BAB I PENDAHULUAN

Sekarang ini, banyak penyakit kronis telah menjadi penyebab utama morbiditas maupun mortalitas di seluruh dunia. Diabetes mellitus (DM), terutama DM tipe 2, memainkan peranan yang meningkat pada problem ini, dan komplikasi DM menjadi isu kesehatan publik yang penting. Salah satu komplikasi DM yang paling sering terjadi adalah nefropati diabetik.1 Nefropati diabetik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyakit glomerular yang terdapat pada pasien insulin dependant diabetes mellitus (IDDM: tipe 1) dan non insulin dependant diabetes mellitus (NIDDM: tipe 2) yang ditandai adanya mikroalbuminuria maupun proteinuria. Nefropati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular mayor dari DM, merupakan penyebab utama end stage renal disease (ESRD) pada dunia barat, dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada kedua tipe DM.2,3 Hubungan antara proteinuria dengan diabetes pertama kali diperkenalkan pada abad ke 18, tapi Kimmelstiel dan Wilson pada tahun 1936 yang mendefinisikan dengan menggambarkan lesi glomerulosklerosis nodular dan hubungannya dengan proteinuria dan hipertensi pada DM tipe 2. Hal tersebut menggambarkan stadium akhir dari nefropati diabetik. Pada penelitian-penelitian selanjutnya, terutama pada DM tipe 1, diketahui terdapat beberapa fase/ stadium penyakit nefropati diabetik.4

1

Kepentingan

klinis

nefropati

diabetik

berkaitan

dengan

dampak

sosioekonomik dan dampaknya terhadap kualitas hidup. Nefropati diabetik adalah penyebab tersering ESRD di Amerika Serikat dan Eropa. Antara 1988-1991, 33,8% pasien dengan ESRD mempunyai DM, dan pada 1991 43,3% dari semua pasien ESRD disebabkan DM. Estimasi biaya tahunan perawatan pasien DM dengan ESRD saat ini sekitar 3 milyar dollar Amerika.5,6 Adanya nefropati diabetik pada pasien DM menyebabkan prognosis jangka panjang yang jauh lebih buruk. Mortalitas pada pasien IDDM dengan proteinuria persisten jauh lebih tinggi dibanding yang tanpa proteinuria dan diperkirakan 37 kali lebih besar dibanding mortalitas pada individu dengan umur yang sama dan tanpa DM. Pasien NIDDM yang mengalami mikroalbuminuria mempunyai mortalitas (umumnya akibat penyakit kardiovaskular) lebih tinggi dibanding yang tanpa mikroalbuminuria.5 Berikut akan dilaporkan sebuah kasus nefropati diabetik pada seorang perempuan berumur 52 tahun yang dirawat di bangsal penyakit dalam wanita RSUD Ulin Banjarmasin.

2

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful