http://mahmud09kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/contohlaporan-penelitian-tindakan_27.

html Jumat, 27 Juli 2012 CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) : UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA KELAS XC SMAN 3 PONOROGO DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE “CARD SORT”
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya sekolah adalah wahana proses belajar mengajar yang paling pokok, dan juga sebagai proses tingkah laku ditimbulkannya melalui latihan atau pengalaman. Dalam proses belajar ini seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan alat inderanya. Karena itu pentingnya pendidikan, maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen serta pendidikan diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik, ini berarti tujuan belajar siswa itu hanya sekedar ingin mendapatkan pengetahuan sebagai konsekuensi pengertian semacam ini dapat membuat suatu kecenderungan nak menjadi pasif karena hanya menerima informasi atau pengetahuan yang diberikan oleh gurunya. Jadi gurulah yang memegang kunci dalam proses belajar mengajar di kelas.[1] Alam kegiatan belajar mengajar apabila ada seseorang siswa, misalnya tidak berbuat sesuatu yang seharusnya dikerjakan maka perlu diselidiki sebab-sebabnya. Sebabsebabnya itu biasanya bermacam-macam, mungkin ia tidak senang sakit, lapar ada problem pribadi dan lain-lain. Hal ini berarti pada diri anak tidak terjadi perubahan energi, tidak

Oleh sebab itu penerapan metode C & C (Cerita dan Ceramah) diharapkan mampu mengatasi keterbatasan waktu tersebut. Dengan metode Card sort diharapkan anak dapat menggali dan menemukan inti-inti materi melalui potongan kertas sehingga anak merasa senang dan materi yang dipelajari melekat dalam benaknya. Untuk mengatasi kebiasaan guru mengajar dengan pendekatan ceramah tersebut. kemudian mendorong siswa itu mau melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan yakni belajar. Guru tidak lagi harus secara monoton menjelaskan materi pelajaran kepada siswa. Diambil dari uraian di atas bisa ditarik judul yaitu : "UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA KELAS XC SMAN 3 PONOROGO DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE “CARD SORT”. sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif serta dapat 1. Siswa semakin aktif serta kooperatif. Model pembelajaran Card Sort dimaksudkan menjadikan kebiasaan guru yang bersifat otoriter menjadi fasilitator. padahal masih banyak guru yang menyukainya. meningkatkan dan mengevaluasi pengelolaan pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sarana termudah untuk meneliti. . menyempurnakan.terangsang afeksinya untuk melakukan sesuatu. Maka beralasan metode ini lebih mudah dilaksanakan. Identifikasi Masalah Pembelajaran ceramah untuk mata pelajaran Bahasa Arab tentu tidak relevan dan akan menimbulkan verbalisme bagi pemahaman anak. Banyak metode mengajar yang dapat ditetapkan dalam proses KBM salah satunya di antaranya adalah dengan metode C & C(Cerita dan Ceramah. B. karena tidak memiliki tujuan atau kebutuhan belajar. Bekerja sama dan mengkomunikasikan hasil belajarnya. 2. 3. mengubah kegiatan pembelajaran ego – involvement. Keadaan semacam ini perlu dilakukan daya upaya yang dapat menemukan sebab musababnya.[2] Peran guru menjadi kunci keberhasilan dalam misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah selain bertanggung jawab untuk mengatur. menjadi Task involvement. mengarahkan dan menciptakan suasana kondusif yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan di kelas. Membangkitkan minat siswa untuk belajar menemukan sendiri.

Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Card Sort ? 3. Memiliki gambaran tentang pembelajaran bahasa Arab yang efektif 2. Dapat mengidentifikasikan permasalahan yang timbul di kelas. sekaligus mencari solusi pemecahannya 3. F. Pembatasan dan Rumusan Masalah Masalah dalam PTK ini adalah kesulitan siswa dalam memahami mufrodat. Sejauh manakah ketrampilan kooperatif siswa dapat dimunculkan dalam pembelajaran model “Card Sort”? D. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan pembelajran khususnya bagi guru yang mengajar bahasa Arab. Apakah pembelajaran dengan model card sort dapat meningkatkan kemampuan belajar Bahasa Arab ? 2. Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : 1. Aktivitas siswa akan meningkat dengan kegiatan mencocokkan jawaban di potongan kertas 3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan belajar siswa mata pelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan model pembelajaran “Card Sort”. Hasil belajar bahasa arab akan meningkatkan penggunaan model pembelajaran “Card Sort” dengan media potongan kertas 2. yaitu sebagai berikut : 1. E. C.Wujud atau aplikasi model pembelajaran Card Sort mata Pelajaran Bahasa Arab adalah dengan menggunakan potongan-potongan kertas sebagai media pembelajaran Bahasa Arab. Dipergunakan untuk menyusun program peningkatan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab pada tahap berikutnya Manfaat bagi siswa adalah sebagai landasan bagi siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. . Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam PTK ini adalah : 1. Ketramoilan kooperatif siswa akan muncul lebih banyak melalui pembelajaran “Card Sort”.

wawancara dan catatan lapangan. suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Metodologi Penelitian Tindakan Kelas 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Ponorogo. Subjek pelaku tindakan 1 guru Bahasa Arab kelas XC. Yos Sudarso 03/01 Desa Paju Ponorogo. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan . Catatan observasi dipergunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dan ketrampilan kooperatif siswa. Metode Pengumpulan Data Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi. SMAN 3 Ponorogo berada di Jalan Yos Sudarso 03/01 Paju Ponorogo Kelas yang diteliti adalah siswa XC dengan jumlah siswa 41 siswa b. Objek Tindakan Kelas a. Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan November 2007 (Selama melaksanakan PPLK II) dengan prosedur sebagai berikut : a) Persiapan b) Pelaksanaan Penelitian c) Penyusunan Laporan 1) Mengumpulkan dan menilai hasil test 2) Menganalisis hasil penelitian 3) Menyusun laporan Penelitian 2.G. Subjek penerima tindakan adalah 41 siswa kelas XC semester 1 tahun pelajaran 2007/2008 3. Setting Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif yaitu bersifat praktis berdasarkan permasalahan riil dalam pembelajaran Bahasa Arab di SMA Negeri 3 Ponorogo yang beralamat di Jl.

Data yang diperoleh berdasarkan : 1) 2) Hasil observasi keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung Hasil Penelitian pemahaman materi Bab V dan VI mata Pelajaran Bahasa Arab. proses kerja. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Yaitu dengan menginventarisasikan dan memadukan seluruh informasi yang diperoleh dari tiap siklus. gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit / kecil. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur.Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis dengan statistik deskriptif secara rata-rata.[3] 4. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendasarkan dirinya pada laporan tentang diri sendiri atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garisgaris besar permasalahan yang akan ditanyakan. BAB II KAJIAN PUSTAKA . Oleh karena itu dalam melakukan wawancara pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.

Toggart .Model Kemmis dan Mc. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara kesinambungan. d. tindakan. c. b. Kajian Teori a. tindakan. sehingga meningkatkan mutu hasil instruksional.Model John elliot . observasi dan refleksi yang merupakan langkah berurutan dalam satu siklus atau daur yang berhubungan dengan siklus berikutnya: • Karakteristik PTK adalah Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek instruksional Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus Pihak yang melakukan tindakan adalah guru sendiri • a. Adapun modelnya ada 4 : 1. meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.Model Kurt Lewin . PTK digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan. meningkatkan relevansi. Tahap 3 : Pengamatan .A.Model Dave Ebbutt Tetapi yang paling terkenal dan biasa digunakan adalah model kemmis dan Mc Toggart. Jenis-Jenis PTK adalah PTK Diagnostik PTK Partisipan PTK Empiris PTK Eksperimental • Model-Model PTK Sebenarnya ada beberapa model yang dapat diterapkan dalam PTK di antaranya : . mengembangkan ketrampilan guru. Tahap 1 : Menyusun rancangan tindakan 2. observasi dan refleksi yang merupakan langkah berurutan dalam satu siklus atau daur yang berhubungan dengan siklus berikutnya. Tahap 2 : Pelaksanaan tindakan 3. PTK digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan.

berikan point-point penting terkait dengan materi. c. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang jenuh atau bosan. fakta tentang objek atau mereview informasi. b.[7] • Kedudukan Bahasa Arab 1. : Refleksi Sasaran / objek PTK adalah : Unsur Siswa Unsur Guru Unsur Materi Pelajaran Unsur Peralatan / sarana pendidikan Unsur hasil pembelajaran Unsur lingkungan Unsur Pengelolaan[5] b. Setiap siswa dibagi potongan kertas yang berisi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori 2. maka tentu saja ia merupakan bahasa yang paling besar signifikasinya bagi ratusan juta muslim sedunia baik yang berkebangsaan Arab maupun bukan. f. e.000. d.4. Minta siswa untuk bergerak dan berkeliling di dalam kelas untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama 3. karakteristik klasifikasi. Model Pembelajaran “Card Sort” Strategi ini merupakan kegiatan kolaborasi yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep. Bahasa ini digunakan secara resmi oleh kurang lebih 20 negara. Bahasa Arab Bahasa Arab adalah merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan orang lebih dari 200.0000 umat manusia (Ghazzawi. 1992). Bahasa Arab merupakan bahasa Al Qur’an . Seiring dengan presentasi dari tiap-tip kategori tersebut.[6] c. Tahap 4 • a. Siswa dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing di depan kelas 4. g. Dan karena ia merupakan bahasa kitab suci dan tuntunan agama Islam sedunia. Langkah-langkah : 1.

Bahasa itu mempunyai beberapa tingkatan dalam pembentukannya. 1 tata tertib kelas. Bahasa Arab merupakan bahasa Al Hadits 4. 3 gambar pahlawan. Proses Analisa Data Proses analisa data sebagai hasil penelitian meliputi peningkatan aktivitas dan permunculan ketrampilan kooperatif siswa. Dalam mengucapkan bahasa.2. Gambaran Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini mengambil setting di SMA Negeri 3 Ponorogo yang bertempat di Jalan Yos Sudarso 03/01 Paju Ponorogo. serta hasil prestasi belajarnya dalam memahami materi Bahasa Arab disajikan dalam 2 siklus : . 1 jadwal piket sehari-hari. Setiap bahasa mempunyai peringkat-peringkat 4. Berdasarkan aspek geografis tiap-tiap bahasa mempunyai dialek yang berbeda-beda 3. setiap individu akan berbeda antara seseorang dengan lainnya 6. 1 kata mutiara. 2 papan tulis. 1 meja dan kursi untuk guru. 1 jam dinding. Bahasa Arab merupakan bahasa dalam sholat 3.[8] BAB III HASIL PENELITIAN A. Bahasa Arab dunia Arab yang strategis 5. Dan di dalamnya terdapat 42 kursi untuk siswa. Dan kelas yang diteliti yaitu kelas XC dengan jumlah siswa 41 siswa. Penjelasan Per Siklus C. Berdasarkan aspek sosiologi tiap-tiap bahasa mempunyai beberapa ragam bahasa 2. B. 1 gambar burung garuda. Gambar Presiden dan wakil Presiden. Banyaknya jumlah penutur Bahasa Arab • Karakteristik Bahasa Arab 1. Ekspansi bahasa bisa melalui kedua lisan dan bisa juga melalui media tulisan 5.

Hasilnya : Siswa aktif Siswa pasif Intreprestasi : Pada siklus kedua hasil pembelajaran sudah memenuhi harapan. baik aktivitas. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan. kerja sama. . akibatnya proses pembelajaran belum maksimal 2. yakni adanya peningkatan aktivitas hasil belajar siswa.Aktivitas siswa pada siklus pertama mencapai 30 % . maupun prestasi siswa. ada 25 siswa : Ada 5 siswa Siswa kooperatif : ada 7 siswa Siswa tidak masuk : ada 4 siswa . . ada 20 siswa : Ada 10 siswa Siswa kooperatif : ada 4 siswa Siswa tidak masuk : ada 7 siswa D. Hasilnya : Siswa aktif Siswa pasif Interprestasi : Pengenalan materi perlu diperjelas lagi karena awal belum dikuasai. Siklus II Dalam proses pembelajaran siklus kedua pengenalan materi dilakukan dengan pemberian potongan kertas yang berisi tentang potongan kertas yang berisi tentang materi setiap siswa mencari pasangannya masing-masing. Siklus I Dalam proses pembelajaran siklus pertama pengenalan materi dilakukan dengan diskusi kelas yang materinya dari buku paket.1. Pembahasan dan Pengambilan Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort adalah memuaskan.

Hasil prestasi belajar pada siklus kedua mencapai 90 % Salah satu hasil observasi selain 3 hal di atas menjadi sasaran tindakan penelitian adalah dengan berkembangnya pemahaman materi sejalan dengan berkembangnya aktivitas dan ketrampilan siswa BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari PTK ini adalah sebagai berikut : 1. 3.Hasil prestasi belajar pada siklus pertama mencapai 50 % . Saran Dari kesimpulan di atas dapat disarankan hal-hal sebagai berikut : 1. DAFTAR PUSTAKA . tentunya bisa dikembangkan dengan pendekatan model atau variasi (inovasi) pembelajaran lainnya. Ketrampilan kooperatif siswa selama proses pembelajaran dengan model Card sort dapat muncul dan sebagian menunjukkan peningkatan Prestasi belajar Bahasa Arab pada materi pelajaran mengalami peningkatan yang signifikan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model Card Sort dengan media potongan kertas B. Dengan melihat hasil pembelajaran model card sort ini. Aktivitas siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan mereka sendiri cenderung meningkat (mengerjakan soal pertanyaan. berdiskusi. Pembelajaran bahasa arab yang selama ini hanya menggunakan cara-cara konvensional sudah waktunya diganti dengan teknik pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran Card Sort 2. dan merespon pertanyaan) 2..Aktivitas siswa pada siklus kedua mencapai 70 % .

Sadiman. Azhar Arsyad. Metode Penelitian Pendidikan (Alfabeta. Model Pembelajaran Bahasa Arab (PSIBA UPI. Surabaya. 2006. Yiama Widya Zaini Hisyam. Bandung Alfabeta Widianingrum Retno. dkk. Strategi Pembelajaran Aktif fi Perguruan Tinggi (CTSD. 1996). [1] Sardiman A. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya (Pustaka Pelajar. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Statistik Pendidikan. CTSD Arsyad Azhar. 2004. 2003) Bandung 2-5 . 1 [8] Muhammad Ali Al Khuliy. 2006) Bandung 308 [4] Retno Widyaningrum. 1996. 147 [5] Zainal Aqib.M. Yogyakarta. Bandung. Bandung PSIBA UPI. 2005. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. Model Pembelajaran Bahasa Arab. (Jakarta. 2004 : 110) Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Pustaka Pelajar Al Khuliy Ali Muhammad. Raja Grafindo Persada Efendi Fuad Ahmad. Misykat Sugiyono. 2005) Ponorogo. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Dr. 1996 : 47) Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 2003. Raja Grafindo [2] Ahmad Fuad Efendi (Malang. 50 [7] Prof. 2003) Yogyakarta. Penelitian Tindakan Kelas (Irama Widya. [3] Prof. STAIN Ponorogo Aqib Zainal. Penelitian Tindakan Kelas. 2001.A. Metode Penelitian Pendidikan. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 2003. Sugiyono. Malang. Dr. Statistik Pendidikan (STAIN. 2006) 87 [6] Hisyam Zaini dkk.M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful