You are on page 1of 23

PENGAWET Pengertian Pengawet Pengawet adalah penghambatan atau pencegahan , pengrusakan produk dari mulai waktu produksi sampai

pemberian pada konsumen. Sebagian besar dapat mengalami kerusakan karena mikroorganisme. Pabrik kosmetik seperti halnya pabrik sediaan lain jika ingin produknya diterima dengan cepat dia harus mencoba menstabilisasi dan mencegah perubahan pada periode penyimpanan yang lama dan pada kondisi yang iklim yang berbeda. Penggunaan pengawet pada sediaan kosmetik untuk mencegah kerusakan mulai saat pembuatan sampai saat pemberian pada konsumen. Banyak perubahan yang terjadi dalam suatu produk misalnya perubahan sistem emulsi, perubahan sistem viskositas, adanya creaming atau koalesens. Sediaan yang berwarna jernih dapat berubah menjadi berselaput. Wadah juga dapat bereaksi dengan produk. Warna dari produk dapat berubah karena perubahan temperatur dan pemaparan cahaya dan fase minyak yang terdapat dalam sediaan kosmetik menjadi berbau tengik. Mikroorganisme dapat muncul dengan tiba-tiba, tipe reaksi dan interaksi yang dapat terjadi dimana ahli kimia kosmetik harus mengantisipasi problem diatas dengan teknik formulasi, produksi dan pewadahan yang baik. Pengawet merupakan bahan yang dapat mencegah atau mematikanpertumbuhan mikroorganisme. Pengawet umumnya bukan sebagai antispetik atau desinfektan yang baik namun dimaksudkan untuk tujuan itu. Peranan yang sangat penting dalam kosmetik dipegang oleh pengawet, sebagai mana diketahui bahwa banyak kosmetik dan sediaan farmasi dirusak oleh aksi dari bacteri.

Bakteri ini bisa tumbuh hampir di semua medium, dan bahkan bisa jadi produk yang sangat asam atau alkalis bias dirusak dengan perubahan bentuk dari bakteri yang bias mentolelir keadaan yang sangat asam atau alkalis tersebut. Dalam system emulsi sangan perlu untuk mengawetkan kedua fase air dan fase minyak, dimana organisme yang tumbuh pada fase air menyebabkan terpisahnya kedua fase tersebut dan yang tumbuh pada fase minyak atau lemak menyebabkan keadaan yang sering disebut ketengikan. Bau bisa berubah oleh salah satu kondisi ini. Ketika terdapat beberapa cara fisik untuk mengawetkan yang menghasilkan sterilisasi parsial atau penuh, tetapi tidak bisa memberikan efek yang tetap. Setiap produk yang kemudian terkontaminasi bisa menyebabkan berbagai kerusakan dan tentu saja, kehilangan banyak uang. Untuk itu, sangat penting untuk mencari metode lain untuk bisa membuat spora dan kehidupan mikroorganisme bisa dikontrol. Sampai belum lama ini, tidak banyak pengawet yang bisa dipilih untuk bisa secara aman digunakan pada kosmetik, tetapi beberapa zat kimia memiliki sifat antiseptic yang sangat kuat sekarang bisa diperjual-belikan. Yang paling umum digunakan adalah methyl, propil, etil, butyl dan ester benzyl dari asam parahidroksibenzoat. Pengawet yang ideal sebaiknya tidak mempunyai efek yang merusak kesehatan, baik sementara maupun permanent; sebaiknya tidak berasa dan tidak berbau atau setidaknya menyenangkan bagi indra perasa atau pembau; harus larut pada pruduk akhir dan harus tidak boleh mengubah sifat dari produk tersebut; dan yang paling penting, harus memperlihatkan sifat antiseptic yang baik. Yang disebutkan tadi, secara praktik ditemukan pada ester. Asam

parahidroksibenzoat merupakan antiseptic yang kuat, dua kali lebih kuat dari phenol.

36 8.0 1. Phenol dianggap bernilai satu.Phenol ini diperbandingkan dengan ester. = 0.00 2.5 25. = 0.0 Bisa terlihat pada table ini.0 8.6 7.12 13. = 1. sekitar .8 gm.0 8.0 Tipa Staphylococcus Anti Kekuatan Bakterisid Menghambat pertumbuhan 1.3 gm.0 40. Jika metil ester diberi nilai satu.08 23.3 8.0 83. bahwa ester-ester jauh lebih kuat melawan organisme dibanding fenol.0 69.3 gm.0 2.0 109.0 3. Benzil ester merupakan yang terkuat. dan ester-ester ini juga memperlihatkan hubungan sifat antiseptik yang lebih atau sedikit sebanding satu sama lain.0 gm.0 32. seperti yang akan dilihat pada table 1.Bakteri Kekuatan pengawet Phenol Metil para ester Etil para ester Propil para ester Butil para ester Benzil para ester Fermentasi 1. = 0.0 17. Organisme Ragi .0 24. persamaan sebagai berikut: Metil Etil Propil Butil Benzil 1.1 15. = 0.05 Propil ester sekitar tiga kali lebih kuat sifat antiseptiknya disbanding etil ester atau delapan kali lebih kuat dari metil ester.0 gm.

05 0.005 0.15 0.01 0. Indikasi ini memperlihatkan bahwa semakin bertambah berat molekul maka semakin bertambah pula sifat antiseptiknya.03 0.1 0.1 0. benzyl hanya akan sangat sukar larut dalam air.25% untuk metil ester.15 0.01 0.005 Benzyl 0.003 .1 0.01 0.15 0.02 0.15 0.1 0. sekitar 0.1 0.03 0.15 0.3 0.03 0.02 0.05-1.3 0.5 0.15 0. Ketidaklarutan ester berbanding lurus dengan kemampuan antiseptic yang kuat dari senyawa benzyl.3 0. Minyak dan Salep 0.07 0. Kelarutannya dalam air bervariasi.5 1.01 0.07 0.1 0.dua puluh tiga kali lebih kuat dari metil ester.05 0.05 0. Pada tabel II memperlihatkan nilai dalam persen pada berbagai ester yang dibutuhkan sebagai pengawet pada kosmetik tertentu.1 0. produk susu Kandungan minyak rendah Kandungan minyak tinggi Lemak.03 0.005 0.2 0.03 0.02 0.01 Nilai ester parahidroksibenzoat dalam persen metil Etil propil butil 0.0 0. Ester larut sekitar 1-20% pada 30-70% alcohol.1 0.01 0.3 0.03 0. nilai ini mungkin lebih tinggi dan bisa dikurangi untuk disesuaikan dengan syarat.01 0.07 0. 25% atau lebih pada aseton.3 0.01% untuk benzyl ester sampa 0.5% dalam gliserin. Kelarutan dari ester asam parahidroksibenzoat berkurang dengan bertambahnya berat molekul.02 0.02 0.5 0.01 0.1 0. 2-3% pada lemak dan minyak dan 0.05 0. Tabel II Sedian Kosmetik dan Farmasi Kapsul Krim: Bebas Lemak Kandungan lemak/minyak rendah Kandungan medium lemak/minyak Kandungan lemak/minyak tinggi Kandungan lecithin atau hormone Emulsi: Susu almond Kasein.

02 0. tetapi memperlihatkan kelarutan yang baik dalam air.5 0.1 0.01 0.1 0. tangan.05 0. badan.01 Garam natrium dari asam parahidroksibenzoat juga ada.1 0.15 0.02 0.04 0.15 0.05 0.07 0.07 0.01 0. kaki Sirup: Medis.03 0. tragakan.01 0. gum lainnya Bedak: Muka. dan juga direkomendasikan untuk tujuan ini. 20% alcohol Mucilago: Akasia.02 0. lem.05 0.07 0. parafin 0.01 1.01 0.1 0.Air Rambut: Beralkohol.1 0.1 0.3 0. hanya sekitar satu sampai empat kali lebih kuat dari metil ester.5 0.5 0. pengikat Lilin: Stearat.15 0.01 0.05 0.05 0.05 0. pectin dan pasta Lipstik Mouthwash: Antiseptic.1 0.02 0. agar. antiseptic Jelly: Gelatin. Akan ditemukan bahwa kombinasi dari ester metil dan propil memberikan hasil yang bagus dalam emulsi. tetapi berkurang dalam sifat antiseptiknya. buah Sabun: Mandi.5 0. Penggolongan pengawet a.02 0.15 0. antiseptic Sediaan pasta gigi: bubuk.0 0.15 0.25 0.15 0.2 0.15 0. Asam organik .01 0.01 0.02 0.3 0.03 0. meski begitu.

dan ragi. Keuntungan formaldehid adalah murah dan efektif dan digunakan secara luas sebagai pengawet. Jika sediaan netral atau ringan maka konsentrasi 17. c. Minyak esensial Keuntungannya adalah murah. baunya menguap. Keuntungan aldehid sinamat memiliki spektrum luas melawan organisme juga bervariasi. diklorometanol. Alcohol Contoh :  Etil alkohol 15 % atau kurang (aktif dalam larutan asam). jamur. Fenol dan turunannya Contoh : Timol. kresol. d.Contoh : asam benzoate. efektif melawan bakteri. resorsinol. Kekurangannya adalah tidak efektif melawan range luas organisme. dan mahal serta tidak praktis dalam sediaan cair.5 % atau lebih  Isopropyl alcohol  Dimetil trihoidrat alcohol konsentrasi tinggi 40 %. Kekurangannya adalah tidak cocok digunakan pada kebanyakan kosmetik. . Aldehid Contoh : Formaldehid. dan mudah diformulasi b. asam monokloroasetat Keuntungan : kurang toksik. e. benzaldehid. memiliki sifat-sifat yang diinginkan sebagai pengawet.5 %. Bau serta uapnya dapat diterima. dan sinamat aldehid.1-0. asam salisilat 0.

Sifat-sifatnya ini sikombinasi dengan warna. relatif tidak toksik. peptone dan asam amino 6. gum alam. dan muchilago. Contoh : thimoresol. ergosterol. Substrat yang menunjang pertumbuhan mikroorganisme pada kosmetik 1. dekstrin dan gula. manitol. bau dan sifatnya yang menguap tidak merugikan. gram negatif dan fungi. basa. bau dan rasa membuatnya setara khusus cocok untuk digunakan sebagai pengawet dalam industri kosmetik Contoh : metil para hidroksi benzoat. Steroid. Kekurangannya adalah memiliki aksi yang non selektif terhadap mikroorganisme yang berbeda. sulit untuk dicampur. kromersol Efektif melawan bakteri gram positif. dan atau larutan netral. Vitamin . 2. Karbohidrat dan glikosida. Protein. Digunakan sebagai antiseptic. Asam lemak dan esternya. mudah larut. dan lanolin 5. pectin. Kurang efektif melawan bakteri gram positif. Ester Efektif sebagai bakteriostatik dan fungistatik pada konsentrasi rendah melawan mikroorganisme netral. Lemak nabati dan hewani . stabil da aktif dalam asam. f. etil para hidroksi benzoat. g.minyak dan lilin 4. asam berlemak 3. tidak menguap. kolesterol. propil para hidroksi benzoat. Bahan merkuri Penggunaannya terbatas sebagai pengawet kosmetik karena terlalu korosif dan toksis. Alkohol. alcohol berlemak.Keuntungannya adalah efektif melawan bakteri gram negatif. gliserol.

garam mineral dapat menambah menghambat. Karbohidrat dan glikosida. atau mengganti efek biologis satu sama lain. magnesium. tembaga. Protein. Contohnya lemak tumbuhan dan hewan. kalsium. seng. seperti yang diperoleh dari oksidasi dari berbagai bahan.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme 1. Fosfor. b. e. peptone. pertumbuhan dan perkembangannya tidak dapat terjadi. dan lanolin. ergosterol. Adanya bahan yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorgansime dalam kosmetik. Sumber dari karbon. Alkohol Contohnya gliserol. dan kobalt. seperti besi. Vitamin 2. baik radiasi atau kimia. Dengan tidak adanya garam mineral. f. dan klorin dibutuhkan. kalium. dan elemen lain seperti besi. manitol. alcohol lemak. hydrogen. dan sulfur. pectin. Asam lemak dan esternya. c. . Kebutuhan mineral sangat bervariasi dan. Semua mikroorganisme memerlukan sumber energi . d. Steroid Contohnya kolesterol. nitrogen. selain itu. minyak dan lilin. dextrin. a. mangan. dan asam amino. dan gula. Mineral Garam mineral selalu ada dalam lingkungan alam mikroorganisme. Contohnya Gum alam dan mucilage. dan sedikit logam lain.

air. ragi dan bakteri asam laktat tumbuh lebihbaik. yang dapat tumbuh dalam substrat yang diberikan. Fungi dapat tumbuh dalam rentang pH yang luas. 6. walaupun kecepatan pertumbuhan biasanya paling baik pada pH 6. Tidak ada organisme yang dapat tumuh pada pH di atas 9. Dalam kondisi yang sangat asam. Karena temperature tersebut merupakan temperature di mana produk kosmetik disimpan dan . dan fungi (termasuk kebanyakan tipe yang secara alami terdapat di udara. dan tanah) berada pada rentang 20˚ sampai 30˚ C. Faktor pertumbuhan Faktor pertumbuhan didefinisikan sebnagai bahan-bahan organic yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Temperatur Terdapat temperature optimum untuk pertumbuhan setiap mikroorganisme dan rentang suhu di mana setiap organisme dapat tumbuh biasanya sempit. Bakteri biasanya tumbuh paling baik dalam media yang lebih netral pH 6 – 8. Air Mikroorganisme dapat tumbuh hanya jika memiliki persediaan air yang cukup. Kelembaban memberikn pengaruh yang besar terhadap organisme yang akan tumbuh dalam suatu produk. ragi. Juga bekerja sebagai medium inert untuk system vital. Suhu optimum untuk mayoritas bakteri. pH pH memilki efek penting dalam jumlah dan tipe mikroorganisme. 4. Bahan-bahan tersebut dibutuhkan dalam proses metabolisme yaitu dalam reaksi kimia sel. 5. sebagai reaktan dalam sejumlah reaksi penting dari sel. yang mana perlu ada dalam jumlah yang sedikit.3. Beberapa fungi yang dapat memproduksi asam dapat tumbuh dalam kondisi sangat asam.

