You are on page 1of 14

PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH BANI UMAYYAH (40-132H / 661-750M

)

A. Pendahuluan Setelah khalifah Ali bin Abi Thalib tewas dibunuh oleh Abdur Rahman bin Muljam, penduduk Kufah yang mayoritas pendukung Ahlul Bayt mengangkat Hasan bin Ali menjadi khalifah. Sedangkan di pihak lain Muawiyah bin Abu Sufyan juga memproklamirkan diri sebagai khalifah di kota Yerusalem1[1]. Proses perpindahan periode kekuasaan dari Ali bin Abi Thalib (khalifah rasyidin ke-4) kepada Daulah Bani Umayyah ini dicatat sejarah sarat “makna” dan “intriks” sehingga patut dicermati dan dikaji lebih mendalam. Tidak hanya itu, pergulatan politik yang terjadi pada awal berdiri Daulah Bani Umayyah hingga perkembangan dan perubahan sistem khilafah menjadi daulah sangat menarik untuk ditelaah. Namun kita juga tidak dapat menutup mata, meskipun terdapat berbagai persoalan yang terjadi waktu itu, Daulah Bani Umayyah yang berkuasa lebih kurang selama 90 tahun (40132H/661-750M), juga telah memberikan kontribusi yang besar dalam membangun Peradaban Islam di dunia. Banyak kemajuan yang telah tergores dalam peradaban Islam oleh Daulah Bani Umayyah, di antaranya bidang Politik, Pemerintahan, Militer, Ekonomi (perdagangan), Sosial Kemasyarakatan, Pendidikan (Iptek), Kesenian, Pemikiran, Filsafat, serta Pemahaman Keagamaan. Di samping sebagai tugas perkuliahan Sejarah dan Peradaban Islam pada Program Pascasarjana, hal inilah yang membuat pemakalah tertarik untuk membahas tentang Daulah Bani Umayyah. Mulai dari latar belakang berdirinya, kemajuan peradaban yang dicapai hingga sebabsebab kemunduran dan keruntuhan Daulah Bani Umayyah akan pemakalah urai pada makalah ini. B. Latar Belakang Berdiri Daulah Bani Umayyah 1. Daulah Bani Umayyah

1[1] Maidir Harun dan Firdaus, Sejarah Peradaban Islam, (Padang: IAIN IB Press, 2001), h.75-76

Bani Umayyah artinya keturunan Umayyah. Abd Syams adalah saudara dari Hasyim. Namun beliau mendapat perlawanan keras dari keturunan Abd Syam. Sedangkan dari pihak mayoritas keluarga Hasyim membela Nabi Muhammad SAW. 2000) h. Cit. Bani Umayyah tidak memakai kata khalifah. Op. ikut mengadakan perlawanan kepada Nabi Muhammad SAW.W. sedangkan pada masa sebelumnya (khulafa rasyidin) pemilihan pemimpin dilakukan dengan pemilihan secara umum dengan melibatkan ahlul halli wal ‘aqd3[3]. Ensklopedi Tematis Dunia Islam. (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoseve. 67 6[6] Maidir Harun dan Firdaus. 2003) h. melainkan memakai kata daulah. Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah (segenerasi dengan Nabi Muhammad SAW) saat itu memangku posisi pimpinan. Umayyah adalah seorang pemuka Qurays pada zaman Jahiliyah4[4]. salah satu indikasinya tampak dalam cara memilih pucuk kepemimpinan yaitu monarchi (dengan menunjuk anaknya sebagai putera mahkota). beliau mengajak kaumnya untuk masuk Islam. Ketika Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul. Dkk. Sebelum Islam datang.327 5[5] Abd Chair. Keduanya hidup berdampingan.434 3[3] Muhammad Alkhudhary. 2[2] A. h.330 4[4] Ibid. masing-masing memiliki peran penting pada masa Jahiiliyah. Umayyah segenerasi dengan Abdul Muthalib bin Hasyim. 1997). Sama-sama keturunan Qusay bin Kilab. Secara bahasa memiliki arti kerajaan atau dinasti2[2]. Nama lengkapnya Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf5[5]. 79 . kakek Nabi Muhammad SAW dan Ali bin Abi Thalib6[6]. h. membawa risalah Tuhan. (Surabaya: Puataka Progresif.Berbeda dengan sebelumnya dalam penamaan pemerintahan. Daulah Umawiyah. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Munawwir. keturunan Abd Syams dan Hasyim bukanlah dua kubu yang berlawanan. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan sistem pemerintahan. h. (Tharablus:Majlis Idarah Jamiah Mishriyah.

Ia juga menjadi salah seorang periwayat hadis yang baik. Muawiyah memimpin daerah Syam. Pada zaman Usman bin Affan. 2. 330 . Di zaman kekhalifahan Abu Bakar Shiddiq. Umar menunjuk saudara Yazid yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan sebagai gantinya. Di mana Nabi Muhammad SAW memberikan “keististimewaan” kepada Abu Sufyan dengan terjaminnya keamanan diri bagi penduduk yang berlindung di rumah Abu Sufyan. 7[7] Muhammad Alkhudhary. Kepemimpinan Yazid di Syam terus berlanjut hingga zaman khalifah Umar bin Khattab. Setelah Yazid meninggal. Ia memiliki 4 orang istri. Biografi Muawiyah Muawiyah bin Abu Sufyan lahir di Mekah 15 tahun sebelum hijrah. ia ikut menemani saudaranya Yazid dalam memimpin penumpasan terhadap kaum murtadin. h. Ia masuk Islam ketika terjadi fathu makkah. ia baru ditunjuk memimpin Damaskus (Suriah) menggantikan Yazid yang meninggal dunia. Yazid bin Abu Sufyan ikut serta dalam memberantas kaum murtadin dan ia ditunjuk menjadi salah seorang pemimpin untuk invansi ke Syam. Pada zaman Umar bin Khattab.Perselisihan ini terus terjadi hingga terjadi Fathu Makkah pada 8 Hijriyah. Dari sinilah Muawiyah memulai karir kepemimpinannya. Saat itu ia baru berusia 23 tahun7[7]. Maka redamlah perselisihan yang ada pada kala itu. Cit. Pada zaman Abu Bakar Shiddiq. Op.

Hasan bin Ali tidak menginginkan peperangan berkepanjangan yang meminta banyak korban jiwa di kalangan umat Islam.(684M-685M) e) Abd Malik bin Marwan . secara resmi pemerintahan Islam disandang oleh Muawiyah bin Abu Sufyan.3.(744M) m) Ibrahim bin Walid . Ia kemudian memindahkan pusat kekuasaan dari Madinah ke Damaskus (Suriah). 1993).40 . 78 9[9] Badri Yatim.(720M-724M) Hisyam bin Abd Malik . Selama kurun waktu tersebut pemerintahan di pegang oleh empat belas orang khalifah9[9]. Sejarah Peradaban Islam.(715M-717M) h) Umar bin Abdul Aziz (Umar II) . Akan tetapi. Op. Cit.(661M-680M) b) Yazid bin Muawiyah (Yazid I) . Proses Terpilihnya Muawiyah dan Berdirinya Daulah Ketika Ali bin Abi Thalib terbunuh.(717M-720M) i) j) Yazid bin Abd Malik (Yazid II) . h.(724M-743M) k) Walid bin Yazid (Walid III) .(743M-744M) l) Yazid bin Walid (Yazid III) . masyarakat membai‟at puteranya. h. Bani Umayyah memegang kekuasaan Islam selama sembilan puluh tahun dengan pusat pemerintahan di Damaskus.(683M-684M) d) Marwan bin Hakam (Marwan I) . Hasan bin Ali.(744M) 8[8] Maidir Harun dan Firdaus.(685M-705M) f) Walid bin Abd Malik (Walid I) . Khalifah-khalifah itu adalah sebagai berikut: a) Muawiyah bin Abu Sufyan (Muawiyah I) . Peristiwa penyerahan kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Muawiyah bin Abu Sufyan itu terkenal dengan sebutan amul jama’ah (tahun penyatuan)8[8]. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.(705M-715M) g) Sulaiman bin Abd Malik . Melihat kondisi pada masa itu.(680M-683M) c) Muawiyah bin Yazid (Muawiyah II) . Hasan memiliki keinginan untuk menyatukan seluruh umat Islam. Sejak saat itu. Hal ini membuat ia menyerahkan pemerintahan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan. pemerintahan Hasan bin Ali hanya bertahan beberapa bulan saja. Peristiwa itu terjadi pada tahun 41 H atau 661 M. menjadi khalifah.

(744M-750M) C. 30-31. Di antara kebijakan politik yang terjadi pada masa Daulah Bani Umayyah adalah terjadinya pemisahan kekuasaan antara kekuasaan agama (spritual power) dengan kekuasaan politik10[10]. Setiap gubernur memilih Amir. Amir bertanggung jawab lansung kepada khalifah. b) Pemerintahan 1) Perubahan Sistem Pemerintahan Bentuk pemerintahan Muawiyah berubah dari Theo-Demokrasi menjadi monarchi (kerajaan/dinasti) sejak ia mengangkat anaknya Yazid sebagai Putera Mahkota. 2) Sentralistik Daulah Bani Umayyah menerapkan konfederasi propinsi. Sedangkan urusan agama diurus oleh para ulama. 1953). Muawiyah dengan kemampuan politiknya mampu meredam gejolak-gejolak yang terjadi. yaitu: (i) Diwan Rasail 10[10] Ali Ibrahim Husen.n) Marwan bin Muhammad (Marwan II) . An-Nazham al-Islamiyah. Politik / Pemerintahan / Militer a) Politik Kondisi perpolitikan pada masa awal Daulah Bani Umayyah cenderung stabil. Amirul Mu‟minin hanya bertugas sebagai khalifah dalam bidang politik. Muawiyah menggabung beberapa wilayah menjadi satu propinsi. Hingga ia mengangkat anaknya Yazid menjadi penggantinya. Kebijakan ini dipengaruhi oleh tradisi yang terdapat di bekas wilayah kerajaan Bizantium. (Kairo: Lajnah Ta’lif wa Tarjim wa Nasyr. . 3) Administrasi pemerintahan Setidaknya ada empat diwan (departemen) yang berdiri pada Daulah Bani Umayyah. Kemajuan Peradaban Islam Masa Daulah Bani Umayyah 1. Dalam menangani propinsi yang ada. barulah terjadi pergolakan politik. h.

Bendera merah ini menjadi ciri khas Daulah Bani Umayyah11[11]. Dikepalai oleh Shahibul Kharraj yang bertanggung jawab lansung kepada khalifah (iii) Diwan Jund Departemen ini mengurus tentang ketentaraan negara.Departemen ini mengurus surat-surat negara kepada gubernur dan pegawai di berbagai wilayah (ii) Diwan Kharraj Departemen ini mengurus tentang perpajakan. 5) Bahasa Resmi Administrasi Pemerintahan Pada pemerintahan Abd Malik.43 . Ada juga yang menyebut dengan departemen perperangan. 11[11] Badri Yatim. Setiap peraturan yang dikeluarkan disalin pada sebuah register kemudian disegel dan dikirim ke berbagai wilayah. Mayoritas adalah berasal dari orang Arab. c) Militer 1) Undang-undang Wajib Militer Daulah Bani Umayyah memaksa orang untuk masuk tentara dengan membuat undangundang wajib militer (Nizham Tajnid Ijbary). h. bahasa Arab dijadikan bahasa resmi administrasi pemerintahan. 4) Lambang Negara Muawiyah menetapkan bendera merah sebagai lambang negara di mana sebelumnya pada masa Khulafa Rasyidin belum ada. Cit. (iv) Diwan Khatam Departemen ini disebut juga departemen pencatat. Op.

Bukhara.2) Futuhat/Ekspansi (Perluasan Daerah) Perluasan ke Asia kecil dilakukan Muawiyah dengan ekspansi ke imperium Bizantium dengan menaklukkan pulau Rhodes dan Kreta pada tahun 54 H. bagi daerahdaerah yang baru ditaklukkan. Di samping itu. pajak untuk non muslim dikurangi. Pada zaman Abd Malik. Samarkand dan sebagian india (Balukhistan. Setelah 7 tahun. Khawarizan. Sind. Tahun 95 H Spanyol dikuasai. Perluasan ke barat pada zaman Walid mampu menaklukkan Jazair dan Maroko (89 H). Ekonomi dan Perdagangan a) Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Pemerintah Sumber uang masuk pada zaman Daulah Bani Umayyah sebagiannya diambil dari Dharaib yaitu kewajiban yang harus dibayar oleh warga negara. Sudan. Namun. Kebijakan ini mendorong non muslim memeluk agama Islam. pada masa Umar bin Abdul Aziz. terutama yang belum masuk Islam. Tahun 92 H Thariq bin Ziyad sampai di Giblaltar (Jabal Thariq). Yazid berhasil menaklukkan kota Konstantinopel Perluasan ke Asia Timur. dikuasainya daerah Tripoli. Ferghana. daerah Balkh. Cordova terpilih menjadi ibukota propinsi wilayah Islam di Spanyol. Punjab dan Multan). Fazzan. Muawiyah menaklukkan daerah Khurasan-Oxus dan Afganistan-Kabul pada tahun 674 M. Mesir (670 M). tentara dan biaya tata usaha negara 2) Pembangunan pertanian termasuk irigasi dan penggalian terusan 3) Ongkos bagi terpidana dan tawanan perang 4) Perlengkapan perang 5) Hadiah bagi sastrawan dan ulama b) Mata Uang . ditetapkan pajak istimewa. 2. sedangkan jizyah bagi muslim dihentikan. Adapun pengeluaran pemerintah dari uang masuk tersebut adalah sebagai berikut: 1) Gaji pegawai. Perluasan ke Afrika Utara.

46 13[13] Maidir Harun dan Firdaus. Pembayaran diatur dengan menggunakan mata uang ini. Sosial Kemasyarakatan a) Panti Sosial Penyandang Cacat Ketika Walid naik tahta. Muslim non Arab kala itu disebut Mawali. menghafal Alquran serta belajar pokok-pokok ajaran Islam b) Masjid 12[12] Ahmad Syalabi. 3. Daulah menyediakan tempat-tempat pendidikan antara lain: a) Kuttab Kuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca. b) Arab dan Mawali Masyarakat dunia Islam begitu luas sedangkan orang-orang Arab merupakan unsur minoritas. Daulah Bani Umayyah memberikan andil bagi pengembangan ilmu-ilmu agama Islam. Cit. Op. Meskippun demikian. (Jakarta: Jaya Murni. Orang buta diberikan penuntun. karena mereka fokus dalam bidang politik. 89 . Belakangan istilah mawali diperuntukan bagi semua muslim non Arab13[13]. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Mulanya mawali adalah budak tawanan perang yang dimerdekakan. Orang lumpuh disediakan perawat. Pendidikan Daulah Bani Umayyah tidak terlalu memperhatikan bidang pendidikan. h. Meskipun demikian.Pada masa Abd Malik. sastra dan filsafat. ia menyediakan pelayannan khusus. mata uang kaum muslimin dicetak secara teratur. mereka memegang peranan penting secara sosial. 1971). Muslim Arab menganggap bahwa mereka lebih baik dan lebih pantas memegang kekuasaan dari muslim non Arab. Meskipun pada Masa Umar bin Khattab sudah ada mata uang. namun belum begitu teratur12[12]. h. Orang cacat diberi gaji. 4. Ia juga mendirikan bangunan khusus untuk pengidap penyakit kusta agar mereka dirawat sesuai dengan persyaratan standar kesehatan.

para penganut aliran tersebut telah membuat sesuatu bagi peradaban Islam. d) Baitul Hikmah Baitul hikmah merupakan gedung pusat kajian dan perpustakaan. Siria. Aliran pemikiran ini tumbuh bak jamur di musim hujan. Pendidikan di masjid terdiri dari dua tingkat. Kubah ini tercatat sebagai contoh hasil karya arsitektur muslim yang termegah kala itu. Jabariyah dan Qadariyah. Pertama. Kedua. seperti pembuatan menara pada periode Muawiyah. para khalifah mendukung perkembangannya. Indahnya keberagaman itu terasa apabila fokus pandangan kita kepada kelebihan aliran masing-masing dan tidak saling merendahkan satu sama lain. Indikasinya adalah lahirnya Khawarij dan Murjiah. Majelis ini hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka. tingkat menengah diajar oleh guru yang biasa saja. Bangunan tersebut merupakan masjid yang pertama sekali ditutup dengan kubah. Kesenian a) Majelis Sastra Majelis sastra adalah tempat atau balai pertemuan untuk membahas kesusasteraan dan juga tempat berdiskusi mengenai urusan politik yang disiapkan dan dihiasi dengan hiasan yang indah. Sansekerta dan bahasa lainnya ke dalam bahasa Arab. Munculnya aliran-aliran ini patut diapresiasi sebagai khazanah bagi spektrum dunia pemikiran Islam. . kubah ash-Shakhra pada periode Abd Malik. 6.Pendidikan di masjid merupakan lanjutan dari kuttab. Perhatian serta pelestarian berbagai sarana dan aktifitas di gedung ini terus menjadi perhatian dalam perjalanan Daulah Bani Umayyah hingga masa Marwan. 5. Bagaimanapun juga. Ia memerintahkan untuk menerjemahkan buku-buku yang berbahasa Yunani. Pemikiran dan Filsafat Alam pemikiran zaman Daulah Bani Umayyah relatif berkembang pesat. c) Arabisasi Gerakan penerjemahan ke dalam bahasa Arab (arabisasi buku) pada masa Marwan gencar dilakukan. tingkat tinggi yang diajar oleh ulama yang dalam ilmunya dan masyhur kealimannya. serta Mu‟tazilah. b) Arsitektur Dalam bidang seni arsitektur.

Ahlu Ra‟yi mengembangkan hukum Islam dengan menggunakan analogi atau qiyas. Ada maksud lain yang memboncengi mereka14[14]. Pada priode ini juga lahir sejumlah mujtahid fiqh. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. dapat menyebabkan „tercemarnya‟ bahasa Alquran.23 . Pada masa ini juga berkembang Ilmu tafsir. Beberapa ulama yang terkenal pada masa itu adalah Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Syihab az-Zuhri. Sedangkan al-Hadis lebih berpegang kepada nash-nash. terdapat dua golongan yaitu Ahlu Ra’yi dan al-Hadis. Empat Biografi Imam Mazhab. Ilmu tafsir memiliki peran yang strategis. Dengan memerintahkan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menulis dan mengumpulkan hadis Nabi Muhammad SAW telah melahirkan metode pendidikan alternative yaitu rihlah.7. Ilmu Hadis juga mendapatkan perhatian yang khusus. secara tidak lansung. Selain Ilmu Tafsir. Di antaranya adalah lahirnya mazhab Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik bin Anas di Madinah. (Jakarta: Bulan Bintang. di mana para ulama mencari hadis ke berbagai tempat dan orang. Pemahaman Keagamaan Pemahaman keagamaan. khususnya di bidang Fiqh. Di samping karena daerah Islam semakin luas sampai di daerah luar Arab. Umar bin Abul Aziz menjadi tokoh utama dibalik semuanya. juga karena semakin banyaknya pemeluk agama Islam. h. bahkan mereka tidak akan memberikan fatwa jika tidak ada ayat Alquran dan Hadis yang menjelaskannya. pada masa itu berubah menjadi kacau. al„Auza‟i Abdurrahman bin Amr. Pada daulah inilah kitab tentang ilmu hadis disusun oleh para ulama muslim. kekuasaan Bani Umayyah dilanjutkan oleh Yazid bin Abd Malik (720-724M). dan Hasan Basri as-Sya‟bi D. 1989). Dengan latar belakang dan kepentingan etnis 14[14] Munawar Chalil. Karena tidak semua orang yang mempelajari Alquran pure untuk kebaikan. Kemunduran dan Keruntuhan Daulah Bani Umayyah Sepeninggal Umar bin Abdul Aziz. Perluasan dan non arab ini. Ibnu Abi Malikah (Abdullah bin Abi Malikah at-Tayammami al-Makky).

Daulah Umayyah digulingkan oleh Bani Abbasiyah yang merupakan bagian dari Bani Hasyim. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. Setelah Hisyam bin Abd Malik wafat. melarikan diri ke Mesir. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. 3. Marwan bin Muhammad. Bahkan pada masa ini muncul satu kekuatan baru dikemudian hari menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. sehingga tidak berhasil dipadamkannya. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. Faktor-faktor itu antara lain adalah: 1.politis. makin meruncing. Akan tetapi. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam. Hal ini semakin memperkuat golongan oposisi. h. khalifah-khalifah Bani Umayyah yang menjadi khalifah berikutnya bukan hanya lemah dalam politik. Kematian Marwan bin Muhammad menandai berakhirnya kekuasaan Bani Umayyah di timur (Damaskus) yang digantikan oleh Daulah Abbasiyah15[15]. namun kemudian berhasil ditangkap dan terbunuh di sana. Op. tetapi juga bermoral buruk. khalifah terakhir Bani Umayyah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Daulah Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid bin Abd Malik cendrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. Pengaturannya tidak jelas. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah. 102 . Cit. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan khalifah berikutnya. Kelompok Syi'ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Hisyam bin Abd Malik (724-743 M). Dan akhirnya. karena gerakan oposisi ini semakin kuat. Latar belakang terbentuknya Daulah Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali. Walaupun sebenarnya Hisyam bin Abd Malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. pada tahun 750 M. 15[15] Maidir Harun dan Firdaus. 2.

serta dukungan dari kaum mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. . Kelemahan pemerintahan pusat dalam mengendalikan dan mengontrol wilayah yang amat luas. Apresiasi kita terhadap raihan yang baik oleh para pendahulu adalah hal yang utama. Kesimpulan dan Saran 1. serta kemajuan-kemajuan yang telah diraih. Kita tidak perlu mencerca keburukannya. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan Daulah Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Abbas bin Abdul Muthalib. Lemahnya pemerintahan daulah Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. merasa tidak puas karena status mawali. malahan ini menjadi cambuk bagi kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama seperti kesalahan mereka. Di samping itu. Saran Penulis paham bahwa menceritakan kembali yang telah terjadi selama 90 tahun tentu bukan hal yang mudah. Sistem pemerintahan yang monarchi. Dilanjutkan dengan selama berkuasa 90 tahun. E. 4. amul jama’ah yang dilakukan Hasan bin Ali. Kedangkalan ilmu penulis menyebabkan studi makalah ini juga dangkal. Berakhir dengan runtuhnya kekuasaan Daulah Bani Umayyah dengan kematian Marwan bin Muhammad. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya.Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. diskriminasi terhadap mawali. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi'ah. 5. Diawali dengan proses pemindahan kekuasaan. Kesimpulan Selama lebih kurang 90 tahun Daulah Bani Umayyah berkuasa tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Mulai dari ketidaksukaan terhadap Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. hingga Ali terbunuh. 6. peristiwa tahkim. 2. Mengisyaratkan bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. pemerintahan „tangan besi‟. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah. sebagian besar golongan mawali (non Arab).

.Kritik dan saran pembaca akan membuat studi Daulah Bani Umayyah ini akan menjadi mendalam.

2000. Ensklopedi Tematis Dunia Islam. 1993. Muhammad. 1971. Sejarah Peradaban Islam. Badri.W. Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoseve Chalil. Empat Biografi Imam Mazhab. Daulah Umawiyah. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. 1997. Abd.Daftar Pustaka Alkhudhary. 2003. Dkk. Jakarta: Bulan Bintang Harun. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Ali. Tharablus: Majlis Idarah Jamiah Mishriyah Chair. 1989. Munawar. Sejarah Peradaban Islam. Maidir dan Firdaus. Kairo: Lajnah Ta‟lif wa Tarjim wa Nasyr. Munawwir. An-Nazham al-Islamiyah. Jakarta: Jaya Murni Yatim. 1953. A. Surabaya: Puataka Progresif Syalabi. Ahmad. 2001. Padang: IAIN IB Press Ibrahim Husen. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada .