Pendahuluan NIFAS

laporan pendahuluan nifas

Maret 9, 2011

A.

Pengertian
1. Periode post partum (puerperium) atau juga sering disebut masa nifas adalah masa sejak ibu melahirkan bayi (bayi lahir) sampai 6 minggu (42 hari) kemudian. Kadang juga disebut masa trimester IV (Piliteri, 1998). 2. Nifas atau puerperium adalah periode waktu atau masa dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan tidak hamil. Masa ini membutuhkan wktu sekitar 6 minggu (Farrer, 2001). 3. Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali pada keadaan sebelum hamil, berlangsung kira-kira 6 minggu (Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002).

B.

Tujuan Perawatan Masa Nifas
1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikologis 2. Melaksanakan skrinning yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. 3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya, dan perawatan bayi sehat. 4. Memberikan pelayanan KB.

1. C.

Perubahan Fisiologis

Selama masa nifas ibu akan mengalami beberapa perubahan dalam tubuhnya, yaitu: 1. 1. Retrogresif

Yaitu perubahan sistem reproduksi (involusi/pulihnya kembali alat kandungan ke keadaan sebelum hamil) dan sistemik. 1. Uterus Pada kala tiga TFU setinggi umbilikus dan beratnya 1000 gram. Selama 7-10 hari pertama mengalami involusi dengan cepat. Post natal 12 hari sudah tidak dapat diraba melalui abdomen,

Jenisnya: 1) 2) 3) 4) Rubra (hari 1-4) jumlahnya sedang. rugae berangasur-angsur muncul kembali dan labia lebih menonjol. Payudara Menjadi lebih besar. Himen mengalami ruptur dan yang tersisa hanya kulit (karunkulae mirtiformis). mula-mula nyeri tekan sebagai reaksi terhadap perubahan status hormonal serta dimulainya laktasi. 3) Atrofi Jaringan yang berproliferasi dengan adanya estrogen kemudian mengalami atrofi akibat penghentian produksi estrogen. Setelah 3 minggu kembali dalam keadaan tidak hamil. Sanguinolenta berwarna coklat. 1. 1. Lokia Yaitu pengeluaran darah dan jaringan desidua yang nekrotik dari dalam uterus. terutama lendir dan darah. Serosa (hari 4-8) jumlah berkurang dan berwarna merah muda. lebih kencang. Alba (8-14) jumlahnya sedikit. terdiri dari cairan bercampur darah. 1. Involusi disebabkan oleh: 1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus-menerus sehingga terjadi kompresi pembuluh darah yang menyebabkan anemia setempat dan akhirnya menjadi iskemia. Perineum Pada post natal hari ke-5 sudah mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya. setelah 6 mingu serviks menutup. Vulva dan vagina Dalam beberapa hari setelah persalian dalam keadaan kendur. berwarna merah. 2) Otolisis Sitoplasma sel yang berlebihan akan tercerna sendiri sehingga tinggal jaringan fibro-elastik. berwarna putih atau hampir tidak berwarna. 1. Serviks Setelah persalinan ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. 1.setelah 6 minggu ukuran seperti sebelum hamil setinggi 8 cm dengan berat 50 gram. .

Gangguan psikologis: depresi. Manajemen pada Pasien Masa Nifas Normal Deskripsi dan Keterangan © Anjurkan kebersihan seluruh tubuh. Infeksi. Terdapat spasme spingter dan edema leher bulibuli. usus bagian bawah sering kosong. 2. 3. Urin dalam jumlah besar dihasilkan dalam waktu 12-36 jam post partum. Sistem Gastrointestinal Diperlukannya waktu 3-4 hari sebelum faal usus kembali normal. menyebabkan kontraksi uterus yang membantu involusi dan mencegah perdarahan post partum. Sistem Kardiovaskuler Jumlah sel darah merah dan Hb kembali normal setelah hari ke-5. D. menyebabkan amenorea.1. Komplikasi Perdarahan. Hormonal 1) Prolaktin: diproduksi hipofise anterior untuk memproduksi ASI. gerak tubuh berkurang. Ureter akan kembali normal dalam waktu 6 mingu. Progresif Berupa laktasi (pembentukan air susu ibu) dan kembalinya menstruasi. 1. Pembentukan ASI dipacu oleh hormon prolaktin (dihambat oleh estrogen yang dihasilkan plasenta). 1. Traktus urinarius Buang air kecil sulit selama 24 jam pertama. 1. 1. 1. Dimulai pada hari 3-4 post partum dengan hormon oksitosin yang berperan dalam ejakulasinya. Menganjurkan ibu tentang bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. 4. Asupan makanan berkurang. 2. meningkat saat putting dirangsang oleh penghisapan bayi. 2) Oksitosin: merangsang kontraksi myoepitel sehingga terjadi ejeksi dan ASI keluar. Tindakan Kebersihan diri . Gangguan involusi uterus. E.

