik pesawat. biasanya disertai dengan nyeri kepala. • Inflamasi pada area aurikula posterior mengindikasikan adanya periostitis atau abses subperiosteal dari sel mastoid • Adanya bintik atau kelainan kulit pada area preauricular kemungkinan besar merupakan tuli sensorineural Inspeksi liang telinga dengan otoskop. Juga dilakukan Tes Toynbee/Valsava yaitu tes untuk menentukan masih tidaknya fungsi Eustachius. Bagaimana mendiagnosis otalgia? Pemeriksaan diagnostik biasanya dilakukan dengan menanyakan beberapa hal sehubungan dengan keluhan sakit telinga yang timbul. dapat ditemukan: . Pada infeksi liang telinga (otitis eksterna) sering disertai nyeri ketika membuka mulut atau menelan.4 pusing dan pada infeksi terdapat cairan yang keluar dari telinga atau demam. Sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab telinga nyeri untuk mengetahui cara mengatasi rasa sakit tersebut.

membrane timpani akan terlihat berwarna putih atau kekuningan. otorrhea. Tetapi biasa dipakai patokan 6 meter. dapat menjadi faktor predisposisi dari otitis eksterna • • Kolesteatoma pada telinga tengah dapat dilihat dari inspeksi liang telinga sebagai eksudat yang berbau • Dengan otoskop pneumatic. membrane timpani bulging sebagai sebab dari meningkatnya tekanan udara di telinga tengah • Gendang telinga yang teretraksi menandakan tekanan negative pada rongga telinga tengah • Bila terdapat efusi pada telinga tengah. b. 2. Tes pendengaran Tujuan dari tes pendengaran adalah : 1. eksostosis. 3. Menentukan apakah pendengaran seseorang normal atau tidak.5 • Inflamasi pada liang telinga kemungkinan otitis eksterna Kelainan pada liang telinga seperti stenosis. Menentukan derajat kekurangan pendengaran. Menentukan lokalisasi penyebab gangguan pendengaran. Palpasi: adanya nyeri tekan pada bagian yang sakit. Syarat melakukan tes Bisik : . Tes fungsi Tes Toynbee/Valsava adalah untuk mengetahui masih tidaknya fungsi eusthacius B. Dapat juga dilakukan tes fungsi dan tes keseimbangan seperti : A. Tes Suara Tes Bisik : Normalnya tes bisik dapat didengar 10 – 15 meter.2 C.

. Tes Schwabach : Tes ini digunakan untuk membandingkan penghantaran bunyi melalui tulang penderita dan pemeriksa. Kata harus dimengerti oleh pasien. Perintahkan pasien untuk meletakkan satu jari pada tragus telinga yang tidak diperiksa untuk mencegah agar pasien tidap dapat mendengar suara dari telinga itu. j. l. Gunakan garpu tala 256 atau 512 Hz. 2. f. d.6 1. 7. h. z ). 6. D. Syarat melakukan tes Schwabach : 1. 5. Apabila penderita tidak / kurang mendengar huruf desis → tuli persepsi. 3. v. yaitu 8 dari 10 kata atau 4 dari 5 kata. Sebut 10 kata ( normal 80 % ). 3. n. kata dibagi atas : yang mengandung huruf lunak ( m. Apabila penderita tidak / kurang mendengar huruf lunak → tuli konduksi Tes Konversasi : Caranya sama dengan tes bisik. Tes Garpu Tala. Suruh pasien untuk mengulang kata – kata tersebut. Bisikkan kata pada telinga pasien yang akan diperiksa. tetapi tes ini menggunakan percakan biasa. 2. Getarkan garpu tala. Letakkan tegak lurus pada planum mastoid pemeriksa. Pemeriksa berdiri di belakang pasien supaya pasien tidak dapat membaca gerakan bibir pemeriksa. c. 4. g ) dan yang mengandung huruf desis ( s.

7 4. 5. . 2. 4. 3. Apabila bunyi sudah tidak didengar lagi. 5. Letakkan tegak lurus pada planum mastoid penderita. Lakukan hal ini sekali lagi tetapi sebaliknya lebih dahulu ke telinga penderita lalu ke telinga pemeriksa. segera garpu tala diletakkan pada planum mastoid penderita. Tuli persepsi apabila pemeriksa masih dapat mendengar suara dari garpu tala tetapi penderita sudah tidak dapat mendengar lagi. ini disebut posisi 2 (dua ). Normal jika pemeriksa sudah tak dapat mendengar suara dari garpu tala. Kalau pada posisi 2 tidak terdengar bunyi → Tes Rinne (–). Kalau pada posisi 1 terdengar berlawanan → Tes Rinne ragu – ragu. 8. 6. Setelah bunyi sudah tidak terdengar lagi letakkan garpu tala tegak lurus di depan meatus akustikus eksterna. Garpu tala digetarkan. Lakukan cara ini untuk telinga kiri dan kanan. 7. Tuli Konduksi apabila pemeriksa sudah tidak dapat mendengar suara dari garpu tala tetapi penderita masih dapat mendengarnya ( Schwabach memanjang ). 6. maka penderita juga tidak dapat mendengar suara dari garpu tala tersebut. ini disebut posisi 1 ( satu ). Syarat melakukan tes Rinne : 1. Kalau pada posisi 2 masih terdengar bunyi → Tes Rinne (+). Tes Rinne : Tes ini digunakan untuk membandingkan penghantaran bunyi melalui tulang dan melalui udara pada penderita.

ubun – ubun.8 Tes Weber : Tes ini digunakan untuk membandingkan penghantaran bunyi melalui sebelah kanan / kiri penderita. Berdiri normal Berdiri kaki rapat . Sehingga untuk mengetahui dan mendiagnosa seseorang mengalami ketulian diperlukan tes – tes yang lain selain yang dipaparkan diatas. rahang. Syarat melakukan tes Weber : 1. Bisa didapat hasil telinga kiri dan kanan sama keras terdengarnya. 6. 2. 3. hal ini bisa berarati : normal atau ada gangguan pendengaran yang jenisnya sama. mis : dahi. C. keduanya tuli persepsi. terdapat tuli persepsi disebelah kiri. kiri tuli persepsi. Bisa juga didapatkan hasil telinga kiri > telinga kanan atau kiri < telinga kanan. kedua telinga tuli. 4. Letakkan tegak lurus pada garis tengah kepala penderita. kemudian suara yamg paling keras di kiri dan kanan. 2. 5. Lateralisasi ke kanan dapat berarti : adanya tuli konduksi sebelah kanan. Pemeriksaan Keseimbangan 1. Garpu tala digetarkan. Berbagai macam tes diatas merupakan sebagian dari berbagai macam cara untuk mengetahui fungsi pendengaran seseorang. kanan tuli konduksi. telinga kiri dan kanan ada tuli konduksi. Pada tes ini terdapat beberapa kemungkinan. keduanya tuli persepsi tetapi lebih berat yang kiri. tetapi yang kanan lebih berat dari yang kiri.

8. 13.9 3. 6. 4. 5. Berdiri tandem Berdiri satu kaki Berbagai posisi lengan pada tes di atas Berbagai ggn keseimbangan pada tes di atas Berdiri fleksi – neutral – ekstensi trunk Berdiri side fleksi Berjalan memposisikan kaki tandem Berjalan sepanjang garis atau tanda tertentu Berjalan ke samping. berjalan mundur Berjalan di tempat Berjalan dgn berbagai kecepatan Berjalan dan berhenti dengan mendadak Berjalan membentuk lingkaran Berjalan pada tumit atau jari-jari kaki Berdiri mata terbuka – mata tertutup (Romberg test) . 17. 14. 7. 11. 10. 15. 16. 12. 9.

Tersering mengenai kartilago telinga . Bila otitis eksterna karena jamur. yaitu : 1. sering nyeri terlihat tidak sesuai dengan gambaran fisik kulit liang telinga berwarna merah. sering nyeri yang sangat hebat. tetapi biasanya edema lebih ringan dibandingkan dengan yang terjadi pada infeksi bakteri dan mungkin terdapat eksudat jernih yang minimum (Petrus. 1984) (Petrus. dapat dimasukkan dalam diagnosis banding. Apa saja DD otalgia? Diagnosis banding otalgia ditegakkan berdasarkan hal yang mendasari otalgia tersebut. 1986). b. Biasanya penyakit ini sering muncul saat musim panas karena meningkatnya intensitas orang untuk pergi berenang. Tanda utama otitis eksterna bahwa tarikan pada aurikula atau penekanan pada tragus dapat memperhebat nyeri ini. Penyebab otalgia dapat dibedakan menjadi dua . Otalgia primer a. Otitis Externa Otitis eksterna adalah proses inflamasi dari meatus akustikus eksterna yang dapat disebabkan oleh kelembaban ataupun trauma. Otitis eksterna lazim terjadi dan selalu terasa nyeri.10 2. karena itulah penyakit ini biasa disebut sebagai “telinga perenang”( Bluest D. 1986). yang tidak terjadi pada otitis media supuratif akut. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan debris atau eksudat yang biasa ditemukan pada liang telinga dan tidak jarang juga menutupi membran timpani (Arnolds. 1996 ). Seluruh penyakit yang menyertakan otalgia. Polikondritis Polikondritis ditandai oleh reaksi radang yang menonjol pada struktur-struktur kartilago.

biasanya dengan pendarahan mendadak dari telinga dapat meredakan nyeri (Petrus. c. Haemoliticus. Nyeri telinga sinonim dengan otitis media supuratif akut akibat infeksi bakteri dicelah telinga tengah. nyeri dan nyeri tekan. e. Pneumococcus dan Haemophillas influenzae. Mungkin juga terdapat sensasi penuh ditelinga dan gangguan pendengaran. Nyeri telinga dan demam yang menandai mulanya otitis media supuratif akut dan biasanya didahului oleh gejala-gejala berbagai infeksi traktus respi ratorius atas. dan dapat berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa bulan (Petrus. 1986). Biasanya mengenai aurikula bilateral disertai reaksi akut pada aurikula yang terjadi bersamaan atau berganti-gantian.11 dan aurikula menjadi merah. Mastoiditis Supuratif akut . 1986). 1984). d. Otitis Media Otitis media akut dapat mengembangkan otalgia berat dan biasanya didahului oleh demam. bengkak. Barotrauma Pada anak kecil yang mempunyai disfungsi tuba eustachius dapat terjadi trauma pada telinga tengah dan membran timpani saat terjadi perubahan tekanan secara tiba-tiba (Arnolds. Relaps lazim dan dapat terjadi dari beberapa kali dalam sebulan sempai sekali dalam beberapa tahun. dapat juga timbul tinnitus dan demam (Petrus. iritabilitas dan hilangnya pendengaran. Pada anak dan orang dewasa gejala utamanya adalah nyeri telinga. Organisme yang sering bertanggung jawab meliputi Streptococcus. Bila tuba Eustachius tidak dapat terbuka. maka nyeri cepat menghambat di dalam telinga serta gangguan pendengaran. Kadang-kadang membran timpani akan ruptur. 1986).

Nyeri alih (Reffered otalgia) oleh Nervus Trigeminus (N.12 Mastoiditis Supuratif akut timbul sebagai akibat terapi otitis media supuratif akut yang tidak adekuat dan biasanya pada anakanak. Otalgia sekunder a. 1986). eksudat purulen atau tuli tanpa infeksi bakteri sekunder (Petrus. Tidak terdapat demam. infeksi periapikal dari gigi belakang dan infeksi subperiosteal rahang atas dan bawah. f. Penyakit Gigi Nyeri mungkin dialihkan ke telinga dari karies gigi. Kadang-kadang pasien otitis media supuratif akut tidak mencari pertolongan medis karena nyeri terhenti dengan mulainya otore. 1986). Biasanya pada pemeriksaan telinga menunjukkan banyak sekret purulen dari performasi membrana timpani dan “sagging” dinding posterior superior bagian dalam meatus akustikus eksternus (Petrus. Penyakit ini sembuh sendiri dengan nyeri yang mereda serta gelembung mengering dan menghilang setelah beberapa hari. Tetapi. . penyakit gigi. 2. Iritasi Sinus Paranasal Inflamasi dan iritasi dari cabang nervus trigeminus pada sinus paranasal terutama sinus maksilla dapat menimbulkan nyeri alih pada telinga. setelah beberapa hari otore.V) 1. dapat terjadi kekambuhan demam dan nyeri yang menunjukkan mulainya mastoiditis akut. 2. Miringitis bulosa Miringitis bulosa terdiri dari nyeri telinga serta gelembung hemoragik dikulit meatus akustikus eksterna dan pada membrana timpani.

13 3. peritonsilitis atau abes peritonsilar adalah penyakit yang sering menyebabkan nyeri alih pada telinga. b. Pada penyakit ini dapat ditemukan vesikel sepanjang konka dan liang posterior. Lesi di rongga mulut 4. Iritasi Durameter Iritasi oleh infeksi atau tumor dari durameter bagian tengah atau posterior fossa cramial dapat menimbulkan nyeri telinga. Penyebab paling sering nyeri alih oleh saraf fasialis adalah bell’s palsy sebelum terjadinya paralysis pada wajah. Pasien biasanya mengeluh otalgia setelah melakukan tonsilektomi. IX) Tonsilitis akut. X) Cabang utama dari saraf vagus mempersarafi mukosa laring. Nyeri alih (Referred otalgia) oleh nervus glossopharyngeal (N. hipofaring. sublingual dan terutama kelenjar parotis dapat menimbulkan otalgia 5. obstruksi dan penyakit neoplasma dari submandibula. esofagus dan kelenjar tiroid. Nyeri pada setiap bagian ini dialihkan ke telinga. Glandula salivatori Inflamasi. Nyeri alih (Referred atalgia) oleh nervus fasialis Nervus fasialis adalah saraf motorik dari otot mimik tetapi ada serat sensoris dari saraf fasialis yang mempersarafi kulit yang terletak pada bagian lateral dari konka dan antiheliks dan juga pada lobus posterior dan kulit yang terletak pada daerah mastoid. Laringitis . Pasien dengan herpes zoster otikus (Ramsay Hunt syndrome) juga dapat mengalami otalgia. Nyeri alih (Referred otalgia) oleh nervus vagus (N. d. fraken. c.

2. laringitis. Iritasi Durameter. Seperti : Otitis Externa. Luka pada laring atau adanya benda asing pada laring dapat menyebabkan adanya nyeri yang menjalar ke telinga. Lesi di rongga mulut. Mastoiditis Supuratif akut. Otitis Media. Nervus cervical Penyebab otalgia dari pleksus servikal adalah limfadenopati servikal yang biasanya terdapat pada jaringan limfe di oksipital dan mastoid . e. Seperti : Penyakit Gigi. limfadenopati servikal. peritonsilitis atau abes peritonsilar. Klasifikasi otalgia dapat dibedakan menjadi 2 berdasarkan atas penyebabnya adalah sebagai berikut : 1. Bell’s palsy. Barotrauma. Tonsilitis akut. Kemungkinan penyebab otalgia berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta tipe otalgianya: . dll. Glandula salivatori.14 Semua bentuk laringitis dapat menyebabkan nyeri alih otalgia. Ramsay Hunt syndrome. Iritasi Sinus Paranasal. dll. Otalgia primer adalah nyeri yang berasal dari penyakit yang ada di telinga. Miringitis bulos. Polikondritis. Otalgia sekunder adalah penjalaran rasa nyeri dari tempat lain.

15 .

Pada kasus infeksi akan diterapi dengan pemberian antibiotika atau anti jamur. Terapi yang diberikan dapat berupa : Jika terdapat kotoran yang keras atau benda asing akan dibersihkan dengan alkohol.16 3. . asam salisilat. Dapat juga diberikan kompres hangat. Bagaimana penatalaksanaan otalgia? Terapi yang dapat diberikan pada penderita otalgia sesuai dengan penyakit primer yang menyebabkan otalgia tersebut. Pada kasus tertentu bahkan dilakukan tindakan pembedahan. analgesik.

Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 5th ed. Boies LR.Share Care For ENT.Aled. Santoso RAK. 2003 Soepardi EA. Jakarta. Soetjipto D.com/journal/May2006/managementotalgia. Jr. Balai Penerbit FK UI. Sumbatan Hidung.17 Daftar Pustaka Rowland. Boies Buku Ajar THT. 1997 Mangunkusumo E. Oxford:ISIS Medical Media Adams GL. Highler PA. FirstCONSULT. Edisi 7. Edisi 5. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Iskandar HN.1999. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. In: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. 2007 . Editor.mejfm. Fairchild DG et al. Effendi H. Elsevier.htm. Editor. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Miliford Chris. 2005. http://www. Differential Diagnosis – Ear Pain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful