“Jenis-jenis Puisi Lama”

Contoh Pantun Remaja: Batang kandis batang rambutan tumbuh lurus dekat telaga. Di tuan genih di kami merekan, tentu berbeda harganya.

Terdiri dari:
Pantun. Pantun terdiri atas: a) Pantun jenaka (Anak-anak) b) Pantun Remaja c) Pantun Orang Tua (Nasehat) Contoh Pantun Jenaka (Anak-anak): Contoh : Elok rupanya si kumbang jati Dibawa itik pulang petang Tidak terkata besar hati Melihat ibu sudah datang

Jangan pantun sembarang kata, sembarang kata harus ditahan. Jangan tuan membedakan harga, manusia sama di mata Tuhan.

Kalau ada kaca di pintu, kaca di depan kami pecahkan. Kalau Tuan kata begitu, nyawa dan badan kami serahkan.

Tanam padi di tengah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari pergi sekolah Sore hari ke madrasah

Jangan pecahkan kaca di pintu kaca di pecah tuan mantri Jangan tuan terburu nafsu tergesa-gesa menyesal nanti

Burung dara indah warnanya Burung perkutut indah bersuara Ayah bunda harum namanya Anakku sayang sering juara Pagi pagi ayam berkokok Ayam berkokok diatas papan Anak kecil jangan merokok Pikirkanlah masa depan Buah duku dari Palembang Buah anggur dari bosnia Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia

Tupai jenjang tupai celaka tebat berisi ikan tenggiri. Sungguh pandai tuan berkata, membuat saya lupa 'kan diri.

Tebat berisi ikan tenggiri anak kera makan rambutan Sungguh pandai tuan memuji membuat saya lupa daratan.

Kain batik bersegi lima basah kuyup ditimpa embun Kasih tuan kami terima menjadi hutang beribu tahun.

Basah kuyup ditimpa embun kilat loyang disangka emas Jadi hutang beribu tahun hidup serumah baru lunas

Tanjung katung airnya biru di sana budak mencuci muka. Sedang sekampung hatiku rindu siang dan malam terbayang-bayang

Telah masak buah mengkudu masak pula buah kepayang hati risau bercampur rindu siang dan malam terbayang-bayang Contoh Pantun Remaja Lucu  Dari hulu menuju kanal  Jangan lagi balik kehulu  Maunya sih kepingin kenal  Apalah daya hati malu 2.  pergi kepasar membeli sandal  jangan lupa membawa doku  kalau memang kepingin kenal  katakan saja tak usah malu 3.  kalau cerdik cobalah terka  gulalah tebu mabis rasanya  wahai adik cantik jelita  bolehkah abang tahu namanya? 4.  Gali lubang buat petakan  Buatlah lubang di dekat rawa  Kalau abang mau kenalan  Datanglah abang di rumah saya 5.  Kain kebaya dipakai si janpang  Bekal satu Cuma buat dirinya  Main kerumah itu gampang  Asal tahu nama dan alamatnya 6.  Pepaya padat penuh berisi  Kalu dimakan enak rasanya

 Nama dan alamat sudah kuberi  Janganlah lupa kunjunganya 7.  Kalau ada semur diladang  Ladang pasti akan dijarah  Kalu ada umur panjang  Abang pasti main kerumah 8.  Pucuk mentimun bersih sendiri  Tunggu matang akan terasa renyah  Dudukmelamun bersedih hati  Menunggu abang datang kerumah 9.  Ujunglah badik setajam duri  Diasahnya menjelang petang  Janganlah adik bersedih hati  Karena abang telah datang 10.  Nasi uduk masak digarang  Dimakan dengan sambal terasi  Hati adik mendadak senag  Karena abang tepati janji 11.  Diambang petang makan nasi  Makannya pakai wajan  Tak mungkin abang ingkari janji  Pada adik gadis pujaan 12.  Begadang makanya wajik  Hisap juga rokok cerutu  Kalau abang cinta adik  Katakan saja I Love You 13.  Cinta itu ikatan hati  Jangan dibuat semaunya  Mari kita mengikat janji  Untuk bersama selamanya 14.  Pohon randu tubuh di kota  Taman kota pun jadi terhiasi  Rindu di dada tiada terkira  Karena menanti pujaan hati 15.  Terbang burung menuju kandang  Karena perut sudah terisi  Abang jadi tidak berani datang

 Karena bapakmu galak sekali 16.  Saat petang cahaya pun meremang  Waktu itu dikatakan senja  Kalu abang benar benar xayang  Kenapa takut pada calon mertua 17.  Buku juga di namakan pustaka  Butuh uang janganlah mencuri  Bukanya abang takut mertua  Tapi abang tidak mau di maki 18.  Kena paku ban harus di tambal  Jangan sampai dibawa jalan  Walau ayahku berkumis tebal  Tapi ayahku bukanlah macan 19.  Buah bacang bukan pepaya  Nanas bersisik bukan berduri  Kalau abang boleh berttanya  Apkah adik masih sendiri 20.  Berlayar kita naik perahu  Layar berkembang di udara  Kalu bolrh adik tahu  Apa maksud abang bertanya 21.  Jangan dimakan nasi basi  Karena itu sudah terkena hama  Kalu adik masih sendiri  Bolehkan abang jalan bersama 22.  Menari harus dengan irama  Tapi jangan seorang diri  Boleh saja jalan bersama  Asal jangan mencuri hati 23.  Menjangan bukanlah rusa  Kalu dikejar akan berlari  Kalu memang ada iasa  Apa tak boleh jatuh hati 24.  Menulis pakailah tinta  Janganlah memakai gincu  Apa benar abang cinta  Atau abang Cuma merayu

25.  Bedak pupur dibuat dari sagu  Untuk menghias wajah sendiri  Wahai adik janganlah ragu  Abang cinta setengah mati

Contoh Pantun Orang Tua (Nasehat):

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful