BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Otomasi industri meliputi penggunaan teknologi informasi dan sistem kontrol. Teknologi informasi dimanfaatkan untuk merepresentasikan data-data di lapangan kepada pihak manajemen. Sedangkan sistem kontrol bertugas untuk mengontrol jalannya peralatan-peralatan pada proses produksi. Sistem kontrol di industri terdiri atas peralatan-peralatan yang saling terhubung dalam suatu jaringan. Hal ini memungkinkan terjadinya proses komunikasi di antara peralatan-peralatan tersebut. Dalam proses komunikasi tersebut terjadi pertukaran data. Untuk menjamin validitas data yang dipertukarkan maka diperlukan seperangkat aturan yang mengatur mengenai sistem komunikasi antara perangkat-perangkat dalam sistem kontrol tersebut. Seperangkat aturan tersebut dinamakan protokol komunikasi. Salah satu protokol komunikasi yang digunakan secara luas dalam sistem kontrol adalah protokol komunikasi Modbus. Protokol Modbus diperkenalkan oleh Gould Modicon (saat ini telah diakuisisi Schneider Electric) pada tahun 1979 untuk diterapkan di Programmable Logic Controller (PLC) yang diproduksinya. Saat ini Protokol Modbus merupakan standar protokol yang paling umum tersedia pada perangkatperangkat kontrol di industri. Beberapa hal yang menyebabkan Protokol Modbus diterima secara luas sebagai standar protokol komunikasi di industri, antara lain : 1. Dipublikasikan secara terbuka dan bebas royalti. 2. Relatif mudah diterapkan pada jaringan industri. 3. Menggunakan data raw bits atau words tanpa memberikan banyak larangan dan batasan kepada para pengembang. Dalam perkembangannya muncul banyak varian Protokol Modbus, salah satunya adalah Modbus RTU. Modbus RTU merupakan varian Protokol Modbus yang paling umum digunakan. Protokol Modbus telah banyak diimplementasikan ke dalam peralatan-peralatan sistem kontrol industri. Salah satu jenis peralatan dalam sistem kontrol yang menggunakan protokol Modbus adalah transmitter.

1

Ketika berbicara dalam konteks sistem kontrol, yang dimaksud dengan transmitter adalah sebuah peranti yang mengkonversi satuan pengukuran sensor menjadi sebuah sinyal listrik kemudian mengarahkan datanya (melalui kabel atau secara nirkabel) untuk diterima oleh sebuah display atau Human Machine Interface (HMI) dalam suatu sistem kontrol. Kemampuan transmitter untuk mengarahkan data dari sensor ke display atau HMI dikarenakan pada transmitter telah ditanamkan suatu protokol komunikasi. Penamaan unit transmitter didefinisikan oleh jenis transduser yang datanya dikonversi dan dikirimkan. Sebagai contoh gas transmitter dan level transmitter. Gas transmitter adalah transmitter yang mengkonversi data dari transduser gas dan kemudian mengirimkannya. Sedangkan pada level transmitter data yang dikirim berasal dari konversi hasil pengukuran transduser level. Telah banyak produsen yang memproduksi transmitter untuk kepentingan dunia industri. Umumnya transmitters tersebut harganya mahal dikarenakan sasaran utamanya adalah industri-industri berskala besar dengan kemampuan permodalan yang kuat. Hal tersebut merupakan salah satu kendala non teknis dalam penerapan sistem otomasi di industri berskala kecil, seperti industri gula rakyat yang banyak terdapat di negara kita, padahal sistem otomasi menawarkan kehandalan dan keamanan dalam sistem kontrol di industri. Di sisi lain banyak sekali programmable devices, seperti mikrokontroler, yang dijual dengan harga murah. Dari latar belakang tersebut muncul gagasan untuk membuat transmitter sendiri. Pembuatan transmitter meliputi dua tahap, yaitu tahap pembuatan protokol komunikasi dan tahap pengintegrasian transduser sebagai elemen sensing. Dalam Tugas Akhir ini direncanakan untuk melaksanakan tahap pertama, yaitu tahap pembuatan protokol komunikasi. Rencana tersebut dilaksanakan dengan cara mengimplementasikan protokol Modbus pada suatu programmable device. Programmable device yang digunakan adalah mikrokontroler ATMega16. Mikrokontroler ATMega16 dipilih sebagai basis implementasi dikarenakan mikrokontroler tersebut saat ini merupakan mikrokontroler yang populer digunakan di Indonesia terutama di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini diharapkan mengundang lebih banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan topik yang dibahas dalam Tugas Akhir ini.

