PERAN KONSELING FARMASIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DITINJAU DARI ANALISISBIAYA TERAPI DI RSUD dr.

DJOELHAM BINJAI Abstrak Biaya pelayanan kesehatan semakin meningkat diakibatkanberbagai faktor seperti perubahan pola penyakit dan pola pengobatan, peningkatan penggunaan teknologi canggih, meningkatnya permintaan masyarakat dan perubahan ekonomi secara global. Salah satu penyakit yang membutuhkan biaya yang besar untuk penatalaksanaannya adalah diabetes dan biaya semakin meningkat manakala timbul komplikasi. Oleh karena itu fokus utama pengendalian biaya perawatan diabetes adalah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah jangan sampai timbul komplikasi, salah satu caranya adalah dengan melibatkan farmasis dalam asuhan kefarmasian berupa konseling dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi sehingga mampu melakukan self care. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap biaya terapi yang diberikan dan manfaat terhadap pencegahan kemungkinan terjadinya komplikasi pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan melibatkan 24 orang penderita DM tipe 2, dibagi dua kelompok yaitu konseling dan tanpa konseling dengan melakukan pemeriksaan Kadar Gula Darah (KGD), HbA1c dan analisis biaya terapi antidiabetik. Pada penelitian ini penderita perempuan lebih banyak (91,67%) dibanding laki-laki (8,33%). DM terbanyak dialami pada umur antara 51-60 tahun yaitu 6 orang (50,00%) pada DM dengan konseling dan 5 orang (41,67%) pada kelompok umur antara 61-70 tahun pada DM tanpa konseling. Berdasarkan lama menderita DM yang paling banyak dialami pasien selama 1-6 tahun sebanyak 6 orang (50,00%) pada DM dengan konseling dan DM tanpa konseling 5 orang (41,67%). Nilai HbA1c pada Penderita DM dengan konseling terjadi penurunan terbesar yaitu 41,35% dengan nilai HbA1c awal 10,4 dan nilai HbA1c akhir 6,1 sedangkan persentase kenaikan yaitu 12,5% dengan nilai HbA1c awal 6,4 dan nilai HbA1c akhir 7,2. Nilai HbA1c pada penderita DM tanpa konseling kenaikan tertinggi yaitu 31,70% dengan nilai HbA1c awal 8,2 dan nilai HbA1c akhir 10,8 dan penurunan terbesar yaitu 29,36% dengan nilai HbA1c 12,6 dan nilai HbA1c akhir 8,9. Biaya terapi penderita DM setelah diberikan konseling terjadi penurunan yaitu Rp.49.650 menjadi Rp.17.400. biaya terapi pada penderita DM tanpa konseling tidak terjadi penurunan biaya (biaya terapi tetap). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai kebermaknaan = 0,003, ini berarti dengan adanya konseling biaya terapi pada penderita DM menurun dengan signifikan (p < 0,05). Maka kesimpulan penelitian ini adalah penderita DM yang diberi konseling terjadi penurunan biaya sedangkan pada pasien tanpa konseling tidak terdapat perubahan biaya, hal ini berarti dengan pemberian konseling mempengaruhi analisis biaya terapi pada pasien DM tipe 2 dan dengan adanya konseling dapat menurunkan tingkat HbA1c pada pasien DM tipe 2 sehingga mencegah terjadinya komplikasi. Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, konseling, biaya, HbA1c.

Universitas Sumatera Utara

So the conclusion of this study were patients who were given counseling DM decrease the cost of counseling while in patients without no fee changes. increased use advanced technology. increasing public demand and global economic change. Therefore the main focus of diabetes care cost control is best to prevent complications do not arise.ROLE IN PATIENT COUNSELING PHARMACISTS TYPE 2 DIABETES MELLITUS VIEWED FROM THE ANALYSIS COST OF THERAPY IN GENERAL HOSPITALS dr.1 while the percentage increase of 12. Based on statistical test values obtained significance = 0. HbA1c values in patients with DM without counseling the highest increase of 31.67%) in the age group between 61-70 years in DM without counseling. Key words: diabetes mellitus type 2. divided into two groups.8 and the biggest drop of 29. cost of therapy in patients with DM without counseling is not a decline in costs (costs of therapy equipment).67%) than men (8.650 be Rp. This research was conducted for 3 months involving 24 people with type 2 diabetes mellitus patients.2 and final HbA1c value of 10.36% with HbA1c value of 12. Based on the long suffering of the most experienced DM patients for 1-6 years as many as 6 people (50.67%).00%) in DM with DM without counseling and counseling 5 people (41. Value of HbA1c in diabetic patients with the largest decline counseling is 41.400. In this study.4 and final HbA1c value of 7.05). DJOELHAM BINJAI Abstract Increasing health care costs resulting from various factors such as changing pattems of disease and treatment pattems. The purpose of this study was to determine the effect of counseling and benefits therapy costs to prevent the possibility of complications in patients with type 2 diabetes. DM is most experienced at the age between 51-60 years of 6 people (50. one way is to involve pharmacists in pharmaceutical care in the form of counseling and improving patient adherence to therapy so as to perform self-care.5% with initial HbA1c value of 6.70% with initial HbA1c value of 8. One of the diseases that require a high cost for management is a diabetic and cost increases when complications arise. The cost of therapy in diabetic patient after being given counseling a decline that is Rp.35% with initial HbA1c value of 10.003. this means that with the cost of counseling therapy in patients with DM decreased significantly (p <0. counseling and without counseling by inspecting Blood Sugar Levels (KGD).6 and final HbA1c value of 8.4 and final HbA1c value of 6.9.2.17. costs.49. Universitas Sumatera Utara . counseling. HbA1c and analysis of the cost of antidiabetic therapy.33%). this means the provision of counseling affects the cost analysis of therapy in patients with type 2 diabetes mellitus and with counseling can reduce HbA1c levels in patients with DM type 2 thus preventing the occurrence of complications. HbA1c. more female patients (91.00%) in DM with counseling and 5 women (41.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful