uzirblangbintang@gmail.

com

GLIKOLISIS Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C. Reaksi ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma). Proses glikolisis menghasilkan lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang sempurna. Energi yang dihasilkan disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan istilah ATP atau NADH. Bagan dibawah ini merupakan proses jalur glikolisis:

Dari tahapan reaksi tersebut proses glikolisis dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu fase investasi energi, yaitu dari tahap 1 sampai tahap 4, dan fase pembelanjaan energi, yaitu dari tahap 5 sampai tahap 9. Pertama-tama, glukosa mendapat tambahan satu gugus fosfat dari satu molekul ATP, yang kemudian berubah menjadi ADP, membentuk glukosa 6-fosfat. Setelah itu, glukosa 6fosfat diubah oleh enzim menjadi isomernya, yaitu fruktosa 6-fosfat. Satu molekul ATP yang lain memberikan satu gugus fosfatnya kepada fruktosa 6-fosfat, yang membuat ATP tersebut menjadi ADP dan fruktosa 6-fosfat menjadi fruktosa 1,6-difosfat. Kemudian, fruktosa 1,6 dipecah menjadi senyawa yang saling isomer satu sama lain, yaitu dihidroksi

Contoh proses glikolisis yang terjadi sel ragi dan sel darah merah:  Glicolisis Pada Sel Ragi Pada hasil percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa pada glikolisis sel ragi didapat pada tabung ke 1 (suspensi ragi + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis berjalan dengan baik dan semua glukosa terhidrolisis. Perlu diketahui bahwa. hal ini disebabkan karena ragi yang dipanaskan sel ragi akan mati maka tidak terjadi glikolisis. karena ada sumber lain yang tidak mencantumkan air sebagai hasil glikolisis. dan 2 molekul air. sehingga terbentuk NADH. dan 2 molekul air. 2 molekul NADH. masing-masing fosfoenolpiruvat melepaskan gugus fosfat terakhirnya. Tahapan-tahapan reaksi diatas itulah yang disebut dengan fase investasi energi.com aseton fosfat dan PGAL (fosfogliseraldehid atau gliseraldehid 3-fosfat). Akan tetapi.3-difosfogliserat. sebuah molekul air dari masing-masing 2-fosfogliserat dipisahkan. pada awal reaksi ini telah digunakan 2 molekul ATP. 2 molekul NADH. glukosanya habis . Terakhir. pencantuman air sebagai hasil glikolisis bersifat opsional. seharusnya proses glikolisis tidak berjalan. dan berubah menjadi asam piruvat. Pada tabung ke 3 (suspensi ragi + larutan glukosa + laruitan arsenat (AS2O3 1 %) + pereaksi Benedict) setelah dipanaskan ternyata glikolisis tetap berjalan.3difosfogliserat melepaskan satu gugus fosfatnya dan berubah menjadi 3-fosfogliserat.3-difosfogliserat dipindahkan ke dua molekul ADP dan membentuk dua molekul ATP. menghasilkan fosfoenolpiruvat. Selanjutnya. Kemudian masing-masing 1. 3-fosfogliserat mengalami isomerisasi menjadi 2-fosfogliserat. 2 molekul ATP. Arsenat di sini seharusnya sebgai penghambat/inhibitor agar tidak terjadi glikolisis. ternyata arsenat di sini tidak menghambat glikolisis. Setelah menjadi 2-fosfogliserat. 4 molekul ATP. dimana gugus fosfat yang dilepas oleh masing-masing 1. Pada tabung ke 2 (suspensi ragi dipanaskan + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis masih berjalan. yang kemudian diterima oleh dua molekul ADP untuk membentuk ATP. dihidroksi aseton fosfat dan PGAL masing-masing mengalami oksidasi dan mereduksi NAD+. Setiap pemecahan 1 molekul glukosa pada reaksi glikolisis akan menghasilkan produk kotor berupa 2 molekul asam piruvat. sehingga hasil bersih reaksi ini adalah 2 molekul asam piruvat (C3H4O3). Setelah itu.uzirblangbintang@gmail. dan mengalami penambahan molekul fosfat anorganik (Pi) sehingga terbentuk1.

ke 3. terdapat endapan kuning setelah dipanaskan. Jika dilihat dari kadar glukosa. Begitu juga hal ini pada tabung ke 2 endapan terlihat banyak (sebelum dipanaskan) terdapat endapan kuning setelah dipanaskan. walaupun ada ditambahkan larutan penghambat (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2).Cu2O + H2O (endapan)  Glicolisis Pada Sel Darah Merah Pada tabung ke 1 dan ke 2 digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. tetapi arsenat tidak menghambat glikolisis. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4. terdapat endapan merah bata. dan tabung ke 4 ditambahkan satu tetes darah . Setelah itu keempat tabung reaksi tersebut diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30menit. ini menandakan bahwa kadar glukosa berkurang. Pada tabung ke 3. Fungsi penambahan arsenat di sini sebagai inhibitor/penghambat proses glikolisis dan glukosa yang dihasilkan tidak habis (tidak semua glukosa terhidrolisis). glikolisis berjalan dengan baik karena tidak ada yang menghambat.uzirblangbintang@gmail. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4 yang sudah diberi larutan penghambat/inhibitor (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2) glikolisis tetap berjalan. glikolisis dapat berjalan walau hanya sedikit. Lalu ketiga tabung tersebut dtambahkan dengan glukosa 2 % sebanyak 1 ml. tabung ke 3 endapan berwarna coklat dan tabung ke 4 berwarna kuning. ini menandakan proses glikolisis tetap berjalan. ini menandakan semua glukosa terglikolisis. Pada tabung ke 1. Reaksi glucosa + Benedict 2 Cu+ + 2 OH. Bertujuan untuk membandingkan dengan tabung ke 3 dan ke 4 digunakan untuk melihat inhibitor. Pereaksi Benedict di sini digunakan untuk indikasi banyak atau tidaknya glukosa. kemudian dipanaskan selama 5 menit. glikolisis juga tetap terjadi tetapi hanya sedikit. pada tabung ke 1 kadar glukosanya lebih sedikit (endapan yang terlihat sedikit) sebelum dipanaskan dan setelah dipanaskan endapan berwarna kuning kecoklatan. karena . Masing-masing tabung ditambah larutan buffer fosfat (7 ml). kita dapat membandingkan pada tabung ke 1 dan ke 2 proses glikolisis berlangsung dengan baik karena kadar glukosa berkurang. ini menandakan bahwa kadar glukoa telah berkurang. Pada tabung ke 1 dan ke 2. Pada tiap tabung terdapat endapan yang berwarna berbeda-beda. Dari warna endapan yang ada. walaupun pada tabung ke 3 ini sudah ditambahkan arsenat yang dijadikan sebagai inhibitor/penghambat.com karena glikolisis tetap berjalan. proses glikolisis tetap terjadi tetapi hanya sedikit glukosa yang terhidrolisis. Pada tabung ke 4 dan ke 3 ditambah lagi dengan larutan arsenat pada tabung ke 4 dan ditambah lagi dengan larutan Hg(CH3COO)2 pada tabung ke 3.

http://budisma.blogspot. (2011).com kerja penghambat di sini hanya sedikit sekali menghambatnya.web. Glukosa Asam piruvat (proses glikolisis) 2.Com/2011/10/11/Glikolisis/ Anonimus.com/2011/08/glikolisis. http://Subarkahkomendangi. Reaksi Peragian Reaksi Fermentasi Asam Laktat Prosesnya: 1.com/2012/05/absorpsi-dan-glikolisis. http://prauniversitas. terlihat dari berkurangnya sedikit glukosa dari warna endapan yang terlihat berbeda antara tabung ke 3 dan ke 4 dengan tabung ke 1 dan ke 2. Dehidrogenasi Asam Piruvat akan terbentuk Asam Laktat Energi yang terbentuk dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat: 8 ATP – 2 NADH2 = 8 – 2 (3 ATP) = 2 ATP Sumber: Anonimus.id/materi/sma/kelasxii-biologi/proses-reaksi-glikolisis-respirasi-aerob/ . Absorbsi dan glikolisis. Glikolisis.html Anonimus.uzirblangbintang@gmail.blogspot.html Anonimus.Wordpress. (2012). (2011). Proses Glikolisis. (2011). http://marco- aponno. Proses reaksi glikolisis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful