Majalah Farmasi Indonesia, 19(1), 1 - 11, 2008 Elin Yulinah Sukandar

Efek antiagregasi platelet ekstrak air bulbus bawang putih (Allium sativum L.), ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) dan kombinasinya pada mencit jantan galur Swiss Webster
Antiplatelet aggregation of garlic (Alliun sativum L.) water extract, turmeric (Curcuma domestica Val.) ethanolic extract and its combination to Swiss Webster male mice
Elin Yulinah Sukandar *), Joseph I. Sigit dan Nurul Fitriyani
Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung

Abstrak
Telah diuji efek antiagregasi platelet ekstrak air bulbus bawang putih (Allium sativum L.), ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) dan kombinasinya pada mencit jantan galur Swiss Webster. Pemberian bahan uji dilakukan sehari sekali secara oral selama 28 hari berturut-turut. Efek antiagregasi platelet diuji dengan menggunakan parameter waktu pendarahan, waktu koagulasi, dan penurunan serapan plasma untuk melihat aktivitas agregasi platelet sebelum dan setelah penambahan ADP sebagai penginduksi agregasi platelet. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kunyit dosis 100 mg/kg bobot badan, ekstrak bawang putih dosis 100 mg/kg bobot badan, kombinasi ekstrak kunyit dan bawang putih dengan dosis masingmasing 100 mg/kg bobot badan serta 50 mg/kg bobot badan dapat menurunkan serapan plasma yang menunjukkan adanya penghambatan agregasi platelet dengan persentase hambatan agregasi platelet berturutturut sebesar 73,67 ± 10,30% (p=0,021); 74,67 ± 25,04% (p=0,018); 77,43 ± 8,09% (p=0,018); dan 57,00 ± 23,87% (p=0,047). Semua bahan uji dapat meningkatkan waktu pendarahan dengan persentase peningkatan berturut-turut sebesar 473,08 ± 56,12% (p<0,001); 427,53 ± 66,89% (p<0,001); 515,73 ± 114,47% (p= 0,001); 481,73 ± 116,51% (p=0,001). Peningkatan waktu koagulasi secara bermakna hanya ditunjukkan oleh kombinasi ekstrak kunyit dan bawang putih dengan dosis masing-masing 100 mg/kg bobot badan serta 50 mg/kg bobot badan dengan persentase peningkatan berturut-turut sebesar 46,67 ± 21,89% (p=0,014) dan 40,84 ± 25,80% (p=0,018).
Kata kunci : Antiagregasi platelet, kunyit, bawang putih, ADP.

Abstract
Antiplatelet aggregation effect of garlic (Allium sativum L.) water extract, turmeric (Curcuma domestica Val.) ethanolic extract and its combination to Swiss Webster mice has been investigated. The test substances given orally during the period of 28 days. Antiplatelet aggregation effect was tested by measuring bleeding time, coagulation time, and decreasing plasma absorbance to observe platelet aggregation activity before and after addition of ADP as platelet aggregation inducer. Based on the inhibition of plasma abdorbance decrease, turmeric extract at a dose of

