Demam Berdarah Dengue (DBD)/ Dengue Haemorrhagic Fever (DHF

)

Tiara Nugraeni 11.2011.103

 Suatu

penyakit infeksi yang disebabkan

oleh virus dengue dengan manisfestasi klinis demam, nyeri otot atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis

hemoragik.

Demam berdarah dengue tersebar di wilayah Asia tenggara, Pasifik Barat, dan Karibia. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayahnya.

Insiden DBD di Indonesia antara 6 hingga 15 per 100.000 penduduk (1989-1995); dan pernah meningkat tajam hingga 35 per 100.000 penduduk pada tahun 1998, sedangkan mortalitas DBD cenderung menurun hingga mencapai 2% pada tahun 1999.

Di

negara-negara
pada

wilayah
peralihan

tropis.
musim

DBD
banyak

umumnya
terdapat

meningkat

genangan air bersih yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypty.

Daerah yang terjangkit demam berdarah dengue pada
umumnya adalah kota/wilayah yang padat penduduk. Rumah-rumah jarak yang saling berdekatan 100 memudahkan Hubungan penularan penyakit ini, mengingat nyamuk Aedes aegypti terbangnya yang maksimal baik antar meter. transportasi daerah memudahkan

penyebaran penyakit ini ke daerah lain

.

DEN-4 Serotipe DEN-3 paling banyak dan menunjukkan manifestasi klinis yang berat . famili Flaviviridae   4 jenis serotipe : DEN-1.  Virus dengue Termasuk dalam kelompok B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus. DEN-3. DEN-2.

kaki. dan sayap Metamofosis sempurna (telur-larva-pupa-nyamuk dewasa) Antropofilik Tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti adalah: Penampungan air sehari-hari Penampungan air alami • • . Nyamuk Aedes aegypti (vektor utama) dan Aedes albopictus (vektor sekunder)      Nyamuk dewasa betina (menghisap darah) Berwarna hitam dengan bintik putih di seluruh badan.

Host Jml penderita mobilisasi dan paparan Vektor Perkembangbiakan Kebiasaan menggigit Kepadatan transportasi Lingkungan Curah hujan Suhu Sanitasi Kepadatan penduduk .

Agregasi trombosit Aktivasi koagulasi .  Secondary heterologous dengue infection Sebagai akibat infeksi sekunder oleh tipe virus dengue yang berlainan pada seorang pasien : respons antibodi anamnestik  titer tinggi antibodi IgG antidengue replikasi virus dengue  virus dalam jumlah yg banyak Hal ini akan mengakibatkan terbentuknya virus kompleks antigen-    antibodi (virus antibody complex) yang selanjutnya akan mengakibatkan :    Aktivasi sistem komplemen.

INFEKSI SEKUNDER VIRUS DENGUE YANG BERBEDA Virus bereplikasi Reaksi anamnestik antibodi Kompleks virus-antibodi Agregasi frombosit Gangguan fungsi trombosit Aktivasi koagulasi Aktivasi komplemen Plasmin Anafilatoksin Pelepasan trombosit faktor III Penghancuran trombosit oleh RES Aktivasi factor hageman Rangsang koagulasi intravaskular Rangsang sistem kinin Trombositope nia Faktor pembekuan menurun Kinin Produk digradasi fibrin  Permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat Perdarahan yang berlebihan Shock .

nyeri otot. .       Demam tinggi menetap 2-7 hari. Mual muntah.nyeri perut dan nyeri dibelakang mata terutama pada saat digerakan. Timbul ruam merah halus sampai petekiae Laboratorium terdapat leukopenia hingga trombositopenia. nyeri sendi. Tidak ada tanda-tanda kebocoran plasma.nyeri tulang.tidak nafsu makan. kadang bersifat bifasik Muka kemerahan ( flushing face) Nyeri seluruh tubuh :nyeri kepala.

DBD (Demam Berdarah Dengue) 1. bersifat bifasik. asites. Demam akut 2-7 hari. Trombositopenia < 100. Manifestasi perdarahan     Uji tourniquet positif petekia. ekimosis. hipoproteinemia . 2. Tanda Kebocoran plasma:    peningkatan Ht >20% penurunan Ht >20% post terapi cairan efusi pleura.000/ul 4. dan tempat bekas suntikan Hematemesis atau melena 3. saluran cerna. atau purpura Perdarahan mukosa.

PAHO: Washington . 1994: 12.25 cm²) Source: Pan American Health Organization: Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever: Guidelines for Preve ntion and Control.Inflate blood pressure cuff to a point midway between systolic and diastolic pressure for 5 minutes Positive test: 20 or more petechiae per 1 inch² (6.. This slide demonstrates what a typical positive result from a tourniquet test may look like. This patient has more than 20 petechiae per square inch. .C. D.

Gejala yang timbul sesuai dengan keadaan syok :    Pasien tampak gelisah Akral dingin dan pucat. penurunan tekanan nadi (<20mmHg). nadi cepat dan lemah. .Biasa terjadi pada saat atau segera setelah suhu turun biasanya antara hari ke-3 sampai hari ke-7 . kulit lembab Hipotensi.

kontinu. Fase kritis ialah hari ke 3-5.Kurva suhu DBD  Diawali dengan demam tinggi mendadak. bifasik. . berlangsung 2-7 hari. Pada hari ke-3 mulai terjadi penurunan suhu namun perlu hati-hati karena dapat sebagai tanda awal syok. naik-turun.

tidak ada kebocoran plasma Trombositopenia dengan kebocoran plasma Trombositopenia dengan kebocoran plasma DBD 3 DBD 4 Trombositopenia dengan kebocoran plasma . lembab dan gelisah) Gejala di atas dengan syok (BP tidak terukur dan nadi tidak teraba Leucopenia Trombositopenia.DD/DBD DERAJAT GEJALA LABORATORIUM DD DBD DBD 1 2 Demam disertai 2/> gejala DD Gejala di atas dengan RL positif Gejala di atas dengan pendarahan spontan Gejala di atas dengan kegagalan sirkulasi (kulit dingin.

    Leukosit : dapat normal atau menurun Trombosit : umumnya terdapat trombositopenia hari ke-3 sampai ke-8 Hematokrit : kebocoran plasma dibuktikan dengan ditemukannya peningkatan hematokrit >20% dari hematokrit awal . umumnya dimulai dari hari ke-3 demam Protein atau albumin : dapat terjadi hipoproteinemia akibat kebocoran plasma .

APTT. Fibrinogen.     Hemostatis : dilakukan pemeriksaan PT. D-Dimer. atau FDP pada keadaan yang dicurigai terjadi pendarahan atau kelainan pembekuan darah SGOT-SGPT dapat meningkat Ureum dan kreatinin meningkat jika ada didapat kelainan fungsi ginjal Elektrolit : sebagai parameter pemantauan pemberian cairan Golongan darah : bila akan diberikan transfusi darah .

Peningkatan hematokrit ini merupakan manisfestasi hemokonsentrasi yang terjadi akibat kebocoran plasma ke ruang ekstravaskuler. .  Nilai hematokrit biasanya mulai meningkat pada hari ketiga dari perjalanan penyakit dan makin meningkat sesuai dengan proses perjalanan penyakitnya.

tapi kemudian kadarnya akan naik mengikuti peningkatan hemokonsentrasi dan merupakan kelainan hematologi paling awal ditemukan pada Demam Berdarah Dengue. Kadar Hb pada hari-hari pertama biasanya normal atau sedikit menurun. .

. Gambaran sumsum tulang pada awal fase infeksi (<5 hari) menunjukan keadaan hiposeluler dan supresi megakariosit.  Trombositopenia pada infeksi dengue terjadi melalui mekanisme supresi sumsum tulang dan destruksi serta pemendekan masa hidup trombosit. Setelah keadaan tadi tercapai akan terjadi peningkatan proses hematopoesis termasuk megakariopoesis.

meningkat sampai minggu ke-3. IgG mulai terdektesi pada hari ke-14. Serologi : IgM dan IgG anti-dengue   IgM terdektesi mulai hari ke-3-5. pada infeksi sekunder IgG mulai terdektesi pada hari ke-2. Ig M + + Ig G + Interprestasi Infeksi primer Infeksi sekunder - + - Tersangka Infeksi sekunder Tidak ada infeksi . menghilang setelah 60-90 hari IgG pada infeksi sekunder.

terutama pada hemitoraks kanan dan pada keadaan kebocoran plasma hebat.Foto rontgen dada  foto toraks PA tegak dan lateral dekubitus kanan dapat dilakukan untuk melihat ada tidaknya efusi pleura. USG  Untuk mendeteksi asites dan efusi pleura . efusi dapat ditemukan pada kedua hemitoraks.

the degree of plasma leakage may be quantified by means of the pleural effusion index.Here we see a right lateral decubitus X-ray showing a large pleural effusion. divided by the maximal width of the right hemithorax. typical of DHF the day after defervescence. with the patient resting on the right side. The pleural effusion index is calculated as 100 times the maximum width of the right pleural effusion. . When the chest X-ray is taken in this position.

Meskipun demikian semua pasien harus diobservasi terhadap komplikasi yang dapat terjadi selama 2 hari setelah suhu turun.Demam dengue Pasien DD dapat berobat jalan. tidak perlu dirawat.  Obat antipiretik atau kompres hangat diberikan apabila diperlukan. dianjurkan pemberian parasetamol. jumlah trombosit dan hematokrit sampai fase konvalesen. selama masih demam. Pada fase demam Pasien Dianjurkan:  Tirah baring. saat suhu turun pada umumnya merupakan tanda penyembuhan.  Dianjurkan pemberian cairan dan elektrolit per oral serta makanan lunak  Monitor suhu. Pada pasien DD.  Untuk menurunkan suhu menjadi < 39°C. .

Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) bersama dengan Divisi Penyakit Infeksi Dan Tropik Dan Divisi Hematologi Dan Onkologi FKUI menyusun 5 protokol penatalaksanaan Demam berdarah dengue pada pasien dewasa berdasarkan kriteria :  Penatalaksanaan yang tepat dengan rancangan tindakan yang dibuat sesuai atas indikasi   Praktis dalam pelaksanaannya Mempertimbangkan cost effectiveness .

Penanganan Tersangka (probable) demam berdarah dengue dewasa tanpa syok .Protokol I.

Pemberian cairan pada Tersangka (probable) demam berdarah dengue Dewasa diruang rawat *volume cairan kristaloid per hari yang diperlukan.Protokol II. sesuai rumus berikut : 1500+(20x(BB dalam kg -20)) Cth volume rumatan untuk BB 55kg : 1500+(20x(55-20))=2200ml .

Ht dan trombosit dilakukan tiap 12jam  Bila HB. Ht meningkat >20% dan trombosit <100. Setelah pemberian cairan dilakukan pemeriksaan Hb. Ht meningkat 10-20% dan trombosit <100.000 maka pemberian cairan sesuai dengan protokol penatalaksanaan DBD dengan peningkatan Ht>20% .000 jumlah cairan tetap seperti rumus di atas tetapi pemantauan Hb. Ht tiap 24jam :  Bila HB.

Protokol III. Penatalaksanaan demam dengue dengan Peningkatan Ht>20 % berdarah .

perdarahan otak atau perdarahan tersembunyi dengan jumlah perdarahan 4-5 cc/ KgBB/jam. Pemberian heparin (tanda koagulasi intravaskular diseminata) tranfusi komponen darah sesuai indikasi (FFP. Ht.  Jumlah dan kecepatan pemberian cairan tetap seperti keadaan DBD tanpa syok lainnya    Pemeriksaan Hb.Protokol IV. Penatalaksanaan Perdarahan spontan pada demam berdarah dengue dewasa  Perdarahan spontan dan masif pada penderita DBD dewasa adalah epistaksis yang tidak terkendali walaupun telah diberikan tampon hidung. hematuria. PRC. trombosit) . trombosit sebaiknya diulang setiap 4-6 jam. perdarahan saluran cerna (hematemesis dan melena atau hematoskezia).

. Tatalaksana sindroma syok dengue pada dewasa.Protokol V.

. sakit kepala. malaise. dan kadangkadang sakit perut dan konstipasi atau diare. Demam tifoid     Penyakit infeksi kuman Salmonella typhi Penularan : makanan / minuman yang terkontaminasi feses Masa inkubasi : 10-14 hari. sakit tenggorokan.1. kedinginan. batuk. Gejala awal : demam (peningkatan suhu hingga 40◦C) terutama sore atau malam hari.

tepi hiperemis. . limfositosis relatif. Tanda penting : lidah tifoid ( tengah kotor. nyeri tekan/spontan pada perut di daerah kanan bawah. Mungkin terdapat anemia dan trombositopenia ringan. Pada pemeriksaan darah tepi dapat ditemukan leukopenia.

 Malaria Malaria adalah penyakit menular yang dapat bersifat akut maupun kronik. ovale. disebabkan oleh protozoa intraselular obligat Plasmodium falciporum. vivax. Penularan juga dapat terjadi melalui tranfusi darah. P. malariae yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Masa inkubasi 1-2 minggu.2. transplantasi organ.   . tetapi kadang-kadang lebih dari setahun. dan transplasenta. P. dan P.

. splenomegali. malaise. bersifat intermitten yaitu demam dengan suhu badan yang mengalami penurunan ke tingkat normal selama beberapa jam dalam satu hari diantara periode kenaikan demam.   Gejala malaria yaitu demam. keringat banyak. mialgia. dan dehidrasi. muntah. nyeri tulang. Periode timbulnya demam tergantung pada jenis plasmodium yang menginfeksi. mual. pusing. Pada malaria juga dapat ditemui hepatomegali. ikterus. diare ringan. Peningkatan suhu dapat mencapai 40 derajat. anemia. sakit kepala. Pada pemeriksaan laboratorium umumnya ditemukan pansitopenia. anoreksia. menggigil.

muntah. nyeri abdomen. Masa inkubasi diantara 2-4 hari dan bersifat self-limiting dengan gejala akut (demam onset mendadak (>40°C). Chikungunya   Infeksi arbovirus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. malaise. mual. sakit kepala. kadang timbul ruam. perdarahan juga jarang terjadi) berlangsung 3-10 hari. limfadenopati.3. . nyeri sendi (sendi-sendi dari ekstrimitas menjadi bengkak dan nyeri bila diraba. sakit tenggorokan.

pengobatan bersifat suportif untuk demam dan nyeri (analgesik dan antikonvulsan). Kejang demam bisa terjadi pada anak. Sisa arthralgia suatu problem untuk beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah fase akut. Belum ada terapi spesifik yang tersedia. .

Ensefalopati dengue    komplikasi syok yang berkepanjangan dengan pendarahan. dapat disertai kejang atau tidak. Bisa terjadi penurunan kesadaran menjadi apatis atau somnolen. atau pendarahan dapat menyebabkan ensefalopati. hiponatremia. . Ensefalopati DBD bersifat sementara. tetapi juga dapat terjadi pada DBD yang tidak disertai syok. Gangguan metabolik seperti hipoksemia.

sebagai akibat syok yang tidak teratasi dengan baik.Kelainan Ginjal Gagal ginjal akut umumnya terjadi pada fase terminal. Untuk mencegah gagal ginjal maka setelah syok diobati dengan menggantikan volume intravaskuler. .

Oedem Paru   Oedem paru merupakan komplikasi yang penting yang mungkin terjadi akibat pemberian cairan yang berlebihan. biasanya tidak menyebabkan udem paru. karena perembesan plasma masih terjadi. Pemberian cairan pada hari sakit ketiga sampai kelima sesuai panduan yang diberikan. .

. apabila cairan yang diberikan berlebih ( kesalahan terjadi bila hanya melihat penurunan hemoglobin dan hematokrit tanpa memperhatikan hari sakit ). pasien akan mengalami distress pernapasan.dan ditunjang dengan gambaran udem paru pada foto rontgen dada. disertai sembab kelopak mata. Tiap pada saat terjadi reabsorpsi plasma dari ruang ekstravakuler.

Sepsis  Akibat penggunaan jalur intravena yang terkontaminasi. Syok hingga kematian  Terjadi akibat penanganan yang tidak adekuat. .

2. Hal-hal yang harus dilakukan untuk agar terhindar dari penyakit demam berdarah.Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah. olahraga rutin. Pencegahan utama demam berdarah mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. seperti makan makanan bergizi. dan istirahat yang cukup 1. . sebagai berikut:  Melakukan kebiasaan baik. 3.

 Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M  Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk  Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi . sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air.

.

.

. Tergantung kepada derajat DBD dan penanganannya.

SEKIAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful