MODEL KEPERAWATAN JIWA PSIKOANALISA ( SIGMUND FREUD

)

Untuk Memenuhi tugas Mental Health Nursing

Disusun Oleh: Eka Kresnawati Yeni Wijanarko Maulan Agung Nugroho Rizal Septian Hendri Edi Hermawan Rusmawati ( 115070209111041 ) ( 115070209111042) ( 115070209111043) (115070209111044) (115070209111045) (115070209111046)

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

semua wanita yang memperlihatkan perilaku seperti gangguan penglihatan dan wicara.juga . Freud menyimpulkan bahwa banyak masalah timbul akibat trauma masa kanak-kanak atau gagal menyelesaikan tugas perkembangan psikoseksual. Latar Belakang Sejarah Teori Psikoanalisa Teori psikoanalis dikembangkan oleh sigmund Freud (1856-1939) pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Vienna. Banyak praktisi psikoanalisis dan ahli teori tercatat lainnya memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan ini. Gejala ini tidak memiliki dasar fisiologi atau penyebab dan dengan demikian dianggap perilaku neurotik atau “histeris” wanita. tetapi Freud adalah perintis yang tidak sependapat dengan banyak teori psikoanalisis Freud kemudian mengembangkan teori dan gaya terapi mereka sendiri. tempat Freud menghabiskan sebagian besar hidupnya. Freud mengembangkan ide dan penjelasan awal tentang perilaku manusia dari pengalamannya meneliti beberapa klien. dan paralisis ekstrremitas. Kebutuhan dan perasaan seksual yang tidak terpenuhi .MODEL KEPERAWATAN JIWA PSIKOANALISA ( SIGMUND FREUD) I. ketidakmampuan untuk makan. Setelah lama meneliti wanita tersebut.

( Gunarsa. Psikoanalisis dalam arti ini bersifat praktis dan harus dibedakan dari teori-teori yang tentu diandaikan olehnya. Kedua. Dalam arti kata ini. menurut istilah yang dibentuk freud sendiri.tahap prasadar.peristiwa trauma. Dengan catatan. Teori psikoanalis mendukung gagasan bahwa semua perilaku manusia ada penyebabnya dan dapat dijelaskan (teori determanistik). DEFINISI Psikoanalisa adalah sebuah model perkembangan kepribadian. ) Pertama. tapi seluruhnya berlangsung dalam cakrawala bahasa : percakapan pasien dengan analisnya. psikoanalisis adalah ‘metapsikologi”. Perilaku histeris atau neurotik timbul akibat konflik yang tidak selesai. psikoanalisi dipakai untuk mengobati pasien neurosis. Dengan “topografi” dimaksudkan kenyataan bahwa psike manusia terdiri dari beberapa instansi. ketegangan yang ada kaitannya dengan ingatan yang ditekan. meskipun kata “pengobatan” disini sebetulnya tidak pada tempatnya. Mula-mula Freud menujukkan sebagai instansi dalam tahap sadar.tahap tak sadar. ingatan mengenai hal-hal traumatik dari pengalaman seksual pada masa kecil. bahwa tiga . dan metode terapi psikoanalisis Freud. Pengalaman awal meneliti klien wanita membentuk dasar teori. Sebagai metapsikologi. psikoanalisis adalah teori dinamis tentang nauri-naluri yang didasarkan atas topografi dan pandangan ekonomis. Psikoanalisa sebagai teori dari psikoterapi berasal dari uraian freus bahwa gejala neurotik pada seseorang timbul karena tertahannya ketegangan emosi yang ada. sejauh terapi ini sama sekali tidak menggunakan obat-obatan. Freud yakin bahwa banyak perilaku manusia dimotiasi oleh impuls dan naluri seksual yang direpresi. KONSEP MODEL PSIKOANALISA A. Psikonalisis adalah terapi atau metode psikoterapeutis. keyakinan. filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi. II. direpresi (dikeluarkan dari alam sadar).

Freud membedakan antara “ isi mimpi yang terang ( the manifest content of the dream ) dan pikiran-pikiran mimpi yang tersembunyi ( the latent dream thoughts). Ketiga. suatu hermeneutika. sedangkan massa yang jauh lebih besar di bawah permukaan air menggambarkan daerah ketidaksadaran (Koswara. yaitu: . Tingkat Kehidupan Mental Menurut freud dalam buku Theorys of Personality (Feist. KONSEP. yakni alam bawah sadar sesungguhnya dan ambang-kesadaran (preconscious). Freud membandingkan jiwa dengan gunung es dimana bagian lebih kecil yang muncul di permukaan air menggambarkan daerah kesadaran. Kemudian Freud membedakan dalam tiga instansi termahsyur yaitu Id. Alam kesadaran terbagi dalam tiga tingkatan. karen atahap sadar dan tahap prasadar menurut Freud termasuk sistem yang sama. Bagi freud kepribadian manusia berhubungan dengan alam kesadaran (awareness). Latipun (2010.KONSEP UTAMA TEORI PSIKOANALISA 1. Di dalam daerah ketidaksadaran itu ditemukan dorongan-dorongan. ide-ide. Alam sadar sendiri memiliki dua lagi tingkatan yang berbeda. 47) menyatakan bahwa tingkat kehidupan mental dapat disebut juga teori topografi yaitu merupakan teori psikonalisis yang menjelaskan tentang kepribadian manusia yang terdiri dari sub-subsistem.Superego. dan perasaan-perasaan yang ditekan. psikoanalisis adalah cara penafsiran.tahap ini menunjukkan dua sistem saja. 1991: 60). nafsu-nafsu. B. Feist. 2008: 22).Ego. kehidupan mental dibagi menjadi dua tingkatan yaitu alam bawah sadar (unconscious) dan alam sadar (conscious). Jess dan Gregory J.

menyadari dan merasakan sesuatu secara sadar. karena segenap pikiran dan perasaan yang dialami sepanjang hidupnya yang tidak dapat disadari lagi akan tersimpan didalamnya. 3. Alam prasadar yaitu bagian dasar yang menyimpan ide. Alam sadar adalah bagian kesadaran yang memiliki fungsi mengingat. kepribadian dipandang sebagai stuktur yang terdiri dari tiga unsur atau sistem. Struktur Kepribadian Dalam teori psikoanalisa. id adalah sistem yang bertindak sebagai penyedia atau atau penyalur energi yang dibutuhkan oleh sistem-sistem tersebut untuk operasi-operasi atau kegiatan-kegiatan yang dilakukannya. Untuk dua sistem yang lainnya.2008) . dan tidak mematuhi aturan atau konvensi sosial. Alam sadar ini memiliki ruang yang terbatas dan saat individu menyadari berbagai rangsangan yang ada di sekitar kita. Merupakan bagian sifat individu yang mencerminkan naluri dasar atau bawaan. 2. ingatan dan perasaan yang berfungsi mengantarkan ide. Ketiga unsur atau sistem tersebut adalah sebagai berikut : Id  Id (istilah Freud: das Es) adalah sistem kepribadian yang paling dasar. ingatan dan perasaan tersebut ke alam sadar jika kita berusaha mengingatnya kembali. (Videbeck. yaitu id. Id mencari kesenangan instan.1. 2. dan superego (Supratiknya. menyebabkan perilaku impulsif dan tidak dipikirkan. ego. sistem yang didalamnya terdapat naluri-naluri bawaan. agresi dan impuls seksual. 1993: 32). Alam bawah sadar adalah bagian dari dunia kesadaran yang terbesar dan sebagian besar yang terpenting dari struktur psikis. seperti perilaki mencari kesenangan.

Apabila dikaitkan dengan contoh orang yang sedang lapar. Ego merupakan kekuatan pengimbang atau penengah antara id dan superego. serta harapan sosial dan orang tua. Menurut Freud. Superego merupakan bagian sifat individu yang mencerminkan konsep moral dan etis. superego secara langsung berlawanan dengan id. (Videbeck. berpengaruh. superego terbentuk melalui internalisasi nilainilai atau aturan-aturan oleh individu dari sejumlah figur yang berperan. atau berarti bagi individu tersebut seperti orang tua dan guru (Supratiknya. maka bisa diterapkan bahwa ego bertindak sebagai penunjuk atau pengarah kepada orang yang sedang lapar ini kepada makanan. 3. Dinamika Kepribadian • Dorongan-Dorongan ( Drives ) . dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan. nilai.2008)  Superego Superego (istilah Freud: das Ueberich) adalah sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai dan aturan-aturan yang sifatnya evaluatif (menyangkut baik-buruk). Oleh karena itu. Ego Ego adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada dunia objek dari kenyataan. 1993: 35).

Dorongan memiliki bentuk energy psikisnya sendiri : Freud menggunakan kata Libido untuk energy dorongan seksual. dan agresif. adalah mengembalikan organism pada kondisi anorganis. menurut Freud. Sebagai contoh. dan masokhisme. Namun. Fleksibilitas objek seksual atau pribadi seksual dapat mengenakan samara Eros yang lebih jauh. Namun.Menurut Freud ( 1933/1964 ) dalam buku Theorys of Personality (Feist.  Agresi Tujuan dari dorongan destruktif. seperti Narsisisme. cinta. Dua yang terakhir ini memiliki komponen dorongan agresif. seorang bayi yang dipaksa terlalu cepat untuk lepas dari putting ibunya sebagai objek seksual mungkin akan menggantinya dengan jempol tangan sebagai objek kesenangannya. sadisme. Dorongan-dorongan ini berakar dalam Id. Objek erotis dapat ditransformasikan atau dipindahkan dengan mudah. jalan untuk mencapai tujuan ini bisa beragam. Feist. seks sendiri dapat mangambil banyak bentuk yang lain. beragam dorongan dapat dikelompokkan menjadi dua kubu utama : seks atau Eros. kesenangan ini tidak terbatas hanya pada kesenangan genital semata. mereka tunduk pada pengontrolan Ego. Dorongan agresif juga menjelaskan . 2008: 29). distraksi atau Thanatos. Seks  Tujuan dari dorongan seksual adalah kesenangan namun. Tujuan akhir dorongan seksual ( pengurangan tegangan seksual ) tidak dapat diubah namun. Jess dan Gregory J. energy bagi dorongan agresif masih belum dinamainya. Namun.

majikan. • Kecemasan ( anxiety ) Kecamasan adalah suatu keadaan tegang yang memotivasi kita untuk berbuat sesuatu.kebutuhan atas penghalang-penghalang yang sudah dibangun manusia untuk mengendalikan agresi. 2. Kecemasan Neurotis Kecemasan neurotis adalah ketakutran terhadap tidak terkendalinya naluri-naluri yang menyebabkan seseorang melalkukan suatu tindakan yang bisa mendatangkan hukuman bagi dirinya sendiri. Kecemasan ini bersal dari konflik antara ego dan superego. atau figure otoritas lain. Kecemasan moralistis contohnya. disertai sebuah sensasi fisik yang memperingatkan seseorang terhadap bahaya yang sedang mendekat. Kecemasan Moralistis Kecemasan moralistis adalah katekutan terhadap hati nurani sendiri. Namun. akan muncul dari godaan seksual jika seorang anak percaya bahwa menyerah pada godaan akan membuat dirinya keliru secara moral. dan sangat terasa kekuatannya. Ada tiga macam kecemasan : 1. Freud ( 1933/1964 ) menekankan bahwa ini adalah kondisi yang tidak menyenangkan. bersifat emosional. kecemasan moralistis juga bisa muncul akibat kegagalan untuk bersikap secara konsisten dengan apa yang dianggap . Contohnya adalah seseorang akan mengalami kecemasan ini karena kehadiran seorang guru. Contohnya perintah seperti “kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri”.

contohnya jika sepeda motor kita tiba-tiba terpeleseta dan lepas kendali di atas sebuah jalan tol yang bersalju. Contohnya. konsep kunci tentang “kecemasan” yang dimiliki manusia dapat digunakan sebagai wahana pencapaian tujuan bimbingan. Contohnya.benar secara moral. III. dan taraf kecemasannya sesuai dengan derajat ancaman yang ada. Konsep ini dapat dikembangkan dalam proses bimbingan. 1933/1945 ). mampu memilih. 3. kita dapat mengalami kecemasan realistis ketika berkendara di lalu lintas yang padat dan bergerak cepat di sebuah kota yang belum kita kenal. memutuskan dan merencanakan hidup secara bijaksana. Kecemasan Realiatis Kecamasan realistis adalah ketakutan terhadap bahaya dari dunia eksternal. mampu mengembangkan kemampuan dan kesanggupan. sebuah mimpi kecemasan yang memberi sinyal kepada sensor kita mengenai bahaya yang sedang mendekat akan mengambil bentuk samaran imaji-imaji mimpi sebaik-baiknya. yakni membantu individu supaya mengerti dirinya dan lingkungannya. Kecemasan realistis ini berbeda dari rasa takut karena rasa takut tidak perlu malibatkan suatu objek spesifik yang menakutkan. konsep kunci bahwa ”manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan”. dengan melihat hakikatnya manusia itu memiliki kebutuhankebutuhan dan keinginan-keinginan dasar. contohnya gagal merawat orang tua yang sudah lanjut usia. memecahkan masalah yang . Kecemasan berfungsi sebagai mekanisme penjagaan ego karena dia memberi sinyal bahwa bahaya tertentu sedang mendekat ( Freud. Aplikasi Teori Psikoanalisa Pertama. Kedua.

baik sebagai materi maupun pendekatan. konsep Freud tentang “ketidaksadaran” dapat digunakan dalam proses bimbingan yang dilakukan pada individu dengan harapan dapat mengurangi impuls-impuls dorongan Id yang bersifat irrasional sehingga berubah menjadi rasional. . konsep psikolanalisis yang menekankan pengaruh masa lalu (masa kecil) terhadap perjalanan manusia.dihadapi dalam kehidupannya. Konsep ini memberi arti bahwa materi. Keempat. karena pada setiap tahapan itu memiliki karakter dan sifat yang berbeda. teori Freud tentang “tahapan perkembangan kepribadian individu” dapat digunakan dalam proses bimbingan. Oleh karena itu konselor yang melakukan bimbingan haruslah selalu melihat tahapan-tahapan perkembangan ini. Ketiga. Norma-norma ini tidak bisa datang sendiri. sosial dalam masyarakatnya. namun dalam beberapa hal konsep ini sesuai dengan konsep pembinaan dini bagi anak-anak dalam pembentukan moral individual. akan tetapi melalui proses interaksi yang panjang dari dalam lingkungannya. metode dan pola bimbingan harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan kepribadian individu. bila ingin bimbingannya menjadi efektif. Dalam sistem pembinaan akhlak individual. mampu memahami dan bertindak sesuai dengan norma agama. Walaupun banyak para ahli yang mengkritik. Islam menganjurkan agar keluarga dapat melatih dan membiasakan anak-anaknya agar dapat tumbuh berkembang sesuai dengan norma agama dan sosial. Kelima. mampu mengelola aktivitasnya sehari-hari dengan baik dan bijaksana.

Jakarta: PENERBIT ERLANGGA Feist. (2008). Ruth. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Fudyartanta. Jess dan Gregory J. (2001). Psikologi Kepribadian Freudianisme. Feist. Yogyakarta: Zenith Publisher . (2005).DAFTAR PUSTAKA Berry. Freud A Beginner’s Guide. Theories of Personality.

(2010). Singgih. Psikologi Konseling. (1993). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press Koswara. Dr. Dr.L. Yogyakarta: Kanisius Videbeck. Jakarta : Gunung Mulia. A. Dasar dan Teori Perkembangan Anak. . Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Teori-Teori Kepribadian. E. Latipun. (1991). Konseling dan psikologi.2007.2008. Psikologi Kepribadian 1 Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Gunarsa. Bandung: PT. Singgih.Gunarsa. Jakarta : EGC. Jakarta : Gunung Mulia. ERESCO Supratiknya. Sheila.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful