HUBUNGAN TANAH DENGAN TANAMAN DALAM KONSEP EDAPOLOGI

MAKALAH

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi Tugas Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman I

KELOMPOK 8 MUHAMMAD IQBAL DESY VERONIKA RIVAN ADITYA BANGUN DIAH FITRIAH SARI 150510110043 150510110047 150510110053 150510110063

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepadaTuhan Yang Maha Esa, bahwa penulis telah menyelesaikan tugas Mata Kuliah Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman I dengan membahas “Hubungan Tanah dengan Tanaman dalam Konsep Edapologi” dalam bentuk makalah. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Seperti pepatah mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak, maka penulis menerima kritik dan saran yang membangun. Penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dosen bidang studi Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman I yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. 2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai. Semoga tugas ini bermanfaat dan berguna bagi yang membacanya dan khususnya bagi penulis sendiri sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amin.

Penulis

.11 2.17 .2.…ii BAB I Pendahuluan 1..1.….………….3 Tujuan Penulisan..……………………….3 Metode……………………………………..1 Latar Belakang…………………………….1.2 2.…………………………….1 ………………………………………………….Daftar Isi Kata Pengantar………………………………………………………...……………...3 …………..……………………….2 Tinjauan Pustaka…………………………...5 2.……15 Daftar Pustaka……………………………………………………………….………………………………………4 BAB II Pembahasan 2.1 ……………………………………………5 2.………8 2.…………...…………………………………..2 …………………………………….2 Perumusan Masalah……………………………………………….……1 1.8 2.2.…………………….…..13 BAB III Penutup Kesimpulan………………………………………………………...……………………………………….i Daftar isi…………………………………………………………….….2 1..2 ………...1.1 ……………………………………………….

agrohidrologi. ekologi tanah dan bioteknologi tanah. survai dan pemetaan tanah.1. dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman. Kajian edapologi meliputi kesuburan tanah. tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman darat. Dalam hal ini tanah dipandang sebagai suatu benda alam yang dinamis dan tidak secara khusus dihubungkan dengan pertumbuhan tanaman. analisis bentang lahan. survai tanah. Kajian tanah dari aspek proses-proses pembentukan tanah beserta faktor-faktor pembentuknya. . dan cara-cara pengamatan tanah di lapang disebut pedologi (pedo = gumpal tanah). bahan organik. Latar Belakang Dalam pertanian. ilmu ukur tanah. air dan udara. Kajian Pedodoli antara lain meliputi agrogeologi. Definisi ilmiahnya tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horison.BAB I PENDAHULUAN 1. kimia dan biologi tanah. serta usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah bagi pertumbuhan tanaman. morfologi dan klasifikasi Tanah. Dalam hal ini dipelajari sifat-sifat tanah dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. fisika. pupuk dan pemupukan. klasifikasi tanah. terdiri dari campuran bahan mineral. perencanaan dan pengembangan wilayah. Pemahaman tanah dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian seekonomis mungkin disebut edapologi (edaphos = bahan tanah subur). konservasi tanah dan air.

3. maka rumusan masalah dari makalah ini adalah : Pengertian tanah Tanah dalam Edapologi Hubungan tanah dengan tanaman Pengaruh sifat-sifat tanah terhadap tumbuhan Kesuburan tanah Agrohidrologi. pupuk dan pemupukan Ekologi tanah dan bioteknologi tanah 1. .2. Tujuan Penulisan Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah untuk lebih memahami dan mengetahui hubungan tanah dengan tumbuhan dalam konsep edapologi.1. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan. Dan diharapkan pembaca dapat mengaplikasikannya dikehidupan seharihari.

yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan. menempati ruang. Tubuh alam ini dapat berdiferensiasi membentuk horizon-horizon mieneral maupun organik yang kedalamannya beragam dan berbeda-beda sifat-sifatnya dengan bahan induk yang terletak dibawahnya dalam hal morfologi. atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alam Menurut Schoeder (1972) mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air. kehilangan. Tanah adalah tubuh alam yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam terhadap bahan-bahan alam dipermukaan bumi. atau lapisan-lapisan. komposisi kimia.Tinjauan Pustaka Menurut Soil Survey Staff. dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula. menduduki sebagain besar permukaan palnet bumi. udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup. pemindahan dan transformasi energi dan materi. dua orang ahli Ilmu Tanah dari Amerika Serikat. dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison. yang menempati permukaan daratan. sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman Menurut Jooffe dan Marbut (1949). membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas. yang mampu menumbuhkan tanaman. sifat-sifat fisik maupun kehidupan biologinya. yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu. . Menurut Darmawijaya (1990) mendefinisikan tanah sebagai akumulasi tubuh alam bebas. 1999 Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik). cairan dan gas.

tim penulis juga memperoleh data dari internet. . Metode studi kepustakaan yaitu suatu metode dengan membaca telaah pustaka tentang edapologi. Selain itu.Metode Penulisan Data penulisan makalah ini diperoleh dengan metode studi kepustakaan.

penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara. Cu. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organic dan anorganik sederhana dan unsure-unsur esensial seperti N. za-zatt antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hama penyakit tanaman asal tanah dan enzim yang berfungsi dalam meningkatkan ketersediaan kebutuhan primer. 3. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (0rganisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh dan proteksi) bagi tanaman. Ca. S. Fe. Mg. vitamin dan asam-asam organik tertentu). Zn. B. perkebunan dan tanaman kehutanaman). Mn.1 Tanah Dalam Edapologi Definisi tanah sebagai media tumbuh tanaman adalah Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh-berkembangnya akar. Sebagai tumbuh dan berkembangnya perakaran yaitu penyokong tegaktumbuhnya bagian atas tanaman (trubus) dan penyerap zat-zat yang dibutuhkan tanaman. Secara terintegrasi ketiganya dapat menunjang produktifitas tanah menghasilkan biomassa dan produksi tanaman (tanaman pangan. Penyedia kebutuhan primer tanaman berupa air. Zatzat aditif tersebut dapat berupa zat-zat pemacu tumbuh (hormone. . K. Berdasarkan definisi tersebut maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama yaitu sebagai: 1. industri. udara dan unsur hara yang berguna dalam proses fisiologis dan metabolism tanaman sejak awal pertumbuhan hingga proses produksi dan panen. P. Cl dan lain-lain). Penyedia kebutuhan sekunder tanaman berupa zat-zat aditif yang berfungsi dalam menunjang proses fisiologis dan metabolism agar berlangsung optimum. transformasi zat-zat toksik esternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya (bioremidasi). 2.BAB II PEMBAHASAN 2. obat-obatan. Zat-zat aditif dapat diproduksi oleh biota tanah terutama mikroflora tanah.

Habitat biota tanah yang berdampak posiitif karena terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman.4. maka perlu di pahami komponen-komponen penyusun tanah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang dalam memproduksi biomasa atau pruduksi guna memenuhi kebutuhan umat manusia. . 2. maupun yang berdampak negative karena sebagai hama dan penyakit tanaman.2 Tanah Sebagai Media Tumbuh Tanaman Mengingat pentingnya tanah sebagai media tumbuh.

berasal dari pelapukan batu-batuan. Papua. Oleh sebab itu susunan mineral di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan susunan mineral dalam . yaitu : bahan mineral. sehingga kadar air tanah gambut dapat mencapai 300 – 300%. (2) Jumlah bahan organik tanah. sebaliknya jika semakin kasar. sehingga ruang dan total ruang porinya semakin kecil. Pada tanah gambut hampir 100% bahan padatan tanah terdiri dari bahan organik yang pori-porinya 100% bahkan lebih terisi oleh air. air dan udara. karena setiap komponen tersebut mempunyai fungsi yang berbeda dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. makin halus ukurannya semakin padat tanah tersebut. Proporsi komponen penyususn tanah secara alamiah tergantung pada: (1) Ukuran partikel bahan padatan. (3) Iklim (curah hujan dan temperature). bahan organic. tanah-tanah di daerah bercurah hujan rendah tetapi temperature tinggi akan mempunyai kadar air tanah lebih rendah dibandingkan dengan tanah di daerah bercurah hujan tinggi walaupun temperaturnya juga tinggi. sehingga kehilangan air tanah cukup tinggi. Khusus tanah gambut yang tersebar di pulau-pulau besar Indonesia seperti: Sumatera. tanah mineral bervegetasi lebat mengandung bahan organic lebih besar dibandingkan tanah gundul (lahan kritis). biasanya berukuran pasir (50 µ – 2 mm). 50% (volume) bahan padatan (bahan mineral dan 5% bahan organik).Tanah tersusun dari empat komponen utama. komposisi ini sangat berbeda. umumnya semakin tinggi kadar bahan organik semakin besar kadar air tanah. Agar tanah dapat berfungsi sebagai media tumbuh maka keempat komponen penyususn tanah (bahan mineral. debu (2 – 50 µ) dan liat <2 µ) dan yang lebih besar 2 mm terdiri dari kerikil atau batu. Kalimantan. Bahan mineral berfungsi sebagai sumber unsure hara bagi tumbu-tumbuhan. 25% air dan 25% udara. air dan udara) harus ada di dalam tanah. tanah gambut lebih besar kadar bahan organiknya dibandingkan tanah mineral. Daerah yang pertama evapotranspirasi tinggi tetapi penambahan air melalui hujan sangat sedikit. bahan organic. semakin mendekati komosisi ideal maka semakin baik pertumbuhan tanaman.

Air terdapat dalam tanah karena diserap oleh masa tanah atau tertahan dalam pori-pori tanah. apatit (P) dan lain-lain. H2. terutama gas oksigen (O2). Feldspar (ortoklas (K). biotit (K. Jenis dan komposisi unsur-unsur yang terdapat dalam mineral yang berbeda akan berbeda pula. (3) Gas N2 akan di manfaatkan oleh mikroorganisme fiksasi N2 udara baik cara bersimbiosis dengan tumbuhan tingkat tinggi maupun tanpa. Mg. gas nitrogen (N2) dan gas karbon dioksida (CO2). plagioklas (Na. Mika (muskovit (K). dolomite (Ca. Air dibutuhkan tumbuhan karena berfungsi sebagai: . Amfibole/hornblende (Ca. Berikut ini beberapa contoh mineral dan fungsinya sebagai sumber hara: kalsit (Ca). karena itu mineral tanah berfungsi sebagai sumber unsur hara esensial bagi tumbuhan. Mg. Fe). Dengan demikian udara tanah berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap penyediaan hara bagi tanaman. Mg. Fe). NO2 dan lain-lain yang dihasilkan selama proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme atau yang berasal dari sisa pestisida dan limbah industri. Fe). Selain gas O2. Gas-gas tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman bahkan besifat meracun pada konsentrasi tertentu. pyroksin (Ca. Udara tanah dibutuhkan tumbuhan karena berfungsi sebagai sumber gas. Mg). karena O2 di butuhkan dalam proses respirasi oleh mikroorganisme aerob. Fe. karena drainase buruk atau tertahan oleh lapisan kedap air. Perubahan komposisi gas-gas penyususn udara tanah sangat ditentukan oleh sirkulasi udara (aerasi) tanah. Aktivitas mikroorganisme dalam mendekomposisi bahan organik sangat dipengaruhi oleh komposisi gas dalam udara terutama O2. CO2 dan N2 di dalam udara tanah juga terdapat gas NH3.batuan yang melapuk. Ca). (2) Gas CO2 yang di lepas akan dimanfaatkan oleh organism fosintetik (mikro organisme dan tumbuhan). (1) Gas O2 sebagai komponen penyususn udara tanah di butuhkan oleh sel-sel akar tumbuhan untuk respirasi dan dalam reaksi oksidasi enzimatik oleh mikroorganisme aututrofik yang menghasilkan gas CO2. leusit (K). Na). olivine (Mg.

(2) Sebagai pelarut unsur hara dan transportasi unsur hara ke akar tanaman dan keseluruh jaringan tanaman.1 Sifat Fisik Tanah a. sifat kimia tanah. KCL dan NPK secara terus menerus dengan dosis yang berlebihan. Di tanah hutan yang sudah matang terdapat tiga horison penting yaitu horison A. yaitu dengan memberikan pupuk anorganik seperti : urea. B dan . fisika dan kimia. Kesuburan tanah tidak terlepas dari keseimbangan biologi.(1) Sebagai sumber unsur hara terutama unsur H dan O. Karena hanya bersifat menambah atau melengkapi unsur hara. 2. Pemupukan akan efektif jika pupuk yang ditebarkan dapat menambah atau melengkapi unsur hara yang telah tersedia di dalam tanah.3Kesuburan Tanah dan Pemupukan Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah seimbang untuk pertumbuhan dan produksi tanaman. 2. ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan sangat menentukan tingkat kesuburan lahan pertanian.4. khususnya kemampuan awal untuk mendukung pertumbuhan tanaman. H2O bersama CO2 dibutuhkan dalam pembentukan karbohidrat dan gula dalam proses fotosintesis. Sifat tersebut adalah sifat fisik tanah. dan sifat biologi tanah. 2. maka sebelum digunakan harus diketahui gambaran keadaan tanahnya. TSP/SP36. Profil Tanah Jika tanah digali sampai kedalaman tertentu. dari penampang vertikalnya dapat dilihat gradasi warna yang membentuk lapisan-lapisan (horison) atau biasa disebut profil tanah. Tanpa disadari selama ini sebagian besar pelaku tani di Indonesia hanya mementingkan kesuburan yang bersifat kimia saja. (3) Sebagai bagian dari sel tanaman yaitu bagian dari protoplasma.4 Hubungan Sifat Tanah dan Tanaman Tanah memiliki beberapa sifat yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

berukuran 50 mikron – 2 mm. tanah jenis ini memiliki aerasi (ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik. Debu. warnah tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+. Pada lapisan ini sebagian besar bahan organik terkumpul dan mengalami pembusukan. b. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. Di daerah yang mempunyai sistem drainase (serapan air) buruk. sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering. berukuran 2 – 50 mikron dan Liat. Warna Tanah Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil. Horison C adalah zona yang terdiri dari batuan terlapuk yang merupakan bagian dari batuan induk. komponen mineral dalam tanah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu. Horison A atau Top Soil adalah lapisan tanah paling atas yang paling sering dan paling mudah dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biologis. Kegiatan pertanian umumnya berada pada horison A dan B. berukuran dibawah 2 mikron. Tekstur Tanah Komponen mineral dalam tanah terdiri dari campuran partikel-partikel yang secara individu berbeda ukurannya. Horison B disebut juga dengan zona penumpukan (illuvation zone). . Horison ini memiliki bahan organik yang lebih sedikit tetapi lebih banyak mengandung unsur yang tercuci daripada horizon A. Menurut ukuran partikelnya. Tanah bertekstur pasir sangat mudah diolah. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Pasir.C. 3. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan bahan organiknya.

Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan.Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan.4.didalam larutan tanah. Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH (potensial of hidrogen). sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OHlarutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki pH 8-14. Larutan tanah disebut bereaksi asam jika nilai pH berada pada kisaran 0-6. artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-. Kalium dan Natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman. Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah rawa seeperti tanah gambut ditemukan pH dibawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat . terutama jika pupuk diberikan lewat tanah.2 Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan. Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap. 2. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Magnesium. yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah. pH adalah nilai pada skala 0-14.

2 Sifat Biologi Tanah Beberapa Sifat Biologi Tanah antara lain : . pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumanium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor.sedangakan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH tanah dapat mencapai di atas 9 karena banyak mengandung garam natrium. akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman. Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar. Pada pH 5. Ada 3 alasan utama nilai pH tanah sangat penting untuk diketahui : 1. pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah. Zn. pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro seperti Fe.5 – 7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik Tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batas optimal. 2. 2. karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air.4. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan.5-7. pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7. 3. Derajat keasaman (pH) tanah sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian. sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhan tanaman adalah mendekati 6. Namun kenyataannya setiap jenis tanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda. Dapat disimpulkan.

. Protozoa merupakan hewan bersel satu yang memakan bakteri. hangat sekitar 21 derajat c. Cacing tanah tidak makan vegetasi hidup tetapi makan bahan organik mati sisa-sisa hewan atau tanaman. Nematoda merupakan cacing yang sangat kecil seperti benang. berdasarkan jenis makanannya nematoda dibedakan menjadi omnivorus makan sisa bahan organik. Banyak bahan lorganik. Kebanyakan cacing hidup di kedalaman kurang dari 2m. Lalu ada Arthropoda dan mollusca. crayfish) chilopoda (sejenis kelabang). Selain itu terdapat cacing tanah. pH 5. jangkrik).a. sehingga dapat menghambat daur ulang unsur hara atau menghambat berbagai proses dalam tanah yang melibatkan bakteri. predaceous. . Tata udara baik. Hewan ini memakan sisa tanaman yang membusuk maupun yang masih hidup b. Crustacea banyak ditemukan di rawa pasang surut. tetapi Ca tersedia tinggi. kadang dapat memperbaiki tata udara tanah dan mengubah kesuburan serta struktur tanah. hellodrilus feotidus (cacing merah) dan lumbridus terrestris (night crawler). lobster. kandungan garam renda. Bahan organik yang dimakan kemudian dikeluarkan berupa agregat-agregat banyak mengandung unsur hara yang berguna bagi tanaman. insek (belalang. makan hewan-hewan tanahtermasuk nematoda yang lain. arachnida (laba-laba). Arthropoda dalam tanah digolongkan kedalam beberapa famili yaitu crustacea (kepiting. Hewan ini membuatt lubang yang menyebabkan terjadinya perpindahan tanah dalam (under) ke permukaan (top) yang banyak mengandung sulfida. tekstur sedang sampai halus. sehingga teroksidasi menjadi sulfat dengan tingkat keasaman yang sangat tinggi. parasitik merusak akar tanaman. tanah agak dalam.4. cacing suka hidup pada tanah-tanah lembab. Jenis mollusca yang hidup diatas tanah yang terpenting adalah bekicot. cacing tanah tersebar diseluruh penjuru dunia dengan sekitar 7000 spesies. Tiga spesies yang paling umum yaitu helodrilus calliginosus (cacing kebun). Cacing memperbaiki tata udara tanah sehingga infiltrasi air menjadi lebih baik dan lebih mudah ditembus akar tanaman. kelinci. Mikrofauna Terdiri dari Protozoa dan Nematoda. tetapi hewan ini juga makan dan menghancurkan tanaman sehingga secara umum lebih mengganggu daripada menguntungkan. Hewan besar pelubang tanah Tikus.0-8.

Akar tanamanmeningkatkan agregasi tanah. Mikroflora Terdiri dari bakteri. actinomycetes. . Autotroph yaitu bakteri yang menghasilkan makanannya sendiri dari bahan anorganik. dan simbiotik. algae. Heterotroph yaitu bakteri yang mendapatkan makanannya dari bahan organik yang telah ada. Misalnya merubah nitrit menjadi nitrat. dan simbiotik. Bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua yaitu autotroph dan heterotroph. dan karena akar menembus ke lapisan tanah yang dallam maka ia membusuk dan mmenjadi humus. Makroflora Akar tumbuhan yang mati di dalam tanah menyediakan energi dan makanan hewan dan mikroflora. misalnya melalui proses photosintesis. Nitrifikasi berpengaruh terhadap kualitas lingkungan karena oksidasi dari NH4 menjadi NO3 yang mudah larut. fungi. 1. dan virus. Bakteri autotroph bermanfaat karena mempengaruhi sifat-sifat tanah.c. sulfida menjadi sulfat dsb. akar tanaman yang masih hidup mempengaruhi keseimbangan hara tanah akibat penyerapan unsur hara oleh akar tersebut. Bakteri heterotroph dalam tanah dapat dibedakan menjadi bakteri pengikat nitrogen dan bukan pengikat nitrogen. 2. saprohitik. jumlah organisme disekitar akar ini 10-100 kali lebih banyak daripada diluar daerah perakaran. Dikeluarkannya asam AMINO yang mudah dihancurkan dan terlepasnya beberapa bagian kulit akar dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme disekitar akar . Selain itu akar juga mempengaruhi ketersediaan unsur hara karna dapat membentuk asam organik dipermukaannya yang dapat meningkatkan kelarutan unsur hara. Fungi Dapat dibedakan menjadi parasitik. dapat menyebabkan pencemmaran nitrat pada air tanah . konsentrasi nitrat yang tinggi dalam air dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Jadi ketersediaan unsur hara sangat dipengaruhi oleh bahan yang dikeluarkan oleh akar dan aktivitas mikroorganisme di rhizophere (daerah sekitar perakaran) d.

Keadaan yang baik untuk perkembangan actinomycetes yaitu banyak tersedia bahan organik segar.v Parasitik yang dapat menyebabkan bercak pada tanaman. adalah asosiasi simbiosis mycelia fungi dengan akar tanaman tertentu. 4. tetapi lebih tahan kekeringan daripada fungi. blue green algae. Virus Berbeda dengan mikroflora yang lain. 5. 3. tanah lembab. Pada tanaman padi sawah algae membantu mempertahankan jumlah N dalam tanah dengan mengikat N yang ada di udara. Membantu tanaman induk menyerap unsur hara tertentu. dan diatomae. v Saprophitik yang mendapatkan makanan dari dekomposisi bahan organik v Simbiotik hidup pada akar dimana keduanya terjadi simbiosis mutualisme. fungi dan akar akar tanaman. virus tidak dapat hidup lama didalam tanah. Berkembang biaka pada tanah yang subur. . yellow green algae. Mycorhiza /jamur akar. Algae Algae mempunyai chlorophyl dan terdiri dari green algae. Actinomycetes Secara taksonomi dan morfologi dapat digolongkan sebagai fungi ataupun bakteri. pH tanah netral sampai agak masam. Virus dapat diberantas dengan memberantas pembawa virus seperti nematoda. dan tidak dapat berkembang biak tanpa induk semangnya. tetapi akhir-akhir ini diklasifikasikan sebagai bakteri. Fungsi utamanya yaitu dalamm dekomposisi bahan organik terutama selulosa dan bahan organik lain yang resisten.

BAB III PENUTUP .

html .com/2011/04/27/dasar-dasar-teknologi-tanah/ http://usupress.info/arsip/hubungan-tanah-dan-tanaman-kesuburan-tanah.html http://haryanthogeo.pdf http://setengahbaya.usu.ac.Daftar Pustaka http://nurafni.id/files/Kesuburan%20Tanah%20dan%20Pemupukan%20%20Final_bab%201.com/2011/10/sifat-biologi-tanah.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful