FAKTOR-FAKTOR STRATEGI PEN'GEMBANGAN DAYA SAING KONTRAKTOR INDONESIA (DEVELOPMENT Si.

RATEGY FACTORS OF INDONESIAN CONTRACTOR COMPETENCY)

Kartono wibowo5 ABSTRAK Pentingnya peranan Kontraktor dalam menyediakan berbagai infrastruktur, yang menirnbulkan banyak rnanfaat, serta banyaknya permasalahan yang dihadapi kontraktor, baik masalah internal rnaupun eksternal, rnendorong perlunya diadakan penelitian ini. Secara umurn, penelitian awal yang dilakukan bertujuan untuk rnernperolah faktor-faktor yang mempengaruhidaya saing kontraktor. Guna mencapai tujuan yang diharapkan, pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner pada beberapa kontraktor besar di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan analisis faktor (factor analysis) Berdasarkan hasil pembahasan dapat dihasilkan kesirnpulkan bahwa variabel-variabel pengembangan daya saing kontraktor dapat digolongkan dalam variabel-variabel faktor eksterilal kontraktor, strategi pengembangan, faktor internal dan daya saing (keunggulan bersaing) kontraktor. Empat golongan variabel tersebut terdiri dari 14 variabel. Variabel faktor Eksternal Kontraktor rnencakup : 1) lingkungan pekerjaan pendukung. 2) penyalur dan pelanggan, 3) Kondisi pasar dan persaingan usaha, 4) Lingkungan sosial, politik makro ekonomi, perundang-undangan, perburuhan dan infra struktur. Variabel Strategi pengembangan mencakup: 5) lnovasi strategi, 6). Kerja sama perusahaan, 7). Grand strategi. Variabel Faktor internal mencakup : 8). Sasaran nilai dan budaya, 9). Sistern dan strukutur rnanajemen, 10) Hubungan kerja sama, 11). Sumber daya perusahaan. Variabel Daya saing (keunggulan bersaing) kontraktor rnencakup: 12). Kesehatan, 13). Kinerja, 14). Pelayanan. Kata ltunci : daya saing, faktor eksternal. faktor internal, strategi pengembangan.

ABSTRACT

The importance of contractor support in providing infrastructures that had many benefits, and internal and external problems faced by contractors, leaded to conduct this research. In general, preliminary research was conducted to obtain the affecting factors of contractor competency. In order to achieve the aim, data collecting was done by spreading questionnaires to many Indonesian big c~iiiiac,oiz.Ja'a analysis in the research used factor analysis. Based on the result and discussion, it was concluded that development variables of contractor competency were classified into contractor internal and external factors, development strategies, and contractor competency. The four groups consist of 14 variables. The variables of contractor external factor concluded I ) supporiing work environments, 2) suppliers and consumers, 3) the condition of business competency, 4) social, politics, macro economy, law, labor and infrastructure environments. The variables of st~ategy development concluded 5 strategy innovations, 6) company cooperations, ) 7) grand strategies. The variables of contractor internal factor concluded 8) value and culture targets 9) management systems a17d structures, 10) cooperation relationships, 11) company resources. The variables of contractor conipetency concluded 12) health, 13) performances, 14) servings.

Key words: competency, external and internal factors, development strategy

2005). untuk mencapai telah strategi kontraktor. otoiiomi daerah (Djatnika. antara lain oleh Eifert dan Ramachandran (2004) . penyedia bangunan dan infrastruktur proses (Soeparto serta pernba-ngunan dan dan Trigunarsyah. kewira-swastaan (Dlungwana dan Rwelamina. dapat dimanfaatkan khususnya. Soeparto dan Trigunarsyah. sesuai dengan Faktor-Faktor Strategi ~ e n g e r n b a n g a n ~ a ySaing Konfraktor l n d o n e z a . terutarna dalam era globalisasi yang akan memberlakukan berbagai dari perdagangan dan yang saing bebas. Hasil penelitian untuk kepentingan pengembangan uniuk di terbatas.>sukan pihak dnya berbagai berhubungan erat dengan kontraktor. nasional (Trigunarsyah dkk. 2003). PENDAHULUAN Kontraktor mempunyai banyak peranan penting.2005). Hasil penelitian yang diajukan ini diharapkan dapat melengkapi dan meningkatkan hasilhasil daya penelitian saing terdahulu. dalam Berbagai jenis rangka disampdikan oleh banyak ahli.I. Djatnika. Djatnika. guna pengembangan kualitas hidup rnasyarakat (Sudarto dkk. Ke-empat penelitian di atas memberikan hasil penelitian tentang garnbaran daya saing pada obyek penelitian.2005). finansial dari pemerintah (Sudarto dkk. Dlungwan: .2005. dan rnemberiitan rekornendasi tentang perlunya penelitian.tara lain sebagai penyedia dan pencipta lapangan kerja (Suraji. dan pada umurnnya belum rnudah aplikasikan iangsung.2005) .dkk (2004) . Abduh dkk.2005). Sampai kontraktor ditentultan di oleh saat ini. Budiwibowo. TINJAUAEI PlJSTAKA 2.2005. ar. dan kesulitan dukungan . perusahaan dan pengelolaan. & pernbangunan nasional (Suraji.2005). penggunaan kerangka konseptual dan tindakan yang dapat mempengaruhi peningkatan daya saing.2005). kontraktor Indonesia meningkatkan daya saingnya. Soeparto dan Trigunarsyah. perkembangan lebih banyak Indonesia usaha kontraktor masing-masing masih sangat Adanya Strategi Strategi telah dimanfaatkan berbagai negara. Asian Development Outlook-ADO (2003) . peningkatan perekonomian pendukung perannya dalarn membantu pengembangan kontraktor. Soeparto & Trigunarsyah.2005). 2004 . serta Chew dan Cheah (2004). 2005. baik masalah internal maupun eksternal.2005 . Banyak permasalahan yang dihadapi kontraktor.Ian Rwelamina.2004 . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memadukan kepentingan membantu kontraktor. Abduh dkk. II. Soeparto dan lrigunarsyah.2005.2005. sehingga dapat tetap eksis di era global.2005. Penelitian tentang daya saing telah dilakukan oleh beberapa ahli dari berbagai negara. Perrnasalahan eksternal yartg dihadapi karena adanya tantangan pasar bebas akibat globalisasi (Budiwibowo. 2004). pengembangan sistem. tujuannya. Masalah internal yang dihadapi pada dasarnya karena lemahnya daya saing (Tamin dkk. Dengan bagi untuk dihasilkannya model strategi pengembangan rr.1. Sudarto dkk. desentralisasi (Budiwibowo. krisis moneter (Andi. Cattel.2005. Wibowo.2003.2005 .2005). berbagai pihak yang terlibat dan berhubungan langsung dengan kontraktor sangat diperlukan 44 organisasi. 2005).

2005) Daya sebagai saing dapat digambarkan yang suatu indikator . kapal. beberapa pendapat. menjadi dan sehingga kompetitif pelan dan belajar persaingan dengan perusahaan lain. pel~iang dan ancaman. . dan merupakan salah yang digunakan untuk meningkatkan daya saing suatu bisnis atau perusahaan tertentu. . Pada perkembangan berikutnya. Daya secara saing umum suatu dapat perusahaan dilihat dari kapasitas nya ~tntukmencapai target nya. strategi digunakan di berbagai kebutuhan (bisnis. Dari berbagai definisi dan macam strategi yang disampaiakan para ahli dapat disimpulkan batviva strategi bisnis (business strategy) sama dengan strategi satu dari macam strategi bersaing dapat (competitive strategy). lkepada pasar atas produk dari jasa diinginkan lebih konsumen. situasi lingkungan c. Uraian di atas menunjukkan bahwa strategi Pengembangan Daya Saing sangat erat kaitannya dengan kompetisi atau persaingan dari produktivitas perusahaan (Cattel.perkenibangan perusahaan. sebagai berikut : Daya saing dapat diartikan sehagai " kemampuan melakukan sesuatu untuk mengalahkan lawan" (Kamus lengkap Bahasa Indonesia. Daya saing dapat dikenali 2004).l998). sebagai sutau rencana kegiatan terintegrasi sebagai kekuatan motivasi bagi stakeholders.2. yang disusun berdasarkan kekuatan kelemahan.-~z>jilu. politik dan lainlain) yang pada berbagai secara organisasi utuh. I 45 . secara Strategi bisnis umurnnya didefinisikan sebagai penentuan tentang cara perusahaan bersaing dalarn bisnis di tertentu antara dan para memposisikan dirinya perusahaan dapat berbisriis secara lebih baik (Asian Development Outlook I ADO. saing digambarkan kemampuan meniperoleh pengiriman dibutuhkan perusahaan melalui sabar cara .ait ncr.l980).n ''IW pengetahuan. Target itu akan secara khas mengambil Daya sebagai perusahaan keuntungan.Juni 2007 Jurnal Pondasi Vol. kesehatan jangka panjang. Strategi bisnis disebut pula strategi bersaing I Competitive Strategy .13 No. strategi adalah suatu iltnu siasat I seni perang Pengertian tentang daya saing (competitiveness) dapat dilihat d?-. untuk niencapai tujuan suatu organisasi. Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa strategi Pengembangan Daya Saing dapat disebut juga sebagai Strategi Bisnis. terutama dalam ha1 perencanaan pergerakan pasukan. Dari pengertian tersebut nampak bahwa strategi bisnis berhubungan erat dengan daya saing. dan lain-lain untuk mencapai posisi yang menguntungkan. yang tanggung-jawab dapat suatu ~lntuk rnelalui dan penuh terhadap kompetisi (Porter. Berdasarkan berbagai uraian para ahli dapat dinyatakan bahwa pada awalnya. 2003). Strategi Pengembangan Daya Saing bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang (Momaya dan Selby. pesaingnya . 2. dkk. atau perusahaan.

Proses manajernen strategis meliputi empat elemen lingkungan. daya tawar para penyalur. Pendekatan yang pertama yaitu menempatkan sedemikian menghadapi perusahaan hingga rangkaian kemarnpuannya kekuatali-ltekuatan meniberikan pertahanan yang terbaik untuk persaingan ( lirna kekuatan ) yang ada (Porter.l994). sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2. implernentasi dilaksanakan anggaran dan prosedur. Perurnusan Stralegi Pengem yang merupakan model dasar dari manajemen strategis (Hunger 8 Wheelen.1.1996). selanjutnya. Strategi bersaing yang efektif meliputi tindakan-tindakdn ofensif guna menciptakan position) persaingan. bangan Daya Saing.2 irnplsmentasi strategi. perusahaan. strategi.2. sebagai hasil pengembangan dari model dasar manajemen strategis di atas (Hunger & Wheelen. persainga~~ antara pesaing yang ada . Guna mengetahui lebih detail tentang strategi Pengembangan Daya Saing. perolehan Gambaran industri selengkapnya dari kekuatanpersaingan pada keuntungan. (2) dasar : (1) pengamatan strateg:. yaitu menentukan tujuan. pengendalian. sifat alaminya mengandung ancaman peserta baru. kekuatan yang mempengaruhi sebagairnana diperlihatkan gambar 2-1 (Porter.pencapaian target perusahaan. sejumlah (defendable kekuatan mencakup ataupun defensif yang amm kelima luas. evaluasi kinerja dan umpan balik diperlukan unt~tk mernastikan tepatnya pengendalian aktivitas perusahaan sebagaimana yang diatur dalam manajemen rnanajemen strategis perusahaan.1996). Langltah pertama dalam merumuskan strategi perusahaan adalah pernyataan misi. 2.1994). yang dan strategi berperanan ltebijakan penting dalam proses Setelah program. dan (4) evaluasi dan menunjukkan interaksi dari keempat elemen dasar tersebut.3. 1930. daya tawar pembeli. (3) perumusan Garnbar 2.ancaman jasa atau produk pengganti. melalui perumusan strategi tersusun. berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli tentang "Perumusan strategi Pengembangan Daya Saing" dan "Aplikasi strategi Pengembangan Daya Saing pada bidang konstruksi ". dan produktivitas perusahaan. Akhirnya. Kelirna kekuatan persaingan yang mempengaruhi strategi bisnis. di 46 Faktor-Faktor Strafegi Pengembangan Days Saing Kontraktor Indonesia . ini yang posisi terhadap Secara pendekatan pada posisi mungkin. Proses tersebut merupakan gambaran dari model strategis.

3. I Juni 2007 47 .elemendasar manajemen strategis (Hunger & Wheelen. Pengamalan Lingkungan Cvaluar.1994) Gambar 2.i dan Kontrol Perurnusan Strategi lmplementasi Strategi Eksternal : Lingkungan Sosial Lingkungan Tugas Internal : Strukutr Buclaya Sutnber Daya Wisi 7 Program Gambar 2.Kekuatan Penawaran Pemasok I Pendatang I Ancaman Pendatang B a u Pemasok 1 I I Pesaina Industri Persaingan di antara perusaahaan yang ada I I t--r~izr Penawaran Pembeli Ancania~? Produlc atau Jasa Pengganti Pengganti Gambar 2. Model Manajemen Stategis (Hunger & Wheelen.1996 ) Jurnal Pondasi Vo1. 1980.2.13 No.1 Kekuatan kekuatau yang mempengaruhi persaingan industri (Porter. Interalcsi elemen-.1996).

terutama lingkungan tugasnya..4. komponen strategi bisnis dikerjakan sesuai dengan urutan fungsi pokok manajemen. peserta baru. tujuan-tujuan yang dapat dicapai. implementasi. 1994 ) 1 I Berbagai pendapat di atas yaitu lingkungan industri di mana nienunj~~kkan bahwa perumusan strategi bisnis merupakan pengembangan rencana janglta panjang yang efektif bagi manajemen. kekuatan serta dan kelemahan dan perusahaan. ancaman kekuatan-keltuatan persaingan yang ada. dan proses pengawasan Hubungan komponen (pengendalian) interaksi pokok antar manajemen strategi. lima kekuatan persaingan yaitu ancaman kesernpatan lingkungan. indikasi lingkungan bisnis dan PI-ofil perusahaan memberikan pada apa yang mungkin dapat dikerjakan. melalui terbaik pendekatan pertahanan yang untuk menghadapi rangkaian persaingan. penentuan misi perusahaan. yakni perencanaan.- K BISNIS PROFIL ORGANISASI I STRATEGI BISNIS : PEFENCANAAN . proses implementasi (eksekusi).Komponen pokok manajemen yang diinginkan oleh pemilik dan manajemen perusahaan. glrna menciptakan kondisi yang arnan (defendable position).. pengernbangan strategi dan penetapan pedoman kebijakan c. ancaman jasa atau produk 48 Faktor-Faktor Strategi Pengembangan Daya Saing Kontraktor Indonesia . 1994) . EVALUASI Gambar 2. M o d e l manajemen Strategik (Suwasono....... Dalam prakteknya. yaknl proses perumusan (forrnulasi).0leh karena itu secara metodologis. b.. d. Perumusan strategi bisnis perlu mem-oerhatikan: a. Keterkaitan antara analisis lingkungan bisnis. EICSEKUST . Dari sisni posisi perusahaan di pasar dapat diketahui. untuk dapat mernenangkan perusahaan tersebut bersaing. komponenstrategis strategis adalah : (1) analisis lingkungan bisnis yang diperl~ckan untuk mendeteksi peluang dan ancaman bisnis. serta gerakan strategis dengan memilih strategi yang cocok dengan keseimbangm persaingan baru. L G VISI & MIS1 PERUSAHAAN I . strategi b~snisterdiri dari tiga proses yang saling terkait dan tidalt terputus.4 (Suwarsono. (2) analisis profil perusahaan untuk mengidentifikasi keltuatan dan kelemahan perusahaan.. profil perusahaan dan misi perusahaan lnenunjukkan pada apa digambarkan secara skematis sebagaimana gambar 2.. (3) strategi bisnis yang dipec-lukan untuk Hubungan mencapai antara tujuan (4) misi perusahaan.. dengan memperhatikan perusahaan.. dan pengawasan.

2. tujuan. dan persaingan di antara pesaing yang ada. f. mengusulkan beberapa strategi bisnis di yang mungkin gelanggang Kesimpulan yang pantas nasional utama tersedia untuk atau yang untuk perusahaan konstruksi Australia.13 No.5 Strategi Bisnis Perusaham Konstrultsi di Australia (Wang & Yang. dengan menggunakan model yang diusulkan oleh Porter (1980).2. daya tawar pembeli. dan fokus (fokus biaya dan fokus diferensiasi). differensiasi.-. STRATEGIS Integrasi Differensiasi fokus Gambar 2. dalam bentuk model "Strategi Bisnis untuk industri konstruksi di Australia dan Strategi Bisnis secara umum " sebagaimana gambar 2.Irnl 2.? Joni 2007 49 . prosedur). Aplikasi Model Strategi Pengem- bangan Daya Saing pada Organisasi Konstruksi Wang dan Yang (2004) . strategi. untuk tumbuh dalam internasional. yaitu: Keungyulan biaya (biaya rendah) .6.5 8: strategi (risi. dua jenis dasar keunggulan berssing yang dapat dimiliki oleh sebuah perusahaan. pelaksanaan strategileksekusi (program. untuk penelitian pada perusahaan konstruksi di Australia. serta evaluasi dan :. yang direkomendasikan anlar I '3in strategi pertumbuhan dan strategi persaingan. Tahapan rumusan strategi secara lengkap dapat dilakukan dengan prinsip-prinsip dan rnanajemen strategis.pengganti. ang-garan .2004) - Jurnal Pondasi Vo1. alternatif dihasilkan dari penelitian ini adalah adanya strategi perusahaan konstruksi Australia di dalam terangnya situasi lingkungan mereka sekarang ini. kebijakan). yaitu lima kekuatan kompetitif. yaitu rnelalui tahapan pengamatan lingkungan (internal eksternal). e. daya tawar para penyalur. perumusan I peren-canaan 2.

Strategi bisnis (Wang dan Yang. 2004) Chew dan Cheah (2004) menyatakan bahwa Daya saing suatu perusahaan secara umum dapat dilihat dari kapasitas nya untuk mencapai target nya. Untuk mer~ciplakan dar menopang daya konstruksi SMEs. serta (3) strategi pembedaan baik secara umum . sebagaimana gambar 2. maupun khusus. 50 Faktor-Faktor Strategi Pengembangan Daya Saing Kontrakfor Indonesia .7. Target seperti itu akan secara khas mengambil tanggung-jawab saing pe~iuh terhadap kompetisi (Porter. organisasi dan budaya. yaitu: (1) pe.rsekutuan strategis dengan rnitra domestik maupun asing (2) inovasi strategi di bidang teknologi. pasar baru dan strategi baru sangat diperlukan.l980).6.STRATEGI UMUM PENERAPAN STRATEGI STRATEGP BERSAING S T R A T E G I - pin Harga B E R S A I N G siasi Gambar 2. Dari analisa SWOT. suatu kerangka konseptual didalilkan untuk Strategi Pengembangan Konstruksi Cina SMEs.

7 Kerangka konseptual strategi pengembangan Konstruksi Cina SMEs (Chew dan Cheah. sekarang ini banyak kerangka kerja pengukuran performa yang digunakan untuk mengukur penyebaran strategi. sebagai upaya untuk mengontrol suatu strategi bisnis sehingga rnudah diukur. Rekomendasi yang disampaikan Jurnal Pondasi Vo1.8. yaitu: penelitian lni adalah masih perlunya perbaikan dari kebanyakan organisasi ltonstruksi dengan alat bantu yang sesuai (Price.dkk (2004) menyatakan bahwa pengukuran kinerjal performa menjadi pokok pertimbangan sejurnlah penelitian dan perhatian selama 1) ldentifikasi dan penilaian organi-sasi posisi kompetitif 2) Identifikasi faktor-faktor sukses kritis (critical success factol-sl CSFs) 3) Pengembangan indikator kinerja kunci (key performance indi-catorslKPls) 4) Pembentukan suatu 15 tahun teralthir ini. Quality (EFQM).13 No. dihasilkan dari Kesimpulan yang penelitian ini adalah telah diringltasnya proses manajernen strategik dalam suatu alat bantu (tool kit) berupa kerangka kerja untuk mernbantu pengembangan manajemen yang strategis. meliputi Performance Scorecar. 2004) ~~ ~~ Price (2003) menyelidiki pendekatanpendekatan saat ini ur~tuk proses pengelolaan strategi dalam industri konstruksi. & the European Foundation for Management Model audit internal Pengukuran perforrna rnerupakan pada organisasi 5) Pendefinisian ekspektasi stake-holder suatu bagian penting pada proses manajemen strategis. key Kerangka kerja pengukuran kinerja saat ini yang sedang ditinjau ulang.1 Juni 2007 51 . Oleh karena itu. Indicators (KPI).2003). Bassioni. Studi kasus organisasi telah mengidentifikasi lima aldifitas kunci yang telah merniiiki pengaruh terbesar bagi organisasi selama proses manajemen strategis. seperti yang tampak pada gambar 2.Strategi pengembangan I I h o v a s i Strategi: Inovasi teknologi Organisasi dengan perfonna tinggi Perubahan budaya Perselcutuau strategis : Mitra domestic Mitra asing e Pembedaan Strategi : a Pembedaan umum Perbedaau Khusus 1 Gambar 2. Excelence Balanced .

Maroko dan Bolivia sebagai titik referensi internasional. struktur pasar. penelitiannya menyimpulkan 52 Faktor-Faktor Strategi Pengembangan Daya Saing Kontraktor Indonesia . korupsi dan keamanan. keuangan.Misi m Pelalcsanaan Strategi Evaluasi Kontrol + . adalah bukti bahwa kebanyakan dari lingkungan bisnis Afrika masih mempunyai kekurangan serius dibandingkan dengan pesaing internasional mereka. peraturan bisnis. budaya d m sumberdaya) .dkk (2004) telah mengadakan penelitian yang mengarah pada isu-isu yang terkait dengan pengukuran kin1 rja atas sektor konstruksi suatu negara. memungltinxan hubungan seseorang positif mengenali produktivit. Perusatiaan menjadi lebih kompetitif melalui lain.Tujuan . perlu tersebut. umumnya indikator-indikator dalam suatu kerangka komparatif di Afrika. Karena itu industri konstruksi perlu melaksanakan perubahan yang dapat meningkatkan produktivitasnya. 5 yang lebih tinggi dengan daya saing yang lebih tinggi pula. India. lndikator-indikator area stabilitas ekonomi makro. Cattel.industri) Faktor internal ( s t d t u r . Hasil mengurangi biaya.Kebijakan 1 I Sistem pengulcuran performa I Umpan balik The Basic Strategic Management Model Wheelan and Hunger (Bassioni. 2003). Pengembangan daya saing perusahaan mungkin dapat dikenali dari produktivitas perusahaan.dkk . tersebut. njutan. dan menggunaltan negara-negara Cina. Hal ini merupakan aspek negatii yang menuntut suatu upaya peningkatan yang sungguh-sungguh pada perubahan seluruh bagian dari iklim investasi. Untuk mengetahui hubungan identifikasi baru Dari hasil perlu diadakan tentang semua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan identifikasi yang produktifitas. dan cara peningkatan produktifitas konstruksi guna meningkatkan profitabilitas. kebiasaan prosedur. infra-struktur. biaya erta bahwa - secara pelan dan sabar perusahaan dapat belajar cara berbisnis secara lebih baik (Asian Development Outlook1 ADO. dikembangkan dapat antara sistim-sistim pengukuran produktifitas baru. dan persaingan dengan perusahaan berupaya menyatukan sejumlah faktor ltunci. memperoleh saing dapat digambarkan yang Eiiert dan Ramachandran berupa (2004) sebagai suatu kemampuan perusahaan untuk keuntunyan melalui pengiriman kepdda pasar atas produk dan jasa yang diinginkan dan dibutuhkan Ikonsumen. sehingga diharapkan dapat pula - menciptakan kompetisi yang berkel.2004 ) Daya . ketrampilan.Pengamatan lingkungan Formulasi Strategi Faktor eksternal (maltro ekonomi.Strategi . peraturan tenaga kerja.

Dlungwana dan Rwelamina (2004). Dalam "Pengembangan Sistem Bisnis Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia dengan Menggunakan Knowledge Base Management System". teknologi konstruksi.1996) Seiain menggunakan kinerja perusahaan sebagai alat indikator mengindikasikan yang sukses sukses dilihat ukur untuk rnengetahui perusahaan perusahaan . sedang parameter-parameter eksternal rneliputi faktor-faktor industri. Perbaikan produktivitas konstruksi adalah suatu isu kunci bagi negara-negara dan para pebisnis untuk meningkatkan profitabilitas. model bisa membuat suatu perbedaan luar biasa terhadap keadaan rlpn rnenciptakan kornpetisi yang 1) Tolok ukur kesuksesan perusahaan khususnya perusahaan jasa konstruksi dapat dilihat dari kinerja perusahaan yang dihasilkan.Adapun dari kesuksesan perusahaan . rnengurangi biayabiaya serta berkelanjutan. logistik dan organisasional.? Juni 2007 . 1990. 1998): Jurnal Pondasi Vo1. e) Kernarnpuan perusahaan : Teknologi informasi. effisiensi pemerintahan persaingan dan : effisiensi pendidikan lembaga kerja sama. meliputi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi produktivitas Parameter-parameter faktor-faktor individuai internal da~i a) Kondisi faktor usaha. pelanggan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (Kaplan and Norton. manajemen pengadaan. internal kontraktor seperti konstruksi ukuran halnya secara h kecil memenangkan Afrika Selatan. lkhususnya di Negara-Negara Soeparto dan Trigunarsyah (2005) menyatakan bahwa berbagai masalah 2) (kelemahan atau ancarnan) yang dihadapi saat ~ n ibisa dibandingkan dengan kondisi lnasa depan yang diharapkan. digunakan juga yang tersebut indikator kemampuan 53 dapat dikategorikan kedalam perusahaan perusahaan tersebut dapat dikatakan .dkk (2005) : proyek. perspektif perspektif yang proses memiliki bisnis dan empat perspektif. sumber daya manusia. lndikator dan faktor kesuksesan perusahaan dari berbagai ahli disampaikan oleh Sudarto. b) Kondisi : perburuhan. Dengan adanya dukungan yang terintegrasi dari semua stakeholders. keuangan dan pendanaan. yaitu perspektif keuangan . lnemberikan kesimpulan dan rekomendasi dari hasil penelitiannya tentang suatu prornosi model pengembangan kontraktor yang tersusln baik. Kinerja yang lebili baik akan dihasilkan dengan adanya penyelarasan organisasi. str~~ktur dan spesiaiisasi bidang usaha dan ukuran (klasifikasi) perusahaan. tingkat rnakro dan internasional.Sernua faktor yang menambah nilai produksi konstruksi harus dipertimbangkan dalam penilaian produktivitas kinerja. industri keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai permasalahan yang dihadapi dapat dijadikan tolok ukur untuk arah pengembangan yang diinginkan. d) l<ondisi demand (kebutuhan) : tingkat tuntutan dan ukuran besarnya pasar. Beberapa Ikeleniahan yang perlu diperhatikan untuk diperbaiki antara lain (Porter. 1985. c) Kondisi industri pendukung : industri bahan bangunan dan transportasi.13 No.

untuk kemam-puannya pustaka dan mendapatkan proyek yang berkelanjutan I sustainable (Team. Varidbel Faktor internal mencakup : a.I 997). KESIMPULAN lkemampuan untuk terus tumbuh dan berkembangl Drucker. ada 3 faktor utma dari yang menentukan jasa kesuksesan peru-sahaan pengembangan berdasarkan daya data saing yang konstruksi yaitu faktor internal. Hubungan lkerja sama d. kuesioner) untuk mendapatkan perkiraan awal (hipotesa) tentang faktor-faktor dan strategi pengembangan daya saing kontl-aktor. 3) Dalam menentukan strategi untuk harus mengembangkan perusahaan Berdasarkan pada pembahasan babbab sebelumnya. b. 3). melalui studi diskusi kelompok 2) Penyebaran kuesioner pertama kepada beberapa kontraktor besar di beberapa daerah lndonesia. ekonomi. growing (Albach. Sumber daya perusahaan. lingkungan ekonomi maltro (Venegas and Alarcon. yang manusia serta faktor hukum. Proses penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahap. Kesehatari. lingkungan pekerjaan pendilkung. lnovasi strategi. 3) Menentukan faktor-faktor daya saing dan Strategi kontraktor terkumpul. manajemen. Variabel mencakup : politik makro perundang-undangan. yaitu : 54 Faktor-Fakfor Strafegi Pengembangan Uaya Saing Kontraktor Indonesia . Dalam manajemen strategi pasar sebagai salah satu kekuatan dari faktor market forces ada 2 (dua) analisa yang dapat dilakukan yaitu: analisa internal dan analisa eksteriial (Aaker. Variabel faktor Eksternal Kontraktor memperhatikan faktor internal yang terdiri dari sunber daya manusia. serta yang tidak kalah penting adalah kemampuan perusahaan tersebut untuk bersaing I competitive dengan perusahaan lain baik dari dalam maupun luar negeri (Porter.perusahaan tersebut untuk mendapatkan laba / 1) Pembuatan kuesioner pertama (Pra profitable (Team. 4) Agar suatu perusahaan pemasaran di dapat industri berkelanjutan. dan manajemen sumber sosial daya politik. Grand stl-ategi. market forces (Teng. c.Variabel Daya saing (keunggulan bersaing) kontraktor mencakup : a. c. Kondisi pasar dan persaingan usaha. Strategi pengembanyan perburuhan dan infra struktur. Kerja sama perusahaan. 1965. b.1984).2002). maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1). IV. Selain indikator kesuksesan perusahaan sebagai alat ukur. Sasaran nilai dan budaya.Sistem dan strukutur manajemen. Lingkur~gan sosial. 2004b). organisasi.2004).2004a). eksternal yang terdiri dari lingkungan lingkungan berteknologi lingkungan mencalkup : a. a. c.l994). b. penyalur dan pelanggan. 4). eksternal. dan 2). konstrultsi perlu dikelola dengan baik. pelanggan. 11 ME'TODOLOGI PENELlTlAN 1.

. Fakultas Teknik lnstitut Teknologi bandung. 1998.. 2004. and Selby. 2005. Suparto. 2003.adb. Technology.A. Oktober 2004. 2004. 1980. ASCE. Porter.. Cattel. S. Proceedings lnternational Symposium on Globalisation and Construction.13 No. and Cheah.2003.Variabel bays saing (Iteunggulan bersaing) kontraktor mencakup : a. C.. The Free Press. dan Trigunarsyah. Competitive Strategy. Kira.. The Competitiveness Advantages of Nations. dkk. Sabtu. The Free Press. Bangkok. Yan. Butteworth-Heinemann. Addison-Wesley Publishing Lompany. Strategic management 51h ~ d i t i o n . Keith . http:llwww.S. lndustri Konstruksi lndonesia : Masa depan dan Tantangannya. and Con7petitior1. . Measurement in Constrtrct~on. c. D. and Wheelen.p. and Rwelamina. Peringatan 25 laClun Pendidikan MRK di lndonesia.. Proceeding seminar Nasional peran Jasa lndustri Era Otonomi Daerah dan AFTAIAFAS. D.orq/ Documents/BookslADO/AD02003~PAR T3. B. 2004. Vo1. Pelayanan.G. dkk. Roger . Competitiveness and Private Sector Development in Africa : CrossCountry Evidence from the World Bank's Investment Climate Data.5. 2004. NP. Trigunarsyah. Suraji. Fakultas Teknik lnstitut Teknologi bandung. AIT Conference Centre. 2004.p 283-296 Sudarto..A. Pengembangan Sistim Bisnis Perusahaan Jasa l<onstruksi di lndonesia dengan menggunaltan Knowledge Base Management System. Competitiv-eness and Productivity in the Construction Industry : the Importance of Definitions. 1996.F. Carol.. Momaya. 2005. B. Contractor Development Models that Meet the Challenges of Globalisation A Case for Developing Managementcapability of Local Contractors. Proceeding Seminar Nasional-. Techniques for Analysing Industries and Competitors.. and Ramachandran.L. 2003. Asian Development Outlook (ADO).. No.T Conference Centre. Flanangan. Bandung. Journal of Construction Engineering and Management. Pedormance Bassioni. New York.Y.30 WIB. Peta Kesiapan lndustri jasa konstruksi menuju Liberalisasi Perdagangan Jasa konstruksi. Michel P. Bandung. b. and Jewell. 1994. M. Thailand Eifert. Competitiveness in Developing Asia Taking Advantage of Globalisation. 1994.P. Vol I D No 4. 2911012005. AACE.. 4). D. Jakarta. .pdf.. Benn . Sumber daya perusahaan. Proceedings International Sympos -m o i G~ooal~sal an0 on Construct~on A.1 Juni 2007 55 . Kinerja.D. T. Chew.S.. Porter. Bangkok. The Strategy Process Larae Construction Within Organizations. Atyaduta Hotel. 2004. jam 11. Jurnal Pondasi Vo1. P. Proceeding Seminar Nasional Peringatan 25 tahun Pendidikan MRK di lndonesia. W. New York. EEAM. Thailand. Oxford. Kenneth.. Price A.. Dlungwana. H. DAFTAR PUSTAKA Hunger.. Kesehatan.130.E.d. Managing for Result. Dracker. lnternational Competitiveness of the Canadian Costruction Industry : A Comparison with Japan and the United States. F. Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Custructability Practices Among Construction Contractors in lndonesia. Vijaya. Creating and Sustaining Competitiveness of Small and MediumSized Construction Enterprises in China.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful