You are on page 1of 15

KARYA ILMIAH KESEHATAN BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Wabah flu burung yang disebabkan oleh virus A subtype H5N1 mulai dikenal pada tahun 1997 di Hongkong, dengan sumber penularan dan penyebaran yang berasal dari peternak unggas. Selanjutnya menyebar dengan begitu cepat keseluruh dunia sehingga menjadi masalah global. Perkembangan flu burung yang terjadi di Indonesia juga sangat cepat sejak ditemukannya virus ini pada tahun 2004, yakni pada unggas yang kemudian menyebar dengan cepatnya kepada manusia. Dengan tingginya angka kematian akibat flu burung, kita perlu mewaspadai agar penyakit ini tidak berkembang. Untuk itu perlu di ambil sejumlah langkah pencegahan secara perorangan maupun lingkungan. Di Indonesia pada bulan Januari 2004 di laporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh karena virusnew castle, namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi

B. Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat tidak perlu panik dengan adanya kasus flu burung diIndonesia. tetapi harus tetap waspada.jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1. Untuk menambah ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah : a. hingga pencegahnya. terutama bagi kelompok yang beresiko karena kita tidak bisa memungkiri bahwa virus ini di negara lain telah menginfeksi manusia. Pada bulan Juli 2005.427 ekor). Hal itu akan memicu mereka untuk waspada terhadap wabah Flu Burung. d. C. Halini didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes Jakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong. Sehingga mereka tahu apa itu Flu Burung dari pengertian. Sebagai syarat mengikuti ujian Bahasa Indonesia. gejala. Manfaat Penulisan Penulisan karya ilmiah ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang apa itu Flu Burung kepada para pembaca dan siapa saja yang membaca karya tulis ini. Memberi pengetahuan kepada para pembaca mengenai Flu Burung. penyakit flu burung telah merenggut tiga orang nyawa warga Tangerang Banten.541. penyebaran. . Penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang tema yang di ambil. penyebab. c. b.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .

Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Pada unggas ternak atau piaraan. Flu burung dapat menyerang seluruh bangsa atau benua dan menimbulkan pendemi dalam waktu 2-3 tahun. infeksi oleh virus flu burung menyebabkan timbulnya dua bentuk penyakit. H9N2. burung. Shift). H7N7. H3N3. Sedangkan . kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. dalam hal ini ayam. bebek.A. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift. H5N1. Virus influenza tipe A terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N). H2N2. atau unggas sejenis. Pengertian Flu Burung Penyakit flu burung (H5N1) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang ditularkan oleh unggas. yaitu bentuk yang berpatogenisitas rendah atau “kurang ganas” dan bentuk yang sangat pathogen/ “ganas”. 2011) Sebenarnya penyakit flu burung adalah penyakit pada hewan (zoonosis). H1N2. dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. kalkun. (Anonim. Penyebab Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A .Akan tetapi. Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1. B. angsa. dalam perkembangannya virus penyebab penyakit ini mengalami perubahan pada struktur genetisnya (mutasi) yang mengakibatkan virus ini dapat ditularkan kepada manusia.

Borok dikaki c. H3N3. sedangkan periode terjadinya interepidemi untuk influenza B adalah lebih lama yaitu 3-6 tahun. Jengger dan pial berwarna biru b. Pada manusia hanya terdapat virus influenza A dari subtype H1N1. dan H7N7. Gejala Gejala flu burung pada manusia dan hewan berbeda : 1. Perubahan-perubahan inilah yang memicu timbulnya epidemic atau bahkan pendemi. Gelombang epidemic oleh karena virus influenza A berlangsung secara periodic tiap 2-3 tahun. Didalam virus influenza A dapat terjadi perubahan besar pada komposisi antigeniknya yang disebut antigenic shift atau terjadi perubahan kecil komposisi antigenik yang disebut dengan antigenic drift. Keluar cairaan jernih sampai kental dari rongga mulut . H2N2. Dari semua subtype tersebut. Meski demikian tidak semua virus influenza subtype H5 dan H7 bersifat ganas dan juga tidak semuanya menyebabkan penyakit pada unggas.pada binatang H1-H5 dan N1-N9. Gejala pada unggas. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. Kematian mendadak d. H9N2. a. hanya virus influenza A subtype H5 dan H7 yang sangat ganas. H1N2. C. sedangkan pada hewan adalh subtype H1 sampai H5 dan N1 sampai N9. H5N1.

Sakit kepala. Diare f. unggas air liar seperti bebek dan angsa yang merupakan anggota ordo Anseriformes serta burung camar dan dan burung laut dari ordo charadriiformes adalah pembawa virus influenza A subtype H5 dan H7. Pneumonia e. pilek dan nyeri tenggorokan c. Radang saluran pernapasan atas d. Batuk. Haus berlebihan dan cangkang telur lembek 2. Infeksi mata f. Setelah masuk dan bersirkulasi didalam tubuh unggas .e. Pada anak sampai 21 hari. Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala.Hanya saja. Pada Unggas b. Masa inkubasi : 1 minggu a. Penyebaran dan Penularan Penyebaran virus flu burung melalui unggas yang sedang ber migrasi belum sepenuhnya dipahami. a. Nyeri otot 3. Virus yang dibawa unggas ini umumnya kurang ganas. Gejala pada manusia. Pada Manusia : 1-3 hari. bulu-bulu mengerut atau berat badan ayam pedaging tidak naik-naik. Demam (suhu badan diatas 38o C) b. Virus jenis ini hanya menyebabkan penurunan produksi telur. D.

bahkan terkadang menyatu dengan rumah. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung atau benda-benda yang terkontaminasi oleh kotoran unggas sakit yang mengandung virus H5N1. Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung.ternak. kebanyakan unggas yang dipelihara dilepas begitu saja atau tidak dimasukan dalam kandang. Dengan kondisi seperti ini sangat mungkin terjadi penularan dari unggas ke manusia. 2006). dan dari unggas ke manusia.yaitu HPAIV dalam waktu beberapa bulan. karena didalam kotoran unggas yang sakit terkandung banyak sekali virus H5N1. Sampai saat ini kasus flu burung pada manusia lebih banyak terjadi di daerah pedesaan/ perkampungan ataupun di pinggiran kota yang padat penduduknya. E. Banyak pula yang kandangnya bertempat dimana anak-anak biasa bermain. Di daerah-daerah semacam itu. (Cucunawangsih. Pencegahan . Flu burung menular dari unggas ke unggas. influenza A akan beradaptasi dan bermutasi menjadi bentuk yang ganas.

Pengisian kandang kembali f. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang atau yang bersentuhan dengan produk unggas) 1) 2) Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung dalam radius tiga kilometer. Meningkatkan biosekuriti. . suatu tindakan pengawasan dan pengamanan yang ketat terhadap unggas yang terinfeksi flu burung.Pencegahan penyebaran penyakit flu burung dapat dilakukan dengan menerapakan tindakan preventif/ atau pencegahan terhadap unggas itu sendiri maupun manusia. d. b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung. Pada Manusia a. Vaksinasi pada unggas yang sehat c. Pengendalian lalu lintas keluar masuk ternak unggas dan produk unggas. (contoh : masker dan pakaian kerja). 1. 2. Pada Unggas a. Pengawasan kasus flu burung g. Peningkatan kesadaran masyarakat e. 3) 4) Menggunakan alat pelindung diri.

2) Mengolah unggas dengan cara yang benar. . b. F. 3. karena sifat penyakit yang ganas. 1) Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus). Masyarakat umum Bagi masyarakat pada umumnya yang perlu dilakukan adalah menjaga higien pribadi dan lingkungan. Pengobatan Tata laksana pengobatan bagi penderita flu burung adalah rawat inap di rumah sakit pada ruang isolasi untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang sesuai. 2. Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari. yaitu : a) Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) b) Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4. Oksigenasi bila terdapat sesak napas. Imunisasi. serta memperoleh vaksinasi. Pengobatan dilakukan dengan : 1.5) 6) Membersihkan kotoran unggas setiap hari.5 menit.

Memberlakukan kesiapsiagaan di daerah yang mempunyai resiko yaitu provinsi Jabar. d. Melakukan monitoring secara ketat terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan orang yang diduga terkena flu burung.4. diantaranya adalah sebagai berikut : a. menginstruksikan kepada Gubernur pemerintah propinsi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjangkitnya flu burung di wilayah masing-masing . sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Menyiapkan 44 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menyiapkan ruangan observasi terhadap pasien yang dicurigai mengidap Avian Influenza. Melakukan Investigasi pada pekerja. hingga terlewati dua kali masa inkubasi yaitu 14 hari. Amantadin diberikan pada awal infeksi . Departemen Kesehatan mengambil beberapa tindakan. Tindakan Depkes Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung. c. G. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari. penjual dan penjamah produk ayam di beberapa daerah KLB flu burung pada ayam di Indonesia (untuk mengetahui infeksi flu burung pada manusia) b. DKI Jakarta dan Banten serta membentuk POSKO di Ditjen PP & PL dengan nomor telepon/fax: (021) 425 7125 e.

Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan departemen pertanian dan pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan flu burung h. mengumpulkan informasi yang meliputi aspek lingkungan dan faktor resiko untuk mencari kemungkinan sumber penularan oleh tim investigasi yang terdiri dari Depkes. Deptan dan WHO. Meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan masyarakat dan membangun jejaring kerja dengan berbagai pihak untuk edukasi terhadap masyarakat agar masyarakat tetap waspada dan tidak panik g.f. .

Kesimpulan Penyebab flu burung di Indonesia adalah virus influenza tipe A subtype H5N1.BAB III PENUTUP A. Flu burung menular dari unggas ke unggas. Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya).Perlu kewaspadaan pada kelompok berisiko tinggi (pekerja di peternakan ayam . Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung atau bendabenda yang terkontaminasi oleh kotoran unggas sakit yang mengandung virus H5N1. Tingkat kematian penderita flu burung tinggi. dengan memperhatikan cara pencegahan. B. . Saran Perlu adanya penyuluhan/promosi kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit flu burung agar masyarakat tidak panik dan takut untuk mengkonsumsi produk unggas namun harus tetap waspada. dan dari unggas ke manusia.

Cara mewaspadai dan mencegah flu burung. pukul 17.htm.30 WIB Cucunawangsih.litbang.fluburung1..Gramedia ..go.DAFTAR PUSTAKA Anonim.Jakarta. 2011.2006. Diakses pada tanggal 19 Januari 2011.depkes. Flu Burung.id/ mask. http://www.

163 : 1C AKADEMI PERAWATAN PANTI KOSALA SURAKARTA 2011 .Tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia Virus Flu Burung (H5N1) DISUSUN OLEH: NAMA NIM KELAS : Endang Suprapti : 2010.