Laporan Kasus Ujian

Anestesi Umum Pada Open Fraktur Digiti V Pedis Dextra

Disusun Oleh:

Yuliana Melati 0608122029

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

1

 Riwayat Penyakit Dahulu : Diabetes Mellitus (-). Kemudian pasien merasakan nyeri pada jari kelingking kanan dan pasien dirujuk ke RSUD AA dengan diagnosa fraktur digiti v pedis sinistra. FA : 28 Tahun : Swasta : Menikah : Islam : Minang : Kampar : 76 15 99 Tanggal MRS : 5 Juni 2012 II. Penyakit jantung (-). Penyakit hati (-). Riwayat Penyakit Sekarang :  2 jam SMRS pasien mengalami kecelakaan lalu lintas. Penyakit ginjal (-) 2 . Pasien tidak terjatuh akan tetapi jari kelingking kanan pasien terbentur dengan pedal rem pada sepeda motor. ANAMNESIS Keluhan Utama : Nyeri pada jari kelingking kanan 2 jam Sebelum Masuk Rumah Sakit (SMRS). IDENTITAS PASIEN Nama Umur Pekerjaan Status Agama Suku Alamat No. Pasien mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang dan ditabrak oleh sepeda motor lain dari arah sebelah kanan. Hipertensi (-).STATUS PASIEN BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU I. MR : Tn.

Riwayat Operasi : Tidak pernah operasi sebelumnya. STATUS LOKALIS Kepala  Mata  Mulut  Hidung : pupil (3 mm/3 mm).5 °C : 22 x/ menit : 55 kg : 165 cm Thoraks Abdomen Genitalia Ekstremitas : Paru dan jantung dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Deformitas (+) Swelling (+) Krepitasi (+) Nyeri tekan (+) Arteri radialis dan ulnaris teraba IV. Gigi goyang (-). PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : Sedang Kesadaran : Composmentis (GCS:15) Tekanan Darah : 130/80 mmHg Nadi Suhu Nafas Berat Badan Tinggi badan : 90 x/ menit : 36. refleks pupil (+/+). hematome palpebra (-/-) : Gigi palsu (-). sianosis (-) : Deviasi septum (-) 3 .Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada yang berhubungan. III.

monitor. uvula dan palatum molle (score mallampati grade 1) V. Mempersiapkan stetoskop.1 gr% : 16.  Leher tidak pendek. 7. N2O. gerakan sendi temporo mandibularis tidak terbatas  Gerakan vertebra servikal tidak terbatas. Hb Leukosit Trombosit Hematokrit PEMERIKSAAN LABORATORIUM : 13. mandrin. plester/tape. 18G) dipasang dan infus mengalir dengan lancar Persiapan alat dan obat anestesi umum    Mempersiapkan mesin anestesi. Mandibula : Fraktur (-). tensimeter non-invafif.5 .300/mm3 : 245. tidak panjang.5. serta cek tabung O2.6 vol% Rontgen  kesan fraktur digiti v pedis sinistra VI. laringoskop (lampu menyala dengan terang). PENATALAKSANAAN : Open Fraktur Digiti V Pedis Sinistra : Amputasi VIII. fentanyl 75 mcg. 4 . Saat mulut dibuka tampak pilar faring.000/mm3 : 37. Mempersiapkan propofol 100 mg. ETT ukuran 6. orofaring tube ukuran 9 cm. notrixum 30 mg. 7. face mask balon. ANESTESI + STATUS ASA : Anestesi umum dengan teknik ET + ASA I Persiapan operasi    Pasien telah puasa selama 8 jam sebelum operasi Pasien tidak menggunakan perhiasan ataupun gigi palsu Akses intravena (kateter IV no. oksimetri. sirkuit anestesi. sevoflurane dan isoflurane. DIAGNOSIS KERJA VII.

pegang laringoskop dengan tangan kiri. tangan kanan lakukan head tilt. pompa balon. lalu isi balon ETT dengan 15 ml udara. ambu O2 3 L/menit.  Intubasi: lepas face mask balon. Sambungkan ujung ETT dengan selang mesin anestesi. Cari saat yang tepat dan segera cabut ETT. naikkan O2 hingga 8 L/menit Kempiskan balon ETT. N2O 3 L/menit dan isofluran 2 vol% sampai ± 5 menit  kemudian injeksikan notrixum 30 mg  segera mulai intubasi ketika obat pelumpuh otot sudah bekerja. 7. isoflurane 2 vol% dan N2O 3 L/menit Maintenance  Inhalasi: O2 3L/menit. telusuri lidah pasien sampai pangkal lidah. pastikan bahwa pasien sudah bangun (biasanya pasien akan mulai batuk-batuk). pastikan ETT sudah masuk ke trachea dan cek dengan stetoskop suara nafas di apeks paru kanan = kiri.Induksi anestesi  Akses IV: masukkan fentanyl 75 mcg  propofol 100 mg  cek refleks bulu mata jika reflek bulu mata (-)  pasang face mask balon + mulai ambu (O2 8 L/menit. terlihat epiglotis. Lepaskan tape. Ketorolac 30 mg drip Tramadol 100 mg drip 5 . di belakang epiglotis tampak trakea. Recovery Ketorolac 30 mg IV. lalu segera masukan ETT no. fiksasi ETT dengan tape/plester. Segera pasangkan face mask dan pastikan airwaynya lancar dengan triple manuver hingga pasien benar-benar bangun dan sudah dapat dipindahkan ke recorvery room. masukkan laringoskop dari sisi mulut bagian kanan geser ke kiri (dapat meminta tolong pada asisten untuk membuka mulut pasien dan melakukan chin lift). isoflurane 3 vol% dan N2O 3 L/menit Ekstubasi     Pastikan pasien telah nafas spontan Suction slem pada airway pasien Tutup isoflurane dan N2O.

nadi.Instruksi post op di RR   Awasi tekanan darah. nafas dan saturasi Oksigenasi dengan O2 3 L/menit Instruksi post op di ruangan perawatan      Awasi vital sign Puasa sampai bising usus (+) Cairan rumatan Ringer Laktat (RL) 20 gtt/menit Analgetik ketorolac 2x30 mg Terapi lain sesuai kebutuhan 6 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.