dalam produk untuk pertumbuhan mikroorganisme. korosi. Jika digunakan oleh konsumen . salep. Apakah abahan bakunya bebas dari kontaminasi mikroorganisme. Daya pengawet dari produk adalah tugas dari faktor nutrisi. Apakah produk memilliki derajat kemurnian dari bahan bakunya. dan kelembaban. 6. Bentuk sediaan produk : aerosol. dapatkah produk tersebut dikontaminasi oleh mikroorganisme 4. serbuk dan tablet. Apakah produk akan merusak mikroorganisme yang umum yang akan mengadakan kontak dengan produk. Wadah . Apakah bahan dalam produk akan menjadi tidak aktif dengan adanya sistem pengawet. penyerapan oleh wadah harus diselidiki dan dicegah. Mikroorganisme mungkin tumbuh dan . logam. Faktor yang mempengaruhi aktivitas pengawet 1. maka temperature memberikan pengaruh yang besar untuk menyediakan kondisi yang ptimum untuk pertumbuhan mikroorganisme. Kelompok ini termasuk spesies yang tumbuh dalam hewan berdarah panas. bau. pH. Akankah pemaparan oleh cahaya. interaksi bahan-bahan atau dengan peralatan produksi juga harus dicegah. 5. plastic. Perubahan kimia seperti degaradasi bahan aktif. perbedaan kelembaban. gel. kaca 3. larutan. warna . kondisi pengiriman akan merusak wadah atau kemasan. Perubahan fisik yang sering terjadi adalah peningkatan viskositas. Akankah teknik produksi dan teknik pengemasan tidak memungkinkan adanya kontaminasi 8. 2. perbedaan temperatur. Kelompok kedua dari mikroorganisme yang tumbuh pada suhu optimum 37˚ C. emulsi. dan banyak yang bersifat pathogen.digunakan. perubahan tegangan permukaan. 7.

dan berkaitan dengan sifat kosmetik. Ketika terjadi tekanan yang menunjang pada sistem. ada tiga kemungkinan yang akan terjadi (a) putusnya sistem dan mikroorganisme menjadi mati. Beberapa faktor yang mempengaruhi keterbatasan dari konsentrasi pengawet adalah kelarutan yang rendah. Konsentrasi yang semakin besar dari bahan antimikroba. biaya. Ketepatan konsentrasi pengawet akan menjadikannya lebih efektif dan lebih luas jangkauannya dalam melawan bermacam-macam mikroorganisme. serta merusak komposisi bahan. Beberapa kemampuan mikroorganisme terhadap perubahan lingkungan . toksisitas. diakobatkan oleh adanya jalur lain dari mikroorganisme atau adanya enzim yang adaptif yang kemungkinan meningkatkan resistensi obat. oleh karena itu digunakan antimikroba yang mengakibatkan pengawetan produk. Masalah ini ditujukan untuk sifat khusus dari berbagai pengawet dan sebaiknya ditegaskan terhadap perlindungan melawan mikroorganisme. Konsentrasi Konsentrasi pengawet adalah hal utama yang harus dipertimbangkan. (b) sistem berkembang atau (c) sistem berubah oleh pertolongan sendiri yang bersifat sementara atau tetap untuk keberadaannya terhadap pengaru hyang diinginkan. kemungkinan yang paling kecil adalah sistem microbial akan . konsentrasi yang cukup dari pengawet bertugas sebagai perlindungan melawan semua mikroorganisme yang ditemuinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengawet dalam kosmetik 1. Wyss(2) menunjukan bahwa mikroorganisme memiliki suatu sistem adaptasi yang kompleks untuk tetap mempertahankn kelangsungan hidupnya dalam lingkun gan yang ada.menambah kerusakan atau sistem enzimmatisnya akan merusak sistem pengemulsi.

Meskipun secara umum digunakan pengawet dalam kosmetik biasanya tidak menghasilkan peningkatan kecepatan resistensi. . 2. Peningkatan aksi germisida secara luas berlaku untuk aksi yang sinergis antara bahan pembasah dengan fenol yang tak terdisosiasi. keefektifannya tergantung pada kelarutannya dalam air. dimana derivate yang kurang larut (contohnya dengan rantai samping yang lebih panjang ) efektifitas menghambatnya lebih besar sampai kelarutannya dalam air menjadi faktor pembatas.Warna dari produk dapat berubah karena waktu. untuk larutan dapar dari bahan fenol secara umum meningkatkan aktifitas germisida.mampu untuk meningkatkan resistensi. Hubungan kelarutan Dalam kategori tertentu dari inhibitor.Kekentalannya krim berubah -Produk beraksi dengan mudah. 3. atau pemaparn cahaya .Mikroorganisme dengan tiba-tiba mencemari produk . tanpa sifat antibakteri yang dimilikinya. efek khusus adalah fungsi dari karakteristik keduanya yakni komponen fenol dan bahan aktif permukaan.Zat aktif dalam formulasinya pecah atau rusak . Perubahan yang dapat terjadi antara lain : * Bentuk emulsi . Bahan aktif permukaan Bahan aktif permukaan pada aksi germisida dari bahan fenol telah dipelajari oleh Ordal. temperatur.Minyak dalam sediaan menjadi tengik . Wilson dan Borg (33) menunjukkan bahwa penambahan bahan pembasah.

Mencegah kerusakan sehingga memperpanjang waktu penggunaan produk . bau.Sistem enzimatisnya dapat merusak sistem pengemulsi. 2. Pengawet harus efektif melawan semua jenis mikroorganisme yang menyebabkan peruraian. dan sifat lain yang berhubungan dan secara praktis harus netral sehingga tidak akan mengubah pH sediaan. korosi. . Harus bercampur. oleh karena itu digunakan antimikroba yang mengakibatkan pengawetan produk. baik internal maupun eksternal 4. Mikroorganisme mungkin tumbuh pada produk dengan penambahan pewarna dan menambah kerusakan. warna. Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan 3. rasa. Biayanya sebaiknya tidak meningkatkan harga dari sediaan di pasaran .Penambahan pengawet . warna . Harus tidak toksik. rasa.Melindungi konsumen terhadap kemungkinan infeksi karena penggunaan suatu produk. serta merusak komposisi bahan. penyerapan oleh wadah harus diselidiki dan dicegah. Perubahan yang terjadi pada produk disebabkan oleh sifat : Perubahan fisik yang sering terjadi adalah peningkatan viskositas. 5. perubahan tegangan permukaan. interaksi bahan-bahan atau dengan peralatan produksi kosmetk juga harus dicegah. Harus dicegah komungkinan terjadinya kontaminasi. ini tidak mengubah sifat sediaan yang diterima seperti bau. Syarat pengawet yang ideal yaitu : 1. . Perubahan kimia seperti degaradasi dan pemecahan bahan aktif.

Efek penghambatannya harus lama. yang kemungkinan sejumlah enzim dihambat dan asam sorbic dihasilkan sebagai H-ac……. Memiliki incompabilitas yang rendah MEKANISME AKSI PENGAWET Sorbic acid dibuat melalui hasil metabolisme asam lemak oleh mikroorganisme. coli telah dihambat sebanyak 30% oleh 37 mg/100 ml asam sorbic. 8. Pengawet harus stabil secara fisik. Ketika suatu sample terkontaminasi. Dalam persyaratan ini. Enzym sulfuhidril. Hal ini telah dikemukakan terhadap studi yang telah dilakukan terhadap potassium sorbet bahwa asam sorbet mempengaruhi degradasi karbohidrat pada siklus asam sitrat.6. dan dehidrogenase succinic dihambat dengan asam sorbic. 7. . Tidak berwarna. kimia dan mikrobiologi selama masa berlaku produk tersebut. Merk dan Vaughn (169) menemukan bahwa posforilasi oksidatif oleh E. oleh karena itu mungkin tidak terlalu tergantung pada bahan-bahan yang menguap. berbau dan berasa 11. adanya asam sorbic tidak dapat lebih menekan langkah dehidrogenasi yang dilibatkan dalam proses ini dan kemudian asam sorbic itu sendiri dimetabolisme. aspartase. Tidak mengubah range pH dari produk 10. seseorang sebaiknya hanya menggunakan pengawet yang menjamin kekuatannya untuk membunuh mikroorganisme pathogen dan nonpatogen yang berspektrum paling luas.. dimana efeknya akan menghilang setelah penguapan. Efektif pada range pH yang luas 9.

mengganggu struktur fungsi sel. Logam berat pada komponen organic maupun non organic berkombinasi dengan protein membentuk suatu rantai metal-sulfuhidryl. Dengan demikian akan saling berikatan. Meskipun lubang pada dinding sel ini dibuat untuk menyebabkan sel bakteri lebih permeable tetapi ini juga dihasilkan untuk menyebabkan suatu kerusakan pada dinding sel suatu mikroorganisme yang belum diketahui. Sebenarnya. dan etanol dibuat untuk menyebabkan kerusakan komponen dari sel bakteri dan kemudian merusaknya. . akriflafin. phenol menyebabkan kehilangan bagian-bagian sellular ke suatu tingkat yang tidak dapat lagi diprbaiki dan pada akhirnya sel akan mati. yang menyebabkan penggaraman ireversibel. Kationik menghasilkan suatu muatan positif dan bakteri menghasilkan suatu muatan negative pada dinding selnya. apa yang kemudian menyebabkan kerusakan pada dinding sel bakteri setelah proses ini belum diketahui. Pada konsentrasi tertentu. Chloro-m-xylenol juga dihasilkan dengan membuat suatu bagian yang bocor dari sell mikroba. Hal ini juga telah dikemukakan bahwa komponen-komponen ini dapat mengganggu hasil metabolisme.FENOL bergabung dengan dinding sel bakteri. Formaldehiid dibuat dari rantai metilen antara amino dan gugus hirroksil pada beberapa protein. Merkuri klorida. dan mencegah bagian sel dari kerusakan. Beberapa peneliti telah menyarankan bahwa salicylanide dan derivatnya dapat membentuk suatu ikatan hydrogen dengan polipeptida atau enzim pada mikroorganisme. Mekanisme yang serupa juga terdapat dalam aerosol. menghalangi respirasi atau memilki efek langsung terhadap system enzim dalam mikroorganisme. merthiolate.

