PNEUMOTHORAX

Definisi Pneumothorax Pneumothoraks adalah keadaan dimana terdapat udara atau gas dalam rongga pleura. Dalam keadaan normal rongga pleura tidak berisi udara, supaya paru-paru leluasa mengembang terhadap rongga thoraks.

Tipe-Tipe Pneumothorax Spontaneous pneumothorax, juga dirujuk sebagai primary pneumothorax, terjadi pada ketidakhadiran dari luka trauma pada dada atau penyakit paru yang diketahui. Secondary (juga diistilahkan yang menyulitkan) pneumothorax terjadi sebagai akibat dari kondisi yang mendasarinya. Masuknya udara ke dalam rongga pleura dibedakan atas 4, yaitu : 1. Pneumothoraks spontan: Timbul sobekan subpleura dari bulla sehingga udara dalam rongga pleura melalui suatu lubang robekan atau katup. Keadaan ini dapat terjadi berulang kali dan sering menjadi keadaan yang kronis. Penyebab lain ialah suatu trauma tertutup terhadap dinding dan fistula bronkopleural akibat neoplasma atau inflamasi. 2. Udara lingkungan luar masuk ke dalam rongga pleura melalui luka tusuk atau pneumothoraks disengaja (artificial) dengan terapi dalam hal pengeluaran atau pengecilan kavitas proses spesifik yang sekarang tidak dilakukan lagi. Tujuan pneumothoraks sengaja lainnya ialah diagnostik untuk membedakan massa apakah berasal dari pleura atau jaringan paru. Penyebab-penyebab lain ialah akibat tindakan biopsi paru dan pengeluaran cairan rongga pleura.

atau yang diinduksi dengan bebas dalam rangka untuk mengempiskan paru. Pneumothorax dapat juga berkembang sebagai akibat dari penyakit-penyakit paru yang mendasarinya. Kelainan ini ditemukan pada 80-90% kasus. asma. Tetapi pada sebagian . Gejala yang utama adalah berupa rasa sakit yang tiba-tiba dan bersifat unilateral serta diikuti sesak nafas. termasuk pembuluh-pembuluh yang mengembalikan darah ke jantung.000 orang-orang setiap tahun di Amerika yang tidak mempunyai riwayat dari penyakit paru. Beberapa pasien menunjukkan keadaan asimtomatik dan kelainan hanya dapat ditemukan pada pemeriksaaan foto dada rutin. Ini dirujuk sebagai tension pneumothorax dan dapat menjadi fatal jika tidak segera dirawat. Keganasan dalam mediastinum dapat pula mengakibatkan udara dalam rongga pleura melalui fistula antara saluran nafas proksimal dengan rongga pleura. Udara berasal dari subdiafragma dengan robekan lambung akibat suatu trauma atau abses subdiafragma dengan kuman pembentuk gas. Pneumothorax mungkin juga terjadi setelah luka pada dinding dada seperti tulang rusuk yang patah. 4. Penyebab Pneumothorax Spontaneous pneumothorax disebabkan oleh pecahnya kista (cyst) atau kantong kecil (bleb) pada permukaan paru. paru terus menerus membocorkan udara kedalam rongga dada dan berakibat pada penekanan dari struktur-struktur dada. Masuknya udara melaui mediastinum yang biasanya disebabkan trauma pada trakea atau esophagus akibat tindakan pemeriksaan dengan alat-alat (endoskopi) atau benda asing tajam yang tertelan. Gejala-gejala ini lebih mudah ditemukan bila penderita melakukan aktivitas berat. pneumothoraks terluput dari pengamatan. terutama pada pria-pria yang tinggi dan kurus. 2. dan infeksi-infeksi dari paruparu. kanker paru. termasuk cystic fibrosis. Adanya keluhan-keluhan dan gejala-gejala klinis pneumothoraks amat tergantung pada besarnya lesi pneumothoraks dan ada tidaknya komplikasi penyakit paru. Definisi Tension Pneumothorax Pada beberapa kejadian. Pada beberapa kasus. chronic obstructive pulmonary disease (COPD). invasi operasi dari dada. Yang Berisiko Untuk Pneumothorax ? Spontaneous pneumothorax mempengaruhi kira-kira 9. Tipe dari pneumothorax ini adalah paling umum pada pria-pria yang berumur antara 20 dan 40 tahun.3. Merokok dapat meningkatkan risiko untuk spontaneous pneumothorax. luka yang menembus apa saja (tembakan senapan atau tusukan). Gejala Klinis 1.

6. Pada lesi yang lebih besar atau pada tension pneumothoraks. Mudah lelah pada saat beraktifitas maupun beristirahat. suara nafas yang melemah sampai menghilang pada sisi yang sakit. Suatu waktu perlengketan ini bisa sobek pada tekanan kuat dari pneumothoraks. Fungsi respirasi menurun. Rasa sakit tidak selalu timbul. gerakan pernafasan tertinggal pada sisi yang sakit. kasus. dapat samapai berat. Rasa sakit ini bisa menghemat atau menetap bila terjadi perlengketan antara pleura viseralis dan pleura parietalis.3. Keluhan Subyektif yang timbul : 1. Sesak. fremitus yang melemah sampai menghilang. 2. misalnya perkusi yang hipersonor. waran kulit yang kebiruan disebabkan karna kurangnya oksigen (cyanosis) . kadang bisa hilang dalam 24 jam. sedangkan sisi kiri (45%) dan bilateral hanya 2 %. Nyeri dada hebat yang tiba-tiba pada sisi paru terkena khususnya pada saat bernafas dalam atau batuk. 4. Hampir 25 % dari pneumothoraks spontan berkembang menjadi hidropneumothoraks. trakea dan mediastinum dapat terdorong kesisi kontralateral. Diafragma tertekam ke bawah. sehingga terjadi perdarahan intrapleura (hemato-pneumothoraks). Kebanyakan pneumothoraks terjadi pada sisi kanan (53%). 5. 4. gejala-gejala masih gampang ditemukan pada aktivitas biasa atau waktu istirahat. terjadi hipoksemia arterial dan curah jantung menurun. apabila sebagian paru yang kolaps sudah mengembang kemabli 3. Kadang-kadang gejala klinis dapat ditemukan walaupun kelainan pneumothoraksnya sedikit.

Pneumothoraks . Palpasi : Pada sisi yang sakit ruang sela iga dapat normal atau melebar. 3. 2. apabila tekanannya tinggi.Diagnostik fisik 1. dan tekanan darah rendah (hypotension). Inspeksi : dapat terjadi pencembungan dan pada waktu pergerakan nafas. Auskultasi : suara nafas melemah sampai menghilang. Spontaneous pneumothorax akan umumnya hilang dengan sendirinya tanpa perawatan. Perkusi : Suara ketok hipersonor sampai tympani dan tidak bergetar. iktus jantung terdorong kesisi thoraks yang sehat. Prognosis Dari Pneumothorax Hasil dari pneumothorax tergantung pada luasnya dan tipe dari pneumothorax. 5. Mempunyai satu pneumothorax meningkatkan risiko mengembangkan kondisi ini kembali. bahkan ketika kecil. Secondary pneumothorax yang berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya. batas jantung terdorong ke thoraks yang sehat. Fremitus suara melemah atau menghilang. 6. Pneumothorax yang lebih besar dan pneumothorax yang berhubungan dengan penyakit paru yang mendasarinya seringkali memerlukan aspiration (penyedotan) dari udara bebas dan atau penempatan dari suatu tabung dada untuk mengevakuasi udara. Disamping keluhan-keluhan dan gejala-gejala klinis tersebut diatas. adalah jauh lebih serius dan membawa angka kematian sebesar 15%. Merawat Suatu Pneumothorax Suatu pneumothorax yang kecil tanpa penyakit paru yang mendasarinya mungkin hilang degan sendirinya dalam waktu satu sampai dua minggu. penumpukan cairan di paru. diagnosis lebih meyakinkan lagi dengan pemeriksaan sinar tembus dada. kebocoran tidak menutup dengan sendirinya. infeksi dari ruang antara paru dan dinding dada (ruang pleural). 4. Secondary pneumothorax memerlukan perawatan darurat dan segera. hemorrhage (perdarahan). Pada beberapa kasus-kasus. Ini disebut suatu bronchopleural fistula. kebanyakan kekambuhan terjadi dalam waktu 1.5 sampai dua tahun. tertinggal pada sisi yang sakit. Kemungkinan komplikasi-komplikasi dari tabung dada termasuk nyeri. Angka kekambuhan untuk keduanya primary dan secondary pneumothorax adalah kira-kira 40%. nafas dapat amforik apabila ada fistel yang cukup besar. dan mungkin memerlukan operasi dada untuk memperbaiki lubang di paru.

