P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 31|Likes:
Published by Putra Bayah

More info:

Published by: Putra Bayah on Sep 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2012

pdf

text

original

Kompetensi Dasar & Indikator Kompetensi : Tujuan 1. 2. 3. . : Menyebutkan pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan.

Mengidentifikasi modulus elastisitas dan konstanta gaya. Menghitung nilai konstanta pengganti pada susunan pegas seri dan paralel

Pendahuluan Karet, pegas, pelat logam merupakan contoh benda elastis(lentur), karena memilik i sifat elastisitas, yaitu sifat suatu benda yang jika diberi gaya luar akan men galami perubahan bentuk dan bila gaya luar yang bekerja dihilangkan, maka benda kembali kebentuk semula. Benda elastis juga dapat bersifat plastis(tidak dapat kembali kebentuk semula). Ini berarti batas elastisitas benda sudah terlampaui, yang disebabkan gaya yang bekerja diperbesar terus. Mengakibatkan karet atau pegas patah. Tegangan (Stress) dan Regangan (Strain) 1. Tegangan (Stress) Tegangan adalah â Perbandingan antara gaya tarik yang bekerja terhadap luas penampan g bendaâ . Tegangan dinotasikan dengan (sigma), satunnya Nm-2. a. Bentuk awal benda sebelum diberi gaya b . Bentuk benda tertegang setelah diberi gaya pada bidang A Secara matematika konsep Tegangan (Stress) dituliskan :

Contoh penggunaan konsep Tegangan (Stress): Sebuah kawat yang panjangnya 2m dan luas penampang 5mm2 ditarik gaya 10N. Tentuk an besar tegangan yang terjadi pada kawat. Pembahasan: Diketahui : A = 5mm2 = 5.10-4 m2 F = 10N Ditanyakan : ? Jawab : = = = 2.104Nm-2 2. Bentuk benda tertegang setelah diberi gaya pada bidang A Secara matematika konsep Tegangan (Stress) dituliskan : Contoh penggunaan konsep Tegangan (Stress): Sebuah kawat yang panjangnya 2m dan luas penampang 5mm2 ditarik gaya 10N. Tentuk an besar tegangan yang terjadi pada kawat. Pembahasan: Diketahui : A = 5mm2 = 5.10-4 m2 F = 10N Ditanyakan : ? Jawab : = = = 2.104Nm-2 2 . Regangan (Strain) Regangan adalah â Perbandingan antara pertambahan panjang L terhadap panjang mula-mul a(Lo)â Regangan dinotasikan dengan e dan tidak mempunyai satuan. 1. Keadaan awal benda yang panjangnya Lo diberi gaya (F) pada bidang A

8m A = 4 mm2 = 4x10-6m2 F = 3. Besarnya energi yang dibutuhkan untuk meregangkan pegas sama dengan energ i yang tersimpan pada pegas. Keadaan benda bertambah panjang sejauh Secara matematika konsep Regangan (Strain) dituliskan Contoh penggunaan konsep Regangan (Strain): Sebuah kawat panjangnya 100 cm ditarik dengan gaya 12N. Sehingga secara matematis.10-4m Ditanyakan : E Jawab : E = = = 1. Pembahasan : Diketahui : Lo = 100 cm L = 112 cm L = 112 cm .2N sehingga kawat terseb ut mengalami pertambahan panjang sebesar 0. Modulus elastisitas dilambangkan dengan E dan satuannya Nm-2. Jika panjang kawat pada mulanya 80 cm. Modulus elasti sitas disebut juga Modulus Young. yaitu Energi Potensial Pegas.2 N L = 0. sehingga panjang kawat m enjadi 112 cm.2.12 Modulus Elastisitas Modulus Elastisitas adalah â Perbandingan antara tegangan dan regangan dari suatu be nda â . Pembahasan : Diketahui : Lo = 80cm=0. Tentukan regangan yang dihasilkan kawat.04cm = 4. pegas menga dakan gaya yang besarnya sama dengan gaya berat benda. jika pada pegas digantungkan beban.04cm. gaya yang bekerja (F) pada benda sebanding dengan pertambahan panjang benda (x).100 cm = 12cm Ditanyakan : e ? Jawab : e = e = e = 0.6. Pada daerah elastisitas benda. Secara Matematis konsep Modulus Elastisitas : Tabel : Modulus Elastisitas berbagai zat Contoh konsep Modulus Elastisitas : Seutas kawat luas penampangnya 4mm2 ditarik oleh gaya 3. dituliskan : Energi Potensial Pegas Sebuah pegas yang ditarik dengan gaya F. Hubungan antar pertambahan panjang pegas (x) terhadap besarnya gaya (F) dilukisk an dalam grafik: . tentukan Modulus Young kawat tersebut. tetapi arahnya berlawanan W = -F.menyebabkan pegas meregang(bertambah pan jang). Besarnya gaya F sebanding dengan pertambahan panjang pegas x.109Nm-2 Elastisitas Pada Pegas Berdasarkan konsep Hukum Hooke .

x x = = = 0. Dua buah pegas disusun paralel seperti pada gambar. Pembahasan : Diketahui : k1 = 100Nm-1 k2 = 200Nm-1 x = 5. Dua buah pegas disusun seri seperti pada gambar. pada rangkaian paralel : kp = k1 + k2 + . jika masing-masing pegas mempun yai konstanta sebesar 400Nm-1. Tentukan besar pertambahan p anjangnya. (0. Tentukan gaya beban tersebut. jika masing-masing pegas mem punyai konstanta sebesar 100Nm-1dan 200 Nm-1.10ms-2 = 50N Ditanyakan : x Jawab : = + ks = 200 Nm-1 = k. pada rangkaian seri : Contoh penerapan konsep susunan seri pegas. k = konstanta pegas pengganti dalam N/m k1= konstanta pegas 1 dalam N/m k2= konstanta pegas 2 dalam N/m Contoh penerapan konsep susunan seri pegas. Pembahasan : Diketahui : k = 200Nm-1 x = 10cm=0. Susunan Pegas Seri Dua pegas atau lebih dirangkai seri: Besar Konstanta pegas pengganti. digantungkan beban sehingga bertam bah panjang 5cm. Contoh Konsep Energi Potensial Pegas: Sebuah pegas memiliki konstanta pegas 200Nm-1.1)2 = 1 Joule Susunan Pegas Beberapa buah pegas dapat disusun secara susunan pegas seri dan susunan pegas pe ralel. Pembahasan : Diketahui : k1 = k2 = 400Nm-1 W = m..25m b. Pegas diregangkan sehingga bertam bah panjang 10 cm.g = 5kg.10-2m . Tentukanlah energi potensial elastis pegas.1m Ditanyakan : Ep ? Jawab : Ep = kx2 = 200. Susunan Pegas Paralel Dua pegas atau lebih disusun paralel : Besar Konstanta pegas pengganti. dan massa beban 5kg.Besar Energi Potensial Pegas (Ep ) sama dengan Luasan segitiga yang diarsir.. a..

5.x = 300Nm-1.Ditanyakan : m Jawab : kp = k1 + k2 = 100Nm-1 + 200Nm-1 = 300Nm-1 F = k.10-2m F = 15N .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->