Kebanyakan material shampo modern lebih mudah terkena serangan jamur kecuali diawetkan dengan material-material seperti ester hidroxybenzoat.Misal : fenol dan golongannya Bekerja pada dinding sel bakteri.Kation mempunyai muatan positif sedangkan bakteri muatan negative pada didnding sel kemudian satu sama lain menyerang menyebabkan kerusakan dinding sel. Pengawet dalam shampo (Modern Cosmetology volume I) Shampo dulu merupakan media yang bagus untuk pertumbuhan jamur dan bakteri. Mekanisme kerja pengawet . Kation bekerja dengan menurunkan muatan negatif apada permukaan sel dan meningkatkan adsorbsi pada surfaktan anion sehingga menimbulkan kerusakan membran sitoplasma dan membran sel. dan . tapi setelah produknya menjadi “lembut” dalam aksinya pada kulit. Fenol dengan konsentrasi tinggi menyebabkan kehilangan isi sel sedikit demi sedikit akhirnya bakteri menjadi mati .Anionic mengahsilkan aksi amtimikroba pada konsentrasi rendah terhadap kation divalent. shampo menjadi lebih lemah dalam aksinya pada bakteri. Kation dihasilkan dengan merusak muatan negative pada permukaan sel serta meningkatkan adsorpsi surfaktan kation dan mengantarkan kerusakan ini ke membrane citoplasma dan kemusian mematikan sel tersebut. menggangu fungsi biologis sel. Banyak detergen shampo dapat mendukung organisme tanpa pseudomonas. etanol bekerja dengan menyebabkan keluarnya katenol dari sel bakteri dan kemudian merusaknya .Merkuri klorida. Anionik meningkatkan aksi antimikroba dengan adanya konsentrasi rendah kationik divalen. Lebih serius pada beberapa keadaan adalah pertumbuhan bakteri dalam shampo.

Hubungan pengemulsi nonionic dengan pengawet Kationik dan anionic detergen atau surfaktan dapat meningkat sifat antiseptic dari bahan-bahan antimikroba.meskipun kelihatannya perkembangan bakteri yang luas telah beradaptasi terhadap pertumbuhannya yang pesat dalam larutan shampoo tanpa pengawet. Dilaporkan bahwa adanya interaksi antara pengawet dan beberapa surfaktan nonionic. Tween 20 dapat meningkatkan kelarutan heksan klorofen dan diklorofen pada penggunaan salep antiseptic dan lotio. Heksan klorofen dan diklorofen juga kehilangan aktifitasnya dengan adanya Tween 80. Germisida sederhana seperti formaldehid dan garam fenil merkuri sedikit berefek pada keadaan ini daripada beberapa material bahan aktif permukaan seperti fenol terhalogenasi. Kelarutan dari bakteriusidal meningkat dengan adanya Tween 80 pada heksa klorofen dalam medium cair . Juga disarangkan dengan bahwa Tween 80 bereaksi dengan antiseptic menyebabkan perubahan permeabilitas membrane sel dari mikroorganisme yang diusahakan untuk dirusak. Ditemukan bahwa para-hikroksi benzoit ketika dikombinasikan dengan surfaktan seperti Tween atau airlacerl menunjukan aktifitas penurunan aktifitas antimikroba. Bahan aktif permukaan dalam shampo dapat menghilangkan gangguan dengan aktivitas germisida. Tes ini dilakukan dengan cara mengkombinasikan tujuh bahan nonionic surfaktan dengan tiga antiseptic untuk melawan strength fungi. oleh karena itu biasanya konsentrasi yang lebih tinggi dari pengawet penting dalam shampo daripada dalam air. tapi bakteri tersebut yang dapat menghasilkan bau busuk khususnya pada larutan encer dan berselaput karena adanya pertumbuhan miselium. Bahan nonionic surfaktan mempunyai kemampuan untuk meningkatkan aktifitas antimikroba atau bahan antiseptic atau pengawet.

dengan perbandingan 1:2 juta atau 1:5 juta bisa menghambat pertumbuhan staphylococcus. Phenylmercuri nitrate 0. Phenylmercuri borate 0. Phenylmercuri acetic 0.007% 7.01% 6. Sorbic acid 0. Pada sediaan kosmetik untuk melawan jenis jamur dan kapang digunakan asam benzoat dan asam sorbit pada konsentrasi diatas 0. yaitu : 1. Metil para-hikroksi benzoat juga di inaktifkan tapi tidak seluruhnya seperti pada pengawet yang tadi.1% n-Trichloromethylmercapto-cylohexene-1. Diethylene glycol monomethyl ether (methyl Carbitol). dimana sediaan itu umumnya digunakan Tween. Deodecanolpolietilen okside atau tween 80 dapat menghambat aktifitas dari dari klorofen. Hexylene glycol 3. . 2-dicarboxamide (Vancide 89 RE). Benzalkonium chlorodium chloride 0. heksa klorofen. Konsentrasi dari pengawet sangat penting dibandingkan misel dari surfaktan. 0. namun efek masih bisa menurunkan aktifitas pengawet.2 %. bitionol larut dalam surfaktan nonionic dimana aktifitas menghambat aspergillus niger dan tricophyton rubbrum mengalami penurunan. walaupun konsentrasi yang digunakan dibawah 10-4. Pengawet ini mengalami inaktifasi. Bahan-bahan yang memiliki aktifitas pengawet.0% 8. Penil merkuri pentaklorofenokside.007% 5.04% 2. Bahan fenolik yang berikatan dengan polyester yang memilik berat molekul yang lebih tinggi menunjukkan kompleks yang lebih besar dibandingkan derajat polimerisasi yang lebih rendah. 3.0% 3.2% 4.

atau dapat dibagi menjadi sel (kemudian disebut septet) sel-sel dalam hifa ini mempunyai satu inti dalam setiap sel atau. Seperti pada nonionic menjadi lebih lipofilik akan menginaktifkan pengawet seperti pada pengurangan HLB. atau 2-metil-4. Jamur dapat memiliki filament panjang seperti benang disebut hifa. Nonionic surfaktan berefek pada dinding sel bakteri sehingga menjadi lebih resisten terhadap germisida. Hifanya masuk ke dalam substrat dan kepala spora yang . 1. PEG 2000 dan dibawahnya tidak menginaktifkan pengawet secara cepat. Penggabungan 20% germisida kuartener. hijau. Juga ditemukan 10% etil alcohol. PEG. heksanin 10x.4-butanadiol. Ukurannya kira-kira memiliki diameter 30 μ.4pentanediol menbantu mencegah inaktifasi pengawet oleh alkoksi non ionic. jika hifanya non septat maka dapat memiliki lebih dari satu inti Jamur biasanya. coklat. Organisme yang ditemukan dalam kosmetik Jamur Jamur adalah fungi yang memiliki filament dan terdistribusi secara luas di seluruh dunia dalam tanah dan air dan sebagai parasit pada tumbuhan dan hewan. kuning dan putih. Fungi berwarna hitam. Polietilen glycol ester dan alcohol lemak dengan rantai panjang mengurangi aktifitas benzal klorida menghambat bakteri gram negative. propanediol.Carbowax 4500 tidak menginaktifkan pengawet. Hifa ini kemungkinan bercabang atau tidak bercabang. atau etilcetab berdasarkan pada massa yang dimiliki nonionic akan mencegah pertumbuhan aspergillus niger dengan adanya Metil para-hikroksi benzoate. Jamur merupakan fungi uniseluler atau multiseluler. berhubungan dengan penampakan hifa (misellia) biasanya tampak seperti beludru atau seperti kapas. roccal.

tetapi dapat pula mengandung pigmen (kuninh. Ragi tidak membentuk hifa. Ragi tidak dapat membuat makanannya sendiri. Jamur paling bagus tumbuh pada bahan organik. Jamur dapat bereproduksi melalui budding atau alat seksual (sigospora) sebagaimana bentuk spora.2 – 8 (walaupun kebanyakan ragi lebih menyukai kondisi asam).5. jamur tidak akan tumbuh pada lingkungan basa atau netral . Aspergillus. merah jambu. pH harus diantara 2 – 5. merah. atau hitam). berbentuk oval atau bulat. Ragi Ragi merupakan mikroorganisme uniselluler yang tidak mengandung klorofil. pembelahan.5 – 5. memiliki dinding sel yang tebal. spora jatuh. maka spora mulai bergerminasi. hijau. Kebanyakan ragi paling baik tumbuh pada mediujm yang mengandung gula yang dapat difermentasi. Contohnya : Penicillium. dan biasanya . atau askospora. Ragi mempunyai inti dan bereproduksi dengan cara budding. dan ukuran diameter sekitar 5 μ.5 tetapi yang paling bagus untuk jamur adalah 4. dan jika spora mencapai permukaan yang lembab. dan juga vakuola lemak yang kecil. Kepala spora ini akan menjatuhkan spora atau terbuka (dalam hal sporagia). Rhizophus. Jamur yang terutama mengkontaminasi produk kosmetik adalah saprofetik. Jamur membutuhkan kelembaban dan gelap. Mucor. Ragi nonmotil. pada pH 2. jamur menyukai media dengan tekanan osmotic yang tinggi seperti cairan dengan konsentrasi garam atau gula yang tinggi. Bahan organic yang rusak. Jamur paling bagus tumbuh pada suhu kamar.besar dan tegak turus dan biasanya berpigmen akan tumbuh. dan sitoplasmanya dapat mengandung granul glikogen dan volutin. Ragi menghasilkan energi melalui disimilasi oksidatif aerobic atau melalui fermentasi anaerobic. tetapi panjangnya dapat mencapai 5-30 μ. dan karena itu harus bergantung pada tanaman tinggi dan hewan untuk mendapatkan energi.

