You are on page 1of 18

LAPORAN PRAKTIKUM

ADSORPSI WARNA, pH, DAN TDS PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum Pengolahan Limbah Industri

Dosen Pembimbing : Dianty Rosirda, S.T Disusun Oleh : Muhamad Aliyudin M Muhammad Iqbal Alkindi Nurul Aini Kesuma W Nurul Anisa Hakim Raihan Khairan 101411044 101411046 101411047 101411048 101411049

Kelompok : III (Tiga) Kelas : 3 B Tanggal praktikum : 12 September 2012

Tanggal pengumpulan : 19 September 2012

D3-TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012

Salah satu pengolahannya adalah dengan metoda adsorpdi menggunakan arang aktif. Dan secara khusus tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut : a. dan kekeruhan.2.1. maka dapat dilakukan pengololahan limbah cair. Dengan bertambahnya jasa laundry akan bertambah pula limbah cair yang dihasilkan. b.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Tujuan Secara umum percobaan ini bertujuan untuk mengolah limbah cair menjadi lebih ramah lingkungan dan tidak merusak lingkungan. dan kekeruhan. Menentukan waktu optimum pada operasi adsorpsi limbah laundry dengan arang aktif sebagai adsorben. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah laundry. Mengetahui pengaruh waktu terhadap pH. Dimana setelah pengolahan diharapkan tidak terjadi pencemaran lingkungan dan ekosistem yang ada dalam air. Semakin berkembangnya zaman dan teknologi. mencuci pakaian menjadi semakin dipermudah dengan adanya mesin pencuci pakaian dan beragam jenis detergen yang mudah memudarkan noda. c. . TDS. TDS. 1. Jika limbah-limbah tersebut secara terus-menerus dibuang begitu saja tanpa pengolahan terlebih dahulu maka ekosistem air di daerah sekitar proses pencucian akan terganggu. Dampak tersebut diakibatkan oleh adanya sisa detergen dan bahan-bahan ingredientnya. Hal-hal tersebut menjadi penunjang banyaknya jasa pencucian pakaian atau laundry dan pertumbuhannya semakin menjamur terutama di daerah yang mayoritas penduduknya adalah mahasiswa. Mengetahui pengaruh laju alir cairan limbah terhadap pH. Latar Belakang Mencuci pakaian merupakan suatu pekerjaan yang telah dilakukan manusia yang awal mulanya berasal dari orang-orang mesir kuno.

Dehidrasi : proses penghilangan air dimana bahan baku dipanaskan air sehingga detergen sampai temperatur 170°C.2. dimana semakin kecil pori-pori arang aktif. permukaan arang aktif bersifat non-polar.3. Pospat ini berasal dari Sodium Tripolyphospate (STPP) yang merupakan salah satu bahan yang kadarnya besar dalam detergen. 2008) 2. logam. . Struktur pori berhubungan dengan luas permukaan. 2. industri tekstil.1. Dalam detergen. 2007). sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian mempunyai daya serap yang besar terhadap zat-zat lainnya. Limbah laundry yang dihasilkan oleh detergen mengandung pospat yang tinggi. obat-obatan. baik dalam fase cair maupun dalam fase gas. dianjurkan menggunakan arang aktif yang telah dihaluskan. kertas. Penyusun utama senyawa ini adalah Dodecyl Benzena Sulfonat (DBS) yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan busa (Ginting. Detergen memiliki sifat pendispersi. Dengan demikian. Limbah Laundry Detergen merupakan suatu senyawa sintetis zat aktif muka (surface active agent) yang dipakai sebagai zat pencuci yang baik untuk keperluan rumah tangga. kosmetik. yaitu : 1. Arang Aktif Arang aktif adalah bahan berupa karbon bebas yang masing-masing berikatan secara kovalen atau arang yang telah dibuat dan diolah secara khusus melalui proses aktifasi.BAB 2 TIJAUAN PUSTAKA 2. proses pembuatan arang aktif terdiri dari 3 tahap. Untuk meningkatkan kecepatan adsorpsi. pencucian dan pengemulsi. Dengan demikian kecepatan adsorpsi bertambah. Pembuatan Arang Aktif Secara umum dan sederhana. STPP ini berfungsi sebagai builder yang merupakan unsur terpenting kedua setelah surfaktan karena kemampuannya menonaktifkan mineral kesadahan dalam dapat bekerja secara optimal (HERA. dan karet. (Makalah Adsorpsi Kimia Fisik. mengakibatkan luas permukaan semakin besar. 2003).

Dijelaskan pula bahwa bahan dalam larutan yang bersifat elektrolit akan diserap lebih efektif dalam suasana basa oleh arang aktif. Suhu diatas 170°C akan menghasilkan CO dan CO2. . Pembentukan karbon terjadi pada temperatur 400-600°C.4. Adsorpsi Fisika Adsorpsi fisika terjadi berdasarkan ikatan fisika antara zat-zat dengan arang aktif dalam keadaan suhu rendah dengan penyerapan relative kecil. dekomposisi menghasilkan “tar”. Yang dimaksud dengan aktifasi adalah suatu perlakuan terhadap arang yang bertujuan untuk memperbesar pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul-molekul permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat. Berbeda dengan absorpsi dimana fluida terserap oleh fluida lainnya dengan membentuk suatu larutan.2. (Makalah Adsorpsi Kimia Fisik. Dapat dilakukan dengan uap atau CO2 sebagai aktifator. Adapun adsorpsi yang terjadi pada arang aktif dapat bersifat : 1. 3. Adsorpsi Adsorpsi adalah suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida (cairan maupun gas) terikat pada suatu padatan dan akhirnya membentuk suatu film (lapisan tipis) pada permukaan padatan tersebut. Sedangkan bahan dalam larutan yang bersifat non elektrolit penyerapan arang aktif tidak dipengaruhi oleh sifat keasaman atau sifat kebasaan larutan. Adsorpsi Kimia Adsorpsi kimia terjadi berdasarkan ikatan kimia antara adsorben (arang aktif) dengan zat-zat teradsopsi. Proses adsorpsi arang aktif dapat digambarkan sebagai molekul yang meninggalkan zat pengencer yang terjadi pada permukaan zat padat melalui ikatan kimia maupun fisika. 2. Aktifasi : dekomposisi tar dan perluasan pori-pori. Pada suhu 275°C. yaitu luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. Molekul tersebut digunakan sebagai adsorbat dan zat padat disebut adsorben arang aktif. methanol dan hasil samping lainnya. Karbonisasi : pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon. 2008) 2. baik fisika maupun kimia.

adsorpsi akan meningkat bila pH diturunkan. Adsorpsi akan bertambah besar sesuai dengan bertambahnya ukuran molekul serapan dari struktur yang sama. pengadukan juga mempengaruhi waktu singgung. dibutuhkan waktu untuk mencapai kesetimbangan. Jika pemanasan tidak mempengaruhi sifat-sifat senyawa serapan. Pengadukan dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada partikel arang aktif untuk bersinggungan dengan senyawa serapan. ikatan rangkap. yaitu dengan penambahan asam-asam mineral. Selisih ditentukan oleh dosis arang aktif.beberapa faktor yang mempengaruhi daya serap adsorpsi. Adsorpsi juga dipengaruhi oleh gugus fungsi. posisi gugus fungsi. tetapi kemampuannya untuk mengadsorpsi berbeda untuk masing-masing senyawa. adsorpsi akan berkurang sebagai akibat terbentuknya garam.  pH (derajat keasaman) Untuk asam-asam organik. maka perlakuan dilakukan pada titik didihnya. dan struktur rantai dari senyawa serapan.  Waktu singgung Bila arang aktif ditambahkan dalam suatu cairan. 2008) . adsorpsi dilakukan pada temperatur kamar atau bila memungkinkan pada temperatur yang lebih rendah. Waktu yang dibutuhkan berbanding terbalik dengan jumlah arang yang digunakan. Faktor yang mempengaruhi temperatur proses adsorpsi adalah viskositas dan stabilitas senyawa serapan. seperti terjadi perubahan warna maupun dekomposisi. seperti dalam deret homolog. yaitu:  Sifat serapan banyak senyawa yang dapat diadsorpsi oleh arang aktif. Sebaliknya apabila pH asam organik dinaikkan yaitu dengan penambahan alkali. Untuk senyawa volatil. Ini disebabkan karena kemampuan asam mineral untuk mengurangi ionisasi asam organik tersebut.  Temperatur Dalam pemakaian arang aktif dianjurkan untuk mengamati temperatur pada saat berlangsungnya proses. (Makalah Adsorpsi Kimia Fisik.

1.1. Alat dan Bahan 3. Stopwatch 4.1 Alat 1. pH Meter 7. Turbidimeter 5.1. 3.BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN Percobaan ini merupakan percobaan skala laboratorium. Air Kran 3. Menara Adsorbsi 2. Air Limbah Laundry . Unggun Diam (Karbon Aktif) 9.2 Bahan 1. Penggaris 6. TDS Meter 8. Gelas Ukur 3. yang dilaksanakan di laboratorium PLI (Pengolahan Limbah Industri) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung.

Skema Proses 3. dan hubungkan dengan selang air Nyalakan air keran. Backwash Arang Aktif Buka keran outlet dari menara. dan biarkan sampai memenuhi menara Lakukan backwash selama 15 menit Tampung air backwash .2.3.2.1.

12 L/m tampung efluen pada gelas kimia setiap 5 menit selama 25 menit Ukur pH.1.3. TDS.2.2 L /menit Buka keran bawah dan tampung efluen pada gelas kimia setiap 5 menit selama 15 menit Ukur pH. dan kekeruhan dari efluen Ulangi percobaan dengan debit 0. TDS. dan kekeruhan dari efluen . Proses Adsorpsi dengan Arang Aktif Isi bak umpan dengan air limbah Mengalirkan air limbah laundry kedalam kolom unggun bagian atas dengan bebit 1.

178 1.163 1.03 : 1.93 18.75 15.20 23.178 1.52 7.50 7.57 7.227 ms : 47.48 18.1 Hasil Percobaan pH awal TDS awal Kekeruhan  Run-1 pH 7.94 15.45 7.40 TDS (ms) 1.84 7.58 .204 1.01 NTU Waktu (menit) 5 10 15  Run-2 Waktu (menit) 5 10 15 20 25 pH 7.47 7.30 15.BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.164 1.230 Kekeruhan (NTU) 19.204 1.70 : 8.127 Kekeruhan(NTU) 17.51 TDS (ms) 1.

Kurva Pengaruh Waktu terhadap pH. dan kekeruhan (Run-2) 25 20 pH 15 10 5 0 0 5 10 15 20 25 30 TDS Kekeruhan . TDS. TDS. dan kekeruhan (Run-1) 25 20 pH 15 10 5 0 0 5 10 15 20 TDS Kekeruhan Kurva Pengaruh Waktu terhadap pH.

Pembahasan oleh Muhamad Aliyudin M (101411044) .

Pembahasan oleh Muhammad Iqbal Alkindi (101411046) .

Selain laju alir waktu juga mempengaruhi parameter adsorbsi. 3 variasi waktu pada laju alir xxx L/menit dan 5 variasi waktu pada laju alir xxx L/menit. Pengambilan data dan pengukuran laju alir dilakukan setiap 5 menit sekali. Berdasarkan data yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin besar laju alir maka operasi penyerapan adosrbat oleh adsorben akan semakin berkurang. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut.Pembahasan oleh Nurul Aini Kesuma Wardhani (101411047) Adsorbsi merupakan suatu pengolahan limbah cairan dengan metoda penyerapan pengotor-pengotor ke permukaan adsorben. sehingga kualitas air yang dihasilkan tidak lebih baik dari adosrbsi dengan laju alir yang kecil. limbah laundry dimasukkan ke dalam kolom adsorben dan diatur debitnya yaitu xxx L/menit pada Run-1 dan xxx L/menit pada Run-2. Limbah yang digunakan dicairkan dengan menggunakan air untuk mendapatkan volume yang diinginkan yaitu 50L. Sifat fisik dari limbah tersebut memiliki warna yang keruh. Setelah dilakukan backwash. Sebelum limbah tersebut masuk ke dalam kolom adsorbsi dilakukan backwash kolom adsorbsi. memilki bau. dan mengandung padatan terendapkan. hal ini bertujuan untuk memberi rongga antar partikel arang aktif agar air dapat melewati rongga-rongga karbon aktif tanpa tersumbat selain itu hal ini bertujuan untuk membuang sisa pengotor yang masih terkandung di arang aktif. Pada percobaan yang dilakukan praktikan menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik dimana nilai parameter mengalami kenaikan setelah operasi adsorbsi. diantarnya . Berdasarkan data yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin lama waktu adsorbsi maka semakin lama pula waktu kontak adsorben dengan adsorbat. Limbah yang digunakan adalah limbah air laundry yang berada di daerah Desa Ciwaruga. Setelah dilakukan pengambilan data didapatkan 8 data. hal ini dikarenakan laju alir akan semakin berkurang dengan bertambahnya waktu karena adsorben yang digunakan semakin banyak menyerap pengotor yang mengakibatkan pori-pori adsorben mengecil.

.

Pembahasan oleh Nurul Anisa Hakim (101411048) .

Pembahasan oleh Raihan Khairan (101411049) .

BAB 5 KELIMPULAN .

com/files/13-f-04%20HERA%20STTP%20full%20web%20wd. http://heraproject.pdf (diakses 7 September 2012) .DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2003. Sodium Tripolysphosphate (STTP). Human and Environment Risk Assesment on Ingredients of EuropanHousheold Cleaning Product (HERA).