.

dan juga tidak adanya bayangan diluar garis ini. tuberculosis. Pneumothorax berhubungan dengan berbagai macam kelainan paru meliputi emfisema. Dimana diagnosis pneumothoraks tergantung kepada garis yang dibentuk pleura pada tepi paru-paru yang memisahkan dengan dinding dada.Pneumothoraks adalah adanya udara dalam rongga pleura yang diagnosis diyakinkan dengan pemerikasaan sinar tembus dada. . mediastinum atau diafragma oleh udara. trauma.

1 Definisi . Gambaran Radiologis Bayangan udara dalam rongga pleura memberikan bayangan radiolusen yang tanpa struktur jaringan paru (avascular pattern) dengan batas paru berupa garis radioopak tipis yang berasal dari pleura viseral(2). kadang bisa hilang dalam 24 jam.3.(1) Keluhan Subyektif Nyeri dada hebat yang tiba-tiba pada sisi paru terkena khususnya pada saat bernafas dalam atau batuk. Sesak. Pada foto terlihat bayangan udara dari pneumothoraks yang berbentuk cembung. apabila sebagian paru yang kolaps sudah mengembang kemabli Mudah lelah pada saat beraktifitas maupun beristirahat.2. dapat samapai berat. yang memisahkan pleura parietalis dengan pleura viseralis. Bila penumothoraksnya tidak begitu . waran kulit yang kebiruan disebabkan karna kurangnya oksigen (cyanosis) 2.

yakni terdapatnya kenaikan densitas jaringan paru selama ekspirasi tapi tidak menaikkan densitas pneumothoraks. dimampatkan atau terkena penyakit yang meningkatkan kepadatan paru(3). Dalam situasi ini harus dibedakan dengan pneumomediastinum.(1) Suatu hasil rontgen diperoleh sehabis ekspirasi maksimum akan membantu dalam menetapkan diagnosa. Oleh karena itu secara relatif pneumothoraks lebih berhubungan dengan paru-paru sehabis ekspirasi dibanding inspirasi dan kiranya pleura viseral lebih kecil berhubungan dengan pneumothoraks. sehingga rongga intrapleura di apeks jadi lebih besar. Ketika garis sambungan depan terlihat pada neonatus. Pada pneumothorak udara bebas dalam rongga pleura lebih cenderung berkumpul pada bagian atas sisi lateral. Ketika pneumothoraks terjadi pada pasien dengan atelektase lobus. Sehingga lebih mudah untuk menggambarkannya. Oleh karena itu distribusi yang udara yang tidak normal pada pasien ini menyebabkan pengempisan lobus. Foto lateral decubitus pada sisi yang sehat dapat membantu dalam membedakan pneumothorak dengan kista atau bulla. foto dengan pernafasan dalam (inspirasi penuh) pun tidak akan menunjukkan kelainan yang jelas. terutama sekali jika paru-paru berkurang volumenya. Ketika kehadiran cairan sebagai tambahan dari udara atau gas pada film dengan cahaya horisontal memperlihatkan tingkat atau batas udara dengan cairan. Pada tension pneumothoraks pergeseran dari struktur mediastinal kesan pada paru dan kesan pada difragma sudah terlihat. Ketika udara intrapleura terperangkap pada posisi yang tidak biasa oleh karena penggabungan kadang-kadang pneumothoraks bisa terlihat pada subpulmonary. yang . terutama pada pasien COPD (Chronic Pulmonary Obstruktif Disease) dan penurunan dari fungsi paru dan juga diobservasi sepanjang permukaan tengah dari paru bayi yang baru lahir sering diperiksa dengan posisi terlentang. akan menekan jaringan paru kearah hilus atau paru menjadi kuncup/kolaps di daerah hilus dan mendorong mediastinum ke arah kontralateral.(1) Jika pneumothoraks luas. Selama ekspirasi maksimal udara dalam rongga pleura lebih didorong ke apeks. Udara dalam ruang pleura jadi lebih radiolusen dibandingkan paru-paru yang bersebelahan dengan pneumothoraks tersebut. Penurunan volume paru terjadi sehabis ekspirasi tetapi ruang pneumothoraks tidak berubah.besar. Dalam hal ini dianjurkan membuat foto dada dengan inspirasi dan ekspirasi penuh. Selain itu terdapat perbedaan densitas antara jaringan paru dan udara intrapleura sehingga memudahkan dalam melihat pneumothoraks. sebab paru-paru kemudian secara relatif lebih tebal/padat dibanding pneumothoraks itu. Selain itu sela iga menjadi lebih lebar(2). udara terkumpul dalam ruangan pleura yang dekat dengan paru-paru yang mengempis.

Terutama sekali pada foto pasien dalam posisi terlentang. karena garis ini biasanya tidak terlihat pada pada pasien. foto oblique dan foto lateral diperlukan untuk visualisasi yang nyata. CT dapat digunakan jika informasi mengenai kehadiran atau ketidakhadiran pneumothoraks adalah hal yang sangat penting. 2. Oleh karena itu.4.mengindikasikan pneumothoraks bilateral. dan ada kalanya. Keadaan ini dapat mengakibatkan fungsi pernafasan sangat terganggu yang harus segera ditangani kalu tidak akan berakibat fatal(2). mediastinum tergeser kesisi lain dan mempengaruhi aliran darah vena ke atrium kanan. Adakalanya lingkaran radioopak ditemukan pada hilus atau dibawah hilus pada pasien pneumothoraks yang besar atau luas(3). Pada foto sinar tembus dada terlihat mediastinum terdorong dan diafragma pada sakit tertekan kebawah(1). hasil diagnosa pneumothorax mungkin sulit untuk dibuat dalam pemeriksaan hasil radiografi dada. Pada bayi neonatus pneumothorak dapat dievaluasi dengan foto anteroposterior atau lateral pada saat yang sama(3). udara dalam ruang pleura mungkin nampak anteromedial sepanjang medistinum. ketika lokasi pneumothoraks disekeliling hadir. pada posisi apicolateral atau posteromedial dalam area paraspinal. Pada orang dewasa yang sakit kritis diuji dengan posisi setengah duduk atau terlentang. karena pneumothoraks relatif lebih mudah dideteksi pada CT sesuai potongan aksis(3). terutama sekali didalam celah kecil sisi kanan pneumothoraks. Foto ini terdiri dari radiolusen yang relatif pada kedalaman sulcus costophrenicus samping yang menandakan udara dalam area ini(3). Secara ringkas. Tanda cekungan yang dalam diuraikan oleh Gordon pada foto posisi terlentang pada pasien pneumothoraks. Hasil diagnosa mungkin tidak dapat terlihat dalam foto polos. . Ketika pneumothoraks kecil foto pada saat inspirasi seringkali berharga. pada suatu posisi subpulmonary. Udara mungkin dapat diamati dalam celah interlobaus. proyeksi samping mungkin bisa untuk mengkonfirmasikan kehadiran pneumothoraks manakala proyeksi dari depan samar-samar. Komplikasi Pneumothoraks Tension Pneumothoraks: komplikasi ini terjadi karena tekanan dalam rongga pleura meningkat sehingga paru mengempis lebih hebat.

Hidro-pneumothoraks/Hemo-pneumothoraks: Pada kurang lebih 25% penderita pneumothoraks ditemukan juga sedikit cairan dalam pleuranya. Sebab lain bisa juga dari emfisem mediastinum yang berasal dari perforasi esofagus. Pneumomediastinum dan emfisema subkutan: Pneumomediastinum dapat ditegakkan dengan pemeriksaan foto dada. Terjadi bila fistula bronkopleura tetap membuka.Piopneumothoraks: Berarti terdapatnya pneumothoraks disertai empiema secara bersamaan pada satu sisi paru. Insidensinya adalah 1% dari seluruh pneumothoraks. Cairan ini biasanya bersifat serosa. Hidrothorak dapat timbul dengan cepat setelah terjadinya pneumothoraks pada kasus-kasus trauma/perdarahan intrapleura atau perforasi esofagus (cairan lambung masung kedalam rongga pleura). Insidensi pneumothoraks kronik dengan fistula bronkopleura ini adalah 5 % dari seluruh pneumothoraks. adanya fistula bronkopelura yang melalui bulla atau kista. serosanguinea atau kemerahan (berdarah). Pneumothoraks simultan bilateral: Pneumothoraks yang terjadi pada kedua paru secara serentak ini terdapat pada 2% dari seluruh pneumothoraks. . Keadaan ini timbul sebagai lanjutan pneumomediastinum yang secara sekunder berasal dari emfisem jaringan interstitiel paru. Pneumothoraks kronik: Menetap selama lebih dari 3 bulan. Faktor penyebab antara lain adanya perlengketan pleura yang menyebabkan robekan paru tetap terbuka. Kelainan ini dimulai robeknya alveoli kedalam jaringan interstitium paru dan kemungkinan didikuti oleh pergerakan udara yang progresif kearah mediastinum (menimbulkan pneumomediastinum) dan kearah lapisan fasia otot-otot leher (menimbulkan emfisema subkutan). adanya fistula bronko-pleura yang melalui lesi penyakit seperti nodul reumatoid atau tuberkuloma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful