ISLAM HARI INI DAN PENGERTIAN RIBA

November 14, 2007 · by Abdullah · in Demi Masa, Dinar Emas, Dinar-Dirham, DinarDirham and Muamalat, Dirham Perak, Emas Dan Perak, Gold and Silver, ISLAM, Paguyuban, Perdagangan islam, Sejarah

Sumber: Islam Hari Ini Tulisan ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang menjadi sumber persoalan sesungguhnya dari Islam hari ini yang terjadi ditengah masyarakat muslim Indonesia (Nusantara) khususnya dan dunia pada umumnya, yang mudah-mudahan dapat menjadi jawaban, sebelumnya saya menyampaikan terimakasih dan hormat saya kepada guru saya yang telah membukakan banyak hal untuk memahami hal ini dari hati sehingga dapat di amalkan secara bersama. APA ITU RIBA Allah subhana wa ta‟ala dan Rasulullah salallaahu alayhi wasallam dengan jelas mengharamkan riba-yakni termasuk menetapkan dan mengambil bunga: Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), „Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,‟ padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba),maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.

44. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran.“Jika seseorang meminjamkan sesuatu. Transaksi yang dicirikan dengan suatu pernyataan ‟Beri saya kelonggaran (dalam pelunasan) dan saya akan tambahkan (jumlah pengembaliannya) 2.‟ Kelebihan ini mengacu pada dua hal: 1. dan selalu berbuat dosa. bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.95 Abdullah ibn Mas‟ud meriwayatkan bahwa Rasulullah salallaahu alayhi wasallam melaknat mereka yang menerima.Orang yang mengulangi (mengambil riba).44. bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan taatilah Allah dan Rasul. kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.1249. Penjualan yang dicampuraduk dengan utang. yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. itu adalah riba. mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. biarkan kondisi satu-satunya yang dilunasi. mereka kekal di dalamnya. dan 2. Meski hanya segenggam rumput.” Al-Muwatta Imam Malik : 31. dalam bukunya „Ahkamul Qur‟an‟ memberi definisi sebagai: „Setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai-tandingnya (nilai barang yang diterimakan). supaya kamu diberi rahmat. 4. Penjualan dengan penundaan pembayaran yang terlarang. maka bagimu pokok hartamu. yang membayar. Dan peliharalah dirimu dari api neraka. Penjualan dengan penambahan yang terlarang. mereka tak boleh menetapkan perjanjian lebih dari itu.Tambahan keuntungan yang berasal dari peningkatan yang tidak dapat dibenarkan dalam bobot maupun ukuran. Riba secara harfiah berarti “kelebihan” dalam bahasa Arab. Hai orang-orang yang beriman. maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Sunah Imam Abu Dawud: 16. “Jika seseorang membuat pinjaman. 3. yang menyaksikan. mendirikan shalat dan menunaikan zakat.94 Malik meriwayatkan kepadaku bahwa beliau mendengar „Abdullah ibn Mas‟ud pernah berkata.” Al-Muwatta Imam Malik : 31. dan yang mencatat riba. mengerjakan amal saleh. Tambahan keuntungan yang berasal dari penundaan (waktu) yang tidak dibenarkan. Qadi Abu Bakar ibnu al Arabi. al-Quran 2 : 275 – 278 “Hai orang-orang yang beriman. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Sesungguhnya orang-orang yang beriman. memaparkan beberapa sumber riba ke dalam delapan jenis transaksi: 1. Pengertian riba menurut Islam secara lebih rinci diuraikan Ibn Rushd (al-hafid) seorang fakih. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah. Dan jika kamu bertaubat.”al-Quran 3 : 130 – 13 Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik dari Nafi‟bahwa beliau mendengar „Abdullah ibn „Umar berkata. .

tapi tidak ada unsur penambahan. Tetapi pengharaman ini diperluas sampai perdagangan umum jika dayn (sesuatu yang yang tidak nyata) mewakili uang yang melampaui fungsi sebenarnya dan menggantikan „ayn (sesuatu yang nyata) sebagai alat pembayaran umum. dalam jumlah yang sama. dan sejenisnya. Hal ini mengacu pada benda nyata („ayn) dan benda tidak nyata (dayn). 6. Memahami riba an-nasiah amat sangat penting agar mampu mengerti kedudukan kita berkenaan dengan uang kertas. 8. Menukar (safar) dayn untuk „ayn dari jenis yang sama disebut riba an-nasiah. Riba an-nasiah secara khusus mengacu pada penggunaan dayn dalam pertukaran (safar) jenis benda yang serupa. karena menyewakan uang serupa dengan menambahkan nilai pada utang-piutang. Pengurangan jumlah sebagai imbalan atas penyelesaian yang cepat. Alasan mengapa kaum ulama modernis mengambil pandangan yang . Penambahan dalam utang-piutang adalah riba al-fadl. Seseorang meminjamkan anda uang Rp 500. tetapi penambahan atasnya tidak dibenarkan dan hukumnya haram. penjualan produk pangan yang belum sepenuhnya diterima. Dalam hal ini riba yang terjadi adalah riba al-fadl. Riba al-fadl mengacu pada jumlah (kuantitas). 7. Penundaan waktu dalam utang-piutang ini dibenarkan dan hukumnya halal. medium pembayaran (emas. Namun pada umumnya riba ini mewakili peningkatan tambahan terhadap nilai tanding yang diminta oleh satu pihak. Menukar dayn untuk dayn juga haram. setelah tertunda beberapa waktu lamanya. atau penjualan yang dicampuraduk dengan pertukaran uang. sering disebut sebagai tunai. kendaraan. riba alfadl merupakan bunga yang harus dibayar. yang boleh dipertukarkan hanya „ayn dengan „ayn. yakni uang. Riba ini merupakan kelebihan dalam waktu (penundaan) yang secara artifisial ditambahkan pada transaksi yang berlangsung. Riba al-fadl sangat mudah untuk dipahami. atau apa saja yang pembayarannya atau pelunasannya ditunda. Riba al-fadl adalah Penambahan dalam utang-piutang Dapat dijelaskan sebagai berikut. binatang.000. Dua aspek ini telah mendorong para ulama mendefinisikan dua jenis riba. Sewa-menyewa uang berarti merusak fitrah transaksi. dan peminjam melunasinya. Penjualan emas dan barang dagangan untuk emas. Riba an-nasiah adalah kelebihan karena penundaan Memahami riba an-nasiah lebih pelik. baik penundaan maupun penambahan nilai hanya dapat dilakukan atas benda-benda tertentu saja seperti bangunan. Ibnu Rusyd mengatakan : „Para hakim secara ijma mengatakan tentang riba dalam buyu‟ (perdagangan) dalam dua jenis yaitu penundaan (nasi‟ah) dan kelebihan yang ditentukan (tafadul) Jadi. perak dan bahan makanan – yang digunakan sebagai uang). transaksi sewa-menyewa melibatkan kedua unsur. dan menjadikannya sebagai riba.5. Dayn (tidak nyata) merupakan janji untuk membayar atau hutang. Penundaan ini tidak dibolehkan. Riba an-nasiah mengacu pada penundaan waktu.000. Dalam peminjaman. Dalam penukaran. „Ayn (nyata) merupakan barang dagangan yang nyata. Perlu diketahui bahwa Ibn Rushd menuliskan Bidayat al-Mujtahid dengan menganalisis berbagai pendapat para imam dari keempat madhhab utama. IDR 500. 2. ada dua jenis riba: 1. Transaksi utang-piutang mengandung penundaan (selisih) waktu. dan tidak atas benda-benda lain yang habis terpakai dan tidak bisa dimanfaatkan bagian per bagiannya – seperti makanan dan benda yang dipakai sebagai alat tukar.

Setara atau disebut mithlan bi mithlin. sadarilah bahwa riba sebagai bagian cara berniaga kita sehari-hari. jadi. Saya bertanya bagaimana dengan yang mencatat transaksi dan dua saksinya. Kita dibuat begitu tergantung pada amalan riba ini dan jalan keluarnya adalah ubahlah cara berniaga kita seharihari hingga tak lagi bergantung pada riba.‟” (Al-Muslim. haram hukumnya. Dalam islam semua transaksi jual beli harus memenuhi tiga syarat: 1. namanya dolar. Jadi jelas. seharusnya tak hanya bank yang dianggap sebagai biang kerok riba tapi kita pun bisa dipersalahkan jika menerimanya riba yang bukanlah sesuatu yang jauh disana yang seolah asing bagi kita.menyimpang tentang riba pada akhirnya adalah secara senagaja dan tidak adalah untuk mensahkan sistem perbankan (uang kertas dan bunga) yang sebetulnya tidak bisa diterima. haramnya berlipat dua. Maka beliau (periwayat hadis) menjawab. Bab DCXXVII) “Jabir berkata bahwa Rasulullah sallallahu„alayhi wa sallam melaknat pemungut maupun pembayar bunga. „Mereka semua sama saja. “„Abdullah bin Mas‟ud radiyallahu „anhu berkata bahwa Rasulullah sallallahu „alayhi wa sallam melaknat yang memungut maupun yang membayar riba. pencatat transaksi. euro atau pounsterling atau apa saja. Bab DCXXVII. uang kertas tidak sukarela. 
Hari ini uang kertas dan sistem perbankan riba dimasukan ketengah kaum muslim Indonesia yang di integrasikan (dimapankan) lewat kuda trojan bernama demokrasi. Kegagalan ulama modern dalam memahami teknik kapitalis ini mengakibatkan pembenaran dikemudian hari yang menjelma menjadi perbankan Islam atau perbankan syariah. dan 3. batil. dan 2. Sukarela atau disebut antaroddin minkum. dan tidak kontan. Dari ini sini jelas terlihat posisi uang kertas posisi uang kertas dalam muamalah Islam. karena di dalamnya mengandung dua jenis riba sekaligus yaitu: 1. 3881) . uang kertas tidak bisa digunakan. mau buat beli telor. kambing atau buat membayar apa pun. „Kami sampaikan yang kami dengar. Pertama-tama kita diperintahkan untuk meninggalkan riba. Kontan atau disebut yaddan bi yaddin. tidak setara. Uang kertas tidak dapat memenuhi ketiga syarat jual-beli tersebut. beras.Riba al Fadl (karena ketidaksetaraannya itu). Dengan melihat hal tersebut di atas. Uang kertas. Prinsip darurat digabung dengan penghapusan riba an-nasiah telah memungkinkan mereka membenarkan penggunaan uang kertas dan pada gilirannya membenarkan perbankan dengan cadangan uang (fractional reserve banking) yang merupakan basis sistem perbankan hari ini yang dimampankan dalam sistem demokrasi. kemudian beliau bersabda. Untuk menyelesaikan urusan jaman riba ini. setelah itu anda boleh berjihad fisabilillah.‟” (Al-Muslim.Riba an Nasiah (karena penundaan pembayarannya) tersebut. uang kertas itu. Inilah kewajiban kita bersama dalam mentaati Allah dan rasulNya. Nabi secara jelas menyebutkan kedua pihak yang terlibat dalam transaksi ribawi sebagai periba. dan dua saksinya. tidak dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. 2.

Mari kita tinggalkan riba dan uang kertas. Dengan kita telah memahami pengertian riba di atas yang telah dijelaskan oleh Ibn Rusd yang mengacu kepada empat Ulama Madhab. Keduanya hal ini harus dikerjakan secara bersamaan. Jalan keluar dari sistem riba (perbankan dan uang kertas) adalah dengan kembali mengamalkan kehidupan tanpa riba yaitu perdagangan yang halal tanpa riba dalam pasarpasar terbuka islam dengan transaksi tanpa riba.Beberapa orang yang katanya „pintar‟ atau orang-orang yang sudah apatis menyangka bahwa kita tidak mungkin meninggalkan uang-kertas dan perbankan. karena kurang bijak jika kita menyeru dan mengajak muslim dan umum untuk meninggalkan sistem ribawi bila di saat yang sama tiada pilihan lain yang ditawarkan. para pembaharu ini dengan sengaja atau tidak telah mengabaikan aspek pengertian riba dan uang kertas dengan meredefinisi pengertian riba dengan tujuan untuk memasukan sistem ekonomi modern atau kapitalisme yang sepenuhnya berdasarkan riba melalui demokrasi kedalam kehidupan muslim hari ini. Allah subhanahu wa ta`ala memberikan jalan keluar yang harus dikerjakan oleh muslim hari ini di Nusantara yakni meninggalkan riba dan memerangi para lintah darat (periba). Mulai membayarkan Zakat mal dengan dinar dirham Islam yang dapat ditarik dan disalurkan melalui Baitul Mal Nabawi. dan alhamdulillah dalam hal ini di Indonesia telah beredar dinar dirham yang telah dicetak oleh muslim indonesia melalui Pelopor Pencetakan dinardirham Mandiri dari Islamic Mint Nusantara (2000). Sebab Allah subhanahu wa ta`ala tidak membebankan kewajiban pada setiap manusia di luar kemampuannya. 2. Bergabung dengan SAUDARA (Saudagar Nusantara) jika anda pedagang. Jaringan Perdagangan Muslim dan Pasar Terbuka dalam Saudara (Saudagara Nusantara).dinarfirst. maka kita melihat Islam hari ini jadi jelas apa posisi pembaharu islam yang berusaha mengislamkan kapitalis yaitu sistem riba dan uang kertas.dinarfirst. produsen atau jasa silahkan mendaftar di www. Ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah kunci kemenangan. Mari kita gunakan dinar dan dirham. Bismillah. maka menciptakan Bank Islam atau bank Syariah. tunggu apalagi. Dimulai dengan kembali kepada dinar dan dirham. Inilah tugas kita bersama yang ada di hadapan Muslimin hari ini. meninggalkan riba bukanlah perkara yang mustahil.Segera memiliki dan menggunakan dinar dinar dirham Islam sekarang juga yang bisa di dapatkan melalui www.org atau kontak 081808872081 atau 02175900412. Mobile dinar dirham yang disebut Dinarfirst dan Titipan Dinarfirst. lalu bagaimana memulainya? yaitu dengan: 1.org 3. melainkan inilah yang termudah. Dan memerangi periba (harb) adalah dengan mengamalkan kembali segala cara hidup yang sesuai dengan tuntunan syari‟ah yang secara otomatis akan menghancurkan sarana ribawi mereka. Padahal. dimulai dengan di gunakannya kembali Dinar-Dirham. kontak 081808872081 Share this:     Twitter36 Facebook112 More . Meninggalkan riba berarti menciptakan (mengembalikan) cara berniaga (jual-beli) yang halal diantara kita.

uang kertas itu. beras.Like this: Like One blogger likes this. uang kertas.riba al fadl (karena ketidaksetaraannya itu). siapakah orang asing itu? Nabi salallahu alaihi wasallam menjawab. ----------------------------Mulanya islam itu asing. jadi. tidak dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. sukarela atau disebut antaroddin minkum). bukan teroris. bukan nasionalis. namanya rupiah atau dolar atau euro atau pounsterling atau apa saja. yang memarahi mereka lebih banyak dari yang mencintainya (hadis riwayat muslim dan tirmidzi) KENAPA UANG KERTAS DILARANG DALAM ISLAM Dalam islam semua transaksi jual beli harus memenuhi tiga syarat: 1.' (pada hadist lain dikatakan) orang-orang asing itu adalah manusia yang sedikit jumlahnya. kambing atau buat membayar apa pun. haram hukumnya. bukan ekstrem. bukan yang lalu atau akan datang. bukan liberal. tidak setara. Mereka yang memperbaiki apa yang telah dirusak manusia dari ajaranku'. dan kembali asing seperti semula. Islam adalah hari ini. islam hari ini bukan yang kiri atau kanan. fiqh dari jalur Imam Malik ataupun Imam Syafi'i. disini dan saat ini.mereka orang yang baik diantara banyak manusia. 2. kita tidak berdialektika. cetak biru masyarakat madinah (amal madinah) yang perlu kita kembali jalankan sebagai muslim agar dapat keluar dari penyakit jaman ini yaitu riba (perbankan dan uang kertas) dan meinggalkan mantra palsu dari paham demokrasi. dan 3. Jadi jelas.  ISLAM HARI INI Website ini adalah sarana untuk meperkenalkan segala yang berkaitan dengan ilmu dan amal (muamalat) terkait dinar-dirham. Uang kertas tidak dapat memenuhi ketiga syarat jual-beli tersebut. Maka berbaik-baiklah kepada orang asing itu! Dan ditanyakanlah kepada Rasulullah salallahu alaihi wasalam. amalkan. Hari ini uang kertas dan sistem perbankan riba dimasukan ketengah kaum muslim nusantara yang di integrasikan (dimapankan) lewat kuda trojan bernama demokrasi. mau buat beli telor. setara atau disebut mithlan bi mithlin. kontan atau disebut yaddan bi yaddin. haramnya pangkat dua. . karena di dalamnya mengandung dua jenis riba sekaligus yaitu: 1. batil. dan 2. uang kertas tidak sukarela.riba an nasiah (karena penundaan pembayarannya) tersebut. dan tidak kontan. uang kertas tidak bisa digunakan. (pada hadis lain dikatakan) 'orang asing itu berpegang teguh dengan apa yang kamu pegang sekarang.

. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba. tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba. Sedangkan menurut istilah teknis. Yunani. Riba Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2. Dalam pengertian lain. cari Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok. Sedangkan menurut istilah teknis. riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Dalam pengertian lain. secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar .Definisi Riba Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok. yang dibebankan kepada peminjam. baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjammeminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. Riba dalam pandangan agama Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba. secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . demikian juga Romawi. baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjammeminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan. namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi.000 tahun silam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). yang dibebankan kepada peminjam.

. yaitu bila akad ditetapkan di awal/persentase yang didapatkan penabung sudah diketahui..1 Pandangan Gereja Katolik o 1. berbeda dengan prinsip bagi hasil yang hanya memberikan nisbah bagi hasil bagi deposannya. maka yang menjadi sasaran untuk menutupi jumlah bunga tersebut adalah para pengusaha yang meminjam modal dan apapun yang terjadi..padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.. jadi ketika kita sudah menabung dengan tingkat suku bunga tertentu.. Pandangan ini juga yang mendorong maraknya perbankan syariah dimana konsep keuntungan bagi penabung didapat dari sistem bagi hasil bukan dengan bunga seperti pada bank konvensional. kerugian pasti akan ditanggung oleh peminjam.Tahun 1836)  1. dampaknya akan sangat panjang pada transaksi selanjutnya. maka kita akan mengetahui hasilnya dengan pasti. Yunani. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi.4. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.XII)  1.4 Konsep Bunga di Kalangan Kristen  1. maka yang di bagi adalah keuntungan dari yang didapat kemudian dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati oleh kedua belah pihak. maka bagian deposan 60% dari total keuntungan yang didapat oleh pihak ban.1 Riba dalam agama Islam o 1.6 Perbedaan Hutang Uang dan Hutang Barang o 1.2 Pandangan Para Pendeta awal Kristen dapat disimpulkan sebagai berikut  1.2 Jenis-Jenis Riba o 1. contoh nisbahnya adalah 60%:40%.4.3 Riba dalam agama Yahudi o 1. demikian juga Romawi. berbeda dengan bagi hasil yang hanya memberikan nisbah tertentu pada deposannya.XVI)  1. Ini dipertegas dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 275 : . bagaimana suatu akad itu dapat dikatakan riba? hal yang mencolok dapat diketahui bahwa bunga bank itu termasuk riba adalah ditetapkannya akad di awal. bunga bank termasuk ke dalam riba. tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba.3 Pandangan Para Sarjana Kristen (Abad XII . karena menurut sebagian pendapat (termasuk Majelis Ulama Indonesia).4.5 Perbedaan Investasi dengan Membungakan Uang o 1.4.7 Perbedaan antara Bunga dan Bagi Hasil 2 Lihat pula 3 Referensi Riba dalam pandangan agama Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam. Riba dalam agama Islam Dalam Islam.4 Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI .4. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba.000 tahun silam. .4.Daftar isi    1 Riba dalam pandangan agama o 1. memungut riba atau mendapatkan keuntungan berupa riba pinzaman adalah haram.1 Pandangan Para Pendeta Awal Kristen (Abad I .

sebab Ia baik terhadap . Pelarangan ini banyak terdapat dalam kitab suci agama Yahudi. baik uang maupun bahan makanan. melainkan engkau harus takut akan Allahmu. supaya saudara-mu bisa hidup di antaramu. baik dalam Perjanjian Lama maupun undang-undang Talmud.” Kitab Ulangan 23:19 menyatakan: “Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu. karena si peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan. maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Tuhan Yang Mahatinggi.” Kitab Ulangan 23:20 menyatakan: “Dari orang asing boleh engkau memungut bunga. supaya mereka menerima kembali sama banyak.Jenis-Jenis Riba Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua.Yaitu riba hutang-piutang dan riba jualbeli.     Riba Qardh o Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh). orang yang miskin di antaramu. sebagian kalangan Kristiani menganggap bahwa ayat yang terdapat dalam Lukas 6:34-5 sebagai ayat yang mengecam praktik pengambilan bunga. atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.Riba hutang-piutang terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. karena kamu berharap akan menerima sesuatu daripadanya. memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya. atau apa pun yang dapat dibungakan. Allahmu. Ayat tersebut menyatakan : “Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang. Riba Jahiliyyah o Hutang dibayar lebih dari pokoknya. Tetapi. maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia. Namun. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga. Riba Nasi’ah o Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. perubahan. Riba dalam agama Yahudi Agama Yahudi melarang praktik pengambilan bunga. Kitab Keluaran 22:25 menyatakan: “Jika engkau meminjamkan uang kapada salah seorang ummatku. Sedangkan riba jual-beli terbagi atas riba fadhl dan riba nasi‟ah. sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.” Konsep Bunga di Kalangan Kristen Kitab Perjanjian Baru tidak menyebutkan permasalahan ini secara jelas. tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga … supaya TUHAN."Kitab Imamat 35:7 menyatakan: “Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya. janganlah engkau bebankan bunga terhadapnya. Riba Fadhl o Pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda. juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba. kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan. Riba dalam nasi’ah muncul karena adanya perbedaan. apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang berdosa.

Gregory dari Nyssa (335 .XVI) yang berkeinginan agar bunga diperbolehkan. Augustine berpendapat pemberlakuan bunga pada orang miskin lebih kejam dibandingkan dengan perampok yang merampok orang kaya.orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat. St.” Ketidaktegasan ayat tersebut mengakibatkan munculnya berbagai tanggapan dan tafsiran dari para pemuka agama Kristen tentang boleh atau tidaknya orang Kristen mempraktikkan pengambilan bunga. St. dan pandangan para reformis Kristen (abad XVI tahun 1836) yang menyebabkan agama Kristen menghalalkan bunga. . Council of Arles (tahun 314) mengeluarkan Canon 44 yang juga melarang para pekerja gereja mempraktikkan pengambilan bunga. St. First Council of Nicaea (tahun 325) mengeluarkan Canon 17 yang mengancam akan memecat para pekerja gereja yang mempraktikkan bunga. Larangan praktik bunga juga dikeluarkan oleh gereja dalam bentuk undang-undang (Canon): Council of Elvira (Spanyol tahun 306) mengeluarkan Canon 20 yang melarang para pekerja gereja mem-praktikkan pengambilan bunga.395) mengutuk praktik bunga karena menurutnya pertolongan melalui pinzaman adalah palsu. Mereka merujuk masalah pengambilan bunga kepada Kitab Perjanjian Lama yang juga diimani oleh orang Kristen. yaitu pandangan para pendeta awal Kristen (abad I hingga XII) yang mengharamkan bunga. Allahmu. St. Anselm dari Centerbury (1033 . Pada awal kontrak seperti membantu tetapi pada saat menagih dan meminta imbalan bunga bertindak sangat kejam. St.379) menganggap mereka yang memakan bunga sebagai orang yang tidak berperi-kemanusiaan. Kitab Ulangan 23:20 menyatakan: “Dari orang asing boleh engkau memungut bunga. Keinginan atau niat untuk mendapat imbalan melebihi apa yang dipinjamkan adalah suatu dosa. Berbagai pandangan di kalangan pemuka agama Kristen dapat dikelompokkan menjadi tiga periode utama. Demikian juga mengumpulkan emas dan kekayaan dari air mata dan kesusahan orang miskin. Ambrose mengecam pemakan bunga sebagai penipu dan pembelit (rentenir). Barangsiapa yang melanggar. Baginya. Karena dua-duanya sama-sama merampok. memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya.XII) Pada masa ini. Bunga harus dikembalikan kepada pemiliknya. Pandangan Para Pendeta awal Kristen dapat disimpulkan sebagai berikut Bunga adalah semua bentuk yang diminta sebagai imbalan yang melebihi jumlah barang yang dipinjamkan. baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.1109) menganggap bunga sama dengan perampokan. mengambil bunga adalah mengambil keuntungan dari orang yang memerlukan. tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga … supaya TUHAN. umumnya pengambilan bunga dilarang. Mengambil bunga adalah suatu dosa yang dilarang. pandangan para sarjana Kristen (abad XII . John Chrysostom (344 407) berpendapat bahwa larangan yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang ditujukan bagi orang-orang Yahudi juga berlaku bagi penganut Perjanjian Baru. Harga barang yang ditinggikan untuk penjualan secara kredit juga merupakan bunga yang terselubung. Basil (329 . Larangan pemberlakuan bunga untuk umum baru dikeluarkan pada Council of Vienne (tahun 1311) yang menyatakan barangsiapa menganggap bahwa bunga itu adalah sesuatu yang tidak berdosa maka ia telah keluar dari Kristen (murtad). St.“ Pandangan Para Pendeta Awal Kristen (Abad I . maka pangkatnya akan diturunkan. satu terhadap orang kaya dan lainnya terhadap orang miskin.

. Claude Saumaise (1588-1653). Pada masa tersebut. Para sarjana Kristen pada masa ini tidak saja membahas permasalahan bunga dari segi moral semata yang merujuk kepada ayat-ayat Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. menjual uang dengan uang adalah seperti perdagangan biasa. St. Beberapa pendapat Calvin sehubungan dengan bunga antara lain:     Dosa apabila bunga memberatkan. membenarkan semua pengambilan bunga. Martin Luther (1483-1546). agama tidak perlu repot-repot mencampuri urusan yang berhubungan dengan bunga.Pandangan Para Sarjana Kristen (Abad XII . sedangkan usury adalah bunga yang berlebihan. meskipun ia berasal dari orang miskin. Du Moulin mendesak agar pengambilan bunga yang sederhana diperbolehkan asalkan bunga tersebut digunakan untuk kepentingan produktif. Bonaventure (1221-1274). Raymond of Pennaforte (1180-1278). Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI . Thomas Aquinas (1225-1274). Jangan mengambil bunga dari orang miskin. Di antaranya. Menurutnya pula. niat dan perbuatan manusia. Mengambil bunga dari pinzaman diperbolehkan. Menurutnya. Melanchthon (14971560). hak seseorang terhadap harta.XVI) Pada masa ini terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang perekonomian dan perdagangan. Para tokoh sarjana Kristen yang memberikan kontribusi pendapat yang sangat besar sehubungan dengan bunga ini adalah Robert of Courcon (1152-1218). Pasar uang perlahan-lahan mulai terbentuk. Dari hasil bahasan mereka untuk tujuan memperhalus dan melegitimasi hukum. dan Zwingli (1484-1531). menyangkut jenis dan bentuk undang-undang. Pinzaman untuk memberi modal kerja kepada para pedagang mulai digulirkan pada awal Abad XII. interest adalah bunga yang diperbolehkan. serta per-bedaan antara dosa individu dan kelompok. Menurut mereka. bentuk-bentuk keuntungan. namun haram atau tidaknya tergantung dari niat si pemberi hutang. Proses tersebut mendorong terwujudnya suku bunga pasar secara meluas. Saumise. William of Auxxerre (1160-1220). Uang dapat membiak (kontra dengan Aristoteles). Para reformis itu antara lain adalah John Calvin (1509-1564). Tidak menjadikan pengambil bunga sebagai profesi. uang dan kredit menjadi unsur yang penting dalam masyarakat. St. bunga dibedakan menjadi interest dan usury. seorang pengikut Calvin. ciri-ciri dan makna keadilan.Tahun 1836) Pendapat para reformis telah mengubah dan membentuk pandangan baru mengenai bunga. maka tidak ada alasan untuk melarang orang yang akan menggunakan uangnya untuk membuat uang. Kesimpulan hasil bahasan para sarjana Kristen periode tersebut sehubungan dengan bunga adalah sebagai berikut : Niat atau perbuatan untuk mendapatkan keuntungan dengan memberikan pinzaman adalah suatu dosa yang bertentangan dengan konsep keadilan. Mereka dianggap telah melakukan terobosan baru sehubungan dengan pendefinisian bunga. Charles du Moulin (1500 1566). mereka juga mengaitkannya dengan aspek-aspek lain. dan St.

pada zaman sekarang. Besar kecilnya perolehan kembali itu ter-gantung kepada hasil usaha yang benar-benar terjadi dan dilakukan bank sebagai mudharib atau pengelola dana. Islam mendorong seluruh masyarakat untuk melakukan investasi dan melarang membungakan uang. biaya notaris. Hutang yang terjadi karena pinjam-meminjam uang tidak boleh ada tambahan. dan studi kelayakan. Namun bila berada dalam situasi bisnis.seseorang mempunyai uang 1 milyar dan seseorang meminjam dari orang tersebut 1 juta rupiah. perolehan kembaliannya (return) tidak pasti dan tidak tetap. Tambahan lainnya . John Chrysostom. maka janganlah menarik bunga. Perbedaan Hutang Uang dan Hutang Barang Ada dua jenis hutang yang berbeda satu sama lainnya.” Namun. kalau menarik bunga dari pinjaman yang diberikan sebab sudah adanya persetujuan dari kedua pihak mengenai akan adanya bunga dari pinjaman tersebut.prinsip ini pun harus di laksanakan dengan bijaksana.Misal. Islam mendorong masyarakat ke arah usaha nyata dan produktif. bank Islam tidak dapat sekadar menyalurkan uang. karena bila zaman dahulu uang tidak bisa memberikan hasil kalau tidak dijalankan seperti yang disebutkan oleh kitab matius 27:27 menyatakan: "Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang. yakni hutang yang terjadi karena pinjam-meminjam uang dan hutang yang terjadi karena pengadaan barang. Investasi adalah kegiatan usaha yang mengandung risiko karena berhadapan dengan unsur ketidakpastian. Bank Islam harus terus berupaya meningkatkan kembalian atau return of investment sehingga lebih menarik dan lebih memberi kepercayaan bagi pemilik dana. meminjamkan uang dengan “bunga yang pantas” bukanlah tindakan yang tidak adil. Dengan demikian.Gregorius dan St.Dengan demikian. karena uang dapat dibungakan atau di investasikan. maka telah dianggap berdosa karena melawan keadilan. supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. kecuali dengan alasan yang pasti dan jelas. Namun. menyimpan uang di bank Islam termasuk kategori kegiatan investasi karena perolehan kembaliannya (return) dari waktu ke waktu tidak pasti dan tidak tetap. Seperti yang dilalukan oleh pihak perbankan dan nasabahnya. Membungakan uang adalah kegiatan usaha yang kurang mengandung risiko karena perolehan kembaliannya berupa bunga yang relatif pasti dan tetap.Pandangan Gereja Katolik Menurut Gereja katolik pandangan mengenai Riba tidaklah berubah dengan pendapat para pendiri gereja seperti St. Perbedaan tersebut dapat ditelaah dari definisi hingga makna masing-masing. apalagi kalau orang yang meminjam benar-benar miskin. Sesuai dengan definisi di atas. kalau memberikan pinjaman dengan bunga yang terlalu tinggi.pemilik uang itu harus memberikannya dengan rela. uang dapat memberikan hasil. maka adalah pantas. 1. tetapi prinsip dari riba(bunga) itulah yang berubah. seperti biaya materai. Bahkan kalau perlu. 2. Dengan demikian. Namun. Perbedaan Investasi dengan Membungakan Uang Ada dua perbedaan mendasar antara investasi dengan mem-bungakan uang.

Perbedaan itu dapat dijelaskan sebagai berikut:      Bunga : Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung Bagi Hasil : Penentuan besarnya rasio/ nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi Bunga : Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan Bagi Hasil : Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh Bunga : Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi Bagi hasil : tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. maka selamanya tidak boleh berubah naik. berasal dari rabaa yarbuu. Keduanya samasama memberi keuntungan bagi pemilik dana. seperti firman Allah swt: . 11 Mei 2007 13:08 Fani Media 1. Bunga : Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang “booming” Bagi hasil : Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan. Dalam transaksi perbankan syariah yang muncul adalah kewajiban dalam bentuk hutang pengadaan barang. adakalanya tambahan itu berasal dari dirinya sendiri. Islam mendorong praktik bagi hasil serta mengharamkan riba. Bunga : Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh beberapa kalangan Bagi hasil : Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil Bab Riba Jumat. Bila usaha merugi.yang sifatnya tidak pasti dan tidak jelas. Hutang yang terjadi karena pembiayaan pengadaan barang harus jelas dalam satu kesatuan yang utuh atau disebut harga jual. Perbedaan antara Bunga dan Bagi Hasil Sekali lagi. tidak diperbolehkan. bukan hutang uang. seperti inflasi dan deflasi. Asal arti kata riba adalah ziyadah „tambahan‟. namun keduanya mempunyai perbedaan yang sangat nyata. Sekali harga jual telah disepakati. Harga jual itu sendiri terdiri dari harga pokok barang plus keuntungan yang disepakati. Pengertian Riba Kata Ar-Riba adalah isim maqshur. kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. karena akan masuk dalam kategori riba fadl. yaitu akhir kata ini ditulis dengan alif.

Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba). “Rasulullah saw melaknat pemakan riba. maka permaklumkanlah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. “Apa itu. (keempat) makan riba.” (QS Al-Hajj: 5). Dari Abdullah bin Hanzhalah ra dari Nabi saw bersabda.” (QS AlBaqarah: 275). 2.” (QS Al-Baqarah: 278-279).” (QS Al-Baqarah: 276).” (Shahih: Shahihul Jami‟us Shaghir no: 3375 dan al-Fathur Rabbani XV: 69 no: 230). Dari Jabir ra. melainkan pasti akibat akhirnya ia jatuh miskin. (kedua) sihir. . (kelima) makan harta anak yatim. “Mereka semua sama. Dan. “Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu. maka bagimu pokok hartamu. Dari Ibnu Mas‟ud ra dari Nabi saw. hukumnya berdasar Kitabullah.” (Shahih: Shahihul Jami‟us Shaghir no: 3539 dan Mustadrak Hakim II: 37). Dari Ibnu Mas‟ud ra bahwa Nabi saw bersabda. ia berkata. sunnah Rasul-Nya dan ijma‟ umat Islam: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (Shahih: Shahihul Jami‟us Shaghir no: 5518 dan Ibnu Majah II: 765 no: 2279). Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba). Shahihul Jami‟us Shaghir no: 5090 dan Muslim III: 1219 no: 1598). (ketiga) membunuh jiwa yang telah haramkan kecuali dengan cara yang haq. Beliau bersabda. “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan. Hukum Riba Riba.” Dan Beliau bersabda. „Aunul Ma‟bud VIII: 77 no: 2857 dan Nasa‟i VI: 257). kami tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda. Klasifikasi Riba Riba ada dua macam yaitu riba nasiah dan riba fadhl. adakalanya lagi tambahan itu berasal dari luar berupa imbalan. Muslim I: 92 no: 89. “Satu Dirham yang riba dimakan seseorang padahal ia tahu. seperti satu dirham ditukar dengan dua dirham.” (Shahih: Mukhtasar Muslim no: 955. pemberi makan riba.” (Muttafaqun „alaih: Fathul Bari V: 393 no: 2766. “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah. (keenam) melarikan diri pada hari pertemuan dua pasukan. “(Pertama) melakukan kemusyrikan kepada Allah. adalah lebih berat daripada tiga puluh enam pelacur. dua saksinya dan penulisnya. 3. ya Rasulullah?” Jawab Beliau. dan (ketujuh) menuduh berzina perempuan baik-baik yang tidak tahu menahu tentang urusan ini dan beriman kepada Allah. “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri. yang paling ringan (dosanya) seperti seorang anak menyetubuhi ibunya.(ihtazzat wa rabat) “maka hiduplah bumi itu dan suburlah.” Para sahabat bertanya. “Tak seorang pun memperbanyak (harta kekayaannya) dari hasil riba.

dan harus diserahterimakan dalam majlis. yang diambil oleh si pemberi pinjaman dari orang yang menerima pinjaman sebagai imbalan dari pelunasan bertempo. “Tidak sah (pertukaran) dua sha‟ tamar dengan satu sha‟ tamar. sebanding. perak dengan perak. yaitu satu jenis tamar.” (Muttafaqun‟alaih: Fathul Bahri IV: 347 no: 2134. 4.” . dan Muslim III: 1211 no: 81 dan 1587). “Emas dengan emas adalah riba kecuali begini dengan begini (satu pihak mengambil barang. Sedangkan yang dimaksud riba fadhl adalah tukar menukar barang yang sejenis dengan ada tambahan. sama dan tunai. sya‟ir (sejenis gandum) dengan sya‟ir. tetapi jika berbeda jenis. Dari Abu Sa‟id ra. Riba model kedua ini diharamkan juga oleh sunnah Nabi saw dan ijma‟ kaum Muslimin. dan tidak sah (juga) satu Dirham dengan dua Dirham. karena ia merupakan pintu menuju riba nasiah. yaitu emas ditukar dengan emas.Adapun yang dimaksud riba nasiah ialah tambahan yang sudah ditentukan di awal transaksi. Dengan demikian. Riba model ini diharamkan oleh Kitabullah. sunnah Rasul-Nya. Muslim III: 1209 no: 1586. sedang yang lain menyerahkan) bur dengan bur (juga) riba kecuali begini dengan begini. Dari Abi Sa‟id al-Khudri ra bahwa Rasulullah saw bersabda. “Janganlah kamu menjual emas kecuali sama. dan janganlah kamu menjual emas dan perak yang barang-barangnya belum ada dengan kontan. Muslim III: 1208 no: 1584.” (Shahih: Mukhtashar Muslim no: 949. harus sama baik dalam hal timbangan maupun takarannya. misalnya tukar menukar uang dengan uang. kurma dengan kurma. maka haram tambahannya baik secara riba fadhl maupun secara riba nasiah. janganlah kamu tambah sebagiannya atas sebagian yang lain. Beberapa Barang yang padanya Diharamkan Melakukan Riba Riba tidak berlaku. apabila tunai dengan tunai. “(Boleh menjual emas dengan emas. dan lafadz ini bagi Imam Bukhari. ia bertutur: Kami pada masa Rasulullah saw pernah mendapat rizki berupa tamar jama‟. kecuali pada enam jenis barang yang sudah ditegaskan nash-nash syar‟i berikut: Dari Ubaidah bin Shamir ra bahwa Rasulullah saw bersabda. kemudian kami menukar dua sha‟ tamar dengan satu sha‟ tamar.” (Muttafaqun „alaih: Fathul Bari IV: 379 no: 2177. Nasa‟i VII: 273 dan bagi mereka lafadz pertama memakai adz-dzahabu bil wariq (emas dengan perak) dan Aunul Ma‟bud IX: 197 no: 3332 dengan dua model lafadz). janganlah kamu tambah sebagiannya atas sebagian yang lain. tanpa memperhatikan kualitasnya bermutu atau jelek. Nasa‟i VII: 278 dan Tirmidzi II: 355 no: 1259 sema‟na). gandum dengan gandum. apabila terjadi barter barang yang sejenis dari empat jenis barang ini. sya‟ir dengan sya‟ir riba kecuali begini dengan begini. tidak sah (pula) dua sha‟ biji gandum dengan satu sha‟ biji gandum. maka juallah sesukamu. dan ijma‟ umat Islam. janganlah kamu menjual perak dengan perak kecuali sama. Lalu kasus ini sampai kepada Rasulullah saw maka Beliau bersabda. menu makanan dengan makanan yang disertai dengan adanya tambahan. garam dengan garam. tamar dengan tamar. dan tamar dengan tamar adalah riba kecuali begini dengan begini. Tirmidzi II: 357 no: 1261. Dari Umar bin Khattab ra bahwa Rasulullah saw bersabda.

maka tidak boleh. apabila tunai dengan tunai. Muzabanah ialah menjual buah-buahan dengan tamar secara takaran. maka boleh ada kelebihan atau secara bertempo. (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1393 dan Fathul Bari IV: 399 no: 2200). dan adapun secara kredit. “Ketahuilah bahwa para ulama‟ telah sepakat atas bolehnya barang ribawi (barang yang bisa ditakar atau ditimbang. (Muttafaqun„alaih: Muslim III: 1169 no: 60 dan 1539 dan lafadz ini baginya dan sema‟na dalam Fathul Bari IV: 390 no: 2192.(Muttafaqun ‟alaih: Muslim III: 1216 no: 1595 dan lafadz ini baginya. „Aunul Ma‟bud IX: 216 no: 3346. Fathul Bari IV: 311 no: 2080 secara ringkas dan Nasa‟i VII: 272). mereka menukarnya dengan kurma kering. karena mereka adalah orang-orang yang faqir yang tidak mempunyai pohon kurma. kemudian mereka makan dalam keadaan masih berada di pohonnya.” Dalam riwayat Imam Abu Daud dan lainnya dari Ubadah ra Nabi saw bersabda: “Tidak mengapa menjual emas dengan perak dan peraknya lebih besar jumlahnya daripada emasnya secara kontan. kecuali para pemilik „ariyah. tidak boleh menjual ruthab (kurma basah) dengan kurma kering.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil V: 195 dan „Aunul Ma‟bud IX: 198 no: 3333). edt) ditukar dengan barang ribawi yang berlainan jenis. Manakala terjadi barter di antara enam jenis barang ini dengan lain jenis. bur dengan sya‟ir. perak dengan gandum. dan lain sebagainya yang termasuk barang yang bisa ditakar. Tirmidzi II: 383 no: 1218 dan Ibnu Majah II: 762 no: 2269). seperti emas ditukar dengan perak. seperti emas ditukar dengan bur. . Muslim III: 1171 no: 1542 dan Nasa‟i VII: 266) Dari Zaid bin Tsabit ra bahwa Rasulullah saw memberi kelonggaran kepada pemilik „ariyyah agar menjualnya dengan tamar secara taksiran. sedangkan Nabi saw menggadaikan sebuah baju besinya kepada Yahudi itu. al-Amir ash-Sha‟ani menyatakan. maka tidak boleh. yang mereka taksir. atau perak dengan garam. Nasa‟i VII: 267. Dari Abdullah bin Umar ra. misalnya emas ditukar dengan hinthah (gandum). Apabila salah satu jenis di antara enam jenis ini ditukar dengan barang yang berlain jenis dan „illah „sebab‟. Dalam kitab Subulus Salam III: 38.” Namun. bahwa Rasulullah saw melarang muzabanah. kredit: Dari Aisyah ra bahwa Nabi saw pernah membeli makanan dari seorang Yahudi secara bertempo. yaitu mereka boleh membeli kurma basah dari petani kurma. baik secara bertempo meskipun ada kelebihan jumlah atau berbeda beratnya. dan tidak mengapa menjual bur dengan sya‟ir dan sya‟irnya lebih banyak daripada burnya secara kontan dan adapun secara kredit. dan menjual anggur dengan kismis secara takaran. (Muttafaqun „alaih: Fathul Bari IV: 384 no: 2185. maka boleh ada kelebihan dengan syarat harus diserahterimakan di majlis: Berdasar hadits Ubadah tadi: “…tetapi jika berlainan jenis maka juallah sesukamu.

demikian juga perak dan semua jenis barang ribawi lainnya. hlm.Sesungguhnya Nabi saw melarang menjual kurma basah dengan tamar hanyalah karena kurma basah kalau kering pasti menyusut.” Dari Fadhalah bin Ubaid ia berkata: “Pada waktu perang Khaibar aku pernah membeli sebuah kalung seharga dua belas Dinar sedang dalam perhiasan itu ada emas dan permata. (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1352. Tirmidzi II: 363 no: 1273. 668 .676 . „Aunul Ma‟bud IX: 211 no: 3343.” Maka Beliaupun melarangnya. „Aunul Ma‟bud IX: 202 no: 3336 dan Nasa‟i VII: 279). Dari Sa‟ad bin Abi Waqqash ra bahwa Nabi saw pernah ditanya perihal menjual kurma basah dengan tamar. Muslim III: 1213 no: 90 dan 1591.‟” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1356. atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah. kemudian hal itu kusampaikan kepada Nabi saw. “Hadits ini menunjukkan bahwa tidak boleh menjual emas yang mengandung unsur lainnya dengan emas murni hingga unsur lain itu dipisahkan agar diketahui ukuran emasnya. Nasa‟i VII: 269 dan Tirmidzi II: 348 no: 1243). yaitu haram menjual satu jenis barang dengan sejenisnya secara berlebih. Maka Beliau (balik) bertanya. kemudian aku pisahkan. “Ya. karena ada kesamaan illat. „Kalung itu tidak boleh dijual hingga dipisahkan. Ibnu Majah II: 761 no: 2264. lalu kudapatkan padanya lebih dari dua belas Dinar. menyusut. Imam Asy-Syaukani. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz. “Apakah kurma basah itu menyusut apabila telah kering?” Jawab para sahabat. Maka Beliau bersabda. Dan. tidak sah jual beli barang ribawi dengan yang sejenisnya sementara keduanya atau salah satunya mengandung unsur lain. terj. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). Riwayat Fadhalah bin Ubaid yang menjadi landasan kesimpulan ini dimuat juga dalam Mukhtashar Nailul Authar hadits no: 2904. memberi komentar sebagai berikut. Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi.