You are on page 1of 3

Kasus 5.1 Masalah – masalah pusat laba 1.

AMAX Automobiles Amax Automobiles merupakan perusahaan mobil dengan 3 lini produk. Lini A ditujukan untuk semen masyarakat tingkat atas, lini B untuk tingkat menengah keatas, dan lini C adalah segmen untuk masyarakat banyak. Setiap lini produk dijual dengan merek yang berbeda-beda dan menggunakan sistem distribusi yang berbeda. Lini A,B dan C masing – masing dijual oleh divisi A,B dan C. Beberapa komponen merupakan komponen umum bagi ketiga divisi tersebut. Beberapa komponen ini diperokeh dari luar perusahaan, dan sisanya diproduksi oleh perusahaan. Selain itu, ada pertukaran teknologi dan metedologi produksi diantara divisi- divisi tersebut. Khususnya dalam hal inovasi produk, dimana divisi A memberikan input bagi Divisi B dan C. di lain pihak , inovasi proses dihasilkan oleh divisi C dan diadopsi oleh divisi A dan B. Pertanyaan bagaimana sebaiknya AMAX diorganisasikan dan dikendalikan ?

Menjadikan unit organisasi sebagai pusat laba juga dapat menberikan manfaat-manfaat yg menguntungkan. Pendekatan pusat laba juga membantuuntuk mengukur profitabilitas lini-lini perusahaan dengan lebih akurat dan juga dapat mengidentivikasi dan mengeliminasi beberapa lini perusahaan nirlabanya. Lalu setelah itu fokuskan pada pengelolaan unit unit bisnis sebagai pusat laba. proses produksi dan pemasaran. keputusan perolehan . keputusan pemasaran 3. Hampir semua unit bisnis diciptakan sebagai pusat laba karena manajer yang bertanggung jawab atas unit terseut memiliki kendali atas pengembangan produk. kemudian fungsi – fungsi produksi dan pemasaran dapat dijadikan sebagai pusat laba. Sangatlah berguna untuk memikirkan pengelolaan suatu pusat laba dalam hal pengendalian atas tiga jenis keputusan: 1. keputusan produk 2.Jawab Ketika kinerja finansial suatu pusat tanggung jawab diukur dalam ruang lingkup laba . maka pusat ini disebut sebagai pusat laba .

yaitu akan lebih sulit jika keputusan produksi. . Pada umumnya semakin besar tingkat integrasi dalam suatu perusahaan maka semakin sulit melaksanakan tanggung jawab pusat laba tunggal untuk ketiga aktivitas tersebut dalam lini produk yang ada.Jika seorang manajer lini bisnis mengendalikan ketiga aktivitas tersebut biasanya tidak akan ada kesulitan dalam melaksanakan tanggung jawab laba dan mengukur kinerja. sourcing dan pemasaran untuk lini produk tunggal di pecah ke dalam dua unit bisnis atau lebih sehingga memisahkan kontribusi tiap tiap unit bisnis demi kesuksesan lini produk secara keseluruhan.