PENGKAJIAN KELUARGA

I.

Data Utama: 1. Nama Kepala Keluarga 2. Alamat dan telepon Sukoharjo 3. Pekerjaan Kepala Keluarga 4. Pendidikan Kepala Keluarga 5. Komposisi keluarga : Bp. W : Mendungan, RT RW, Pabelan Kartasura, : Buruh : SMA : 3 orang Umur Peddidikan SMA SMA TK Pekerjaan Buruh Swasta Pelajar -

No 1. 2. 3. 4.

Nama Bp. W Ibu. S An. Y An. T

JK L P P L

Hubungan Suami Istri Anak Anak

GENOGRAM

Keterangan : : laki – laki : perempuan : meninggal : tinggal dalam 1 rumah

6. Tipe keluarga Keluarga Inti (Nuclear family) karena dalam keluarga terdiri dari ayah ibu dan anak. 7. Suku Bangsa :

Bp. W dan Ibu S berasal dari suku Jawa, bahasa yang di gunakan sehari – hari adalah bahasa Jawa 8. Agama Bp. W dan seluruh anggota keluarga berragama Islam. Menurut Bp. W seluruh anggota keluarga selalu menjalankan solat 5 waktu 9. Status ekonomi keluarga Bp. W bekerja sebagai buruh serabutan sedangkan istrinya Ibu. S bekerja sebagai salah satu karyawati swasta di salah satu perusahaan tekstil di sukoharjo 10. Aktifitas rekreasi keluarga Menurut Bp. W keluarganya jarang melakukan rekreasi bersama ke suatu tempat, tetapi setiap dua akhir pekan sekali Bp. W selalu mengajak keluarganya pergi ke rumah mertua untuk berakhir pekan bersama. II. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga: 1. Tahap perkembangan keluarga saat ini: 11.1 keluarga M.P sekarang berada pada tahap keluarga dengan anak remaja. Tugas perkembangan yang harus dilalui adalah menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab memfokuskan kembali hubungan perkawinan. 11.2 Bpk. M.P dan Ibu E.S mendidik anak P.P yang masih remaja. Tetapi Bpk. M.P dan Ibu E.S tidak terlalu memperhatikan tahap perkembangan dari anak P.P karena terlalu sibuk dengan pekerjaan. 12. Tugas tahapan perkembangan yang belum terpenuhi 12.1 Tugas tahapan perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga Tugas perkembangan yang seharusnya dilalui oleh keluarga mengatakan saat ini sudah terpenuhi. Dan memberikan kebebasan yang penuh terhadap anak P.P tetapi keluarga tidak terlalu memperhatikan dan kurang mengawasi anaknya. Karena terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. 13. Riwayat keluarga inti: Dalam keluarga tidak memiliki penyakit keturunan, seluruh anggota keluarga memiliki status imunisasi yang lengkap. Keluarga mengatakan bahwa bila sakit maka keluarga pergi Ke rumah sakit.

14. Riwayat keluarga sebelumnya: 14.1 Riwayat hubungan keluarga Bpk. M.P merupakan anak tunggal. Dan menikah dengan Ibu E.S yang juga adalah anak tunggal. Keluarga mengatakan hubungan komunikasi tidak terlalu baik karena jarang ada pertemuan keluarga. 14.2 Konflik antar keluarga Keluarga mengatakan selama ini pernah terjadi beberapa kali konflik dengan orang tua kurangnya perhatian keluarga dengan orang tua. Sehingga komunikasi keluarga tidak terlalu baik. III. Lingkungan 15. Karakteristik rumah: 15.1 Status rumah Status rumah merupakan rumah dengan status kepemilikan sendiri.

15.2 Perincian denah rumah Jenis bangunan permanen, berukuran 30 x 20m yang terdiri dari 2 lantai, 2 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 ruang kerja, 1 ruang televisi, dapr dan 2 WC dan 2 kamar mandi. Dapur terletak di lantai 1 dan di samping ruang makan. Dan MCK terletak di dalam rumah. Denah rumah I Kamar tamu Tidur III televisi ruang ruang Lantai II Lantai

WC

Kmr mandi Ruang

ruang tamu

kamar

tidur I Ruang keluarga Kmr mnd WC Makan Kamar dapur tidur II 15.3 Keadaan rumah Lantai terbuat dari plester, keadaan lantai tampak bersih da rapi. 15.4 kebiasaan keluarga dalam perawatan rumah dalam perawatan rumah keluarga mengatakan, ada pembantu rumah tangga yang setiap hari secara rutin membersihkan dan membereskan rumah. 15.5 sistem pembuangan sampah keluarga mengatakan keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah sendiri di belakang rumah dan membakar setiap kali sampah sudah banyak tertimbun. 15.6 sistem drainage air keluarga memiliki saluran untuk membuang air limbah dan saluran tersebut tertutup dan lancar. 15.7 penggunaan jamban Kerja Ruang

keluarga memiliki jamban yang terletak didalam rumah, jenis klosetnya duduk tempat penampungan jamban tersebut dengan sumber air jaraknya lebih dari 10 m karena keluarga memiliki air PAM dan menggunakan sumber air artetis yang jaraknya lebih dari 7 m. 15.8 kondisi air Keluarga memakai sumber air dari sumur artetis dan air PAM. untuk pemenuhan kebutuhan sehari – hari, kondisi air bersih, tidak berbau, berasa ataupun berwarna. 15.9 pengetahuan keluarga mengenal masalah kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan Keluarga mengatakan kalau lingkungan bersih, orang yang berada dilingkungan tersebut akan sehat namun apabila kotor akan timbul berbagai penyakit seperti demam berdarah. 16. Karakteristik tetangga dan komunitas 16.1 Adat dan istiadat komunitas sekitar Selama ini tetangga-tetangganya mempubyai kebiasaan untuk beribadah bersama. Selain itu keluarga mengatakan setiap akhir bulannya diadakan kerja bakti bersama di sekitar lingkungan. Keluarga mengatakan jarang mengikuti kerja bakti bersama karena terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. 16.2 Pola pergaulan keluarga Hubungan keluarga dengan tetangga sekitar tidak terlalu dekat. Hanya anak P.P yang dekat dengan tetangga. Dan sepulang sekolah anak P.P sering bergaul dengan teman-teman di sekitar rumah. 16.3 Pengetahuan Keluarga mengenai Masalah kesehatan Yang berkaitan Dengan Komunitas Keluarga mengatakan masalah kesehatan yang muncul dalam kehidupan ditengah masyarakat secara khusus belum tahu hanya saja bila ketenangan terusik bisa membuat seseorang bisa menjadi stress.

17. Mobilitas geografi keluarga: 17.1 Alat transportasi di daerah Alat transportasi yang ada didaerah banyak seperti angkutan kota, bis taxi dan untuk masuk sampai rumahnya bisa dengan menggunakan kendaraan seperti taxi dan angkutan kota lainnya. 17.2 Alat Transportasi yang biasa digunakan Oleh keluarga Selama ini keluarga mengatakan biasa menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi kerja ataupun kemana mereka pergi.

18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat: 18.1 Peran serta keluarga Dalam perkumpulan di masyarakat Keluarga berperan sebagai warga biasa di Rtnya. Dan keluarga tidak mengikuti kegiatan yang ada di RT itu karena tidak ada kesempatan. Hanya anak P.P yang sering mengikuti kegiatan ibadah bersama dengan teman-teman remajanya. 18.2 persepsi keluarga mengenai perkumpilan di masyarakat Perkumpulan dimasyarakat memang banyak manfaatnya selain berkumpul bersama bisa menjalin tali persaudaraan yang lebih erat.

19. Sistem pendukung keluarga: Keluarga mengatakan bahwa keluarga tidak memiliki fasilitas P3K, dan alatalat penunjang kesehatan. Sehingga bila ada yang sakit keluarga langsung membawa ke Rumah sakit yang tidak jauh dari rumah. IV. Struktur Keluarga 20. Pola komunikasi keluarga: Keluarga mengatakan bahwa pola kebiasaan berkomunikasi keluarga adalah secara langsung dengan anggota keluarga. 21. Struktur kekuatan keluarga:

Keluarga mengatakan bahwa keluarga hanya dapat menegur jika ada perilaku yang kurang baik. Dan dalam pengambilan keputusan diambil secara masingmasing dan tidak dibicarakan terlebih dahulu. 22. Struktur peran: Kepala keluarga berperan sebagai ayah/suami dan mencari nafkah. Ibu E.S mempunyai pekerjaan dan mempunyai berperan sebagai anak dan masih sekolah. 23. Nilai dan norma keluarga: Keluarga hidup dalam nilai dan norma budaya Minahasa. Dimana suami bertindak sebagai pencari nafkah dan istri dirumah mengurus anak, menurut pendapat keluarga bisa saja istri bertindak sebagai pencari nafkah tambahan asalkan tugas sebagai istri dan ibu tidak begitu terabaikan. Keluarga mengatakan bahwa dalam satu keluarga mereka harus menghormati satu sama lain V. Fungsi Keluarga 24. Fungsi afektif: Keluarga mengatakan bahwa antar anggota keluarga kurang dalam penghasilan sendiri. Dan anak P.P

berkomunikasi sehingga sering ada masalah yang tidak langsung diselesaikan dan dibiarkan berlarut-larut. 25. Fungsi sosial: Keluarga mengatakan bahwa dalam keluarga tidak memiliki hubungan sosial yang baik. karena komunikasi antar anggota keluarga kurang. 26. Fungsi perawatan keluarga: Keluarga mengatakan bahwa kesehatan itu penting, kebiasaan makan keluarga 3 kali sehari dengan menu nasi, ikan dan sayur. Namun keluarga mengalami kesulitan terutama pada anak karena keluarga tidak dapat memantau pola makan anak karena jarang berada di rumah dan lebih sering berada di luar

rumah karena urusan pekerjaan Keluarga mengatakan memiliki tempat sampah dan saluran khusus pembuangan air limbah. 27. Fungsi reproduksi: Jumlah anak dalam keluarga adalah satu orang, dan keluarga memang merencanakan hanya memiliki satu anak saja. Keluarga menggunakan alat kontasepsi suntikan DEPO tiap 3 bulan yang diperoleh dari rumah sakit. 28. Fungsi ekonomi: Keluarga mampu menyediakan sandang pangan sehari-hari. Keluarga memiliki alokasi dana untuk kesehatan.

VII. Stres dan koping keluarga 29. Stressor jangka panjang: Keluarga mengatakan tidak terlalu memperhatikan pergaulan anak P.P karena jarang Bpk. M.P dan Ibu E.S jarang berada di rumah. Dan Ibu E.S mengatakan sempat memergoki anak P.P sedang menggunakan obat terlarang. 30. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor Keluarga mengatakan tidak terlalu tahu dengan pergaulan anak P.P dan memberi kebebasan kepada anak P.P untuk bergaul dengan teman-teman sekolah dan disekitar rumahnya. 31. Strategi Koping Yang digunakan Keluarga mengatakan jarang mengecek keberadaan anak P.P. dan seringkali anak P.P tidak pulang rumah dan menginap dirumah temannya tanpa sepengetahuan Bpk. M.P dan Ibu E.S. 32. Harapan keluarga terhadap perawat Keluarga berharap perawat bisa memberikan solusi masalah kesehatan yang dihadapi keluarga. 33. Persepsi keluarga terhadap perawat

Keluarga menganggap sosok perawat adalah seseorang yang mampu membantu jika ada masalah kesehatan yang muncul. 34. Harapan keluarga terhadap perawat berhubungan dengan masalah yang dihadapi Keluarga mengatakan ingin mendapatkan berbagai informasi mengenai kesehatan demi menjaga kesehatan anggota keluarganya.

VIII. Pemeriksaan fisik: KOMPONEN NO 1. Kepala Rambut pendek, hitam, bersih, dan tidak ada kelainan Rambut pendek, pirang, bersih, tidak mudah rontok, tidak ada kelainan 2. Mata Sklera tidak ikterus, konjungtiva tidak anemis, tidak ada peradangan visus normal Sklera tidak ikterus, konjungtiva tidak anemis, tidak ada peradangan visus normal Rambut panjang, hitam, kotor, mudah rontok, dan berketombe Sklera tidak ikterus, konjungtiva anemis, BAPAK M.P IBU E.S ANAK P.P

3.

Telinga

Bersih, tidak ada serumen dan tidak ada luka

Bersih, tidak ada serumen dan tidak ada luka Bersih, tidak ada sekret tidak ada kelainan Stomatitis tidak ada tidak terdapat karang gigi Nyeri (-), pembesaran kelenjar limfe dan tiroid, tidak ada kesulitan menelan Pergerakan dada simetris, vesikuler, sonor seluruh lapisan paru, ronkhi (-), mengi (-), stridor(-), tidak ada penggunaan obat bantu pernapasan

Bersih, tidak ada serumen dan tidak ada luka kotor, ada secret, tidak ada kelainan

4.

Hidung

Bersih, tidak ada sekret tidak ada kelainan

5.

Mulut

Stomatitis tidak ada tidak terdapat karang gigi

Stomatitis tidak ada, tidak terdapat karang gigi Nyeri (+), pembesaran kelenjar limfe dan tiroid, tidak ada menelan

6.

Leher dan tenggorokan

Nyeri (-), pembesaran kelenjar limfe dan tiroid, tidak ada kesulitan menelan

7.

Dada dan paru

Pergerakan dada simetris, vesikuler, sonor seluruh lapisan paru, ronkhi (-), mengi (-), stridor(-), tidak ada penggunaan obat bantu pernapasan

Pergerakan dada simetris, vesikuler, sonor seluruh lapisan paru, ronkhi (+), mengi (-), stridor(-), ada penggunaan obat bantu pernapasan

8.

Jantung

Bunyi jantung 1 dan Bunyi jaunting 2 murni

Bunyi jantung 1 dan Bunyi jaunting 2 murni Bising Usus : 13 x / menit, tidak ada

Bunyi jantung 1 dan Bunyi jaunting 2 murni Bising Usus : 16 x / menit, tidak ada

9.

Abdomen

Bising Usus : 12 x / menit, tidak ada

nyeri tekan, Tumor (-) 10. Ekstremitas Tidak ada kelainan, pergerakan bebas, tidak ada cedera 11. Kulit Warna kulit sawomatang, Bersih, tidak terdapat luka, tidak ada tanda infeksi, turgor kulit baik. 12. 13. 14. 15. Kuku Berat Badan Tinggi Badan Tanda Vital Pendek dan bersih 68 kg 175 cm TD : 120/60 mmHg Nadi : 70 x / menit Suhu : 36 c Napas : 15 x / menit 16 Kesimpulan Saat di kaji Bapak E.A dalam keadaan sehat
o

nyeri tekan, Tumor (-) Tidak ada kelainan, pergerakan bebas, tidak ada cedera Warna kulit hitam manis, Bersih, tidak terdapat luka, tidak ada tanda infeksi, turgor kulit baik.

nyeri tekan, Tumor (-) Tidak ada kelainan, pergerakan bebas, tidak ada cedera Warna kulit hitam, Bersih, tidak terdapat luka, tidak ada tanda infeksi, turgor kulit baik.

Panjang dan bersih 62 kg 170 cm TD : 120/90 mmHg Nadi : 80 x / menit Suhu : 36 c Napas : 14 x / menit Saat di kaji Ibu P.E, Ibu mengalami sehat
o

Pendek dan bersih 57 kg 167 cm TD : 100/60 mmHg Nadi : 76 x / menit Suhu : 35 o c Napas : 12 x / menit Saat dikaji Anak C.A dalam keadaan sakit

PRIORITAS MASALAH Gangguan aktifitas sehari-hari pada keluarga Bapak M.P khususnya anak P.P

KRITERIA 1. Sifat masalah Skala: Potensial = 1 Risiko = 2 Aktual = 3 2. Kemungkinan untuk diubah Skala: Mudah = 2 Sebagian = 1 Tidak dapat = 0

BOBOT 2

PEMBENARAN Setiap hari anak C.A mengeluh sakit di bagian kepala.

1

3. Potensial dicegah Skala: Tinggi = 3 Cukup = 2 Rendah = 1 4. Menonjolnya masalah Skala: Segera ditanyai =2 Masalah ada tapi tidak perlu segera = 1 Masalah tidak dirasakan =0 Jumlah

2

Keinginan keluarga terhadap kesembuhan tinggi tetapi kondisi ketergantungan obat dengan skala nyeri 4 yang dialami anak C.A dapat disebabkan karena sterss dan kurang perhatian dari orang tua. Anak C.A merasakan nyeri saat sakit di kepala dan menggigil.

1

Keluarga menanggap ketergantunagan obat yang diderita anak C.A merupakan

6

Prioritas Diagnosa Keperawatan

1. Resiko tinggi gangguan kesehatan b.d penyalahgunaan obat-obatan terlarang. 2. Isolasi sosial b.d kurangnya interaksi dengan teman sebaya karena proses rehabilitasi

ANALISA DATA

NO. 1.

DATA Data Subyektif (DS): - Keluarga mmengatakan bahwa anak CA malas makan, kadang harus dipaksa. - Kelurga mengatakan bahwa anak PP lebih suka bermain diluar rumah sehingga lupa untuk pulang makan. Data Obyektif (DO): - Anak PP tampak kurus - BB: 24 kg, TB: 112 cm, Kesimpulan kurus.

ETIOLOGI Ketidakmampuan Keluarga untuk merawat anak dengan: - nafsu makan anak Buruk. - aktifitas bermain anak diluar rumah banyak

MASALAH Perubahan nutrisi Kurang dari kebutuhan tubuh keluarga Bpk MP berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga untuk merawat anak.

2.

Data Subyektif (DS): Keluarga mengatakan bahwa sampahsampah rumah tangga hanya

- Pola kebiasaan keluarga dalam membuang sampah yang salah.

Resiko tertular penyakit.

dibuang di belakang rumah karena tidak ada tempat pembuangan sampah dan lahan di belakang rumah adalah hutan. - Keluarga mengatakan kadang tidak membersihkan rumah karena sering dikotori oleh anak-anak. - Keluarga mengatakan bahwa penyakit yang sering dialami flu dan diare. Keluarga mengatakan bahwa vektor yang paling banyak nyamuk & kecoa. Data Obyektif (DO): - Tidak ada tempat pembuangan sampah. - Keadaan lingkungan rumah tampak kotor.

- Kurangnya pengetahuan keluarga tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan akibat dari pola kebiasaan yang buruk tersebut.

SKALA PENENTU PRIORITAS

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Masalah: Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

No. KRITERIA 1. Sifat masalah. Skala: - Tidak/kurang sehat - Ancaman kesehatan - Keadaan sejahtera Kemungkinan masalah dapat diubah. Skala: - Mudah - Sebagian - Tidak dapat Potensial masalah untuk dicegah. Skala: - Tinggi - Cukup - Rendah Menonjolnya masalah. Skala: - Masalah berat, harus segera ditanggulangi. - Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani - Masalah tidak dirasakan Jumlah

NILAI 3 2 1

BOBOT 3

3 2 1

2

3 2 1

2

2 1 0

2

9

Masalah: Resiko tertular penyakit

No. KRITERIA 1. Sifat masalah. Skala: - Tidak/kurang sehat - Ancaman kesehatan - Keadaan sejahtera Kemungkinan masalah dapat diubah.

NILAI 3 2 1

BOBOT 2

Skala: - Mudah - Sebagian - Tidak dapat Potensial masalah untuk dicegah. Skala: - Tinggi - Cukup - Rendah Menonjolnya masalah. Skala: - Masalah berat, harus segera ditanggulangi. - Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani - Masalah tidak dirasakan Jumlah

3 2 1

1

3 2 1

1

2 1 0

0

4

Related Interests