Majalah Farmasi Indonesia, 19(1), 2008

1

018).. seperti pada hemostasis. penawar racun. combination of turmeric at a dose of 100 mg/kg body weight and garlic extract at a dose of 100 mg/kg body weight as well as combination of turmeric at a dose of 50 mg/kg body weight and garlic extract at a dose of 50 mg/kg body weight showed the effect of platelet aggregation inhibition of 73. Platelet yang teraktivasi juga melepaskan adenosin difosfat (ADP) dan tromboksan A2 yang akan menarik platelet yang sehingga menyebabkan perubahan bentuk platelet. The test substances above respectively increased bleeding time of 473.2% dari total kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Penggunaan obat-obat sintetis saat ini masih memberikan efek samping yang cukup besar.. alliin. sedatif. demetoksikurkumin. 2000) Pada penelitian ini ekstrak rimpang kunyit dan bawang putih serta kombinasinya diuji terhadap agregasi platelet dibandingkan terhadap aspirin yang sudah diketahui dapat menghambat agregasi platelet (Hardman. 2001). Pada saat platelet terstimulasi untuk menempel pada dinding pembuluh darah maka akan terjadi pelepasan isi granul yang akan meningkatkan agregasi dengan platelet yang lain.7 juta atau sekitar 29. turmeric. Data statistik WHO dalam laporan kesehatan dunia tahun tahun 2003 menunjukkan bahwa 16. dan dimetil trisulfida. Key words : Antiplatelet aggregation. yaitu kurkumin.89% (p<0. agregat platelet dapat berbahaya. dan antelmintik.001). Akan tetapi. Mutcshler.43 ± 8..000). diare.04% (p=0. garlic.021). Kelainan ini sering merupakan penyulit atau menyertai penyakit lain.73 ± 114.47% (p= 0.67 ± 21. pelepasan isi granul dan agregasi lebih jauh.018).. Agregasi platelet memberi banyak keuntungan bagi organisme. 1994). turmerol A.09% (p=0... and 57.30% (p=0. Agregasi juga ditingkatkan dengan adanya 2 pelepasan faktor von Willebrand dari sel endotelial yang merupakan senyawa pengikat untuk reseptor membran platelet. 1998 . epikurkumenol. 1994). sesak napas. ADP. (Hutapea. Masyarakat sudah menggunakan bebeMajalah Farmasi Indonesia.Efek antiagregasi platelet ekstrak.51% (p=0. prokurkumenoll. Trombus atau bekuan darah dapat menyumbat pembuluh darah yang disebut embolus dan sering merintangi sirkulasi sehingga terjadi iskhemia dan kerusakan jaringan. 19(1). interaksi dengan virus. s-(allithio)sistein. 100 mg/kg body weight. Corwin. dimetildisulfida.53 ± 66.. (Buckhingham. di lain pihak. varises vena dan kerusakan arteri (Martini. turmerol B.08 ± 56. Tromboemboli merupakan salah satu penyebab sakit dan kematian yang banyak terjadi.014) and 40.67 ± 25. bisdemetoksikurkumin.67 ± 10. 74. obat pening.. Bawang putih mengandung ajoene. garlic extract at a dose of 100 mg/kg body weight.87% (p=0. ekspektoran. 2008 .73 ± 116..) biasa digunakan secara empirik oleh masyarakat sebagai obat demam. fagositosis benda asing.018). Masyarakat Indonesia biasa menggunakan bawang putih sebagai obat tekanan darah tinggi. Increasing coagulation time only showed by combination of turmeric and garlic extract at a dose of each 100 mg/kg body weight and also of each 50 mg/kg body weight with percentage of 46.80% (p=0. bakteri atau kompleks antigenantibodi.00 ± 23. 481. diuretik. allithiamin.84 ± 25. suatu proses yang akan menstabilkan trombus yang terbentuk (Martini. (Hutapea. radang hidung. karminatif.001). Trombin sendiri dapat menstimulasi lebih jauh pelepasan granul platelet dan menarik platelet yang baru. Kandungan kunyit diantaranya. Protein membran platelet GpIIb dan GpIIIa selanjutnya berinteraksi dengan fibrin dan fibrinogen. 2000). yaitu glikoprotein GpIb dan fibrinogen. 1971).12% (p<0. contohnya adalah trombosis dan embolisme yang dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular (Packham and Mustard.. 515. dan α-turmeron. allicin.047) respectively. prokurmadiol. 1998 . 2000). Platelet yang teraktivasi selanjutnya akan melepaskan faktor yang menyebabkan terjadinya pembekuan darah sehingga terjadi pembentukan trombus kompleks pada dinding pembuluh darah. diabetes melitus. 427.89% (p=0. dan penurun panas. (Buckhingham. misalnya gagal jantung. 1991).000). Pendahuluan Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. 77. antibiotik.

dan 28. karboksimetilselulosa natrium. Platelet diperangkap di dalam suatu struktur yang sangat berserabut. membentuk suatu bekuan darah yang menutup secara efektif bagian yang terluka dari pembuluh. 19(1). 2002). yaitu waktu pendarahan. air suling. Adanya efek ditunjukkan oleh waktu koagulasi yang semakin panjang setelah pemberian bahan uji. 14. waktu koagulasi. perubahan bentuk Majalah Farmasi Indonesia. Selama fase koagulasi. yaitu waktu pendarahan. pinset. serapan plasma diukur dengan Spectronic 21-D pada panjang gelombang 600 nm. Interval waktu antara timbulnya tetes pertama darah hingga darah berhenti mengalir adalah waktu perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya efek antiagregasi platelet pada ekstrak air bawang putih dan ekstrak etanol kunyit serta ingin meneliti apakah dalam kombinasi ekstrak terjadi peningkatan efek. natrium sitrat. Pengamatan pada waktu koagulasi bertujuan untuk melihat pengaruh bahan uji terhadap proses pembentukan sumbat hemostatik sekunder. (Vogel. Pengujian dilakukan dengan memberikan bahan uji selama 28 hari berturut-turut pada dosis 50 dan 100 mg/kg bobot badan. waktu koagulasi. fibrin menutup permukaan sumbatan platelet. ADP merupakan penginduksi utama untuk agregasi platelet. Pipa kapiler dipatahkan setiap interval 15 detik hingga teramati pembentukan benang fibrin pada bagian yang Pengukuran waktu koagulasi Pengukuran waktu pendarahan Pengujian efek antiagregasi platelet Hewan uji Alat Bahan dipatahkan.Elin Yulinah Sukandar rapa tanaman herbal untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan sistem sirkulasi diantaranya adalah bawang putih dan kunyit. Kombinasi ekstrak diberikan pada dosis masingmasing 100 mg/kg bobot badan dan masing-masing 50 mg/kg bobot badan. Darah diperoleh dari ujung ekor mencit. asetosal. ekstrak air bawang putih. Pengukuran penurunan serapan plasma Hasil Dan Pembahasan Pada pengujian ini terdapat tiga parameter yang diamati. Serapan plasma diukur kembali setelah penambahan ADP 5 µM sebagai penginduksi agregasi platelet dan inkubasi selama 20 menit dalam inkubator kocok suhu 37ºC. Darah dari ujung ekor diserap dengan pipa kapiler selama 30 detik. dan penurunan serapan plasma. Pada pengujian. gunting. Waktu perdarahan diamati untuk melihat pengaruh bahan uji terhadap proses pembentukan sumbat hemostatik sementara. Waktu koagulasi adalah waktu yang diperlukan untuk terbentuknya benang fibrin tersebut. Institut Teknologi Bandung. Pengamatan pada penurunan serapan plasma bertujuan untuk melihat aktivitas platelet sebelum dan setelah pemberian larutan ADP. alkohol 70%. yaitu proses hemostasis fase koagulasi. 2008 3 .9%. 21. Saat jaringan kerja fibrin tumbuh. kapas. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan galur Swiss Webster berumur 2-3 bulan dan bobot badan 25-35 g yang diperoleh dari Laboratorium Hewan Sekolah Ilmu Teknologi Hayati. mencit dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing kelompoknya terdiri atas 5 ekor mencit. Pipa kapiler. pereaksi ADP (Sigma-Aldrich). dan penurunan serapan plasma yang diukur pada hari ke7. 2002). jarum oral. 2002). spektrofotometer visibel (Spectronic 21-D). darah yang keluar diserap dengan kertas penyerap. restrainer. mikropipet. alat sentrifuga. yaitu proses hemostasis fase platelet. Hasil uji diolah secara statistik menggunakan uji t-student. Aktivasi dari satu proenzim umumnya membentuk suatu enzim yang mengaktivasi suatu proenzim kedua dan seterusnya dalam suatu reaksi berantai. Parameter yang digunakan. Penurunan serapan plasma dihitung dengan menghitung selisih serapan plasma sebelum dan setelah pemberian larutan penginduksi (Vogel. (Vogel. natrium klorida 0. Darah mencit dicampur dengan natrium sitrat dan disentrifuga. Tahapan dalam fase koagulasi menyebabkan perubahan fibrinogen yang bersirkulasi menjadi protein fibrin yang tidak larut. tabung sentrifuga (Eppendorf). berbagai enzim dan proenzim berinteraksi. Adanya efek antiagregasi platelet ditunjukkan oleh waktu pendarahan yang semakin panjang setelah pemberian bahan uji. Metodologi Ekstrak etanol kunyit. kertas saring.

81 ± 6.39% (p=0. Jika pada kelompok yang diberi bahan uji terjadi hambatan agregasi atau memiliki efek antiagregasi platelet maka selisih serapan plasma akan kecil.014) untuk ekstrak kunyit dan 63. Aktivitas platelet tersebut dapat terlihat dari perubahan serapan plasma yang diukur secara turbidimetri pada panjang gelombang 600 nm. platelet. Pada parameter penurunan serapan plasma... persentase peningkatan waktu pendarahan sebesar 347. Untuk ekstrak bawang putih.. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kunyit dan bawang putih dosis 100 mg/kg bb dapat meningkatkan waktu pendarahan dan dapat menghambat agregasi platelet lebih baik daripada dosis 50 mg/kg bb sehingga dosis yang akan digunakan dan dikombinasikan lebih lanjut pada pengujian efek antiagregasi platelet adalah dosis 100 mg/kg bb... 19(1).97 ± 105.014).000) pada dosis 100 mg/kg bb.Efek antiagregasi platelet ekstrak. serapan plasma akan menurun karena platelet-platelet dalam plasma mulai membentuk agregat kemudian mengendap sehingga kekeruhan plasma berkurang. peningkatannya cenderung fluktuatif pada setiap pengukuran (Tabel VI)..43 ± 110.002) untuk ekstrak bawang putih.56 ± 9..55% (p=0.06% (p=0..85% (p=0. Serapan plasma awal menunjukkan kekeruhan plasma yang mengandung platelet yang belum teragregasi. ADP dan faktor pengaktivasi platelet lainnya dilepaskan oleh selsel endotelial pada daerah yang luka selama fase vaskular. Grafik profil waktu pendarahan mencit setelah diberi bahan uji 4 Majalah Farmasi Indonesia.62% (p=0. Sedangkan untuk dosis 100 mg/kg bb menunjukkan nilai yang berbeda bermakna terhadap kontrol dengan persentase hambatan agregasi sebesar 55. Hasil pengujian menunjukkan persentase peningkatan waktu pendarahan untuk ekstrak kunyit dosis 50 mg/kg bb pada hari ke-28 sebesar 191. Akan tetapi.002) dan untuk dosis 100 mg/kg bb sebesar 298. ADP menyebabkan agregasi platelet melalui pengikatan pada protein reseptor yang terdapat pada membran platelet. persentase hambatan agregasi yang terjadi pada ekstrak kunyit dan bawang putih dosis 50 mg kg bb menunjukkan nilai yang tidak berbeda bermakna jika dibandingkan terhadap kontrol. 2008 . Setelah pemberian ADP. dan sekresi platelet.05 ± 162.031) pada dosis 50 mg/kg bb dan 485.60 (p=0... Platelet yang teraktivasi akan melepaskan isi granul yang akan meningkatkan agregasi dengan platelet yang lain.84 ± 66. sedangkan untuk Gambar 1. Hasil pengujian efek antiagregasi platelet dengan parameter waktu pendarahan menunjukkan adanya peningkatan waktu pendarahan mencit yang bermakna sejak hari ke-7 pada semua kelompok ekstrak uji jika dibandingkan terhadap hari ke-0. Dosis yang digunakan merupakan dosis yang lazim digunakan oleh masyarakat dan pada penelitian terdahulu telah terbukti memiliki efek farmakologi.

efek yang dihasilkan oleh semua kelompok ekstrak tetap berasal dari pemberian ekstraknya. Akan tetapi. peningkatan tersebut tidak berarti apabila dibandingkan terhadap kelompok yang lain. Grafik profil penurunan agregasi platelet dengan metode penambahan ADP Asetosal yang digunakan sebagai pembanding waktu pendarahannya selalu meningkat dari pengukuran yang sebelumnya. Dari hasil perhitungan. 2008 5 . Waktu pendarahan ekstrak uji yang diberikan secara tunggal memiliki profil yang mirip dengan profil waktu pendarahan ekstrak uji yang diberikan secara kombinasi (Gambar 1). Jadi. Waktu pendarahan mencit pada setiap pengukuran kemudian dihitung persentase peningkatannya terhadap waktu pendarahan sebelum diberi bahan uji. 19(1).Elin Yulinah Sukandar Gambar 2. persentase peningkatan tertinggi Majalah Farmasi Indonesia. Hal ini mengindikasikan tidak adanya perbedaan antara pemberian tunggal dengan kombinasi. Grafik profil waktu koagulasi mencit setelah diberi bahan uji Gambar 3. Pengukuran waktu pendarahan kelompok kontrol pada hari ke-21 menunjukkan adanya peningkatan yang berbeda bermakna terhadap hari ke-0.

.50 * 21.43 ± 14.98 * 275.43 ± 0.87 6.33 ± 62.05 ± 0.007 0.000 0.39 * 0 3.33 ± 110.81 9.74 121.15 * 127.67 ± 128.116 0.62 * 10.000 0.67 ± 19.16 ± 347.13 * 56.21 a 0.39 36.42 86.54 ± 15.45 66.000 0..40 ± 661. Akan tetapi.67 ± 20.33 ± 6.00 ± 0.36 ± 298..072 0.099 85.000 0.005 0.002 0.67 ± Pembanding 51.67 ± 24.5%) Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap hari ke-0 pada p<0.000 0.00 ± 134.002 3.000 0.03 * 103.06 * 187.67 ± 163. Hal ini mengindikasikan efek peningkatan waktu pendarahan yang dihasilkan oleh semua ekstrak uji tidak sebesar efek yang dihasilkan oleh Asetosal.002 16.14 * 0.000 0.45 ± 0 Karboksimetilselulos 35.63 ± 0.55 * 184.93 162.67 ± 0.00 ± 0.07 p 0.00 ± 24.08 208.67 ± 56. 2008 .858 Kunyit dosis 50 mg/kg Kunyit dosis 100 mg/kg Bawang putih dosis 50 mg/kg Bawang putih 45.67 ± 7.00 ± 6.025 0.96 ± 189..00 Natriun Karboksimetilselulosa 0.00 ± dosis 100 0.73 ± 114.67 ± 14.51 * 17.79 * 11.33 ± 0.000 0..38 ± 140.03 26.001 0.70 100.01 ± 42..05 % Peningkatan waktu pendarahan terhadap hari ke-0 Hari Hari Hari P p p ke-28 ke-21 ke-14 113.29 ± 191.85 * 114.56.52 ± 112.000 0..5%) Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap kontrol pada p<0.000 0.054 0.95 146.21 * 112.019 - ditunjukkan oleh kombinasi ekstrak kunyitbawang putih dengan dosis masing-masing 100 mg/kg bb sebesar 515.00 118.005 12.58 * (Asetosal) 3.18 ± 96.013 20.33 ± 125.05 Tabel II.29 ± 79.46 ± 23.67 ± 13.30 105.131 P 0.35 ± 234.031 0..000 54.27 ± 278.69 * mg/kg 169.47% (p=0.33 ± 21.24 Hari ke-7 77.97 ± 0. persentase kenaikan waktu pendarahan mencit pada pemberian ekstrak kunyit dan bawang putih yang diberikan secara tunggal dan kombinasi tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna.34 * Kunyit dosis 50 mg/kg Kunyit dosis 100 mg/kg Bawang putih dosis 50 mg/kg Bawang putih dosis 100 mg/kg Pembanding (Asetosal) Kontrol (Susp.Natriun 11.57 Hari ke-28 181.01 * 171.29 P 0.002 0. 19(1).10 ± 485. Hasil pengujian dengan parameter waktu koagulasi menunjukkan adanya peningkatan waktu koagulasi mencit pada semua kelompok ekstrak uji setelah 6 Majalah Farmasi Indonesia.33 ± 5. Persentase peningkatan waktu pendarahan mencit Ekstrak Hari ke-7 26.062 52.057 0.001).67 ± 9.66 (p=0.029 47.020 0.39 * 230. nilai tersebut tidak sebesar persentase peningkatan waktu pendarahan asetosal yang nilainya mencapai 811.049 0.67 ± 27.96 * 179.001 5.21 29.57 * Waktu pendarahan (detik) Hari Hari P P ke-21 ke-14 128.34 * 162. Setelah diuji statistik.102 60.000).14 * 57.39 ± 174..002 0. Waktu pendarahan mencit Kelompok Hari ke-0 62.64 * 174.26 * 32.. Tabel I. Parameter yang selanjutnya diukur adalah waktu koagulasi yang menggambarkan proses hemostasis sekunder.72 * 63.00 ± 7.001 13.57 59.000 0.009 0.00 ± 35.43 40.24 * 110.67 ± 0.000 0.014 0.73 * 390.80 * 168.000 0..Efek antiagregasi platelet ekstrak.810 Kontrol (Susp.17 ± 145.84 ± 0.51 * 234.

5%) Hari ke-0 51.65 * 339.80 ± 45.000 0.534 Karboksimetilselulosa 0.70 ± 11.00 ± 0.32 ± 74.80 ± 7.97 * 52. Hal ini menunjukkan kombinasi ekstrak kunyit dan bawang putih memiliki efek yang lebih baik dalam meningkatkan waktu koagulasi daripada pemberian tunggalnya. tetapi nilainya tidak bermakna terhadap kontrol.37 * 225.006 0.423 55.50 1.032 mg/kg Pembanding (Asetosal) 6.70 ± 1.67 * 125.40 ± 3.40 ± 25.04 ± 19.62 k 4.48 63.001 214.39 Hari ke-7 121.74 ± 12.00 * 5.05.26 ± 12.88 ± 41.014 0. Dari Gambar 2 dapat dilihat profil waktu koagulasi semua kelompok ekstrak.90 4.43 * 258. 19(1).15 57.26 ± 8.08 * 273.20 57.86 * 296.38 * p 0.48 * 261.26 56.000 0.00 ± 1.000 Hari ke-28 298.16 0.10 ± 10. Meskipun demikian.001 0.00 0.5%) Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap hari ke-0 pada p<0.41 Waktu pendarahan (detik) Hari Hari P p ke-14 ke-21 0.89 * 54.48 ± 10.72 * 508.00 * 0.76 ± 26.014 0.10 * 157.62 ± 8.002 241.70 ± 1.337 pemberian selama 28 hari (Tabel VII).00 ± 1. Hal ini menunjukkan adanya efek antikoagulan pada semua ekstrak uji.68 ± 36.56 ± 6. Waktu pendarahan mencit pada pengujian efek antiagregasi platelet Ekstrak Kunyit dosis 100 mg/kg Bawang putih dosis 100 mg/kg Kombinasi kunyitbawang putih (100 mg/kg : 100 mg/kg) Kombinasi kunyitbawang putih (50 mg/kg : 50 mg/kg) Pembanding (Asetosal) Kontrol (Susp.36 ± 30.80 ± 25.034 0.60 k 84. Natrium Karboksimetilselulosa 0.39 * 269.54 ± 42.70 6.08 ± 29.92 k 16.32 * 325.20 2. Akan tetapi.76 50.33 * 385.002 0. dihitung pula persentase peningkatan waktu koagulasi.76 ± 2.000 0.87 * 261.86 * 144. k Berbeda bermakna terhadap kontrol pada p<0.05 Tabel IV.54 ± 38. Penurunan serapan plasma dan persentase hambatan agregasi platelet Kelompok Kunyit dosis 50 mg/kg Kunyit dosis 100 mg/kg Bawang putih dosis 50 mg/kg Penurunan serapan plasma (x 10-3) Hari ke-0 6. Pemberian ekstrak secara tunggal dan kombinasi memiliki profil yang berbeda.49 * 185 ± 44.361 0.000 0.86 ± 7.000 0.34 ± 6. 2008 hampir semua bahan uji menunjukkan persentase peningkatan yang berbeda bermakna terhadap kontrol (Tabel VII).000 0.98 ± 2. Dari hasil perhitungan terlihat bahwa Majalah Farmasi Indonesia.000 0.20 5.023 Kontrol (Suspensi Natrium 6.00 ± 1.842 0.86 ± 24.000 0.000 0.Elin Yulinah Sukandar Tabel III.70 ± 44.112 0.20 Hari ke-28 5.00 * 0.00 ± 1.40 ± 38.25 * 57.51 p 0.000 0.002 0.56 ± 9.000 0.000 % hambatan agregasi platelet p Bawang putih dosis 100 5.30 ± 0.60 p 0.70 ± 1. pada hari ke-28 semua kelompok ekstrak menunjukkan nilai yang berdekatan.81 ± 6.60 ± 6.76 * 278.70 ± 2.87 0.001 0.70 ± 1.20 ± 50.000 0.002 0.70 ± 16.840 0.30 * 51. perbedaan antara pemberian tunggal dan kombinasi tidak 7 .00 ± 0.51 56. Pada ekstrak kunyit 100 mg/kg bb dan ekstrak bawang putih 100 mg/kg bb menunjukkan adanya peningkatan. Pada parameter waktu koagulasi ini.00 5.

Efek antiagregasi platelet ekstrak. 2008 .66* 9.30 ± 153.12* 427.001 0.87 ± 81.13 ± 117.5%) Hari ke-7 137.78* 13.034 0.90 ± 61...001 0.38 ± 140.54 0.73 ± 114.000 369. 19(1)..18 ± 15.92 ± 38..07 ± 133.008 0.21* 228.22 ± 93..25 ± 117.005 0.73 ± 116.21* 4.14 ± 10.000 0.000 0.25 mg/kg bb) VI = Kontrol (Suspensi natrium karboksimetilselulosa 0.001 0.18 ± 96.84 p 0.84 ± 66.001 0.73 0.74* 378.07 ± 62..86* 385.20 * 186.53 ± 66.83* 400.47* 481.56* 120.5%) Tabel V.56 ± 106.89* 515.71* 314.64 ± 9.002 0.73 ± 23.000 0.007 0.bawangputih (100 : 100 mg /kg bb) IV = Kombinasi kunyit.001 0.002 0.85* 5..bawangputih (50 : 50 mg/kg bb) V = Pembanding (Asetosal dosis 42.72 % Peningkatan waktu pendarahan terhadap hari ke-0 Hari Hari Hari p p p ke-14 ke-21 ke-28 0.83* 387. Persentase peningkatan waktu pendarahan mencit pada pengujian efek antiagregasi platelet Ekstrak Kunyit dosis 100 mg/kg Bawang putih dosis 100 mg/kg Kombinasi kunyitbawang putih (100: 100 mg/kg) Kombinasi kunyitbawang putih (50: 50 mg/kg) Pembanding (Asetosal) Kontrol (Susp.23* 584.05 8 Majalah Farmasi Indonesia...08 ± 56.27 ± 67..001 316.000 0. Natrium Karboksimetilselulosa 0.51* 811. Gambar 4 : Grafik persentase hambatan agregasi platelet dengan metode penambahan ADP Keterangan : I = Kunyit dosis 100 mg/kg bb II = Bawang putih dosis 100 mg/kg bb III = Kombinasi kunyit.25 ± 32.03* 368.002 0.12* 163.000 473.10* 381.000 - Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap kontrol pada p<0.38 ± 119.

Jika dibandingkan dengan persentase peningkatan waktu pendarahan.109 0.380 0.039 0.557 0.5%) Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap kontrol pada p<0.57 (50: 50 mg/kg) 39.84 ± 25.10 ± 10.18 ± 2.120 0.95 % Peningkatan waktu koagulasi terhadap hari ke-0 Hari Hari Hari p p p ke-28 ke-21 ke-14 9.167 0.84 ± 16.67 ± 21.85 43.80 58.014 0.00 * 60.11 51.95 selulosa 0.447 0.78* 13.97 * 62.05 berbeda bermakna jika nilainya diuji secara statistik.53 ± 8.047 0.92 ± 21.018 0.40 0.40 55.056 p 0.17 * 53.27 64.336 30.68 ± 8.284 0.09 23.48 ± 4.98 58.019 0.70 ± 6.512 0.87 Hari ke-28 64.26 ± 6.03 * 66.16 ± 8.88 ± 8.61 57.051 0.48 55.91 Waktu koagulasi (detik) Hari Hari p ke-14 ke-21 53.79 * 79.83 * 8.3 ± 8.015 40.66 43.66 P 0.10 Kombinasi kunyit27. Persentase peningkatan waktu koagulasi mencit pada pengujian efek antiagregasi platelet Ekstrak Kunyit dosis 100 mg/kg Hari ke-7 9.011 0. Hal ini menunjukkan bahwa Majalah Farmasi Indonesia.265 0. maka persentase peningkatan waktu koagulasi tidak sebesar persentase peningkatan waktu pendarahan.058 0.14 ± 28.32 ± 17.47 56.333 55.05 ± Pembanding 39.00 46.5%) Hari ke-0 50.99 * 58.050 p 0.01 ± 0 Karboksimetil9.26 ± 3.98 ± 5.77 * 58.878 21.46 46.90 ± 25.33 * 67.28 * 43.40 ± 0.07 65. Waktu koagulasi mencit pada pengujian efek antiagregasi platelet Ekstrak Kunyit dosis 100 mg/kg Bawang putih dosis 100 mg/kg Kombinasi kunyitbawang putih (100: 100 mg/kg) Kombinasi kunyitbawang putih (50: 50 mg/kg) Pembanding (Asetosal) Kontrol (Susp.34 ± 34.82 ± 7.775 0.09 ± 0.012 0.52 p 0.472 24.76 ± 8.048 0.052 ± bawang putih 0.56 ± 33.30 ± 39.003 0.58 ± 8.53 48.04 ± 4.88* (Asetosal) 24.53 59.89 * 40.05 Tabel VII.034 0.73* Kontrol (Susp.142 0.95 0.78 32.29 Hari ke-7 52.048 0.38 47.57 * 62.82 49.98 ± 7.98 ± 9.014 0.84 ± 8.56 ± 15.80 * 86.74 ± 6. 9 . Natrium Karboksimetilselulosa 0.479 0.88 ± 4. Natrium 2.90 ± bawang putih 0.36 ± 6.28 ± 7.246 0.57 30.10 ± 11.88 ± 2.411 0.08 ± 2.35 * 43.75 ± 42.047 ± 43.226 0.37 ± 0.224 dosis 100 mg/kg 37.218 0.003 0.092 Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap hari ke-0 pada p<0.38 ± 12.038 0.96 27.88 53.53 46.96 ± 29.735 0.79 (100: 100 mg/kg) Kombinasi kunyit13.30 ± 7.016 27. 2008 kemungkinan semua ekstrak uji lebih mempengaruhi proses-proses yang terjadi pada hemostasis primer daripada hemostasis sekunder.006 - Bawang putih 31.Elin Yulinah Sukandar Tabel VI.81 ± 38.34 ± 20.67 ± 14.15 * 46.04 ± 14. 19(1).

033 0.018 0.40 ± 0. Persentase hambatan agregasi platelet pada pengujian efek antiagregasi platelet Kelompok Kunyit dosis 100 mg/kg Bawang putih dosis 100 mg/kg Kombinasi kunyitbawang putih (100: 100 mg/kg) Kombinasi kunyitbawang putih (50: 50 mg/kg) Pembanding (Asetosal) Kontrol (Natrium Karboksimetilselulosa 0.00 ± 0.00 ± 0.008 61.003 0.70 2.87* 88.131 0..419 0.098 0.40* Penurunan serapan plasma (x10-3) Hari Hari p p p ke-21 ke-14 1.00 ± 0.24 ± 4.50* Kontrol (Susp.20 ± 3.48 0.10* mg/kg) Kombinasi kunyit1.50* 0.04* 77.018 0..00 ± 23.431 1.00 0.38 ± 8.60 ± 0.006 0.021 0.80 1..60 ± 2.40 ± 0.50* 1.80 ± 0.72* 56.80 ± 1.70* (Asetosal) 1.20 ± Bawang putih dosis 4.35* 19.03 49.00 ± bawang putih 6.47* 70.018 0.10 100 mg/kg 2.005 0.000 0..00 ± 24.50* 4.33 ± 15.. Penurunan serapan plasma pada setiap pengukuran kemudian dihitung persentase hambatan agregasinya.06* 0 % hambatan agregasi platelet Hari Hari p p ke-14 ke-21 71. Tabel VIII.31* 57.60 ± 2.005 - 0.91 39.000 2.67 ± 10.60 ± bawang putih 4.00 ± 13.20* 0..04 89.43 ± 8.80* 1.50 0.00 ± 12.42 ± 10.454 0.00 ± 5.00 ± 0.10 ± 35.057 0.80 ± 3.025 Hari ke-28 73.00 ± 11. terlihat bahwa penurunan serapan plasma semua kelompok ekstrak semakin kecil pada setiap pengukuran yang berarti ekstrak uji dapat mencegah terjadinya agregasi platelet (Tabel VIII).70 0.5%) Hari ke-7 59.051 0.90 1.40 ± 1.40 ± 0.50 p 0.33 ± 19.20 ± 0.057 0.047 0.95* 0 p 0.23 ± 22.00 ± 6.00 2.847 Tabel IX.33 ± 36.04 ± 82.10 Kombinasi kunyit2.001 0.015 p 0.60 ± 0.89* 26.007 0.00 ± 32.67 ± 25.01* 7. 3.19* 42.10 2.007 0.008 0.003 - 0.20 ± 1.10 0.021 0. 19(1).00 ± 1.05 Dari hasil pengukuran serapan plasma setelah pemberian ekstrak uji sehari sekali selama 28 hari berturut-turut. Penurunan serapan plasma darah mencit pada pengujian efek antiagregasi Kelompok Kunyit dosis 100 mg/kg Hari ke-0 5.003 0.59 0.80 ± 1.001 (100 mg/kg : 100 0. Persentase hambatan 10 Majalah Farmasi Indonesia.30* 74.69* 65.10 selulosa 0..40 ± 0.33 ± 24.71 67..230 1.000 0.242 0.000 Hari ke-28 1.80 0.5%) Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap hari ke-0 pada p<0.40 ± 0.50* 2. 2008 .001 0.00* mg/kg) 1.00 ± 1..001 0.000 (50 mg/kg : 50 0.60 ± 5.000 0..007 0.007 0.09* 57.10 Karboksimetil0.30 2.25* 75.00 ± Pembanding 4.011 - Keterangan : * Berbeda bermakna terhadap kontrol pada p<0.40 ± 0.90 Hari ke-7 2.05 0.009 - 0.87 68.50* 3.40 ± Natrium 4.00 ± 10.50* 1.Efek antiagregasi platelet ekstrak.

4th ed. New Jersey USA. waktu koagulasi.018). Mutschler. Corwin.04% (p=0. Platelet Reactions. 669 – 679. E. F. 10th ed. 623 – 650. J.. Lippincott Williams & Wilkins..011) pada hari ke-28 (Tabel IX). 74.. 365 – 366. Sekolah Farmasi ITB.95% (p=0. Apt. R.05). Dictionary of Natural Product..Elin Yulinah Sukandar agregasi platelet pada darah mencit yang diberi ekstrak kunyit dosis 100 mg/kg bb. 2000. Vogel.id Majalah Farmasi Indonesia. Dengan demikian. Macmillan Publ. 1192. A. Ekstrak kunyit dan bawang putih dosis 100 mg/kg bobot badan hanya dapat meningkatkan waktu pendarahan dan menghambat agregasi platelet (p<0. dan dapat menghambat agregasi platelet secara bermakna (p<0. kombinasi ekstrak kunyit-bawang putih dengan dosis masing-masing 100 mg/kg bb. kombinasi ekstrak kunyit-bawang putih dengan dosis masing-masing 100 mg/kg bb dapat menghambat agregasi platelet lebih baik dari pemberian tunggalnya dan kombinasi ekstrak kunyit-bawang putih dengan dosis masingmasing 50 mg/kg bb memiliki efek yang lebih rendah dari pemberian tunggalnya. 675. Chapman and Hall. J. Jl. Hutapea. 280 – 282. dan kombinasi ekstrak kunyit-bawang putih dengan dosis masing-masing 50 mg/kg bb berturut-turut sebesar 73.ac. J. H.. Fundamental of Anatomy and Physiology. 15 – 16. 171. Buckingham.itb. ed. Goodman & Gilman’s : The Pharmacological Basis of Therapeutics. F. M. Co. New York.021).00 ± 10. London. Hardman. 397 – 401.43 ± 25. V.. H. * Korespondensi : Prof. Prentice Hall International Inc. J.05). 19(1). 2nd ed. 103 – 104. Drug Discovery and Evaluation. Springer. 2000. New York. Grune and Stratton. W. 1531. Meskipun Daftar Pustaka demikian. dan 57... 2008 11 . and J. Handbook of Pathophysiology. Bandung – 40132 Telp. 2nd ed. dan Anna S. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I) Jilid I dan II. 1991. Ganesha 10. Dr. R. in: Disorders of Hemostasis. 1998.43 ± 8. 1994. Mustard.67 ± 10. 30 – 50. Elin Yulinah Sukandar. Martini. 198. 1971. Jakarta.. Bandung. Penerbit ITB... terjemahan Mathilda B. 306. Depkes RI. 2001. tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pemberian tunggal dan kombinasi setelah dilakukan uji statistik Kesimpulan Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kunyit dan bawang putih dengan dosis masing-masing 100 mg/kg bobot badan serta 50 mg/kg bobot badan dapat meningkatkan waktu pendarahan. Packham. Pharmacological Assays. : 022-2504852 Email : elin at fa. Berlin. 77. Dinamika Obat. E. 2002.G.30% (p=0. Cambrige. ekstrak bawang putih dosis 100 mg/kg bb.018).08% (p=0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful