You are on page 1of 2

DAMPAK HOSPITALISASI

A.DEFINISI Hospialisasi adalah hak masuk ke rumah sakit sebagi pasien. B.TUJUAN Pasien masuk ke rumah sakit untuk utuk beberapa alsan antara lain: untuk jadal test kesehatan,prosedur tindakan atau pembedahan, pengobatan emerjensi, pemberian obat atau memonitor keadaa pasien. C.PERSIAPAN Sebab tidak seorang puun yang dapat memperkirakan ketika anak akan masuk/tinggal rumah sakit.ini adalah ide yang bagus untuk semua orang tua menhabiskan waktu untuk berbicara kepada anaknya tentang rumah sakit.. pemberitahuan tentang rumah sakit akan membantu ketika anaknya masuk kerumah sakit(menderita suatu penyakit) orang tua seharusnya mendiskripsikan dan menjelaskan secara jujur dan benar apa yang akan terjadi di rumah sakit.seperangkat alat dokter anak dapat membantu menyiaapka anak-anak untuk mempunyai pengalaman tentang masuk di rumah sakit.ada juga buku tentang hospitalisasi, ditulis untuk semua umur yang orang tuanya dapat membacakan dengan kosep waktu yang terbatas bahwa tinggal dirumah sakit akan sebentar.mereka dapat merayakan ketika pulang dari rumah sakit.utnuk anak preschool, penjelasan harus simple dan conkre. Ini akan D.FAKTOR PENGARUH 1.Keseriusan yang mengancam anak 2.Pengalaman dengan hospitalisasi yang lalu 3.Prosedur, diagnosa dan dan pengobatn medis 4.Sisitem pendukung yang ada 5.Kakuatan pribadi 6.Kemampuan koping 7.Stress tambahan pada keluarga 8.Keyakinan agama dana latar belakang budaya 9.Pola komunikasi diantara anggota keluarga E.DISFUNGSI PERSEPSI 1.Inisiatif VS Rasa Bersalah Anak belajar ketrampilan baru, mobilisasi dan komunikasi untuk mengembangkan kedekatan dengan keluarga dan pengasuh, eksplorasi lingkungan, mulai menyempurnakan gerakan motorik halus permasalahan 2.Rasa Rakut Memndang penyakit dan hospitalisasi sebagi hukuman Takut terhadap lingkungan dan orang yang tidak dikenal Pemhaman yang tidak sempurna tentang penyakit Pemikiran sederhana: hidup adalah mesin yang menakutkan Demonstrasikan: managis,merengek, mengisap jempol, menyentuh bagian yang sakit berulangulang. 3.Ansietas

Anjurakan orang tua berada disamping anak saat prosedur invasif yang menyakitkan b.Menyendiri terhadap lingkungan rumah sakit.Cemas dengan kejadian yang tidak kenal b.Pertahankan kontak maksimal dengan beberapa perawat disamping ortu.a.in . tidak berminat d.Bnirakan anak bebas bergerak selama dan setelah prosedur h.mengisap jempol protes dan ansietas karena restrain 5.Putus harapan : komunikasi buruk. 6.Dekatkan mainan kesukaaan anak c. orang asing. c.Biarkan beberapa regresi : jelaskan ke ortu g. orang berseragam yang memberi pengobatan/perawatan regresi : toileting tergantung saat makan.Fasilitas rooming. merengek. kehilangan ketrampilan yang bar. ijinkan anak bertemu perawat sebelum prosedur dilakukan d.Beri kesempatan anak mengatakan rasa takut dan cemasnya melalui beramain i.Manajemn keperawatan a. 4.Gangguan Citra Diri Sedih terhadap perubahan citra diri Takut terhadap prosedur invasif Mungkin berpikir: bagian dalam tubuhya akan keluar kalau sedang dicabut.Protes (menangis dan marah) .Bantu kunjungan saudara kandung e.Tidak Berdaya Merasa gagal karena kehilangan ketrampilan Mimpi buruk dan takut kegelapan.Tentukan tingkat ketrampilan seperti toileting f.