Bacillus subtilis. tetapi kebanyakan bakteri akan mati. Bakteri memerlukan kelembaban untuk tumbuh. dan dapat dibunuh dengan temperature yang tinggi (walaupun beberapa spora dapat bertahan dalam air mendidih selama bebarpa jam). Banyak bakteri yang nati jika terpapar sinar UV atau sinat X. Contoh bakteri yang biasa ditemukan pada kosmetik adalah Acetobacter aerogenes. Ragi biasanya membutuhkan sejumlah berlebih oksigen untuk tumbuh. Contoh ragi yang biasa tumbuh pada kosmetik.2 – 7.6. pembuatan. dan pengemasan produk. walapun spora akan tahan terhadap kurangnya kelembaban. Candida.tumbuh pada suhu kamar. Serratia marcescens. Pseudomonas aeruginosa. Bakteri merupakan organisme uniseluler yang bereproduksi melalui pembelahan biner. EVALUASI PENGAWET UNTUK KOSMETIK . Alcaligenes viscosus. Zygosaccharomyces. adalah Saccharomyces. adalah 37˚ C. Staphylococcus albus. tetapi tidak semua bakteri. Cryptococcus.5 – 3 μ. tetapi ada pula spesies yang ukurannya 100 μ. Pada pH 6. dan Pseudomonas fluoroscens. sekitar 0. Achromobacter lipolyticum. Bakteri Bakteri memiliki ukuran yang cukup kecil. Bacillus pyocyaneus. Bakteri paling baik pertumbuhannya pada medium yang sedikit asam. Temperatur optimum untuk pertumbuhan bakteri yang paling baik. Penting untuk diketahui bahwa banyak mikroorganisme dengan beragam jenis dapat tumbuh pada produk kosmetik jika pemeliharaan yang baik tidak dilakukan selama formulasi. pH 7.5 kebanyakan jamur dan ragi akan bertahan. yang dipengaruhi oleh tekanan osmotic dan tegangan permukaan.

Cawan Petri yang telah berisi medium agar kemudian ditambahkan medium yang telah dicampur dengan biakan mikroba lalu ditanam pencadang yang kemudian ke dalam pencadang tersebut dimasukkan larutan antibiotic. Metode agar padat ini digunakan untuk salep antiseptic dimana seperti cara yang di atas dan bahan obat dimasukkan ke dalam suatu lubang yang dibentuk dengan menanam pencadang yang setelah diinkubasi akan diperoleh zona bening di sekitar pencadang. Metide ini digunakan untuk mendeterminasi efektivitas dari lima tife dermatofite yang menyebabkan kaki gajah pada kaki dan jempol. Metode berdasarkan zona hambat Metode ini digunakan untuk pengujian antibiotic secara rutin. Tes ini juga untuk turunan ammonium kuartener. 2. Difusi agar telah digunakan untuk mengevaluasi aktivitas dari bahan-bahan antibakteri dan antifungi. Tes untuk mengevaluasi bahan fungisidal secara invitro. Tes ini adalah untuk mengetahui aktivitas germisidal dari desonfektan yang dibandingkan dengan fenol murni. Segmen dari miselium dibiakkan dalam medium agar kemudian larutan bahan antifungi dipindahkan pada medium agar dan diinkubasi untuk mengetahui ada atau tidaknnya pertumbuhan mikroorganisme. Karena hasil dari metode ini dapat rancu atau salah pada pelaksanaannya maka dilakukan dilusi test. Hasil pengamatan . Terjadi hubungan antara diameter zona hambatan dengan konsentrasi yang menggambarkan dosis antibiotic.Empat metode yang digunakan untuk mengevaluasi bahan anti mikroba pada saat ini : 1. Metode berdasarkan waktu mematikan Metode ini memiliki kesamaan dengan pengujian koefisien fenol pada Salmonella thyposa dan Micrococus virogenis atau varietas yang lain.

Metode ini dilakukan berdasarkan penentuan nilai MIC yakni konsentrasi minimum yang masih dapat menghambat pertumbuhan mikroba. 4. Metode berdasarkan fraksional penghambatan pertumbuhan Hal ini telah dihitung secara statistic bahwa konsentrasi obat yang cukup untuk menyebabkan efek yang dapat diukur dalam satu bagian populasi adalah rentan terhadap pengukuran yang lebih tepat daripada jumlah yang dibutuhkan untuk memberikan efek dalam semua populasi . Suatu desinfektan diharapkan untuk membersihkan daerah dari semua bagian vegetatif organisme. Metode berdasarkan pencegahan pertumbuhan Metode ini luas dibandingkan dengan metode berdasarkan fraksional penghambatan pertumbuhan. 3.diperoleh dengan cara mengukur zona hambatan dan dilanjutkan dengan perhitungan statistic. . Lamanna dan Malette telah mendiskusikan tentang metode ini.