LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM TEKNIK PEMBUATAN KOMPON

KELOMPOK : II (DUA) Disusun Oleh : Nama NIM : Nursufi : 110102018

Dosen Pengampu :
Ihda Novia Indrajati, ST, MT

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN RI AKADEMI TEKNOLOGI KULIT YOGYAKARTA TAHUN 2012

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allat SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum mengenai “Praktikum Teknik Pembuatan Kompon”. Laporan yang ini disusun dari bahan materi yang diambil dari hasil pengamatan praktikum, Tanya jawab bahkan buku dan situs internet sebagai pelengkapnya. Atas terselesainya laporan praktikum ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ihda Novia Indrajati, ST., M.T selaku dosen pembimbing mata kuliah Praktikum Teknik Pembuatan Kompon. 2. Bapak dan ibu asisten dosen. 3. Ibunda yang selalu mendo’akan. 4. Teman-teman yang telah membantu terlaksana nya penulisan laporan ini yang tidak dapat disebutkan satu demi satu. Akhir kata “tiada gading yang tak retak”, begitu pula dengan laporan ini. Oleh karena itu kritik dan saran tetap penulis harapkan untuk membantu penyempurnaan penyusunan makalah dimasa yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Waalaikumsalam Wr. Wb. Yogyakarta, 30 juni 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Halaman judul ..................................................................................................... i Kata Pengantar .................................................................................................... ii Daftar Isi.............................................................................................................. iii BAB I. PEMBUATAN SOL SEPATU (F-2) .................................................... 1 1. Pendahuluan ............................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang .................................................................................. 2 1.2 Tujuan Praktikum ............................................................................. 2 2. Dasar Teori .............................................................................................. 2 3. Percobaan ................................................................................................ 3 3.1 Alat .................................................................................................. 3 3.2 Bahan ................................................................................................ 3 3.3 Cara Kerja......................................................................................... 3 4. Hasil dan Pembahasan............................................................................... 4 4.1 Hasil Praktikum ............................................................................... 6 4.2 Pembahasan ...................................................................................... 7 5. Kesimpulan ............................................................................................... 7 BAB II. PEMBUATAN SOL SEPATU HARIAN (F-1) ................................... 8 1. Pendahuluan .............................................................................................. 4 1.1 Latar Belakang ................................................................................. 6 1.2 Tujuan Praktikum ............................................................................. 7 2. Dasar Teori ................................................................................................ 7 3. Percobaan .................................................................................................. 4 3.1 Alat .................................................................................................. 6 3.2 Bahan ............................................................................................... 7 3.3 Cara Kerja ........................................................................................ 7 4. Hasil dan Pembahasan............................................................................... 4

4.1 Hasil Praktikum ............................................................................... 6 4.2 Pembahasan ...................................................................................... 7 5. Kesimpulan ............................................................................................... 7 BAB II. PEMBUATAN SARUNG TANGAN LATEKS .................................. 8 1. Pendahuluan .............................................................................................. 4 1.1 Latar Belakang ................................................................................. 6 1.2 Tujuan Praktikum ............................................................................. 7 2. Dasar Teori ................................................................................................ 7 3. Percobaan .................................................................................................. 4 3.1 Alat .................................................................................................. 6 3.2 Bahan ............................................................................................... 7 3.3 Cara Kerja ........................................................................................ 7 4. Hasil dan Pembahasan............................................................................... 4 4.1 Hasil Praktikum ............................................................................... 6 4.2 Pembahasan ...................................................................................... 7 5. Kesimpulan ............................................................................................... 7 BAB V KESIMPULAN ...................................................................................... 32 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 33 LAMPIRAN ........................................................................................................ 34 LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ 36

2 Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat : a. Dengan berkembangnya teknologi perkareten menuntut mahasiswa Akademi Teknologi Kulit khususnya konsentrasi studi teknologi Bahan Kulit. Mengetahui proses dalam pembuatan sol sepatu b. . Barang jadi dari karet terdiri atas ribuan jenis dan dapat diklasifikasikan atas dasar penggunaan akhir (end use) atau menurut saluran pemasaran (market channel). tujuan dari praktikum yang di lakukan di BBKKP ini adalah untuk menambah pengetahuan yang lebih dalam mengenai kompon khususnya kompon sol sepatu. Karet. f. c. SIR) dijadikan bahan baku untuk menghasilkan berbagai jenis barang karet. Pendahuluan 1. 1. dan Plastik untuk selalu mengikuti perkembangan tersebut.BAB I PEMBUATAN SOL SEPATU ( F1 ) 1. Mengetahui bagaimana cara kerja proses vulcanizing press. Mengetahui formulasi bahan yang di gunakan dalam pembuatan kompon serta komposisinya. harus ada suatu transfer ilmu pengetahuan dari suatu badan penelitian perkaretan Balai Besar Kulit Karet dan Plastik kepada mahasiwa ATK Yogyakarta. Mengetahui cara mengoperasikan mesin vulcanizing press e. d. Mempelajari pembuatan barang karet berupa sol luar sepatu warna hitam secara press moulding.1 Latar Belakang Bahan olah karet berupa lateks dapat diolah menjadi berbagai jenis produk barang jadi lateks (latex goods) dan karet padat (RSS. Di samping itu. Maka. Mnegetahui cara perhitungan mencari berat masing-masing bahan dari phr-nya dan berat kompon.

Karet alam memiliki beberapa karakteristik. Dengan menggunakan bahan-bahan kimia pengolahan tertentu. Viskositas rendah b. b. maka dapat diatur pula sifat-sifat hasil produksinya. Ketahanan oksidasi tinggi c. . kompon karet adalah campuran karet –karet mentah dengan bahan – bahan kimia yang belum di vulkanisasi. Karet yang digunakan untuk kompon terdiri dari 2 jenis. Impurity rendah Dengan memperhatikan karakterstik karet alam tersebut. Dasar Teori Pembuatan dan pembentukan kompon karet merupakan tahap awal dalam produksi barang jadi karet. Pada dasarnya ada 2 metode untuk mengatur sifat pematangan hasil produksi. (Abednego. Dengan memilih kondisi koagulasi atau kondisi pengolahan lainya yang lebih tepat.karet alam adalah sumber karet yang berasal dari getah pohon karet yang di peroleh dengan menyadap atau melukai kulit kambium pohon karet. Pembuatan kompon dilakukan dengan cara pencampuran karet dengan bahan kimia di dalam mesin pencampur dan pembentukan dilakukan di dalam mesin pembentuk setelah terlebih dahulu dilunakkan. Dengan mengetahui sifat-sifat pematangan tersebut. yaitu: a.yaitu: Karet alam dan karet sintetis. maka kesulitan untuk memenuhi karakteristik tertentu bisa di minimalisir.1979) Proses pembuatan kompon adalah proses pencampuran antara karet mentah dengan bahan-bahan kimia karet (bahan aditif).2. Pembuatan kompon karet terdiri dari proses mastikasi dan proses pencampuran (mixing). yaitu: a.

Bahan kimia kompon dapat di bagi menjadi 2 jenis yaitu bahan kimia utama dan bahan kimia pembantu. Bahan penggiat (Actifator) Bahan ini digunakan untuk menggiatkan kerja dari bahan percepat. filler. diketahui bahwa dalam proses pembuatannya di gunakan bahan-bahan kimia yang di tambahkan pada bahan baku karet untuk memperoleh sifat fisik dan kimiawi dari kompon karet yang lebih baik. Bahan penggiat yang umum dipakai adalah kombinasi dari ZnO dan asan stearat. Bahan pengisi (filler) Dalam komponen karet. bahan pengisi ditambahkan dalam jumlah besar. Adapun fungsi dan kegunaan dari bahan-bahan kimia tersebut adalah sebagai berikut: a. Bahan pengisi dibagi antar dua golongan yaitu: o o Bahan pengisi aktif atau bahan pengisi Penguat Bahan pengisi tidak aktif. accelerator. dan antioksidan. Bahan penggiat (Accelerator) Bahan ditambahkan vulkanisasi. Bahan kimia utama terdiri dari: actifator. Bahan Pemvulkanisasi pencepat pada adalah senyawa-senyawa karet guna kimia yang proses kompon mempercepat . Bahan kimia utama adalah bahan kimia yang digunakan untuk meningkatkan sifat-sifat fisis karet. b. d.Dari pengertian kompon. c. sehingga produk karet yang dihasilkan akan memiliki sifat fisis dan kimia yang lebih stabil. bahan pemvulkanisasi.

cahaya matahari.produknya disebut vulkanisat. Contoh dari bahan pembantu ini seperti berikut: f.Bahan Vulkanisasi adalah bahan yang dipergunakan untuk mematangkan kompon karet pada proses vulkanisasi.seperti Red Iron Oxide(RIO) Yellow Iron Oxide(YIO) serta titan.katalis logamyaitu melindungi terhadap karet terhadap ion-ion pro-oksidan(ion logam. e.Vulkalent A. Bahan anti degradasi Anti degradasi digunakn di dalam kompon untuk melindungi kompon karet terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh oksigen.Vulkanisasi disebut juga “Cure” adalah proses pengaplikasikan tekanan yang panas pada campuran elastomer dan bahan kimia untuk menurunkan plastisitas dan meningkatkan elastisitas dan kekuatan. Bahan Penghambat “scorch retarder” Bahan ini ditambahkan bila suatu kompon terlalu”scorchy”atau “over cure”atau komponen yang harus melalui proses suhu tinggi seperti komponen untuk acuan injeksi (Injektion moulding).ozon.yaitu bahan pewarna yang tidak larut dalam air.Contohnya :Santogard PVI.Pada industri umumnya dipakai bahan pewarna organik. g. Bahan-bahan pewarna (Colour Pigments) Bahan ini dicampurkan untuk memberikan warna pada barang karet yang bukan hitam.Anti degradan dapat melindungi barang jadi karet dari pengusangan dan peningkatan usia penggunaanya Sedangkan bahan kimia pembantu proses adalah bahan kimia yang di gunakan dengan tujuan untuk meningkatkan performansi/tampilan dari produk karet.Bonzoid acid.ion besi) dan juga terhadap lenturan mekanis. Bahan-bahan ini di tambahkan pada kompon sesuai dengan kebutuhan atau tujuan. .Serta bahan pewarna un-organik yaitu bahan pewarna mineral.

3.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah: a. (Eurich.sehingga menjadi ringan dan empuk. Timbangan digital . Pada umumnya terjadi pembentukan jaringan molekul secara kimia dan rantai molekul yang bebas.1978)  Proses forming Salah satu cara proses pemberian bentuk terhadap kompon karet. Percobaan 3.h.  Proses vulkanisasi.Dengan demikian waktu energi pengolahan dapat dihemat Proses pembuatan sol sepatu dilakukan melalui beberapa tahapan proses yaitu:  Proses komponding. Bahan Bantu Pengolahan (Processing Aids) Bahan pembantu pengolahan adalah bahan yang bila dicampurkan ke dalam kompon karet akan mempermudah proses pencampuran(Mixing) atau memperlancar pengolahan (Processing) tanpa mempengaruhi sifat fisik barang jadi karetnya. Proses vulkanisasi adalah membuat bahan (karet mentah) menjadi elastis.Bahan pengembang pada saat vulkanisasi akan terurai menghasilkan gas antara lain gas nitrogen membentuk pori-pori halus dalam barang karetnya. proses pencampuran bahan baku karet dengan bahan kimia karet menjadi barang setengah jadi menggunakan alat pencampur secara terbuka menggunakan mesin giling terbuka (two roll mill). Molekul karet akan bereaksi dengan zat kimia yang di tambahkan membentuk jaringan yang stabil sehinggga tidak mudah berubah bentuknya. i. Bahan Pengembang (Blowing Agent) Terutama digunakan untuk membuat karet mikroseluler.

2 Mesin mixing mill Mesin Vulcanizing press Plastik Kuas Cutter Cetakkan sol sepatu Tang Obeng Lap Basah Gunting Bahan Bahan-bahan yang di pergunakan dalam praktikum ini adalah: a. j. h.  3.3 Pembuatan kompon  Menyiapkan bahan untuk komponding yang sudah di timbang sebelumnya lalu menghidupkan mesin two roll mill dan mengatur jarak antara 2 roll. HAF black c. e. Sulfur Cara Kerja  Penimbangan  Menyiapkan masing-masing bahan yang di perlukan. TMQ h. CBS k. Minarex oil g. As. k. Parafin wax i.  Melakukan mastikasi dengan cara memasukan potongan pale crepe ke dalam mesin mixing mill (diantara 2 roll) . ZnO f. TMTD l. g.b. Pilflex IP j. c. i. Stearat e. kemudian menimbang bahan-bahan tersebut sesuai dengan komposisi yang di perlukan menggunakan neraca analitik. 3. SRF black d. Pale crepe b. d. f.

menunggu sampai bahan homogen. kemudian menaburkan sulfur pada kompon yang telah didinginkan secara merata dan dilipat  Memasukan kembali kompon yang telah ditaburi sulfur ke dalam two roll mill untuk menghomogenkan sulfur dengan kompon.  Selanjutnya memasukan Parafin wax hingga bahan homogen.  Mengurangi berat kompon yang sudah terbungkus plastik dengan berat plastik untuk mengetahui berat kompon.39 menit.selama + 5. menunggu sampai homogen.  Memasukan CBS. tunggu beberapa menit sampai homogen.sampai karet menjadi lunak dan  Memasukan ZnO.  Memasukan asam stearat. menunggu sampai bahan homogen. kemudian angkat  Menimbang plastic untuk tempat kompon. tunggu beberapa menit sampai homogen.  Memasukan Pilflex IP. kemudian meletakkan kompon pada plastic dan menimbang kompon yang telah di bungkus plastic yang telah ditimbang tadi.10 mengkilap.  Memasukan TMQ.  Setelah kompon homogen. menunggu sampai homogen. dengan cara menaburkan ZnO kedalam kompon yang masih di giling di dalam mesin. menit. kemudian kompon diangkat lalu didinginkan sebentar selama +1.  Vulcanizing press (pencetakan sol) .  Memasukan TMTD.  Memasukan HAF black dan di lakukan selang-seling dengan SRF black dan Minarex oil kedalam kompon dan tunggu sampai homogen.

4.tekan tombol emergency kemudian turunkan plat pemanas perlahan-lahan.dan menunggu sampai suhu stabil. keluarkan sol dari cetakan.  Naikan plat pada mesin hingga batasnya.1 Hasil Praktikum  Membuat kompon 400 gram/total Phr = 160. selanjutnya tutup cetakan dan memasukannya ke dalam mesin hidrolik press. memotong kompon sesuai dengan cetakan dan mengisi/meletakannya pada cetakan. Bahan-bahan F-1 No. Menghidupkan mesin hidrolik press kemudian mengatur suhu 150ºC. Bahan Pale Crepe HAF black Phr 100 30 Berat (gr) 250 75 . Hasil dan Pembahasan 4. dengan perhitungan sebagai berikut: Komponen bahan Tabel 1. 2.  Setelah alarm berbunyi.  Setelah dingin. waktu 1200 sec serta tekanan 150 kg/cm2  Sambil menunggu suhu pada mesin stabil.  Setelah kompon diisi kedalam cetakan.  Setelah suhu stabil. 1.  Menunggu pengepresan dengan waktu tertentu (20 menit) hingga alarm berbunyi.  Menimbang sol.  Mengangkat cetakan keluar kemudian mendinginkan menggunakan kain lap yang sudah dibasahi dengan air sebelumnya. menaikan kembali plat hingga tekanannya naik sesuai pengaturan tekanan.

2 Hasil Pembahasan Pada praktikum ini.75 475  Sol sepatu hitam sebelah kanan.25 3.masing bahan pada formulasi kompon:     Pale crepe HAF black SRF black ZnO = Sebagai bahan dasar kompon = Sebagai bahan pengisi penguat = Sebagai bahan pengisi (filler) = Sebagai bahan pengaktif .5 2.5 1. 11. 4. 6. Total SRF bl.5 190 100 2.5 2. 5.ack As. kami menggunakan bahan dasar pale Crepe.5 25 2. 12.3. kami membuat kompon karet dan juga mencetak kompon karet tersebut menjadi sol sepatu. Dalam praktikum pembuatan sol sepatu ini.bagus dan padat. stearat ZnO Minarex Oil TMQ Parafin Wax Pilfex IP CBS TMTD Sulfur 40 1 3 10 1 1 1 1 0. 7.5 7.5 1. 8. 4. 10. 9.5 2. Dalam membuat suatu produk dari sol sepatu melewati beberapa tahapan dalam pembuatan barang jadi karet yaitu: 1) Desain kompon (perencanaan formulasi kompon) 2) Mastikasi 3) Pencampuran (mixing) 4) Pemberian bentuk 5) Pemasakan (vulkanisasi) Berikut ini adalah fungsi masing .

Namun. kita dapat mencari loss weight-nya menggunakan berat bahan yang hilang atau yang dapat terabsorbsi ke dalam karet yang akan dibuat kompon. dalam praktiknya dalam penimbangan bahan perlu dilakukan penimbangan bahan melebihi formula yang sudah ditentukan sesuai dengan perhitungan.25 untuk membuat kompon sebanyak 400 gram. Dalam hal ini. Dengan menggunakan formula massa bahan = X massa basis.11 gram.misalnya Phr pale crepe yaitu 100 dan ∑ Phr adalah 242. hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hilangnya bahan pada proses penggilingan.        Minarex oil TMQ Parafin wax = Sebagai bahan pengisi = Sebagai bahan anti degradan = Sebagai bahan anti degradan Asam stearet = Sebagai bahan pengaktif (kombinasi ZnO) Pilflex IP CBS TMTD Sulfur = Sebagai bahan anti oksidan = Sebagai bahan pencepat = Sebagai bahan pencepat primer = Sebagai bahan pemvulkanisasi Untuk perhitungan formulasi kompon kita menggunakan patokan ∑ Phr. Dengan rumus: Lost weight (%) = keterangan: W0: jumlah berat bahan sebelum komponding W1: berat kompon setelah jadi . yaitu untuk menentukan jumlah bahan dasar dalam pembuatan kompon serta bahan-bahan aditive lainnya. maka diperoleh berat pale crepe yang digunakan 165.

Berat molekul karet berkurang karena adanya pemutusan rantai molekul karet. Reaksi yang terjadi saat mastikasi adalah CH3 CH2 – C= CH – CH2 CH3 CH – C= CH -– CH2 CH3 CH3 CH2 – C = CH . TMTD. TMQ. Setelah itu memasukan parafin wax. Setiap akan memasukan bahan ditunggu sampai homogen. Pembuatan kompon karet padat Sebelum komponding dilakukan rol dipanaskan terlebih dulu. .CH2 + CH2 – C=CH – CH2 Mastikasi sangat dipengaruhi oleh oksigen baik pada suhu rendah maupun suhu tinggi Setelah proses mastikasi slanjutnya masuk pada proses komponding atau proses pencampuran karet dengan bahan-bahan kimia. Setelah panas dilakukan mastikasi. CBS. Tujuan dari mastikasi adalah untuk melunakkan karet mentah agar nanti bahan kimia yang akan dicampurkan menjadi merata. pilfex IP. asam stearat dan minarex oil yang di masukan secara selang seling dengan tujuan supaya bahan tercampur dengan rata dan mendapatkan hasil akhir yang sesuai dengan yang diinginkan. Terakhir memasukkan Sulfur. Dalam praktik pembuatan kompon sol sepatu ini urutan bahan kimia yang ditambahkan pada karet adalah: HAF black. Radikal bebas yang tebentuk akan bereaksi dengan zat pemvulkanisasi. Tujuan mastikasi adalah untuk menurunkan berat molekul karet dan membentuk radikal bebas.

Segala prosedur pencampuran bahan hendaknya diikuti karena dapat membantu proses pembentukan dispersi yang baik dan memeperkecil resiko pravulkanisasi (scorch). Serta dalam praktikum harus berhati-hati untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja atau hal-hal yang tidak diinginkan. Suhu pada rol-rol gilingan atau rotor-rotor banbury sebaiknya selalu dikontrol. Setelah kompon tersebut selesai dicampur maka selanjutnya dibungkus dengan menggunakan plastic transparan lalu disimpan di dalam ruangan yang dingin atau ber. Hasil yang didapat akan sebaliknya.Pada saat menambahkan sulfur perlu dilakukan pendinginan terlebih dahulu yaitu dengan cara kompon dikeluarkan dari mesin mixing milll selama beberapa menit dan dalam penambahan sulfur pada saat kompon tersebut berada diluar. kompon yang sudah dibubuhi sulfur tadi selanjutnya dimasukkan lagi kedalam mesin mixing mill untuk melanjutkan proses pencampuran atau penggilingan. Dan setelah itu. Dalam proses pencampuran bahan-bahan pembuatan kompon urutan bahan harus sesuai untuk menjaga kualitas kompon yang akan di hasilkan serta penghitungan jumlah kebutuhan kompon harus teliti untuk mencegah terjadinya kerusakan. Bahan-bahan pencampur yang berbentuk serbuk sedapat mungkin dalam keadaan kering. . Sangat tidak dianjurkan memasukkan karet terlalu banyak pada permulaan dan mastikasi karet terlalau lama. agar terhindar dari cracking atau flaking. misalnya : kompon yang di hasilkan terlalu lembek karena jumlah minyak yang banyak atau tidak sesuai. Berbeda apabila kompon yang disimpan ditempat yang tidak dingin. Hal ini agar kompon yang terbentuk tidak rusak oleh adanya pengaruh radiasi panas dan juga sinar ultraviolet.dalam penggilingannya.AC selama beberapa hari.

Setelah cukup dingin cetakan dibuka dan sol sepatu dikeluarkan dari cetakan dengan hati-hati agar sol tidak pecah dan dilakukan trimming atau merapikan sol dari sisa-sisa pencetakan/scrap. Setelah itu waktu untuk Vulkanisasi diatur. Dalam pencetakannya kompon dipotong dan Dalam pencetakannya seharusnya kompon dilebihi. Tekanan diturunkan dan plat mesin dibuka dengan menggerakan setir / handle. dalam praktikum kami menggunakan waktu 20 menit. Setelah suhu dan tekanan sudah mencapai yang diinginkan. disini kami menggunakan kompon yang telah dibuat sebelumnya Sebelum melakukan pencetakan sebaiknya menyiapkan pencetak atau mold yang akan dipakai dalam hal ini yaitu berbentuk sol sepatu dengan ukuran 40 untuk sebelah kanan. Karena apabila dilakukan pencetakan produk yang dihasilkan tercetak dengan baik. proses dihentikan dengan menekan tombol Emerg stop. Selain itu.i ketika alarm berbunyi. mesin harus distel dengan suhu 1500C dan tekanan sebesar 150 Kg / cm2. tekan tombol start. Karena apabila suhu tersebut di atur 1500C nantinya dapat naik secara perlahan yang dapat mengakibatkan kompon yang dicetak tidak sesuai yang kita inginkan atau rusak akibat suhu yang terlalu tinggi. adapun kompon yang kami gunakan bukan merupakan kompon yang kami buat. Pencetakan sol sepatu Dalam pembuatan sol sepatu ini kami menggunakan mesin Vulcanizing press. . Dalam pengaturan suhu sebaik diatur agak kurang dari 1500C. Waktu untuk vulkanisasi akan berjalan secara otomatis selama 20 menit. Cetakan dikeluarkan dari mesin dan kemudian dilakukan proses pendinginan dengan cara mengoleskan air pada cetakan dengan menggunakan kain basah. mold tersebut sebaiknya diolesi dengan menggunakan minyak agar dalam pencetakan produk dapat dengan mudah dikeluarkan dari cetakan.

Proses vulkanisasi ini pada dasarnya adalah proses pembentukan jembatan sulfur pada rantai-rantai karet disamping itu proses ini dapat didefinisikan sebagai proses terjadinya ikatan 3 dimensi pada kompon karet. Dengan kata lain proses vulkanisasi bisa disebut dengan proses pematangan kompon. H3C C +S HC S H3C C . H3C C +S+ HC CH C CH3 H3C C C CH CH3 + S(free sulphur) CH 2. Proses ini bertujuan mengubah karet yang mulanya bersifat termoplastis menjadi termoset. Menurut prins yang disitasi oleh baron ( 1947 ) bahwa proses vulkanisasi dengan menggunakan bahan pemvulkanisasi belerang akan terjadi reaksi : CH 1. H3C C +S + CH H3C C CH HC S C CH3 CH CH 3.

5.benar lumat dan siap untuk dicampur dengan bahan – bahan kimia lainnya. Untuk kombinasi pengolahan karet alam dengan karet sintetis dapat dilakukan dengan cara mastikasi karet alam terlebih dahulu baru kemudian dapat dicampur dengan karet sintetis.9 gram.bahan lain karet alam harus dimastikasi hingga benar.31 gram. Hanya saja sebelum dicampurkan dengan bahan.  Berat akhir kompon kelompok kami yaitu 391.Fragment organic dari bahan pencepat Ac – Sx – Ac Karet – Sx – Ac Karet – Sx – karet molekul karet Jembatan sulfida Gambar .  Pembuatan kompon utntuk sol sepatu menggunakan bahan dasar karet alam. yaitu pale crepe. sehingga Loss weight yang terjadi pada hasil kami sebesar 2. Mekanisme vulkanisasi Berdasarkan hasil praktikum. Karet alam merupakan jenis karet yang memiliki sifat yang baik untuk pengolahan kompon. Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :  Jika formulasi bahan yang digunakan dan urutan memasukan bahan tepat.41 gram . maka hasil sol yang di peroleh akan baik. sedangkan total berat bahan yang digunakan untuk pembuatan kompon sebesar 400.1% atau 8. sol sepatu yang diperoleh yaitu sol sepatu berwarna hitam sebelah kiri.

maka karet mulai digemari sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam alat untuk keperluan dalam rumah ataupun pemakaian di luar rumah seperti sol sepatu dan bahkan sepatu yang semuanya terbuat dari bahan karet. 1. Pendahuluan 1. Sebelum itu usaha-usaha menggunakan karet untuk sepatu selalu gagal karena karet manjadi kaku di musim hujan dan lengket serta berbau di musim panas seperti yang pernah dilakukan oleh Roxbury Indian Rubber Company pada tahun 1833 dengan cara melarutkan karet alam terpentin dan mencampurnya dengan hitam karbon untuk menghasilkan karet keras yang tahan air. .  Mnegetahui cara perhitungan mencari berat masing-masing bahan dari phr-nya dan berat kompon.2 Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat :  Mengetahui proses dalam pembuatan sol sepatu  Mempelajari pembuatan barang karet berupa sol luar sepatu warna hitam secara press moulding. Sesudah penemuan proses vulkanisasi yang membuat karet menjadi tahan terhadap cuaca dan tidak larut dalam minyak.1 Latar Belakang Karet alam adalah jenis karet pertama yang dibuat sepatu. Pembuatan dan pembentukan kompon karet merupakan tahap awal dalam produksi barang jadi karet.  Mengetahui cara mengoperasikan mesin vulcanizing press  Mengetahui formulasi bahan yang di gunakan dalam pembuatan kompon serta komposisinya.  Mengetahui bagaimana cara kerja proses vulcanizing press.BAB II PEMBUATAN SOL SEPATU HAWAIAN STRAPS ( F-2 ) 1.

Pembuatan kompon dilakukan dengan cara pencampuran karet dengan bahan kimia di dalam mesin pencampur dan pembentukan dilakukan di dalam mesin pembentuk setelah terlebih dahulu dilunakkan. karet tidak berbentuk kristal padat dan juga tidak berbentuk cairan. tampak nyata pada sifat karet yang lembut. Pada suhu kamar. Sifatsifat mekanik yang baik dari karet alam menyebabkannya dapat digunakan untuk berbagai keperluan umum seperti sol sepatu dan telapak ban kendaraan.000 – 400. sifat-sifat mekaniknya menyerupai kulit binatang sehingga harus dimastikasi untuk memutus rantai molekulnya agar menjadi lebih pendek. Perbedaan karet dengan benda-benda lain. Dasar Teori Karet alam mempunyai struktur rantai linear unit isoprene (C5H8) yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10. karet alam sangat mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai dalam pembuatan barang-barang yang perlu dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan. Sifat-sifat ini memberi kesan bahwa karet alam adalah suatu bahan semi cairan alamiah atau suatu cairan dengan kekentalan yang sangat tinggi.Namun begitu. Proses mastikasi ini mengurangi keliatan atau viskositas karet alam sehingga akan memudahkan proses selanjutnya saat bahan-bahan lain ditambahkan. baik dalam bentuk karet atau kompon maupun dalam bentuk vulkanisat. fleksibel dan elastis. Banyak sifat-sifat karet alam ini yang dapat memberikan keuntungan atau kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya. Keunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi oleh karet sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan sol karet yang sepatunya diproduksi dengan cara vulkanisasi langsung. Dalam bentuk kompon. Karet alam sangat disukai karena mudah menggulung pada roll sewaktu diproses dengan open mill/penggiling terbuka dan dapat mudah bercampur dengan berbagai bahan-bahan yang diperlukan di dalam pembuatan kompon. .2.000.

3. lalu membentuknya di dalam cetakan. Sedangkan peranan mesin pembentuk dalam proses pembentukan adalah mampu melunakkan kompon dengan cara menggesek dan memanaskannya di dalam silinder.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:            3. Percobaan 3.Peranan mesin pencampur dalam proses pembuatan kompon adalah mampu menghasilkan kompon yang homogen dengan cara memasukkan dan mendispersikan bahan-bahan pencampur ke dalam karet sehingga mudah diolah pada pengolahan selanjutnya dan diperoleh hasil akhir yang memenuhi persyaratan.2 Bahan Bahan-bahan yang di pergunakan dalam praktikum ini adalah: Timbangan digital Mesin mixing mill Mesin Vulcanizing press Plastik Kuas Cutter Cetakkan sol sepatu Tang Obeng Lap Basah Gunting        Pale crepe Naphtenic oil Asam stearat ZnO PBN CaCO3 SRF black (N-774) . antara lain mutu yang baik. biaya dan energi rendah. Dalam proses pencampuran dan pembentukan kompon diperlukan gaya geser yang cukup besar untuk melunakkan bahan dan ditambah lagi dengan energi panas.

 Memasukan NaHCO3.  Melakukan mastikasi.  Memasukkan kompon kedalam cetakan yang telah dipanaskan sebelum.  Memasukkan Asam stearat dan ZnO secara bergantian.  Setelah kompon homogen. SRF blak.  menghidupkan mesin Vulcanizing press dengan menekan tombol “ ON “ . yaitu: pale crepe di masukkan kedalam pada mesin sampai lunak.  Menghidupkan mesin two roll mill dan mengatur jarak roll. menunggu sampai homogen.    3.dan menunggu smapai homogen.  Memasukan MBTS. lalu kompon diangkat.3 NaHCO3 (Soda kue) Sulfur MBTS TMTD Cara Kerja a) Penimbangan  Menimbang bahan yang akan di pergunakan ( di buat kompon) menggunakan neraca analitik.dan melipatnya kembali.  memotong kompon yang akan dipress sesuai dengan cetakan sol sepatu. b) Pembuatan Kompon  Menyiapkan bahan untuk membuat kompon F-2 yang telah di timbang sebelumnya.  Memasukkan kembali kompom yang telah di taburi sulfur kedalam mesin two roll c) Pencetakan/press sol sepatu dengan mesin Vulcanizing press. menunggu sampai homogen. Napthenic awal secara berselang-seling smapai homogen  Kemudian memasukkan PBN.  Setelah kompon homogen.lalu didinginkan dengan posisi diatas meja.  Setelah homogen memasukkan CaCO3. kemudian menaburkan sulfur secara merata. menunggu sampai homogen.  Memasukan TMTD.

02 gram 13. meletakan cetakan pada plat yang telah diberikan plat pengaman bawah dan atas.2 gram 1.  apabila suhu dan tekanan sudah mencapai yang diinginkan. Hasil berat bahan – bahan yang ditimbang untuk membuat kompon F No.  mengambil cetakan sol sepatu dari mesin. kemudian menunggu sampai selesai. maka menekan tombol START. Bahan 1.  setelah selesai.27 gram . 4. 2 3 4 5 6 7 Pale Crepe Napthenic oil Asam stearat ZnO PBN CaCO3 SRF Black ( Phr 100 20 8 5 1 65 25 Berat 165.  setelah itu plat diangkat dengan menggerakan Setir / Handle.  mengambil sol sepatu dari cetakan dan setelah itu dirapikan. Hasil dan Pembahasan 4.86 gram 107.  mengatur suhu 150° C.  waktu akan berjalan secara otomatis.11 gram 33.2 gram 8. dinginkan cetakan dengan kain basah.1 Hasil Praktikum a.32 gram 41. maka alarm akan berbunyi setelah itu mesin dimatikan dengan menekan tombol Emerg Stop . tekanan 150 Kg/cm2 dan waktu 30 menit.

 Kompon padat bewarna hitam dan elastis. Hasil pembuatan sol sepatu pada pembuatan sol sepatu dari kompon F2.76 gram 3.9 gram.  Berat kompon yang di dapatkan dari perhitungan yaitu 391.1 = 391.31 – 13. tekanan 150 Kg / Cm2 dan waktu 30 menit diperoleh hasil berupa sol sepatu sebelah kiri berwarna hitam dan padat merata. Kompon yang kami gunakan adalah kompon kelompok lain yang sudah ada sebelumnya.31 gram Berat plastik = 13.3 gram 1.9 gram  Lose weight ( ) c.41 gram NB : Basis kompon sebanyak 400 gram b. Hasil pembuatan kompon karet F2. . dengan cetakan sol sepatu menggunakan mesin vulcanizing press dimana suhu dipakai 150°C.25 24.N-774 ) 8 9 10 11 NaHCO3 Sulfur ( S ) MBTS TMTD 15 2 1 0.1 gram Berat kompon (W1) = Wo – Berat plastik = 400.86 gram 0. Wo = Berat kompon + plastik = 400.

27 gram . 2 3 4 5 6 7 Pale Crepe Napthenic oil Asam stearat ZnO PBN CaCO3 SRF Black ( N-774 ) Phr 100 20 8 5 1 65 25 Berat 165. dan ditambahakan bahan – bahan additive misalnya seperti bahan pemvulkanisasi. 4. Bahan 1. 5. Daftar bahan dan kegunaannya dalam komponding No. Pembuatan Kompon karet padat Pada praktikum pembuatan kompon ini.86 gram 107.2 Pembahasan Pada praktikum ini kami membuat Kompon karet padat dan mencetak sol sepatu dari kompon karet dengan menggunakan mesin Vulcanizing press.11 gram 33. Sebelum membuat suatu produk dari sol sepatu seharusnya melewati beberapa tahapan dalam pembuatan barang jadi karet adalah sebagai berikut : 1. 2.2 gram 1. Desain kompon (perencanaan formulasi kompon) Mastikasi Pencampuran (mixing) Pemberian bentuk Pemasakan (vulkanisasi) Dalam mendesain kompon harus merencanakan formulasi kompon terlebih dahulu. bahan pencepat. Tabel 4. bahan anti degradant.32 gram 41. 3.2 gram 8.02 gram 13. bahan penggiat.4. bahan pengisi dll. kami membuat kompon padat dengan menggunakan bahan dasar karet alam yaitu jenis pale crepe.

25 untuk membuat kompon sebanyak 400 gram.Namun. dalam praktiknya dalam penimbangan bahan perlu dilakukan penimbangan bahan melebihi formulasi yang . diperoleh berat pale crepe yang digunakan 165. dimana untuk menentukan jumlah bahan dasar untuk pembuatan kompon serta bahan-bahan aditive lainnya.8 9 10 11 N No NaHCO3 Sulfur ( S ) MBTS TMTD Bahan 15 2 1 0.86 gram 0.misalkan contoh diatas Phr pale crepe yaitu 100 dan ∑ Phr adalah 242.11 gram.3 gram 1.76 gram 3.41 gram Fungsi / Kegunaan Sebagai bahan dasar kompon Sebagai bahan pelunak Sebagai bahan pengaktif / aktivator (kombinasi ZnO) Sebagai bahan pengaktif / aktivator Sebagai bahan anti oksidan Sebagai bahan pengisi Pale Crepe 1 Napthenic oil 2 Asam stearat 3 ZnO 4 PBN 5 CaCO3 6 7 8 9 1 0 1 1 SRF Black ( N-774 ) NaHCO3 Sulfur ( S ) MBTS Sebagai bahan pengisi penguat Sebagai bahan pemvulkanisasi Sebagai bahan pencepat primer Sebagai bahan pencepat sekunder TMTD Untuk perhitungan formulasi kompon kita menggunakan patokan ∑ Phr.25 24. Dengan menggunakan formula massa bahan = X massa basis.

Selain itu juga pada keadaan yang panas akan mempercepat reaksi antara karet dengan bahan – bahan additive. Berat molekul karet berkurang karena adanya pemutusan rantai molekul karet. yaitu proses awal dari pembuatan barang jadi karet. Indikasi bahwa karet sudah mastikasi yaitu dengan bentuknya yang lumer tidak seperti awalnya yang keras. Dalam hal ini. yang sebahagian besar adalah serbuk padat dengan karet dapat berlangsung dengan mudah dan merata. hal ini dilakukan guna mengantisipasi hilangnya bahan pada proses penggilingan. kita dapat mencari loss weight-nya nanti dengan menggunakan berat bahan yang hilang atau yang dapat terabsorbsi ke dalam karet yang akan dibuat kompon. Proses ini merupakan proses penurunan berat molekul karet yang ditunjukkan oleh penurunan viskositas karet sehingga pencampuran bahan kompon. Dengan formula sebagai berikut : Lost weight (%) Dengan: W0 : jumlah berat bahan sebelum komponding W1 : berat kompon setelah jadi Pada pembuatan kompon ini kami menggunakan mesin mixing mill. kemudian dilanjutkan proses mastikasi. Radikal bebas yang terbentuk akan bereaksi dengan zat pemvulkanisasi. Pembuatan kompon diawali dengan menghidupkan mesin mixing mill . Reaksi yang terjadi pada saat mastikasi adalah : = CH3 CH2 – C=CH – CH2 CH3 CH – C=CH – CH2 . Tujuan dari mastikasi adalah untuk melunakkan karet mentah agar nanti bahan kimia yang akan dicampurkan menjadi merata.telah ditentukan. Akan tetapi dalam mastikasi tidak perlu membutuhkan waktu yang lama dan hanya cukup melihat keadaan karet yang sudah lumer.

Setelah itu memasukan PBN ( sebagai bahan anti oksidan ) . Dan setelah itu. . MBTS ( sebagai bahan pencepat primer ) dan TMTD ( sebagai bahan pencepat sekunder ).CH2 CH3 + CH2 – C=CH – CH2 Setelah proses mastikasi slanjutnya masuk pada proses komponding atau proses pencampuran karet dengan bahan-bahan kimia.AC selama beberapa hari.ZnO ( sebagai bahan penggiat ) setiap akan menambahkan bahan ditunggu sampai homogen ( bercampur rata ) . NaHCO3. Pada saat penambahan sulfur atau belerang perlu pendinginan terlebih dahulu yaitu dengan cara kompon dikeluarkan dari mesin mixing milll selama kurang lebih 3 menit dan dalam penambahan sulfur atau belerang pada saat kompon tersebut berada diluar. Berbeda apabila kompon yang disimpan ditempat yang tidak dingin. setelah itu dimasukan CaCO3 ( sebagai bahan pengisi ) + SRF Black ( sebagai bahan pengisi penguat ) + Napthenic oil ( sebagai bahan pelunak ) dilakukan secara selang seling dengan tujuan supaya bahan tercampur dengan rata dan untuk menghindari terjadinya debu yang berterbangan pada carbon black dan CaCO3. kompon yang sudah dibubuhi sulfur tadi selanjutnya dimasukkan lagi kedalam mesin mixing mill untuk melanjutkan proses pencampuran atau penggilingan.CH3 CH2 – C = CH . Setelah kompon tersebut selesai dicampur maka selanjutnya dibungkus dengan menggunakan plastic transparan dan selanjutnya disimpan di dalam ruangan yang dingin atau ber.dalam penggilingannya. Terakhir memasukkan Sulfur. Hasil yang didapat akan sebaliknya. Hal ini agar kompon yang terbentuk tidak rusak oleh adanya pengaruh radiasi panas dan juga sinar ultraviolet. Setiap akan memasukan bahan ditunggu sampai homogen. Dalam praktik pembuatan kompon sol sepatu ini urutan bahan kimia yang ditambahkan pada karet adalah: Asam stearat ( sebagai bahan penggiat ) .

mesin kempa harus distel dahulu dengan suhu 1500C dan tekanan sebesar 150 Kg / cm2. 1. dalam praktikum kami menggunakan waktu 30 menit. Selain itu. Karena apabila suhu tersebut di atur 1500C nantinya dapat naik secara perlahan yang dapat mengakibatkan kompon yang dicetak tidak sesuai yang kita inginkan atau dengan kata lain rusak akibat suhu yang terlalu tinggi. Dalam pencetakannya kompon dipotong dan Dalam pencetakannya seharusnya kompon dilebihi. Karena apabila dilakukan . adapun kompon yang kami gunakan bukan merupakan kompon yang kami buat. Bahan-bahan pencampur yang berbentuk serbuk sedapat mungkin dalam keadaan kering. mold tersebut sebaiknya diolesi dengan menggunakan minyak agar dalam pencetakan produk dapat dengan mudah dikeluarkan dari cetakan. agar terhindar dari cracking atau flaking. Suhu pada rol-rol gilingan atau rotor-rotor banbury sebaiknya selalu dikontrol. Sebelum melakukan pencetakan sebaiknya menyiapkan pencetak atau mold yang akan dipakai dalam hal ini yaitu berbentuk sol sepatu dengan ukuran 40 untuk disebelah kiri. disini kami menggunakan kompon yang telah dibuat sebelumnya. pembuatan sol sepatu Dalam pembuatan sol sepatu ini kami menggunakan mesin Vulcanizing press.Dalam proses pencampuran bahan-bahan pembuatan kompon urutan bahan harus sesuai untuk menjaga kualitas kompon yang akan di hasilkan serta penghitungan jumlah kebutuhan kompon harus teliti untuk mencegah terjadinya kerusakan. Serta dalam praktikum harus berhati-hati untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja atau hal-hal yang tidak diinginkan. misalnya : kompon yang di hasilkan terlalu lembek karena jumlah minyak yang banyak atau tidak sesuai. Sangat tidak dianjurkan memasukkan karet terlalu banyak pada permulaan dan mastikasi karet terlalau lama. Segala prosedur pencampuran bahan hendaknya diikuti karena dapat membantu proses pembentukan dispersi yang baik dan memeperkecil resiko pravulkanisasi (scorch). Setelah itu waktu untuk Vulkanisasi diatur. Dalam pengaturan suhu sebaik diatur agak kurang dari 1500C.

Setelah selesai alarm akan berbunyi setelah itu proses dihentikan dengan menekan tombol Emerg stop. Waktu untuk vulkanisasi akan berjalan secara otomatis selama 30 menit.tekanan diturunkan dan plat mesin kempa dibuka dengan menggerakan setir / handle. Menurut prins yang disitasi oleh baron ( 1947 ) bahwa proses vulkanisasi dengan menggunakan bahan pemvulkanisasi belerang akan terjadi reaksi : . Proses vulkanisasi ini pada dasarnya adalah proses pembentukan jembatan sulfur pada rantai-rantai karet disamping itu proses ini dapat didefinisikan sebagai proses terjadinya ikatan 3 dimensi pada kompon karet.pencetakan produk yang dihasilkan tercetak dengan baik. Setelah suhu dan tekanan sudah mencapai yang diinginkan. tekan tombol start. Setelah dirasa sudah cukup dingin cetakan dibuka dan sol sepatu dikeluarkan dari cetakan dengan hati-hati agar sol tidak pecah dan dilakukan trimming atau merapikan sol dari sisa-sisa pencetakan/scrap. Proses ini bertujuan mengubah karet yang mulanya bersifat termoplastis menjadi termoset. Cetakan dikeluarkan dari mesin dan kemudian dilakukan proses pendinginan dengan cara mengoleskan air pada cetakan dengan menggunakan kain basah. Dengan kata lain proses vulkanisasi bisa disebut dengan proses pematangan kompon.

sol sepatu yang diperoleh yaitu sol sepatu berwarna hitam sebelah kiri. H3C C +S + CH H3C C CH HC S C CH3 CH CH 3. H3C C +S HC S H3C C Berdasarkan hasil praktikum. .CH 1. H3C C +S+ HC CH C CH3 H3C C C CH CH3 + S(free sulphur) CH 2.

Kesimpulan .5.

Pendahuluan 1.2 Tujuan Praktikum 2. Percobaan 3. Dasar Teori 3.1 Alat .BAB III PEMBUATAN SARUNG TANGAN LATEKS 1.1 Latar Belakang 1.

Kipas angin f. MBT e.0 phr PBN 1. Panci kukus e. CaCO3 i.2 Bahan Bahan yang di pergunakan dalm praktikum ini adalah: a. Cetakan d. Lateks cair b. PBN f. Botol dispersi g. Sulfur Formulasi Dispersi : Table 2. Spatula h.5 phr MBT 1. 50% ZnO 0.Peralatan yang di pergunakan dalam praktikum ini adalah: a. Mixing ball b. Pengaduk c. Gelas ukur 25 ml dan 100 ml 3. Wadah plastik j. Formulasi Dispersi L1 No. Darvan g. Bahan Dispersi I (D1). Bedak c. Akuades h. I. ZnO d. Peluru Porselin i.5 phr Darvan Bagian Jumlah 50 bagian 50 gram 4 bagian .

Dispersi III (DIII). Cara Kerja  Dispersi L1 :  Menimbang bahan-bahan yang diperlukan untuk dispersi.  Melakukan dispersi dengan menggunakan ball mill pada selama 9 jam putaran.  Membuat kompon cair (L-1) . Dispersi II. dan Dispersi III. 50% Sulfur Darvan Akuades 46 bagian 50 bagian 4 bagian 46 bagian 100 gram 50 bagian 6 bagian 44 bagian 50 gram 4.  Memasukkan bahan-bahan dalam botol dispersi sesuai dengan formulasi masing-masing dispersi serta memasukkan peluru porselin dalam botol. Dispersi I.  Menghidupkan mesin ballmill dan memasukkan botol dispersi dengan posisi baring sesuai dengan posisi dalam mesin.  Memberi label pada botol dispersi. 50% CaCO3 Darvan Akuades III. Dispersi II (DII).Akuades II.

 Ukur ketebalan film 5.  Menambahkan dispersi D2.2 Pembahasan 6. aduk selama 30 menit  Di dalam pengadukan di usahakan jangan sampai menimbulkn gelembung. Menimbang lateks cair  Memasukkan lateks cair ke dalam tabung dispersi D1 dan aduk selama 15 menit.  Setelah itu cetakan dicelupkan ke dalam kompn L-1 sampai merata kemudian di kering anginkan lakukan sebanyak 3 kali  Lanjutkan dengan proses pengukusan dengan cara cetakan di masukan kedalam panci kukus yang sudah dipanaskan.  Setelah itu. 4. aduk selama 15 menit  Menambahkan dispersi D3.1 Hasil Praktikum Sarung tangan latek dengan ketebalan film 0. Menunggu selama 20 menit. kemudian cetakan di olesi bedak tabur secara merata .cetakan yang sudah di keluarkan dari panci di lap dengan tisu. kemudian beri bedak tabur  Setelah itu lepaskan sarung tangan dari cetakan.1 cm dan sobek. Hasil dan Pembahasan 4.  Dipping L-1 (Pembuatan sarung tangan  Membersihkan cetakan. Kesimpulan .

1984. 2004. Penny.  Abednego.DAFTAR PUSTAKA  Santopo. dan Plastik. Teknologi Barang Karet. . Karet. Akademi Teknologi Kulit.Himawan. dkk. Yogyakarta. Bogor  Setyowati.H. “Petunjuk Praktikum Teknologi Pembuatan Barang Karet dan Plastik”.J. Balai Besar Kulit. 1990. dkk. Kursus Teknologi Barang jadi karet. Yogyakarta.G. Pusat Penelitian Perkebunan.

. 30 juni 2012 Dosen Pengampu Praktikan (Ihda Novia Indrajati.T) ( Nursufi ) . M.LEMBAR PENGESAHAN Yogyakarta. ST.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful