You are on page 1of 9

KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI

Kegawatdaruratan psikiatri adala setiap gangguan dalam pikiran, perasaan, atau tindakan yang membahayakan diri dan hidup individu bersangkutan yang memerlukan intervensi teraputik segera. Kasus kedaruratan psikiatri adalah: 1. Gaduh Gelisah 2. Violence (tindak Kekerasan) 3. Suicide (bunuh diri) dan Homicide (keinginan membunuh) 4. Delirium 5. Gejala Ekstra Piramidal akibat penggunaan obat

Hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan pelayanan Kegawatdaruratan Psikiatri adalah tempat pelayanan atau tempat menerima pasien Gawatdarurat Psikiatri yaitu : a. Keamanan b. RuanganKhusus yang terpisahuntuk Anak / Remaja dan Dewasa c. Akses yang dapat berhubungan denganRuang Gawatdaryrat Medik serta Pelayanan diagnostic d. Tersedia obat Psikofarmaka yang cukup lengkap e. Staf (tim) yang bertugas harus memiliki keterampilan khusus untuk bertindak segera. Disini bukan petugas Keamanan. f. Sikap dan perilaku staf dan pasien (serta keluarganya) harus dipahami oleh dokter saat pasien mulai berada dalam ruangan g. Evaluasi, tujuan utama pada evaluasi kedaruratan Psikiatri adalah menilai keadaan pasien yang sedang dalam krisis secara cepat dan tepat (tindakan dan terapi). Dalam hal evaluasi maka tindakan segera disertai pendekatan pragmatis harus dilakukan secara cepat dan tepat yaitu: a. Menentukan diagnosis awal b. Melakukan identifikasi factor presipitasi dan kebutuhan segera bagi pasien c. Memulai terapi ataumerujuk pasien ke fasilitas yang sesuai

tetap gambaran perilaku yang kacau disertai dengan suara keras (berteriak-teriak).Cara berpikir capat dan sering terdapat waham referensi (ideas of reference) . atau halusinasi auditorik (terutama pada skizofrenia) Psikotik Organik Psikotik organic yang sering menimbulkan gaduh gelisah adalah Gangguan Psikotik Organik Gangguan Psikotik Organik yang paling sering ditemukan atau terjadi adalah Delirium dan Kebingungan post konvulsi . 4. Pasien Psikosis. marah atau ketakutan (gangguan afek-emosi) . Keamanan pasien 2.Jalan mondar mandir bahkan ada yang berlari-lari atau jalan bergegas .Wajah tampak bingung. Pasien Suicidal atau Homicidal 5. Menentukan Kedaruratan Medik atau Kedaruratan Pskiatri 3.  Gangguan Psikotik Organik  Gangguan Psikotik Fungsional  Gangguan Kecemasan atau Reaksi stress akut Gejala Keadaan Gaduh Gelisah sring terjadi akut atau sub akut. Keadaan gaduh gelisah bisa disebabkan (etiologi) antara lain.Gerakan tangan dan kaki serta mimik dan suara cepat dan hebat/keras . Kemampuan merawat diri sendiri Gaduh Gelisah Keadaan gaduh gelisah bukan suatu diagnosis.Meloncat-lancat . seperti : . jalan mondar-mandir bahkan sering melakukan tindak pengrusakan (destructive) dan permusuhan (hostile).Kadang bisa terjadi halusinasi visual (terutama pada Gangguan Mental Organik akut). Gejala utama merupakan Gejala Psikomotor yang sangat meningkat.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menangani pasien kedaruratan psikiatri : 1. disini bukan diagnosis melainkan penilaian dokter atas ketidak mampuan pasien menilai realita dan buruknya tilikan.

paling sering visual. halusinasi. apatis atau kehilangan akal  Onset singkat. inkordinasi dan inkontinensia urin. perjalanan penakit berfluktuasi sepanjang hari. memusatkan. Kriteria diagnostik Delirium untuk kondisi medik umum (PPDGJ III)  Gangguan Kesadaran dan perhatian Mulai kesadaran berkabut sampai koma Menurunnya kemampuan mengarahkan. cukup dengan memegang kedua tangan pasien dan dibujuk dengan kata-kata yang menentramkan. dan perlangsungan singkat bila penyebab teridentifikasi dan dihilangkan. atau setelah terapi kejang listrik (ECT).Delirium Delirium merupakan suatu ganguan metabolisme di otak yang difus di kedua belahan hemisferium yang menyebabkan terjadi perubahan kesadaran bisa secara perlahan-lahan atau mendadak mendadak dan hilang timbul (up and down) Pada Delirium bisa ditemukan gejala gangguan psikiatrik berupa gangguan kognitif secara global atau menyeluruh. mempertahankan dan mengalihkan perhatian  Gangguan kognitif Distorsi persepsi seperti iusi. Sedangkan gejala neurologis yang umum berupa tremor. gangguan mood. Kebingungan Post Konvulsi Kebingunan post konvulsi biasa terjadi setelah serangan epilepsy grand mal. dan biasanya dalam waktu 15 menit pasien sudah tenang. Bila tetap bingung injeksi Diazepam 10 mg iv. cemas atau ketakutan. antara lain. siklus tidur terbalik (mengantuk pada siang hari) gejala memburuk pada mlam hari mimpi buruk  Gangguan emosi Depresi. persepsi dan gangguan perilaku. Berlangsung kurang dari 6 bulan. Delirium onset mendadak (beberapa jam atau hari) berfluktuasi. nistagmus. Hendaya daya piker seperti gangguan pikiran abstrak  Gangguan psikomotor Hipo atau hiperaktif Impulsivnees (perilaku tidak terduga) Arus pembicaran berubah (bertambah atau berkurang)  Gangguan tidur insomnia. mudah marah. eforia. Etiologi bermacam-macam. . Penanganannya.

Furor Kataton Pada furor kataton.Psikotik Fungsional Pada keadaan gaduh gelsah bila kesadaran jernih (kesadaran tidak berkabut atau menurun) maka hal ini merupakan manifestasi dari psikosis fungsional. Dan juga dtemukan adanya waham persekutirik. Kegagalan pertahanan psikologik dapat menyebabkan frustrasi. konflik. . Keadaan ini kadang sulit dibedakan dengan Reaksi stress akut. Gangguan Afektif Mania Psikotik Akut Psikotik akut onsetnya mendadak tidak lama seelah sesudah terjadi stress psikologik yang sangat hebat sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pada pertahanan psikologik seseorang. Pada stress akut perhatain pasien dapat dialihkan sehingga dapat tenang kembali dalam waktu beberapa jam. Skizofrenia. misalnya kehilangan orang yang dicintai. mood dan afek eforia. jelas tampak otot-otot berkontraksi maksimal disertai upaya menahan atau melawan tenaga yang mengekangnya dinamakan rigiditas dan negativistik. Sedangkan pada arus pikir hampir selalu ditemukan inkoherensi atau asosiasi longgar. kerugian atau kebangkrutan dan bencana. bahkan mungkin kegaduhan dan kegelisahannya semakin hebat. juga jelas terlihat ide kebesaran yang menyerupai waham. segala sesuatu mudah dilakukan. yaitu psikosis yang tidak berhubunagn dengan gangguan organic. Gangguan Afektif Mania Gangguan afektif mania tidak ditemukan inkoherensi. kegagalan pekerjaan. Stres ini terjadi mendadak dan jelas . yang ada pikiran yang meloncatloncat atau flight of ideas. tekanan atau krisis. Psikosis fungsional yang sering memperlihatkan gejala gaduh gelisah antara lain:: 1. sedangkan pada psikosis akut meskipun usaha membujuk atau mengalihkan perhatian dilakukan tetap memperlihatkan keadaan gaduh gelisah. Hal ini disebabkan pada psikosis akut terdapat halusinasi dan waham terutama waham persekutorik atau referensi (curiga). . Selain itu juga terlihat boros membelanjakan uangnya. Gangguan Psikotik Akut 2. yaitu Furor Kataton 3. pembicaraan membanjir atau logorrhoe.

Depresi agitatif c. Pengendalian impuls buruk i. terutama yang berhalusinasi untuk membunuh merupakan indikasi untuk rawat inap di Rumah Sakit Jiwa dan mendapat pengobatan antipsikotik. a. Suatu tndak kekerasan bila dilakukan pada diri sendiri dengan melukai atau menyakiti diri sendiri disebut mutilasi. Ada stressor baru Evaluasi Lindungi diri sendiri  Tidak melakukan wawancara dengan pasien bersenjata  Tidak melakukan wawancara pasien yang beringas  Tidak melakukan wawancara di ruang tertutup atau seorang diri. Sosioeknomii sangat sederhana h. Gangguan kepribadian ambang dan antisocial d. harus terlihat oleh petugas ruang gawat darurat psikiatri  Pengikatan tidak dilkukan seorang diri. Penyebab tindak kekerasan bisa karena gangguan psikiatrik. Furor kataton b. Ada kesempatan atau ada cara untuk terjadi tindak kekerasan f. Laki-laki. Meskipun tindak kekerasan pasien pskiatrik sulit diramalkan tapi dapat diprediksi bahwa pasien sebelumnya mempunyai riwayat a. sedangkan untuk mengakhiri hidup sendiri disebut perilaku bunuh diri atau behavior suicide. Adanya pernyataan pasien bahwa berniat melakukan tindak kekerasan e. Ada riwayat penyiksaan pada masa anak-anak Pertimbangan lain kemungkinan terjadi tindak kekerasan adalah. tapi serahkan ke petugas yang memiliki ketrampilan khusus yang sudah terlatih . b. Pengguna minuman beralkohol dan atau bahan narkotika.Violence (Tindak Kekerasan) Tindak kekerasan adalah suatu tindakan agresi fisik yang dilakukan seseorang terhadap orang lain atau terhadap diri sendiri. usia muda g. Ada riwayat tindak kekrasan c.

2 menit atau lebih) Hindari pemberian antipsikotik pada pasien yang memiliki riwayat kejang  . asbak. -Lorazepam 2 – 4 mg atau diazepam 5 – 10 mg iv (perlahan-lahan. Waspada bila teramati  Gigi terkatup erat.  Telapak Tangan dikepal  Mengancam dengan kata-kata  Jauhkan alat yang dapat digunakan sebagai senjata (garpu.       Wawancara tidak dilakukan di ruangan yang terdapat barang yang dapat digunakan sebagai senjata Tidak berdekatan dengan pasien. pinsil dan lain-lain Penatalaksanaan      Menenangkan dan membujuk pasien Pengikatan Menegakkan diagnosis Bisa melibatkan aparat hukum atau polisi Terapi psikofarmaka -Haloperidol 5 mg/ im (bisa perhari atau tiap 12 jam atau tiap 8 jam) -Olanzapin injeksi 10 mg im. dapat diulangi 1 jam kemudian bila pasien belum Tenang. atau yang diduga paranoid Duduk dekat pintu untuk keluar lebih cepat Tidak menentang pendapat atau menantang pasien Tidak membelakangi pasien Jangan memakai dasi Jumlah petugas ruang gawat darurat cukup untuk bertindak secara serentak dan terkoordinir.

Isyarat bunuh diri 2.Suicide dan Homicide Pengertian: Suicide adalah kematian yang direncanakan seseorang terhadap dirinya sendiri Homicide adalah tindakan yang menyebabkan orang lain mati atau berakhir hidupnya. Nafsu makan tidak ada 5. Identifikasi Tentukan pasien beresiko tinggi untuk melakukan bunuh diri seperti  Laki-laki  Usia tua  Hidup menyendiri (isolasi sosial)  Ada riwayat percobaan bunuh diri atau dalam keluarga. Ingin dihukum berat karena merasa sangat bersalah 4. Jeritan minta tolong . Depresi Berat. Pernyataan berulang-ulang ingin mati atau lebih memilih mati dari pada menjalani hidup seperti sekarang ini 2. Orang menderita psikosis degang gejala impulsive terhadap diri sendiri bila marah. Menolak makan dan minum untuk suatu tuntutan 6. Pada krisis bunuh diri ada 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu: 1.  Mengidap penyakit kronis atau nyeri kronis  Baru menjalani operasi  Tidak mempunyai pekerjaan  Sudah meninggalkan wasiat  Akan melakukan ulang tahun kehilangan yang berarti dalam hidup  Ketergangtungan obat atau alkohol Tanda-tanda Resiko Berat Untuk Bunuh Diri 1. dan merasa sangat berdosa dan tidak terampuni kepada orang yang sudah meninggal 3. dan sangat berbahaya bila pasien berhalusinasi bunuh diri lebih baik Krisis Suicidal Sebelum seseorang melakukan tindak bunuh diri terdapat fase dimana orang tersebut sangat putus asa dan hanya ingin mati (depresi berat) disebut krisis bunuh diri yaitu fase seseorang mengalami ketegangan yang tidak tertahankan dan penuh (sangat) rasa sedih dan putus asa.

penetuan tempat dan waktu tindak bunuh diri dilakukan. Penjabaran gagasan. sahabat dan lain-lain. Pemberian antidepresan. sadis dan aneh dengan tingkat letal yang tinggi. Tempat alat untuk berpijak . sebaiknya tidak diberikan di ruang gawat darurat. 4. kecewa atau lega dapat diselamatkan 4. Restrain 3. menjerit minta tolong. Terapi Kejang Listrik. Penatalaksanaan Evaluasi pasien yang gagal melakukan bunuh diri 1.Setelah melewati fase ini maka terdapat fase berikut dinamakan Proses Bunuh diri diri sebagai berikut: 1. 6. Terapi 1. menempatkan catatan akhir di tempat yang mudah terlihat. dibuat cara melakukan bunuh diri. Motivasi untuk bunuh diri. Niat (gagasan) untuk tindak bunuh diri yang diakhiri dengan membuat atau meneruskan cara tindak bunuh diri atau ancaman bunuh diri. Pasien ketergantungan obat atau alcohol akan menghentikan tindakannya bila dapat dibebaskan dari ketergantungannya. upaya untuk mencari penyelesaian krisis mental yang diakhiri dengan adanya dorongan keinginan untuk tindak bunuh diri. tercipta tujuan akhir yaitu hanya ancaman bunuh diri atau mati. ada racun-herbisida-insktisida-obat tidur yang sangat banyak. Krisis . Pasien gangguan kepribadian dapat berespon dengan baik bila dilakukan secara empatik dan dibantu memecahkan masalahnya secara rasional dan bertanggung jawab 7. 2. Dilakukan secara sembunyi-sembunyi (seorang diri) atau ketika ada orang yang akan menolongnya 5. Tingkat kemungkinan mati ditentukan 2. menyiapkan alat atau bahan yang akan digunakan untuk bunuh diri (tali yang kuat dan sudah tersimpul lasso. 2. Apakah tindakan dilakukan secara impulsive atau direncanakan 3. menentukan tindakan selanjutnya bila tindak bunuh diri gagal. . 3. Pasien skizofrenia harus dianggap serius sebab biasanya menggunakan cara keras.biasanya kursi . membuat catatan sebagai pesan akhir untuk keluarga. Tindak bunuh diri. Perhatikan keadaan pasien bila tertolong. 5.

beberapa hari menolak makan atau minum 4. 41. Selalu didahului oleh demam tinggi. Pemeriksaan laboratorium: darah rutin. 5.5 0C 2. Terdapat rigiditas. Reaksi otonom tidak stabil (takhikardia. krringat berlebihan 4. Kesadaran terganggu Faktor resiko 1. Diagnosa yang sering menyebabkan Gawat Darurat Psikiatri adalah Sindrom Neuroleptik Maligna. Hentikan segera pemberian antipsikotik 4. tekanan darah labil. Pertimbangkan bila terjadi demam tinggi pada pemberian antipsikotik. Usia 20 -40 tahun 2. Monitor tanda-tanda vital 5. 2. fungsi ginjal 6. seperti distonia. Fungsi hati. sampai akhirnya gagal ginjal. Diagnosa ini disebabkan oleh oemberian antipsikotik. Otot-otot kaku (lead pipe rigidity) 3.5 mg /2 atau 3 kali sehari  Levodopa 50 – 100 mg/hr dalam infus  Dantrolen 1 mgkg/hr iv selama 8 hr . Bisa terjadi mioglobinuria akibat otot yang berkontraksi maksimal. akatisia akut. Gejala 1. Malnutrisi. Rehidrasi cepat untuk menghindari kejang dan gagal ginjal Terapi Psikofarmaka  Amantadin 200 – 400 mg oral / hari dalam dosis terbagi  Bromocriptin 2. meskipun ringan. bila tidak berespon terhadap antikholinergik 3.Gejala EPS akibat penggunaan antipsikotik Sering kali pasien psikiatrik ke uang gawat darurat kerena EPS. Terjadi pada hari-hari pertama pemberian anti psikotik (umumnya 10 hari pemberian anti psikotik 6. Keadaan dehidrasi 3. Biasa terjadi lekositosis dan peningkatan Enzym Creatinine Phospokinase (CPK) 7. Restrain (pengikatan) Penatalaksanaan 1. lalu dilanjutkan pemberian oral selama 7 hr  Benzodiazepin bila obat-obatan lain tidak berhasil __________000ooo__________ . Parkinson like syndrome.