2

Setelah protokol Modbus berhasil diimplementasikan pada mikrokontroler ATMega16, kemudian diintegrasikan sebuah level transducer yaitu modul ultrasonik SRF04 sehingga didapatkan sebuah level transmitter. Mikrokontroler ATmega16 yang telah dilengkapi dengan protokol Modbus juga diintegrasikan dengan sensor gas yaitu TGS 2620 sehingga didapatkan sebuah gas transmitters. Untuk menguji fungsionalitas dari transmitters yang telah dibuat, maka kedua transmitters tersebut diintegrasikan dalam suatu jaringan Modbus sebagai slaves. Pada jaringan tersebut digunakan Human Machine Interface (HMI) tipe Magelis XBT GT 2330 sebagai master.

1.2

Permasalahan

Permasalahan yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini yaitu : 1. Bagaimana mengimplementasikan Protokol Modbus ke dalam sistem mikrokontroler ATMega16. 2. Bagaimana mengintegrasikan level transducer ke dalam sistem mikrokontroler tersebut sehingga diperoleh sebuah level transmitter. 3. Bagaimana mengintegrasikan gas transducer ke dalam sistem mikrokontroler tersebut sehingga diperoleh sebuah gas transmitter. 4. Bagaimana mengintegrasikan level transmitter dan gas transmitter yang telah dibuat dengan Human Machine Interface yang umum digunakan pada sistem kontrol di industri dalam sebuah jaringan Modbus.

1.3

Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam Tugas Akhir ini, yaitu : 1. Diimplementasikannya Protokol Modbus RTU berbasis mikrokontroler ATMega16. 2. Diintegrasikannya level transducer pada sistem mikrokontroler yang telah dibuat sehingga diperoleh sebuah level transmitter. 3. Diintegrasikannya gas transducer pada sistem mikrokontroler yang telah dibuat sehingga diperoleh sebuah gas transmitter. 4. Diintegrasikannya level transmitter dan gas transmitter yang telah dibuat sebagai slave dalam suatu jaringan Modbus yang

3

menggunakan Human Machine Interface sebagai master dalam jaringan tersebut.

1.4

Batasan Masalah

Berikut ini Batasan Masalah dalam Tugas Akhir ini : 1. Protokol Modbus yang diimplementasikan adalah Modbus RTU. 2. Function code yang diterapkan adalah function code 03 dan 04. 3. Hasil yang ingin dicapai ditekankan pada stabilitas performa komunikasi antara transmitter sebagai slave dengan Human Machine Interface sebagai master.

1.5

Metode Penelitian

Langah-langkah yang dilakukan dalam pengerjaan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Studi Literatur. 2. Perancangan dan Pembuatan Perangkat Keras. 3. Perencanaan dan Pembuatan Perangkat Lunak. 4. Integrasi sistem. 5. Pengujian

1.6

Sistematika Penulisan Laporan

Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir ini terdiri atas lima bab, yaitu : 1. Pendahuluan. 2. Teori Penunjang. 3. Perancangan Sistem. 4. Pengujian. 5. Penutup.

1.7

Relevansi

Hasil yang diperoleh dari Tugas Akhir ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan transmitter menggunakan protokol Modbus.

4

2. Dapat dimanfaatkan sebagai rujukan dalam pengimplementasian protokol Modbus pada mikrokontroler. 3. Dapat dimanfaatkan sebagai rujukan dalam penelitian tentang pembuatan peralatan-peralatan untuk keperluan sistem otomasi di industri berbasis mikrokontroler.

5

--- Halaman ini sengaja dikosongkan ---

6

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.