© Untuk memperkuat tonus otot vagina dengan latihan Kegel. © Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi. © Menjaga payudara tetap bersih dan kering © Memakai BH yang benar-benar menyokong buah dada. tahan napas ke dalam dan angkat dagu ke dada tahan satu hitungan sampai 5. ù Ibu menyusui harus: C Mengkonsumsi tambahan kalori tiap hari. © Diskusikan tentang pentingnya latihan beberapa menit setiap hari akan sangat membantu.© Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya 2 kali dalam sehari. ù Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan berlebihan. C Diit berimbang untuk mendapatkan protein. Istirahat Latihan Gizi © Berdiri dengan tungkai dirapatkan. C C Minum sedikitnya 3 liter/hari. sarankan kepada ibu menghindari menyentuh daerah luka. menarik otot perut selagi menarik napas.000 Ui) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI. kencangkan otot-otot pantat dan pinggul tahan sampai hitungan 5. memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan. menyebabkan depresi dan ketidakmampuan merawat bayi dan dirinya. Tablet zat besi setidaknya selama 40 hari post partum. rileks dan ulangi sampai 10 kali. © Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. mineral dan vit yang cukup. tidak boleh . Dengan tidur terlentang lengan di samping. kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali. serta tidur siang atau beristirahat saat bayinya tidur ù Apabila kurang istirahat dapat mempengaruhi: Jumlah produksi ASI. Perawatan payudara C Kapsul vitamin A (200. ù Sarankan untuk kembali kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan.

© C C C C C Apabila payudara bengkak lakukan: Kompres payudara dengan kain basah dan hangat kira-kira 5 menit Urut payudara (seperti Breast Care). © Apabila lecet lebih parah dapat diistirahatkan selama 24 jam. Keluarkan ASI sebagian di bagian depan payudara. Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui. © KB dilakukan sebelum haid pertama setelah persalinan. © Apabila putting susu lecet oleskan colostrom atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap kali menyusui. Hubungan perkawinan atau rumah tangga C Payudara dikeringkan. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan memakai sendok. Keluarga Berencana . ù Tetapi ada tradisi dan aturan agama tertentu baru boleh melakukan hubungan seksual setelah 40 hari. C C C C Kelebihan dan keuntungan KB Efek samping Bagaimana memakai metode yang benar Kapan metode itu dapat dimulai dipakai untuk wanita post partum. Susukan bayi setiap 2 – 3 jam sekali. Penjelasan tentang KB adalah sebagai berikut: C Bagaimana metode KB dapat mencegah kehamilan dan efektifitasnya. © Untuk menghilangkan nyeri minum Paracetamol 1 tablet setiap 4 – 6 jam.terlalu ketat atau kendor. ù Secara fisik aman untuk melakukan hubungan seksual begitu darah merah berhenti dan ibu dapat menilai dengan memasukkan 1-2 jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.

ù Menberikan konseling untuk KB. ù Memastikan ibu mendapatkan makanan. © Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga. tali pusat. fundus di bawah pusat. Tindakan Pada Bayi Persalinan Normal Deskripsi dan Keterangan © Basuh bayi dengan kain/ busa setiap hari. partum © Mendetaksi dan merawat penyebab lain perdarahan. ù Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit. © Sama seperti di atas ( 6 hari post partum) 2 6 hari post partum 3 4 2 minggu post partum 6 minggu ù Menanyakan kepada ibu tentang penyulit-penyulit yang dialami post partum pada ibu maupun pada bayinya. bagaimana mencegah perdarahan karena atonia uteri. © Pemberian ASI awal. cairan dan cukup istirahat. Frekuensi Kunjungan pada Masa Nifas Kjgn Waktu Tujuan 1 6-8 jam post © Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. © Membina hubungan antara ibu dan bayinya. Rujuk bila perdarahan berlanjut. © Bayi yang baru lahir tidak boleh dimandikan sepenuhnya sampai tali Tindakan Kebersihan .1. ù Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan bayi. infeksi atau perdarahan abnormal. menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari. ù Menilai adanya tanda-tanda demam. ù Memastikan involusi uteri berjalan normal: uterus berkontraksi. tak ada bau. © Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia. G. tak ada perdarahan abnormal.

H. Asuhan Keperawatan 1. Menyusui Tidur Ujung tali pusat ù ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. Aktivitas sehari-hari. dll. pengeluaran ASI. Pengkajian 1. © Setiap kali bayi BAB atau BAK bersihkan bagian perianal dengan air dan sabun serta kering dengan baik. kontraksi uterus. kemerahan. Pengkajian Fisik 1) 2) Riwayat kesehatan sebelumnya Tanda-tanda Vital 3) Mamae: gumpalan. © Baringkan bayi ke samping atau terlentang ( jangan pakai bantal). kondisi putting. tanda-tanda Homan. nyeri. Ekstremitas: varices. © Dalam waktu 1 minggu pertama berikan imunisasi BCG. Imunisasi ù Bila telah pulang di rumah. ù Menyusui dilakukan dalam 2 jam pertama. Rektum: hemoroid. 1. striae. ada kemerahan di sekitarnya atau mengeluarkan cairan. ù Ujung talu pusat dijaga bersih dan kering. perawatan payudara. vaksin Polio oral dan Hepatitis B. 4) 5) 6) 7) 8) Abdomen: palpasi RDA. ù ù Mencuci sekitar tali pusat setiap hari Mengompres alkohol 70% 1-2 kali sehari. management engorgement. Perineum: lochea. tinggi fundus uteri. . tanda-tanda REEDA. ù Bayi disusui ASI selama 4 bulan.pusatnya kering dan pangkalnya telah sembuh. anjurkan agar ibu melaporkan ke petugas kesehatan bila tali pusat berbau.

2. toileting b. b. terhentinya proses menyusui. Kelelahan postpartum. Kurang pengetahuan ibu. 2) Risiko infeksi b. Hipotermi b. laserasi jalan lahir.1. Risiko infeksi b. Faktor risiko: Episiotomi. 3) 4) Gangguan pola tidur b.d. Faktor risiko: Imaturitas imun. bantuan pertolongan persalinan. PK: Distress pernapasan 1. Kelemahan. Pengkajian Psikologis 1) 2) 3) Umum: status emosi. Seksualitas: siklus menstruasi. Lemahnya refleks menghisap bayi.gambaran diri dan tingkat kepercayaan. Imaturitas hipotalamus.pengeluaran ASI dan penurunan libido. 5) Risiko ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan b. 3. 1) 2) 3) 4) 5) Pada Bayi Menyusui tidak efektif b. Kurangnya informasi tentang penanganan postpartum. 7) Kurang pengetahuan: Perawatan post partum b.d Kurangnya pegetahuan tentang kebutuhan nutrisi postpartum. Agen injuri fisik (trauma jalan lahir.d. Defisit perawatan diri: Mandi/Kebersihan diri. Rencana Keperawatan .d. Bersihan jalan napas tidak efektif b. makan.d.d. a. 6) Menyusui tidak efektif b. episiotomi). 1) Diagnosa Keperawatan Pada Ibu Nyeri b. Spesifik: depresi postpartum. 8) PK: Perdarahan.d.d.d.d.d. Obstruksi jalan nafas.

Terlampir DAFTAR PUSTAKA Carpenito. EGC. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta http://www. com. Outcomes and interventions NANDA. Ilmu Kebidanan. L. 2001. Tridasa. Edisi 2. Balai Penerbit UI. J. EGC. Jakarta Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Perawatan Maternitas.J. Jakarta Farrer. Nursing diagnoses. Jakarta Carpenito. Nursing Diagnoses: Definitions & Classification. P. Jakarta . 2001. Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis. L. 1994. EGC. 2002. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 6. H. Edisi 8. Us elsevierhealth. 1998. Philadelphia Sarwono.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful